• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG DAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN MASJID RAYA TERNATE MALUKU UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG DAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN MASJID RAYA TERNATE MALUKU UTARA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG DAN PONDASI

TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN MASJID RAYA TERNATE

MALUKU UTARA

Oleh: ARIK DARIS FARIDA IMA SOFA (99520007) ZAHRATUL RUFIDA KASIM (99520014)

Civil Engeneering Dibuat: 2007-01-30 , dengan 3 file(s).

Keywords: STRUKTUR BETON BERTULANG,PONDASI TIANG PANCANG

Beton bertulang merupakan gabungan antara beton dan baja tulangan,

dimana beton didapat dari pencampuran bahan-bahan agregat halus dan kasar yaitu pasir, batu, batu pecah, dengan menambahkan secukupnya bahan perekat semen, dan air sebagai bahan pembantu guna keperluan reaksi kimia selama proses pengerasan dan perawatan beton berlangsung. Kelebihan dari beton adalah nilai kuat tekan beton relatif tinggi dibandingkan dengan kuat tariknya. Nilai kuat tariknya hanya berkisar 9% - 15% dari kuat tekannya. Sedangkan baja tulangan adalah bahan yang mampu menahan gaya tarik dan bertugas menggantikan beton didaerah tarik.

Kombinasi beton dan baja tulangan dapat bekerja dengan baik karena : 1. Lekatan sempurna antara batang tulangan baja dengan beton keras yang membungkusnya sehingga tidak terjadi penggelinciran diantara keduanya. 2. Beton yang mengelilingi batang tulangan baja bersifat kedap sehingga mampu melindungi dan mencegah terjadinya karat baja.

3. Koefisien muai akibat temperatur hampir sama antara beton dan baja. 2

Suatu struktur beton terdiri dari konstruksi bagian atas dan konstruksi

bagian bawah. Konstruksi bagian atas terdiri dari konstruksi atap, plat lantai, balok induk dan anak, kolom, dan dinding. Beban - beban disalurkan dari balok – balok ke kolom utama sebelum akhirnya diteruskan ke pondasi sebagai konstruksi bagian bawah. Dalam perencanaan konstruksi bagian bawah direncanakan pondasi tiang pancang. Pemakaian tiang pancang dipergunakan untuk suatu bangunan apabila tanah dasar dibawahnya tersebut tidak mempunya daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan bebannya, atau apabila tanah keras yang mana mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban letaknya sangat dalam (Ir. Sardjono.HS, 1991).

Dalam penyelesaian tugas akhir ini lokasi studi yang ditinjau adalah pembangunan Masjid Raya Ternate.

Abstract

Reinforced concrete is a mixture of concrete and steel reinforcement,

(2)

cement, and water as auxiliary material for purposes of chemical reactions during hardening process and maintenance of concrete progress. The advantages of concrete is

concrete compressive strength value is relatively high compared with its tensile strength. Strong value appeal only around 9% - 15% of compressive strength. While reinforcing steel

is a material that can withstand tensile forces and the duty to replace concrete tensile region.

The combination of concrete and steel reinforcement can work well because: 1. Perfect bond between steel reinforcement rods in concrete hard

wrap it so it does not happen derailment between the two.

2. Concrete surrounding the steel reinforcing rods that are resistant able to protect and prevent corrosion of steel.

3. The coefficient of expansion due to temperature is almost equal between the concrete and steel. 2

A concrete structure consists of the top construction and construction

bottom. Construction consists of the top of the roof construction, floor plate,

parent and child beams, columns, and walls. Burden - the burden is transferred from the beam - beam into the main column before finally forwarded to the foundation as a construction

bottom. In the bottom of the planned construction planning foundation piling. The use of piles used for a building

if the base soil underneath it does not have the carrying capacity (bearing

capacity) is sufficient to carry the weight of the building and the load, or if hard ground which has a bearing capacity sufficient to carry the weight building and the burden lies very deep (Ir. Sardjono.HS, 1991).

Referensi

Dokumen terkait

1) Semen yang digunakan adalah semen gersik. 2) Agregat halus yang digunakan berupa pasir yang berasal dari Kaliworo, Klaten. 3) Agregat kasar yang digunakan berupa batu pecah

Beton adalah campuran dari agregat kasar (kerikil atau batu kali), agregat halus (semen), air dan bahan tambahan lainnya. Bahan utama dari pembuatan beton sangat

Beton adalah bahan bangunan yang tersusun agregat halus, agregat kasar,.. semen,

Secara umum material beton yang digunakan pada konstruksi terdiri atas semen, air, pasir (agregat halus) dan kerikil atau batu pecah (agregat kasar) yang

Beton yang berasal dari pengadukan bahan-bahan penyusun agregat kasar dan agregat halus kemudian diikat dengan semen yang bereaksi dengan air sebagai bahan

Beton merupakan benda padat yang sering digunakan untuk bahan bangunan yang memiliki campuran antara agregat halus (pasir), agregat kasar (batu krtikil), air, dan semen Portland

Beton yang berasal dari pengadukan bahan-bahan penyusun agregat kasar dan agregat halus kemudian diikat dengan semen yang bereaksi dengan air sebagai bahan perekat, harus dicampur

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari semen Portland Composit Cement (PCC), agregat halus Sungai Je’ne’berang Gowa, agregat kasar yang berasal dari batu