• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MONEY SUPPLY, KURS RUPIAH, RETURN MARKET DAN HARGA MINYAK DUNIA TERHADAP RETURN SAHAM SUB-SEKTOR OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2010-2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MONEY SUPPLY, KURS RUPIAH, RETURN MARKET DAN HARGA MINYAK DUNIA TERHADAP RETURN SAHAM SUB-SEKTOR OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2010-2012"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

RETURN SAHAM SUB-SEKTOR OTOMOTIF YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN

2010-2012.

(Skripsi)

Oleh

RIO BAYU INDRAWAN

UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

(2)

PENGARUH MONEY SUPPLY, KURS RUPIAH, RETURN MARKET DAN HARGA MINYAK DUNIA TERHADAP RETURN SAHAM SUB-SEKTOR OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

TAHUN 2010-2012

Oleh:

RIO BAYU INDRAWAN

Investasi adalah kegiatan penanaman dana di Pasar Modal dengan harapan mendapatkan keuntungan dari hasil penempatan dana tersebut. Melalui kegiatan investasi, maka investor akan memperoleh return. Return merupakan hasil yang diperoleh melalui sebuah investasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat signifikansi faktor makro ekonomi yang mempengaruhi return saham sub sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012 variabel makro yang digunakan yaitu money supply, kurs rupiah, return market dan harga minyak. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 12 perusahaan sub sektor otomotif . Data sekunder perusahaan diperoleh melalui situs Indonesian Capital Market Directory, website IDX, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Data-data tersebut diolah melalui metode penelitian analisis linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas money supply, kurs rupiah, return market dan harga minyak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham sebesar 32,8%,sedangkan sisanya sebesar 67,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.

(3)

THE INFLUENCE OF MONEY SUPPLY, RUPIAH EXCHANGE, MARKET RETURN, AND THE WORLD OIL MARKET PRICE AGAINTS TOWARD RETURN OF SUB-SECTOR AUTOMOTIVE

STOCK LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) YEAR 2010-2012

By:

RIO BAYU INDRAWAN

Investment is planting of funds in the capital market with the hope to benefit from the results of the above funds. Through investment, then the investor will earn returns. Return the result obtained through an investment that has been done before.

This study aims to analyze the level of significance of macroeconomic factors that affect stock returns automotive sub-sectors listed on the Indonesia Stock

Exchange in 2010-2012 macro variables used are money supply, exchange rate, market returns and oil prices. The samples used in the study of 12 automotive sub-sector enterprises. Secondary data obtained through the company's website

Indonesian Capital Market Directory, IDX websites, Bank Indonesia and the Central Bureau of Statistics. These data are processed through multiple linear analysis research methods.

The results showed that the independent variables money supply, exchange rate, market returns and oil prices significantly affect stock return of 32.8%, while the remaining 67.2% is explained by other factors outside the study.

(4)

.TOMOTIF YANG TEROAFTAR DI BURSA EFEK INDOTIESIA

(BEii

TAHUN 20IO,zOJ2

0leh

C{o

!}a1u

clndro.wan

SKRIPSI

Sebagai Salah Satu Syarat unluk Mencapai Geiar

SARJANA EKONOIII

Pada

Jurusan Jvanaiemen

FalLrlas Ekonomi dan BisnisllnieeEil$ LlmF,ont

UNIVERSITAS LAMPUN

BAIIDAR

LAMPUTIG
(5)

ffi

Nonor

rokol

MandisM

c\!o

![ayr

Qndror.rron

091!011097

MENYETUJUI

r Psnji Nesa.a S.!.. M.E.

I974050t ,00801 1oo7

2,

Kctua

Jurullo

Matraj€netr

IIj,

Aidr S ii, s.E.. M.Si. Syrtibi Cb, S.E,

r9510203193J01r

(6)

di ini:

NPM.. :0911011097

Prosm

Snldi:

sl

Mmjeoen

Juduislripsi

:IdeanrnM,,€ySupplt,KwRlpiat\

Rasa

Matket dtu llawa Minyal Dmia Terhada! ,4n

/,

Sane Sub Sektor Otonotit

y

g

T€rddtar di BUN Elek hdoDesia (BEI) Tahu 20 r O,2Ot2.

Densm ini nenya&lm bahwa:

L

Hdil

Penelitiar/Skdpsi

seia

Sunber

InfoMi/Dala

adatah

b€m

nerupal@

hail

tarya seodid

d{

bolm

diajurm

dalm

bentutr apapu

k€pada

pergha

tinegi

me

pu.

S@u

smbcr

dala

dd

infomdi

]mg

b6al

atau

di(atip

d.ri

k rya

yds

ditorbiite

mupb

litjak diGrbitkm

ddi

Feuris lain 1€la!

disbu&{

dalm let s d&

dimrKks

dalm

DaIi{

PBt

la

dibasie athn

Eail

tereliriadskipsi ini;

2.

Menyemntm s@enuhnya

bs'l

lFrelni

s]a dald

bentuk ga.d

C,r,

da

Soll Copy

Sbpsi

ulul

dipublitciton

&e ncdia

etal

ataupu

elekfonil

Lepada

Jurud

MtujedcD f"l<ultu

Urorom,

dtu

Bhnjs univeArlas

LmpuA,

3.

Tidal

atd

noutu

n€ninr!

s

ii

ngi

ilatah€ntul

apapu aras sogata

ssut!

y

g

diblula

ol€b

JUrue

Mtuajemcn Fakllras Ekonohi

dd

Bisds

Univ4iia

LspuB

tdhadap

E6il

Penel'riar/Skipsi saya inii

1.

Ap,brlo

knrdta direnudiu

hri

peldtrq

rh.ipsi

in

nmpakan

ts,t

plagia

abl

pen,iplal,,

krhddp

k"rya

otrg

tai4.

tuta

sy€

be edd

hendim sr*si berdekm

aim

&r. terrib

yeg

berlaku di Univ6iras

|mpug

dd

sdksi

hulh

tag

bqlahu di

Nege

K6atm

Republik

Demiki&lah sunl pcmyataa inj

s}€

bur

dengd s€sugguJmya.

btuk

dapal dip€rgunalsn

*basain@

mesrinya.

Bed

tffpus

4 Okobd 201l
(7)

Halaman

I. PENDAHULUAN ……….. 1

1.1Latar Belakang……… 1

1.2Perumusan Masalah……… 6

1.3 Batasan Penelitian……… 6

1.4Tujuan dan Manfaat Penelitian……….. 7

1.5Kerangka Pemikiran……… 8

1.6Hipotesis……… 11

II. LANDASAN TEORI………. 12

2.1 Landasan Teori……….. 12

2.1.1 Pengertian Pasar Modal………. 12

2.1.1.2 Jenis-jenis Pasar Modal……… 14

2.1.1.3 Peranan dan Fungsi Pasar Modal……….. 15

2.2 Return Saham……….. 18

2.3 Money Supply... 22

2.4 Kurs Rupiah……… 24

2.5 Return Market……….. 24

2.6 Harga Minyak Dunia……….. 25

2.7penelitian Terdahulu……….. 27

III.METODE PENELITIAN……… 30

3.1 jenis dan sumber data……… 30

3.2 metode pengumpulan data……… 30

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian……… 31

3.4 variabel operasional penelitian………. 32

3.4.1 Variabel Dependen………. 32

3.4.2 Variabel Independen... 32

3.5 metode analisis……… 36

IV. PEMBAHASAN……… 44

4.1 gambaran umum objek penelitian……… 44

4.2 hasil uji deskriptif……….. 44

4.3 hasil uji Asumsi Klasik……… 46

4.3.1 hasil uji Normalitas……… 46

4.3.2 uji Multikolinieritas……… 48

(8)

4.6 hasil Uji R2………. 55

4.7 implikasi hasil penelitian……….. 56

V. KESIMPULAN DAN SARAN……….. 58

5.1 KESIMPULAN……… 58

5.2 SARAN………. 59

(9)

Tabel Halaman

3.1 Daftar Perusahaan Otomotif yang Menjadi Sampel………. …… 31

4.1 Hasil Analisis Deskriptif ………... 45

4.5 Hasil Uji Kolmogorov Smirnov………... 48

4.6 Hasil Uji Multikolinieritas………... 49

4.7 Hasil Uji Durbin Watson………... 51

4.8 Hasil Uji T………... 52

4.9 Hasil Uji F………... 54

(10)

Gambar Halaman

1.1 Kerangka Penelitian……….. 11

4.2 Grafik Histogram……….. 46

4.3 Grafik Normal Probability Plot………. 47

(11)

Lampiran

1. Daftar perusahaan Otomotif dan Komponen yang Menjadi Sampel.

2. Daftar IHSI perusahaan sub sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012.

3. Data bulanan return saham, money supply, kurs, return market dan harga minyak dunia.

4. Hasil Uji Deskriptif. 5. Hasil Uji Normalitas. 6. Hasil Uji Multikolinieritas. 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas. 8. Hasil Uji Autokorelasi. 9. Hasil Uji T.

10. Hasil Uji F.

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Investasi adalah penempatan dana atau uang dengan harapan agar mendapatkan

keuntungan dari hasil penempatan dana atau uangnya tersebut. Pelaku Investasi

disebut Investor. Menurut James C. Van Horn (1981) Investasi adalah kegiatan

yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada masa kini untuk tujuan

menghasilkan barang di masa mendatang. Investasi banyak jenisnya, namun

Investasi yang paling sering dilakukan adalah investasi pada pasar modal berupa

kepemilikan saham. Pasar Modal adalah lembaga keuangan yang memiliki

kegiatan berupa penawaran dan perdagangan surat berharga atau biasa disebut

efek, sedangkan saham adalah tanda penyertaan modal pada perusahaan perseroan

terbatas.

Menurut Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhrudin (2002:2), peranan dan

fungsi pasar modal sangatlah penting bagi perekonomian sebuah negara. Karena

pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi

keuangan. Dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena menyediakan fasilitas atau

wahana mempertemukan pihak Investor dan pihak issuer (penerbit saham). Pasar

(13)

kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana

selaku investor sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Melalui

kegiatan investasi, maka investor akan memperoleh return. Return merupakan

hasil yang diperoleh melalui sebuah investasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Seorang investor tentu mengharapkan return, karena return merupakan

keuntungan dari hasil kegiatan investasi yang telah dilakukan. Menurut Jogiyanto

(1998), return saham dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Return Realisasi (Realized

Return) dan Return Ekspetasi (Expected Return). Return realisasi adalah return yang sudah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Return ini dinilai

penting dalam pengukuran kinerja perusahaan dan digunakan sebagai dasar

penentuan return dan resiko di masa mendatang. Return Ekspetasi adalah return

yang yang akan diperoleh di masa mendatang namun sifatnya tidak pasti. Semakin

besar return yang diharapkan oleh investor, maka semakin besar pula resiko yang

nantinya akan diterima. Karena dalam berinvestasi, Investor akan menghadapi

ketidakpastian antara return dan resiko yang akan diperolehnya.

Jogiyanto (2003) memaparkan bahwa terdapat 2 jenis analisis untuk menentukan

return saham perusahaan, yaitu Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal.

Analisis Fundamental adalah analisis yang digunakan untuk menghitung nilai

intrinsik saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan, contohnya

seperti laba perusahaan, penjualan dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud

(14)

contohnya seperti harga dan volume transaksi saham untuk menentukan nilai dari

saham.

Analisis kondisi ekonomi merupakan analisis terhadap faktor-faktor eksternal

yang bersifat makro, seperti peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar perusahaan

namun memiki pengaruh terhadap perusahaan dan faktor-faktor ini tidak dapat

dikendalikan oleh perusahaan. Kondisi perekonomian yang stabil sangat

menguntungkan bagi Investor. Karena dengan begitu akan membawa pengaruh

yang positif terhadap pasar modal. Namun jika kondisi perekonomian tidak stabil,

maka akan merugikan karena investor akan berhati-hati dalam melakukan

transaksi (Suad Husnan, 2005). Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan

Analisis kondisi ekonomi sebagai variabel penelitian, yaitu Money Supply, Kurs

Rupiah, Return Market dan Harga Minyak Dunia sebagai variabel independen (x)

dan return saham sebagai variabel dependen (y).

Rusbiandi (2012) menggunakan 30 saham Jakarta Islamic Index (JII) syariah

paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar sebagai sampel

penelitian. Dalam penelitiannya yang menguji pengaruh Inflasi, Harga Minyak

Dunia, Kurs rupiah dan harga Emas Dunia terhadap saham Jakarta Islamic Index

(JII) di Bursa Efek Indonesia (BEI) membuktikan bahwa variabel Harga Minyak

Dunia berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap JII di BEI

selama periode Januari 2005 hingga Maret 2012. Hal ini ditunjukan oleh nilai arah

koefisien regresi pada variabel harga minyak dunia yang bernilai positif yaitu

(15)

Inflasi dan Kurs Rupiah berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel

harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap JII.

Kapindho (2011), meneliti pengaruh variabel makro ekonomi terhadap indeks

LQ45 di BEI membuktikan variabel tingkat inflasi, kurs, tingkat suku bunga dan

money supply memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham secara parsial dan simultan. Namun secara parsial, kurs memiliki pengaruh yang negatif

yang signifikan terhadap return saham. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung

yang lebih besar dari t tabel, yakni sebesar 4.266 > 1.68. Nilai Adjusted R2

sebesar 0.408821 yang berarti. Tingkat suku bunga BI rate dan kurs menjelaskan

variasi Indeks LQ45 sebesar 40,88% dan sisanya sebesar 59,12% dijelaskan oleh

faktor lain yang tidak dicantumkan pada model.

Prasetiono (2010), meneliti pengaruh faktor fundamental ekonomi makro dan

harga minyak terhadap saham LQ45 membuktikan bahwa variabel harga minyak

dalam jangka pendek mengalami pertumbuhan sebesar 1% maka saham LQ45

mengalami kenaikan 0,09% dan 0,59%. Sedangkan pada variabel tingkat suku

bunga SBI dan kurs mengalami kenaikan sebesar 2,7% dan 3,81% jika tingkat

pertumbuhannya mencapai 1%. Dan pada jangka panjang variabel kurs dan harga

minyak jika tumbuh sebesar 1% maka saham LQ45 mengalami pertumbuhan

sebesar 1,17% dan 0,72%.

Rivai (2008), meneliti pengaruh return indeks IHSG, sertifikat Bank Indonesia,

inflasi dan suku bunga terhadap return nilai aktiva bersih reksadana membuktikan

bahwa variabel return IHSG ternyata berpengaruh positif terhadap retun NAB

(16)

terhadap NAB. Dan variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap NAB. Ketika

return IHSG naik terjadi subscription reksadana dan sebaliknya, ketika return

IHSG turun maka akan terjadi reedemption.

Raharjo (2010), dalam penelitiannya yang menggunakan variabel Inflasi, Kurs

Rupiah dan Tingkat Suku Bunga SBI membuktikan variabel tingkat suku bunga

SBI dan Kurs tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham di

Bursa efek Indonesia periode tahun 2007-2009. Tingkat signifikansi

masing-masing variabel adalah 0,808 > 0,05 dan 0,054 > 0,05. Sedangkan variabel Inflasi

berpengaruh positif dan memiliki tingkat signifikansi 0,000 > 0,05.

Witjaksono (2010), dalam penelitiannya membuktikan bahwa variabel harga

minyak dunia, harga emas dunia, dan Indeks Nikkei 225 berpengaruh positif

terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan variabel independen

lainnya seperti tingkat suku bunga dan kurs rupiah berpengaruh negatif terhadap

IHSG selama periode tahun 2000-2009.

Maryanne (2009), meneliti pengaruh Nilai Tukar (Kurs) rupiah, Suku Bunga SBI,

Volume Perdagangan Saham, Inflasi dan Beta Saham terhadap Harga Saham di

BEI periode 2004-2007. Dalam penelitiannya disimpulkan bahwa variabel

independen Kurs tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham

secara parsial. Sedangkan variabel independen lainnya seperti Tingkat Suku

Bunga SBI berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap harga saham

secara parsial, dan variabel Volume Perdagangan saham berpengaruh secara

(17)

Berdasarkan hasil dari penelitian-penelitian diatas, maka penulis tertarik untuk

meneliti pengaruh variabel Money Supply, Kurs Rupiah, Return Market dan Harga

Minyak Dunia terhadap return saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

sejauh mana pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap return saham sub-sektor

otomotif yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia antara tahun 2010-2012.

Berdasarkan pertimbangan diatas, maka penulis tertarik menulis skripsi dengan

judul:

Analisis Pengaruh Money Supply, Kurs Rupiah Terhadap US Dollar, Return Market dan Harga Minyak Dunia Terhadap Return Saham Sub-Sektor Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2012.

1.2Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan oleh penulis, maka perumusan

masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:

Apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel Money Supply, Kurs

Rupiah, Return Market dan Harga Minyak Dunia Terhadap Return Saham

Sub-Sektor Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012.

1.3Batasan Penelitian

Untuk memfokuskan penelitian agar penelitian ini memiliki arah yang jelas,

(18)

 Penelitian ini menggunakan data dalam kurun waktu 3 tahun, yaitu tahun

2010, 2011 dan 2012

 Penelitian ini memiliki batasan daerah berupa perusahaan-perusahaan

otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1.4Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

Untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh signifikan Money Supply, Kurs

Rupiah, Return Market dan Harga Minyak dunia terhadap Return Saham

Sub-Sektor Otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.4.2 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini antara lain adalah:

1. Bagi Investor, penelitian ini bermanfaat sebagai informasi serta dapat

membantu Investor untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat

mempengaruhi return saham sehingga investor dapat mempertimbangkan

strategi dan keputusannya dalam kegiatan investasi.

2. Bagi Akademisi, hasil dan kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat

(19)

1.5 Kerangka Pemikiran

Money Supply atau jumlah uang beredar adalah jumlah keseluruhan dari uang yang beredar di suatu negara pada waktu tertentu. Uang yang beredar terdiri dari

uang giral, deposito, dan surat-surat berharga lainnya. Menurut Lipsey dan Steiner

(1992) dalam Kapindho (2011) money supply adalah stok uang dalam

perekonomian pada saat tertentu. Definisi jumlah uang beredar yang paling sempit

disebut M1 yang mencakup uang kartal dan deposit yang dapat digunakan sebagai

alat tukar. Definisi yang lebih luas adalah M2 dan juga M3. Definisi dari M2

adalah jumlah dari M1 yang ditambah dengan tabungan dan simpanan jangka

pendek. Sedangkan M3 adalah hasil penjumlahan dari M2 dengan komponen

sertifikat deposito yang bersatuan luas. Money supply berpengaruh negatif

terhadap return saham. Kebijakan Bank Sentral dalam mengatur uang yang

beredar ikut berperan dalam mengendalikan inflasi. Karena jika terjadi inflasi,

investor akan merasa ragu menanamkan modalnya dan ini akan ikut menurunkan

harga saham. Jika harga saham turun maka return saham juga ikut menurun.

Kurs atau nilai tukar mata uang adalah suatu perbandingan antara nilai mata uang

suatu negara dengan mata uang negara lain. Heru (2008) menyatakan bahwa nilai

tukar mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran mata uang dalam

negeri terhadap mata uang negara asing. Dalam penelitian ini akan digunakan

perbandingan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD). Rusbariandi

(2012) menyatakan bahwa hubungan antara nilai tukar rupiah dengan kurs asing

dapat dilihat melalui pendekatan pasar barang (good market aproach). Perubahan

(20)

pendapatan perusahaan. Jika kurs mata uang Rupiah terhadap dollar Amerika

Serikat menguat, maka akan berpengaruh positif terhadap saham. Karena investor

akan tertarik menanamkan modalnya pada perusahaan. Maka, harga saham akan

menguat dan return yang dihasilkan akan naik.

Return Market atau return pasar adalah tingkat keuntungan dari indeks pasar yang akan diterima oleh investor (Sunariyah:2003:147). Indeks pasar yang akan

digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks ini memperdagangkan saham-saham biasa maupun saham-saham preferen

di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan IHSG setiap harinya dipengaruhi oleh nilai

saham, baik disaat saham naik ataupun turun. Berapapun kenaikan harga saham

tersebut akan ikut mempengaruhi IHSG. Saham-saham besar umumnya sangat

berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Kenaikan harga saham gabungan

berpengaruh positif terhadap return saham. Karena menguatnya harga saham akan

meningkatkan return saham perusahaan.

Menurut Institute of Petroleum (IP) Minyak Bumi adalah suatu zat yang terjadi

dalam bumi yang sebagian besar terdiri dari Hidrokarbon padatan, cairan, dan gas.

Kebanyakan minyak bumi mengandung emulasi air, garam anorganik yang

mungkin terbentuk dalam pengeboran dan pengaliran atau pengangkutan. Minyak

bumi adalah bahan bakar yang berasal dari fosil yang telah berusia jutaan tahun.

Minyak bumi berperan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Kegunaan Minyak Bumi memiliki peranana penting dalam kehidupan manusia,

(21)

kendaraan ataupun berperan sebagai energi yang menggerakan aktivitas rumah

tangga dan industri.

Menurut Prasetiono (2010), kenaikan harga minyak Dunia dapat memberikan

dampak yang berbeda pada setiap harga saham, baik pada saham perusahaan yang

bergerak di bidang pertambangan maupun saham pada perusahaan yang bergerak

di luar bidang pertambangan. Pada perusahaan non pertambangan, kenaikan harga

minyak bisa membawa dampak yang negatif karena akan mengakibatkan

kenaikan biaya produksi dan secara tidak langsung akan menurunkan harga

saham. Sedangkan pada perusahaan pertambangan kenaikan harga minyak akan

berdampak positif pada penerimaan yang akan diperoleh yang akan

mengakibatkan kenaikan harga saham.

Pada saham sub sektor otomotif, kenaikan harga minyak berpengaruh negatif

terhadap return perusahaan. Karena jika harga minyak naik, maka harga

komponen industri perusahaan dan biaya produksi juga ikut naik. Maka, produk

atau barang yang dihasilkan akan dilabeli harga yang mahal dan akan membuat

konsumen enggan mengeluarkan uangnya untuk membeli barang tersebut.

Menurunnya jumlah konsumen akan membuat return perusahaan juga ikut turun.

Berdasarkan uraian diatas, maka variabel independen (bebas) dalam penelitian ini

adalah Money Supply, Kurs Rupiah, Return Market dan Harga Minyak Dunia.

Sedangkan variabel dependen (terikat) adalah return saham. Sehingga kerangka

(22)
[image:22.595.113.489.136.441.2]

Gambar Kerangka Penelitian:

1.6Hipotesis

Melalui perumusan masalah yang telah diuraikan, penulis mengemukakan

hipotesis:

Diduga terdapat pengaruh signifikan variabel money supply, kurs rupiah, return

market dan harga minyak terhadap return saham Sub Sektor Otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Money Supply (X1)

Kurs Rupiah

(X2) Return Saham

(Y)

Return Market (X3)

Harga Minyak Dunia

(23)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Pasar Modal

Secara umum, Pasar Modal adalah lembaga keuangan yang memiliki kegiatan

berupa penawaran dan perdagangan surat berharga (efek) yang memiliki jangka

waktu lebih dari satu tahun. Surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal

yaitu obligasi, saham, waran,right, reksa dana, dan bebagai instrumen derivatif lainnya sepertioptiondanfuture. Pasar modal juga merupakan tempat dimana perusahaan dapat mencari dana segar sebagai tambahan modal. Perusahaan

menggunakan dana tersebut untuk berusaha meningkatkan keuntungan atau laba

perusahaan. Dana yang terdapat di pasar modal berasal dari masyarakat selaku

Investor atau pelaku investasi.

Undang-Undang Negara Republik Indonesia nomor 8 tahun 1995, menyebutkan

bahwa pasar modal adalah segala kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran

umum dan penawaran efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang

diterbitkan, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar modal

memiliki peran yang penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal

(24)

pendanaan usaha suatu perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat

pemodal atau yang biasa disebut Investor. Dana yang diperoleh perusahaan dapat

digunakan untuk mengembangkan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan

lain-lain. Fungsi yang kedua, pasar modal berfungsi sebagai sarana bagi

masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi,

reksa dana dan lain-lain.

Husnan (1998:3) menyebutkan bahwa: secara formal pasar modal dapat

didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka

panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal

sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, publikauthorities, maupun perusahaan swasta. Dengan demikian pasar modal memiliki definisi yang lebih

sempit dari pasar keuangan. Tandelilin (2001:7) berpendapat bahwa:“pengertian

klasik dari pasar modal adalah pengertian sebagaimana yang ada di negara-negara

kapitalis seperti Amerika Serikat, yaitu suatu bidang usaha perdagangan

surat-surat berharga seperti saham, obligasi dan sekuritas efek.

Sunariyah (2000) mengungkapkan bahwa pasar modal adalah suatu pasar (tempat,

yaitu berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham,

obligasi-obligasi dan berbagai jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa

para perantara pedagang efek. Pada umumnya surat-surat yang diperdagangkan di

pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga yang sifatnya hutang dan

surat berharga yang sifatnya menjadi kepemilikan. Surat berharga yang sifatnya

(25)

disebut saham. Obligasi dapat diartikan sebagai bukti pengakuan hutang dari

perusahaan, sedangkan pengertian dari saham yaitu bukti penyertaan dari

perusahaan.

Dalam pengertian yang klasik, pasar modal didefinisikan sebagai sarana dimana

surat-surat berharga yang sifatnya jangka panjang diperjualbelikan. Pasar modal

memiliki tujuan normatif mencapai keuntungan yang optimal. Pasar modal juga

memiliki peran sebagai intermediasi atau menjembatani pihak yang membutuhkan

modal dengan pihak yang kelebihan modal. Pasar modal memiliki peran penting

bagi perkembangan ekonomi karena sebagai sumber pembiayaan eksternal bagi

dunia usaha.

2.1.1.2 Jenis-jenis Pasar Modal

Tandelilian (2001) menjelaskan beberapa jenis dari pasar modal, yaitu:

a. Pasar Perdana (Primary Market)

Yang dimaksud dengan Pasar Perdana adalah penawaran dari perusahaan yang

menerbitkan saham (emiten) kepada investor selama kurun waktu yang

ditetapkan oleh pihak yang menerbitkan sebelum saham tersebut

diperdagangkan di Pasar Sekunder.

b. Pasar Sekunder (Secondary Market)

Pasar sekunder didefinisikan sebagai perdagangan saham setelah melewati

(26)

c. Pasar Ketiga (Third Market)

Pasar Ketiga didefinisikan sebagai tempat perdagangan saham atau sekuritas

di luar bursa (over the counter market). Di Indonesia, bursa ketiga disebut

bursa paralel.

d. Pasar Keempat (Fourth Market)

Pasar Keempat adalah bentuk dari perdagangan efek antar investor atau

dengan kata lain pengalihan saham ke suatu pemegang saham ke pemegang

saham lainnya tanpa melalui perantara pedagang efek.

2.1.1.3 Peranan dan Fungsi Pasar Modal

Pasar Modal memiliki peranan penting dalam suatu Negara. Pada dasarnya

peranan tersebut memiliki kesamaan antara suatu negara dengan negara lain.

Hampir seluruh negara di dunia memiliki pasar modal. Negara yang maju ataupun

negara yang sedang berkembang sama-sama memerlukan tambahan modal

sebagai faktor penting dalam pengembangan perusahaan yang ada di setiap

masing-masing negara. Bagi negara yang sedang berkembang seperti negara

Indonesia, kurangnya dana perusahaan menjadi masalah dalam melakukan

ekspansi. Perusahaan tentunya memerlukan tambahan dana. Di sinilah peranan

pasar modal selaku tempat bertemunya permintaan dan penawaran modal. Pasar

Modal mempertemukan masyarakat pemilik dana lebih selaku calon investor

dengan perusahaan yang membutuhkan dana untuk pengembangan dan ekspansi

(27)

Menurut Sunariyah (1997) besarnya peranan pasar modal pada suatu negara dapat

dilihat melalui aspek-aspek berikut ini:

1. Sebagai fasilitas melakukan interaksi antara pembeli dengan penjual untuk

menentukan harga saham atau surat berharga yang diperjualbelikan.

2. Pasar Modal memberi kesempatan kepada Investor untuk memperoleh

hasil (return) yang diharapkan.

3. Pasar modal memberi kesempatan kepada Investor untuk menjual kembali

saham atau surat berharga yang dimilikinya.

4. Pasar Modal menciptakan kesempatan kepada masyarakat untuk

berpartisipasi dalam perkembangan suatu perekonomian.

5. Pasar modal mengurangi biaya transaksi dan transaksi surat berharga.

Peranan Pasar Modal dalam perekonomian suatu Negara yaitu:

a. Fungsi Tabungan (Saving Function)

Menabung selalu identik dengan pengertian menyimpan uang di Bank.

Namun, suatu Investasi dapat menjadi tabungan bagi Investor. Surat berharga

yang diperdagangkan di Pasar Modal seperti saham menjadi cara yang efisien

dan efektif untuk menyimpan dana serta memperoleh keuntungan dari

kegiatan investasi.

b. Fungsi Kekayaan (Wealth Function)

Pasar Modal adalah suatu cara untuk menyimpan kekayaan jangka panjang

(28)

digunakan. Cara ini jauh lebih baik karena kekayaan tidak akan mengalami

depresiasi atau penurunan nilai seperti aktiva yang lain.

c. Fungsi Likuiditas (Liquidity Function)

Kekayaan yang disimpan di surat berharga dapat dilikuidasi melalui pasar

modal dengan risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan aktiva lain. Proses

likuidasi surat berharga berjalan dengan cepat dengan biaya yang lebih murah.

d. Fungsi Pinjaman (Credit Function)

Bagi perekonomian suatu negara, Pasar Modal merupakan sumber

pembiayaan pembangunan dari pinjaman yang dihimpun dari masyarakat.

Perusahaan juga menjual obligasi untuk mendapatkan dana dari masyarakat.

Menurut Kasmir (2008), dalam Pasar Modal barang yang diperjualbelikan

dikenal dengan istilah instrumen Pasar Modal. Jenis-jenis instrumen pasar

modal adalah sebagai berikut:

a. Saham (Stocks)

Saham merupakan surat berharga yang sifatnya kepemilikan. Dengan kata

lain, pemilik saham adalah pemilik perusahaan. Semakin besar nilai saham

yang dimilikinya, maka akan semakin besar pula kekuasaannya atas

perusahaan tersebut. Laba atau keuntungan dari kepemilikan saham disebut

dengan deviden. Pembagian deviden harus berdasarkan ketentuan Rapat

(29)

b. Obligasi (Bonds)

Obligasi merupakan instrumen utang bagi perusahaan yang hendak

memperoleh modal. Keuntungan dari pembelian obligasi biasanya berbentuk

kupon. Tidak seperti saham, obligasi tidak memiliki hak terhadap manajemen

dan kekayaan perusahaan.

c. Waran

Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak

kepada pemegang waran untuk memesan saham dari perusahaan tersebut

dengan harga dan pada jangka waktu tertentu.

d. Sertifikat Danareksa

Sertifikat danareksa merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh PT

Danareksa (Persero) untuk mewakili efek/surat berharga yang dibeli oleh PT

Danareksa sebagai pendukung atau jaminannya. Sedangkan, sertifikat dana

adalah jenis sertifikat atas tunjuk yang didukung oleh portepel yang berasal

dari sebagian kekayaan danareksa yang dipisahkan, yang terdiri atas saham,

obligasi dan surat berharga pasar uang dimana pengelola portepelnya

dilakukan oleh danareksa selaku pengelola dana.

2.2 ReturnSaham

Returnsaham didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh melalui kegiatan investasi. Ang (1997) mengungkapkan bahwareturnsaham adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh investor atas investasi yang telah dilakukannya.

(30)

maupun investasi jangka pendek memiliki tujuan utama yaitu mendapatkan

keuntungan yang disebutreturn, baik langsung maupun tidak langsung. Melalui penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa tujuan utama dari kegiatan

investasi tentunya adalah mendapatkan keuntungan. Investor selaku pemodal

menempatkan dananya pada suatu perusahaan dengan harapan mendapatkan laba

atau keuntungan berupareturn.

Menurut Jogiyanto (2003), Return terbagi menjadi dua jenis yaitu,Return Realisasi (Realized Return) danReturnEkspetasi (Expected Return).Return Realisasi adalahreturnyang sudah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Returnini dinilai penting dalam pengukuran kinerja perusahaan dan digunakan sebagai dasar penentuanreturndan resiko di masa mendatang.Returnekspetasi adalahreturnyang return yang akan diperoleh di masa mendatang namun sifatnya tidak pasti. Semakin besarreturnyang diharapkan oleh investor, maka semakin besar pula resiko yang nantinya akan diterima.

Perhitungan return saham atauTotal Returnterdiri daricapital gain(loss) dan yield(jogiyanto:1998).Capital gainadalah selisih antara nilai pembelian saham dengan nilai penjualan saham. Dengan kata lain,Capital Gainadalah keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham. Pendapatan yang yang berasal daricapital gainini disebabkan dari harga jual saham yang lebih besar dari harga belinya.

(31)

Yieldadalah pembagian laba bersih dari badan usaha kepada pemegang saham yang telah diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).Yieldbiasa disebut dengan istilah Dividen. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan

kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi dari keuntungan/laba tersebut

kepada pemilik perusahaan memanglah tujuan dari suatu bisnis. Besarnya total

Dividen yang dibagikan tergantung dari besar kecilnya laba yang diperoleh

perusahaan serta kebijakan pembagian Dividen. Dividen terbagi menjadi beberapa

jenis, yaitu: Dividen tunai, Dividen Saham, Dividen Properti dan Dividen Interim.

Namun umumnya Dividen yang diterima pemegang saham adalah Dividen Kas.

ReturnTotal =Capital Gain (loss) + yield

Capital gain (loss)merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode lalu (Jogiyanto, 1998):

Capital gain (loss)=

Pt–Pt-1

Pt-1

Keterangan :

Pt = Harga saham periode sekarang

Pt-1 = Harga saham periode sebelumnya

Yield merupakan persentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari suatu investasi, untuk saham biasa dimana pembayaran

periodik sebesar Dtrupiah perlembar, makayielddapat dituliskan sebagai berikut

(32)

Keterangan:

Yield= Dt

Pt-1

Dt = Dividen kas yang dibayarkan

Pt-1 = Harga saham periode sebelumnya

Sehinggareturntotal dirumuskan sebagai berikut(Jogiyanto,1998):

Keterangan:

Pt–Pt-1 Dt Pt–Pt-1+ Dt

ReturnTotal = + =

Pt-1 Pt-1 Pt-1

Pt = Harga saham sekarang

Pt-1 = Harga saham periode sebelumnya

Dt = Dividen yang dibayarkan

Namun mengingat tidak selamanya perusahaan membagikan dividen kas secara

periodik kepada pemegang sahamnya, maka disini dividen dianggap 0, sehingga

returnsaham dapat dihitung sebagai berikut (Jogiyanto, 1998):

Keterangan:

Returnsaham =

Pt–Pt-1

Pt-1

Pt = Harga saham sekarang

Pt-1 = Harga saham periode sebelumnya

Perhitunganreturnsaham dapat didasarkan baik pada harga saham berupa indeks harga saham. Indeks harga saham akan meningkat tajam sesudahsplit/bonus saham dengan cara membandingkan harga saham sekarang dengan harga saham

(33)

corporate action,atau harga saham sebelumcorporate actiondisesuaikan terlebih dahulu. Menurut Samsul (2006), apabila terjadicorporate action,maka ada dua cara yang dapat ditempuh untuk menghitungreturnsaham yaitu:

1. Membandingkan indeks harga saham individu.

2. Membandingkan harga saham setelah disesuaikan.

2.3Money Supply

Money Supplyatau jumlah uang yang beredar adalah jumlah dari uang yang beredar pada suatu Negara pada waktu tertentu.Money Supplydianggap sebagai instrumen yang yang penting untuk mengendalikan laju inflasi. Karena jika

jumlah uang yang beredar terlalu banyak, maka suku bunga akan turun sehingga

masyarakat yang memiliki kelebihan uang akan menjadi konsumtif untuk

menghabiskan uangnya. Sebaliknya, jika jumlah uang yang beredar dalam

masyarakat jumlahnya berkurang, maka suku bunga akan naik.Money Supply juga berpengaruh terhadap suku bunga pinjaman. Suku bunga ini akan

mempengaruhi pihak-pihak yang membutuhkan dalam rangka konsumsi maupun

investasi. Kebijakan Bank Sentral dalam mengatur uang yang beredar akan ikut

mempengaruhi kegiatan konsumsi dan investasi pada suatu Negara.

Menurut Solikin dan suseno (2002), terdapat 3 jenis uang, yaitu:

1. Uang Kartal

Uang Kartal adalah uang yang berada di tangan masyarakat atau diluar Bank

(34)

nilai yang tidak terlalu besar. Jenis dari uang Kartal adalah uang kertas dan

uang logam yang diedarkan oleh Bank Indonesia.

2. Uang Giral

Uang Giral adalah uang simpanan dari masyarakat yang berada di Bank umum

dan dapat dicairkan setiap saat. Jenis dari uang Giral adalah rekening Giro.

3. Uang Kuasi

Uang Kuasi adalah uang yang tidak dapat digunakan setiap saat dalam proses

pembayaran karena keterkaitan waktu. Jenis uang ini disimpan dalam bentuk

tabungan dan deposito berjangka.

Menurut Imam Suwandi (2011), definisiMoney Supplymeliputi pengertian sebagai berikut:

M1 = mata uang beredar yang dimiliki masyarakat bukan Bank dan kertas-kertas

berharga (cek, giro, dll.)

M2 = M1 + deposito berjangka Bank komersial–sertifikat deposito yang dapat

dipindah tangankan.

M3 = M2 + deposito dari lembaga keuangan lainnya dan surat-surat berharga.

Jika Bank Sentral menambah targetmoney supply,maka tingkat suku bunga dapat turun. Begitu juga sebaliknya jikamoney supplyyang diturunkan.

2.4 Kurs Rupiah

Kurs adalah perbandingan antara nilai tukar mata uang suatu negara dengan mata

(35)

rupiah terhadap kurs asing, maka akan mengakibatkan naiknya biaya impor

bahan-bahan baku yang digunakan untuk produksi dan juga meningkatkan suku bunga.

Jika biaya produksi meningkat, maka laba perusahaan akan bergerak turun,

sehingga akan memicu turunnya deviden saham danreturnyang ditawarkan akan ikut turun. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar akan melemahkan

fundamental ekonomi, sehingga Investor enggan menanamkan modalnya pada

pasar modal.

Sukirno (2004:402), menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan

perubahan permintaan dan penawaran dalam kurs valuta, antara lain:

1. Perubahan dalam cita rasa masyarakat.

2. Perubahan harga dalam ekspor dan impor.

3. Kenaikan harga secara umum (inflasi).

4. Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi.

5. Pertumbuhan ekonomi.

2.5 Return Market

Return Marketataureturnpasar adalah tingkat keuntungan dari indeks pasar yang akan diterima oleh investor. Dalam penelitian ini, akan digunakanreturnpasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut Anoraga dan Pakarti (2001:101)

IHSG merupakan indeks yang menunjukan pergerakan harga saham secara umum

yang tercatat di bursa efek yang menjadi acuan perkembangan yang terjadi di

pasar modal. IHSG juga dapat menjadi tolak ukur untuk mengetahui situasi pasar

(36)

IHSG memiliki nilaireturnindeks yang merupakan nilai keuntungan yang didapat oleh investor dalam kegiatannya di pasar modal. Nilaireturnindeks dapat

dihitung sebagai berikut (www.financeroll.com) :

Ri =

Pit–Pit-1

Pit-1

Keterangan :

Ri = Returnindeks pasar (IHSG).

Pit = indeks pasar (IHSG) pada periode t.

Pit-1 = indeks pasar (IHSG) pada periode t-1 (tahun sebelumnya)

2.6 Harga Minyak Dunia

Harga minyak yang terus berubah juga ikut mempengaruhi pasar modal suatu

negara. Kenaikan harga minyak mentah akan mempengaruhi investor untuk

menanamkan modalnya ke berbagai sektor komoditi minyak dan pertambangan.

Menurut Witjaksono (2010), harga minyak mentah dunia yang diukur dari harga

spot pasar minyak dunia, yang digunakan sebagai standarnya yaituWest Texas Intermediateatau Brent. Minyak yang berjenisLight-weightini sangat cocok dijadikan sebagai bahan bakar. Harga minyakBrenttelah menjadi patokan perdagangan minyak dunia.

Bernd Hayo dan Ali M. Kutan (2004) dalam penelitian Witjaksono (2010)

mengemukakan bahwa pergerakan pasar modal di Rusia dipengaruhi oleh

perubahan harga minyak dunia dan pergerakan pasar modal Amerika (Indeks Dow

(37)

Cheolbeom Park (2007) menunjukan bahwa pergerakan harga minyak tidak

berpengaruh secara langsung pada pasar modal Amerika Serikat. Hal ini

membuktikan bahwa perubahan harga minyak mempengaruhi pasar modal.

Harga minyak dunia selalu berubah seiring dengan keadaan dan perkembangan

ekonomi dunia. Situs Useconomy.about.com menjelaskan ada beberapa hal yang

dapat mempengaruhi harga minyak dunia, antara lain:

1. Penawaran minyak dunia, terutama kuota suplai yang telah ditentukan oleh

OPEC.

2. Cadangan minyak Amerika Serikat, terutama yang terdapat pada

kilang-kilang minyak yang ada di Amerika Serikat dan pada cadangan minyak

strategis.

3. Permintaan minyak dunia. Pada musim panas diperkirakan permintaan

minyak dari perusahaan penerbangan meningkat. Hal ini disebabkan oleh

banyaknya wisatawan yang berpergian. Dan pada musim dingin

diperkirakan permintaan minyak juga akan naik karena digunakan untuk

penghangat ruangan.

Kenaikan harga minyak bumi akan menyebabkan harga saham pada sektor

pertambangan juga ikut naik. Hal ini disebabkan karena dengan naiknya harga

minyak maka akan memicu kenaikan bahan tambang. Hal ini akan mengakibatkan

(38)

2.7 Penelitian Terdahulu

Beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang pengaruh Tingkat Suku

Bunga SBI dan Harga Minyak Dunia terhadapreturnsaham. Berikut ini merupakan beberapa penelitian yang digunakan penulis sebagai referensi dan

bahan perbandingan dalam penelitian ini:

1. Anang Faisal Rivai (2008), dalam tesisnya yang berjudul“Pengaruh

ReturnIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Inflasi dan Suku Bunga Bank TerhadapReturnNilai Aktif Bersih (NAB) Reksadana di Bursa Efek Indonesia”membuktikan bahwa dalam

konteks keuangan, return IHSG berpengaruh positif terhadapreturnNAB yang sesuai dengan teori harga saham dan efisiensi pasar modal. Variabel

SBI dan Suku Bunga Bank berpengaruh secara positif terhadapreturn NAB, kecuali variabel inflasi yang berpengaruh negatif terhadap NAB.

2. Ardian Agung Witjaksono (2010), dalam tesisnya yang berjudul“Analisis

Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, Harga Minyak Dunia, Harga Emas

Dunia, Kurs Rupiah, Indeks Nikkei 225, dan Indeks dow Jones terhadap

IHSG”membuktikan bahwa variabel independen harga minyak dunia,

harga emas dunia, dan Indeks Nikkei 225 berpengaruh positif terhadap

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan variabel independen

lainnya seperti tingkat suku bunga dan kurs rupiah berpengaruh negatif

terhadap IHSG.

3. Donna Menina Della Maryanne (2009), pada penelitiannya yang berjudul

(39)

Saham, Inflasi dan Beta Saham Terhadap Harga Saham”membuktikan

bahwa variabel Kurs Rupiah dan Inflasi tidak memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap harga saham secara parsial dengan nilai probabilitas

masing-masing sebesar 0,932 dan 0,118. Variabel lainnya seperti Suku

Bunga SBI, Volume Perdagangan Saham dan Beta Saham memiliki

pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Harga Saham dengan nilai

probabilitas Suku Bunga sebesar 0,030, Volume Perdagangan sebesar

0,003, dan nilai Beta Saham sebesar 0,001.

4. Dwi Wahyu Prasetino (2010), pada penelitiannya yang berjudul“Analisis

Pengaruh Faktor Fundamental Ekonomi Makro dan Harga Minyak

Terhadap Saham LQ45 Dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang”

membuktikan bahwa pada jangka pendek pertumbuhan ekonomi dan harga

minyak mengalami perubahan sebesar 1% dan masing-masing mengalami

pertumbuhan sebesar 0,09% dan 0,59% dan bergerak searah pertumbuhan

ekonomi dan harga minyak. Variabel kurs dan suku bunga SBI yang

mengalami perubahan sebesar 1% mengalami pertumbuhan

masing-masing 2,7% dan 3,81% dengan perubahan yang berlawanan dengan

perubahan kurs dan suku bunga. Pada jangka panjang, variabel kurs dan

harga minyak yang tumbuh sebesar 1% mengakibatkan perubahan saham

LQ45 masing-masing sebesar 1,17% dan 0,72%. Dan setiap pertumbuhan

ekonomi dan suku bunga SBI sebesar 1% mengakibatkan perubahan pada

saham LQ45 masing-masing sebesar 0,6% dan 0,7%.

5. Ridho Ade Kapindho (2011), pada penelitiannya yang berjudul“Pengaruh

(40)

yang meneliti 18 perusahaan pada penelitiannya menyatakan bahwa

tingkat inflasi, kurs, tingkat suku bunga danmoney supplymemiliki pengaruh yang signifikan terhadapreturnsaham perusahaan pada LQ45. Hal ini ditunjukan dengan nilai F hitung yang lebih besar terhadap nilai F

tabel dengan nilai 6.96 > 2.10). secara parsial terdapat pengaruh negatif

signifikan antara kurs dan tingkat suku bunga terhadapreturnsaham. Hal ini ditunjukan dari nilai masing-masing t hitung yang lebih besar dari t

tabel sebesar 4.266 > 1.68 dan 2.296 > 1.68.

6. Septian Prima Rusbariandi (2012), dalam penelitiannya“Analisis

Pengaruh Tingkat Inflasi, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia dan

Kurs Rupiah TerhadapJakarta Islamic Indexdi BEI” membuktikan

bahwa variabel indepeden inflasi dan kurs rupiah berpengaruh negatif dan

signifikan secara statistik terhadap JII di Bursa Efek Indonesia. Nilai

signifikansi masing-masing variabel sebesar 0,046 dan 0,000. Sedangkan

variabel independen minyak dunia berpengaruh positif dan signifikan

dengan nilai signifikansi sebesar 0,083. Variabel harga emas dunia tidak

berpengaruh secara signifikan terhadap JII dengan signifikansi sebesar

(41)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Sumber Data

Penulis memperoleh data berupa data sekunder yaitu berupa data yang berasal dari

pihak lain yang telah dikumpulkan ataupun diolah menjadi data yang digunakan

untuk keperluan analisis. Data-data tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan

otomotif yang terdaftar di BEI pada periode tahun 2010-2012. Data-data tersebut

berupa pooling data untuk semua variabel yaitu money supply, kurs rupiah terhadap US dollar, return market dan harga minyak dunia. Data-data ini diperoleh dari berbagai website variabel yang bersangkutan.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode

dokumentasi dan studi pustaka. Metode ini ini dilakukan dengan cara

mengumpulkan dan membaca literatur, jurnal keuangan dan referensi dalam

bentuk buku ataupun jurnal di internet serta mempelajari berbagai teori yang

(42)

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dapat didefinisikan sebagai keseluruhan dari data yang sedang diteliti.

Populasi dari penelitian ini adalah sub-sektor otomotif dan komponen yang

terdaftar di BEI pada periode tahun 2010 s/d 2012.

Sampel dapat diartikan sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

dari populasi tersebut. Dalam penelitian ini, kriteria dari sampel yang digunakan

adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan sub sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia periode tahun 2010-2012.

2. Perusahaan sub sektor otomotif dan komponen tersebut mempublikasikan

laporan keuangan perusahaan tahunannya di Bursa efek Indonesia selama

periode tahun 2010-2012.

[image:42.595.154.508.533.744.2]

Berikut ini adalah daftar perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini:

Tabel 3.1. Daftar perusahaan Otomotif dan Komponen yang Menjadi Sampel

No Nama perusahaan/Emiten Kode

Saham

1 Astra International Tbk ASII

2 Astra Autoparts Tbk AUTO

3 Indo Kordsa Tbk BRAM

4 Goodyear Indonesia Tbk GDYR

5 Gajah Tunggal Tbk GJTL

6 Indomobil Sukses International Tbk IMAS

7 Indospring Tbk INDS

8 Multi Prima Sejahtera Tbk LPIN 9 Multistrada Arah Sarana Tbk MASA

10 Nipress Tbk NIPS

(43)

3.4 Variabel Operasional Penelitian

3.4.1 Variabel Dependen

Pengertian dari variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang yang

dipengaruhi oleh variabel independen (variabel bebas). Variabel dependen dalam

penelitian ini adalah return saham. Secara umum, pengertian return saham adalah

tingkat keuntungan yang dinikmatim oleh pemodal atas investasi yang

dilakukannya (Subalno,2009). Return saham merupakan nilai dari selisih antara

harga saham (Closing Price) pada periode t dengan harga saham (Closing Price) pada periode sebelumnya (t-1).

Untuk menghitung return saham digunakan rumus:

Pt – Pt-1

Return Saham = Pt-1

Keterangan :

Pt = Harga Saham periode sekarang

Pt-1 = Harga Saham periode sebelumnya

3.4.2 Variabel Independen

3.4.2.1 Money Supply

Jumlah uang yang beredar memiliki pengaruh terhadap Investasi. Karena

kebijakan Bank Sentral dalam mengendalikan uang yang beredar akan

(44)

masyarakat menjadi konsumtif dan ingin terus membelanjakan uang yang

dimilikinya. Hal ini akan mengakibatkan suku bunga nilainya menjadi turun dan

mengakibatkan inflasi. Money supply harus diimbangi dengan money demand agar terjadi keseimbangan terhadap uang itu sendiri. Untuk itu, Pemerintah

menggunakan instrumen-instrumen seperti bunga/diskonto, operasi pasar terbuka,

reserve requirement atau imbauan moral dari Bank Sentral terhadap pimpinan-pimpinan Bank Umum. Menurut situs fundamentalfx.blogspot.com , para pakar

moneter meyakini bahwa money supply adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Dalam pengertian money supply, dikenal istilah M1, M2 dan M3. Pengertian dari M1 adalah mata uang beredar yang dimiliki oleh

masyarakat seperti uang kertas dan uang logam. Uang yang dimiliki masyarakat

tersebut bukanlah uang yang tersimpan di Bank, termasuk cek, giro dan lain-lain.

M2 adalah hasil penjumlahan dari M1 dengan deposito berjangka Bank Komersial

dan dikurang oleh sertifikat deposito yang dapat dipindah tangankan. (M1 +

deposito berjangka Bank Komersial – sertifikat deposito yang dapat dipindah

tangan). Sedangkan yang dimaksud dengan M3 adalah hasil penjumlahan dari M2

dengan deposito dari lembaga keuangan lainnya dan surat berharga. Cakupan serta

definisi dari jumlah uang beredar ini sendiri berbeda-beda di Negara maju dan

Negara lainnya. Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk menghitung

jumlah uang yang beredar (www.bankirnews.com), yaitu:

1. Pendekatan Transaksional (Transactional Approach)

Pendekatan ini memandang bahwa jumlah uang beredar yang dihitung adalah

(45)

menghitung jumlah uang yang beredar dalam arti yang sempit (Narrow Money) atau M1.

2. Pendekatan Likuiditas (Liquidity Approach)

Definisi dari pendekatan ini adalah jumlah uang yang beredar sebagai uang

yang dibutuhkan untuk transaksi ditambah oleh uang Kuasi (Quasy Money). Uang Kuasi di Negara Indonesia adalah deposito berjangka.

1.4.2.2 Kurs Rupiah

Penelitian ini menggunakan perbandingan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika

Serikat (USD), karena kurs dollar yang cenderung stabil mengakibatkan mata

uang ini menjadi nilai satuan pembayaran internasional yang berlaku di seluruh

dunia. Dollar Amerika Serikat menjadi alat pembayaran internasional karena

jumlah emas yang tersedia sebagai alat pembayaran tidak bisa lagi mengimbangi

pertumbuhan perdagangan dunia yang semakin pesat. Menurut Mankiw (2000),

kurs atau nilai tukar dibagi menjadi 2 jenis, yaitu nilai tukar nominal dan nilai

tukar riil. Nilai tukar nominal adalah harga mata uang suatu negara dengan negara

lainnya. Sedangkan nilai tukar riil adalah nilai tukar nominal dibagi dengan harga

relatif dalam negeri dan luar negeri. Kurs riil dijadikan sebagai acuan untuk

mengukur daya saing suatu negara denagn negara lainnya. Rumus perhitungan

yang digunakan adalah kurs tengah rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang

(46)

Rumus dari kurs tengah:

Kurs jual + Kurs beli

Kurs tengah =

2

1.4.2.3 Return Market

Return pasar Indeks Harga Saham Gabungan merupakan indeks saham yang terus berkembang setiap harinya karena IHSG merupakan bursa saham yang terus

berputar dan berpusat di Jakarta. IHSG pertama kali menggelar perdagangan pada

1 april 1983. Selain memperdagangkan saham biasa dan saham preferen, IHSG

juga memiliki hari dasar perhitungan yaitu pada tanggal 10 Agustus 1982. Jumlah

nilai pasar pada IHSG merupakan keseluruhan dari perkalian dari tiap saham yang

tercatat, dalam hal ini terdapat pengecualian pada perusahaan yang tengah berada

pada tahap restrukturisasi dengan saham BEJ pada tanggal tersebut. Perhitungan

pada IHSG menunjukan pergerakan harga saham yang terjadi pada pasar lelang.

Nilai Dasar IHSG akan disesuaikan secepatnya apabila kemungkinan terjadi

perubahan pada emiten atau ada faktor lain yang mempengaruhi IHSG namun

tidak terkait dengan saham. IHSG menggunakan harga saham yang terdiri dari

harga saham yang berada pada pasar reguler. Harga tersebut didasarkan pada

harga yang berlaku pada sistem lelang. Perhitungan akan dilaksanakan setiap

(47)

3.4.2.4 Harga Minyak Dunia

Jika harga minyak naik, maka investor akan menanamkan modalnya pada

berbagai sektor komoditi minyak dan pertambangan. Hal ini juga akan

meningkatkan laba perusahaan perusahaan pertambangan. Harga minyak selalu

berubah dari waktu ke waktu. Harga minyak dunia merupakan harga spot pasar

minyak dunia berdasarkan jenis minyak West Texas Intermediate (WTI). Harga minyak yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga minyak mentah dengan

satuan per barel periode bulanan dari bulan januari 2010 sampai dengan desember

2012.

3.5 Metode Analisis

3.5.1 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah: uji normalitas,

multikolinieritas, heterokedesitas, dan autokorelasi.

3.5.1.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2006) uji Normalitas adalah uji yang bertujuan untuk menguji

apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen

mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang

memiliki distribusi data normal/mendekati normal. Ada dua cara untuk

mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis

(48)

3.5.1.2 Uji Multikolinieritas

Menurut Ghozali (2006) uji ini bertujuan menguji apakah pada model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang

baik antar variabel independen seharusnya tidak terjadi kolerasi. Untuk

mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas dalam model regresi diilakukan

dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang dapat dilihat dari output SPSS. Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan:

a. Jika nilai tolerance > 10 persen dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolineritas antar variabel bebas dalam model regresi.

b. Jika nilai tolerance < 10 persen dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinaeritas antar variabel bebas dalam model regresi.

3.5.1.3 Uji Heterokdesitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang terjadi homokedastisitas atau tidak terjadi

heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dilakukan

dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan

residualnya (SRESID).

Dasar analisisnya:

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik –titik yang membentuk suatu pola

tertentu, yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka

(49)

b. Jika tidak ada pola tertentu serta titik–titik menyebar diatas dan dibawah

angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis

dengan grafik plot memiliki kelemahan yang cukup signifikan oleh karena

jumlah pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah

pengamatan, semakin sulit untuk mengintepretasikan hasil grafik plot.

3.5.1.4 Uji Autukorelasi

Autokorelasi akan terjadi apabila munculnya suatu data dipengaruhi oleh data

sebelumnya. Dengan kata lain, pengujian ini dimaksudkan untuk melihat adanya

hubungan antara data (observasi) satu dengan data yang lainnya dalam 1 variabel.

Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat digunakan metode grafik

maupun uji Durbin Waston (DW). Pengambilan keputusan ada tidaknya

autokorelasi:

a. Bila nilai DW terletak antara batas atas atau upper bound (du) dan (4-du) maka koefisien autokorelasinya sama dengan nol, berarti tidak ada

autokorelasi.

b. Bila nilai DW lebih rendah dari batas bawah atau lower bound (dl) maka koefisien autokorelasi lebih besar daripada nol, berarti ada autokorelasi positif.

c. Bila nilai DW lebih besar dari (4-dl) maka koefisien autokorelasinya lebih

kecil daripada nol, berarti ada autokorelasi negatif.

d. Bila nilai DW terletak antara batas atas (du) dan dibawah batas bawah (dl)

atau DW terletak antara (4-du) dan (4-dl) maka hasilnya tidak dapat

(50)

Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi:

Hipotesis nol Jika

Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi negatif Tidak ada autokorelasi negatif

Tidak ada autokorelasi positif atau negatif

0 < d < dL

dL ≤ d ≤ dU

4 – dL< d < 4

4 – dU= d = 4 - dL

dU< d < 4 - dU

Ket : dU : Durbin Watson upper, dL : Durbin Watson lower

3.5.2 Uji t

Uji t digunakan untuk membuktikan hipotesis ke dua yakni ada pengaruh variabel

independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji t juga digunakan untuk

menguji signifikansi pengaruh Money Supply, kurs Rupiah, return market dan harga minyak terhadap return saham sub sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu uji t ini digunakan untuk

menguji hipotesis. Menurut Gujarati (1999), langkah-langkah pengujian yang

dilakukan adalah dengan pengujian dua arah, sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis (Ha)

Ha diterima: berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen

terhadap variabel dependen (risiko investasi) secara parsial.

b. Menentukan tingkat signifikansi (α) sebesar 0,05

c. Membandingkan t hitung dengan t tabel,. Jika t hitung lebih besar dari t tabel

maka Ha diterima.

(51)

=

1. Bila –t tabel < -t hitung dan t hitung < t tabel, variabel bebas (independen)

secara individu tak berpengaruh terhadap variabel dependen.

2. Bila thitung > t tabel dan –t hitung < -t tabel, variabel bebas (independen)

secara individu berpengaruh terhadap variabel dependen.

d. Berdasarkan probabilitas

Ha akan diterima jika nilai probabilitasnya kurang dari 0,05 (α)

e. Menentukan variabel independen mana yang mempunyai pengaruh paling

dominan terhadap variabel dependen. Hubungan ini dapat dilihat dari

koefisien regresinya.

3.5.3 Uji F

Uji F adalah uji yang dilakukan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh

money supply, kurs rupiah, return market, dan harga minyak dunia terhadap

return saham sub-sektor otomotif yang terdaftar di BEI pada periode 2010-2012 secara simultan.

Menurut Gujarati (1999), langkah-langkah yang dilakukan dalam uji ini adalah;

a. Merumuskan Hipotesis (Ha)

Ha diterima: berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen

(52)

b. Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0.05 (α=0,05)

c. Membandingkan F hitung dengan F tabel

Nilai F hitung dapat dicari dengan rumus (Gujarati, 1999):

= ( −1) ( 1− )

( − )

dimana:

R2 = Koefisien Determinasi

K = Banyaknya koefisien regresi

N = Banyaknya Observasi

1. Bila F hitung < F tabel, variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh

terhadap variabel dependen.

2. Bila F hitung > F tabel, variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh

terhadap variabel dependen.

d. Berdasarkan Probabilitas

Dengan menggunakan nilai probabilitas, Ha akan diterima jika probabilitas

kurang dari 0,05

Menentukan nilai koefisien determinasi, dimana koefisien ini menunjukkan

seberapa besar variabel independen pada model yang digunakan mampu

menjelaskan variabel dependennya.

(53)

Uji ini Digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel bebas

dengan variabel terikat. Nilai R2 terletak antara 0 sampai dengan 1 (0 ≤ R2≤ 1).

Tujuan menghitung koefisien determinasi adalah untuk mengetahui pengaruh

variabel bebas terhadap variabel terikat.

Perhitungan nilai koefisien deteminasi ini diformulasikan sebagai berikut:

TSS R2 =

ESS

R2 = Koefisien determinasi majemuk (multiple coeficient of determinant), yaitu proporsi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas secara

bersama-sama.

ESS = Explained sum of squares, atau jumlah kuadrat yang dijelaskan atau variabel nilai variabel terikat yang ditaksir di sekitar rata-ratanya.

TSS = Total sum of squares, atau total variabel nilai variabel terikat sebenarnya di sekitar rata-rata sampelnya. Bila R2 mendekati 1 (100%), maka hasil perhitungan

menunjukkan bahwa makin baik atau makin tepat garis regresi yang diperoleh.

Sebaliknya jika nilai R2 mendekati 0 maka menunjukkan semakin tidak tepatnya

garis regresi untuk mengukur data observasi.

3.5.5 Analisis Regresi Linier Berganda

Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah metode Analisis

Regresi Linier Berganda. Analisis ini untuk mengetahui pengaruh (korelasi)

(54)

Y = α + b1(X1) + b2(X2) + b3(X3) + b4(X4) + e

Keterangan :

Y = return saham

α = konstanta

b1-b4 = koefisien korelasi

X1 = money supply X2 = kurs rupiah

X3 = return market X4 = harga minyak dunia

(55)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Hasil dari penelitian mengenai pengaruh money supply, kurs rupiah, return market

dan harga minyak dunia terhadap return saham sub sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012 mendukung hipotesis awal yaitu

terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengaruh money supply, kurs rupiah, return market dan harga minyak dunia terhadap return saham sub sektor otomotif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah:

1. Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama money supply, kurs rupiah, return market dan harga minyak dunia terhadap return saham sub sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun

2010-2012.

2. Variabel kurs rupiah, return market dan harga minyak dunia secara parsial memiliki pengaruh terhadap return saham sub sektor otomotif. Hal ini didukung melalui nilai t hitung yang lebih besar nilainya dari t tabel untuk

masing-masing variabel.

3. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.328 atau sebesar 32,8%

(56)

saham sebesar 32,8%, sedangkan sisanya sebesar 67,2% dijelaskan oleh

faktor-faktor di luar penelitian.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka penulis memberikan saran sebagai

berikut:

1. Diharapkan penelitian yang akan datang dapat melakukan penelitian serta

menganalisis menggunakan variabel-variabel yang tidak dijadikan variabel

pada penelitian ini seperti inflasi, tingkat suku bunga SBI atau faktor

fundamental perusahaan seperti rasio-rasio keuangan.

2. Peneliti hanya menggunakan sampel penelitian berupa saham sub sektor

otomotif, sehingga menyebabkan belum tentu dapat digeneralisasi pada

saham industri yang lainnya. Penulis juga menyarankan agar penelitian

selanjutnya memperluas ruang lingkup penelitian.

3. Bagi investor sebaiknya mempertimbangkan informasi mengenai money supply, kurs rupiah, return market dan harga minyak dunia serta faktor lain seperti fundamental perusahaan agar dapat menjadi pertimbangan

(57)

DAFTAR PUSTAKA

Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Mediasoft Indonesia.

Jogiyanto. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE UGM.

Kapindho, Ridho Ade. Pengaruh Variabel Makro Ekonomi Terhadap Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Maryanne, Donna Menina Della. 2009. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Suku Bunga SBI, Volume Perdagangan Saham, Inflasi dan Beta Saham Terhadap Harga Saham. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang.

Prasetiono, Dwi Wahyu. 2012. Analisis Pengaruh Faktor Fundamental Ekonomi Makro dan Harga Minyak Terhadap Saham LQ45 Dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Journal of Indonesian Applied Economics.

Universitas Brawijaya. Malang.

Rivai, Anang Faisal. 2008. Pengaruh Return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Inflasi dan Suku Bunga Bank Terhadap Return Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Di Bursa Efek Indonesia. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia Esa Unggul. Jakarta.

Rusbariandi, Septian Prima. 2012. Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia dan Kurs Rupiah Terhadap Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Gunadarma. Jakarta.

Sunariyah. 2000. Pengantar Pasar Modal. Edisi kedua. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi Dan Manajemen Portofolio. Yogyakarta: BPFE.

(58)

www.idx.co.id

www.bi.go.id

www.wikipedia.org

Gambar

Gambar Kerangka Penelitian:
Tabel 3.1. Daftar perusahaan Otomotif dan Komponen yang Menjadi

Referensi

Dokumen terkait

Power Management System (PMS) adalah bagian penting dari peralatan kontrol dalam kapal dan biasanya mendistribusikan daya ke berbagai stasiun kontrol yang dapat

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 56 Pekanbaru.. Tersedia di

Asuransi Jiwa Bersama Bumiutera Syariah Banda Aceh agar dapat lebih hati-hati lagi terhadap pengambilan keputusan dalam menanggulangi risiko agar tidak terjadinya risiko

Ini merupakan pendapat Ma likiyya dan ana bila Ada juga yang megitungnya empat dengan para piak diitung menjadi dua rukun yang berdiri sendiri.. yang dinyatakan

Penurunan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,13 persen diakibatkan penurunan indeks harga pada subkelompok konsumsi rumah tangga (IKRT) sebesar 0,20 persen dan

[r]

Lestari melakukan analisis jumlah pengungkapan sukarela laporan keuangan tahunan perbankan syariah melalui website dengan hasil skor IFR bank syariah paling banyak jumlahnya pada

Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Penegak Hukum oleh Penyidik Terhadap Pelaku Tindak Pidana dalam Perkara Asusila Anak sebagai Pelaku