Peranan Pupuk Kalsium pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur 1 Tahun (TBM I)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian Santi dan Goenadi (2008) menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat
Respons linier yang diperoleh merupakan respons linier negatif yang artinya bahwa belum dapat ditentukan dosis optimum karena peubah yang diamati akan terus
Pemberian pupuk organik dengan taraf dosis 30 kg tanaman -1 tahun -1 pada percobaan 1 menghasilkan pertumbuhan kelapa sawit umur satu tahun pada tanah marginal
Hal ini sesuai dengan pendapat Kusumo (1984) bahwa dalam melakukan pemberian limbah padat PKS harus memperhatikan tingkat dosis yang diberikan, sebab jika terlalu
Berdasarkan hasil analisis tanah awal bahwa pemberian pupuk organik plus dengan dosis 750 kg/ha, menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian
Analisis dampak aplikasi limbah terhadap tanaman dilakukan dengan membandingkan kandungan unsur hara daun dan perolehan produksi antara lahan yang diaplikasikan
Kandungan klorofil TBM-2 kelapa sawit menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan pemupukan unsur Ca pada 15– 26 BST, hal ini sesuai dengan
Hal ini sesuai dengan pendapat Kusumo (1984) bahwa dalam melakukan pemberian limbah padat PKS harus memperhatikan tingkat dosis yang diberikan, sebab jika terlalu