GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
(Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2008-2014)
THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LEVERAGE AND GROWTH TO DIVIDEND PAYOUT RATIO COMPANIES WITH GOOD CORPORATE
GOVERNANCE AS INTERVENING VARIABLE
(The Empirical Study On Non Financial Companies In Indonesia Stock Exchange
2008-2014)
Disusun Oleh : Nunu Nurul Hotimah
20130410355
FAKULTAS EKONOMI DAN BAHASA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
i
INTERVENING
(Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun (2008-2014)
THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LEVERAGE AND GROWTH TO DIVIDEND PAYOUT RATIO WITH GOOD CORPORATE GOVERNANCE
AS INTERVENING VARIABLE
(The Empirical Study On Non Financial Companies In Indonesia Stock Exchange (2008-2014)
SKRISPI
Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada
Fakultas Ekonomi dan Bahasa Program Studi Manajemen
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Disusun Oleh : Nunu Nurul Hotimah
20130410355
FAKULTAS EKONOMI DAN BAHASA
ii
Dengan ini saya,
Nama : Nunu Nurul Hotimah
Nomor Mahasiswa : 20130410355
Menyatakan bahwa skripsi ini dengan judul “PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN GROWTH TERHADAP
DIVIDEND PAYOUT RATIO PERUSAHAAN DENGAN
MEMPERTIMBANGKAN CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING” tidak terdapat karya yang pernah diajukan
untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu Perguruan Tinggi dan sepanjang
pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis
atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini
dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila ternyata dalam skripsi ini
diketahui terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan
oleh orang lain maka saya bersedia karya tersebut dibatalkan.
Yogyakarta, 25 November 2016
iii
Succes Is Not Measured By Wealth, Succes Is An Achievement
That We Want
(Anonymous)
Nikmati Proesesnya, Syukuri Hasilnya
(Aa Gym)
Bahwa Tiada Orang Dapatkan, Kecuali Yang Ia Usahakan, Dan
Bahwa Usahanya Akan Terlihat Nantinya
(Q.S An-Najm 39)
Orang Yang Tidak Akan Pernah Terkalahkan Adalah Orang Yang
Tidak Pernah Putus Asa
(Apip Saripuloh)
Make A Dream, Believe Your Dream And Your Dreams Will Be
Comes True
(Nunu Nurul K)
Berlarilah Ketika Yang Lain Berjalan, Berjalanlah Ketika Yang
Lain Tertidur
iv
Kalau kau sibuk berteori saja, kapan kau sempat mempraktekan teori? Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
kapan kau memanfaatkannya?
Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja, kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja, kapan kau hidup?
kalau kau sibuk pamer kepintaran saja, kapan kau sempat membuktkan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk mencela orang lain saja, kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk cela-cela orang saja kapan kau menyadari celamu sendiri?
v
Mimih tercinta dan terhebat untuk setiap sujudmu, do’amu,
disetiap hembusan nafasmu
Bapak yang tak pernah kurasakan sentuhan tangan kasih
sayangnya, semoga bahagia di surga pak
Ceu2 dan Mas Heri, kaka yang super hebat dalam
membesarkan adik-adiknya, terimakasih telah membuat mimpi
Nunu menjadi kenyataan
Akang, Aa, Teteh, A Yana, A Kiki, kakak-kaka terhebat,
terimakasih atas dukungan dan support kalian mungkin mimpi
nunu tak akan seindah ini
ponakan-ponakan terkasih Kaka Oel, Ade Lita, Aa Ecel,
Yayang, Ante Unu sayang kalian :*
vi 1. My great Allah s.w.t
2. My love Mimih
3. My hero Mas heri and ceu2,
4. Akang, aa, teteh, a kiki, a yana for being my supporting team 5. My nephew kaka oel, adek lita, aa axel, yayang fazry for your smile
and laughter
6. Aldino ivanda wiwoho my best partner, thanks for all u’re love,
patience, affection, support, time etc, I hope u will be my future 7. Mela andriani my best partner in crime, finally our dreams come
true, thanks girl for everything and for being my best friend until now
8. My ukhtiku, upin dwi lestari, neni apriyanti, maylinda dalu suraya thanks girl for making my live more colorful, thank’s for being my best friend until now. I love u for ever, u know !
9. Thanks for tante tanti, om mul, kung, uti, etc, for being my second family in jogja
10. Laksiters, abang niut, mbak nurming, mbak wiwin, mbak lintut, anggoy, dima, mboke, ani, mbak mey, vika, ika, cening, thanks for make me being crazy girl, love u all :*
11. Suwarto’s girls, qya, mamak lael, nyai susan, mbak wiwik, mbak
i
pon,
mbak yinah thanks for being my partner in live for month12. Kkn 49 hey you’re amazing, see u on top, please don’t forget uno
games :D
13. Manajemen I, thank you has been my the first friends in jogja and thanks giving me many valuable lessons I will never forget it :) 14. Thanks to all friends who have given a lot of color in my life,
vii
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERNYATAAN ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v
INTISARI ... vi
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 7
A. Kajian Teori ... 7
1. Kebijakan dividen ... 7
2. Kinerja keuangan ... 12
3. Good Corporate Governance ... 18
B. Penelitian Terdahulu ... 20
B. Kajian Empiris ... 25
C. Model Penelitian ... 30
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 31
A. Subyek penelitian ... 31
B. Jenis data ... 31
C. Teknik pengambilan sampel ... 31
viii
2. Variabel independen ... 32
3. Variabel intervening ... 33
G. Analisis dan Hipotesis Data ... 34
BAB IV. PEMBAHASAN DAN HASIL ... 42
A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 42
B. Statistik Deskriptif ... 43
C. Uji Regresi Berganda ... 44
D. Uji Kualitas Data ... 48
D. Uji Hipotesis ... 52
E. Pembahasan ... 60
BAB III. KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN ... 67
A. Kesimpulan ... 67
B. Keterbatasan ... 68
C. Saran ... 68
DAFTAR PUSTAKA
ix
4.1. Gambaran Umum Sampel ... 43
4.2. Statistik Deskriptif ... 43
4.3. Hasil Perhitungan Regresi Ke 1 ... 42
4.4. Hasil Perhitungan Regresi Ke 2 ... 45
4.5. Hasil Uji Normalitas ... 48
4.6. Hasil Uji Multikolinearitas ... 49
4.7. Hasil Uji Autokorelasi ... 50
4.8. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 51
4.9. Hasil Perhitungan Regresi Ke 1Setelah Uji Asumsi Klasik... 52
4.10. Hasil Perhitungan Regresi Ke 2 Setelah Uji Asumsi Klasik ... 53
4.11.Hasil Perbandingan Koefisien Variabel Intervening ... 58
x
2.1. Model Penelitian ... 30
3.1. Diagram Jalur ... 40
vii
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Growth terhadap Dividend Payout Ratio dengan Corporate Governanace sebagai Variabel Intervening pada perusahaan Non Keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak periode 2008-2014. Subjek penelitian ini adalah perusahaan yang dirangking oleh Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) tahun 2008-2014 yang mempublikasikan laporan keuangan di 31 Desember. Sampel penelitian ini adalah 40 sampel yang dipilih dengan purposive sampling method. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Asumsi Klasik, Regresi Berganda dan Analisis Jalur (Path Analysis) dengan bantuan aplikasi SPSS 1 for windows.
Berdasarkan Hasil analisis menunjukan bahwa Profitabilitas (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, Leverage (DER) tidak berpengaruh signifikan terhap dividend payout ratio, Growth (TAG) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, Profitabilitas (ROA) berpengaruh positf dan signifikan terhadap corporate governance, Leverage (DER) berpengaruh positf dan signifikan terhadap corporate governance, Growth (TAG) berpengaruh positf dan signifikan terhadap corporate governance, dan corporate goverance berengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio.
viii
This research is aimed at analyze the influence of Profitability, Leverage and Growth toward Dividend Payout Ratio, by considering the Corporate Governance as an interveningvariable on Non Financial Companies In Indonesia Stock Exchange 2008-2014. Subjects in this study were the companies ranked in the Corporate Governance PerceptionIndex ranking (CGPI) conducted by the Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) in 2008-2014 which published their financial statements as of December 31. The samples were 40
samples selected using purposive sampling method. The data analysis technique used is classic assumption test, multiple regression and path analysis with the help of SPSS 1 for windows.
Based on the results of the analysis show that the profitabilitas (ROA) positive and significant effect on dividend payout ratio, Leverage (DER) but no significant negative effect on dividend payout ratio, growth (TAG) negative and significant effect on dividend payout ratio, profitabilitas (ROA) positive and significant effect on good corporate governance, leverage (DER), positive and significant effect on good corporate governance, growth (TAG) positive and significant effect on good corporate governance, and good corporate governance (CGPI) positive and significant effect on dividend payout ratio.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Meningkatkan kesejahteraan atau memaksimalkan kekayaan
pemegang saham merupakan salah satu tujuan yang ingin di capai oleh
setiap perusahaan melalui peningkatan nilai perusahaan. Peningkatan nilai
perusahaan dapat dicapai apabila perusahaan mampu beroperasi dengan
mencapai keuntungan yang ditargetkan. Melalui keuntungan yang
diperoleh tersebut perusahaan akan mampu membagikan dividen kepada
pemegang saham, meningkatkan pertumbuhan perusahaan serta
mempertahankan kelangsungan hidupnya (Sulistyowati dkk., 2010).
Manajemen sering mengalami kesulitan untuk memutuskan apakah
akan membagi dividennya atau menahan laba untuk diinvestasikan
kembali pada proyek-proyek yang menguntungkan guna meningkatkan
pertumbuhan perusahaan (Adnan dkk., 2012). Namun dalam menanamkan
modalnya kedalam suatu perusahaan, investor memiliki tujuan utama yaitu
untuk memperoleh pendapatan atau tingkat pengembalian investasi
(return) baik berupa pendapatan dividen maupun pendapatan dari selisih
harga jual saham terhadap harga belinya (capital gain). Oleh karena itu
perusahaan harus menentukan kebijakan yang tepat untuk menangani
masalah yang ditimbulkan oleh pemberian dividen. Masing-masing
perusahaan perlu membuat kebijakan tentang besarnya laba yang akan
dibagikan kepada pemegang saham atau biasa disebut dengan dividend
dalam perusahaan berarti semakin sedikit uang yang akan tersedia bagi
pembayaran dividen saat ini (Home dan Machowicz, 2010)
Konflik kepentingan antara manajemen dan para investor masih
sering terjadi pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Bagi perusahaan
dividen merupakan sebuah “isyarat” terbaik yang dapat diberikan manajer
kepada para pemegang saham. Kebanyakan perusahaan mencoba
mengikuti kebijakan untuk membayar dividen yang naik secara mantap.
Kebijakan ini memberi investor suatu pendapatan yang stabil dan dapat
diandalkan, juga memberi isyarat kepada investor tentang harapan
manajemen laba yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktifa,
maupun modal sendiri (Sartono, 2010). Laba inilah yang akan menjadi
dasar pembagian dividen perusahaan apakah akan dibagikan kepada para
pemegang saham atau ditahan sebagai laba ditahan. Oleh karenanya
semakin tinggi perusahaan menghasilkan profit maka semakin besar
kemungkinan dividen yang diberikan kepada para pemegang saham.
Menurut hasil penelitian Suherli (2010), Arifah (2012) dan Ericson (2014)
Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan
dividend payout ratio, namun hasil penelitian yang dilakukan oleh Adnan
dkk (2012), Sulistyowati dkk (2010), mengemukakan bahwa profitabilitas
tidak memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio.
Faktor lain yang mempengaruhi dividend payout ratio suatu
suatu perusahaan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya yang ditunjukan oleh seberapa bagian modal
sendiri yang digunakan untuk membayar hutang. Semakin besar rasio ini,
maka semakin kecil dividen yang diberikan. Menurut hasil penelitian
Adnan dkk (2012), Yudiasti (2015) leverage berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap dividend payout ratio. Namun menurut hasil penelitian
yang telah dilakukan Sulistyowati dkk (2010), Ericson (2014), Arifah
(2012) leverage tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan dividend
payout ratio.
Faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap kebijakan dividend
payout ratio adalah growth. Semakin cepat tingkat pertumbuhan suatu
perusahaan, maka semakin besar kebutuhan dana yang diperlukan untuk
membiayai pertumbuhan tersebut sehingga perusahaan lebih senang
menahan labanya daripada membayarkannya sebagai dividen (Adnan dkk.,
2012). Semakin naik pertumbuhan suatu perusahaan maka semakin rendah
dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, menurut hasil
penelitian Adnan dkk (2012), dan Ericson (2014) growth berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, namun menurut
hasil penelitian Sulistyowati dkk (2010), growth tidak memiliki pengaruh
terhadap kebijakan dividend payout ratio.
Sementara di satu sisi penerapan Good Corporate Governance
menjadi begitu sangat penting bagi perusahaan yang salah satu tujuannya
adalah untuk menekankan potensi konflik kepentingan. Pada perusahaan
menerapkan Good Corporate Governance untuk meningkatkan
kewenangan yang dimiliki oleh para pemegang saham publik dalam
rangka penyeimbang pihak manajemen. Sedangkan perusahaan dengan
struktur kepemilikan yang memiliki kontrol pada segelintir pemegang
saham, perlu menerapkan Good Corporate Governance untuk
meminimalkan potensi konflik kepentingan yang timbul antara pengendali
perusahaan dan outside Investor (Indar dan Yustiavandana 2008).
Sehubungan dengan uraian tersebut, motivasi peneliti dalam
melakukan penelitian ini yaitu untuk menguatkan penelitian terdahulu
mengenai “PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN
GROWTH DERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING”, penelitian ini merupakan Replikasi dari penelitian
Sulistyowati dkk (2010), karena menurut hasil penelitian Sulistyowati
(2010), penelitian tersebut masih perlu di uji kembali untuk menguatkan
penelitian karena penelitian tersebut memilik keterbatasan yaitu kurangnya
referensi penelitian terlebih dahulu yang membahas mengenai
permasalahan tersebut. Selain itu, penelitian ini diharapkan mempunyai
kontribusi bagi pihak praktisi sebagai bahan pertimbanagan bagi
perusahaan dalam mengambil keputusan mengenai kebijakan dividend
payout ratio agar dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan
kesejahteraan para pemegang saham serta memberikan gambaran tentang
implementasi Good Corporate Governance berupa pemeringkatan pada
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :
1. Apakah profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap
dividend payout ratio?
2. Apakah leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend
payout ratio?
3. Apakah growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend
payout ratio?
4. Apakah profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap good
corporate governance?
5. Apakah leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap good
corporate governance?
6. Apakah growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap good
corporate governance?
7. Apakah good corporate governance berpengaruh positif dan signifikan
terhadap dividend payout rato?
C. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan jawaban atas
rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, yang menjadi tujuan dari
penelitian ini adalah :
1. Menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap dividend payout ratio
2. Menganalisis pengaruh leverage terhadap dividend payout ratio
4. Menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap good corporate
governance
5. Menganalisis pengaruh leverage terhadap goodcorporate governanace
6. Menganalisis pengaruh growth terhadap goodcorporate goverance
7. Menganalisis pengaruh goodcorporate governanace terhadap dividend
payout ratio
D. Manfaat
1. Manfaat Teoritis
Sebagai bahan pertimbangan atau referensi bagi pelaksana
penelitian selanjutnya dalam bidang keuangan perusahaan yang terkait
dengan kebijakan pembayaran dividen sehingga dapat memberikan
wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam.
2. Manfaat Praktek
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
mengambil keputusan terhadap kebijakan pembayaran dividen bagi
7
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Kebijakan Dividen
Kebijakan dividen atau kebijakan distribusi adalah keputusan
apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada
pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba
ditahan guna membiayai investasi dimasa mendatang (Sartono, 2001).
Pembayaran dividen yang semakin besar akan mengurangi
kemampuan perusahaan untuk investasi sehingga akan menurunkan
tingkat pertumbuhan perusahaan dan selanjutnya akan menurunkan
harga saham.
Kebijakan dividen yang optimal (Optimal Dividend Policy) adalah
kebijakan dividen yang menciptakan keseimbangan antara dividen saat
ini dan pertumbuhan dimasa mendatang yang memaksimumkan harga
saham perusahaan (Brigham dan Houston, 2001)
Teori mengenai kebiajkan dividen yaitu
a. Information Content, or Signaling hypothesis
Di dalam teori ini Modigliani dan Miller berpendapat
bahwa suatu kenaikan dividen yang diatas kenaikan normal
biasanya merupakan suatu sinyal kepada para investor bahwa
di masa yang akan datang. Sebaliknya, suatu penurunan dividen
yang dibawah penurunan normal diyakini investor sebagai suatu
sinyal bahwa perusahaan mengalami masa sulit di masa
mendatang.
b. Teori Bird In The Hand
Teori ini dikemukakan oleh Myron Gordon (1959) dan
John Lintner (1956) yang berpendapat bahwa harga saham akan
meningkat seiring dengan peningkatan dividen yang diberikan.
Oleh karenanya, kebijakan dividen yang diputuskan perusahaan
akan meningkatkan harga sahamnya. Investor selalu menginginkan
dividen, dengan dividen yang diperoleh maka harga saham akan
meningkat sehingga profit akan diperoleh. Gordon dan Litner
beranggapan investor memandang bahwa satu burung di tangan
lebih berharga daripada seribu burung di udara. Artinya, investor
menyukai dividen yang sudah ada di tangan dibandingkan capital
gain yang belum tentu akan ada dimasa mendatang atau
kedua-duanya tidak diperoleh. Harapan pembagian dividen sangat
dibutuhkannya agar harga saham mengalami kenaikan dan
akhirnya memperoleh capital gain.
c. Efek Klien (Clientele Effect)
Menurut teori efek klien kebijakan dividen ditunjukan
untuk memenuhi kebutuhan segmen investor tertentu. Ada
kelompok pemegang saham yang lebih menyukai penghasilan saat
ada kelompok investor yang lebih memilih capital gain karena
berpajak rendah daripada dividen. Dengan kebijakan dividen yang
berubah-ubah akan mengacaukan harga saham menjadi berubah
yang mengacaukan efek klien (Khasanah, 2016).
d. Teori Dividen Residual (Residual Theory Of Dividend)
Menurut teori dividen residual, perusahaan memutuskan
untuk membagikan dividen setelah semua investasi yang dilakukan
perusahaan telah dibiyai. Dividen yang dibayarkan kepada investor
merupakan residual (sisa) setelah perusahaan membayar semua
investasi yang menguntungkan bagi perusahaan (Hanafi 2011
dalam Khasanah, 2016)
e. Teori Keagenan (Agency Theory)
Menurut teori keagenan, manajer disewa oleh pemegang
saham untuk menjalankan perusahaan agar tujuan pemegang
saham untuk memaksimumkan kemakmurannya tercapai. Tetapi
manajer mempunyai agenda sendiri yang tidak selalu konsisten
dengan tujuan pemegang saham. Konflik yang terjadi antara
pemegang saham dan manajer tersebut dapat diminimumkan
dengan melakukan mekanisme pengawasan yang dapat
mensejajarkan kepentingan keduanya. Dengan adanya kepemilikan
manajerial dan kepemilikan institusional dapat menyebabkan
pembayaran dividen tinggi karena semua pihak lebih
Namun dengan munculnya mekanisme pengawasan ini
menyebabkan timbulnya suatu biaya yang disebut biaya agensi.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen
a. Laju pertumbuhan perusahaan
Bisnis yang tumbuh cepat, juga bila menghasilkan laba mungkin
harus membatasi dividen supaya dapat menyimpan dana dalam
perusahaan untuk investasi pertumbuhan.
b. Perjanjian yang membatasi
Adanya pembatasan dalam perjanjian kredit yang membatasi
dividen yang boleh dibayarkan.
c. Profitabilitas
Distribusi dividen diarahkan pada profitabilitas perusahaan.
d. Kemantapan laba
Perusahaan dengan laba mantap lebih berkemungkinan
mendistribusikan presentase yang lebih tinggi dari laba daripada
perusahaan yang tidak mantap labanya.
e. Mempertahankan kendali
Manajer keuangan yang enggan menerbitkan saham biasa
tambahan karena khawatir akan mencairkan kendali atas bisnis,
akan menahan presentase lebih tinggi dari laba. Pendanaan internal
memberi kemampuan pada perusahaan untuk mempertahankan
f. Tingkat solvabilitas keuangan
Perusahaan dengan rasio utang terhadap ekuitas tinggi lebih
berkemungkinan menahan laba supaya memastikan bahwa
perusahaan memiliki dana untuk membayar bunga dan pokok atas
utang.
g. Kemampuan mendanai secara eksternal
Bila akses ke sumber-sumber pendanaan eksternal terbatas, maka
perusahaan akan lebih banyak menahan laba supaya dapat
memenuhi kebutuhan keuangan yang direncanakan.
h. Ketidakpastian
Pembayaran dividen mengurangi ketidakpastian dalam benak
pemegang saham tentang kesehatan keuangan perusahaan.
i. Umur dan besaran
Umur dan besaran perusahaan tergantung dari kemudahan
aksesnya ke pasar-pasar modal. Perusahaan besar dan dewasa
lazimnya dianggap lebih aman daripada perusahaan yang masih
muda usianya.
j. Denda pajak
Keinginan untuk menghindari terkena denda pajak atas akumulasi
lebih dari laba ditahan, dapat menghasilkan pembayaran dividen
tinggi.
Secara umum, perusahaan dengan peluang investasi yang unggul
sebaiknya menetapkan rasio pembayaran yang lebih rendah, yang
peluang investasi yang lemah. Tingkat ketidakpastian juga
mempengaruhi keputusan. Jika ada tidak kepastian dalam ramalan arus
kas bebas (free cash flow), yang didefinisikan sebagai arus kas operasi
perusahaan dikurangi investasi ekuitas yang diwajibkan, Maka yang
terbaik adalah bersikap konserfatif dan menetapkan tunai mas berjalan
yang rendah (Brigham dan Houston, 2001)
Dividend payout ratio (DPR) yaitu rasio yang menunjukan berapa
bagian pendapatan perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen
(Martin dkk., 1999). DPR adalah dividen kas tahunan dibagi dengan
penghasilan tahunan atau dividen perlembar saham dibagi dengan laba
per lembar saham. Rasio ini menunjukan presentase penghasilan
perusahaan yang dibayarkan kepada para pemegang saham biasa
perusahaan berupa dividen kas. Jadi aspek penting dari kebijakan
dividen perusahaan adalah menentukan alokasi laba yang sesuai
diantara pembayaran dengan tambahan laba yang ditahan perusahaan.
3. Kinerja Keuangan
Menurut Fahmi (2014) kinerja keuangan adalah suatu analisis yang
dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah
melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan
keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan merupakan kondisi
keuangan dan prestasi perusahaan, dalam melihat prestasi keuangan
perusahaan dapat dilihat dari analisis rasio keuangan perusahaan
Menurut Fahmi (2014), Ada 5 tahap dalam menganalisis kinerja
keuangan suatu perusahaan secara umum, yaitu:
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan
Review ini bertujuan agar laporan keuangan yang sudah dibuat
tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku secara umum
dalam dunia akuntansi, sehingga hasil keuangan tersebut dapat
dipertanggung jawabkan.
b. Melakukan perhitungan
Penerapan metode perhitungan disini adalah disesuaikan dengan
kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil
dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan
sesuai dengan analisis yang diinginkan.
c. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang diperoleh
Bandingkan hasil hitungan dari berbagai perusahaan lainnya.
Metode yang bisa digunakan dalam perbandingan ada 2, yaitu time
series anaysis dan cross sectional approach. Dari hasil
penggunaan metode ini diharapkan nantinya akan dibuat satu
kesimpulan yang menyatakan kondisi perusahaan.
d. Melakukan penafsiran (interpretation) terhadap berbagai
permasalahan yang ditemukan.
Penafsiran ini untuk melihat apa saja permasalahan dan kendala
yang dialami oleh perusahaan tersebut
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap
Digunakan untuk mencarikan solusi guna memberikan suatu input
atau masukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan selama
ini dapat terselesaikan.
Menurut Fahmi (2014), Laporan keuangan merupakan suatu
informasi yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan, dimana
selanjutnya itu akan menjadi suatu informasi yang menggambarkan
tentang kinerja suatu perusahaan. Berdasarkan konsep keuangan maka
laporan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur hasil usaha dan
perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu dan untuk mengetahui
sudah sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya.
Pada kebanyakan perusahaan kinerja keuangan diukur dengan
tingkat laba. Laba juga digunakan sebagai tolak ukur berhasil atau
tidaknya pengimplementasian strategi yang telah direncanakan oleh
perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan menggunakan tingkat laba
yang diperoleh perusahaan menyebabkan manajer cendrung untuk
meningkatkan laba pada jangka pendek agar kinerjanya dinilai bagus.
Namun hal ini berdampak pada kinerja yang buruk pada jangka
panjang. Buruknya kinerja dalam jangka panjang akan merugikan
perusahaan, karena investor tidak akan menginvestasikan modalnya
dalam perusahaan. Hal ini disebabkan karena investor akan
memberikan perspektif bahwa perusahaan tidak akan dapat
memberikan tingkat pengembalian sesuai yang telah dijanjikan di masa
depan. Kinerja keuangan adalah gambaran mengenai keadaan
hasil dari banyak keputusan individual yang dibuat secara
terus-menerus oleh manajemen. Oleh karena itu untuk menilai kinerja
keuangan suatu perusahaan, perlu dilibatkan analisis dampak keuangan
kumulatif dan ekonomi dari keputusan dan mempertimbangkannya
dengan menggunakan ukuran komparatif (Sucipto, 2003). Kinerja
keuangan adalah prestasi kerja di bidang keuangan yang telah dicapai
oleh perusahaan (Mulyadi, 2001). Secara garis besar, penilaian kinerja
suatu perusahaan dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan
analisis yang tergantung dari sudut pandang pemilik, kreditur, dan
manajer (Kuncoro, 2005).
Rasio keuangan atau financial ratio sangat penting gunanya untuk
melakukan analisa terhadap kondisi keuangan perusahaan. Bagi
investor jangka pendek dan menengah pada umumnya lebih banyak
tertarik kepada kondisi keuangan jangka pendek dan kemampuan
perusahaan untuk membayar dividen yang memadai. Informasi
tersebut dapat diketahui dengan cara yang lebih sederhana dengan
menghitung rasio-rasio keuangan yang sesuai degan keinginan (Fahmi
2014). Menurut Fahmi (2014) Rasio-rasio keuangan dikelompokan
kedalam enam kelompok dasar yaitu :
a. Likuiditas
Rasio likuiditas yaitu rasio yang menunjukan Kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo
atau kewajiban jangka pendek secara tepat waktu seperti
telepon, karena itu rasio likuiditas sering disebut dengan rasio short
term liquidity. Dalam menganalisis rasio likuiditas biasanya
menggunakan analisis current rasio atau rasio lancar.
b. Leverage
Rasio leverage mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai
dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan
membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk dalam
kategori extreme leverage (utang ekstrem) yaitu perusahaan
terjebak dalam tingkat utang yang tinggi dan sulit untuk
melepaskan beban utang tersebut. Karena itu sebaiknya perusahaan
harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil dan dari
mana sumber-sumber yang dapat dipakai untuk membayar utang
Menurut Sartono (2001) leverage adalah : “Penggunaan asset dan
sumber dana (sources of funds) oleh perusahaan yang memiliki
beban tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan
potensial pemegang saham”. Perusahaan menggunakan operating
dan financial leverage dengan tujuan agar keuntungan yang
diperoleh lebih besar daripada biaya asset dan sumber dananya,
dengan demikian akan meningkatkan keuntungan pemegang
saham.
c. Aktifitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana
suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimilikinya
secara umum, yaitu rasio inventory turn over (perputaran
persediaan), rata-rata periode pengumpulan piutang, fixed asset
turnover (perputaran aktiva tetap), dan total asset turnover
(perputaran total aset). Kondisi perusahaan yang baik adalah
dimana kepemilikan persediaan dan perputaran adalah selalu
berada dalam kondisi yang seimbang, artinya jika perputaran
persedian adalah kecil maka akan terjadi penumpukan barang
dalam jumlah banyak digudang, namun jika perputaran terlalu
tinggi maka jumlah barang yang tersimpan di gudang akan kecil,
sehingga jika sewaktu-waktu terjadi kehilangan bahan/barang
dipasaran dalam kejadian yang bersifat diluar perhitungan seperti
gagal panen, bencana alam, maka ini bisa menyebabkan
perusahaan terganggu aktivitas produksinya dan lebih jauh
berpengaruh pada sisi penjualan serta perolehan keuntungan.
Dengan begitu bagi pihak manajer produksi perlu menjaga
keseimbangan dengan baik yaitu dengan memahami kondisi pasar
saat ini dan yang akan datang.
d. Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur efektifitas manajemen secara
keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat
keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan
maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin
baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan
gross profit margin, net profit margin, return on investmen (ROI),
dan return on net work.
e. Pertumbuhan
Rasio pertumbuhan yaitu rasio yang mengukur seberapa besar
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya di
dalam industri dan dalam perkembangan ekonomi secara umum
(Sartono dalam Fahmi 2014).
Rasio pertumbuhan ini yang umum dilihat dari berbagai segi yaitu
dari segi sales (penjualan), eraning after tax (EAT), laba perlembar
saham, dividen perlembar saham, dan harga pasar perlembar
saham.
f. Rasio nilai pasar
Rasio nilai pasar yaitu rasio yang menggambarkan kondisi yang
terjadi di pasar. Rasio ini juga sering dipakai untuk melihat
bagaimana kondisi perolehan keuntungan yang potensial dari suatu
perusahaan, jika keputusan menempatkan dana di perusahaan
tersebut terutama untuk masa yang akan datang.
4. GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Menurut World Bank dalam Effendi (2009), Good Corporate
Governance adalah sebagai kumpulan hukum, peraturan, dan
kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi, yang dapat mendorong kinerja
sumber-sumber perusahaan untuk berfungsi secara efisien guna menghasilkan
ekonomi yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun
Menuruf Effendi (2009) Good Corporate Governance (GCG) adalah
seperangkat sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan
untuk menciptakan nilai tambah (value added) bagi para pemangku
kepentingan. Menurut Organization for Economic Co-operation and
Development (OECD) pada bulan april 1998 dalam Effendi 2009, ada
5 prinsip-prinsip dalamgood corporate governance yaitu:
a. Perlindungan terhadap hak-hak pemegang saham (the rights of
shareholders)
b. Perlakuan yang setara terhadap seluruh pemegang saham (the
equitable treatment of share holders)
c. Peranan pemangku kepentingan berkaitan dengan perusahaan (the
role of stakeholders)
d. Pengungkapan dan transparansi (disclosure and transparency)
e. Tanggung jawab komisaris atau dewan direksi (the responsibility
of the board).
Suatu sistem goodcorporate governanace yang efektif seharusnya
mampu mengatur kewenangan direksi, yang bertujuan dapat menahan
direksi untuk tidak menyalahgunakan kewenangan tersebut dan untuk
memastikan bahwa direksi bekerja semata-mata untuk kepentingan
perusahaan.
Good Corporate governance memusatkan perhatian pada isu
fundamental seperti bagaimana seharusnya para pengurus perseroan
dimonitor dan dipengaruhi oleh industri perbankan, pasar modal, dan
untuk menilai kinerja direksi berdasarkan kepentingan para pemegang
saham, dan peningkatan discounted present value perseroan dengan
agency costs yang seminimal mungkin (Heider A. Khan 1999 dalam
Indar dan Yustiavandana 2008)
Menurut Effendi (2009), GCG memang bukan satu-satunya
faktor yang menetukan dalam reformasi bisnis, namun komitmen
perusahaan terhadap implementasi prinsip-prinsip GCG merupakan
salah satu faktor kunci sukses (key succes factor) untuk
mempertahankan dan menumbuhkan kepercayaan para investor
(terutama investor asing) terhadap perusahaan di Indonesia.
Implementasi GCG diperusahaan memerlukan komitmen
penuh dan konsistensi dari top manajemen serta dewan komisaris.
Budaya perusahaan yang akomodatif terhadap implementasi GCG
sangat membantu keberhasilan penerapan prinsip-prinsip GCG.
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Penelitian ini dibuat berdasarkan pada penelitian-penelitian
terdahulu yang hasilnya yaitu :
1. Sulistyowati, Indah., Ratna, Anggraini dan Tri Hesti
Utaminingtyas (2010) yang berjudul “pengaruh profitabilitas,
leverage dan growth terhadap kebijakan dividen dengan good
corporate governanace sebagai variabel intervening” tujuan dari
penelitian ini untuk membuktikan pengaruh tidak langsung antara
melalui good corporate governance yang diterapkan dalam
perusahaan. Penelitian ini menggunakan faktor fundamental
perusahaan yaitu rasio profitabilitas menggunakan Retrun On
Assets (ROA), rasio leverage dengan Debt To Equity Ratio (DER),
growth menggunakan Total Assets Growth (TAG) sebagai variabel
independen, corporate governanace sebagai variabel intervening
menggunakan data pemeringkatan CGPI, dan variabel dependen
menggunakan dividend payout ratio. Hasil penelitian menunjukan
bahwa profitabilitas, leverage, dan growth tidak mempunyai
pengaruh terhadap kebijakan dividen dengan good corporate
governance sebagai variabel intervening.
2. Adnan, akhyar., Barbara Gunawan dan Ratri Candrasari (2012)
yang berjudul “pengaruh profitabilitas, leverage, growth dan free
cash flow terhadap dividend payout ratio dengan
mempertimbangkan good corporate governanace sebagai variabel
intervening. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
beberapa rasio kinerja keuangan dan free cash flow terhadap
Dividen payout ratio. Berdasarkan hasil penelitian tersebut
profitabilitas tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio,
leverage berpengaruh negative terhadap dividend payout ratio,
growth berpengaruh negative terhadap dividend payout ratio, free
cash flow berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio,
profitabilitas tidak berpengaruh terhadap corporate governanace,
growth tidak berpengaruh terhadap corporate governance, free
cash flow tidak berpengaruh terhadap corporate governanace,
corporate governanace tidak berpengaruh terhadap dividend
payout ratio, dan corporate governanace diterima atau
ditambahkan sebagai variable intervening.
3. Septiana, miladia (2015) yang berjudul “ analis pengaruh cash
ratio, debt to equity ratio, return on assets firm size, dan growth
opportunity terhadap kebijakan dividen, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh cash ratio, debt to equity ratio, debt
to equity ratio, firm size, dan growth opportunity terhadap
kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Hasil
penelitian ini yaitu, cash ratio, firm size dan debt to equity ratio
tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, variabel
return on assets dan growth berpengaruh positif dan signifikan
terhadap dividend payout ratio.
4. Meithassari, dian (2015), yang berjudul “pengaruh financial
leverage, investasi, likuiditas, dan profitabilitas terhadap kebijakan
dividen” penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
finanacial leverage, investasi, likuiditas, dan profitabilitas terhadap
kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur. Hasil
penelitiannya menunjukan bahwa financial leverage tidak
berpengaruh terhadap kebijakan dividen, investasi tidak
berpengaruh terhadap kebijakan dividen, likuiditas dan
5. Dewi, aqlima candera (2015) yang berjudul “ pengaruh investmen
opportunity set, free cash flow, struktur modal, profitabilitas dan
likuiditas terhadap kebijakan dividen” penelitian ini bertujuan
untuk menganisis pengaruh dari investmen opportunity set, free
cash flow, struktur modal, profitabilitas dan likuiditas terhadap
kebijakan dividen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa free
cash flow dan return on asset berpengaruh dan signifikan terhadap
kebijakan dividen, investmen opportunity set, debt to equity ratio,
dan current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan
dividen.
6. Ericson, M (2014) yang berjudul pengaruh “profitabilitas,
likuiditas, dan free cash flow terhadap kebijakan dividen” tujuan
penelitian ini untuk menganalisis pengaruh return on asset (ROA),
debt to equity ratio (DER) dan asset growth terhadap dividend
payout ratio”, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh variabel return on assets (ROA), debt to equity ratio
(DER), dan asset growth terhadap dividend payout ratio, hasil
penelitian ini menunjukan bahwa, variabel return on asset
berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio,
variabel debt to equity ratio (DER) berpengaruh negative dan tidak
signifikan terhadap dividend payout ratio dan variabel asset growth
(AG) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend payout
7. Arifah, Hilda (2014) yang berjudul “pengaruh profitabilitas,
liquiditas, dan free cash flow terhadap kebijakan dividen”,
penelitian ini bertujuan untuk menganilis pengaruh pengaruh
secara parsial profitabilitas, likuiditas dan free cash flow terhadap
kebijakan dividen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
profitabilitas yang diukur dengan ROA dan likuiditas yang diukur
dengan cash ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kebijakan dividen, free cash flow berpengaruh negative dan
signifikan terhadap dividend payout ratio, profitabilitas yang
diukur dengan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap
dividend payout ratio.
8. Purnami, kadek diah dan artini luh gede (2015) yang berjudul
“pengaruh investment opportunity, total asset turn over dan sales
growth terhadap kebijakan dividen”, penelitian tersebut bertujuan
untuk menganalisis pengaruh investment opportunity set, total
asset turn over dan sales growth terhadap kebijakan dividen pada
sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa investmen
opportunity set berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap
kebijakan dividen, total asset turn over berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kebijakan dividen, sales growth berpengaruh
C. Hubungan Antar Variabel dan Penurunan Hipotesis 1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Dividend payout ratio
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba yang didapat dari penjualan, asset maupun
modal sendiri, sedangkan dividen sendiri merupakan sebagian dari
laba perusahaan yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.
Laba yang diberikan kepada pemegang saham adalah laba setelah
perusahaan memenuhi kewajiban tetapnya (Rizka, 2013). Menurut
Theory of Residual Devidend, deviden yang diberikan kepada
investor merupakan residual (sisa) setelah perusahaan membayar
semua investasi yang menguntungkan perusahaan. Perusahaan
melakukan pembayaran dividen dengan mempertimbangkan
profitabilitas yang diukur dengan Return On Assets (ROA),
Sehingga perusahaan perlu menggunakan aset secara efisien untuk
meningkatkan laba bersih perusahaan. menurut teori signaling
hypothesis yang menyatakan kenaikan dividen akan dianggap sinyal
baik bahwa laba yang dihasilkan oleh perusahaan semakin baik.
Pembayaran dividen merupakan isyarat terbaik yang dapat
diberikan kepada investor (Brigham, 2001), sinyal tersebut
menyimpulkan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar
dividen merupakan fungsi dari keuntungan yang mengisyaratkan
bahwa perusahaan baik dalam menghasilkan profit. Semakin tinggi
profitabilitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan maka semakin
Menurut Suharli (2007), Arifah (2014) Dan Ericson (2014)
menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kebijakan dividen. Maka hipotesis yang diajukan yaitu:
H1 = Profitabailitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio
2. Pengaruh Leverage terhadap Dividend payout ratio
Struktur permodalan yang lebih tinggi didominasi oleh hutang
menunjukkan semakin besar tingkat ketergantungan perusahaan
terhadap pihak eksternal (kreditur) akan semakin besar pula beban
biaya hutang (biaya bunga) yang harus dibayar oleh perusahaan hal
ini akan menyebabkan pihak manajemen akan memprioritaskan
pelunasan kewajiban terlebih dahulu sebelum membagikan dividen
untuk mengurangi tingkat ketergantungan perusahaan dengan
pendanaan eksternal. Sebaliknya perusahaan yang struktur
permodalannya berasal dari pemegang saham akan cenderung
memprioritaskan pembayaran dividen untuk memberikan sinyal
positif akan kinerja perusahaan (Chasnalita, 2010). Suharli (2007)
dan Kuzucu (2015) menyatakan bahwa leverage berpengaruh
negatif terhadap dividend payout ratio. Maka hipotesis yang
diajukan yaitu :
3. Pengaruh Growth terhadap Dividend payout ratio
Menurut contract theory menyatakan bahwa hubungan antara
kebijakan investasi dan dividen dapat diidentifikasikan melalui arus
kas perusahaan, yaitu semakin besar jumlah investasi dalam satu
periode tertentu, akan semakin kecil dividen yang diberikan,
perusahan yang sedang mengalami masa pertumbuhan akan banyak
membutuhkan banyak dana untuk membiayai proyek investasi
dibandingkan membagikan dividen kepada pemegang saham.
Semakin cepat tingkat pertumbuhan suatu perusahaan, maka
semakin tinggi pula biaya yang diperlukan perusahaan yang
mengakibatkan semakin rendah dividen yang dibagikan kepada para
pemegang saham (Adnan dkk., 2012). Menurut Adnan dkk (2012),
Ericson (2014) dan Septiana (2015) menyatakan bahwa growth
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividen payout ratio. Maka
hipotesis yang diajukan yaitu:
H3 = Growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio.
4. Pengaruh Profitabilitas terhadap GoodCorporate Governance
Profitabilitas merupakan tolak ukur efektifitas manajemen
secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat
keuntungan yang diperoleh dalam penjualan maupun investasi.
Semakin baik kinerja dari suatu perusahaan dalam mengahasilkan
penerapan good corporate governanace yang diterapkan
diperusahaan (Daniri 2006 dalam Adnan dkk., 2012).
Menurut Silviana W (2010) dan Monisa (2012), profitabilitas
berpengaruh positif dan signifikan terhadap good corporate
governance. Maka hipotesis yang diajukan yaitu:
H4 = Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap good corporate governance
5. Pengaruh Leverage terhadap Good Corporate Governance
Tingkat utang yang tinggi dalam struktur modal perusahan maka
akan cenderung menjadi subjek untuk dikenai pengawasan oleh
kreditor yang lebih ketat yang dinyatakan dalam kontrak utang yang
dibuat, kreditor sangat berkepentingan dengan praktik governance
dari debiturnya dan memiliki kekuasaan yang lebih besar
dibandingkan pemegang saham untuk memaksa perusahaan
meningkatkan kualitas good corporate governance perusahaan
(Black dkk., 2006 dalam Adnan dkk., 2012). Maka semakin tinggi
leverage suatu perusahaan maka semakin baik kualitas good
corporate governance, dikarenakan adanya pengawasan dari pihak
kreditor maka perusahaan akan semakin tertuntut untuk
meningkatkan kualitas good corporate governanace untuk
meningkatkan kepercayaan dari pihak kreditor. Menurut Adnan dkk
(2012), dan Yudiasti (2015) menyatakan bahwa Leverage
berpengaruh positif dan signifikan terhadap corporate governance.
H5 = Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap Good Corporate Governance
6. Pengaruh Growth terhadap GoodCorporate Governance
Rasio pertumbuhan merupakan suatu rasio yang mengukur
seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mempertahankan
posisinya di dalam industri dan dalam perkembangan ekonomi
secara umum (Sartono dalam Fahmi 2014). Semakin tumbuh dan
berkembang suatu perusahaan maka menunjukan semakin baik dan
teruji kualitas dari good corporate governance dalam perusahaan
tersebut.
Yudiasti (2015) menyatakan bahwa growth berpengaruh positif
signifikan terhadap good corporate governance. Maka hipotesis
yang diajukan yaitu :
H6 = Growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Good Corporate Governance
7. Pengaruh Good Corpoprate Governance terhadap Dividend payout ratio
Tata kelola perusahaan yang baik akan menerapkan bentuk dari
perlindungan investor terhadap rasio pembayaran dividen. Oleh
karenanya semakin baik kualitas good corporate governanace yang
dimiliki perusahaan maka semakin baik pemenuhan kewajiban
perusahaan pada investornya berupa pembagian dividen
(Sulistyowati dkk., 2010). Menurut Ayu (2015) dan Silviana (2012),
H7(+)
perusahaan maka semakin tinggi dividen yang diberikan kepada
pemegang saham. Maka hipotesis yang diajukan yaitu :
H7 = Good Corporate Governance berpengaruh terhadap dividend payout ratio
D. Model Penelitian
Berdasarkan telaah literatur diatas, dapat dibangun model
penelitian sebagai berikut ini:
Gambar 2.1 Model Penelitian
H6(+ H4(+)
H2(-)
H3(-) H5(+
Profitabilitas
Growth Leverage
Good Corporate Governanace
31
METODOLOGI PENELITIAN
A. Objek Penelitian
Sampel yang digunakan adalah perusahaan Non Keuangan yang
masuk dalam pemeringkatan Good Corporate Governance Perception
Index (CGPI) yang dilakukan oleh The Indonesian Institute For Good
Corporate Governance (IICG) tahun 2008-2014 yang menerbitkan laporan
keuangan per 31 Desember.
B. Jenis Data
Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan
perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2014.
C. Teknik Pengambilan Sampel
Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan Non Keuangan yang masuk dalam pemeringkatan
penerapan corporate governance yang dilakukan oleh The Indonesian
Intitute For Good Corporate Governance (IICG) Pada tahun
2008-2014 berupa skor pemeringkatan CGPI (Good Corporate Governance
Perception Index)
2. Perusahaan yang membagikan keuntungan berupa dividen kepada para
3. Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan di BEI dan
mempublikasikan laporan keuangan auditan per tanggal 31 Desember
serta dinyatakan dalam satuan mata uang rupiah
4. Data perusahaan lengkap dengan variabel yang akan diteliti.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan
teknik dokumentasi, yaitu teknik yang mendokumentasikan data yang
telah dipublikasikan di BEI.
E. Definisi Operasional
1. Variabel Dependen
Dividend Payout Ratio adalah Rasio pembayaran dividen yang
menentukan jumlah laba yang dapat ditahan sebagai sumber
pendanaan. Proksi yang digunakan (Fahmi, 2014) yaitu :
DPR = � ℎ
2. Variabel Independen a. Profitabilitas (ROA)
Rasio yang menunjukan tingkat efektifitas perusahaan
dalam menghasilkan laba yang diperoleh dari penjualan maupun
investasi. Menurut Fahmi (2014), rasio profitabilitas ini mengukur
efektifitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukan oleh
hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Proksi yang
digunakan yaitu (Suharli, 2007) :
ROA= � ℎ
b. Leverage
Menunjukan tingkat kemampuan perusahaan untuk
memenuhi segala kewajiban finansialnya seandainya perusahaan
tersebut pada saat itu dilikuidasi (Sawir, 2001), proksi yang
digunakan yaitu :
DER = �
c. Growth
Perusahaan yang mengalami peningkatan pertumbuhan
dalam perkembangan usahanya merupakan perusahaan yang
termasuk dalam fase pertumbuhan (Fahmi, 2014), proksi yang
digunakan yaitu (Sulistyowati dkk., 2010) :
TAG = − −1 −1
3. Variabel Intervening
Good Corporate Governance yaitu sistem pengendalian internal
perusahaan yang memiliki tujuan utama mengelola resiko yang signifikan
guna memenuhi tujuan bisnisnya melalui pengamanan aset perusahaan
dan meningkatkan nilai investasi pemegang saham dalam jangka panjang,
proksi yang digunakan dalam penilaian CGPI yaitu terdiri dari empat
dan Observasi, dari hasil tersebut maka dapat dilakukan penggolongan
yaitu :
A= 85-100 sangat terpercaya
B=70-84,99 terpercaya
C= 55-69,99 cukup terpercaya
F. Uji Analisis dan Hipotesis Data
Pengujian hipotesis dilakukan untuk meneliti pengaruh profitabilitas,
leverage, dan growth terhadap dividend payout ratio dengan good
corporate governance sebagai variable intervening. Pada penelitian ini
dilakukan teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi
berganda untuk mengolah dan membahas data yang telah diperoleh serta
untuk menguji hipotesis yang diajukan. Pengujian dilakukan dengan
menggunakan bantuan program komputer IBM SPSS (Statistical Package
For Social Sciences) Versi 16 untuk mempermudah perhitungan statistik.
1. Analisis Regresi berganda
Analisis regresi linear berganda adalah analisis hubungan
secara linear antara dua atau lebih variabel independen dengan
variabel dependen. Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah
hubungan antara variabel dependen dengan independen apakah
masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif
dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai dari
Persamaanya yaitu :
a. DPRIt = β0+β1ROAit+β2DERit+β3TAGit+ β4CGPIit+e ... (1)
b. CGPIIt = β0+β1ROAit+β2DERit+β3TAGit+e ...(2)
Keterangan :
β = koefisien regresi
DPR = Rasio Dividend Payout Ratio
ROA = Rasio Profitabilitas
DER = Rasio Leverage
TAG = Rasio Growth
CGPI = Rasio goodCorporate Governance
e = Eror Term
2. Uji Kualitas Data
Uji kualitas data yang dilakukan adalah uji asumsi klasik model
regresi linear berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika
model tersebut memenuhi asumsi klasik statistik, baik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas ini digunakan untuk menguji tingkat
kenormalan data. Uji normalitas ini bertujuan untuk menguji
apakah dalam sebuah regresi, dependen variabel, independen
variabel atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau
mendekati normal (Rahmawati, dkk., 2014). Uji normalitas dalam
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov
smirnov. Jika nilai kolmogrov smirnov lebih besar dari α = 0,05
maka data dikatakan data berdistribusi normal (Ghozali, 2011)
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada
model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel
independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinearitas dapat
dilihat dari nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF),
dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:
1) Jika nilai tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10, maka
tidak terjadi masalah multikolinearitas, artinya model regresi
tersebut baik
2) Jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,1 dan nilai VIF diatas 10,
maka terjadi masalah multikolinearitas, artinya model regresi
3) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi, uji ini digunakan untuk menguji apakah
dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada
periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan
problem autokorelasi yang berkonsekuensinya varian sampel tidak
dapat menggambarkan varian poulasinya. Model regresinya tidak
dapat untuk menaksir nilai variabel dependen pada nilai variabel
independen tertentu. Model regresi yang baik adalah model
regresi yang bebas dari autokorelasi, uji autokorelasi dilakukan
dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW-Test). Uji ini
hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan (first order
autocorrelation) dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta)
dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi diantara variabel
bebas.
4) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah
dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual
satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut
homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak
Adanya heteroskedastisitas dalam regresi dapat diketahui
dengan menggunakan beberapa cara, salah satunya uji Glejser. Uji
Glejser ini mengusulkan meregres nilai absolut residual terhadap
variabel independen. Jika variabel independen signifikan secara
statistik mempengaruhi variabel dependen, maka indikasi terjadi
heteroskedastisitas. Jika signifikansi diatas tingkat kepercayaan
5% maka tidak mengandung adanya heteroskedastisitas (Ghozali,
2011)
3. Uji Hipotesis
a. Uji T ( Uji Parsial)
Untuk menguji secara parsial dari masing-masing variabel
independen berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap
variabel dependen. Kriteria uji statistik t adalah dengan melihat
nilai signifikansinya. Jika masing-masing variabel nilai sig < α
dengan nilai arah regresi β bernilai sesuai yang dihipotesiskan,
maka hipotesis diterima. Artinya variabel independen berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji t dapat dilihat pada
tabel koefisien pada kolom signifikan, jika probabilitas nilai t atau
signifikan < 0,05 maka dapat dikatakan terdapat pengaruh antar
variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Namun jika
probabilitas nilai t atau signifikan > 0,05 maka dapat dikatakan
tidak terdapat pengaruh antar variabel bebas terhadap variabel
b. Uji F (Uji Simultan)
Uji nilai F tujuannya adalah untuk menunjukan apakah
semua variabel independen yang dimasukan dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel
dependen (Ghozali, 2011). pengujian ini dilakukan dengan
menggunakan nilai signifikansi. Hipotesis diterima jika nilai sig <
α dan tanda koefisien searah dengan yang dihipotesiskan.
c. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa
jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel
dependen. Nilai R2 yang besar berarti kemampuan
variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang
dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen
(Ghozali, 2011)
d. Path Analysis (Diagram Jalur)
Path analysis digunakan untuk menggambarkan pola
hubungan yang mengungkapkan pengaruh seperangkat variabel
terhadap variabel lainnya, baik secara langsung maupun tidak
Dividend Payout
Suatu variabel dikatakan sebagai variabel intervening jika
hubungan tidak langsung lebih besar dari hubungan langsung. Setiap nilai
ρ menggambarkan jalur dan nilai koefisien jalur. Koefisien jalur
merupakan standardized koefisien regresi yang digunakan untuk
menemukan jalur mana yang paling tepat dan singkat suatu variabel
independen menuju variabel dependen (Sugiyono, 2007 dalam
Sulistyoweati dkk., 2010) dalam persamaan ini untuk menguji variabel
intervening terdapat dua substruktural yaitu:
Substruktural 1 :
CG = ρ CG.ROA + ρ CG.DER + ρ CG.GROWTH + e
Substruktural 2 :
Dalam diagram jalur untuk menerima atau menolak hipotesis
digunakan nilai koefisien pengaruh langsung dan nilai koefien tidak
langsung. Hipotesis diterima atau variabel dikatakan sebagai variabel
intervening jika nilai koefisien hubungan tidak langsung lebih besar dari
42
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan
Non-Keuangan yang masuk hasil pemeringkatan good Corporate
Governanace Perception Index (CGPI) yang dilakukan oleh The Institute
For Corporate Governanace (IICG) tahun 2008-2014 serta menerbitkan
laporan keuangan per tanggal 31 Desember tiap tahunnya, Data laporan
keuangan yang mengimplementasikan DPR, ROA, DER, TAG bersumber
dari laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada
tahun 2008-2014 dan diperoleh sampel sebanyak 40 sampel yang sesuai
dengan kriteria yang telah ditentukan.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode
purposive sampling, tujuannya untuk mendapatkan sampel yang
representative sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam penelitian,
berdasarkan kriteria yang telah ditetapka pada bab 3. Proses pemilihan