• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMIKIRAN LIBERTY MANIK TERHADAP SEMANGAT NASIONALISME.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMIKIRAN LIBERTY MANIK TERHADAP SEMANGAT NASIONALISME."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH : REGINA SIBURIAN

NIM. 3123321040

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

REGINA SIBURIAN. NIM 3123321040. PEMIKIRAN LIBERTY MANIK TERHADAP SEMANGAT NASIONALISME. SKRIPSI S-1 JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH. FAKULTAS ILMU SOSIAL. UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2016

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui riwayat kehidupan Liberty Manik, keberadaan karya-karya Liberty Manik, pemikiran Liberty Manik dalam syair lagu dan tulisan serta semangat nasionalisme Liberty Manik. Untuk memperoleh data dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan Library

Research (studi kepustakaan) dan field research (penelitian lapangan). Adapun

hasil penelitian yang diperoleh yaitu Liberty Manik merupakan putra daerah kabupaten Dairi yang lahir pada tanggal 21 Nopember 1924 di desa Huta Manik, Kecamatan Sumbul Pegagan. Liberty Manik merupakan anak yang cerdas dan berbakat di bidang musik, seperti tampak dalam kemampuannya memainkan seruling dan kecapi. Sebelum melanjutkan di H.I.S Sidikalang, Liberty Manik belajar disekolah zending di Juma Ramba. Pada tahun 1940, Liberty Manik melanjutkan sekolahnya di sekolah guru H.I.K Xaverius College Muntilan. Sekolah tersebut mewajibkan musik sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan demikian kemampuan bermain musik dan wawasan musiknya semakin bertambah. Karakter Liberty Manik yang disiplin, mandiri, berpendirian kokoh semakin dibentuk saat belajar disekolah tersebut. Pengalaman batin akan peristiwa-peristiwa pasca kemerdekaan telah mendorong Liberty Manik menciptakan sebuah lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang bertujuan sebagai propogadis semangat kebangsaan seluruh masyarakat Indonesia. Semasa hidupnya Liberty Manik menciptakan tidak kurang dari enam lagu-lagu Indonesia, dua diantaranya bernafaskan nasionalisme yaitu lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan Negara Jaya. Selain menciptakan lagu, Liberty Manik juga turut menulis di berbagai media cetak sesuai dengan keahliannya di bidang musik. Semangat nasionalisme Liberty Manik yang dituangkan ke dalam bidang musik sebagai seorang seniman menjadikannya menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah Indonesia pada tahun 1999.

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu. Skripsi ini disusun

untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, baik isi,

tekhnik penulisan, maupun nilai ilmiahnya, mengingat keterbatasan pengetahuan

dan pengalaman. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati, penulis

mengaharapkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan

skripsi ini.

Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak menerima bantuan dari

berbagai pihak baik itu berupa moril maupun material. Maka dalam kesempatan

ini penulis menyampaikan rasa terima kasih serta pengharapan yang

sebesar-besarnya kepada :

 Orangtua tercinta, (Alm) Sahat Siburian dan Erisma br. Tampubolon

yang melahirkan, mendidik dan membesarkan penulis. Karena doa dan

cinta kasih mereka penulis bisa menjadi saat sekarang ini dan sampai pada

akhir untuk menyelesaikan studi dalam perkuliahan. Kiranya kasih dan

sukacita yang daripadaNya melingkupi Ibunda terkasih.

 Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

(7)

 Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan

Sejarah serta dosen penguji yang banyak memberi inspirasi bagi penulis.

 Bapak Syahrul Nizar, M.A, M.Hum selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan

Sejarah yang telah banyak membantu dan memberikan kemudahan bagi

penulis.

 Ibu Dra. Hafnita Sari Dewi Lubis, M.Si selaku Dosen Pembimbing

Skripsi, penulis mengucapkan terima kasih atas masukan dan kemudahan

yang telah ibu berikan kepada penulis mulai dari proses penyusunan

proposal hingga penyelesaian skripsi.

 Ibu Dra. Flores Tanjung, M.A Dosen Pembimbing Akademik serta sebagai

dosen penguji yang telah banyak memberikan motivasi, inspirasi dan

nasihat-nasihat kepada penulis.

 Bapak Drs. Ponirin, M.Si selaku dosen penguji yang telah banyak

memberi nasihat dan inspirasi kepada penulis.

 Dan kepada seluruh dosen jurusan Pendidikan Sejarah UNIMED yang

pernah mendidik dan mengajari penulis.

 Kakanda dan abangda terkasih ; Evi Siburian, Odie Siburian, Eva

Siburian, Itta Siburian, Ester Siburian, Ogie Siburian, Ojak Siburian,

Nelson Sianturi, Nam Jang Woo Sihombing, Henron Sinaga, Wawan, dan

Juprianto Saragih yang tiada bosannya mendukung dan memotivasi

penulis hingga saat ini. Semoga kasih persaudaraan tetap menyala-nyala

diantara kita. Tidak lupa juga kepada keponakan penulis, Bintang Yoshy

(8)

Bintang Vika Serephine, Bintang Hanesha Saragih yang mana ditengah

keluguannya menjadi motivasi tersendiri bagi penulis. Kelak, kiranya

menjadi anak yang membanggakan Tuhan dan sekitarnya.

 Keluarga Pdt. Singotan Situngkir, selaku keponakan dari Liberty Manik

yang dengan murah hati memberikan banyak informasi kepada penulis.

 Keluarga Drs. Parlemen Sinaga, selaku keponakan dari Liberty Manik

yang dengan murah hati memberikan banyak informasi kepada penulis.

 Harian Waspada Medan yang telah mengizinkan penulis untuk melihat

pemberitaan seputar Liberty Manik.

 Tidak lupa kepada sahabat-sahabat penulis Kartika Siregar, Agnestasia

Sinulingga, Ida Dasopang, yang selalu setia menemani, memotivasi

bahkan saling menegur dikala salah.

 Kepada seluruh teman Pendidikan Sejarah 2012, Fakhri Muliawan

Situmorang, S.Pd, Nurul Azmi Sambas, Yanti Siagian, Dian Puspita Sirait,

Janita Sembiring, Muhammad Adnin Sumantri, Wahyu Rahmadhani, Ema

Manisa, Roziah Rambe, Uci Armayanti, Sister Togatorop, M. Novriansyah

Lubis, Duma Milanta, Haryati Togatorop, Nijar Silaban, Sella Naomi, Sri

Ngenana, Judha Purba, Daniel Siburian, Lifzen Sitanggang, Debora, Jelita,

Eva Bako yang kerapkali memotivasi, menghibur dan mendukung penulis.

 Kakak dan abang kelas Pendidikan Sejarah Unimed, Ka Wienna, Ka Yeka,

Ka Tri Ananda, Ka Iki Fadilla, Ka Fitri, Ka Dwi, Ka Tari, Ka Aziza, Ka

(9)

Berkat, Bg Yasipin, Bg Janter, Bg Wardoyo, Bg Fadhil, Bg Tono, Bg Boy

yang dengan murah hati selalu membagikan setiap pengalamannya selama

perkuliahan kepada penulis.

 Teman-teman PPLT UNIMED SMP-SMA Swasta Santa Maria

Kabanjahe, Tenny Sipayung, Romasti Sitohang, Novita Sijabat, Yeslika,

Maria, Yessy, Eka Purba, Wanda, Meyda, Lidya, Meri Panjaitan yang

selalu saling mendukung dan memotivasi.

Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak

yang telah membantu dan jikalau ada pihak yang tidak tersebutkan, penulis

mengucapkan mohon maaf atas kelalaian itu. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi

pembaca dan dapat menjadi bahan masukan bagi yang membutuhkannya.

Medan, Maret 2016 Penulis

(10)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

DAFTAR ISI ... vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 5

1.3. Rumusan Masalah ... 5

1.4. Tujuan Penulisan ... 5

1.5. Manfaat Penulisan ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Konseptual... 7

2.1.1. Pemikiran Nasionalisme ... 7

2.1.2. Biografi ... 9

2.1.3. Komponis ... 10

2.1.4 Penulis .. ... 11

2.1.5 Liberty Manik ... 13

2.2. Kerangka Berfikir ... 15

2.3. Hipotesis ... 16

BAB III METODE PENULISAN 3.1. Metode Penulisan... 17

3.2. Sumber Data ... 18

3.3. Lokasi Penulisan ... 19

3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 19

(11)

BAB IV HASIL PENULISAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Riwayat Hidup Liberty Manik ... 21

4.1.1. Satu Nusa Satu Bangsa ... 26

4.1.2. Menetap di Tanah Air ... 32

4.1.3. Kenangan Keluarga ... 35

4.2. Keberadaan Karya Liberty Manik ... 42

4.3. Pemikiran Liberty Manik Dalam Syair Lagu Dan Tulisan ... 45

4.3.1. Syair Lagu ... 45

4.3.2. Tulisan ... 53

4.4. Semangat Nasionalisme Liberty Manik ... 59

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan ... 66

5.2. Saran ... 69

DAFTAR PUSTAKA ... 70

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Ketika suatu bangsa memutuskan untuk bersatu, nasionalisme atau paham

kebangsaan merupakan suatu paham yang harus dan sangat dibutuhkan dalam

menjaga eksistensi bangsa. Ide tentang kecintaan terhadap bangsa, yang kemudian

sering disebut sebagai nasionalisme, lahir dari suatu buah pemikiran yang terus

menerus yang kemudian memunculkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Ernest Renan pada tahun 1882 mengemukakan pendapatnya tentang paham

bangsa. Menurut beliau, bangsa adalah suatu nyawa, suatu azas akal, yang terjadi

dari dua hal: pertama-tama rakyat itu dulunya harus bersama-sama menjalani satu

riwayat. Kedua, rakyat itu sekarang harus mempunyai kemauan, keinginan hidup

menjadi satu. Bukan jenis (ras), bukannya bahasa, bukannya agama, bukannya

persamaan butuh, bukannya pula batas-batas negeri yang menjadikan bangsa itu,

(Soekarno, 1963 : 3).

Secara umum, hakikatnya gerakan nasionalisme mempengaruhi

munculnya ide-ide baru mengenai organisasi dan defenisi baru tentang identitas

suatu bangsa seperti agama, sosial, politik dan ekonomi, (Ricklef, 1999 :

247-248). Perwujudan ide semangat nasionalisme melahirkan sebuah fase sejarah

khususnya di Indonesia, yang lebih dikenal dengan istilah kebangkitan nasional.

Fase ini ditandai dengan kemunculan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

(13)

bangsa berdasarkan kesadaran, tekad dan upaya memajukan bangsa atas dasar

falsafah dan wawasan yang bersumber pada kepribadian nusantara, didukung para

cendikiawan yang berbasis pada pendidikan nasional untuk melawan penjajah.

Sederhananya, nasionalisme tidaklah berbicara tentang suku, agama, ras, budaya,

bahkan batas territorial suatu wilayah. Nasionalisme adalah suatu kesadaran

bersama untuk menjadi satu kesatuan membentuk identitas baru.

Gerakan nasionalisme Eropa pada perkembangannya memberikan

pengaruh yang besar terhadap perkembangan nasionalisme di kawasan

Asia-Afrika, termasuk Indonesia. Jejak pengaruh nasionalisme Eropa yang masuk ke

Indonesia, setidaknya terekam juga dalam khasanah musik. Gerakan nasionalisme

dalam musik diawali di Rusia lalu kemudian diikuti gerakan nasionalisme di

negara-negara Skandinavia, Spanyol, Italia, Hongaria, Inggris dan Amerika

Serikat. Pengaruh Barat terhadap musik sangat menonjol. Tangga nada yang

diatonik yang berasal dari Barat bukan saja menghadirkan perpaduan antara

Timur dan Barat, akan tetapi justru tangga nada inilah yang mendasari terciptanya

musik nasional Indonesia. Pembentukan musik nasional terjadi ketika para

pemuda Indonesia melakukan gerakan untuk membebaskan diri dari kaum

penjajah Belanda serta gerakan menciptakan kebudayaan nasional. Gerakan yang

terjadi pada tahun 1920-an di bidang musik tersebut mengarah kepada upaya

untuk menciptakan musik yang tidak berciri etnis seperti sistem tangga nada

(14)

Pada masa perjuangan melawan kolonialisme, perkembangan musik

diatonik menjadi fenomena politik yang disebabkan oleh perbedaan pandangan

tentang musik nasional. Sekitar tahun 1930-an cendikiawan Jawa berusaha

mengerahkan empu gamelan untuk menggubah segi permainan dan teori

memainkan lagu Indonesia Raya guna menguasai lagu kebangsaan. Namun hal

tersebut tidak berhasil karena pada dasarnya lagu Indonesia Raya menggunakan

sistem tangga nada diatonik, sedang instrument gamelan menggunakan sistem

tangga nada pentatonik.

Perkembangan musik diatonik sebagai sarana pendidikan nasionalisme

mengalir seiring munculnya generasi penerus setelah W.R Supratman dan

Muhammad Syafei pendiri sekolah Indonesisch Nederlansche School Kayu

Tanam di Sumatera Barat diantaranya, munculnya para pemusik daerah di

Tapanuli dengan latar belakang pengetahuan musik gereja misionaris Jerman yang

cukup handal. Adapun mereka antara lain, Cornel Simanjuntak, Amir Pasaribu,

J.A Dungga, Binsar Sitompul, W. Lumban Tobing dan Liberty Manik. Para

pemusik ini beranggapan bahwa musik nasional tidak boleh dibangun diatas

budaya musik Jawa saja, musik diatonis lebih terbuka bagi umum di lapisan

masyarakat dengan berbagai kebhinekaannya.

Satu dari pemusik yang disebutkan diatas adalah Liberty Manik, salah

seorang pencipta lagu wajib nasional yang berjudul, “Satu Nusa Satu Bangsa”.

Beliau berasal dari desa Huta Manik, Kecamatan Sumbul, kurang lebih 18 km

(15)

Liberty Manik adalah doktor pertama bidang musik di Indonesia yang lulus

dengan predikat Magna cum laude dari Freie Universitat Berlin, Jerman. Beliau

mendapat penghormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik

Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie pada tahun 1999 pada saat penobatannya

sebagai Guru Musik.

Lagu Satu Nusa Satu Bangsa begitu akrab di telinga rakyat Indonesia,

karena lagu tersebut mudah dinyanyikan semua orang, liriknya sederhana namun

mengandung arti nasionalisme yang mendalam. Lagu wajib tersebut diciptakan

pada tahun 1947 tepat dua tahun setelah Proklamasi Indonesia yang bertujuan

guna mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia agar terhindar dari segala

bentuk separatisme.

Selain menciptakan lagu, beliau aktif dalam menulis dan meneliti ilmu

musik. Melihat sosok Liberty Manik yang memiliki perhatian terhadap bidang

musik dan penulisannya yang bermuatan semangat nasionalisme, menjadi suatu

ketertarikan tersendiri untuk mengkaji riwayat hidup dan pemikiran

nasionalismenya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka

peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pemikiran Liberty

(16)

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas maka dapat diambil suatu

identifikasi masalah sebagai berikut :

1. Riwayat hidup Liberty Manik hingga menjadi komponis

2. Keberadaan karya-karya Liberty Manik pada masa Orde Lama

3. Pemikiran Liberty Manik dalam syair lagu dan tulisan

4. Semangat nasionalisme Liberty Manik

1.3. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana riwayat hidup Liberty Manik hingga menjadi komponis?

2. Bagaimana keberadaan karya-karya Liberty Manik ?

3. Bagaimana pemikiran Liberty Manik dalam syair lagu dan tulisan?

4. Bagaimana semangat nasionalisme Liberty Manik?

1.4. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui riwayat hidup Liberty Manik hingga menjadi

komponis.

2. Untuk mengetahui keberadaan karya-karya Liberty Manik

3. Untuk memahami pemikiran Liberty Manik melalui syair lagu dan

tulisan.

(17)

1.5 Manfaat Penelitian

2. Untuk mengetahui riwayat kehidupan Liberty Manik.

3. Memberikan wawasan bagi peneliti dan pembaca mengenai

keberadaan karya-karya Liberty Manik

4. Memberikan wawasan bagi peneliti dan pembaca mengenai pemikiran

nasionalisme Liberty Manik dalam syair lagu dan tulisan.

5. Sebagai bahan pengetahuan dan keterampilan peneliti dalam penulisan

suatu karya ilmiah.

6. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang berkeinginan meneliti

Liberty Manik lebih lanjut ditempat dan waktu serta pendekatan yang

berbeda.

7. Menambah perbendaharaan karya ilmiah bagi lembaga pendidikan

(18)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis mengambil

kesimpulan sebagai berikut :

1. Liberty Manik sebagai salah seorang putra daerah Dairi yang lahir pada

tanggal 21 Nopember 1924 di desa Hutamanik, Kecamatan Sumbul

Pegagan merupakan seseorang yang mandiri, disiplin, berpendirian teguh,

tegas dan cerdas. Sejak bangku sekolah, beliau telah memperlihatkan

bahwa beliau memiliki prestasi yang baik. Sedangkan bakat dan talentanya

dibidang musik juga sudah tampak sejak kecil yang dibuktikan dengan

kemampuannya memainkan beberapa alat musik seperti seruling, dan

kecapi. Keberangkatannya untuk belajar di H.I.K Xaverius College

Muntilan setelah lulus ujian termasuk ujian bahasa Belanda,

mempertemukannya dengan Cornel Simanjuntak. Belajar di H.I.K

Muntilan memberikan pengalaman baru bagi Liberty Manik, baik dalam

perkembangan pengetahuannya di bidang musik juga pembentukan

karakter Liberty Manik yang mendapat pengaruh dari Barat.

2. Selama tinggal di Yogyakarta, Liberty Manik turut merasakan dan melihat

peristiwa-peristiwa pasca kemerdekaan Indonesia, ketika Belanda

melancarkan serangan agresi yang pertama. Pengalaman batin dimasanya

telah mendorong Liberty Manik menciptakan sebuah karya, Satu Nusa

(19)

Indonesia. Semasa hidupnya, beliau menciptakan enam buah lagu-lagu

Indonesia disamping itu juga turut menggubah lagu-lagu gerejawi.

Sebelum keberangkatannya ke Eropa, Liberty Manik juga turut menulis

berbagai artikel di bidang musik di media cetak. Kemampuannya

menguasai teknik permainan alat musik dan pengetahuan ilmu musik telah

mendukungnya untuk melakukan hal tersebut.

3. Setelah lama bermukim di Eropa, atas undangan keluarga besar Golongan

Karya, Liberty Manik kembali ketanah air dan menyelidiki musik-musik

rakyat di daerah Tapanuli. Selama tiga bulan beliau aktif menyelidiki

musik Batak sampai kepedalaman daerah Pakpak Dairi, Samosir, Toba,

Karo, Simalungun, Sipirok dan Mandailing.

4. Dalam lagu gubahan Liberty Manik terdapat semangat nasionalisme

Indonesia seperti yang tercantum dalam Pancasila, khususnya sila ketiga

yaitu Persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia ditandai dengan rasa cinta

tanah air, bangga menjadi bagian dari bangsa dan masyarakat Indonesia,

menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi ataupun

kelompok, mengakui dan menghargai keanekaragaman yang ada di

Indonesia, ikut memajukan dan mengharumkan nama Indonesia serta

membangun rasa persaudaraan. Ide persatuan Indonesia tersebut tampak

dalam karyanya yang fenomenal “Satu Nusa Satu Bangsa” dan “Negara

Jaya”. Karakter dan kepribadian Liberty Manik sangat kuat. Ditandai

dengan penuturannya yang tidak akan menciptakan lagu-lagu yang untuk

diperjualbelikan. Pengalaman dalam menciptakan lagu menyebabkan

(20)

5.2 Saran

1. Fakta sejarah dapat dipahami dengan baik hanya jika terlebih dahulu

memahami kondisi yang melatarbelakanginya. Demikian halnya dengan

lagu-lagu perjuangan yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan

bangsa Indonesia. Lagu-lagu perjuangan mampu menumbuhkan semangat

nasionalisme dan patriotisme yang berperan penting dalam menjaga

kesatuan suatu bangsa. Untuk itu, marilah seluruh masyarakat Indonesia

menghargai lagu-lagu perjuangan serta penciptanya. Dengan demikian

bersama-sama mewujudnyatakan setiap harapan dalam lagu-lagu

perjuangan.

2. Lagu-lagu perjuangan sebagai lagu wajib nasional berdasarkan Instruksi

Menteri Muda Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan No.1 tanggal 17

Agustus 1959 yang diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1963 merupakan

lagu-lagu yang wajib diajarkan di setiap sekolah dari tingkat dasar sampai

perguruan tinggi. Sebaiknya tenaga pendidik mengajarkan baik

penghafalan lirik lagu, teknik menyanyikan, aspek sejarahnya, bahkan

sejarah dari pencipta atau komponis lagu tersebut. Sehingga peserta didik

memahami perjalanan bangsanya dan mampu menghargai setiap karya

dari pahlawannya tidak terkecuali pahlawan di bidang musik. Dengan

demikian diharapkan akan lahir generasi-generasi yang mencintai bangsa

(21)

3. Bagi seniman-seniman musik agar ketika menciptakan lagu-lagu wajib

nasional tidak berorientasi pada materi yang akan dihasilkan sesudahnya

tetapi karena rasa nasionalisme dan patriotrisme terhadap bangsa dan

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Taufik. 1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi. Gramedia : Jakarta Anderson, Benedict. 2008. Imagined Communities. Insist: Yogyakarta

Dungga, dan Manik. 1952. Musik di Indonesia dan Beberapa Persoalannya. Balai Pustaka : Jakarta

Fu’ad, Zulfikar. 2008. Menulis Biografi. Life Story Publisher :Yogyakarta

Gottschalk, Louis. 2008. Mengerti Sejarah. Universitas Indonesia Press: Jakarta.

Harahap, Syahrin. 2014. Metodologi Studi Tokoh dan Penulisan Biografi. Prenada : Jakarta

Huen, Lim Pui, dkk. 2000. Sejarah Lisan Di Asia Tenggara. LP3ES : Jakarta

Kartodirdjo, Sartono.1999. Pengantar Sejarah Indonesia Baru Sejarah Pergerakan Nasional Dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme Jilid 2. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia : Jakarta

Koentowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Tiara Wacana Yogya : Yogyakarta

2005. Pengantar Ilmu Sejarah. Bentang Pustaka: Yogyakarta.

Ricklefs,M.C. 1999. Sejarah Indonesia Modern. Gajah Mada University Press : Yogyakarta

Sinaga, Armeindo. 2014. Cornel Simanjuntak : Pejuang dan Komponis Indonesia dari Pematang Siantar (1921-1946) Jurusan Pendidikan Sejarah FIS Unimed., Skripsi, FIS, Unimed, Medan.

Sidjabat, W. 1968. Partisipasi Kristen Dalam Nation Building di Indonesia. BPK : Bandung Simanjuntak, Payaman. 1992. Seniman Pejuang dan Pejuang Seniman. HIPSMI : Jakarta Sirait, H. 2007. “Cornel Simanjuntak-Sekali Berarti Lalu Mati”. Tatap Nomor 4

Sjamsuddin, Helius. 2012. Metodologi Sejarah. Ombak: Yogyakarta.

Soedarsono,R.M. 1998. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : Jakarta.

Soekarno. 1963. Dibawah Bendera Revolusi Jilid I. Jakarta.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis. Angkasa: Bandung

Referensi

Dokumen terkait

Hal yang paling menarik adalah ia akan bisa melihat berbagai jenis batuan yang sedang dipelajari di sekolah.. Hanya sayang, kesempatan itu datang justru di saat kakek dan

Pada saat seseorang membaca tentang berbagai mukjizat yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus, ada pertanyaan yang perlu diajukan, yakni “Apakah ia percaya akan

7. [Puzzle] Menyambung cerita soal sebelumnya, akhirnya, Silas memilih untuk hidup menetap di pulau tersebut. Selama 6 tahun tinggal di sana, Silas tetap sulit membedakan secara

Dalam skripsi ini lebih khusus mengenai perang yang terjadi setelah meninggalnya Hideyoshi, yang melibatkan hampir seluruh daimyo di Jepang, yang disebut dengan

Pada tahap ini dilakukan pengukuran lingkungan yang dapat mempengaruhi tingkat reproduksi penyu hijau (Chelonia mydas) seperti suhu pasir tempat

Penelitan yang dilakukan oleh Nur Siti Aliyah tahun 2008 dengan judul Strategi pelayanan prima kantor departemen agama Jakarta barat terhadap calon jamaah haji, strategi

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi parameter físika, kimia dan biologi di perairan Pulau Pulau Salemo, Pulau Sagara, dan Pulau Sabangko, (2)

Variabel Pelaksanaan Pekerjaan Fisik, dari hasil analisis dan pembahasan bahwa masyarakat selaku pelaksana konstruksi dan penyedia jasa mampu mewujudkan tertib usaha jasa