• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PENDAPATAN PETANI TEBU ANGGOTA KOPERASI “TIGA RODA” (Studi di Koperasi “Tiga Roda” Pakis–Kabupaten Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PENDAPATAN PETANI TEBU ANGGOTA KOPERASI “TIGA RODA” (Studi di Koperasi “Tiga Roda” Pakis–Kabupaten Malang)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PENDAPATAN PETANI TEBU

ANGGOTA

KOPERASI “TIGA RODA”(Studi di Koperasi “Tiga Roda”

Pakis

Kabupaten Malang)

Oleh: SULISTIAN CANDRA (99720082)

agribisnis

Dibuat: 2007-01-10 , dengan 3 file(s).

Keywords: petani tebu

Banyak masalah yang dihadapi oleh para petani tebu, terutama dalam rangka pelaksanaan program TRI. Masalah-masalah tersebut antara lain.

Petani dengan lahan yang sempit dan pengairan yang baik, umumnya sangat berat untuk

merelakan lahannya ditanami tebu. Alasannya, lahan yang mereka miliki itu merupakan sumber penghasilan bagi kepentingan hidup seluruh keluarga. Apabila lahannya ditanami tebu, maka mereka terlalu lama menunggu hasil yang akan mereka terima. Sedangkan bila lahannya

ditanami padi atau palawija, hasilnya sudah dapat diperoleh dalam waktu 4 atau 5 bulan, bahkan dapat lebih singkat lagi. Agar mereka dapat menanam sesuai dengan keinginan, maka mereka akan mengulur-ulur waktu penyerahan lahannya untuk ditanami tebu. Masalah ini sering timbul, sehingga dapat mengakibatkan bergesernya saat tanam dan mengacaukan jadwal giling. (Tim Penulis PS, 1994:5).

Petani peserta TRI kebanyakan memiliki modal kecil dan lahan yang sempit. Kenyataan ini mengharuskan mereka bertindak lebih selektif dalam memilih pola usaha tani. Tanaman pangan seperti padi dan palawija masih menjadi alternatif utama pada lahan beririgasi (sawah). Hal itu disebabkan oleh faktor harga dan cepatnya petani menerima hasil. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk usaha tani (padi dan palawija) tersebut lebih kecil dibandingkan dengan biaya usaha tani tebu. Dalam usaha membantu petani membiayai usaha tani tebu, diharapkan

pemerintah maupun kalangan swasta dapat memberikan kredit yang disalurkan melalui koperasi sangat diperlukan bagi kelancaran produktivitas para petani tebu. (Tim Penulis PS, 1994:8). Untuk meningkatkan hasil pendapatan dari keberadaan petani tebu dewasa ini dibutuhkan beberapa bantuan baik dari pihak pemerintah melalui departemen pertanian dan perkebunan maupun dari pihak swasta antara laiin berupa penyaluran dana untuk produksi, bimbingan dan penyuluhan tanaman tebu dan pentingnya manajemen finansial serta operasionalisasi bagi masyarakat petani tebu khususnya di daerah Malang melalui fungsi koperasi.

Tujuan penelitian ini adalah: a. Untuk mengetahui bagaimana peran koperasi dalam meningkatkan pendapatan petani tebu. b. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dalam meningkatkan pendapatan petani tebu.

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive) yaitu Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Tiga Roda Pakis yang merupakan koperasi induk se-Kab/Kodya Malang dengan pertimbangan bahwa koperasi tersebut salah satu usahanya bergerak di bidang agribisnis (tebu dan jagung).

Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja menggunakan metode purposive sampling yaitu secara sengaja mengambil sampel di Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Tiga Roda Pakis dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden.

Berdasarkan data-data yang ada dan hasil analisa yang telah diuraikan dihasilkan nilai R Square sebesar 0,281 yang berarti koefisien determinasi yang dihasilkan adalah sebesar 82,1%.

(2)

merupakan faktor yang paling berpangaruh terhadap pendapatan.

Nilai Standard Error of The Estimate (SEE) sebesar 0,64 semakin kecil nilai SEE yang

dihasilkan. Semakiin baik terhadap pendapatan. Dari hasil perhitungan Uji F (Secara simultan) sebesar 21,388 dengan nilai kepercayaan sebesar = 0,05%) sedangkan f tabel sebesar 2,36 karena nilai f hitung9,5% ( > dari pada f tabel maka (Ho) ditolak dan (H1) diterima secara simultan variabel bebas berpengaruh terhadap pendapatan.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 22,023 > F tabel sebesar 2,32 dengan nilai probability sebesar 0,000 pada tingkat signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan

Berdasarkan tabel di atas hasil pengujian hipotesis pada persamaan regresi I secara serentak (simultan) diperoleh nilai F hitung sebesar 19,282>F tabel sebesar 3,478 dengan

Secara simultan (uji F) variabel pelayanan dan testimoni pada bisnis mikro secara online terhadap kepercayaan konsumen dan hasil F hitung sebesar 28.014 >

F hitung > F tabel pada taraf kepercayaan 95% ( 47,883 > 2,74 ) dan nilai sifnifikasi lebih kecil dari α ( 0,00 < 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan

Sedangkan F tabel sebesar 2,47 jadi F hitung > F tabel yaitu 10,447 > 2,47 maka hipotesis diterima sehingga terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan atau

Berdasarkan hasil analisis data dari uji F ( simultan ) pada tabel 3.21, diperoleh nilai f hitung sebesar 38,934 dan nilai f hitung lebih besar dari f tabel yaitu

Dari hasil uji F dapat dilihat bahwa F hitung >F tabel yaitu 6.555> 2.46 dengan signifikansi variabel konservatisme akuntansi lebih kecil daripada nilai

Hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 20.0 for windows diketahui bahwa nilai F hitung yang diperoleh sebesar 17,107 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000