PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOLOGI TOPIK EKOLOGI KELAS
VII SMP BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING DENGAN
MEMANFAATKAN LINGKUNGAN KEBUN SAYUR
TESIS
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Magister Pendidikan
Program Studi Pendidikan Biologi
Oleh:
TRESIA VALENTINA BR DEPARI
NIM: 8146174042
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
ABSTRAK
Tresia Valentina Br Depari. Pengembangan Buku Ajar Biologi Topik Ekologi Kelas VII SMP Berbasis Penemuan Terbimbing Dengan Memanfaatkan Lingkungan Kebun Sayur. Tesis. Medan: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Juni 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis penemuan terbimbing yang layak dan memenuhi syarat sebagai bahan ajar yang baik. jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan produk Borg dan Gall yang dipadu dengan model desain pembelajaran Dick dan Carey. Metode penelitian terdiri dari: (1) validasi ahli materi pembelajaran biologi; (2) validasi ahli rancangan penelitian; (3) uji coba guru biologi; (4) uji coba perorangan; (5) uji coba kelompok kecil; dan (6) uji coba kelompok terbatas. Subjek uji coba terdiri dari dua ahli materi pembelajaran biologi, satu ahli desain pembelajaran, tiga siswa untuk uji perorangan, Sembilan siswa untuk uji kelompok kecil, dan 38 orang siswa untuk uji coba kelompok terbatas. Data-data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil validasi ahli materi pembelajaran biologi berada pada kategori sangat baik (91,8%); (2) hasil validasi ahli rancangan pembelajaran berada pada kategori sangat baik (90,74%); (3) uji coba guru biologi berada pada kategori sangat baik (91,46%); (4) uji coba perorangan berada pada kategori sangat baik (89,88%); (5) uji coba kelompok kecil berada pada kategori sangat baik (90,48%); dan (6) uji coba kelompok terbatas berada pada kategori sangat sangat baik (91,14%).
ii ABSTRACT
Tresia Valentina Br Depari. The Development Biology Textbooks Ecological Topics in 7th Junior High School Based on Guided Discovery by Utilizing the Vegetable Garden. Thesis. Medan: Postgraduate Program State University of Medan, June 2016.
This research aim to generate a decent textbook based on guided discovery that is eligible and qualifies to use as teaching material. The type of this research is the development research that using the development of Borg and Gall product model combining instructional design model of Dick and Carey. The method of research consists of: (1) validation of biology matter experts; (2) validation of expert instructional design; (3) validation of biology teacher; (4) individual trial; (5) small group testing; (6) limited field trials. Subjects trial consists of two subject matter experts biology, one expert instructional design, three students for individual trials, nine students for small group trial and 26 students to a limited field trial. The data of quality development products are collected by questionnaire and analyzed with quantitative analysis techniques descriptive. The result showed: (1) subject matter experts are very qualifications (91.8%); (2) the result of instructional design experts are very well qualifications (90.74%); (3) biology teachers are in very well qualifications (91.41%); (4) individual trials are in well qualifications (89.88%); (5) small group trials are in very well qualifications (90.48%); (6) limited group trial in very good qualifications (91.14%).
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat, kuasa, dan
kasih-Nya yang berlimpah selama peneliti melakukan penelitian sampai menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengembangan Buku Ajar Biologi Topik Ekologi Kelas VII SMP Berbasis
Penemuan Terbimbing dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekitar”. Tesis ini \merupakan salah
satu syarat dalam memperoleh gelar Magister Pendidikan pada program studi Pascasarjana
Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan tesis ini mendapat motivasi, bimbingan,
serta bantuan baik secara langsung maupun secara tidak langsung dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Prof. Dr. rer. nat Binari Manurung, M. Si, selaku pembimbing I yang selalu memberi
waktu untuk berdiskusi, selalu sabar, dan memotivasi penulis untuk penyelesaian tesis ini
dengan baik.
2. Bapak Dr. Mufti Sudibyo, M. Si selaku pembimbing II yang selalu membimbing penulis
untuk menyelesaikan tesis ini.
3. Ibu Dr. Fauziyah Harahap, M.Si, Bapak Dr. Syahmi Edi, M. Si dan Bapak Dr. Hasruddin,
M.Pd, selaku narasumber yang telah banyak memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan
tesis ini.
4. Ibu Dr. Fauziyah Harahap, M. Si, selaku ketua prodi dan ibu Dr. Tumiur Gultom, M.P, selaku
sekretaris jurusan program studi pendidikan biologi.
5. Ibu Dr. Ely Djulia, M.Pd, Bapak Dr. Rachmad Mulyana, M.Si, dan Bapak Drs. Puji Prastowo,
M.Si selaku validator yang telah memberikan banyak masukan dan saran.
6. Bapak Drs. Dharmawisata selaku kepala sekolah SMP Negeri 3 Berastagi yang telah
memberikan tempat dan kesempatan penelitian tesis ini. Ibu Permata Ginting, S.Pd selaku
guru biologi yang telah banyak membantu selama penelitian di sekolah ini.
7. Bapak R. Depari dan mama N. Br Kemit selaku orangtua yang selalu memberi dukungan doa,
perhatian, kasih sayang, semangat dan dukungan baik moril maupun materil dalam
penyelesaian tesis.
8. Manutur Naibaho selaku suami yang selalu setia mendampingi, memberikan motivasi, doa,
iv
dengan sifat baik budinya sehingga pengerjaan tesis ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Mertua yang selalu mendukung dalam doa dan dukungan semangat.
9. Adik-adikku Astarina Alberta Depari, Desriyanti Demetria Depari, Hagai Bastanta Depari,
dan sepupuku Ita Erika Kemit yang selalu memberikan dukungan semangat, doa, motivasi,
dan perhatian.
10.Kak Mery Tiurma Sinaga, S.Pd dan M. Rafii Maarif Tarigan, M.Pd yang selalu setia
memberikan dukungan dan bantuan selama perkuliahan dan pengerjaan tesis ini.
11. Rekan-rekan mahasiswa pascasarjana angkatan XXIV kelas B-2 Program Studi Pendidikan
Biologi yang selalu saling member semangat, motivasi, doa, dan bantuan lainnya yang selalu
solid dalam memberikan dukungan apapun.
Penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini belum sempurna, untuk itu penulis
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca guna penyempurnaan tesis ini.
Akhir kata, penulis berharap semoga tesis ini bermanfaat bagi seluruh pembaca guna
peningkatan ilmu pendidikan.
Medan, Juni 2016
Tresia Valentina Br Depari
DAFTAR ISI 1.1. Latar Belakang Masalah……… 1
1.2. Identifikasi Masalah……….. 6
1.3. Batasan Masalah……… 6
1.4. Rumusan Masalah………. 7
1.5. Tujuan Penelitian……….. 8
1.6. Manfaat Penelitian……… 8
1.7. Hasil yang Diharapkan………. 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis………. 10
2.1.1. Pengertian Bahan Ajar………. 10
2.1.2. Jenis Bahan Ajar……….. 11
2.1.3. Karakteristik Bahan Ajar………. 13
2.1.4. Sumber Bahan Ajar……….. 14
2.1.5. Peranan Bahan Ajar dalam Pembelajaran……… 16
2.1.6. Prinsip dan Prosedur Pengembangan Bahan Ajar……… 17
2.1.7. Buku Teks Sebagai Sumber Bahan Ajar……….. 20
2.1.8. Menyusun Bahan Ajar……….. 21
2.1.9. Validasi Bahan Ajar………. 24
2.2. Model Pengembangan Borg dan Gall……….. 25
2.3. Materi Ajar Ekologi…………..………. .. 30
2.3.1. Pengertian Ekologi ………... .. 30
2.3.2. Pengertian Ekosistem……… 32
2.3.3. Hubungan Antar Komponen Ekosistem di dalam suatu Ekologi.. 33
2.3.4. Aliran Energi yang Melintasi Ekosistem di dalam suatu Ekologi.. 33
2.3.5. Faktor Lingkungan Tumbuh Tanaman Sayur ……… 34
2.4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Topik Ekologi… 35 2.5. Penemuan Terbimbing……….…….. 37
2.5.1. Pengertian Metode Pembelajaran……….… 37
2.5.2. Pengertian Metode Discovery Learning……… 38
2.5.3. Jenis-jenis Metode Discovery Learning ……… 40
vi
Discovery Learning ………. 42
2.5.6. Langkah-langkah Metode Guided Discovery Learning ……… 43
2.6. Penelitian yang Relevan……….. 46
2.7. Kerangka Berpikir……… 48
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitan………... 51
3.2. Model Pengembangan………... 51
3.3. Prosedur Pengembangan………... 52
3.4. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian……….... 54
3.5. Teknik Analisis Data………... 57
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil………. 59
4.1.1. Validasi Bahan Ajar Oleh Ahli Materi……… 59
4.1.2. Validasi Bahan Ajar Oleh Ahli Desain……… 61
4.1.3. Penilaian Bahan Ajar Oleh Guru……..……… 62
4.1.4. Penilaian Bahan Ajar Oleh Perorangan……… 63
4.1.5. Penilaian Bahan Ajar Oleh Kelompok Kecil……… 64
4.1.6. Penilaian Bahan Ajar Oleh Kelompok Terbatas...……… 65
4.1.7. Penilaian Bahan Ajar Oleh Uji Lapangan………. 66
4.1.8. Penilaian Bahan Ajar Seluruh Lembar Validasi……….….. 67
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada
Topik Ekologi………. 36 Tabel 3.1. Kriteria Kelayakan Bahan Ajar……… 58 Tabel 4.1 Penilaian oleh Ahli Materi Terhadap Bahan Ajar Ekologi
Kebun Sayur Berbasis Penemuan Terbimbing………. 60 Tabel 4.2 Penilaian oleh Ahli Desain Desain Bahan Ajar……… 61 Tabel 4.3 Penilaian Oleh Guru Biologi Terhadap Bahan Ajar………. 62 Tabel 4.4 Penilaian Uji Perorangan Oleh Siswa Terhadap Bahan Ajar…… 63 Tabel 4.5 Penilaian Uji Kelompok Kecil Oleh Siswa
Terhadap Bahan Ajar………. 64 Tabel 4.6 Penilaian Uji Kelompok Terbatas Oleh Siswa
Terhadap Bahan Ajar……… 65 Tabel 4.7 Penilaian Uji Lapangan Terhadap Pengembangan
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Angket Tanggapan untuk ahli Materi pembelajaran
(Angket A)……… 84
2. Angket Tanggapan untuk ahli Desain pembelajaran (Angket B)……… 93
3. Angket Penilaian Guru terhadap Bahan Ajar (Angket C)……… 99
4. Angket Penilaian siswa terhadap Bahan Ajar (Angket D)……… 102
5. Data Hasil Penilaian Ahli Materi terhadap Bahan Ajar……… 107
6. Data Hasil Penilaian Ahli Desain terhadap Bahan Ajar……… 111
7. Data Hasil Penilaian Guru terhadap Bahan Ajar………... 113
8. Data Hasil Penilaian Uji Perorangan terhadap Bahan Ajar………. 115
9. Data Hasil Penilaian Uji Kelompok Kecil terhadap Bahan Ajar………. 117
10.Data Hasil Penilaian Uji Kelompok Terbatas terhadap Bahan Ajar……… 119
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional
suatu bangsa dan negara. Dalam pembangunan nasional, sumber daya manusia yang
berkualitas mutlak diperlukan. Salah satu wahana untuk mencetak sumber daya
manusia yang berkualitas adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah alat untuk
mencerdaskan bangsa. Berdasarkan hal tersebut, peningkatan mutu pendidikan sangat
diperlukan saat ini. Tantangan kemajuan teknologi dan arus globalisasi menuntut para
pendidik untuk dapat menghasilkan siswa sebagai sumber daya manusia yang
memiliki pengetahuan tinggi dan keterampilan agar mampu menjawab tantangan
tersebut (Anita, 2008).
Pendidikan di dalam kelas dilakukan dalam bentuk pembelajaran. Kegiatan
belajar mengajar memuat gagasan-gagasan pokok pembelajaran untuk mencapai
kompetensi yang ditetapkan. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam
membangun makna dan pemahaman. Tanggung jawab belajar tetap ada pada diri
siswa, sedangkan guru bertanggung jawab menciptakan situasi yang menyenangkan
yang dapat mendorong prakarsa, motivasi dan tanggung jawab siswa untuk belajar
sepanjang hayat (Masnur, 2007).
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
menyatakan bahwa pendidikan dimaksudkan sebagai usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif
2
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah perubahan kurikulum dan
lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong
untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Trianto mengatakan bahwa salah satu
masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) dewasa ini
adalah masih rendahnya daya serap peserta didik.
Pembelajaran yang selama ini diterima siswa hanyalah penonjolan tingkat
hafalan dari sekian rentetan topik atau pokok bahasan tanpa diikuti dengan
pemahaman yang mendalam (Masnur, 2007).
Hal tersebut dikarenakan kondisi pembelajaran yang masih bersifat
konvensional dan tidak menyentuh ranah dimensi peserta didik itu sendiri. Dalam
upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah menerbitkan Peraturan
Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 pasal 20 yang mengisyaratkan bahwa guru
diharapkan mengembangkan materi pembelajaran.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor
41 tahun 2007 tentang standar proses, yang mengatur tentang perencanaan proses
pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk
mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Salah satu elemen dalam
RPP adalah sumber belajar. Berdasarkan hal tersebut guru diharapkan untuk
mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar. Kemampuan guru
dalam merancang bahan ajar menjadi hal yang sangat berperan dalam menentukan
3
Pengembangan bahan ajar merupakan salah satu bentuk dari kegiatan proses
pembelajaran untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran yang
berlangsung. Pemerintah menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan oleh guru
dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sehingga memudahkan siswa untuk
memahami substansi dari materi pembelajaran tersebut (Trisnaningsih, 2007).
Jenkins dan Whitfield (dalam Al, dkk., 2008) mengemukakan bahwa IPA
(biologi) merupakan suatu aktivitas eksplorasi terhadap gejala alam, maka idelalnya
pembelajaran biologi harus mengajak anak didik menggali gejala alam dalam
memecahkan masalah-masalah biologi.
Salah satu metode yang dapat menjadikan siswa lebih aktif selama
pembelajaran berlangsung adalah metode penemuan terbimbing. Dalam pembelajaran
dengan metode penemuan terbimbing, siswalah yang aktif mencari konsep materi yang
akan dipelajari. Seperti yang dikatakan oleh Karim (2011) bahwa pembelajaran dengan
metode penemuan merupakan salah satu cara untuk menyampaikan ide/gagasan
dengan proses menemukan, dalam proses ini siswa berusaha menemukan konsep
dengan bimbingan guru. Guru hanya berperan sebagai fasilitator serta melakukan
bimbingan dan bukanlah sebagai satu-satunya sumber informasi. Seperti yang
diungkapkan Nurcholis (2013) bahwa bimbingan dimaksudkan agar penemuan yang
dilakukan siswa lebih terarah, dengan membantu siswa yang mengalami kesulitan
untuk menemukan sesuatu konsep, dan waktu pembelajaran menjadi lebih efisien.
Dengan adanya peran siswa dalam pencarian informasi, dengan hal
diharapkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa akan meningkat dan
nantinya dapat berpengaruh pula terhadap hasil belajar. Pratiwi (2012) menyatakan
4
peningkatan. Penelitian serupa seperti penelitian yang dilakukan oleh Estuningsih, dkk
(2013) dengan menerapkan metode pembelajaran penemuan terbimbing dan dipadu
dengan pengembangan LKS pada materi substansi genetika, ketuntasan siswa dalam
belajar mencapai 83%. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Putri dan
Widiyatmoko (2013) dengan menggunakan LKS yang berbasis inkuiri pada tema
darah ketuntasan klasikal siswa mencapai 100%.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti ingin mengembangkan bahan
ajar berbasis penemuan terbimbing di SMP Negeri 3 Berastagi. SMP Negeri 3
Berastagi terletak di dataran tinggi Kabupaten Karo dan berada pada daerah pertanian
yang dekat dengan lingkungan kebun wortel, kebun sayur, kebun bunga, ladang jeruk,
ladang kopi, ladang padi, dan kebun lainnya.
Suratsih dan Wuryadi (dalam Suratsih, dkk., 2009) menambahkan bahwa
pembelajaran biologi di sekolah hendaknya terkait dengan lingkungan yang nyata
dalam kehidupan sehari-hari atau yang ada di sekitar siswa akan memberikan
pengalaman yang tinggi nilainya kepada anak didik. Sedang bahan pelajaran yang ada
saat ini tidak semuanya memuat masalah-masalah yang dekat dengan keseharian
siswa. Hal tersebut sangat mendukung pembelajaran dengan memanfaatkan
lingkungan sekitar yang ada di dekat sekolah tersebut.
SMP Negeri 3 Berastagi memiliki lingkungan sekitar yang mendukung dalam
proses pembelajaran biologi dan langsung terjun kelapangan. Lingkungan sekitar yang
demikian dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan ajar khususnya Topik Ekologi.
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup, seperti tumbuhan,
5
lingkungannya. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang hidup dan
tidak hidup di sekitar makhluk hidup tertentu.
Topik Ekologi adalah salah satu materi dalam pelajaran biologi yang dapat
memanfaatkan lingkungan sebagai objek pembelajaran dan diajarkan dengan
menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing. Berdasar pada penggunaan
bahan ajar sebagai media pembelajaran biologi. Pentingnya pembelajaran penemuan
terbimbing dan lingkungan sekitar sekolah yang mendukung, menjadikan
pengembangan bahan ajar yang berbasis penemuan terbimbing perlu untuk dilakukan.
Salah satu contoh ekologi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan ajar
adalah ekologi kebun sayur. Topik Ekologi kebun sayur ini dapat dimanfaatkan
sebagai pengenalan terhadap komponen penyusun kebun sayur, spesies ekologi kebun
sayur, interaksi antar makhluk hidup di kebun sayur, komunitas, aliran energi,
piramida makanan dan faktor lain yang mempengaruhi ekologi kebun sayur.
Pada penelitian ini, peneliti memanfaatkan kebun sayur sebagai sumber bahan
ajar Topik Ekologi dengan model penemuan terbimbing. Lingkungan sekitar yang
demikian dapat dimanfaatkan secara optimal untuk belajar secara penemuan dengan
melibatkan siswa secara langsung dengan lingkungan sehingga siswa menjadi lebih
aktif dalam proses pembelajaran dan berlatih bertanggungjawab terhadap proses
belajarnya masing-masing seperti yang telah disampaikan oleh Akinoglu dan
Tandogan (2007).
Dari hasil penelitian ini diharapkan siswa dapat memahami, menginvestigasi
dan menemukan konsep ekologi kebun sayur. Hal yang akan dipahami mulai dari
komponen penyusun ekologi kebun sayur, pengaruh lingkungan terhadap ekologi
6
ekologi kebun sayur, aliran energi ekologi kebun sayur dan hal lain yang ditemukan
sendiri oleh siswa pada ekologi kebun sayur dengan bantuan bahan ajar ekologi kebun
sayur yang akan dikembangkan.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraiankan sebelumnya, dapat
diidentifikasi beberapa permasalahan yang ditemukan, yaitu sebagai berikut:
1. Topik Ekologi merupakan salah satu materi ajar yang sangat jarang diajarkan
dengan langsung terjun kelapangan atau memanfaatkan lingkungan sekitar.
2. Topik Ekologi yang tersedia pada buku ajar belum menggunakan model
pembelajaran berbasis penemuan terbimbing.
3. Lingkungan sekitar yang mendukung dalam pembelajaran menggunakan model
berbasis penemuan terbimbing pada topik Ekologi tidak dimanfaatkan secara
optimal sebagai sumber belajar.
4. Bahan ajar yang ada pada buku ajar kurang melibatkan siswa untuk melihat dan
mengamati lingkungan sekitar secara langsung, sehingga siswa kurang aktif dalam
proses pembelajaran.
1.3. Batasan Masalah
Agar pembahasan dalam penelitian ini tepat pada sasaran yang akan dibahas,
maka harus ada batasan masalah dalam penelitian. Masalah penelitian ini dibatasi
pada:
1. Penelitian ini dibatasi pada pengembangan produk bahan ajar biologi pada topik
7
2. Penelitan difokuskan pada siswa kelas VII (tujuh) semester II sekolah menengah
pertama (SMP).
3. Bahan ajar yang telah dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli desain
pembelajaran.
4. Bahan ajar yang telah dikembangkan dinilai oleh guru biologi untuk mengetahui
kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan.
5. Uji coba bahan ajar biologi topik Ekologi dilakukan secara uji lapangan terbatas
(uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji kelompok terbatas).
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah:
1. Bagaimanakah tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan
terbimbing pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII
Semester II menurut ahli materi?
2. Bagaimanakah tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan
terbimbing pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII
Semester II menurut ahli desain?
3. Bagaimanakah tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan
terbimbing pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII
Semester II menurut guru?
4. Bagaimanakah tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan
terbimbing pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII
8
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah:
1. Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan terbimbing
pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII Semester II
menurut ahli materi.
2. Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan terbimbing
pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII Semester II
menurut ahli desain.
3. Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan terbimbing
pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII Semester II
menurut guru.
4. Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar biologi berbasis penemuan terbimbing
pada topik Ekologi sebagai bahan bacaan bagi siswa SMP Kelas VII Semester II
menurut pengguna (siswa).
1.6. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian pengembangan ini diharapkan dapat bermanfaat secara
teoritis dan praktis. Manfaat secara teoritis adalah: (1) Menambah dan memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkaitan
dengan pengembangan bahan ajar topik ekologi; (2) Sebagai sumbangan pemikiran
dan bahan acuan bagi guru, pengelola, pengembang, lembaga pendidikan dan
penelitian selanjutnya yang ingin mengkaji dan mengembangkan secara lebih
mendalam tentang pengembangan bahan ajar topik Ekologi.
Manfaat secara praktis dari penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan dan
9
berbasis penemuan terbimbing sebagai kelengkapan perangkat pembelajaran yang
dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
1.7. Hasil yang Diharapkan
Dalam penelitian pengembangan ini hasil yang diharapkan berupa bahan ajar
topik Ekologi berbasis penemuan terbimbing di kelas VII semester II Sekolah
Menengah Pertama (SMP) yang sudah valid dan dapat diimplementasikan dengan
mudah sehingga dapat digunakan sebagai buku pendamping pembelajaran siswa SMP
78 BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka
diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahan ajar biologi topik ekologi kebun sayur berbasis penemuan terbimbing yang
dikembangkan untuk kelas VIISMP/MTs berbasis penemuan terbimbing menurut
ahli materi dinilai sangat baik sebagai bahan bacaan untuk siswa SMP dengan
persentase penilaian 91,8%.
2. Bahan ajar biologi topik ekologi kebun sayur berbasis penemuan terbimbing yang
dikembangkan untuk kelas VIISMP/MTs berbasis penemuan terbimbing menurut
ahli desain dinilai sangat baik sebagai bahan bacaan untuk siswa SMP dengan
persentase penilaian 90,74%.
3. Bahan ajar biologi topik ekologi kebun sayur berbasis penemuan terbimbing yang
dikembangkan untuk kelas VIISMP/MTs berbasis penemuan terbimbing menurut
guru biologi dinilai sangat baik sebagai bahan bacaan untuk siswa SMP dengan
persentase penilaian 91,41%.
4. Bahan ajar biologi topik ekologi kebun sayur berbasis penemuan terbimbing yang
dikembangkan untuk kelas VIISMP/MTs berbasis penemuan terbimbing menurut
uji lapangan dinilai sangat baik sebagai bahan bacaan untuk siswa SMP dengan
79
5.2 Implikasi
Hasil penelitian pengembangan ini mengimplikasikan bahwa bahan ajar ekologi
kebun sayur berbasis penemuan terbimbing kelas VII SMP/MTs ini merupakan media
yang baik dalam menumbuhkembangkan tingkat penemuan terbimbing siswa terhadap
lingkungan sekitar. Buku ini dapat digunakan sebagai sarana untuk membantu atau
memudahkan para siswa dalam mempelajari dan memahami materi pelajaran topik
ekologi. Buku ini juga diharapkan dapat diaplikasikan dalam dalam kehidupan
sehari-hari pada lingkungan sekitar khususnya pada materi ekologi.
5.3 Saran
Berdasarkan proses pengembangan yang telah ditempuh, hasil uji coba, dan
kesimpulan yang telah dipaparkan, maka penulis mengajukan beberapa saran dalam
pengembangan bahan ajar biologi berbasis penemuan terbimbing pada topik ekologi
kebun sayur ini, sebagai berikut:
1. Penambahan waktu penelitian untuk melihat ekologi kebun kubis lengkap dengan
dua musim.
2. Penggunaan kamera yang memungkinkan untuk mengambil foto dengan ukuran
kecil dan jauh.
3. Meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi ekologi kebun kubis.
4. Bahan ajar ini digunakan dalam proses pembelajaran sehingga membantu siswa
untuk memahami materi pembelajaran, mampu mengaitkan pembelajaran yang
diperoleh di kehidupan sehari-hari dan memiliki kecakapan penemuan terbimbing
80
5. Bahan ajar ini sudah melalui tahap pengujian oleh para ahli, sehingga diharapkan
dapat dicetak dan dipergunakan sebagai bahan ajar yang mendukung peningkatan
pemahaman siswa terhadap topik ekologi kebun sayur dan siswa dapat memahami
pembelajaran lingkungan sekitar dan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya
dalam kehidupan sehari-hari.
6. Untuk pengaplikasian yang lebih baik, maka bahan ajar ini dapat diuji
keefektifannya terhadap siswa.
7. Bahan ajar pada buku ini berbasis penemuan terbimbing pada topik ekologi kebun
kubis, maka penerapannya juga dapat dilakukan pada kebun lainnya.
8. Hasil penelitian ini masih memungkinkan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
tidak terkontrol, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, N. 2011. Media dan Pembelajaran. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Al, S., Djukri, Ratnawati, Budiwati. 2008. Peningkatan Kualitas Belajar Mahasiswa pada Perkuliahan Fisiologi Tumbuhan Dasar Melalui Pembelajaran yang Berorientasi pada
Pemecahan Masalah dan Pengembangan Media Model Slide. Makalah disajikan dalam
Seminar Nasional MIPA, FMIPA UNY, Yogyakarta, 31 Mei.
Anita, L. 2008. Memudahkan anak belajar. Jakarta : Kompas.
Belawati, T. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. 1983. Educational Research: An Introduction, Fifth Edition.
New York: Longman.
Buku e-Faktor Lingkungan. Universitas Gajah Mada. (Online 20 November 2014).
Buku e-Ilmu Pengetahuan Alam. 2013. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik
Indonesia. (Online 12 oktober 2015).
Cahyo. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar. Yogyakarta: Diva Press.
Devi, P. K. 2010. Keterampilan Proses dalam Pembelajaran IPA untuk Guru SMP. Jakarta:
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu
Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA).
Dick, W., & Carey, L. 2001. The Systematic Design of Instruction. Addison-Wesley Educational
82
Effendi, L. A. 2012. Pembelajaran Matematika Dengan Metode Penemuan Terbimbing Untuk
Meningkatkan Kemampuan Representasi Dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
SMP. Universitas Pendidikan Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13 (2).
Erawati, W. 2010. Pemanfaatan Pabrik Gula Sebagai Sumber Belajar Biologi Berbasis Masalah
Pada Sub Materi Daur Ulang Limbah di SMA N 1 Sragi (Skripsi). Semarang: FMIPA
UNNES.
Ermininingsih, Sudarisman, S., Suparmi. 2013. Pembelajaran Biologi Model Pbm Menggunakan
Lembar Kerja Terbimbing Dan Lembar Kerja Bebas Termodifikasi Ditinjau Dari
Keterampilan Proses Sains Dan Kemampuan Berpikir Analitis. Jurnal inkuiri, 2 (2).
Estuningsih, S., Susantini, E., Isnawati. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) untuk Meningkatkan Hasil belajar
Peserta Didik Kelas XIII IPA SMA Pada Materi Substansi Genetika. FMIPA UNESA.
Estuningsih, S., Susantini, E., Isnawati. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Berbasis Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik Kelas XII IPA SMA Pada Materi Substansi Genetika. BioEdu, 2(1): 27.
Hamalik, O. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta; Bumi Aksara.
Hamalik, O. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hanafiah, N., & Suhana, C. 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Jakarta: Refika Aditama.
Hermawan. 2007. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta. Penerbit PT. Asdi Mahasatya.
Lestari. 2011. Upaya peningkatan prestasi belajar matematika pada operasi hitung penjumlahan dengan penggunaan teknik jarimatika siswa kelas II SDN Banjar Wonosobo semester I
Lestari, I. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang: Akademia Permata.
Lestari, K. 2007. Strategi Pembelajaran Kooperatif dengan Tehnik Jig Saw untuk Meningkatkan Pengajaran Apresiasi Puisi pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Piyungan – Bantul. Yogyakarta: JBSI. FBS. UNY.
Majid, A. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Majid, A. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mansur, M. 2007. KTSP. Pembelajaran Berbasis kompetensi dan Konstektual. Paduan bagi
Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Musfiroh, U., Susantini, E., Kuswanti, N. 2014. Pengembangan Modul Pembelajaran
berorientasi Guided Discovery Pada Materisistem Peredaran Darah. USEJ 3 (3).
Nurcholis. 2013. Implementasi Metode Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa Pada Penarikan Kesimpulan Logika Matematika. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako. 1 (1): 32-42.
Prastowo, A. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Diva PRES. Yogyakarta.
Pratiwi. 2012. Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) Pada Siswa Kelas XI AK SMK Putra
Anda Binjai Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Universitas Negeri Medan.
84
Purwanto. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Penelitian.Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Putri, B.K., Widiyatmoko. 2013. Pengembangan LKS IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Tema Darah
Di SMP N 2 Tengaran. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. JPII 2 (2) (2013) 102-106.
Qomariyah ,N., Mulyanratna, M., Setiawan B,. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Guided
Discovery Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Smp Kelas VII.
e-Pensa, 2 (1): 78-88.
Rahmayani, R., & Pribadi, T.A. 2014. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Penemuan
Terbimbing Tindak Materi Ekosistem di SMP. Unnes Journal of Biology Education.
Unnes J.Biol.Educ, 3 (3).
Roestiyah, N.K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineke Cipta.
Ruhimat, T. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
Sani, A., & Ridwan. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Sapriati, A. 2009. Pembelajaran IPA. Universitas Terbuka, Jakarta
Septianu, E., Sudarmin, Widiyatmoko, A. 2014. Pengembangan Modul IPA Terpadu Tema
Perubahan Zat Berbasis Discovery Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Dan
Hasil Belajar Siswa. Unnes Science Education Journal.
Sudibyo, E. 2005. Respon Siswa SLTP Khodijah Surabaya Terhadap Kegiatan Uji Coba
Sukmana, P.B. 2009. Model Pembelajaran Guided Discovery (Penemuan Terbimbing) (online),
Tersedia,
http://prasetyabudisukmana.wordpress.com/2009/07/22/modelpembelajaran-guided-discovery-penemuan-terbimbing/, (20 Oktober 2015).
Supriatna, N. 2007. Konstruksi Pembelajaran Pembelajaran Sejarah Kritis. Bandung: Historia
Utama Press.
Suratsih, Henuhili, V., Rahayu, T., Hidayat, M. L. 2009. Pengembangan Modul Pembelajaran
Genetika Berbasis Fenomena Lokal. Jurnal FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
Suryosubroto, S. 2009. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers.
Suwangsih & Tiurlina. 2006. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI Press.
Syarifah, H. 2011. Pemanfaatan Perkebunan Karet Sebagai Sumber Belajar Materi Ekosistem
Berpendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) di SMP N 1 Pabelan Salatiga (Skripsi).
Semarang: FMIPA UNNES.
Tarigan, H. G. 1986. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa Bandung.
Trianto. 2011. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana.
Trijayanti, N. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Biologi Materi Ekosistem Sebagai
Bahan Ajar Siswa Kelas VII SMP/ MTs. JUPEMASI-PBIO, 1 (2): 294-296.
Trisnaningsih. 2007. Pengembangan Bahan Ajar Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Mata
Kuliah Demografi Teknik. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 4 (2).
Toharudin, U., Hendrawati, S., Rustaman, A. 2011. Membangun Literasi Sains Peserta Didik.
86
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Widiadnyana I. W., Sadia I. W., Suastra I. W. 2014. Pengaruh Model Discovery Learning
Terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. e-Journal, 4.