• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAJRUROT AL ASMA (KASUS GENETIF) DALAM SURAT YASIN (Studi Analisis Sintaksis)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MAJRUROT AL ASMA (KASUS GENETIF) DALAM SURAT YASIN (Studi Analisis Sintaksis)"

Copied!
191
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ita Tryas Nur Rochbani
  • Pengajar:
    • Zukhaira, S.S., M.Pd.
    • Ahmad Miftahuddin, M.A.
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Bahasa Arab
  • Topik: Majrurot Al-Asma (Kasus Genetif) Dalam Surat Yasin (Studi Analisis Sintaksis)
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2013
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia dan peran bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi internasional. Penelitian ini berfokus pada sintaksis, khususnya pada majrurat al-asma dalam Surat Yasin. Dengan memahami sintaksis, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan komunikasi efektif di kalangan pelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami elemen-elemen sintaksis yang terdapat dalam Surat Yasin, yang merupakan teks penting dalam konteks keagamaan dan linguistik.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang membahas tentang pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan peran bahasa Arab dalam interaksi sosial. Penelitian ini berfokus pada sintaksis yang berkaitan dengan majrurat al-asma dalam Surat Yasin, yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran bahasa Arab.

1.2 Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada majrurat al-asma yang terdapat dalam Surat Yasin, untuk memperjelas kajian dan analisis yang dilakukan.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah mencakup klasifikasi majrurat al-asma dan tanda-tanda yang terdapat dalam Surat Yasin. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen sintaksis yang ada dalam teks.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi klasifikasi dan tanda-tanda majrurat al-asma dalam Surat Yasin, yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pembelajaran bahasa Arab.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah untuk menambah wacana baru dalam kajian majrurat al-asma, sedangkan secara praktis, penelitian ini membantu pembaca memahami klasifikasi dan tanda-tanda majrurat al-asma dalam Surat Yasin.

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang relevan dengan penelitian, termasuk pengertian sintaksis dan pembagian isim. Tinjauan pustaka mencakup penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan sintaksis dalam bahasa Arab. Pemahaman yang mendalam tentang teori-teori ini penting untuk mendukung analisis yang dilakukan dalam penelitian ini.

2.1 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mengulas berbagai penelitian terkait sintaksis dalam bahasa Arab, dengan fokus pada majrurat al-asma. Penelitian-penelitian sebelumnya menjadi dasar untuk pengembangan penelitian ini.

2.2 Landasan Teori

Landasan teori menjelaskan konsep-konsep dasar dalam sintaksis, termasuk definisi dan pembagian isim. Hal ini penting untuk memahami bagaimana majrurat al-asma berfungsi dalam kalimat.

2.2.1 Pengertian Sintaksis

Sintaksis didefinisikan sebagai tata bahasa yang membahas hubungan antar kata dalam kalimat. Bagian ini menjelaskan pentingnya sintaksis dalam pembentukan kalimat yang bermakna.

2.2.2 Kata

Kata dibagi menjadi tiga jenis: isim, fi'il, dan huruf. Pemahaman tentang jenis kata ini penting dalam analisis sintaksis.

2.2.3 Pengertian Isim

Isim adalah kata yang menunjukkan makna mandiri dan tidak tergantung pada waktu. Definisi ini penting untuk memahami peran isim dalam sintaksis.

2.2.4 Pembagian Isim

Pembagian isim meliputi isim mudzakar, muannas, nakiroh, dan ma'rifat. Pembagian ini membantu dalam klasifikasi majrurat al-asma.

2.2.5 Isim-isim yang Dibaca Jar

Isim yang dibaca jar terbagi menjadi tiga, yaitu dijarkan dengan huruf jar, idhofah, dan tawabi'. Pemahaman ini penting untuk analisis sintaksis dalam Surat Yasin.

2.2.6 Tanda-tanda I’rab Jar

Tanda-tanda i'rab jar adalah kasroh, ya, dan fathah. Memahami tanda-tanda ini penting untuk analisis sintaksis yang tepat.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain library research. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis majrurat al-asma dalam Surat Yasin melalui data pustaka. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi dari sumber-sumber tertulis dan menganalisisnya secara mendalam.

3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang tidak menggunakan statistik dalam analisis datanya. Desain penelitian pustaka digunakan untuk menggali informasi dari sumber-sumber tertulis.

3.2 Data dan Sumber Penelitian

Data penelitian adalah majrurat al-asma dalam Surat Yasin, dengan sumber data utama berasal dari teks Surat Yasin itu sendiri.

3.3 Objek Penelitian

Objek penelitian adalah Surat Yasin yang mengandung majrurat al-asma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen sintaksis yang terdapat dalam surat tersebut.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, dengan mengamati dan mencatat majrurat al-asma dalam Surat Yasin.

3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian berupa kartu data dan lembar rekapitulasi yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang majrurat al-asma.

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Analisis dan pembahasan mencakup klasifikasi majrurat al-asma dalam Surat Yasin, termasuk berbagai jenis isim yang dijarkan. Pembahasan ini juga mencakup tanda-tanda i'rab yang terdapat dalam surat tersebut. Dengan analisis yang mendalam, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang struktur sintaksis dalam teks.

4.1 Klasifikasi Majrurot Al-Asma dalam Surat Yasin

Klasifikasi majrurat al-asma mencakup isim yang dijarkan sebab huruf jar dan idhofah. Analisis ini penting untuk memahami bagaimana isim berfungsi dalam kalimat.

4.2 Tanda-tanda Majrurot Al-Asma dalam Surat Yasin

Pembahasan tentang tanda-tanda i'rab jar dalam Surat Yasin, termasuk kasroh, ya, dan fathah. Memahami tanda-tanda ini penting untuk analisis sintaksis yang akurat.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengajaran bahasa Arab dan pemahaman tentang sintaksis dalam konteks Al-Qur'an.

5.1 Simpulan

Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya memahami majrurat al-asma dalam Surat Yasin untuk meningkatkan kemampuan sintaksis dalam bahasa Arab.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang sintaksis dalam teks-teks lain dalam Al-Qur'an dan aplikasinya dalam pembelajaran bahasa Arab.

Gambar

Table 2.1 Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Lainnya
Tabel 4.1. Daftar Isim dibaca Jar Sebab Huruf Jar نِم  dalam Surat Yasin
Tabel 4. 2 Daftar Isim dibaca Jar Sebab Huruf Jar ىلإ dalam Surat Yasin
Tabel 4. 3 Daftar Isim dibaca Jar Sebab Huruf Jar نع dalam Surat Yasin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pendapat yang mengatakan bintang di langit karena menafsirkan kata al- Najm di surat al-Rah{man ayat 6 tersebut dengan surat al-Hajj ayat 18, sedangkan yang

Secara bahasa Al Qur’an berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata َأَﺮَـﻗ yang artinya ‘membaca’. 1 Al Qur’an adalah kitab suci yang di turunkan oleh Allah

Kata nama yang mempunyai mufrad dari segi lafaz dan makna, tetapi tidak dijamakkan dengan wazan jamak al-taksir (iaitu jamak yang menunjukkan tiga atau lebih dengan

Dalam penelitian ini memuat keterangan dan analisis mengenai pandangan politik dalam kisah nabi yusuf penulis semaksimal mungkin menggunakan referensi yang

Analisis : kalimah merupakan „alam mufrad karena terdiri atas satu suku kata dengan jenis mufrad mudzakkar karena tidak menempati ciri-ciri muannats dan

/al- hālu huwa waṣ fun fa ḍlatun yużkaru libayānin hai'atil al-ismi al- lażī yakūna al- wa ṣ fu lahu/ “hal adalah isim sifat yang berlaku sebagai fud-lah yang disebutkan

Kata ءبٟلٔٛا dalam konstruksi ٦ث ٬٤ٌزٯ ب٠ٗ ءبٟلٔٛا merupakan ism ghayru munsharif dengan satu illat karena ia berupa ism yang diakhiri alif ta‟nits

Alasan membuang fa’il-nya adalah ضومغلا يف م لكتملا ةبغر ماهبلإا و (keinginan pembicara menutupi/ menyamarkan identitas pelaku) dimana nabi Musa