• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian 2,4-D dan BAP terhadap Pembentukan Planlet Krisan (Chrysanthemum morifolium)Secara In-Vitro.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Pemberian 2,4-D dan BAP terhadap Pembentukan Planlet Krisan (Chrysanthemum morifolium)Secara In-Vitro."

Copied!
56
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Rataan persentase ekplan yang hidup (%) pada pemberian konsentrasi 2.4-D dan BAP
Tabel 3. Rataan jumlah tunas pada pemberian konsentrasi 2.4-D dan BAP
Tabel 4. Rataan tinggi tanaman pada pemberian konsentrasi 2.4-D dan BAP
Tabel 5. Rataan jumlah daun pada pemberian konsentrasi 2.4-D dan BAP
+2

Referensi

Dokumen terkait

Lama pe- nambahan cahaya tidak memberikan pe- ngaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman krisan, hal ini diduga karena faktor ling- kungan dan pada saat proses pe-nambahan

Dari Tabel 4 dapat dilihat bahwa interaksi pemberian BAP dan NAA tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas eksplan buah naga, namun perlakuan pemberian berbagai

Analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian BAP dan NAA pada berbagai konsentrasi terhadap eksplan yang membentuk tunas memberikan pengaruh yang tidak nyata, begitu juga

Lama pe- nambahan cahaya tidak memberikan pe- ngaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman krisan, hal ini diduga karena faktor ling- kungan dan pada saat proses pe-nambahan

Hasil penelitian menunjukan bahwa frekuensi pemberian nutrisi dengan parameter suhu air dan pH air yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah

Pemberian urine sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua jenis parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, bobot basah

Penelitian terhadap kultur krisan sebagai salah satu tanaman penghasil pestisida nabati dilakukan oleh Ermayanti et al., (1999) yang memberikan hasil konsentrasi

Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk herbafarm berpengaruh nyata terhadap pertubuhan dan perkembangan tanaman terung pada parameter tinggi tanaman, panjang daun, lebar