• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP SELF MANAGEMENT SISWA BERPERILAKU KONSUMTIF DIKELAS XI SMA N 1 BALIGE KAB.TOBASA T.A 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP SELF MANAGEMENT SISWA BERPERILAKU KONSUMTIF DIKELAS XI SMA N 1 BALIGE KAB.TOBASA T.A 2015/2016."

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP SELF MANAGEMENT SISWA BERPERILAKU

KONSUMTIF DIKELAS XI SMA N 1 BALIGE KAB.TOBASA T.A 2015/2016

SKRIPSI

Oleh:

Grace N Panjaitan

NIM 1123151018

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP SELF MANAGEMENT SISWA BERPERILAKU KONSUMTIF DIKELAS XI SMA

N 1 BALIGE

KAB.TOBASA T.A 2015/2016

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Oleh:

Grace N Panjaitan

NIM 1123151018

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

i ABSTRAK

Grace. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Terhadap Self Management Siswa Berperilaku Konsumtif Kelas XI SMA N 1 Balige Kab.Tobasa T.A 2015/2016. Skripsi.Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2016.

Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap self management siswa berperilaku konsumtif kelas XI SMA Negeri 1 Balige tahun ajaran 2015 / 2016. Tujuannya adalah mengetahui pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap self management siswa berperilaku konsumtif SMA Negeri 1 Balige. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan pre test – post test group design, subjek penelitian adalah siswa yang memiliki perilaku konsumtif yang berjumlah 10 siswa. Pengumpul data dilakukan dengan pemberian kuesioner (angket). Analisa data adalah uji wilcoxon untuk melihat perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.

Hasil penelitian memperoleh rata – rata pre test kelompok perlakuan sebesar 50,1 dan rata – rata post test 63,9. Dari hasil uji hipotesis diperoleh Zhitung < Ztabel pada taraf

(9)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan, fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Adapun judul skripsi ini adalah “Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok

Teknik Diskusi Terhadap Self Management Siswa Berperilaku Konsumtif di Kelas XI SMA N 1 Balige Kab.Tobasa Tahun ajaran 2015/2016”.

Dalam pelaksanaan penelitian hingga penyelesaian skripsi ini, penulis menyadari banyak mendapat bantuan, motivasi dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom,M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Dr. Nasrun, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan.

(10)

iii

4. Ibu Dra. Zuraida Lubis, M.Pd., Kons selaku Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dan Ibu Dra. Nur Arjani, M.Pd selaku sekretaris Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

5. Bapak Drs.Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik dan Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan dan saran guna kesempurnaan skripsi ini.

6. Ucapan Terima kasih kepada Ibu Dra. Zuraida Lubis, M.Pd., Kons, Ibu Dra.Nur Arjani, M.Pd dan Ibu Dr. Nur’aini, MS, selaku Dosen Penguji

yang telah memberikan masukan dan saran mulai dari perencanaan penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini.

7. Kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Pegawai Prodi Bimbingan dan Konseling FIP UNIMED yang telah banyak membantu penulis.

8. Rasa Hormat dan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BK, Staf dan Pegawai SMA N 1 Balige Kab.Tobasa.

9. Teristimewa penulis mengucapkan terima kasih kepada ayahku tercinta S.Panjaitan, S.Pd, Ibuku terkasih R.Sihombing, S.Pd, terimakasih atas segala dukungan dan perhatian penuh yang tiada henti diberikan setiap waktu serta usaha dorongan moril dan materil. Ayah dan ibu yang tidak pernah melepaskan saya dari kasih sayang dan doa yang selalu dipanjatkan untuk saya, mereka adalah semangat terbesar saya untuk menjadi seorang anak yang membanggakan dengan gelar sarjana.

(11)

iv

11.Terima kasih kepada para Sahabat di SMA N 1 Balige Frengki Butar-butar, Suci Silaen, Anna Konstantia Panjaitan, Diori Manurung dan Nur Yati Napitupulu

12.Terima kasih kepada para Sahabat Star, Johan, Farahdina, Tari, Aida, Rere, Anggi, Ristra, Nana, Indra , dan Bobby dan teman – teman yang ada di Jurusan Bimbingan Konseling FIP UNIMED

13.Ucapan Terima Kasih penulis ucapkan untuk 10 subjek penelitian Lady, Leonardo, Isaac, Siskawaty, Liana, Evi, Rikky, Chyntia, Afrizal, Roganda. 14.Buat teman – teman PPL-T di SMK N 2 Balige dan teman – teman

lainnya, penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini, namun Penulis menyadari masih banyak terdapat kelamahan baik dari segi isi maupun tatabahasa, karenanya penulis mengharapkan saran yang membangun dari segi pembaca demi sempurnanya proposal ini. Akhir kata penulis ucapkan banyak terima kasih.

Medan, Agustus 2016 Penulis,

(12)

iii

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah ... 1

1.2.Identifikasi Masalah ... 6

1.3.Batasan Masalah ... 6

1.4.Perumusan Masalah ... 6

1.5.Tujuan Penelitian ... 7

1.6.Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Kerangka Teori ... 9

2.1.1.Self Management (manajemen diri) ... 9

2.1.1.1. Pengertian Self Management ( Manajemen Diri) ... 9

(13)

iv

2.1.1.3.Manfaat Self Management ( Manajemen Diri) ... 10

2.1.1.4.Faktor-Faktor Manajemen Yang Baik ... 11

2.1.1.5. Prosedur Aplikasi ... 11

2.1.1.6. Tahap-Tahap Teknik Self Management ... 11

2.1.1.7. Ciri-Ciri Orang Yang Mampu Memanajemen Diri Sendiri 12 2.1.2. Perilaku Konsumtif ... 14

2.1.2.1.Pengertian Perilaku Konsumtif ... 14

2.1.2.2. Bentuk-Bentuk Perilaku Konsumtif ... 14

2.1.2.3. Faktor-Faktor Perilaku Konsumtif ... 15

2.1.2.4..Karakter Perilaku Konsumtif ... 15

2.1.2.5. Dampak Negatif Perilaku Konsumtif ... 15

2.1.3Bimbingan Kelompok ... 17

2.1.3.1.Pengertian Bimbingan Kelompok ... 17

2.1.3.2.Tujuan Bimbingan Kelompok ... 19

2.1.3.3.Tahap-Tahap Bimbingan Kelompok ... 22

2.1.3.4.Asas-Asas Bimbingan Kelompok ... 24

2.1.3.5.Teknik-Teknik Bimbingan Kelompok ... 25

2.1.4.Diskusi Kelompok ... 29

(14)

v

2.1.4.2.Tujuan Diskusi Kelompok ... 30

2.1.4.3.Bentuk-Bentuk Diskusi Kelompok ... 32

2.1.4.4.Pengolaan Diskusi Kelompok ... 32

2.1.4.5.Ciri-Ciri Diskusi Kelompok ... 35

2.1.4.6.Keuntungan Diskusi Kelompok ... 36

2.1.4.7.Kelemahan Diskusi Kelompok ... 36

2.1 Kerangka Konseptual ... 37

2.3 Hipotesis Penelitian ... 38

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 40

3.4 Desain Penelitian ... 40

3.3 Subjek Penelitian ... 41

3.4 Operasional Variabel Penelitian ... 42

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 43

3.5 Kontrol Varian ... 47

3.6 Teknik Analisis Data ... 48

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 48

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 49

(15)

vi

4.3 Pelaksanaan Penelitian ... 50

4.4 Uji Coba Instrument... 51

4.5 Operasional Variabel Penelitian ... 51

4.6 Teknik Pengumpulan Data ... 53

4.7 Deskripsi hasil penelitian ... 54

4.8 Pre-Test Self Management Siswa Perilaku Konsumtif ... 54

4.9 Post Test Self Management Siswa Perilaku Konsumtif ... 55

4.10 Hasil Analisis Pre-Test dan Post-Test ... 57

4.11 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 59

4.12Pembahasan Penelitian ... 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 63

5.2 Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 65

(16)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. ... 32

Tabel 2.2. ... 34

Tabel 3.1. ... 44

Tabel 3.2. ... 44

Tabel 4.1. ... 52

Tabel 4.2. ... 54

Tabel 4.3. ... 56

(17)

x

LAMPIRAN

Lampiran 1 Uji Coba Angket Perilaku Konsumtif ... 67

Lampiran 2 Sebaran Validitas ... 71

Lampiran 3 Perhitungan Validitas Perilaku Konsumtif ... 72

Lampiran 4 Perhitungan Reliabilitas Angket Perilaku Konsumtif ... 76

Lampiran 5 Angket Perilaku Konsumtif ... 79

Lampiran 6 Sebaran Pre-Test ... 82

Lampiran 7 Perhitungan Pre-Test Perilaku Konsumtif ... 83

Lampiran 8 Sebaran Post-Test ... 84

Lampiran 9 Perhitungan Post-Test ... 85

Lampiran 10 Tabulasi Data Penelitian Kelompok Eksperimen ... 86

Lampiran 11 Perhitungan Kategori Pre-Test Perilaku Konsumtif ... 87

Lampiran 12 Pengujian Hipotesis ... 90

Lampiran 13 Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon ... 93

Lampiran 14 Perhitungan Peningkatan Perilaku Konsumtif ... 95

Lampiran 15 Rencana Pelaksanaan Layanan ... 96

Lampiran 16 Dokumentasi ... 117

Lampiran 17 Surat Penelitian... 118

(18)

1

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 mendefinisikan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan, masyarakat, bangsa dan negara (Pidarta, 2014:11).

Pendidikan berdasarkan undang-undang di atas yang menyatakan bahwa peserta didik secara aktif mengembangkan potensi salah satunya pengendalian diri, yang artinya, peserta didik diharapkan mampu memanajemen diri denganbaik khususnya dalam lingkungan sekolahnya. Dalam hal ini manajemen diri bagi peserta didik penting digunakan untuk menunjang proses kemadirian dan belajar karena saling terkait satu sama lainnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara lebih aktif.Perkembangan zaman yang semakin kompleks menuntut manusia mampu menempatkan diri dalam setiap situasi dan mampu untuk berkompetisi.

(19)

2

penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar. Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.Selain itu yang yang dimaksud dengan manajemen diri (self management) disini adalah suatu kondisi dimana seseorang dalam

perbuatannya selalu dapat menguasai diri sehingga sehingga tetap mengontrol dirinya dari berbagai yang terlalu meluap-luap dan berlebih-lebihan. Salah satu bentuk dari sikap dan perilaku manajemen diri remaja mampu untuk bisa menerapkan pola hidup hemat dan sederhana karena pada dasarnya dalam diri remaja terdapat keinginan untuk mendapatkan semua apa yang diinginkan sedangkan dalam memenuhi kebutuhannya remaja masih memerlukan biaya dari orangtua, remaja umumnya belum bekerja sehingga dalam membeli sesuatu masih meminta uang dari orangtuanya.

(20)

3

dengan itu mereka akan membeli barang yang menurut mereka bagus tetapi tidak melihat apakah keuangan mereka mencukupi atau apakah keuntungan dari barang itu.

Kaum remaja mempunyai kepekaan terhadap apa yang sedang “in”.remaja cenderung mengikuti mode yang sedang beredar, sekarang ini

berbagai macam produk ditawarkan kepada konsumen remaja. Informasi mengenai produk, baik melalui iklan, promosi langsung berkembang semakin bervariasi, gencar dan menggunakan teknologi muthakir yang sangat canggih, hal inilah yang merupakan salah satu timbunlnya perilaku konsumtif remaja. Nurdin,dkk (2008:258) mendefenisikan perilaku konsumtif adalah suatu keadaan/kecenderungan untuk membelanjakan seluruh pendapatannya pada barang-barang konsumsi. Sedangkan Awaliyah, dkk (2008:72) mengartikan perilaku konsumtif adalah gaya hidup yang suka membelanjakan uang dalam jumlah besar.

Perilaku konsumtif pada remaja sebenarnya dapat dimengerti melihat usia remaja sebagai usia peralihan dalam mencari identitas diri, namun perilaku konsumtif remaja menjadi permasalahan psikologis yang berbahaya ketika kecenderungan yang sebenarnya wajar pada remaja pada umumnya dilakukan secara berlebihan.

(21)

4

cara yang tidak sehat, misalnya melacurkan diri, mencuri, maupun merampok atau melakukan tindakan yang dilarang hanya untuk mendapatkan uang memenuhi keinginannya.

Kenyataan diatas mendorong peneliti untuk meneliti tentang self management (manajemen diri) siswa terhadap perilaku konsumtif. Sesuai

dengan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru BK di SMA N 1 Balige bahwa manajemen diri (self management) siswa-siswi disekolah tersebut masih tergolong rendah, guru BK mengemukakan bahwa gejala perilaku konsumtif siswa diantaranya yaitu siswa yang selalu berganti-ganti aksesoris, siswa terlalu sering jajan di sekolah, siswa kurang bisa mengendalikan diri untuk menekan keinginannya membeli sesuatu, siswa sering mengikuti gaya trendsaat ini., berganti-ganti perlengkapan sekolah seperti tas, jam tangan, dan sebagainya, siswa bergaya dan berpenampilan sesuai dengan trend saat ini, siswa berganti-ganti handphone seri terbaru dan pemakaian pulsa yang relative boros dan sebagainya. Hal diatas berdampak buruk terhadap diri siswa dalam memanajemen dirinya untuk dapat fokus pada tujuannya saat ini adalah belajar dan mandiri.

Untuk menyadarkan akan pentingnya manajemen diri ini , maka layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi dianggap tepat untuk memberikan topic berkaitan dengan manajemen diri. Menurut Tohirin (2007:170) “layanan bimbingan kelompok merupakan suatu cara

(22)

5

kelompok harus terwujud untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan dan pemecahan masalah individu (siswa).

Sedangkan menurut Charles dan William dalam (Winkel,2006:585):

Kebanyakan program bimbingan kelompok berorientasi menunjang perkembangan siswa yang bersifat developmental (growth centered) dan memberikan tekanan pada usaha dalam tujuh bidang, yaitu memperdalam konsep diri, mengembangkan hubungan sosial dengan teman sebaya, meningkatkan disiplin dalam hidup dan disiplin diri, membantu komunikasi antara orangtua dan siswa serta tenaga pendidik dan siswa, membantu siswa dalam mencapai sukses dalam studi akademik, karir di masa depan dan menciptakan suasana positif untuk proses belajar mengajar di dalam kelas.

(23)

6

dilanjutkan dengan menilai bagaimana siswa menyadari potensi dirinya sehingga memiliki kemauan untuk mampu memanejemen dirinya.

Tohirin (2007:291) “diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana

siswa memperoleh kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Dalam diskusi setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengemukakan fikirannya masing-masing dalam memecahkan suatu masalah”. Dalam diskusi kelompok semua anggota kelompok diikutsertakan

secara aktif dalam mencapai kemungkinan pemecahan masalah secara bersama-sama mengutarakan masalahnya, mengutarakan ide-ide, mengutarakan saran-saran, saling menanggapi satu dengan yang lain dalam rangka pemecahan masalah yang sedeng dihadapi. Maka berdasarkan hal ini penulis merasa bimbingan kelompok teknik diskusi adalah layanan konseling yang dapat menyadari siswa akan potensi dirinya terkait keberanian untuk mengutarakan pendapat, mempertahankan pendapat dan memberikan saran kepada teman-temannya.

Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Layanan Bimbingan kelompok Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Self Management Siswa Berperilaku Konsumtif Siswa Kelas XI SMA N 1 Balige Kabupaten Tobasa Tahun Ajaran 2015-2016.”

(24)

7

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis mengidentifikasi beberapa faktor yang menghambat self management( manejemen diri ) siswa adalah sebagai berikut :

a. Siswa tidak memahami dirinya sehingga tidak mampu memanejemen dirinya sendiri terhadap perilaku konsumtif

b. Siswa cenderung mengikuti bagaimana teman sebaya mereka berbuat sehingga siswa tidak dapat memanajemen dirinya sendiri sebagaimana seharusnya pada tujuannya di usianya saat ini.

c. Rendahnya self management pada siswa menyebabkan perilaku siswa di lingkungan sekolah yang kurang mencerminkan karakteristik siswa dengan self management yang baik, yaitu perilaku konsumtif dengan kelompok teman sebaya

1.3. Pembatasan Masalah

Untuk lebih mendekatkan arah pada permasalahan yang akan dikaji, maka dilakukan pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini hanya dibatasi pada layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dan masalah self management siswa dengan perilaku konsumtif. Selain itu, tempat penelitian dibatasi hanya pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Balige saja

1.4. Rumusan Masalah

(25)

8

dirumuskan sebagai berikut : “Adakah pengaruh pemberian layanan

bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap self management siswa berperilaku konsumtif kelas XI SMA N 1 Balige Tahun ajaran 2015/2016 ? ”

1.5. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik dengan diskusiterhadap self management siswa terhadap perilaku konsumtif siswa kelas XI SMA N 1 Balige Tahun Ajaran 2015/2016.

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan hasil dari suatu penelitian yang dilaksanakan, baik bagi peneliti maupun orang lain yakni dalam rangka penambahan ilmu. Adapun yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.6.1. Manfaat Teoritis

Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah referensi keilmuan bidang Bimbingan Konseling, terutama dalam layanan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk meningkatkan self management siswa berperilaku konsumtif.

1.6.2. Manfaat Praktis

(26)

9

b) Bagi Guru BK, dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pengaruh layanan bimbingan kelompok teknikdiskusi untuk meningkatkan self management siswa sehingga menambah keterampilan guru terutama

guru pembimbing dalam membantu siswa menyelesaikan masalahnya.

c) Bagi Guru Bidang Studi, dapat bermanfaat sebagai bahan evaluasi sekaligus sebagai masukan dalam mendidik siswa memiliki manajemen diri yang baik dalam proses belajar mengajar aktif dikelas.

d) Bagi Siswa, dapat memberikan pengetahuan kepada siswa tentang layanan bimbingan kelompok teknik diskusi. Siswa dapat mengetahui bagaimana manajemen diri yang baik dan bagi siswa yang sebelumnya memiliki perilaku konsumtif dapat lebih berkurang masalahnya.

(27)

1

63

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

2.1. Kesimpulan

1. Dari hasil perhitungan pengujian hipotesis dilakukan dengan perhitungan

uji Wilcoxon,zhitung <ztabel yaitu -2,803<-1,96 sehingga Hipotesis

diterima dan Ho ditolak. Dengan nilai rata pre-test 50,1 dan nilai rata-rata post-test 63,9. Nilai selisih perbandingan pre-test dan post-test sebesar 18,4. Kesimpulannya adalah “terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap self management siswa berperilaku konsumtif kelas XI SMA Negeri 1 Balige Tahun Ajaran 2015/2016”.

2. Dengan adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi terhadap selfmanagement siswa berperilaku konsumtif secara signifikan, maka layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan dalam BK yang mampu meningkatkan self management siswa.

2.2. Saran

Adapun saran – saran dari penelitian ini adalah : 1. Bagi siswa

(28)

2

63

konsumtif yang seharusnya tidak menjadi hal yang lumrah dikalangan remaja sebagai seorang pelajar diusianya saat ini.

2. Bagi Guru Bimbingan Konseling

Disarankan kepada guru bimbingan konseling untuk meningkatkan pelayanan bimbingan kelompok terutama bimbingan kelompok teknik diskusi dalam meningkatkan self management (manajemen diri) dalam perilaku konsumtif pada siswa dengan masih ditemukannya nilai perbandingan skor pre-test 40 dan post-test 60 dengan selisih 20 yang terbilang rendah yakni hanya 10%.

3. Bagi Kepala Sekolah

Diharapkan kepada kepala sekolah untuk lebih memfasilitasi ruangan kegiatan layanan bimbingan konseling, sebagai upaya menyelesaikan permasalahan manajemen diri (self management) siswa. 4. Bagi Peneliti Selanjutnya

(29)

65

DAFTAR PUSTAKA

Astuti,Endang Dwi.2013.Perilaku Konsumtif dalam Membeli Barang. Jurnal Psikologi, Vol.1,No.2,2013:146-148.

Bayinah, Ai Nur. 2013. Ladies Belanjakan Saja Uangmu. Jakarta : Transmedia Pustaka.

Cornier & Nurius, 2002 ; Watson & Tharp, 2011 dalam Richard Nelson Jones (2011:476) (

http://irvanhavefun.blogspot.com/2012/03/teknik-pengelolahandiri-self.html/ diakses 21 februari 2013 ).

Deliarnov. 2006. Ekonomi. Jakarta : Esis.

Fitri,Anaike Dian.2013.Penerapan Strategi Pengolaan Diri (Self-Management) untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Pada Siswa Kelas X-11 SMAN 15 Surabaya.Jurnal Bimbingan dan Konseling,vol.1,No 1,2013:26-36.

Gantina (2011 : 180) http://irvanhavefun.blogspot.com/2012/08/pengertian-aktivitasbelajar.html/diakses 17 februari 2013).

Gie. 1996. Strategi Hidup Sukses. Yogyakarta: Lyberty.

Hartinah, Siti. 2009. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: PT. Refika Aditama.

Komalasari,Dantina.& Eka Wahyuni. 2011. Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.

Nurma. 2010. Praktik Konseling Self Management.At http :// nurma bimbingan konseling mantuban .blogspot .com/2010/06/praktik-teknik-konseling-self.html diunduh pada tanggal 12 Desember 2011. Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok: Dasar dan

Profil. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Prayitno, & Amti, Erman. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Richard, Jones-Nelson. 2011. Teori dan Praktik Konseling dan Terapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(30)

66

Simamora, Bilson. 2008. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta : Gramedia.

Sudjana. 2011. Metode Dan Teknik Pembelajaran Partisipasif. Bandung : Falah production.

Sukardi, Dewa Ketut & Nila, Kusmawati. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sunyoto, Danang.2013.Perilaku Konsumen.Yogyakarta:Caps

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis integrasi). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wahyudi.2013.Tinjauan tentang Perilaku Konsumtif remaja.Jurnal Sosiologi, Vol.1,No.4,2013:26-38.

Wibowo, Mungin Eddy. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UNNES Press.

Gambar

Tabel 2.1.  .......................................................................................................

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya,sehingga penulis dapat menyelesaikan Proyek Akhir dan Laporan yang berjudul “Modifikasi

a.) Bagaimana membuat aplikasi berbasis mobile android yang dapat mengirimkan laporan dan aspirasi dari pengguna kepada pihak tertentu. b.) Bagaimana membuat aplikasi

Tabel 9 dapat diketahui bahwa hubungan antara Sv ikan terhadap tipe substrat (E1) dan hubungan antara Sv ikan terhadap kedalaman perairan ( depth ) tidak berpengaruh nyata

When there is a need of describing the processes and its parameters in different languages, it is not possible to do it using more than one ABASTRACT each with its

Perkembangan Teknologi Informasi telah berkembang pesat, jika proses belajar dan mengajar di lingkungan sekolah dapat diterapkan dengan menggabungkan kedua ilmu pengetahuan

dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor Universitas

Telah banyak cara para perokok untuk dapat berhenti merokok atau menguranginya, namun hal yang terjadi adalah perokok kembali pada kebiasaan lamanya yakni merokok Hal ini