• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUNGGAL TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUNGGAL TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA

DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUNGGAL TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

Oleh:

Heni Nurdianti Pratama NIM. 4121141010

Program Studi Pendidikan Biologi

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

ii

RIWAYAT HIDUP

Heni Nurdianti Pratama dilahirkan di Desa Sei Mencirim Kec. Sunggal Kab.Deli

Serdang, pada tanggal 10 Januari 1995. Ibu bernama Tuti Irawati dan ayah bernama Betut Adi

Pranata serta merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pada tahun 2000, penulis masuk SD

Negeri 105267 Kec. Sunggal dan lulus pada tahun 2006. Pada tahun 2006, penulis melanjutkan

sekolah di SMP Negeri 3 Sunggal dan lulus pada tahun 2009. Setelah itu pada tahun 2009,

penulis melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Sunggal dan lulus pada tahun 2012. Pada tahun

2012, penulis diterima di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Medan, Fakultas Matematika Dan

(4)

iii

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA

DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUNGGAL TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

Heni Nurdianti Pratama (4121141010) ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan hasil belajar siswa menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada materi pertumbuhan dan perkembangan di kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal T.P 2016/2017 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah siswa 252 orang. Sedangkan sampel diambil berdasarkan random sampling dan hanya satu kelas yang diambil dengan jumlah 35 orang siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Pada kelas yang dilakukan penelitian didapat rata-rata hasil belajar siswa sebesar 83,14 75(tuntas). Selain itu juga di peroleh tingkat penguasaan siswa sebesar 90% (tinggi), ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 94,3% dan ketuntasan seluruh indikator sebesar 84,05%

75% (indikator telah tercapai). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari ketiga indikator yang merupakan syarat untuk mengukur keefektivan belajar, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPA siswa di Kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran 2016/2017 sudah efektif.

(5)

iv

THE EFFECTIVENESS OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL ON GRADE VIII STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN LEARNING

SCIENCE AT SMP NEGERI 3 SUNGGAL IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017

Heni Nurdianti Pratama (4121141010)

ABSTRACT

This research aims to investigate the effectiveness of student’s achievement by using problem based learning in the growth and development topic in grade VIII students at SMP Negeri 3 Sunggal in the academic year 2016/2017. The consist of 7 classes which divide is 252 students. Meanwhile, the sample was taken based on random sampling technique and only one class was chosen which consist of 35 students. This research is an experimental research. From the research that has been done, it is found that the average number of student’s achievement is 83.14 ≥ 75 (complete). Furthermore, it is also gained the level of student’s mastering/understanding is 90% (high), student’s completeness classically is 94.3% and the completeness of all of the indicators is 84.05% ≥75 (indicator was achieved). Based on the result from those three indicators as the requirements to measure the effectiveness of study, it can be concluded that problem based learning toward grade VIII student’s achievement in learning science at SMP Negeri 3 Sunggal in the academic year 2016/2017 is effective to be implemented.

(6)

v

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin kesyukuran yang tiada terhingga penulis

panjatkan kepada Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang karena selalu

memberikan nikmat-Nya kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan

dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Shalawat dan salam kepada

Rasulullah SAW.

Skripsi berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning

Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun

Pembelajaran 2016/2017”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri

Medan.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada Bapak Drs.

Tri Harsono, M.Si sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak

memberikan bimbingan dan saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai

dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan

kepada Bapak Prof. Dr. Herbet Sipahutar, M.S., M.Sc, Bapak Drs. Lazuardi,

M.Si, dan Ibu Endang S. Gultom, S.Si.,M.Si.,Apt sebagai Dosen Penguji yang

telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai

selesai penyusunan skripsi ini.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Bapak Dra. Erlintan Sinaga,

M.Kes, selaku Dosen Pembimbing Akademik, Bapak Dr. Hasruddin, M.Pd,

selaku Ketua Jurusan Biologi, Ibu Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., M.Si, Apt.

selaku Sekretaris Jurusan, Ibu Dra. Cicik Suriani, M.Si, selaku Ketua Prodi

Pendidikan Biologi serta kepada Bapak dan Ibu Dosen maupun Staf Pegawai

Jurusan Biologi FMIPA UNIMED yang telah membantu penulis. Ucapan terima

kasih juga disampaikan kepada Bapak Budi Pariono, S.Pd.,M.Si selaku Kepala

Sekolah SMP Negeri 3 Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Ibu Duma Helderia

Sianipar, S.Pd, selaku guru bidang studi IPA, yang telah memberikan kesempatan

(7)

vi

Teristimewa dan penuh kasih penulis sampaikan terimakasih kepada yang

tercinta Ayahanda Betut Adi Pranata, Ibunda Tuti Irawati yang sepenuhnya berjasa dan senantiasa menitikkan air mata tatkala menitipkan harapan dan do’a kepada Allah SWT demi keberhasilan buah hatinya yang sudah mencetak penulis

menjadi generasi yang Mutaqin. Juga untuk adik tersayang Dwi Fajarwati dan

Putri Wahyuni beserta sanak keluarga yang telah memberika do’a dan kasih

sayang serta dukungan baik spiritual maupun material.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi

ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun

tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

menbangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini

bermanfaat dalam memperkaya pengetahuan dalam ilmu pendidikan.

Medan, Desember 2016

Penulis,

(8)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

Lembaran Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Abstract iv

Kata Pengantar v

Daftar Isi vii

Daftar Gambar viii

Daftar Tabel ix

Daftar Lampiran x

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 3

1.3. Batasan Masalah 3

1.4. Rumusan Masalah 3

1.5. Tujuan Penelitian 4

1.6. Manfaat Penelitian 4

1.7. Defenisi Operasional 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6

2.1. Kerangka Teoritis 6

2.2. Hipotesis Penelitian 16

BAB III METODE PENELITIAN 17

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 17

3.2. Populasi dan Sampel 17

3.3. Variabel Penelitian 17

3.4. Jenis dan Desain Penelitian 18

3.5. Prosedur Penelitian 18

3.6. Jenis dan Sumber Data 20

3.7. Alat dan Teknik Pengumpulan Data 21

3.8. Teknik Analisis Data 25

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 30

4.1. Hasil Penelitian 30

4.2. Pembahasan Hasil Penelitian 35

4.3. Hipotesis 39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 40

5.1. Kesimpulan 40

5.2. Saran 40

(9)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

[image:9.595.104.510.184.629.2]

Gambar 3.1. Prosedur Penelitian 19

Gambar 4.1. Diagram Perbandingan Nilai pretes dan Postes 31

Gambar 4.2. Diagram Batang Ketuntasan Indikator 33

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus 44

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 46

Lampiran 3 Instrumen Soal 62

Lampiran 4 Kunci Jawaban 74

Lampiran 5 Instrumen yang Digunakan 75

Lampiran 6 Kunci Jawaban 81

Lampiran 7 Perhitungan Validitas Instrumen 82

Lampiran 8 Perhitungan Reliabilitas Instrumen 84

Lampiran 9 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal 85

Lampiran 10 Perhitungan Daya Beda Instrumen 87

Lampiran 11 Data Tes Hasil Belajar Siswa 89

Lampiran 12 Perhitungan Rata-rata, Varians & Standar Deviasi 91

Lampiran 13 Perhitungan Ketuntasan Belajar Siswa 92

Lampiran 14 Perhitungan Tingkat Ketercapaian Indikator 93

Lampiran 15 Perhitungan Uji Normalitas 94

Lampiran 16 Perhitungan Uji Homogenitas 96

Lampiran 17 Tabel Uji Validitas 97

Lampiran 18 Tabel Uji Reliabilitas 98

Lampiran 19 Tabel Daya Beda Soal 99

Lampiran 20 Dokumentasi Penelitian 100

Lampiran 21 Rekapitulasi Nilai Pretes 104

Lampiran 22 Rekapitulasi Nilai Postes 105

Lampiran 23 Rekapitulasi Nilai Ketuntasan Indikator 106

Lampiran 24 Tabel r Product Moment 107

Lampiran 25 Tabel Wilayah Luas Kurva Normal 0 ke z 108

Lampiran 26 Tabel Uji Lilliefors 109

Lampiran 27 Tabel Distribusi t 110

(11)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam

keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya

pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses belajar

yang di alami oleh siswa sebagai anak didik. Mutu pendidikan tidak hanya

diketahui melalui prestasi belajar yang dimiliki siswa saja, melainkan dari

keseluruhan pencapaian siswa di bidang pengetahuan, sikap dan keterampilan

sedangkan prestasi hanya menekankan aspek pengetahuan saja.

Disamping itu salah satu masalah yang di hadapi dunia pendidikan adalah

lemahnya proses pembelajaran, siswa kurang di dorong untuk mengembangkan

kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di arahkan pada kemampuan anak

untuk menghapal informasi yang dapat di ingat untuk di hubungkan dengan

kehidupan sehari-hari. Akibatnya setelah anak didik lulus dari sekolah, mereka

pintar secara teoritis tetapi mereka lemah aplikasi. Pendidikan tidak diarahkan

untuk mengembangkan dan membangun karakter serta potensi yang dimiliki.

Dengan kata lain, proses pendidikan tidak di arahkan membentuk manusia cerdas,

memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup, serta tidak diarahkan untuk

membentuk manusia yang kreatif dan inovatif.

Menurut Djamarah (2011) guru adalah salah satu unsur manusia dalam

proses pendidikan. Unsur manusiawi lainnya adalah anak didik. Guru dari anak

didik berada dalam suatu relasi kejiwaan. Keduanya berada dalam proses interaksi

edukatif dengan tugas dan peranan yang berbeda. Guru yang mengajar dan anak

didik yang belajar dengan menerima bahan pelajaran dari guru dikelas. Mengajar

adalah tugas guru untuk menuangkan sejumlah pelajaran kedalam otak anak didik.

Dalam proses belajar mengajar, aktivitas anak didik yang diharapkan tidak hanya

aspek fisik, melainkan juga aspek mental. Disini aktivitas anak didik lebih banyak

daripada aktivitas guru sehingga kemampuan berfikir anak didik dapat

(12)

2

Berdasarkan observasi di SMP Negeri 3 Sunggal sebagai salah satu

sekolah yang mengimplimentasikan pembelajaran KTSP ternyata juga mengalami

hal yang sama. Guru kurang kreatif dalam menggunakan variasi model dan

metode mengajar. Model pembelajaran yang umum digunakan adalah model

pembelajaran konvensional. Strategi belajar mengajar yang digunakan guru juga

cenderung monoton (ceramah, tanya jawab dan penugasan). Selain itu, siswa juga

cenderung malas untuk berfikir kritis terhadap materi yang diberikan. Hasil

belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA juga masih rendah (hanya 40% dari 36

siswa yang bisa memenuhi nilai di atas 75). Selain itu siswa kurang berminat

dalam belajar IPA dan aktivitas belajarnya juga masih rendah (pada saat guru

menerangkan materi pelajaran hanya sebagian siswa saja yang memperhatikan,

selebihnya melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan pelajaran,

misalnya: lempar-lemparan kertas, ada yang bermain Hp, ada yang mengantuk,

dan lain sebagainya). Dan banyaknya siswa yang tidak mencapai nilai KKM (nilai

75) membuat guru harus melakukan remedial.

Untuk mengatasi problematika dalam pelaksanaan pembelajaran diatas,

tentu diperlukan model pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif yaitu

membuat siswa lebih aktif selama pembelajaran IPA. Sehingga terjadi perubahan

paradigma belajar, dari belajar berpusat pada guru kepada berpusat belajar pada

siswa. Dengan kata lain, ketika mengajar dikelas, guru harus berupaya

menciptakan kondisi lingkungan belajar, atau memberi kesempatan kepada siswa

untuk berperan aktif dari materi yang di pelajarinya.

Guru dituntut dapat memilih model pembelajaran yang dapat memacu

semangat setiap siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam pengalaman

belajarnya. Alternative model pembelajaran yang memungkinkan

dikembangkannya keterampilan berpikir siswa (penalaran, komunikasi, dan

koneksi) dalam memecahkan masalah didalam pelajaran IPA adalah Pembelajaran

Berbasis Masalah (Problem Based Learning).

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik ingin melakukan penelitian

terhadap hasil belajar siswa dengan suatu model pembelajaran untuk dapat

(13)

3

khususnya pada pelajaran IPA dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran 2016/2017”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan judul dan latar belakang masalah diatas, yang menjadi

identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Masih rendahnya penguasaan guru terhadap cara menyampaikan materi

pelajaran dalam proses belajar.

2. Kegiatan belajar mengajar yang masih berpusat pada guru (teacher centered

approach).

3. Minat dan aktivitas belajar siswa dalam pelajaran IPA masih rendah.

4. Strategi pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik perhatian dan

minat siswa untuk belajar (ceramah, tanya jawab dan penugasan).

1.3. Batasan Masalah

Agar masalah yang diteliti lebih jelas dan terarah, maka dari identifikasi

masalah yang ada, penelitian ini dibatasi sebagai berikut:

1. Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning.

2. Hasil belajar siswa dibatasi pada aspek penilaian kognitif.

3. Subjek penelitian dibatasi pada kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun

Pembelajaran 2016/2017.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan ruang lingkup diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah:

1. Bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran

Problem Based Learning pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan

(14)

4

2. Apakah model pembelajaran Problem Based Learning sudah efektif digunakan

terhadap pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan di kelas VIII

SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran 2016/2017?

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model

pembelajaran Problem Based Learning pada materi pokok pertumbuhan dan

perkembangan di kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran

2016/2017.

2. Untuk mengetahui efektif atau tidaknya model pembelajaran Problem Based

Learning pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan di kelas VIII

SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran 2016/2017.

1.6. Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi sekolah, guru,

siswa dan pihak lain. Berikut manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini

adalah:

1. Bagi sekolah, sebagai bahan acuan pihak sekolah dalam memperbaiki teknik

pengajaran yang dilakukan oleh pihak guru sehingga dapat meningkatkan

kualias hasil belajar disekolah.

2. Bagi guru, sebagai bahan referensi dalam merencanakan pembelajaran IPA

dengan menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah untuk

meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

3. Bagi siswa, sebagai bahan pengalaman belajar siswa yang dapat meningkatkan

(15)

5

1.7. Definisi Operasional

Adapun definisi operasional yang diperlukan untuk menjelaskan terminologi

di dalam penelitian ini sehingga tujuan dan arahan penelitian menjadi lebih

terfokus dan spesifik, adalah sebagai berikut:

1. Efektivitas adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai

dengan indicator pencapaian. Tolak ukur yang dijadikan keefektifan di dalam

penelitian ini adalah ketuntasan belajar, ketercapaian indikator pembelajaran

dalam proses pembelajaran.

2. Model pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan oleh seseorang untuk

mempermudah, mempercepat, lebih menikmati, lebih mudah menikmati secara

langsung, lebih efektif, dan lebih mudah di transfer ke dalam situasi yang baru.

3. Problem Based Learning adalah pembelajaran yang didasarkan pada masalah

yang diberikan oleh guru yang bertujuan untuk membantu siswa

mengembangkan keterampilan dan memecahkan masalah.

4. Hasil belajar adalah nilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses

pembelajaran. Hasil belajar siswa harus sesuai dengan tujuan pembelajaran,

sehingga apa yang dievaluasi sesuai dengan materi yang telah diajarkan.

5. Ketuntasan belajar adalah standar yang harus dicapai siswa setelah mengikuti

pembelajaran, ditandai dengan mencapai skor atau nilai tertentu yang telah

ditetapkan sebagai nilai ketuntasan.

6. Ketercapaian indikator pembelajaran adalah kriteria ketuntasan dimana 75%

(16)

40 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai

berikut:

1. Ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan model pembelajaran

Problem Based Learning pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan

di kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran 2016/2017 dengan

nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 83,14.

2. Model pembelajaran Problem Based Learning yang digunakan sudah efekif

terhadap hasil belajar siswa pada materi pertumbuhan dan perkembangan di

kelas VIII SMP Negeri 3 Sunggal Tahun Pembelajaran 2016/2017 karena

ketiga syarat indikator untuk memenuhi efektif atau tidaknya model

pembelajaran yang digunakan telah tercapai. Hal ini didapatkan dari persentase

tingkat penguasaan siswa sebesar 94,3%, ketuntasan hasil belajar siswa sebesar

90%, serta ketercapaian indikator sebesar 85,04%.

5.2 Saran

Adapun saran yang dikemukakan penulis dari penelitian ini adalah:

Adapun saran yang dikemukakan penulis dari penelitian ini adalah:

1. Agar guru IPA khususnya dan guru bidang studi lain pada umumnya

senantiasa berperan aktif dalam mengembangkan media pembelajaran biologi

yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Agar para pembaca dan kaum intelektual lainnya berkenan untuk melakukan

penelitian lanjutan sehubungan dengan penelitian ini pada lokasi dan objek

Gambar

Gambar 4.1. Diagram Perbandingan Nilai pretes dan Postes  Gambar 4.2. Diagram Batang Ketuntasan Indikator  Gambar 4.3

Referensi

Dokumen terkait

Maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan H1 diterima yang bearti bahwa model pembelajaran problem based learning, problem solving dan konvensional ada perbedaan

Berdasarkan analisis data diatas maka dapat disimpulkan bahawa model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) lebih efektif dibandingkan model pembelajaran

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model Problem Solving lebih baik dibandingkan dengan model Problem Based Learning pada

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan pengertian model pembelajaran Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dengan memberikan masalah yang berkaitan

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ( Problem Based Learning ) berpengaruh terhadap hasil belajar biologi aspek afektif siswa kelas X MIA

Skripsi yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP”

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan melalui model pembelajaran project based learning dan model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar

Karena itu dapat disimpulkan bahwa akan ada perbedaan hasil belajar pengetahuan siswa yang menggunakan model pembelajaran projek based learning dengan problem based learning pada konsep