• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Wholesale Price Index, Sales Growth, Net Profit Margin, Book Value dan Firm Size terhadap Harga Saham. (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Periode 2009-2013)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Wholesale Price Index, Sales Growth, Net Profit Margin, Book Value dan Firm Size terhadap Harga Saham. (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Periode 2009-2013)"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH WHOLESALE PRICE INDEX, SALES GROWTH, NET PROFIT MARGIN, BOOK VALUE DAN FIRMSIZE TERHADAP HARGA

SAHAM

(Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Periode 2009-2013)

OLEH:

ATIN FAJAR WATI NIM: 1110081000143

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)

PENGARUH WHOLESALE PRICE INDEX, SALES GROWTH, NET

PROFIT MARGIN, BOOK VALUE DAN FIRM SIZE TERHADAP BARGA

SAHAM

(Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Periode 2009-2013)

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Ge1ar SaIjana Ekonomi

01eh Atin Fajar Wati NIM: 1110081000143

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Hj.Pudji Astuty, SE., MM Titi Dewi Warninda, SE.,M.Si

NIP: 0311065804 NIP:197312 21200501 2002

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA

(3)
(4)

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Hari ini tanggal26 Agustus 2015, telah dilakukan ujian Skripsi atas mahasiswa:

1. Nama : Atin Fajar Wati

2. NIM : 1110081000143

3. Jurusan : Manajemen

4. Judul Skripsi : Pengaruh Wholesale Price Index, Sales Growth, Net Profit Margin, Book Value dan Firm Size terhadap Harga Saham. (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Consumer Goods

Periode 2009-2013)

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kernampuan yang bersangkutan selama proses Ujian Skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan lu1us dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat 'Jntuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.

Jakarta, 26 Agustus 2015

r;flx

1. Dr. Amilin, SE., Ak., M.Si., CA., QIA., BKP (

NIP: 19730615200501 1 009

2. Ela Patriana, Ir., MM (

NIP: 196905281008012010

3. Dr. Indo Yama Nasaruddin, SE., MAB (

NIP: 19741127200112 1002

4. Dr. Hj. Pudji Astuty, SE., MM (

NIDN : 0311065805

5. Titi Dewi Warninda, SE., M.Si (

f!

)

NIP: 19731221 200501 2002 Pembimbing II

(5)

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Atin Fajar Wati

NIM :1110081000143

Jurusan : Manajemen

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya:

1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan mempertanggung jawabkan

2. Tidak melakukan plagiasi terhadap naskah karya orang lain

3. Tidak menggunakan karya orang Jain tanpa menyebutkan sumber asH atau tanpa izin pemiliknya.

4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data

5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas karya ini

Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan, ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap dikenakan sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis DIN SyarifHidayatullah Jakarta.

Demikian pernyataan saya buat sesungguhnya.

Jakarta, Juli 2015 Yang Menyatakan

(6)

DAFfAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

Nama : Atin Fajar Wati

Tempat, Tanggallahir: Sragen, 26 Maret 1992

Alamat : Bibis Rt/Rw 025109, Kelurahan Hadiluwih,

Kec. Sumberlawang, Kab. Sragen, Jawa Tengah

Email :[email protected]

Phone : 081310963062

RIWAYAT PENDIDIKAN

1997-1998 :TK'Aisyiyah Bustanul Athfal Hadiluwih

1998-2004 :SD Negeri Hadiluwih 2 Sumber Lawang

2004-2007 :SMP Negeri 1 Sumberlawang

(7)

ABSTRACK

This research aim to anayze the influence of Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin, Book value and Firm size to Stock price of sector Consumer goods in 2009-2013. The analysis method used in the research is the analysis of panel data regression perfomed with Eviews version 7. The empirical result showed that the simultaneous indicated that Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin, Book value and Firm size had significant influence to Stock price. in the partial indicated that Wholesale price index and Book value did not have significant influence to Stock price. Meanwhile, the Sales growth, Net profit margin and Firm size had significant influence to Stock Price.

(8)

ABSTRAK

Penelitian ini ibertujuan untuk meneliti pengaruh variabel Wholesale price index, Sales Growth, Net profit margin, Book value dan Firm size terhadap Harga saham

perusahaan sektor Consumer Goods. Periode penelitian selama 5 tahoo dari 2009 sampai 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan Eviews versi 7. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa secara simultan Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin, Book value dan Firms size berpengaruh terhadap Harga saham. Secara parsial

Wholesale price index dan Book value tidak berpengaruh terhadap Harga saham.

Sedangkan Sales Growth, Net profit margin dan Firm size berpengaruh terhadap

Harga saham.

(9)

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Shalawat dan salam tidak lupa penulis ucapkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.

Tujuan dari penulisan skripsi ini dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.

Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah beIjasa anatara lain:

1. Kedua orang tua beserta keluarga besar. Tak henti-hentinya mereka memberikan semangat dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini. Untuk kedua orang tuaku terimakasih telah memberikan semangat dan motivasi serta dukungan materil yang luar biasa dari mulai perkuliahan sampai pada tahap ini. Jasa mereka tidak pernah bisa terlupakan.

2. Bapak Dr. M. Arief Mufraini

Le.,

MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN SyarifHidayatullah Jakarta

3. Ibu Titi Dewi Waminda, S.E.,M.Si selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

4. Ibu Dr. Pudji Astuty, SE., MM selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan arahan dan ilmu yang bermanfaat bagi penulis.

(10)

ABSTRAK

Penelitian ini ibertujuan untuk meneliti pengaruh variabel Wholesale price index, Sales Growth, Net profit margin, Book value dan Firm size terhadap Harga saham

perusahaan sektor Consumer Goods. Periode penelitian selama 5 tahun dari 2009 sampai 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan Eviews versi 7. HasH penelitian menwmjukkan bahwa secara simultan Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin, Book value dan Firms size berpengaruh terhadap Harga saham. Secara parsial

Wholesale price index dan Book value tidak berpengaruh terhadap Harga saham.

Sedangkan Sales Growth, Net profit margin dan Firm size berpengaruh terhadap

Harga saham.

(11)

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Shalawat dan salam tidak lupa penulis ucapkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.

Tujuan dari penulisan skripsi ini dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar SaIjana Ekonomi jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.

Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah beIjasa anatara lain:

1. Kedua orang tua beserta keluarga besar. Tak henti-hentinya mereka memberikan semangat dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini. Untuk kedua orang tuaku terimakasih telah memberikan semangat dan motivasi serta dukungan materil yang luar biasa dari mulai perkuliahan sampai pada tahap ini. Jasa mereka tidak pemah bisa terlupakan.

2. Bapak Dr. M. Arief Mufraini

Le.,

MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN SyarifHidayatullah Jakarta

3. Ibu Titi Dewi Waminda, S.E.,M.Si selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

4. Ibu Dr. Pudji Astuty, SE., MM selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan arahan dan ilmu yang bermanfaat bagi penulis.

(12)

6. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah mernberikan ilmu yang bennanfaat kepada penulis serta staf karyawan yang telah memberikan pelayanan kepada mahasiwa.

7. Terimakasih kepada temanku Astuti Soares, Gizzyan deva, Neni Suryanti, Ani fitriawati, Indana Zulfa yang telah memberikan inspirasi dan semangat kepada penulis.

8. Untuk temanku-temanku Alumni SMK SUKAWATI GEMOLONG jurusan Akuntansi, terimakasih atas saran dan nasehat serta canda tawa yang tak pernah bosan menemani dan mendengarkan keluhan-keluhan dalam penulisan skripsi ini

9. Terimakasih kepada ternan-ternan Manajernen D dan Manajernen Keuangan yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

10. Terimakasih pada teman baik ku yang telah memberikan dukungan dan semangat yang luar biasa.

Jakarta, 3 juli 2015

(13)

DAFTAR ISI

Cover luar ... i

Halaman Sampul Dalam ... ii

Lembar Pengesahan Uji Komprehensif ... iii

Lembar Pengesahan Ujian Skripsi ... iv

Lembar Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah ... v

Daftar Riwayat Hidup ... vi

Abstrak ... vii

Abstrak ... viii

Kata pengantar ... ix

Daftar Isi ... xi

Taftar Tabel ... xiv

Daftar Gambar ... xv

Daftar Lampiran ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Perumusan Masalah ... 10

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 13

A. Landasan Teori ... 13

1. Sekilas Pasar Modal Indonesia ... 13

2. Peranan Pasar Modal ... 14

3. Instrument Pasar Modal ... 15

(14)

a. Pengertian Saham ... 17

b. Harga Saham ... 19

5. Analisa Laporan Keuangan ... 26

6. Faktor yang mempengaruhi Harga Saham ... 29

a. Wholesale Price Index... 29

b. Sales Growth ... 31

c. Net Profit Margin ... 32

d. Book Value ... 34

. Firm Size ... 35

B. D. BA D. 2 e 7. Pengaruh Variable Independen Terhadp Variable Dependen .. 36

Penelitian Terdahulu ... 41

C. Kerangka Penelitian ... 46

Ahipotesis Penelitian ... 49

B III METODE PENELITIAN ... 50

A. Ruang Lingkup Penelitian ... 50

B. Metode Penentuan Sampel ... 50

C. Metode Pengumpulan Data ... 52

Metode Analisis Data ... 53

1. Analisi Data Panel ... 53

2. Tahap Analisis Data ... 58

3. Uji Asumsi Klasik ... 6

a. Normalitas ... 62

b. Multikolineritas ... 64

c. Heterokedastisitas ... 65

d. Autokorelasi ... 68

4. Uji Signifikasi ... 69

a. Koefisien Determinasi ... 69

b. Uji Parsial ... 70

c. Uji Simultan ... 71

(15)

2. Deskripsi Variabel ... 80

7 BAB V B. DA BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN ... 76

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penilaian ... 76

B. Pengujian dan Pembahasan ... 79

1. Deskripsi Sampel ... 79

a. Harga Saham ... 81

b. Wholesale Price Index ... 83

c. Sales Growth ... 84

d. Net Profit Margin ... 87

e. Book Value ... 90

f. Firm Size ... 92

C. Analisa dan Pembahasan ... 95

1. Pemilihan Model Regresi ... 95

2. Uji Asumsi Klasik ... 100

a. Normalitas ... 100

b. Multikolinieritas ... 101

c. Heterokdastisitas ... 102

d. Autokorelasi ... 105

3. Uji Signifikasi ... 10

a. Koefisien Determinasi ... 107

b. Uji Signifikasi Parisal ... 109

c. Uji Sifnifikasi Simultan ... 112

4. Analisis Regresi Data Panel ... 114

5. Interprestasi ... 116

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI ... 123

A. Kesimpulan ... 123

Implikasi ... 124

(16)

44 DAFTAR TABEL

2.1 Tabel Penelitian Terdahulu

3.1 Tabel Kriteria Pemilihan Sampel... 51

4.1 Tabel Sejarah Pasar Modal Indonesia 76

4.2 Tabel Sampel Penelitian 80

4.3 Tabel Harga Saham 81

4.4 Tabel Wholesale Price Index 83

4.5 Tabel Sales Growth...... 85

4.6 Tabel Net Profit Margin 88

4.7 Tabel Book Value 90

4.8 Tabel Firm Size 93

4.9 Tabel Hasil Uji Chow... 97

4.1 0 Tabel Hasil Uji Hausman 99

4.11 Tabel HasH Uji Multikolineritas 102

4.12 Tabel Hasil Regresi Kelompok 1... 104 4.13 Tabel Hasil Regresi Kelompok 2... 104

4.14 Tabel Hasil Uji Autokorelasi 106

4.15 Tabel Uji Durbin-Watson 106

4.16 Tabel Uji Adjustd R2 108

4.17 Tabel Uji t 110

4.18 TabelUji F 113

(17)

DAFfAR GAMBAR

1.1 Grafik Perkembangan Pasar Modal 2

2.1 Kerangka Pemikiran 47

(18)

DAFfAR LAMPIRAN

1. Data Seluruh Variabel Penelitian 129

(19)

BABI

PENDAHVLVAN

A. Latar Belakang Masalah

Pasar modal sangat memberikan sumbangan berarti bagi pembangunan ekonomi Indonesia me1alui penyediaan sember dana jangka panjang bagi duma usaha. Realita tersebut dapat dilihat dari jumlah tersedianya perusahaan yang

go public dan jumlah dana yang dapat dihimpun untuk: tujuan yang produktif serta aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEl). Jika dilihat dari potensi yang ada maka tidak ada alasan bahwa pasar modal tidak akan berkembang dengan baik di masa yang akan datang. Potensi pengembangan pasar modal cukup besar baik ditinjau dari supply maupun demand. Potensi dari sudut

supply dapat dilihat dari besarnya jumlah perusahaaan yang diperkirakan dengan mudah dapat memenuhi persyaratan go public (Mar' ati dan Purnomo ,2011 :71).

Menurut Jogiyanto (1998: 10) pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan jangka panjang dengan menjual sahamnya atau mengeluarkan obligasi (Silim, 2013: I).

(20)
[image:20.596.124.485.206.509.2]

menanamkan danaya dalam surat berharga, dan kurang aktifuya lembaga-lembaga penunjang pasar modal, maka suatu pasar modal tidak akan berkembang dengan baik.

GrafIk 1.1

Perkembangan pasar modal indonesia

- - - ,

4,500,000

4,000,000

3,500,000

3,000,000

II Volume perdagangan

2,500,000

(dIm jutaan)

2,000,000

iii Kapitalisasi pasar (dalam milliaran)

1,500,000

1,000,000

500,000

o

2009 2010 2011 2012 2013

Sumber: www.idx.co.id

(21)

Fungsi pasar modal adalah sebagai sarana untuk pengumpulan dana yang berasal dari masyarakat umum yang kemudian diinvestasikan di pasar modal yang memiliki tujuan untuk mencari keuntungan yang akan berguna untuk memajukan perusahaannya dan membantu mendukung perekonomian suatu negara (yanti dan Safitri, haLl)

Keadaan pasar modal sebagai langkah bagi investor untuk memutuskan membeli saham. Informasi yang ada di pasar modal mempengaruhi kepercayaan investor yang membentuk efisiensi pasar modal. Kenaikan dan penurunan volume transaksi dan indeks harga saham menunjukkan kepercayaan investor untuk melakukan transaksi di pasar modal ( Djauharotun, 2005:1).

Tujuan investor melakukan investasi adalah untuk memperoleh dividen dan

capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari investasi dalam surat berharga atau efek dimana nilainya melebihi harga pembe1ian. Selisih antara harga jual yang lebih tinggi dan harga pembelian yang lebih

rendah menghasilkan keuntungan finansial bagi investor

tersebut.(id.m.wikipedia.org pada tanggal 26 juni 2015). Dengan adanya kegiatan investasi tersebut perusahaan dapat memperoleh dana tambahan untuk melakukan kegiatan operasional usaha sehingga akan memaksimalkan kinetja perusahaan.

(22)

kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegeng sahamnya (fahmi, 2013:271).

Harga saham juga mencenninkan nilai dari suatu perusahaan. Jika perusahaan mencapai prestasi yang baik, maka saham tersebut akan banyak diminati oleh para investor. Prestasi yang baik dicapai perusahaan dapat dilihat dalam laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan (Dini dan Indarti,ha12).

Faktor yang mempengaruhi harga saham ada dua, yaitu faktor internal yang meliputi infonnasi arus kas, infonnasi laba dan infonnasi akuntansi lailmya yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan dan faktor eksternal perusahaan yang meliputi transaksi saham, tingkat suku bunga deposito, kepercayaan masyararakat terhadap pasar modal, kondisi sosial politik dan kebijakan perekonomian makro lainnya (Sumamo dan Gunistiyo).

Harga saham di bursa efek akan ditentukan oleh kekuatan pennintaan dan penawaran. Pada saat permintaan saham meningkat, maka harga saham tersebut akan cenderung meningkat. Sebaliknya, pada saat banyak orang menjual saham, maka harga saham tersebut cenderung akan mengalami penurunan (Anoraga,2003:58 dalam Mulia dan Nurdhiana, hal 2).

(23)

diterbitkan oleh emiten yang dikaitkan dengan faktor-faktor fundamental seperti perekonomian makro dan kondisi sektor industri serta kineIja emiten) dan analisis teknikal yang analisisnya mendasarkan pada data harga saham di masa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan harga saham di masa mendatang serta cenderung mengakaikan risiko dan pertumbuhan laba dalam menentukan barometer dari penawaran dan permintaan terhadap saham

(Halim, 2005:5 dalam Mulia dan Nurdhiana hal 2).

Analisis fundamental merupakan analisis terhadap aspek-aspek fundamental perusahaan yang merupakan gambaran dari kineIja perusahaan tersebut. Berdasarkan aspek fundamental, perusahaan bisa dinilai melalui rasio keuangan yang bisa dilihat dari laporan keuangan dari perusahaan tersebut (Amanda dan Pratomo, 2013:207).

Informasi fundamental yang baik adalah informasi yang mampu mencerminkan kineIja atau nilai perusahaan yang dalam hal ini dicerminkan oleh harga saham. Informasi fundamental merupakan faktor internal yang berasal dari perusahaan berupa laporan keuangan (Viandita, Suhadak dan Husaiani, hall).

Analisis teknikal adalah metode analisis berdasarkan pergerakan harga saham sesuai dengan kemungkinan teknis dari historikal data statistik pergerakannya pada jangka waktu tertentu (Mulia dan Nudhiana, hal.2).

(24)

memperkirakan kondisi pasar ( harga saham ) dengan mengamati perubahan harga saham tersebut di waktu lalu ( Cahyono dan Sutrisno, 2013:266).

Wholesale price index atau indeks harga perdagangan besar adalah angka indeks yang menunjukkan perubahan pada harga pembelian barang oleh pedagang besar dari konsumen. Indeks harga perdagangan besar sangat bermanfaat bagi para pedagang besar untuk mengetahui sejauh mana perubahan-perubahan yang terjadi pada harga-harga pembelian barang dagangan. Se1ain itu juga, indeks harga dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan kondisi harga yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Disamping itu dengan diketahuinya indeks harga perdagangan besar, para pedagang besar dapat mengetahui faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan harga sehingga pengetahuan indeks harga tersebut dapat

digunakan untuk menetapkan harga dasar bagi para konsumen

(tikanov.blogspot.com diambil pada tanggal 2 juli 2015).

Pertumbuhan penjualan mencerminkan prospek perusahaan-perusahaan di masa mendatang. Apabila perusahaan memiliki keuntungan yang meningkat, maka pertumbuhan penjualan pun ikut meningkat dan kinerja perusahaan semakin baik dari tahun ke tahun. Dengan demikian juga akan berdampak pada harga saham yang kemungkinan akan naik karena pada dasaarnya harga saham dipengaruhi oleh keuntungan di masa yang akan datang (Ningsih, 2011 dalam Afrianti, hal. 7).

(25)

akan lebih banyak mengandalkan modal ekstemal (Mahapsari dan Taman,2013:141).

Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambakan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan (Fahmi,2013:80).

Net profit margin (NPM) merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan.

Net profit margin sangat penting bagi investor untuk menilai masa depan perusahaan. Investor akan memilih perusahaan yang memiliki NPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki NPM rendah. Bagi investor perusahaan yang memiliki tingkat NPM yang tinggi memberikan indikasi bahwa risiko pada perusahaan rendah (Rahmi, Arfan dan Jalaluddin, 2013:6).

(26)

Perusahaan yang berukuran besar merniliki basis pemegang kepentingan yang lebih luas, sehingga berbagai kebijakan perusahaan besar akan berdampak lebih besar terhadap kepentingan publik dibandingkan dengan perusahaan kecil. Bagi investor kebijkan perusahaan akan berimplikasi terhadap prospek

cash flow di masa yang akan datang. Sedangkan bagi pemerintah akan berdampak terhadap besarnya pajak yang akan diterima, serta efektifitas peran pernberian perlindungan terhadap masyarakat umum (Gunarso, 2014:65).

Sektor consumer goods di indonesia merupakan salah satu sektor yang merniliki prospek yang cerah dimasa depan. Perusahaan consumer goods

dengan fundamental yang bagus biasanya lebih tahan banting saat menghadapi krisis. Sektor consumer good mempunyai korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi indonesia. Sampai tahun 2013 jumlah perusahaan yang termasuk dalam sektor consumer goods sebanyak 37 perusahaan yang terbagi dalam 5 kelompok yaitu: 1) kelompok Food and Beverages terdapat 16 perusahaan, 2)

Tobacco manufacturers tedapat 4 perusahaan, 3) Pharmaceuticals terdapat 10 perusahaan,4) Cosmetic and Household terdapat 4 perusahaan dan Housware

terdapat 3 perusahaan.

Terdapat beberapa peneliti yang telah melakukan penelitian terhadap variabel wholesale price index, sales growth, net profit margin, book value dan

firm size terhadap harga saham. Tahun 2012, Sarbapriya ray melakukan penelitian tentang "Testing granger causal relationship between macroeconomic variables and stock price behavior: Evidence from India" .

(27)

gold price, industrial production index, oil price, foreign exchange rate, money

supply, interest rate, gross fued capital formation. foreign direct invesment,

gross domestic product, wholesale price index, balance of trade dan foreign

exchange resen'e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oil price dan gold price berpengaruh negatif terhadap harga saham sedangkan balance of trade, interest rate, foreign exchange reserve, gross domestic product, industrial

production index, dan money supply berpengaruh positifterhadap harga saham

dan inflation rate, foreign direct invesment, exchange rate dan wholesale price index tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tita detiana pada tahun 2011 dengan periode penelitian selama 4 tahun dari tahun 2004-2008. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham sedangkan likuiditas, pertumbuhan penjualan dan dividen tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Wendy cahyono dan sutrisno (2013) melakukan penelitian tentang "Pengaruh rasio profitabilitas, DER, PBV, dan PER terhadap harga saham ".

Sampel penelitian adalah perusahaan yang terdaftar dalam jakarta islamic

index periode 2008-2011. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa

profitabilitas, DER. PBV, dan PER berpengaruh terhadap harga saham.

Penelitian tentang book value terhadap harga saham pernah dilakukan oleh Sumarno dan Gunistiyo pada perusahaan yang termasuk dalam kelompok LQ-45 periode 2002-2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa book value

(28)

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang " Pengaruh Wholesale Price Index, Sales Growth, Net Profit Margin, Book Value dan Firms Size terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Consumer Goods periode 2009-2013) "

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang pennasahalan diatas, maka seeara nnel rumusan masalah yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

I. Apakah terdapat pengaruh antara Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin, Book value dan Firm size terhadap Harga saham seeara parsial pada perusahaan sektor Consumer goods periode 2009-2013.

2. Apakah terdapat pengaruh antara Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin, Book value dan Firm size terhadap Harga saham seeara simultan pada perusahaan sektor Consumer goods periode 2009-2013.

(29)

c.

Tujuan dan Manfaat penelitian.

1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah di tuliskan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menetukan apakah terdapat pengaruh secara parsial antara variabel Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin. Book value dan Firm size terhadap Harga saham pada perusahaan consumer goods periode 2009-2013.

2. Untuk menetukan apakah terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Wholesale price index, Sales growth, Net profit margin. Book value dan Firm size terhadap Harga saham pada perusahaan sektor

consumer goods periode 2009-2013.

3. Untuk menetukan variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap Harga saham pada perusahaan sektor consumer goods

periode 3009-3013. 2. Manfaat Penelitian

1. Bagi pihak perusahaan, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan selanjutnya.

(30)
(31)

BABIl

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Sekilas Pasar Modal Indonesia

Pasar modal dalam arti sempit adalah suatu tempat terorganisasi dimana efek-efek diperdagangkan. Definisi pasar modal menurut Kamus Pasar Uang dan Modal adalah pasar kongret atau abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka satu tahun keatas. Sedangkan menurut David L. Scott, Pasar modal adalah pasar untuk dana jangka panjang di mana saham biasa, saham preferen dan obligasi di perdagangkan (Siamat, 2005:487)

Fungsi ekonomi dari pasar modal menurut Martalena dan Malinda (2011 :3) adalah sebagai berikut:

a Fungsi saving

Pasar modal dapat menjadi altematif bagi masyarakat yang mgm menghindari penurunan masa uang.

b Fungsikekayaan

Masyarakat dapat mengembangkan nilai kekayaan dengan

(32)

c Fungsi likuiditas

Instrumen pasar modal pada umumnya mudah untuk dicairkan sehingga memudahkan masyarakat memperoleh kembali dananya dibandingkan rumah dan tanah.

d Fungsi pinjaman

Pasar modal merupakan sumber pinjaman bagi pemerintah maupun perusahaan membiayai kegiatannya.

2. Peranan dan Manfaat Pasar Modal

Menurut Martono (2010:183) Secara makro, peranan pasar modal adalah sebagai piranti untuk melakukan alokasi sumber daya ekonomi secara optimal. Dampak positif dari alokasi sumber-sumber (reosurces ) secara optimal adalah naiknya pendapatan nasional, terciptanya kesempatan kerja, dan semakin meningkatnya pemerataan pendapatan.

Manfaat pasar modal bagi emiten, investor dan pemerintah diantaranya: a. Manfaat bagi emiten, diantaranya:

1. Perusahaan yang menerbitkan sekuritas pada pasar perdana dan dapat memperoleh dana sekaligus dalam jumlah yang besar.

2. Dengan menerbitkan saham dapat mengurangi ketergantungan perusahaan (emiten) kepada bank dan dapat memperbaiki struktur modal.

(33)

b. Manfaat bagi investor, diantaranya:

1. Investor yang membeli saham akan memperoleh dividen dan investor yang membeli obligasi akan memperoleh bunga.

2. Investor sekaligus dapat membeli beberapa macam saham dan obligasu untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan mengurangi resiko.

3. Mempunyai hak suara dalam rapat pemegang saham bagi pemegang saham.

c. Manfaat bagi pemerintah, diantaranya: 1. Meningkatkan investasi

2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 3. Menciptakan lapangan keIja

4. Meningkatkan pemerataan pendapat. 3. Instrumen Pasar Modal

Instrumen pasar modal menurut Martono (2010:191) merupakan semua surat-surat berharga (efek) yang umum dipeIjual belikan melalui pasar modal. Beberapa surat berharga yang dipeIjual belikan di pasar melalui bursa efek di Indonesia, diantaranya:

a. Saham

Saham (stock) merupakan surat tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbatas (PT).

(34)

Obligasi (Bonds) merupakan surat pengakuan utang dari emiten yang dijamin oleh penanggung yang menanggung janji pembayaran bunga serta pinjaman yang dilakukan pada tanggal jatuh tempo.

c. Derivarif dari efek yang terdiri dari:

1) Right; Merupakan hak memesan saham terlebih dahulu yang melekat pada saham yang memungkikan para pemegang saham untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan o1eh perusahaan (emiten)

2) Warrant; Merupakan salah satu bentuk surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan syarat-syarat yang telah ditentukan terlebih dahulu.

3) Obligasi konvertibel; Merupakan obligasi yang setelah jangka waktu tertentu dan selama masa tertentu, dengan perbandingan dan harga tertentu dapat ditukarkan menjadi saham dari perusahaan. 4) Saham dividen; Keuntungan perusahaan dapat dibagi dalam bentuk

tunai maupun dalam bentuk saham dividen.

5) Saham bonus; Perusahaan menerbitkan saham bonus yang dibagikan kepada para pemegang saham lama.

(35)

4. Saham

a. Pengertian Saham

Menurut Siamat (2005:507) saham merupakan surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbatas dan merupakan instrument yang paling dominan diperdagangkan.

Menurut Fahmi (2013:271) saham dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Saham biasa adalah suaatu surat berharga yang dijual oleh suatu perusahaan yang menjelaskan nila nominal dimana pemegangnya diberi hak untuk mengikuti RUPS (rapat umum pemegang saham) dan RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa) serta berhak untuk menentukan membeli right issue (penjualan saham terbatas) atau tidak, yang selanjutnya diakhir tahun akan memperoleh keuntungan dalam bentuk deviden. Saham biasa memiliki beberapa jenis, diantaranya :

a. Blue Chip-Stock (Saham Unggulan) adalah saham dari perusahaan yang dikenal secara nasional dan memiliki sejarah laba, pertumbuhan, dan manajemen yang berkualitas. b. Growth Stock adalah saham-saham yang diharapkan

memberikan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dari rata-rata saham ­saham lain dan karenanya mempunyai PER yang 

tinggi. 

c.   Defensive Stock ( Saham­saham defensif)  adalah  saham  yang 

(36)

yang  tidak  menentu  berkaitan  dengan  deviden,  pendapatan 

dan kinerja pasar.  Biasanya perusahaan yang termasuk dalam 

kategori  saham  ini  adalah  perusahaan  yang  produknya 

memang dibutuhkan oleh publik. 

d.   Cyclical Stock adalah sekuritas yang cenderung  naik nilainya 

secara cepat saat  ekonomi  semarak dan jatuh juga cepat saat 

ekonomi  lesu.  Contoh  dari  saham  ini  adalah  saham 

perusahaan  pabrik  mobil  dan real estate. Sebaliknya  saham 

non  siklis  mencakup  saham­saham  perusahaan  yang 

memproduksi  barang­barang  kebutuhan  umum  yang  tidak 

terpengaruh oleh kondisi ekonomi. 

e.   Seasonal Stock adalah  perusahaan  yang  penjualannya 

bervariasi karena dampak musiman, 

f. Speculative Stock adalah  saham  yang  kondisinya  memiliki 

tingkat  spekulasi  tinggi,  yang  kemungkinan  tingkat 

pengembalian  hasilnya  adalah  rendah  atau  negative.  Ini 

biasanya  dipakai  untuk  membeli  saham  pada  perusahaan 

pengeboran minyak. 

2.   Saham preferen (saham istimewa) adalah suatu surat berharga yang 

dijual  oleh  suatu  perusahaan  yang  menjelaskan  nilai  nominal 

dimanna  pemegangnya  akan  memperoleh  pendapatan  tetap  dalam 

bentuk  deviden  yang  biasanya  akan  diterima  setiap  kuartal  (tiga 

(37)

b.   Harga Saham. 

Harga saham sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan 

pengelolaan perusahaan, dimana kekuatan pasar di bursa saham ditunjukk.an 

dengan adanya transaksi jual beli saham perusahaan tersebut di  pasar modal. 

TeIjadi  syarat  transaksi  tersebut  didasarkan  pengamatan  para  investor 

terhadap  prestasi  perusahaan  dalam  meningkatkan  keuntungan  (Rahmi, 

Arfan dan Jalaluddin, 2013: 1) 

Harga  saham  merupakan  harga  yang  terbentuk  di  bursa  saham  dan 

umumnya harga  saham  itu  diperoleh  untuk  menghitung  nilai  saham  (  Moo 

press  Team  Work,  1998).  Faktor ­ faktor  yang  mempengarui  harga  saham 

berasal  dari  faktor  internal  dan  faktor  eksternal.  Faktor  internal  yang 

mempengarui  harga  saham  diantaranya  adalah  keputusan  deviden,  struktur 

pennodalan, risiko  dan pertumbuhan laba.  Sedangkan faktor eksternal  yang 

mempengarui  harga  saham  adalah  peraturan  yang  ada,  resesi  ekonomi, 

sentimen pasar dll.(Weston dan Brigham, 1993) 

Menurut Halim (2005)  dalam Cahyono dan Sutrisno  (2013) harga pada 

suatu saham dibedakan  menjadi tiga yaitu: 

1.   Harga  Nominal  :  Harga  yang  tercantum  dalam  sertifikat  saham 

yang  ditetapkan  oleh  emiten  untuk  menilai  setiap  lembar  saham 

yang  dikeluarkan.  Besarnya  harga  nominal  memberikan  arti 

penting  saham  karena  dividen  minimal  biasanya  ditetapkan 

(38)

2.   Harga  Perdana  : harga pada waktu harga  saham  tersebut  dicatat di 

Bursa  Efek.Harga  saham  pada  pasar  perdana  biasanya  ditetapkan 

oleh penjamin emisi dan emiten.  Dengan  demikian akan diketahui 

berapa  harga  saham  emiten  akan  dijual  kepada  masyarakat  dan 

biasanya akan digunakan untuk menentukan harga perdana. 

3.   Harga  Pasar  :  adalah  apabila  harga  perdana merupakan  harga jual 

dari  petjanjian emisi kepada investor, maka harga pasar merupakan 

harga jual dari  investor yang satu dengan investor yang lain.  Harga 

pasar  merupakan  harga  dipasar  sekunder  dan  harga pasarlah  yang 

benar­benar  mewakili  harga  perusahaan  penerbitnya.  Harga  pasar 

adalah  harga  yang  setiap  hari  di  umumkan  di  surat  kabar  atau 

media  lain.Menurut  UU No  8  tahun  1985  dikutip  di 

(www.bapepam.go.id)  Harga  pasar  saham  adalah  harga  suatu 

saham  yang  sedang  berlangsung  dalam  suatu  pasar  modal.  Jika 

bursa  tutup  maka  harga  pasarnya  adalah  terbesar  pada  saat 

penutupan atau clossing price.

Menurut  Salim  (2012;55­56)  dalam  Amanda  dan  Pratomo  (hal.208), 

pergerakan harga saham tersebut setidaknya ada tiga macam, yaitu: 

1. Bullish, yaitu dimana harga  saham naik terus­menerus  dariwaktu ke 

waktu.  Hal  ini  bisa  terjadi  karena  berbagai  macam  sebab,  bisa 

dikarenakan  dengan  keadan  finansial  secara  global  atau  kebijakan 

(39)

2. Bearish, yaitu dimana keadaan harga saham turun terus­menerus dan 

merugikan  investor.  Investor  yang  mempunyai  saham  ini  dapat 

melakukan  penjualan  diharga  rendah  dan  rugi  atau  juga  bisa 

melakukan  pembelian  ulang  bila  ada  informasi  akurat  harga  saham 

bisa naik di  masa depan. 

3. Sideway, yaitu  dimana  harga  saham  stabil.  Dikatan  stabil  karena 

harga  saham  bergerak  naik  atau turun sehingga  membentuk  grafik 

mendatar dari waktu ke waktu. 

Terdapat  dua  pendekatan  yang  digunakan  dalam  mengambil  keputusan 

untuk menjual atau membeli saham yaitu : 

a.   Analisis Fundamental 

Analisis  yang  membandingkan  antara  nilai  instrinsik  suatu  saham 

(nilai  yang  sesungguhnya)  dengan  harga  pasarnya  guna  menentukan 

apakah  harga  pasar  saham  tersebut  sudah  mencerminkan  nilai 

instrinsiknya  atau  belum.  Nilai  instrinsik  suatu  saham  ditentukan  oleh 

faktor­faktor fundamental  yang mempengaruhinya. 

Ide  dasar  pendekatan  ini  adalah  bahwa  harga  saham  akan 

dipengaruhi  oleh  kinerja  perusahaan.  Kinerja  perusahaan  dipengaruhi 

oleh  kondisi  industri  dan  perekonomian  secara  makro  (  Halim, 

2005:21). 

Menurut Rodoni  (2005 :61) analisis fundamental  merupakan analisis 

(40)

dengan prospek pertumbuhan dan kemampuan memperoleh keuntungan 

yang meliputi tiga tahap analisis: 

1.   Ekonomi  Makro  :  analisis  ini  bertujuan  untuk  melihat  faktor 

yang  menguntungkan  dalam  ekonomi  makro  dalam  kaitanya 

dengan kegiatan perusahaan itu sendiri. 

2.   Industri:  analisis  ini  lebih  spesifik  dan  bertujuan  untuk  melihat 

kaitan  industri  dengan  perusahaan  seperti  perkembangan 

perusahaan pesaing, standar industri dan pertumbuhan pasar. 

3.   Perusahaan  :  analisis  ini  bertujuan  untuk  melihat  situasi 

perusahaan  yang  meliputi  berbagai  aspek  perusahaan  seperti 

kondisi keuangan perusahaan. 

Didalam  analisis  fundamental  terdapat  dua  pendekatan  yang  biasa  di 

lakukan yaitu : 

a.   Pendekatan top down

Pendekatan  yang  dimulai  dari  tingkatan  ekonomi  makro 

kemudian  kepada  situasi  dan  pertumbuhan  industri  kemudian 

situasi dan pertumbuhan perusahaan. 

b.   Pendekatan bottom up

Pendekatan  yang  dimulai  dari  tingkatan  mikro  (perusahaan) 

yang kemudian berkembang kepada  analisa  industri  dan  analisa 

makro ekonomi. 

Analisis  Fundamental  dilakukan  untuk  memperoleh  nilai  instrinsik 

(41)

harga  pasar  saat  ini (current market price) pedoman  yang  digunakan 

adalah sebagai berikut: 

1.   Apabila  nilai  instrinsik  lebih  besar  dari  harga  pasar  saat  ini, 

maka saham tersebut dinilai undervalued (harga terlalu rendah), 

dan merupakan waktu yang tepat untuk membeli saham. 

2.   Apabila  nilai  instrinsik  lebih  keeil  dari  harga  pasar  saat  ini, 

maka  saham  tersebut overvalued (harganya  terlalu  tinggi),  dan 

merupakan waktu yang tepat untuk menjual saham. 

3.   Apabila  nilai  instrinsik sama dengan harga pasar saat  ini,  maka 

saham tersebut dinilai  wajar harganya dan berada dalam kondisi 

keseimbangan. 

b.   Analisis Teknikal 

Analisis  teknikal  adalah  suatu jenis analisis  yang  selalu berorientasi 

kepada harga (pembukaan, pernutupan,  tertinggi dan terendah) dari  suatu 

instrumen investasi pada timeframe tertentu (price oriented). Analisis  ini 

mempelajari  tentang  perilaku pasar yang  diteIjemahkan  ke  dalam  grafik 

riwayat harga dengan tujuan untuk memprediksi harga di  masa yang akan 

datang. Harga yang tereermin dalam grafik merupakan harga kesepakatan 

transaksi antara supply dan demand.

Terdapat tiga asumsi utama dalam analisis teknikal, yaitu: 

1.   Pasar mempertimbangkan semua persoalan. 

Para  analis  teknikal  pereaya  bahwa  semua  faktor  yang 

(42)

Kekuatan­kekuatan  tertentu  yang  mempengarui  pennintaan  akan 

menyebabakan pasar bergerak ke atas atau ke bawah. 

2.   Harga Bergerak mengikuti arah aliran. 

Tujuan  dilakukan  analisis  teknikal  adalah  untuk  memastikan  arah 

aliran  pada  tahap  awal  dengan  maksud  melakukan  perdagangan 

mengikuti  arah  aliran  tersebut.Menurut  Prings  (1997)  seni  analisis 

teknikal  mencoba  untuk  mengidentifikasi  kecenderungan 

perubahan pada tahap pennulaan dan menjaga investasi  atau sikap 

perdagangan  tersebut  sehiingga  menunjukan  bukti  bobotnya  atau 

kecenderungan atau sebaliknya. 

3.   Sejarah akan berulang. 

Pada  hakekatnya  analisis  teknikal  digunakan  untuk  melihat  atau 

meyelidiki  psikologi  pasar.  Grafik  yang  digunakan  untuk 

menggambarkan  pola (pattren) tertentu.  Sejauh  ini  metode chart

pattern telah  berhasil  dengan  baik  di  masa  lalu  dan  diberbagai 

bursa.  Hal  ini  diasumsikan  bahwa  kinerjanya  juga  akan  berjalan 

baik di masa depan. 

Adapun  kekuatan  dan  kelemahan  analisis  teknikal  yang  dapat  di 

identifikasikan  adalah  (Susanto  dan  Sabardi,2002  dalam  Kodrat  dan 

Indonanjaya, 2010:6): 

1.   Analisis  teknikal  dapat  digunakan  secara  luas  hampir  di  semua 

[image:42.596.156.508.208.512.2]
(43)

2.   Grafik  dapat  digunakan  untuk  menganalisis  dalam  satua  waktu, 

jam , hari, minggu, bulan bahkan tahun. 

3.   Banyak  tersedia alat­alat  analisis  teknikal  dan  teknik­teknik  yang 

tersedia  untuk  digunakan  sesuai  kebutuhan  di  berbagai  sektor 

pasar yang berbeda. 

4.   Prinsip  dasar  analisis  teknikal  mudah  dipahami  dan  lebih 

memperhatikan pada kejadian sesungguhnya di pasar. 

5.   Analisis  teknikal  dapar  menggunakan  data  secara  akurat  dan 

setiap  saat  tersedia  di  RTI  (Real Time Information) dan  IMQ 

(Information Market Quote)

Beberapa  kelemahan  analisis  teknikal  adalah  (Susanto  dan  Sabardi,2002 

dalam Kodrat dan Indonanjaya, 2010) : 

1.   Analisis  teknikal  menganggap  bahwa  sifat  manusia  adalah 

konstan sehingga pola kecenderungan akan selalu berulang. 

2.   Analisis  teknikal  memperhatikan  tingkat  kemungkinan  suatu 

kejadian akan teIjadi, bukan kepastian dari kejadian tersebut. 

3.   Beberapa  analisis  teknikal  modern  berdasarkan  pada  konsep 

matematik dan statistik yang cukup kompleks. 

4.   Untuk  keberhasilan  analisis  teknikal,  maka  informasi  yang 

(44)

5.  Analisa Laporan Keuangan 

a  Defmisi Laporan Keungan 

Laporan  keuangan  merupakan  suatu  informasi  yang 

menggambarkan  kondisi  keuangan  suatu  perusahaan,  dan  lebih  jauh 

informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan 

perusahaan  tersebut  (Fahmi,  2013:21).  Pengertian  laporan  keuangan 

menurut Munawir adalah  alat yang sangat penting untuk memperoleh 

informasi  sehubungan  denngan  posisi  keuangan  dan  hasil­hasil  yang 

telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. 

Sofyan Assauri  menyatakan  laporan  keuangan merupakan  laporan 

pertanggung  jawaban  manajemen  sumber  daya  yang  dipercayakan 

kepadanya. 

Dalam  Praktiknya  dikenal  beberapa  macam  laporan  keuangan 

seperti: 

I.  Neraca, 

Neraca  merupakan  laporan  keuangan  yang  menunjukkan 

jumlah aktiva (harta),  kewajiban (hutang),  dan  modal  perusahaan 

(ekuitas) perusahaan pada saat tertentu. 

2.  Laporan laba rugi 

Laporan  laba  rugi  merupakan  laporan  yang  menunjukkan 

kondisi  usaha  dalam  suatu  periode.  Laporan  ini  dibuat  dalam 

suatu  siklus  operasi  atau  periode  tertentu  guna  mengatahui 

(45)

sehingga dapat diketahui  apakah perusahaan dalam keadaan laba 

atau rugi. 

3.  Laporan perubahan modal 

Laporan  perubahan  modal  menggambarkan  jumlah  modal 

yang  dimiliki  perusahaan  saat  ini.  Laporan  ini  menunjukkan 

perubahan modal serta sebab­sebab berubahnya modal. 

4.  Laporan cacatan atas laporan keuangan 

Laporan  cacatan  atas  laporan  keuangan  merupakan  laporan 

yang dibuat  berkaitan dengan  laporan keuangan yang disajikan. 

Laporan  ini  memberikan  informasi  tentang  penjelasan  yang 

dianggap  perlu  atas  laporan  keuangan  yang  ada  sehingga 

menjadi  jelas  sebab­penyebabnya.  Tujuannya  agar  penggunan 

laporan keuangan dapat memahami jelas data yang disajikan. 

Analisis  laporan  keuangan  perlu  dilakukan  secara  cermat  dengan 

menggunakan  metode  dan  teknik  analisis  yang  tepat  sehingga  hasil 

yang  diharapkan  benar­benar  tepat.  Kesalahan  dalam  memasukkan 

angka  atau  rumus  akan  berakibat  pada  tidak  akuratnya  hasil  yang 

hendak  dicapai.  Kemudian  perhitungan  tersebut  dianalisis  adn 

diinterpretasikan  sehingga  diketahui  posisi  keuangan  yang 

sesungguhnya (Kasmir,20 12:67). 

b Tujuan dan Manfaat Analisis 

Ada  beberapa  tujuan  dan  manfaat  bagi  berbagai  pihak  dengan 

(46)

1   Untuk  mengetahui  posisi  keuangan  perusahaan  dalam  periode 

tertentu,  baik  harta,  kewajiban,  modal,  maupun  hasil  usaha 

yang telah dicapai untuk beberapa periode. 

2   Untuk  mengetahui  keelemahan­kelemahan  apa  saja  yang 

menjadi kekurangan perusahaan. 

3  Untuk mengetahui kekuatan­kekuatan yang dimiliki. 

4  Untuk  mengetahui  langkah­Iangkah  perbaikan  apa  saja  yang 

perlu  dilakukan  ke  depan  yang  berkaitan  dengan  posisi 

keuangan perusahaan saat ini. 

5   Untuk  melakukan  penilaian  kinerja  manajemen  ke  depan 

apakah  perlu  penyegaran  atau  tidak  karena  sudah  dianggap 

berhasil atau gagal. 

6  Dapat juga digunakan  sebagai  pembanding dengan perusahaan 

sejenis tentang hasil yang dicapai. 

Dalam  praktiknya  terdapat  dua  macam  metode  analisis  laporan 

keuangan yang biasa dipakai, yaitu sebagai berikut: 

1  Analisis Vertikal (Statis) 

Analisis ini  merupakan  analisis  yang  dilakukan  terhadap 

hanya  satu  periode  laporan  keuangan  saja.  Analisis  ini 

dilakukan  antara  pos­pos  yang  ada,  dalam  satu  periode. 

Informasi  yang  diperoleh  hanya  untuk  satu  periode  saja  dan 

(47)

2  Analisis Horizontal (Dinamis) 

Analisis horizontal merupakan analisis yang dilakukan dengan 

membandingkan  laporan  keuangan  untuk  beberapa  periode.  Dari 

hasil  analisis  ini  akan  terlihat  perkembangan  perusahaan  dari 

periode yang satu ke periode yang lain. 

6.  Faktor­ faktor yang mempengaruhi harga saham 

a. Wholesale Price Index

Wholesale price index atau  indeks  harga  perdagangan  besar 

merupakan  kenaikan  harga  barang  dan  jasa  secara  umum.  Wholesale 

price  indeks  bisa  dijadikan  sebagai  indikator  inflasi  (Muhammad  dan 

dan Aamir,2012:301). 

Pengertian  lain  Wholesale price index atau  indeks  harga 

perdagangan besar merupakan indikator yang menggambarkan besarnya 

perubahan  harga  di  tingkat  pedagang  besar/harga  grosir  dari  komoditi 

yang  diperdagangkan  disuatu  negaraldaerah.  Komoditas  tersebut 

merupakan  hasil  produksi  dalam  negeri  yang  dipasarkan  di  dalam 

negeri  atau  diekspor,  dan  komoditi  yang  diimpor  dari  luar  negen 

(www.bps.go.id). 

Data  Indeks  harga  perdagangan  besar  diklasifikasikan  ke  dalam  5 

sektor yaitu : 

(48)

2)  Sektor  pertambangan  dan  penggalian  terdiri  dari  7 

komoditas, 

3)  Sektor industri terdiri dari  177 komoditas, 

4)  Sektor impor terdiri dari 48 komoditas, 

5)  Sektor ekspor terdiri dari 46 komoditas. 

Pengklasifikasian dilakukan berdasarkan Klasifikasi barang dan jasa 

perdagangan  besar  sesuai  SNA  1968.  Data  indeks  harga  perdaganan 

besar  dihitung  menurut  Indeks  Laspayres, dengan  rumus  sebagai 

berikut: 

L

:n x Pn-l Qo

In =

ョセーッ

 

Qo X 100  

Keterangan: 

: Indeks bulan ke n 

: Harga bulan ke n 

: Harga bulan ke n­1  (periode sebelumnya) 

Pn-I X Qo  : Nilai tertimbang bulan n­l(bulan sebelumnya) 

POX Qo  : Nilai tertimbang tahoo dasar 

Wholesale price index atau  indeks  harga  perdagangan  besar 

merupakan  salah  satu  indikator  dalam  menentukan  tingkat  inflasi. 

Terdapat tiga  indikator yang digunakan untuk  mengukur tingkat  inflasi 

(49)

a.   Indeks  harga  konsumen  / Consumer price index merupakan 

indeks  yang  digunakan  untuk  mengukur  biaya  rumah  tangga 

dalam  mernberi  sejumlah  barang  bagi  keperluan  kebutuhan 

hidup. 

b.   Indeks  harga  perdagangan  besar  /  Wholesale price index.

Indeks  yang  lebih  menitikberatkan  pada  perdaganan  besar 

seperti harga bahan baku atau barang setengah jadi.  Indeks ini 

sejalan dengan indeks harga konsumen. 

c.   GNP  deflator  merupakan  indeks  yang  mencakup  jumlah 

barang danjasa yang termasuk dalam hitungan GNP. 

b. Sales Growth

Sales Growth atau  pertumbuhan  penjualan  merupakan  manifestasi 

keberhasilan  investasi  periode  masa  lalu  dan  dapat  dijadikan  sebagai 

prediksi  pertumbuhan  masa  yang  akan  datang.  Pertumbuhan  penjualan 

merupakan  indikator  permintaan  dan  daya  saing  perusahaan  dalam 

suatu industri (Detiana,2011 :59). 

Pendekatan  pertumbuhan  perusahaan  merupakan  suatu  komponen 

untuk  menilai  prospek perusahaan pada masa  yang  akan  datang.  Dapat 

disimpulkan  bahwa  pertumbuhan  perusahaan  merupakan  suatu 

komponen  untuk  menilai  prospek  perusahaan  pada  masa  yang  akan 

datang dan  dalam  manajernen keuangan  diukur berdasarkan  perubahan 

total  penjualan  perusahaan  (Murni  dan  Andriana  dalam 

(50)

Tingkat pertumbuhan yang didasarkan pada kemampuan  keuangan 

dapat  dibedakan menjadi  dua,  yaitu tingkat pertumbuhan atas  kekuatan 

sendiri  (internal growth rate) dan  tingkat  pertumbuhan 

berkesinambungan  (sustainable growth rate). Internal growth rate

merupakan  tingkat  pertumbuhan  maksimum  yang  dapat  dicapai 

perusahaan  tanpa  membutuhkan  dana  eksternal  atau  tingkat 

pertumbuhan  yang  hanya  dipicu  oleh  tambahan  atas  laba  ditahan. 

Sustainable growth rate merupakan  tingkat  pertumbuhan  maksimum 

yang  dicapai  perusahaan  tanpa  melakukan  pembiayaan  modal,  tetapi 

dengan  memelihara  perbandingan  antara  hutang  dengan  modal 

(Pratama, 2014:28). 

Pertumbuhan  penjualan  dapat  dihitung  dengan  rumus  sebagai 

berikut: 

. Penjualan t - Penjualan t­l 

pertumbuhan penJualan = p . l enJua ant-l

c. Net Profit Margin

Net Profit Margin Merupakan  ukuran  keuntungan  dengan 

membandingkan  antara  laba  setelah  bunga  dan  pajak  dibandingkan 

dengan  penjualan.  Rasio  ini  menunjukkan  pendapatan  bersih 

perusahaan atas penjualan. 

Menurut Joel  G.  Siegel  dan Jae K. Shim  dalam  Fahmi  (2013:81) 

(51)

1.   Margin  laba  bersih  sarna  dengan  laba  bersih  dibagi  dengan 

penjualan  bersih.  Ini  menunjukkan  kestabilan  kesatuan  untuk 

menghasi1kan  perolehan  pada  tingkat  pernjualan  khusus. 

Dengan  memeriksa  margin  laba  dan  nonna  industri  sebuah 

perusahaan  pada  tahun  sebelumnya  sehingga  dapat  menilai 

efisiensi  operasi  dan  strategi  penetepan  harga  serta  status 

persaingan  perusahaan  dengan  perusaan  lain  dalarn  industri 

tersebut. 

2.   Margin laba kotor sama dengan  laba kotor dibagi  dengan  laba 

bersih.  Margin  laba  yang  tinggi  lebih  disukai  karena 

menunjukkan  perusahaan  mendapatkan  hasil  yang  lebih  baik 

yang  melebihi  dari  harga  pokok  penjualan.  Rumus  untuk 

menghitung Net Profit Margin adalah sebagai berikut: 

Earning After Tax (EAT)

Net Profit Margin = S  l x 100% 

a es

Semakin  besar  NPM,  maka  kinerja  perusahaan  akan  semakin 

produktif,  sehingga  akan  meningkatkan  kepercayaan  investor  untuk 

menanamkan  modalnya  pada  perusahaan  tersebut.  Rasio  ini 

menunjukkan seberapa besar presentase laba bersih yang diperoleh dari 

setiap penjualan.  Semakin besar rasio  ini,  maka dianggap semakin baik 

kemarnpuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang tinggi.  Hasil dari 

perhitungan mencenninkan keuntungan netto per rupaih penjualan.  Para 

(52)

mengahasilkan  laba.  Dengan  mengetahui  hal  tersebut  investor  dapat 

menilai  apakah  perusahaan  tersebut profitable atau  tidak  (Bastian  dan 

Suhardjono,2006:299 dalam Rianti  ha1.5). 

d. Book Value

Book Value merupakan  nilai  buku  per  lembar  dari  suatu  saham 

yang  diterbitkan. Book value per  lembar  saham  yang  diterbitkan  pada 

dasarnya  mewakili  jumlah  asset  /  ekuitas  yang  dimiliki  perusahaan 

tersebut  (dikutip  dari  :  www.main­saham.com  tanggal  15  november 

2014,9:34). 

Book Value menurut  Hartono  dalam  Rahmi,  Arfan  dan  lalaluddin 

(2013)  merupakan  nilai  buku  per  lembar  saham  yang  menunjukkan 

aktiva bersih yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki  satu 

lembar saham. 

Nilai  buku  saham  mencerminkan  nilai  perusahaan,  dan  nilai 

perusahaan  tercermin  pada  nilai  kekayaan  bersih  ekonomis  yang 

dimilikinya.  Nilai  buku  saham  bersifat  dinamis  tergantung  pada 

perubahan  nilai  kekayaan  bersih  ekonomis  pada  suatu  saat 

(Halim,2005 :20). 

Secara normal book value suatu perusahaan akan terns  naik seiring 

naiknya  kinerja  perusahaan,  demikian  pula  sebaliknya.  Mengetahui 

nilai book value dari  suatu  saham  sangat  penting  untuk  mengetahui 

tingkat  kapasitas  dari  harga  per  lembar  saham  selain  itu book value

(53)

(Tryfino,2009: 12  dalam  Mulia  dan  Nurdhiana  :6).  Rumus  untuk 

menghitung book value adalah sebagai berikut : 

Ekuitas

Book Value =

-]umlah Saham yang Beredar

e. Firm Size

Ukuran  perusahaan  didefinikan  oleh  Gibson  (1998:217)  dalam 

Sambharakreshna (2010:205)  yaitu  : "Comparation of.firm of different

sizes may be more difficult than comparation of.firms ofequal size. For

example, larger firms often have accses to wide and more sophisticated

capital market, can buy in large quantities, and service wider markets. "

" Be aware ofdifferent size of.firm size of.firm under comparison. This

different can be seen by looking at relative sales, assets, or profit

sizes.

Dari  definisi  tersebut  dapat  disebutkan  bahwa  untuk  melihat 

perbedaan  ukuran  suatu  perusahaan  dapat  dilihat  dari  tingkat 

pernjualannya,  aktiva  atau  ukuran  laba.  Selanjutnya  dapat  dinyatakan 

bahwa  perusahaan  yang  memiliki  aktiva  dengan  jumlah  yang  besar 

dapat disebut dengan ukuran perusahaan . 

Menurut  Sujoko  2007  dalam  Gunarso  (2014)  menjelaskan  ukuran 

perusahaan  yang  besar  menunjukkan  perusahaan  mengalami 

perkembangan  sehingga  investor  akan  merespon  positif  dan  nilai 

(54)

akan  meningkatkan  daya  saing  perusahaan  lebih  tinggi  dibandingkan 

dengan perusahaan yang berukuran kecil. 

Menurut \Viliandri (2011 :98) dalamViandita, Suhadak dan Husaini: 

"Variabel size atau  ukuran  perusahaan  sangat  bergantung  pada  besar 

kecilnya  perusahaan.  Perusahaan  besar  lebih  mudah  memperoleh 

pinjaman  karena  nilai  aktiva  yang  dijadikan  jaminan  lebih  besar  dan 

tingkat  kepercayaan  bank  juga  lebih  tinggi.  Aktiva  yang  dijaminkan 

dapat berupa aktiva tetap  berwujud serta aktiva lainnya seperti  piutang 

dagang  dan  persediaan.  Makin  besar  ukuran  sebuah  perusahaan (size)

yang  dapat  dilihat  dari  besarnya  total  aset  sebuah  perusahaan  maka 

harga  saham  perusahaan  semakin  tinggi,  sedangkan  jika  ukuran 

perusahaan semakin kecil maka harga saham akan semakin rendah 

Besamya nilai Firm Size diketahui dengan rumus sebagai berikut : 

Firm Size

=

LN (Total Asset)

7.   Pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Dependen

a.   Pengaruh Wholesale Price Index terhadap Harga Saham 

Wholesale price index merupakan  indikator  yang 

menggambarkan besarnya perubahan  harga di  tingkat  pedagang 

besar/harga  grosir  dari  komoditi  yang  diperdagangkan  disuatu 

negaraldaerah.  Peningkatan  yang  terjadi  pada Wholesale price

index akan  berdampak  pada  harga  saham.  Peningkatan  harga 

(55)

teIjadinya  kenaikan  harga  di  tingkat  konsumen,  sehingga  daya 

beli  konsumen  akan  menurun  dan  berakibat  pada  penurunan 

minat  investor  untuk  melakukan  investasi  dan  akan  teIjadi 

penuruan  harga  saham  perusahaan  (Ayudya,  2011  dalam 

Nofiatin,2013:216). 

Pellelitian  tentang  pengaruh  Wholesale price index terhadap 

Harga  saham  telah  dilakukan  oleh  Muhammad  mubashir 

Hussain  dan  Muhammad  aamir  pada  tahun  2012  yang 

menemukan bahwa wholesale price index berpengaruh terhadap 

harga saham. 

b.   Pengaruh Sales Growth terhadap Harga Saham. 

Sales growth merupakan  merupakan  manifestasi  keberhasilan 

investasi periode masa lalu  dan dapat dijadikan sebagai  prediksi 

pertumbuhan  masa  yang  akan  datang  (Detiana,2011 :59). 

Apabila  perusahaan  memiliki  keuntungan  yang  meningkat, 

maka  pertumbuhan  penjualan  pun  ikut  meningkat  dan  kineIja 

perusahaan semakin baik  dari  tahun ke tahun.  Dengan demikian 

juga  akan  berdampak  pada  harga  saham  yang  kemungkinan 

akan  ikut  naik.  Karena  pada  dasarnya harga  saham  dipengaruhi 

oleh keuntungan dimasa yang akan datang (Afrianti, 2012:7). 

Penelitian  tentang  Pertumbuhan  penjualan  telah  dilakukan  oleh 

Nunky  rizka  mahapsari  dan  Abdullah  taman  pada  tahun  2013 

(56)

terdapat  pengaruh  antara  variabel  Pertumbuhan  penjualan 

terhadap Harga saham. 

c.   Pengaruh Net Profit Margin terhadap Harga Saham 

Net profit margin merupakan  rasio  perbandingan  antara  laba 

bersih  perusahaall  dengan  punjualan.  Semakin  besar  nilai net

profit margin semakin  baik  karena  menunjukka  tingkat 

produktivitas  perusahaan.  Rasio  ini  dijadikan  pertimbangan 

investor karena net profit margin memberikan informasi  berapa 

besar  keuntungan  bersih  yang  diperoleh  dari  setiap  penjualan 

sehingga  investor  bisa  menentukan  apakah  perusahaan 

profitable atau tidak. 

Pellelitian  tentang  net profit margin pemah  dilakukan  oleh 

Wendi Cahyono dan Sutrisno (2013) dan Lucky Putranto (2014) 

menunjukkan  bahwa  net profit margin berpengaruh  terhadap 

Harga saham 

d.   Pengaruh Book Value terhadap Harga Saham 

Book value merupakan  nilai  bersih  aktiva  per  lembar  saham 

yang  dimiliki  oleh  pemegang  saham. Book value menunjukkan 

nilai  perusahaan,  dan  nilai  perusahaan  tercermin  pada  nilai 

kekayaan  bersih  ekonomis  yang  dimilikinya  (Halim,2005:20). 

Besamya book value dapat  diketahui  dengan  membagi  jumlah 

(57)

Besarnya  book value secara  dinamis  akan  naik  atau  turun 

tergantung  dari  kineIja  perusahaan.  Perusahaan  yang  memiliki 

kineIja  yang  baik  akan  tercermin  pada  kekayaan  bersih  yang 

dihasilkan  akan  meningkat.  Book value yang  mengalami 

peningkatan  akan  menjadi  daya  tarik  bagi  investor  untuk 

menginvestasikan  dananya  kedalam  perusahaan.  Semakin 

banyak  investor  yang  menanamkan  modalnya  akan 

mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut. 

Penelitian yang dilakukan oleh Atika Rahmi,  Muhammad Arfan 

dan  lalaluddin  (2013),  Oktavia  Dewi  Yanti  dan  Ervita  Safitri 

menemukan  bahwa Book value berpengaruh  terhadap  Harga 

saham. 

e.   Pengaruh Firm Size terhadap Harga Saham 

Firm Size atau  Ukuran  Perusahaan  merupakan  suatu  alat  ukur 

yang  menentukan  besar  kecil  nya  suatu  perusahaan.  Beberapa 

pendapat  yang  menyatakan  besar  kecilnya  suatu  perusahaan 

seperti  pendapat  yang  dikemukakan  oleh  sujoko  (2007)  dalam 

Gunarso  (2014)  menyatakan  bahwa  ukuran  perusahaan  yang 

besar  menunjukkan  perusahaan  mengalami  perkembangan 

sehingga  investor  akan  merespon  positif dan  nilai  perusahaan 

akan  meningkat.  Tingkat  nilai  perusahaan yang meningkat  akan 

meningkatkan  daya  saing  perusahaan  lebih  tinggi  dibandingkan 

(58)

Ukuran  suatu  perusahaan  dapat  diketahui  dengan  logaritma 

natural  dari  total  asset  yang  dimiliki  oleh  suatu  perusahaan. 

Besarnya  ukuran  perusahaan  ditentukan  oleh  besarnya  total 

aktiva yang dihasilkan oleh perusahaan.  Seperti yang dinyatakan 

oleh  Sujoko  bahwa  perusahaan  yan  besar  akan  menjadikan 

perusahaan memiliki  daya saing yang lebih tinggi  dibandingkan 

dengan  perusahaan  kecil  hal  ini  akan  menjadi  daya  tarik 

investor. 

Semakin besar nilai  aktiva  yang dimilliki  oleh  perusahaan akan 

menjadi  daya  tarik  bagi  investor  karena  perusahaan  yang 

memiliki  aktiva  yang  besar  menunjukkan  bahwa  perusahaan 

mampu  mengelola  aktiva  untuk  menghasilkan  laba  sehingga 

akan  meningkatkan  aktiva  perusahaan.  Semakin  tinggi  ukuran 

perusahaan  akan  meningkatkan  harga  saham  perusahaan 

tersebut.  Penelitian yang dilakukan oleh Pujo Gunarso (2014) 

serta  Tamara  Dca  Viandita,  Suhadak,  Achmad  Husaini 

menunjukkan  bahwa  Firm Size berpengaruh  terhadap  Harga 

(59)

B.  Penelitian Sebelurnnya  

Beberapa penelitian terdahulu yang telah  dilakukan oleh peneliti sebelumnya,  

diantaranya sebagai berikut:  

1.   Penelitian  yang  dilakukan  oleh  Muhammad  Mubashir  Hussain  dan 

Muhammad  Aamir  (2012).  Periode  penelitian  selama  sepu1uh  tahun 

dari  tahun 2001­2010.  Variabel  yang digunakan adalah Exchange Rate

(ER), Foreign Exchange Reserve (FER), Industrial Production Index

(IPI), Interest Rate (IR), Import (M), Money Supply (MS), Wholesale

Price Index (WPI) dan Ekspor (X) terhadap Harga saham. Metode 

yang  digunakan  adalah  Johansen  Co­integration  test.  Hasil  penelitian 

menunjukkan bahwa FER, IR, M, MS dan WPI berpengaruh positif dan 

signifikan  terhadap stock prices, ER dan X berpengaruh  negatif dan 

tidak signifikan terhadap stock prices dan IPI berpengaruh negatif dan 

signifikan terhadap stock prices.

2.   Penelitian yang dilakukan oleh Tita Detiana (2011).  Periode penelitian 

selama  empat  tahun  dari  2004­2008.  Variabel  yang  digunakan  dalam 

penelitian  ini  adalah  Likuiditas,  Profotabilitas,  Sales growth dan 

Dividen  terhadap  Harga  saham.  Metode  analisis  yang digunakan pada 

penelitian  ini  adalah  Regr

Gambar

GrafIk 1.1
Grafik  yang  digunakan 
Tabel2.1  
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran 
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Return On Asset (ROA), Earning Per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity Ratio (DER) dan Price to Book

Apakah Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO) dan Net Profit Margin (NPM) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan

Secara simultan Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan di Bursa

fundamental yang terdiri dari PRICE BOOK VALUE (PBV ) PRICE EARNING RATIO.. (PER) OPERATING PROFIT MARGIN ( OPM ) EARNING PER SHARE ( EPS ) ,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa working capital turnover, sales growth dan cash trunover secara simultan berpengaruh signifikan terhadap net profit margin pada perusahaan

Analisis variabel yang dilakukan dengan menggunakan teknik analisis berganda dengan price earning ratio , price- to-book ratio , dan firm size sebagai variabel

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sales growth, net profit margin, dan plowback ratio terhadap equity growth pada perusahaan makanan dan minuman