• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PENGUASAAN TEORI PELAYANAN PRIMA DENGAN MINAT BEKERJA SEBAGAI WAITERS DI HOTEL PADA SISWA SMK YAPIM MEDAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN PENGUASAAN TEORI PELAYANAN PRIMA DENGAN MINAT BEKERJA SEBAGAI WAITERS DI HOTEL PADA SISWA SMK YAPIM MEDAN."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PENGUASAAN TEORI PELAYANAN PRIMA DENGAN

MINAT BEKERJA SEBAGAI WAITERS DI HOTEL

PADA SISWA SMK YAPIM MEDAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Oleh :

PUTRI MAYUMI MANIK

NIM. 5113342023

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i

ABSTRAK

Putri Mayumi Manik : Hubungan Penguasaan Teori Pelayanan Prima

Dengan Minat Bekerja Sebagai Waiters Di Hotel Pada Siswa SMK YAPIM Medan. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Medan. 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Penguasaan teori pelayanan prima (2) Minat bekerja sebagai waiters di hotel (3) Hubungan penguasaan teori pelayanan prima dengan minat bekerja sebagai waiters di hotel. Lokasi penelitian di SMK YAPIM Medan dan jumlah responden 57 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil semua populasi sebagai sampel.

Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Waktu pelaksanaan dilakukan pada bulan Desember 2015 - Februari 2016. Data variabel penguasaan teori pelayanan prima siswa di jaring dengan menggunakan tes, dan minat bekerja sebagai waiters di hotel pada siswa di jaring dengan menggunakan angket. Teknik analisis data adalah deskriptif data, uji kecenderungan, uji persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji liniearitas, serta uji hipotesis dengan uji korelasi product moment..

Hasil uji kecenderungan dari variabel penguasaan teori pelayanan prima siswa sebesar 56,1% berada dalam kategori cenderung cukup, dan untuk variabel minat bekerja sebagai waiters di hotel pada siswa sebesar 77% juga berada dalam kategori cenderung cukup. Hasil analisis uji normalitas yang menggunakan Liliefors pada variabel penguasaan teori pelayanan prima adalah Lhitung < Ltabel

(0,081 < 0,117), dan untuk hasil analisis uji normalitas Liliefors pada variabel minat bekerja sebagai waiters di hotel adalah Lhitung < Ltabel (0,046 < 0,117). Maka

dapat disimpulkan bahwa hasil uji normalitas dari kedua variabel tersebut berdistribusi Normal. Untuk uji hipotesis yang menyatakan “terdapat hubungan penguasaan teori pelayanan prima dengan minat bekerja sebagai waiters di hotel pada siswa SMK YAPIM Medan” digunakan analisis kolerasi product moment. Dari analisis tersebut diperoleh rxy sebesar 0,571. Dan hasil perhitungan rtabel

dengan jumlah siswa n= 57 pada taraf signifikan 5% adalah 0,254. Dengan demikian diperoleh harga rhitung > rtabel yaitu 0,571 > 0,254. Hasil tersebut

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat

dan petunjuk Nya sehingga proposal ini dapat terselesaikan dengan baik. Proposal

ini merupakan persyaratan akademik untuk melakukan penelitian dalam rangka

penulisan Skripsi. Adapun judul proposal ini adalah “ Hubungan Penguasaan Teori Pelayanan Prima Dengan Minat Bekerja Sebagai Waiters Di Hotel Pada Siswa Smk Yapim Medan”.

Dalam kesempatan ini penulis inin menyampaikan rasa terima kasih

sedalam-dalamnya kepada berbagai pihak yang telah memberi bantuan berupa

arahan dan dorongan untuk menyelesaikan proposal ini. Oleh karena itu penulis

menyampaikan terima kasih kepada :

1. Ibu Dra. Lina Pangaribuan, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang

telah banyak membantu, mengarahkan, membimbing dan memberi

dorongan sampai skripsi ini selesai

2. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd selaku Dekan Fakultas Teknik

Unimed. Bapak Prof. Drs. Sumarno, M.Pd selaku Wakil Dekan I Fakultas

Teknik Unimed dan seluruh staf. Ibu Dr. Dina Ampera, M.Si selaku Ketua

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Ibu Dra. Fatma Tresno

Ingtyas, M.Si selaku Sekretaris jurusan Pendidikan Kesejahteraan

Keluarga.

3. Ibu Dra. Yuspa Hanum, M.S selaku Dosen Pembimbing Akademik

sekaligus Dosen Penguji Skripsi yang telah banyak memberikan motivasi

dan bimbingan.

4. Ibu Dra. Dwi Diar Estelita, M.Pd selaku Dosen Penguji Skripsi yang telah

banyak memberikan motivasi dan bimbingan

5. Ibu Dra. Lelly Fridiarty, M.Pd selaku Dosen Penguji Skripsi.yang telah

banyak memberikan motivasi dan bimbingan.

6. Bapak Drs. Samson Sitorus selaku Kepala Sekolah dan Ibu Maratu serta

Bapak Herbert yang telah membantu penulis selama melaksanakan

(7)

iii

7. Ibu Ani Rista, S.Pd selaku Kepala Sekolah yang telah membantu penulis

selama melaksanakan uji instrumen di SMK CIPTA KARYA Medan.

8. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada orang tua

tercinta Ayahanda Rahman Manik dan Almarhumah Ibunda tersayang Siti

Maryam, yang telah memberikan kasih sayang, dorongan, semangat dan

pengorbanan yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan

study ini.

9. Teristimewa kepada Bou dan Bapak yang sudah memberikan doa,

motivasi, dukungan baik secara moril dan materil serta yang sudah

memberikan kasih sayang kepada penulis.

10. Teristimewa kepada Adikku tersayang Daud Mario Valentino Manik dan

adik kecilku Desi Friska Harahap yang telah memberikan dukungan dan

semangat serta abangku tercinta Almarhum Indra Syahputra Manik yang

sudah tenang di sisi Allah.

11. Teman-teman seperjuangan kelas ekstensi Pendidikan Tata Boga FT

UNIMED stambuk 2011 Paskaria Doloksaribu S.Pd, Yuyun Rahmadhani ,

Anissa Nur Fadila S.Pd, Fatwa Rizky S.Pd, Efrida Elisa Siregar S.Pd,

Maya Riskya S.Pd, Nur’Asiyah S.Pd, Eva Dina Sitanggang, Liana Daeli

S.Pd, Monalisa, Paulus Depari, Dena Yolanda, Fitria Ningsih, Nelly Riati

Siallagan S.Pd, Siti Aisyah Ulfa S.Pd, Shelly Salsabilla, Risky Khairani

Gultom S.Pd, Andre, Devi Permata Sari S.Pd, Hendra, Arnold B.L.G S.Pd,

Dewi Wida Sari, Intan Cahaya, Roliza Sun Honest S.Pd, Wahyu ika, dan

Mhd. Rifa’i S.Pd yang selalu menjadi teman setia dan seperjuangan.

Semoga amal baik dari berbagai pihak mendapatkan balasan yang setimpal

dari Allah SWT. Amin. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Medan, 2 Maret 2016 Penulis,

(8)

iv

B. Identifikasi Masalah... 5

C. Pembatasan Masalah... 6

D. Rumusan Masalah... 6

E. Tujuan Penelitian... 7

F. Manfaat Penelitian... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori... 8

1. Penguasaan teori pelayanan prima... 8

a. Pengertian pelayanan prima... 9

b. Konssep pelayanan prima... 9

c. Mutu pelayanan... 16

d. Pelaksanaan pelayanan prima... 17

2. Minat bekerja sebagai waiters di hotel... 20

B. Penelitian yang Relevan... 36

C. Kerangka Berpikir... 37

D. Hipotesis Penelitian... 39

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 40

B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 40

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 42

1. Populasi Penelitian ... 42

2. Sampel Penelitian ... 42

D. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data ... 43

1. Instrumen Pengetahuan Kewirausahaan ... 43

2. Instrumen Minat Membuka Usaha Bidang Makanan ... 44

E. Uji Instrumen Penelitian ... 45

1. Uji Validitas tes ... 45

2. Uji Reliabilitas tes ... 46

(9)

v

4. Uji daya beda ... 47

5. Uji Validitas Angket ... 48

6. Uji Reliabilitas Angket ... 49

F. Teknik Analisis Data ... 50

1. Deskripsi Data ... 51

2. Uji Kecenderungan ... 52

3. Uji Persyaratan Analisis ... 53

a. Uji Normalitas ... 53

b. Uji Linieritas ... 54

4. Pengujian Hipotesis ... 55

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Data Penelitian ... 57

1. Penguasaan teori pelayanan prima (X) ... 57

2. Minat bekerja sebagai waiters di hotel (Y) ... 58

B.Identifikasi Kecenderungan Penelitian ... 57

1. Penguasaan teori pelayanan prima(X) ... 60

2. Minat bekerja sebagai waiters di hotel (Y) ... 61

C.Uji Persyaratan Analisis ... 62

1. Uji Normalitas Distribusi Skor Penelitian ... 62

a. Uji Normalitas Variabel Data Penguasaan teori PP ... 62

b. Uji Normalitas Variabel Data Minat bekerja sebagai waiters ... 63

2. Uji Linieritas ... 64

D.Pengujian Hipotesis ... 65

E. Temuan Penelitian ... 66

F. Pembahasan Hasil Penelitian ... 67

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan ... 70

B.Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 72

(10)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman

1. Banyaknya subjek penelitian SMK YAPIM Medan...42

2. Kisi-Kisi Tes Penguasaan teori pelayanan prima... 43

3. Skala Likert... 44

4. Kisi-kisi Angket Minat bekerja sebagai waiters di hotel ... 44

5. Tingkat Reliabilitas ... 49

6. Distribusi Frekuensi Variabel Penguasaan teori pelayanan prima ... 57

7. Distribusi Frekuensi Variabel Minat bekerja sebagai waiters di hotel ... 59

8. Tingkat Kecenderungan Data Penguasaan teori pelayanan prima...60

9. Tingkat Kecenderungan Minat bekerja sebagai waiters di hotel... 61

10.Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data Variabel Penguasaan teori pelayanan prima ... 62

11.Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data Variabel Minat bekerja sebagai waiters di hotel ... 63

12.Ringkasan hasil perhitungan uji linearitas persamaan regresi Y atas X ... 64

(11)

vii

DAFTAR DIAGRAM

Halaman

(12)

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Tes Penguasaan Teori Pelayanan Prima ... 75

2. Angket Minat Bekerja Sebagai Waiters Di Hotel ... 82

3. Tabulasi Uji Instrumen validitas Tes penguasaan teori pelayanan prima .... 85

4. Tabulasi uji instrumen reliabilitas Tes penguasaan teori pelayanan prima .. 86

5. Perhitungan Validitas tes penguasaan teori pelayanan prima ... 87

6. Perhitungan Reliabilitas tes penguasaan teori pelayanan prima ... 90

7. Tabulasi uji instrumen validitas Angket Minat bekerja sebagai waiters...94

8. Tabulasi uji instrumen reliabilitas Angket Minat bekerja sebagai waiters....95

9. Perhitungan validitas angket minat bekerja sebagai waiters di hotel...96

10. Perhitungan reliabilitas angket bekerja sebagai waiters di hotel...99

11. Tabulasi Data Hasil Penelitian Tes Penguasaan teori pelayanan prima ... 102

12. Tabulasi Data Hasil Penelitian Angket Minat bekerja sebagai waiters ... 103

13. Data Hasil Penelitian Variabel Pengeuasaan teori pelayanan prima (X) dengan Minat bekerja sebagai waiters di hotel (Y) ... 104

10. Perhitungan Harga Rata – rata (M), Standar Deviasi (SD) dan Distribusi Frekuensi dari Dua Variabel Penelitian ... 106

11. Identifikasi Tingkat Kecenderungan Variabel Penelitian ... 109

12. Uji Normalitas Sebaran Data Masing – Masing Variabel Penelitian ... 113

13. Perhitungan Persamaan Regresi Sederhana, Uji Kelinieran dan Keberartian Persamaan Regresi Minat bekerja sebagai waiters di hotel (Y) Atas Penguasaan teoi pelayanan prima (X) ... 117

14. Perhitungan koefisien korelasi antara variabel penelitian ... 123

15. Silabus ... 129

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu unsur yang memiliki peran penting

dalam membentuk dan mengembangkan karakter bangsa yang berkualitas.

Pendidikan diharapkan mampu memberikan sumbangan besar dalam

meningkatkan sumber daya yang besar sebagai tenaga pembangunan, beriman dan

bertaqwa, berakhlak mulia, berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan

keterampilan, sehat jasmani dan rohani serta mempunyai kepribadian yang

mantab dan mandiri. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional yaitu untuk

mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat

dalam rangka mencerdaskan kehidapan bangsa, untuk berkembangnya potensi

peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan

yang maha esa, sehat, berilmu, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri dan

menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-Undang

Pendidikan Nasional, 2003).

Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik

dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Achjar Chalil, 2008). Sekolah

menengah kejuruan merupakan lembaga pendidikan formal yang berorientasi

pada bidang keahlian yang spesifik untuk memiliki kemampuan, keterampilan dan

(14)

2

Pendidikan menengah, dibagi dua jenis yaitu pendidikan umum dan

pendidikan kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bentuk

pendidikan formal merupakan pendidikan menengah yang mempunyai peranan

dalam menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan trampil di bidang tertentu.

Sistem Pendidikan Nasional Penjelasan Pasal 15 yang menjelaskan bahwa

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan

peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu (Undang-Undang

Pendidikan Nasional, 2003).

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan

formal yang berorientasi pada bidang keahlian yang spesifik untuk memiliki

pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai tenaga siap kerja terampil tingkat

menengah dalam ruang lingkup keahlian tertentu. Tujuan sekolah menengah

kejuruan yaitu menyiapkan tenaga kerja produktif dan siap pakai, yang langsung

dapat bekerja dibidang yang relevan (Undang-Undang Pendidikan Nasional,

2003).

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik yang

kemudian diolah oleh Pusat Data dan Informasi Ketenaga kerjaan pada tahun

2006 lulusan SMK di Indonesia mencapai 628.285 orang, sedangkan proyeksi

penyerapan atau kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK tahun 2007 hanya 385.986

orang atau sekitar 61,43%. Sedangkan pada bulan Februari tahun 2012 siswa

lulusan SMK di Indonesia yang sudah bekerja berjumlah 9.426.857 orang,

sedangkan pengangguran terbuka yang berasal dari lulusan SMK berjumlah

(15)

3

pengangguran terbuka sebesar 9,5% di tingkat pendidikan SMK. Idealnya secara

nasional lulusan SMK yang bisa langsung memasuki dunia kerja sekitar 80-85%,

sedangkan selama ini yang terserap baru 61%.

Seiring dengan perkembangan zaman, begitu banyak munculnya restoran

dan hotel yang di bangun di berbagai kota, dengan menjual jasa pelayanan sebaik

mungkin. Dari data yang diperoleh serta hasil observasi penulis, ada sekitar 61

hotel berbintang yang ada diSumatera Utara yang bersedia menerima tenaga kerja

yang sudah terdidik. Melihat kenyataan ini dapat di pastikan begitu besarnya

peluang kerja untuk siswa lulusan SMK Pariwisata terutama untuk Jurusan

Perhotelan. Seyogyanya siswa Jurusan Perhotelan SMK Pariwisata membutuhkan

ilmu pengetahuan dan kemampuan yang berkaitan dengan usaha jasa berupa

pelayanan yang handal dan profesional. Banyaknya SMK Pariwisata di Sumatera

Utara terutama untuk jurusan perhotelan, diharapkan menjadi modal utama

sumber daya manusia yang siap bekerja. Kondisi ini sangatlah menarik perhatian,

dimana peluang kerja yang ada di sertai kemampuan khusus yang di tawarkan dari

dunia pendidikan, mampu berpengaruh dan bekerja sama sehingga menumbuhkan

minat siswa untuk belajar lebih baik agar mampu mengisi peluang kerja yang ada.

SMK Pariwisata yang ada di Sumatera Utara, baik negeri maupun swasta

sama-sama memiliki peluang besar untuk membentuk sumber daya manusia yang

profesional pada bidangnya dan menyalurkannya pada dunia kerja. Sekolah akan

berlomba-lomba untuk menjadikan siswa yang profesional, mampu dan siap

bekerja. Bekerja sama dengan dunia kerja, SMK Pariwisata akan menyalurkan

(16)

4

Pariwisata umumnya lebih mengutamakan potensi siswa dengan menjanjikan

siswa untuk langsung bekerja.

Salah satu sekolah menengah kejuruan di kota Medan adalah SMK

YAPIM yang memiliki 2 jurusan yaitu teknik informatika dan akomodasi

perhotelan. Pada jurusan akomodasi perhotelan, peserta didik mempelajari mata

diklat seperti layanan prima, house keeping, room service dan F n B service. Salah

satu mata diklat yang berpengaruh pada minat untuk bekerja sebagai pelayan di

hotel adalah Layanan Prima.

Menurut Sugiarto, (1998) seorang waiters dituntut untuk memiliki sikap,

pembawaan dan tingkah laku yang harus dijaga dan dipelihara serta selalu

bersikap siap sedia dan ramah terhadap tamu hotel. Selain itu juga dituntut untuk

memiliki sikap yang toleran dan terampil serta senantiasa dalam keadaan sedia

dalam menyediakan pelayanan.

Dari hasil data observasi yang dilakukan oleh penulis pada siswa alumni

SMK Yapim jurusan perhotelan diperoleh bahwa siswa lulusan tahun 2013/2014

yang bekerja di hotel hanya sekitar 8 orang dari 105 lulusan dan pada tahun

lulusan 2014/2015 diperoleh bahwa dari 67 lulusan hanya 5 orang yang bekerja di

hotel. Itu berarti minat siswa dan siswi SMK perhotelan di YAPIM Medan untuk

bekerja sebagai waiters di hotel sangat minim. Angka ini dianggap sangat rendah

mengingat bahwa tujuan sekolah menengah kejuruan adalah menyiapkan tenaga

kerja produktif dan siap pakai, yang langsung dapat bekerja dibidang yang

(17)

5

mampu terjun langsung dibidang industri dan mempraktikkan hasil pembelajaran

pelayanan prima setidaknya melebihi dari 50% lulusan yang ada.

Penguasaan teori pelayanan prima tidak dapat terlepas dari kemampuan

seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan layanan secara prima

dengan menggabungkan konsep penampilan, kemampuan, sikap, tindakan dan

tanggung jawab dalam kesiapan untuk bekerja sebagai waiters dihotel (Suyetty,

2004). Dari hasil observasi diperoleh bahwa siswa belum terlalu menguasai

konsep-konsep pelayanan prima dan kurang menerapkan pelaksanaan pelayanan

prima pada saat pembelajaran.

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan penulis sebagai

mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Boga Universitas Negeri Medan

yang telah belajar mengenai pelayanan prima dan dipersiapkan untuk menjadi

calon guru SMK merasa tertarik dan perlu untuk melakukan penelitian tentang ‘’

Hubungan penguasaan teori pelayanan prima dengan minat bekerja sebagai

waiters di hotel pada siswa SMK YAPIM Medan’’

B.Identifikasi Masalah

Dari uraian latar belakang diatas, dapat diidentifikasikan permasalahannya

sebagai berikut :

1. Penguasaan teori pelayanan prima yang masih belum maksimal dikuasai

2. Kurangnya pengetahuan siswa tentang konsep pelayanan prima yang

meliputi kemampuan, penampilan, sikap, tindakan dan tanggung jawab

3. Penerapan pelaksanaan pelayanan prima yang kurang diterapkan

(18)

6

5. Minat siswa untuk bekerja sebagai waiters di hotel masih kurang

6. Hubungan antara penguasaan teori pelayanan prima dengan minat bekerja

sebagai waiters di hotel.

C.Pembatasan Masalah

Dari uraian identifikasi masalah diatas, batasan dari permasalahan ini

adalah :

1. Penguasaan teori pelayanan prima yang berkaitan dengan konsep

pelayanan, mutu pelayanan dan pelaksanaan pelayanan prima sebagai

waiters di hotel pada siswa SMK YAPIM Medan

2. Minat bekerja sebagai waiters di hotel dipengaruhi oleh faktor internal

yaitu perhatian, perasaan senang, dorongan dan harapan. Serta faktor

eksternal yang dibatasi pada keluarga dan teman.

3. Penelitian dilakukan di kelas XII AP 1 dan AP 2 SMK YAPIM Medan

D.Perumusan Masalah

Dari uraian pembatasan masalah diatas, perumusan dari masalah ini

adalah:

1. Bagaimanakah penguasaan teori pelayanan prima pada siswa SMK

YAPIM Medan?

2. Bagaimanakah minat bekerja siswa SMK YAPIM Medan sebagai waiters

di hotel?

3. Bagaimanakah hubungan antara penguasaan teori pelayanan prima dengan

(19)

7

E.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui penguasaan teori pelayanan prima siswa SMK YAPIM

Medan

2. Untuk mengetahui minat kerja siswa SMK YAPIM Medan sebagai waiters

di hotel

3. Untuk mengetahui hubungan antara penguasaan teori pelayanan prima

dengan minat bekerja sebagai waiters di hotel pada siswa SMK YAPIM

Medan

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai syarat menyelesaikan program Sarjana Pendidikan di Jurusan

PKK Prodi Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

2. Untuk menambah pengetahuan peneliti tentang prosedur penyusunan dan

pelaksanaan penelitian.

3. Sebagai bahan masukan untuk memberikan informasi bagi mahasiswa

yang ingin mengadakan penelitian yang relevan dengan penelitian ini.

4. Sebagai bahan masukan bagi sekolah SMK YAPIM Medan tentang

(20)

70

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

1. Penguasaan teori pelayanan prima pada siswa kelas XII SMK YAPIM Medan

cenderung cukup dengan hasil sebesar 56,1% (32 siswa). Hasil ini

menunjukkan bahwa penguasaan teori pelayanan prima masih dalam kategori

cukup, sehingga perlu dilakukan pembelajaran tentang teori pelayanan prima

yang lebih baik lagi.

2. Minat bekerja sebagai waiters di hotel pada siswa kelas XII SMK YAPIM

Medan juga masih tergolong cukup dengan hasil sebesar 77% (44 siswa). Hal

ini berarti, minat bekerja sebagai waiters di hotel sangat dipengaruhi oleh

penguasaan teori pelayanan prima.

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan teori pelayanan prima

dengan minat bekerja sebagai waiters di hotel pada siswa kelas XII SMK

YAPIM Medan dengan hasil analisis perhitungan korelasi rhitung > rtabel

(0,571 > 0,254). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan

penguasaan teori pelayanan prima yang baik, maka minat bekerja sebagai

(21)

71

B. Saran

Berdasarkan uraian kesimpulan di atas maka saran yang dapat diajukan

adalah sebagai berikut:

1. Hasil penguasaan teori pelayanan prima masih tergolong cukup, maka

diharapkan guru dapat meningkatkan pengetahuan siswa dengan menerapkan

berbagai strategi pembelajaran yang menarik sehingga prestasi belajar siswa

meningkat khususnya dalam penguasaan teori pelayanan prima.

2. Minat bekerja sebagai waiters di hotel masih tergolong cukup, diharapkan

guru dapat menumbuhkan minat siswa bekerja sebagai waiters di hotel

dengan meningkatkan prestasi belajar siswa tentang teori pelayanan prima

3. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian ini bisa menjadi referensi dalam

upaya meningkatkan penguasaan teori pelayanan prima dalam meningkatkan

(22)

72

DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Pandji. (2003). Psikologi kerja. Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto S. (2006) . Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Jakarta : Rhineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. (2003) . Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Barata,A.A. (2004) . Dasar-dasar pelayanan prima. Jakarta:PT.Elek Media Komputindo

Brown, Stanley. (1998). Relationship Marketing. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka

Chalil, Achjar. (2012) . Pembelajaran dalam dunia pendidikan. http ://carapedia.com/pengertian_pembelajaran_meurut_ahli_info507.ht ml. diakses agustus 2014.

Departemen Pendidikan Nasionl. (2001). Kebijaksanaan Bidang Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.

Effendy, N. (2010). Dasar-dasar kepuasan pelanggan. Yogyakarta : Rineka Cipta.

Fajri, senja. (2000). Kamus lengkap besar bahasa indonesia.

Jakarta : Difa Publizer.

Gunarso, singgih D. (2013). Psikologi untuk membimbing.

Jakarta : PT. BPK

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2002) . KBBI dan Terjemahan. Jakarta : Balai Pustaka.

Lewis, Sharon (2008). Medical Surgical Nursing. United Stated America : elsevier mosby.

Maria. (2010). Penguasaan teori dasar kecantikan kulit wajah kaitannya dengan minat berwirausaha siswa kelas X SMK Negeri 8 Medan. Skripsi, medan. Fakults Teknik Medan.

Marsum. (2005) .Restoran dan Segala Permasalahannya.Yogyakarta : Andi.

(23)

73

Nurainin. (2003) . Hubungan antara pengetahuan pengolahan makanan kontinental terhadap minat untuk bekerja di hotel siswa SMK Negeri 8 Medan. Skripsi, medan. Fakultas Teknik unimed.

Nurwakhid. (2009). Usaha pengembangan minat murid SMK di kota semarang. Semarang : IKIP Semarang.

Pendit. (2004) .Petunjuk Praktek Pramusaji Food and Beverage Service. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Purwanto. (2006) . Pengertian Minat. Diakses pada 03 oktober 2015 dari http://112.106.34.12/jsi/10kopertis.html.

Rahmayanti. (2010) .Manajemen Pelayanan Prima.Yogyakarta : Graham Ilmu.

Raymond. (2002). F & B Service Management. Jakarta : Erlangga.

Ridwan. (2004). Statistik untuk lembaga dan instansi. Bandung : Alfabeta.

Rumini, Sri. (1998). Psikologi Umum. Yogyakarta : institut keguruan.

Sihite. (2001).Hotel Management.Surabaya : Penerbit SIC

Slameto. (2010) .Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Soekresno. (2004). Petunjuk Praktek Pramusaji Food and Beverage Service. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Steers, R., Porter, Lyman. (1983). Motivational and work behavior. New York : Mcgrow hill book

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.

Sugiarto. (1998) .Pengantar Akomodasi dan Restoran.Jakarta : Bumi aksara.

Suharsimi, Arikunto. (2002) . Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Sulistiono. (2002). Konstruksi alat ukur psikologi . Pusat perkembangan bahan ajar : Mercu Buana.

Sutopo dan suryanto adi, (2006). Pelayanan prima. Lembaga administrasi negara.

(24)

74

Syaodih, Nana. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Tim Penyusun Fakultas Teknik. (2015) . Pedoman Penulisan Skripsi. Universitas Negeri Medan.

Undang-undang Pendidikan Nasional No. 20. (2003). Tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta : Depdiknas.

Usman. (2005) . Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan menjadi guru profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Walgito, Bimo. (2003). Psikologi sosial. Yogyakarta : Andi Yogyakarta

Wardani, Nanik. (2003). Evaluasi proses dan hasil belajar. Salatiga : widya Sari Press.

Winkel, L.W. (2006). Psikologi pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Setelah dilakukan pengkajian dan analisa kasus muncul lima diagnosa pada pasien yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret dan sekret

Dalam kiprahnya membina organisasi dan anggota, ternyata tidak semua Provinsi berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai tatanan organisasi RAPI, antara lain masih

Selain itu, aktivitas tertinggi yang ditunjukkan oleh isolat aktinomiset endofit AEP-1 asal daun pegagan sebesar 279,17% juga menunjukkan nilai yang lebih tinggi

Biofloc adalah jawaban dari solusi limbah budidaya yang selama ini menjadi masalah besar, dengan teknologi biofloc bukan hanya lingkungan budidaya yang dapat ditangani namun

Hasil menunjukkan bahwa benih yang diberikan aplikasi PGPR melalui perendaman selama 5, 10, 15, dan 20 jam tidak menghasilkan bobot akar basah yang lebih besar

risiko kredit, risiko operasional, risiko kepatuhan, dan risiko likuiditas. Mitigasi risiko atas pelaksanaan Kegiatan Usaha baru, yang mencakup upaya atau kebijakan

(Menguraikan mengenai (i) jenis Kegiatan Usaha yang dilakukan, misal menjadi agen Laku Pandai atau kerja sama referensi produk dengan perusahaan asuransi, (ii)