Pengaruh jenis dan kadar ekstender kulit akasia (Acacia mangium Willd) terhadap kualitas papan partikel yang dihasilkannya
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil pengembangan tebal papan partikel ini lebih rendah bila dibandingkan dengan papan partikel dari batang bawah, batang atas dan cabang kayu jabon yaitu 30,87%-69,71%
Penelitian untuk mengetahui sifat papan partikel yang dibuat dari limbah tersebut dilakukan dengan cara; partikel kulit manis baik dalam bentuk serbuk gergaji atau serpih,
Hasil pengujian pengembangan linear dapat dilihat pada histogram Gambar 12 sedangkan nilai rata-rata pengembangan linear papan semen partikel setelah perendaman 2 dan 24 jam
Penulis melaksanakan penelitian dengan judul “Pengaruh Kadar Perekat Urea Formaldehida Terhadap Kualitas Papan Partikel Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis)” dibawah bimbingan
Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan papan partikel dari kulit buah kakao dan serat ampas tebu yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran partikel serbuk kulit
Dari nilai rata-rata pengembangan tebal yang terlihat pada Gambar 8, hanya terdapat dua papan partikel yang memenuhi standar JIS A 5908-2003 yaitu papan partikel dari
Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa untuk mendapatkan hasil kulit samak dengan kekuatan yang tinggi maka kulit batang Acacia mangium yang digunakan adalah provenan
Seluruh sifat mekanis (MOR, MOE, IB, kuat pegang sekrup) papan partikel semen hasil penelitian masih dibawah kualitas yang disyaratkan oleh standar JIS A 5417-1992 maupun