(Studi pada Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2007-2011) Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy.)
Oleh:
ILHAM SYAIFUL MUCHLISHIN NIM : 207046100754
KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Nama : ILHAM SYAIFUL MUCHLISHIN Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 17 Maret 1981
Alamat : Taman Buaran Indah IV, Blok LA_4, No.26, Jl.Kebon Raya, RT.01/ RW.13,
Kel. Penggilingan, Kec. Cakung Jakarta Timur, 13940.
Riwayat Pendidikan : TK. HARAPAN, Cakung, Jakarta Timur SDN 13 Pagi, Cakung Barat, Jakarta Timur SMPN 144, Cakung Barat, Jakarta Timur SMUN 59, Bulak, Klender, Jakarta Timur Sosiologi, FISIP, Universitas Indonesia
Penelitian ini berawal dari besarnya ghirah keislaman dalam pelaksanaan muamalat, di mana investasi syariah telah merambah ke dunia pasar modal. Dalam pengambilan keputusan transaksi di bursa efek, diperlukan analisis yang jitu. Maka, analisis teknikal dapat digunakan sebagai pilihan yang lumayan baik, karena ketersediaan data yang lebih lengkap dan lebih murah serta mudah. Dengan beberapa metode yang kita gunakan, maka analisis teknikal akan meminimalisir efek maysir (judi) dan gharar (ketidakpastian) dalam bertransaksi
Penelitian ini membuktikan bahwa, dengan menggunakan metode moving average dan autokorelasi antara harga saham terdahulu terhadap harga saham di masa
yang akan datang, bisa didapatkan hasil peramalan harga saham atau harga suatu komoditas berdasarkan data historis. Dengan metode moving average, juga didapatkan kemampuan untuk melihat keputusan, apakah sebaiknya menjual atau membeli suatu komooditas.
Kata Kunci:
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrahim
Alhamdulillahirrobbil’alamiin, puji dan syukur penulis panjatkan kepada
Allah SWT, Tuhan semesta alam, Tuhan seluruh mahluk, yang senantiasa memelihara keseimbangan alam, yang selalu memelihara kesehatan kita (sehingga kita dapat beraktifitas yang positif dan bermanfaat), yang selalu membimbing kita sehingga senantiasa dapat berada di jalan kebaikan dan kebenaran. Shalawat dan salam penulis curahkan kepada Baginda tercinta, Rasulullah Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan pengikut-pengikutnya, termasuk kita semua.
Syukur nikmat penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, dengan seizin-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, termasuk dipermudah dalam memperoleh sumber rujukan (buku, artikel, info verbal, dll.) dan kemudahan lainnya. Untuk itu, penulis berterimakasih sebanyak- banyaknya, antara lain kepada:
1. Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH, MH, MM, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, sekaligus Penguji-I dalam sidang skripsi penulis, dengan hasil nilai 85.
2. Dr. J. M. Muslimin, MA, Ph.D. Pembantu Dekan bagian Kemahasiswaan, sekaligus Penguji-II dalam sidang skripsi penulis, dengan hasil nilai A.
3. Dr. Euis Amalia M.Ag, Ketua Program Studi Muamalat dan Bapak Mu’min Rauf, S.Ag, M.Ag, Sekretaris Program Studi Muamalat, serta Ibu Oke, Asisten Sekretaris Program Studi Muamalat. Kalian selalu berbaik hati dengan sabar membimbing dan melayani mahasiswa dalam mencari ilmu serta memberikan konsultasi baik di bidang akademis maupun non akademis.
4. Bapak Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag, Koordinator Teknis Non Reguler. Terimakasih untuk keramahan dan perhatian penuh Bapak kepada kami agar cepat lulus. Ka Fida dan Ka Syafi’i, yang telah memfasilitasi info-info penting bagi kami,
mengarahkan tindakan yang baik untuk kami, serta memberikan pilihan Dosen-dosen terbaik untuk para mahasiswa NonReguler tercinta (khususnya untukku). 5. Dr. Djawahir Hejazziey, SH, MA., Pembimbing tunggal Skripsiku, sekaligus
6. Bapak Dr. H. Supriyadi Ahmad, MA, Dosen Pembimbing Akademik, yang telah setia dan banyak sekali membantu dengan petuah dan nasihat serta sharingnya sejak semester 1. Keramahan Bapak adalah kebanggaan bagi kami.
7. Papa-Mamaku yang baik, H.M.Musta’in, S.E & Hj.Sri Purnomowati, yang telah memberiku kesempatan kuliah lagi and lagi, di banyak tempat, di berbagai PTN lumayan -T.O.P- negeri ini. Uang memang luber keluarnya, tapi pasti manfaat+ panennya nanti akan berlebih bahkan berlipat ganda pula. Tidak ada ilmu yang sia-sia jika diamalkan dengan bagus.
8. Bapak dan Ibu para dosen FSH, baik yang pernah langsung mengajari kelas kami PS-2007-C Non Reguler, maupun yang tidak langsung. Bu Dwi Nur’aini yang cantik and membawa culture kebaikan di FSH. Bu Aini Masruroh, yang lembut+ sabar menjejalkan story-nya (thanks 4 ice cream, X-Gear+ sekolah BEI-nya). Bu Najwa Tajang (thanks 4 the Books). Bu Yuke (thanks 4 perhatian, ketekunan Ibu membimbingku di TOT Instruktur Lab Bank Mini). May Allah Bless Us!
9. Bapak Nardi (pensiun) dan Pak Agus, yang dengan sabar dan baik hati selalu menyediakan fasilitas perkuliahan (spidol, in focus Projector dan ruang kelas) sehingga kami dengan nyaman dapat menyerap ilmu sebanyaknya lalu mengamalkannya.
11.Para petugas Perpustakaan Utama UIN Jakarta, yang sangat sabar dan baik hati melayani para mahasiswa hingga malam hari dalam mencari literatur makalah dan skripsi. Menyediakan toilet + wudhu yang bersih, musolla yang nyaman + karpet tebal ber-AC sehingga kami dapat semangat dan khusu’ melaksanakan sholat. 12.Para petugas Perpustakaan Pusat UI, yang dengan senyum dan ikhlas
menyediakan tesis-tesis sebagai sumber studi terdahulu skripsi kami. I miss U. 13.Photocopy-an Juned (Pepi juga), di Pesangrahan, sebagai mitra kami dalam
mencopi buku-buku kuliah dan skripsi. Buku kami menjadi lengkap dengan biaya murah. Juga Photocopy-an Cangkir, yang selalu jadi bemper ampuh di saat mepet. 14.Mr. Poong Nam Choi, South Korea Citizen, sebagai teman dan mitra kami, yang banyak sharing dalam financial dan lapangan pekerjaan, sekaligus membuka wawasan kami tentang dunia usaha. Terimakasih traktirannya di ruang Mawar, Hotel Bidakara, Sushi Restourant dan KFC, sejak semester 1. We’ll always remember your good messages and lessons. Memberi lebih baik daripada
menerima kebaikan. Keep us in touch forever in good things!
15.Teman-teman Perbankan Syariah 2007-C NonReguler. Trust me, We are the best class UIN ever had. Some of us langganan IP 4,00 nih. Beberapa memang asalnya
dari lulusan terbaik di sekolah terdahulu. Semoga semua berhasil jadi manusia terbaik.
Akad KUA 11 November 2011, dan Resepsi keesokan harinya tanggal 12 November 2011, keduanya di Jakarta.
17.My best friends: Bukhori, Junis, Kiki, Rohman, Dian, Maris. Kalianlah tempat berbagi dan senasib selama ini. Semoga ukhuwah kita selalu terjalin bagus.
18.Touring friends: Oul (trims 4 sering ajak kita ke banyak tempat di sekitar Serang, Tambang Emas, dll), Fikri, Colik, Daris, Ryanda, Kecap, Ilhamuddin. Mmm, semoga kenangan indah yang cukup untuk modal perekat memori silaturahmi kita. 19.Eating friends: Maya (thanks suguhan dikala kami tepar), Erna (thanks for many
things u ever give to me), Nona (thanks for transactions), Rosita (thanks for the
business), Fitri (thanks for the games), Gabi (thanks for the Lab lessons). You
colouring our days beautifully.
20.Satpam Pak Is, yang setia menjaga keamanan and kenyamanan mobil kami semua saat parkir, terutama yang Katana, Sunny, and Trajet.
21.Ka’ Irul, Iis Locker, Pak Abbas botak, Pak Saini, Pak Saidih, para pegawai FSH, yang banyak interaksi dengan penulis, kadang bertransaksi. Bu Retno yang manis, sabar, dan baik saat melayani administtrasi mahasiswa FSH.
23.Para sopir 510, Transjakarta, T506, T47, Patas P6, Patas P17, Mikrolet 06A, Patas 76, mas Mul parkiran motor pos_Pol UKI, Motor Grand, SupraX-125, Mio, Katana, Sunny, Trajet. Kalianlah channnel transportasiku selama kuliah.
Akhirnya, penulis berdo’a kehadirat Allah SWT, semoga segala ilmu yang kita timba menjadi bermanfaat penuh, dan dapat kita amalkan semaksimal mungkin untuk memakmurkan bumi yang diamanatkan kepada kita, manusia. Semoga pula, segala rezeki yang kita miliki dapat semaksimal mungkin menuai berkah, dengan tidak terlalu pelit (perhitungan berlebih), tidak terlalu boros. Sehingga lingkungan akan dapat menilai kita sebagai orang yang berkecukupan (dalam segala hal): cukup baik, cukup sabar, cukup mapan, cukup pandai, cukup rapi, cukup cekatan, cukup sopan, cukup cepat, cukup bersih, cukup kaya, cukup cerdik, cukup terampil, cukup cakep, cukup pangan, cukup papan, cukup sandang, cukup uang, cukup ramah, cukup charming, cukup bijak, cukup tegas, dan cukup-cukup yang bagus lainnya. Pokoknya,
amat sangat bagus bila kita hidup dengan segala berkecukupan. Aamiin,.
Jakarta, 22 September 2011
Ilham Syaiful Muchlishin ---
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI vii
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Identifikasi Masalah 7
C. Pembatasan Masalah 8
D. Perumusan Masalah 9
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 9
F. Metode Penelitian 10
G. Review Studi Terdahulu 15
H. Sistematika Penulisan 17
BAB II LANDASAN TEORI
A. Saham dan Harga Saham 19
B. Analisis Teknikal 24
1. Prinsip Dasar Analisis Teknikal 25
3. Model-model Analisis Teknikal 27 4. Jenis Chart 29 5. Indikator Analisis Teknikal 32
6. Metode Pemulusan (Smoothing) 33
7. Moving Average 36
D. Koefisien Autokorelasi 43
BAB III PROFIL JAKARTA ISLAMIC INDEX
A. Sejarah Jakarta Islamic Index 46
B. Kriteria Emiten Yang Masuk Dalam Jakarta Islamic Index 47
C. Profil Emiten 50
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Terhadap Uji Korelasi Pada Jakarta Islamic Index 53 B. Analisis Tren Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Moving
Average 70
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 78
B. Saran 79
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Grafik Line Chart 29
Gambar 2.2 Grafik Bar Chart 30
Gambar 2.3 Keterangan Badan Bar Chart 30
Gambar 2.4 Grafik Candlestick Chart (Lilin) 31
Gambar 2.5 Keterangan Badan Candlestick Chart 32
Gambar 2.6 Arah Tren Moving Average 38
Gambar 2.7 Menentukan Posisi Buy dan Sell dengan Moving Average 39
Gambar 2.8 Contoh Penggunaan Dua Moving Average 40
Gambar 2.9 Level Support dan Resistance pada Moving Average 41 Gambar 3.0 Contoh Penggunaan Tiga Moving Average 42
Gambar 4.1 Grafik Fungsi Autokorelasi ANTM 55
Gambar 4.2 Grafik Fungsi Autokorelasi INCO 57 Gambar 4.3 Grafik Fungsi Autokorelasi INTP 60 Gambar 4.4 Grafik Fungsi Autokorelasi KLBF 62 Gambar 4.5 Grafik Fungsi Autokorelasi PTBA 65 Gambar 4.6 Grafik Fungsi Autokorelasi TLKM 67
Gambar 4.7 Grafik Fungsi Autokorelasi UNVR 70
Gambar 4.8 Tren Pergerakan Saham ANTM 71
Gambar 4.10 Tren Pergerakan Saham INTP 73
Gambar 4.11 Tren Pergerakan Saham KLBF 74
Gambar 4.12 Tren Pergerakan Saham PTBA 75
Gambar 4.13 Tren Pergerakan Saham TLKM 76
1
A. Latar Belakang
Dunia investasi dan trading berkembang cukup marak di Indonesia. Setelah tersaring dengan yang hanya sesuai koridor syariah, maka banyak jenis investasi yang bisa kita gunakan, antara lain: trading forex (foreign exchange/ perdagangan valuta asing/ mata uang asing), saham, komoditas (emas, minyak), sukuk (obligasi syariah), reksadana syariah, atau lainnya. Makin banyak pula masyarakat indonesia yang “bermain” di Bursa Saham (Bursa Efek Indonesia), baik sebagai pekerjaan utama
atau hanya sekedar ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat diandalkan. Berinvestasi pada saham, forex, atau komoditas memang sangat menggiurkan, karena kita bisa mendapatkan untung yang cukup besar. Puluhan, bahkan ratusan persen dalam waktu yang singkat (sehari, seminggu, sebulan, tergantung kondisi). Keuntungan yang diperoleh juga bisa berkali lipat dari marjin deposito. Namun, apabila salah perhitungan, mampu membangkrutkan orang dalam waktu singkat pula. Maka, dibutuhkan analisis sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan dalam trading. 1
Peramalan adalah salah satu input penting bagi para manajer dalam proses pengambilan keputusan investasi. Dalam proses peramalan dapat disadari bahwa
1
sering terjadi ketidakakuratan hasil peramalan, tetapi peramalan masih penting dilakukan karena semua organisasi beroperasi dalam suatu lingkungan yang mengandung unsur ketidakpastian, tetapi keputusan harus tetap diambil yang nantinya akan mempengaruhi masa depan organisasi tersebut. Suatu pendugaan secara ilmiah terhadap masa depan akan jauh lebih berarti daripada pendugaan hanya berdasarkan intuisi saja.
Dalam setiap transaksi perdagangan saham, investor atau manajer investasi (MI) dihadapkan pada pilihan untuk membeli atau menjual saham. Setiap kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi akan menimbulkan kerugian bagi investor itu sendiri, atau mengakibatkan nilai aktiva bersih dari reksadana saham yang dikelola MI tersebut menurun. Maka diperlukan analisis yang kuat dan akurat dan dapat diandalkan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi.
2
Ada dua macam analisis dalam dunia saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental adalah suatu metoda peramalan pergerakan instrumen finansial di waktu mendatang berdasarkan pada keadaan perekonomian, politik, lingkungan, dan faktor-faktor relevan lainnya, serta statistik yang akan mempengaruhi permintaan dan penawaran instrumen finansial tersebut. Analisis fundamental mengidentifikasi dan mengukur faktor-faktor yang menentukan nilai intrinsik suatu instrumen finansial. Apabila penawaran meningkat tetapi permintaan tetap, maka harga pasar akan meningkat, begitu sebaliknya. Salah satu kesulitan
2
analisis fundamental adalah mengukur secara akurat hubungan antara variabel-variabel, sehingga para analis harus membuat estimasi berdasarkan pengalaman mereka. Sedangkan analisis teknikal adalah suatu metoda meramalkan pergerakan harga saham dan meramalkan kecenderungan pasar di masa mendatang dengan cara mempelajari grafik harga saham, volume perdagangan dan indeks harga saham gabungan. Analisis teknikal lebih memperhatikan pada apa yang telah terjadi di pasar, daripada apa yang seharusnya terjadi. Para analis teknikal tidak terlalu peduli terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pasar, sebagaimana para analis fundamental, tetapi lebih berkonsentrasi pada instrumen pasarnya.
Dalam pandangan syariah, tidak semua lahan investasi yang dikenal oleh masyarakat sesuai dengan asas Islam. Terutama pada financial asset investment yang sedang berkembang, masyarakat perlu diberi pengetahuan sekaligus sosialisasi jenis produk keuangan yang sesuai dengan asas syariah.
Berkembangnya kebutuhan muamalah yang sesuai dengan syariah juga dialami oleh pasar saham. Untuk mengakomodasi investor yang berniat melakukan investasi dengan mempertimbangkan hukum Islam, maka Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan Danareksa Investment Management mengembangkan Indeks Syariah. Indeks syariah merupakan kumpulan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam.
Indeks syariah merupakan kumpulan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Adapun kriteria yang digunakan seperti:
1. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
2. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
3. Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram.
4. Usaha anggota badan audit memproduksi, mendistribusi, dan atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat.
Pelarangan maysir dan gharar merupakan komitmen Islam. Muslim sebagai investor bukan sebagai spekulator. Spekulasi dalam investasi memiliki resiko yang besar dan sangat menyerupai perjudian, sehingga diharamkan oleh Islam. Untuk menghindari hal tersebut, investasi yang dilakukan wajib dianalisis dengan berbagai metode yang ada.
Dalam berinvestasi, harapan utama investor adalah memperoleh keuntungan dari transaksi yang yang dilakukannya. Kerugian dapat terjadi akibat: Pertama, kesalahan memilih saham, dimana emiten memiliki kualitas kurang bagus, seperti tidak membukukan laba yang diperolehnya, sehingga harga saham bergerak turun. Kesalahan dalam memilih waktu, disini sebenarnya investor sudah benar dalam memilih saham blue chips. Namun karena pemilihan waktu yang tidak tepat, yakni saat pasar secara keseluruhan sedang bergerak dalam tren turun (misalnya saat krisis dunia 1930 atau 2008) atau kesalahan lainnya.
Analisis teknikal adalah teknik yang menganalisa fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu atau dalam hubungannya dengan faktor lain, misalnya volume transaksi.3 Karena itu Analisis teknikal banyak menggunakan grafik. Dari pergerakan tersebut akan terlihat pola tertentu yang dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau penjualan. Pada dasarnya analisis teknikal digunakan untuk
menentukan apakah suatu harga saham/ mata uang sudah overbought (jenuh
3
beli) atau oversold (jenuh jual).4 Atau, Analisis teknikal bisa didefinisikan sebagai suatu pemanfaatan data historis (harga dan volume perdagangan saham) yang tersedia di pasar.5
Agar dapat mengetahui pola pergerakan harga dengan mudah, maka data harga pada analisis teknikal digambarkan dalam bentuk grafik, antara lain Line chart (garis), Bar chart (batang), Candle chart atau candlestick chart (lilin). Grafik line chart hanya memuat data harga penutupan, namun data ini paling mudah dibaca. Bar
chart dan Candlestick chart hampir mirip dikarenakan memuat harga pembukaan,
harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Namun, grafik Candlestick lebih mudah dibaca, karena bisa menggunakan warna, juga mampu menampilkan psikologi pasar dengan lebih mudah.6
Teori atau metode yang melawan (bertentangan) Technical Analysis (analisis teknik) adalah Fundamental Analysis (analisis fundamental). Analisis Fundamental memperhitungkan berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi suatu negara dan kebijakan ekonomi, baik makro maupun mikro. Dari sisi makro, dapat diketahui kondisi ekonomi negara tersebut, apakah masih sehat atau tidak. Sedangkan dalam skala mikro, analisis fundamental digunakan untuk mengetahui valuasi suatu instrumen finansial, berapa nominal harga yang layak bagi suatu mata uang, saham, atau komoditas tertentu. Pada prinsipnya, suatu Analisis Fundamental digunakan
4
Desmond Wira, Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal, h. 4. 5
Tedy Fardiansyah, Smart Investment For Ordinary People: (Meningkatkan Kecerdasan Investasi dan Perencanaan Keuangan Pribadi), (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2003), h. 90.
6
untuk mengetahui apakah suatu harga overvalued (kemahalan) atau undervalued (kemurahan).7
B. Identifikasi Masalah
Masih sedikitnya sumber imformasi, buku-buku, skripsi, tesis, dan penelitian yang membahas analisis teknikal di Indonesia, mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai hal ini. Selain itu, adanya tesis di UI (2006) berjudul Proyeksi Harga Saham JII dengan Analisis Teknikal dalam Perspektif Hukum Syariah, yang
meneliti 17 saham JII di BEI pada tahun 2003-2005. Tesis ini menghasilkan kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara pergerakan harga saham pada masa lalu terhadap harga saham yang ditelitinya (hal ini menurutnya karena rentang waktu penelitian yang kurang panjang, yaitu hanya 2 tahun) . Hal ini sangat bertentangan dengan statement metode Analisis Teknikal sebagai suatu metode untuk meramalkan pergerakan harga saham dan meramalkan kecenderungan pasar di masa mendatang dengan cara mempelajari grafik harga saham, volume perdagangan, dan indeks harga saham gabungan8. Pada dasarnya, peramalan analisis teknikal berdasarkan pergolakan perubahan harga dan sentimen psikologi.9
Pesan dan saran yang tertulis pada tesis tersebut adalah agar ada penelitian lebih lanjut, dengan rentang tahun yang lebih panjang. Maka penulis melakukan
7
Desmond Wira, Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal, h. 3. 8
Djoko Susanto & Agus Sabardi, Analisis Teknikal di Bursa Efek, h.30. 9
penelitian kembali, dengan rentang waktu (2007-2011), yang diharapkan akan didapat kesimpulan yang menyatakan adanya korelasi yang signifikan antara data historis dengan data masa depan.
Kelemahan dari metode peramalan yang menggunakan analisis teknikal ini adalah:10
1. Analisis teknikal menganggap bahwa sifat manusia adalah konstan, sehingga pola kecenderungan akan selalu berulang.
2. Analisis teknikal memperhatikan tingkat kemungkinan suatu kejadian akan terjadi, bukan kepastian dari kejadian tersebut.
3. Beberapa analisis teknikal modern berdasarkan pada konsep matematik dan statistik yang cukup kompleks, sehingga menganalisis dengan perangkat lunak komputer sulit dihitung dan tidak mudah untuk memahami hasil keluarannya (output).
4. Untuk keberhasilan analisis teknikal, maka informasi yang dipakai harus akurat dan tepat waktu.
C. Pembatasan Masalah
Penulis hanya akan meneliti saham-saham yang tetap konsisten masuk dalam daftar Jakarta Islamic Indeks selama rentang 2007-2011 di Bursa Efek Indonesia.
Prediksi pergerakan atau tren harga saham JII, penulis teliti dengan Analisis Teknikal yaitu dengan menggunakan metode moving average (MA). MA yang
10
digunakan adalah MA 200, MA 100, dan MA 50. Sedangkan dari sudut pandang Analisis Fundamental tidak penulis teliti.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, maka penulis merumuskan masalah dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana memprediksi harga saham dalam perspektif analisis teknikal? 2. Bagaimana menentukan saat yang tepat untuk membeli dan atau menjual
saham berdasarkan trend pada kurun waktu 2007-2011?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai: 1. Pembuktian dari kebenaran bahwa ada hubungan antara harga saham di masa
lalu terhadap harga saham di masa yang akan datang menggunakan perhitungan Autocorrelation sehingga analisis teknikal dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan harga saham.
2. Penerapan analisis teknikal pada saham-saham Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia (BEI), selama kurun waktu 2007 sampai 2011.
F. Manfaat Penelitian
1. Bagi setiap orang yang ingin berinvestasi pada pasar modal, di mana saja, kapan saja, maka analisis teknikal dapat menjadi salah satu panduan, sehingga diharapkan tepat dalam memutuskan untuk menjual atau membeli saham. 2. Bagi siapa saja yang hendak berinvestasi, baik pada Saham, Emas, Minyak,
Valuta Asing, serta berbagai macam komoditas lain yang harganya naik turun, maka metode analisis teknikal dapat mereka terapkan untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya, berdasarkan data historis yang pernah ada. 3. Siapa saja yang mengakses skripsi ini diharapkan dapat lebih memahami cara
kerja metode analisis teknikal dalam memprediksi pergerakan harga saham. 4. Dengan adanya perhitungan metode analisis teknikal ini, maka efek spekulasi
saat “bermain” saham di Bursa Efek dapat diminimalkan.
G. Metode Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data Penelitian
Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data kuantitatif, sementara berdasarkan cara memperolehnya data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harga saham penutupan harian dari periode 12 Juli 2007 sampai dengan 23 Agustus 2011. Data harga saham harian ini diperoleh dari website yahoo finance. 2. Populasi dan Sampel
Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan data harga saham penutupan (closing price) dari emiten-emiten yang sahamnya tetap terus terdaftar selama periode 12 juli 2007 sampai dengan 23 agustus 2011.
Saham-saham yang menjadi sampel penelitian ini yaitu: 1. ANTM (Aneka Tambang Persero Tbk) 2. INCO (International Nickel Indonesia Tbk) 3. INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk) 4. KLBF (Kalbe Farma Tbk)
5. PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam Tbk) 6. TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk) 7. UNVR (Unilever Indonesia Tbk)
3. Metode Pengumpulan Data
Tahapan selanjutnya adalah penelitian pokok yang digunakan untuk mengumpulkan keseluruhan data yang dibutuhkan guna menjawab persoalan penelitian.
4. Teknik Analisis Data
Data yang ada dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan autokorelasi. Jika data diukur dalam suatu periode waktu tertentu yang berurutan, seringkali terjadi korelasi antara nilai data pada suatu waktu tertentu dengan nilai data pada satu periode waktu sebelumnya (lag) atau lebih. Korelasi ini dapat dihitung dengan menggunakan koefisien autokorelasi. Secara matematis rumus koefisien autokorelasi adalah:11
rk = nilai koefisien autokorelasi tingkat ke-k
t
Nilai koefisien autokorelasi yang berbeda dengan nol atau diluar confidence limit berarti koefisen autokorelasi signifikan berbeda dari nol. Suatu koefisien dikatakan berbeda dari nol (ada autokorelasi) jika koefisien tersebut berada di luar
interval confidence limit 0
Z = nilai variabel normal standar dengan tingkat keyakinan 1-
n = banyaknya obsrvasi.
Jika nilai koefisien autokorelasi berada di luar interval confidence limit, maka hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh antara data tertentu sebelumnya dengan data sekarang.
5. Hipotesis Penelitian:
Ho : Tidak ada korelasi antara harga saham di masa lalu dengan harga saham yang akan datang, sehingga harga saham di masa depan tidak dapat diprediksikan dengan harga saham di masa lalu.
H1 : Ada korelasi antara harga saham di masa lalu dengan harga saham yang akan datang, sehingga harga saham di masa depan dapat diprediksikan dengan harga saham di masa lalu. Maka analisis teknikal tidak dapat memproyeksikan harga saham.
6. Kerangka Pemikiran
pandangan Islam dapat dikategorikan seperti melakukan kegiatan spekulasi atau perjudian dengan mengharapkan return investasi yang untung-untungan semata.
Untuk menghindari ketidakhalalan serta untuk mengurangi resiko di dalam berinvestasi, penggunaan analisis teknikal dapat dilakukan. Kemudahan dalam melakukan analisis teknikal adalah data yang dibutuhkan untuk melakukan analisis dapat diperoleh secara mudah dan dapat diakses oleh setiap investor.
Untuk menganalisis hubungan antara harga saham saat ini dengan harga saham masa yang lalu, dilakukan uji autokorelasi. Proses tersebut dijelaskan pada alur dibawah ini:
Gambar 3.1
Alur Pengujian Autokorelasi
Data Sekunder (Harga Penutupan Saham)
Uji Autokorelasi
Ada Korelasi
Harga yang lalu mempengaruhi harga dimasa yang akan datang
Sedangkan proses analisis teknikal dapat dijelaskan melalui alur sebagai berikut: Gambar 3.2
Alur Analisis Teknikal
H. Review Studi Terdahulu
Setelah penulis melakukan penelusuran di katalog Perpustakaan Utama UIN Jakarta dan Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta maka tidak didapatkan keterangan adanya skripsi yang membahas mengenai Analisis Teknikal. Namun, yang ada adalah penelitian mengenai analisis fundamental.
Data Transaksi Harian (Close Price)
Teknikal Analisis
ogram dalam
ke
Input Pr
Moving Average Proses
Chart/Grafik Analisis Teknikal
Penelusuran tentang Metode Analisis Teknikal penulis temukan pada beberapa Tesis di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, Depok. Tesis tersebut antara lain adalah:
1. Ayub Laksono. “Proyeksi Harga Saham JII dengan Analisis Teknikal dalam Perspektif Hukum Syariah”. Tesis Magister Sains. Pascasarjana Universitas
Indonesia. 2006. (NPM: 71 02 91 406 6).
Tesis ini menganalisa dari segi hukum, tentang sesuai syariahnya analisis teknikal bila digunakan untuk memprediksi harga saham. Tesis ini membandingkan korelasi antara data historis dengan data harga saham di masa depan.
2. Mahmud Tarmizi Amir. ”Penggunaan Analisis Fundamental dan Analisis
Teknikal di dalam Penilaian Saham Studi Kasus: PT. Bank Dagang Nasional
Indonesia (BDNI)”. Tesis Magister Manajemen. Pascasarjana Universitas
Indonesia. 1997. (NPM: 36 96 03 243 3).
Tesis ini membandingkan penggunaan analisis teknikal dibanding analisis fundamental, dalam memprediksi saham BDNI di masa depan. Pada tahun 1997, adalah puncak kejayaan BDNI, sebelum akhirnya kandas diterjang Krisis 1998. 3. Fabbian Pangalila. “Analisis Fundamental dan Teknikal dalam Penilaian Saham
PT. „X‟.” Tesis Magister Manajemen. Pascasarjana Universitas Indonesia. 2002.
(NPM: 66 97 24 062 7).
I. Sistematika Penulisan Skripsi
Penulisan skripsi dibagi dalam 5 bab bagian penulisan, yang terdiri dari: Bab 1. Pendahuluan
Pendahuluan, terdiri dari pemaparan latar balakang penulisan skripsi, pokok masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, pembatasan masalah, metodologi penelitian, review studi terdahulu, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab 2. Landasan (Kerangka) Teori Tentang Metode Analisis Teknikal dan Metode Moving Everage.
Bab ini akan membahas teori-teori yang menjadi dasar penulisan skripsi. Uraian yang disajikan adalah tentang pengertian investasi dalam tinjauan syariah, pengertian saham, pengertian pasar modal syariah, prinsip-prinsip pasar modal syariah, pengertian bursa efek, perngertian JII, teori analisis teknikal, moving average, dan teori korelasi data.
Bab 3. Profil Jakarta Islamic Indeks (JII)
Bab ini akan menerangkan sejarah Bursa Efek Indonesia dan sejarah JII. Dijelaskan pula cara dan syarat yang digunakan JII dalam menyaring para emiten sehingga sesuai kriteria persyaratan JII. Keterangan tentang daftar para emiten yang selalu eksis di JII dalam rentang tahun 2007-2011.
dianalisis, serta proses hitungan korelasi antar data yang digunakan sebagai pembuktian uji kelayakan analisis teknikal dalam penentuan harga.
Bab 4. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian
Pada bab ini, akan dilakukan Uji Korelasi (autocorrelations) dan analisa tren pergerakan harga saham JII dengan metode Moving Everage. Bab ini juga akan memaparkan tentang analisis teknikal yang terjadi pada grafik-grafik yang dibuat terhadap perubahan harga, perubahan volume, serta indikator-indikator teknikal sebagai metode pemetaan sinyal. Bab ini juga akan membahas korelasi antara variabel harga yang lalu dengan harga yang akan datang, interpretasi hasil penelitian. Bab 5. Penutup (Kesimpulan dan Saran)
19
A. SAHAM DAN HARGA SAHAM
Harga saham yang kita digunakan adalah harga penutupan saham harian (daily closing price) dari tiap-tiap emiten. Harga saham ini dapat kita ketahui dari informasi BEI (Bursa Efek Indonesia) melalui situs Yahoo finance.
Saham merupakan tanda bukti kepemilikan perusahaan, dengan jangka waktu tidak terbatas. Pemegang saham memperoleh penghasilan yang disebut dividen dengan frekuensi tidak menentu. Dividen dibayar dari laba perusahaan, dengan potensi laba perusahaan yang sulit ditaksir. Dari sisi perpajakan, dividen merupakan bagian laba perusahaan setelah dikenai pajak. Harga saham sangat fluktuatif dan sangat sensitif terhadap kondisi makro dan mikro. Pemegang saham memiliki hak suara pada perusahaan (RUPS). Jika terjadi likuidasi (pembubaran perusahaan) maka pemegang saham memiliki klaim yang inferior (kebagian sisa-sisa hasil pembubaran). Produk investasi berupa saham pada prinsipnya sudah sesuai dengan ajaran Islam. Dalam teori percampuran, Islam mengenal akad syirkah atau musyarakah, yaitu suatu kerjasama antara dua atau lebih pihak untuk melakukan usaha, dimana masing-masing pihak menyetorkan sejumlah dana, barang atau jasa.
pembelian saham tersebut adalah untuk investasi, bukan untuk spekulasi (judi). Untuk amannya, saham-saham yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index merupakan saham yang insyaa Allah sesuai syariah.12
Indeks Saham Syariah ( Jakarta Islamic Indeks (JII))
Indeks harga saham merupakan indikator kelompok saham syariah. Fungsi indikator indeks dalam saham syariah adalah:13
1. Sebagai indikator tren pasar.
2. Sebagai indikator tingkat keuntungan. 3. Sebagai benchmark kinerja saham.
4. Memfasilitasi pembentukan portofolio dengan strategi pasif. 5. Memfasilitasi pembentukan produk derivatif.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk menghitung indeks:
1. Menghitung rata-rata (aritmatic mean) harga saham yang masuk dalam anggota indeks.
2. Menghitung indeks saham yang masuk kelompok, lalu dibuatkan indeks dari indeks saham tersebut (geometric mean).
3. Menghitung rata-rata tertimbang pasar.
12
Ahmad Rodoni, Investasi Syariah, (Jakarta: Lembaga PenelitianUIN Jakarta Press, 2009), h.61.
13
Indeks JII dibentuk dari saham-saham yang masuk kelompok saham syariah. Saat ini belum terbentuk pasar modal syariah secara tersendiri dan terpisah, namun pada pasar saham BEI telah dibentuk satu kelompok saham yang memenuhi kriteria saham syariah. Pembentukan ini mengakomodir investor yang ingin berinvestasi pada saham dengan prinsip syariah (sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI).
Pada bab 3, pasal 3, Fatwa MUI No:40/ DSN-MUI/ X/ 2003 tentang emiten yang menerbitkan efek syariah, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:14
1) Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan akan serta pengelolaan perusahaan emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan Efek Syariah tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
2) Jenis kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah sebagaimana dimaksud di atas antara lain:
a) Perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
b) Lembaga keuangan konvensional (menggunakan unsur riba), termasuk perbankan konvensional dan asuransi konvensional.
c) Produsen, distributor, serta pedagang makanan dan minuman haram.
d) Produsen, distributor, dan atau penyedia barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat.
14
e) Melakukan investasi pada emiten (perusahaan) yang pada saat transaksi tingkat nisbah (hutang) perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan daripada modalnya.
3) Emiten atau perusahaan publik yang bermaksud menerbitkan efek syariah, wajib menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang sesuai dengan syariah atas efek syariah yang dikeluarkan.
4) Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan efek syariah wajib menjamin bahwa kegiatan usahanya memenuhi prinsip-prinsip syariah dan memiliki Syariah Complience Officer.
5) Dalam hal emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan efek syariah sewaktu-waktu tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas, maka efek yang diterbitkan dengan sendirinya sudah bukan sebagai efek syariah.
Selain kriteria di atas, proses pemilihan saham dalam JII oleh BEI juga mempertimbangkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan emiten, seperti:15
1. Kegiatan usaha penerbit tidak bertentangan dengan hukum Islam dan telah terdaftar di Bursa selama lebih dari 3 bulan (kecuali jika saham yang termasuk dalam daftar 10 kapitalisasi terbesar).
2. Laporan keuangan tahunan perusahaan atau pertengahan tahun laporan keuangan perusahaan memiliki rasio Kewajiban Aktiva maksimum sebesar 90%.
15
3. Termasuk dalam 60 saham teratas berdasarkan tahun terakhir rata-rata kapitalisasi pasar.
4. Termasuk dalam 30 saham teratas berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan selama satu tahun terakhir di pasar reguler.
Evaluasi ulang akan digelar setiap 6 (enam) bulan dengan mempertimbangkan komponen indeks pada awal Januari dan Juli pada setiap tahun. Perubahan sejalan penerbit dari bisnis akan dipantau sepanjang waktu berdasarkan data publik yang tersedia.16
Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk melakukan investasi di bursa efek Indonesia. JII menjadi tolak ukur kinerja (benchmark) dalam memilih portofolio saham yang halal. Perhitungan JII dilakukan oleh BEJ dengan menggunakan metode perhitungan indeks yang telah ditetapkan yaitu dengan bobot kapitalisasi pasar (market cap weighted). Perhitungan indeks ini juga mencakup penyesuaian-penyesuaian (adjustments) akibat berubahnya data emiten yang disebabkan adanya corporate action.
16
B. ANALISIS TEKNIKAL
Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan atau estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures. Pada intinya ketika menggunakan metode analisa
teknikal apapun adalah kembali ke dasar teorinya, yang secara metodologi telah terbukti kinerja untuk periode waktu yang signifikan.
Dalam prakteknya, mungkin seorang analis teknikal mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik dan tabel data. Bagaimanapun, ini tergantung dari tipikal dari analis tersebut.
Analisis teknikal atau analisis pasar atau sekuritas yang memusatkan perhatian pada indeks saham, harga atau statistik pasar lainnya dalam menemukan pola yang mungkin dapat memprediksikan dari gambaran yang telah dibuat. Atau analisis yang menganggap bahwa saham adalah komoditas perdagangan yang pada gilirannya, permintaan dan penawarannya merupakan manifestasi kondisi psikologis dari pemodal.17
1. Prinsip Dasar Analisis Teknikal:18 a. Price discounts everything.
Dalam sesi fundamental mungkin kita ketahui bahwa harga akan dipengaruhi berita-berita mengenai laporan keuangan, nilai penjualan ataupun harga komoditi yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, namun teknikal mempercayai bahwa harga akan mendiskon semua berita tersebut. Seringkali harga bergerak melewati nilai harga teoritis secara fundamental (bisa naik atau turun).
17
Kamaruddin Ahmad, Dasar-dasar Manajemen Investasi, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), h. 75.
18
b. Price fluctuates in trends.
Harga saham atau komoditi biasanya akan bergerak dalam suatu trend tertentu.
c. History repeats itself.
Teknikal analis mempercayai bahwa sejarah akan berulang, maksudnya jika harga saham suatu saham dengan pola tertentu terjadi, maka di kemudian hari pola seperti itu dapat terjadi pula.
Analisis teknikal mengikuti trend yang sedang terjadi, analisis teknikal mempercayai bahwa harga trend ini akan bergerak terus hingga terjadi perubahan permintaan dan penawaran. Seringkali tanpa melihat dasar fundamental suatu perusahaan, pengguna teknikal analisis melakukan trading pada saham yang dianggap bagus secara teknikal.
2. Asumsi Dasar Analisis Teknikal
a. Harga pasar ditentukan oleh interaksi penawaran dan permintaan.
b. Permintaan dan penawaran dipengaruhi oleh banyak faktor, baik rasional maupun tidak.
c. Harga saham bergerak dalam trend terus menerus dan berlangsung cukup lama, meskipun ada fluktuasi kecil di pasar.
d. Perubahan tren disebabkan permintaan dan penawaran.
e. Pergeseran permintaan dan penawaran, tidak menjadi masalah mengapa terjadi, dapat dideteksi lambat atau cepat melalui chart transaksi.
3. Model-model Analisis Teknikal:19 a. Dow Theory
Merupakan salah satu analisis teknikal yang sudah lama dan cukup popular. Teori ini terdiri dari 3 gerakan harga saham sebagai berikut:
1) Primary trends, secara umum disebut pasar dalam keadaan bear atau bull.
Gambaran primary trends adalah tujuan utama teori ini, yang dibagi menjadi dua, yaitu upward primary trend, dan downward primary trend. 2) Secondary movements, hanya beberapa bulan yang kadang-kadang disebut
correction.
3) Tertiary moves adalah fluktuasi harian sederhana. Analisis membuat grafik
dan memplot harga saham-saham atau indeks pasar setiap hari dalam upaya menemukan primary trends dan secondary movements.
b. The Head and Shoulders Top (HST)
The head and shoulders mempelajari pola perdagangan saham. Tingkah laku
pasar yang dibentuk teori ini dapat dikategorikan dalam 4 fase, yaitu:
1) The left shoulder. Periode pembelian yang ramai dan diikuti dengan sepinya
perdagangan, kemudian mendorong harga ke puncak yang baru sebelum harga mulai menurun lagi.
2) The head. Dorongan pembelian yang besar, meningkatkan harga ke tingkat
yang tinggi, kemudian jatuh di bawah puncak “left shoulder”.
19
3) The right shoulder. Reli moderat di atas volume perdagangan saham untuk
mengangkat harga, tetapi gagal ke puncak “the head” sebelumnya, harga -harga mulai menurun.
4) The confirmation. Harga jatuh di bawah garis leher (neckline). Titik ini
merupakan sinyal untuk menjual saham.
Sistem dari analisa teknikal biasanya termasuk grafik harga, grafik volume, dan beberapa metode matematik lainnya dari pola dan perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan ketahanan dari tren tertentu. Jadi analis teknikal cenderung untuk menggunakan berbagai bentuk analisis teknikal sebelum melakukan transaksi daripada hanya mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa datang.
Sama halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal harus disiplin. Seringkali seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli atau menjual, ketika harga telah mencapai pola teknikal yang diidentifikasi sebagai sinyal masuk atau keluar pasar. Ada banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap hal ini seperti teknologi, fundamental dan lain sebagainya.
4. Jenis Chart20
Agar dapat mengetahui pola pergerakan harga dengan mudah, maka data harga digambarkan dalam bentuk grafik. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai, antara lain:
a. Line chart (garis)
Grafik line chart hanya memuat data harga penutupan, namun data ini paling mudah dibaca. Berikut adalah contoh grafik line chart:21
Gambar 2.1 Grafik Line Chart
20
Desmond Wira, Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal, h.12. 21 Forexindo community, “
Analisa Teknikal: Candlestick, Line Chart, Bar Chart”, artikel
b. Bar Chart (batang)
Bar chart memuat harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi (high) dan
harga terendah (low). Berikut adalah contoh grafik bar chart:22 Gambar 2.2
Grafik Bar Chart
Gambar 2.3
Keterangan Badan Bar Chart
22 Forexindo community, “
Analisa Teknikal: Candlestick, Line Chart, Bar Chart”, artikel
Garis horisontal pendek pada bar yang mengarah ke kiri menunjukkan harga pembukaan, sedangkan yang mengarah ke kanan menunjukkan harga penutupan. Bagian bawah bar menunjukkan harga terendah yang pernah muncul pada periode tersebut, sedangkan bagian atas bar menunjukkan harga tertinggi.
c. Candle chart atau candlestick chart (lilin)
Candlestick chart memiliki fungsi yang sama dengan bar chart, namun dengan
penampilan yang lebih baik. Berikut adalah contoh grafik candle chart atau candlestick chart:23
Gambar 2.4
Grafik candlestick chart (lilin)
23 Forexindo community, “
Analisa Teknikal: Candlestick, Line Chart, Bar Chart”, artikel
Gambar 2.5
Keterangan Badan Candlestick Chart
Garis vertikal menunjukkan high (titik tertinggi) dan low (titik terendah). Pada setiap garis vertikal terdapat kotak solid yang menunjukkan jarak antara harga pembukaan dengan harga penutupan.
5. Indikator Analisis Teknikal:
Dibawah ini adalah beberapa tipe indikator yang digunakan dalam analisa teknikal:
a. Indikator Tren. Tren adalah sebuah kata yang menggambarkan beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, dan menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yang bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (contoh: Moving Average).
c. Indikator Volatilitas. Indikator volatilitas adalah istilah umum yang digunakan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga. (contoh: Bollinger Band)
d. Indikator Siklus. Siklus digunakan untuk mengindikasikan adanya peristiwa berulang seperti musim, pemilihan umum, dan lainnya. Banyak pasar memiliki kecenderungan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus berguna untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (contoh: Elliot Wave)
e. Indikator Support/Resistance. Support resistance menggambarkan level dan kemudian berbalik arah. (contoh: Trend Lines)
f. Indikator Momentum. Momentum adalah istilah umum untuk menggambarkan tertentu. Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren. Momentum berada tertinggi ketika mulainya sebuah trend dan terendah pada saat perubahan arah. Divergence arah apapun dari harga dan momentum mengindikasikan pergerakan telah melemah. Jika terjadi pergerakan harga ekstrim dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (contoh: RSI, Stochastic, MACD).
6. Metode Pemulusan (Smoothing)
menghilangkan atau mengurangi keteracakan (randomness) dari data deret waktu (time series). Metode yang biasa digunakan untuk keperluan pemulusan data adalah metode rata-rata bergerak (moving average) dari pengukuran respon dalam periode waktu tertentu atau metode pemulusan eksponensial.
a. Data Deret Waktu (timeseries)
Data yang terkait dengan periode deret waktu adalah: tingkat persediaan dari waktu ke waktu, penjualan tahunan, output mingguan, biaya bulanan, dsb. Nilai-nilai yang disusun dari waktu ke waktu tersebut disebut dengan data deret waktu (time series). Di dunia bisnis, data deret waktu diperlukan sebagai bahan acuan pembuatan keputusan sekarang, untuk proyeksi maupun untuk perencanaan di masa depan. Untuk dapat menggunakan data deret waktu dalam keperluan pembuatan suatu proyeksi, perlu diketahui beberapa asumsi yang penting. Pertama, adanya ketergantungan kejadian masa yang akan datang dengan masa sebelumnya. Kedua aktivitas di masa yang akan datang mengikuti pola yang terjadi di masa yang lalu, dan ketiga, hubungan atau keterkaitan masa lalu dapat ditentukan dengan observasi atau penelitian. Akurasi dari proyeksi yang dihasilkan tentu saja akan sangat tergantung pada seberapa jauh asumsi-asumsi ini dapat dipenuhi.
b. Metode Rata-rata Bergerak (movingaverage)
memungkinkan untuk menunjukkan trend dasar atau siklus dalam pola data sepanjang waktu. Sebagai hasilnya, fluktuasi tidak beraturan tang terlihat pada deret berkala telah „dipermulus‟ sehingga menunjukkan garis trend jangka panjang yang
agak konstan. Atas dasar hasil yang diperoleh tersebut secara umum dapat ditelusuri bagaimana laju peningkatan dalam pola datanya.
Dengan menggunakan metode rata-rata bergerak ini, nilai yang dimuluskan
pada titik waktu t dari pengukuran respon selama periode waktu M (yt) secara
umum ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut:
t
M adalah sebuah bilangan ganjil. Yt adalah respon proses pada saat t, yt-1 merupakan respon proses pada saat t-1 dan seterusnya. Sebagai contoh, bila rata-rata bergerak dihitung atas dasar selang tiga periode, maka:
Karena yang dilakukan di sini pada masing-masing langkah sebenarnya hanyalah menghitung kembali rata-rata dengan menambahkan nilai sebelumnya, maka terhadap rumus rata-rata bergerak diatas dapat disederhanakan dengan menuliskannya lembali dalam bentuk recursive berikut:
7. Moving Everage
Moving average, kita singkat MA, adalah indikator yang cukup populer di
kalangan trader. Bahkan banyak trader yang sangat menggantungkan diri pada satu jenis indikator ini saja.24
Indikator MA menghitung pergerakan harga rata-rata darai suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu, misalnya dalam waktu 5hari, 20 hari, atau 100 hari. Misalnya, data ahrga sampai 5 hari yang lalu dijumlah, kemudian hasilnya dibagi 5. hasilnya adalah suatu garis rata-rata (simple moving average) yang digambar bersama dengan grafik harga.
Ada banyak variasi MA yang digunakan dalam Analisis Teknikal, yaitu: Simple Moving Average (SMA)
Linear Weighted Moving Average (WMA)
Exponential Moving Average (EMA)
Smoothed Moving Average
Cara penggunaan semua moving average tersebut sama. Perbedaannya ada di tingkat sensitivitas yang diberikan masing-masing indikator tersebut, karena cara perhitungan yang berbeda. Kalau SMA hanya rata-rata biasa, WMA dan EMA menggunakan sistem pembobotan. Data dari periode berbeda diberi bobot penilaian berbeda. Sehingga dari pembobotan ini dihasilkan nilai rata-rata yang berbeda.
24
Dari keempat moving average di atas, yang paling sensitif adalah WMA, EMA, SMA, dan yang paling tidak sensitif adalah Smoothed Moving Average. Paling sensitif dalam arti paling cepat merespon perubahan harga. Karena sifatnya ini, WMA dan EMA banyak dipakai oleh para trader, terutama yang bertransaksi jangka pendek. Sedangkan Smoothed Moving Average lebih cocok dipakai oleh investor jangka panjang.
Dalam penggunaannya, Moving Average dapat digunakan untuk berbaga hal, antara lain yaitu:
Mengidentifikasi trend sekarang
Mengetahui pembalikan arah trend (reversal) Menentukan level support dan resistance
Di dalam penggunaan Moving Average, kita bisa menggunakan satu MA, dua MA, atau bahkan tiga MA atau lebih. Berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu penggunaan MA yang paling sederhana, yaitu menggunakan hanya 1 buah MA.
menjadi bullish. Saatnya untuk membeli saham. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar berikut:25
Gambar 2.6
Arah Trend Moving Average
Contoh lainnya untuk menentukan posisi beli (buy) dan posisi jual (sell) saham dengan menggunakan moving average yaitu seperti terlihat pada gambar dibawah ini: 26
25 Chart School, “
Moving Averages”, artikel diakses pada 12 Maret 2011 dari
http://www.StockCharts.com 26Strategy Desk, “
Moving Average: Trading Menggunakan MA”, artikel diakses pada 12 Juni
Gambar. 2.7
Menentukan Posisi Buy dan Sell dengan Moving Average
Cara lain untuk mengidentifikasi trend adalah dengan menggunakan dua buah Moving Average yang berbeda periode. Posisi MA periode yang lebih pendek
tren berbalik menjadi bullish. Maka ini adalah saat untuk membeli saham. Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat gambar di halaman berikut:27
Gambar. 2.8
Contoh Penggunaan Dua Moving Average
Jika periode yang digunakan relatif pendek, misalnya 5 dan 20, dapat memberi sinyal pembalikan arah jangka pendek. Untuk sinyal jangka panjang, misalnya digunakan MA dengan periode 50, 100, dan 200.
27 Chart School, “
Moving Averages”, artikel diakses pada 12 Maret 2011 dari
Kegunaan lain dari Moving Average adalah sebagai level support dan resistance. Bila harga bergerak mendekati Moving Average, seringkali harga mental
kembali, sehingga seolah-olah Moving Average bertindak seperti level support dan resistance. Hal ini seperti tampak pada gambar berikut:28
Gambar. 2.9
Level Support dan Resistance pada Moving Average
Dengan sifat harga yang sering mental seperti ini, sebaiknya kita berhati-hati jika menentukan kapan pembalikan arah. Sebaiknya kita menunggu konfirmasi beberapa candle untuk menentukan harga sudah menembus MA atau belum.
Selain dua MA, banyak juga trader yang menggunakan sekaligus 3 MA untuk analisis. Dua MA dengan periode pendek digunakan sebagai sinyal untuk trading
28 Chart School, “
Moving Averages”, artikel diakses pada 12 Maret 2011 dari
jangka pendek. Sedangkan MA dengan periode paling panjang digunakan untuk mengetahui trend utama yang sedang terjadi. Contohnya yaitu pada gambar di bawah ini:29
Gambar. 3.0
Contoh Penggunaan Tiga Moving Average
Seperti terlihat pada gambar, trend utama masih bullish, sedangkan harga bisa berfluktuasi (trend minor). Dengan mengetahui trend utama tersebut, kita bisa mengantisipasi. Misalnya bila membuka posisi berlawanan dengan trend utama, kita bisa mengurangi margin yang digunakan, supaya risiko tidak terlalu besar.
Pada prinsipnya, Moving Average bisa membantu trader untuk trading. Periode yang umum dipakai adalah 200, 100, 50, 20, dan 5. Bila dipakai pada chart
29 Chart School, “
Moving Averages”, artikel diakses pada 12 Maret 2011 dari
harian, periode 200 dipakai untuk mengetahui trend tahunan. Periode 100 untuk mengetahui trend selama setengah tahun. Periode 50 untuk mengetahui trend selama 3 bulanan. Periode 20 untuk mengetahui trend dalam waktu mingguan. Sedangkan periode 5 baik digunakan untuk mengetahui trend harian.
C. KOEFISIEN AUTOKORELASI30
Untuk memahami konsep koefisien autokorelasi, perlu dimengerti lebih dahulu pengertian konsep koefisien korelasi. Koefisen korelasi menunjukkan arah dan keeratan hubungan antara 2 variabel sehingga dapat menggambarkan apa yang terjadi pada satu variabel bila terjadi perubahan pada variabel yang lain. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai dengan 1. Semakin nilai korelasi mendekati -1 atau 1, semakin erat hubungan kedua variabel.
Koefisien autokorelasi mirip dengan koefisien korelasi, hanya saja koefisien ini menunjukkan keeratan hubungan antara nilai variabel yang sama tetapi pada periode waktu yang berbeda. Secara matematis, rumus koefisien adalah:
Koefisien autokorelasi perlu diuji untuk menentukan apakah secara statistik nilainya berbeda secara signifikan dari nol atau tidak. Untuk itu perlu dihitung kesalahan standar dengan rumus:
n serk 1
Dimana n menunjukkan jumlah data. Sebagai contoh, bila diasumsikan: Jumlah data = n = 36
Nilai koefisien autokorelasi time lag 1= 0,5
Interval kepercayaan yang dipilih adalah 95% (dengan tingkat kpercayaan
sebesar 95%, akan diperoleh nilai Z sebesar 1,96). Maka, batas
tersebut signifikan, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara nilai suatu variabel dengan nilai variabel itu sendiri dengan time lag 1 periode.
Asumsi analisa teknikal:
Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi
fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.
Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran
yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini
dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.
Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal biasanya tidak percaya
46
1. Sejarah Jakarta Islamic Index31
Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan transaksi ekonomi dan terlepas dari hal-hal yang dilarang seperti: riba, perjudian, spekulasi dan lain-lain.
Pasar modal syariah secara resmi diluncurkan pada tanggal 14 Maret 2003 bersamaan dengan penandatanganan MOU antara BAPEPAM-LK dengan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI).
Walaupun secara resmi diluncurkan pada tahun 2003, namun instrumen pasar modal syariah telah hadir di Indonesia pada tahun 1997. Hal ini ditandai dengan peluncuran Danareksa Syariah pada 3 Juli 1997 oleh PT. Danareksa Investment Management. Selanjutnya Bursa Efek Indonesia berkerjasama dengan PT. Danareksa Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000 yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah. Dengan hadirnya indeks tersebut, maka para pemodal telah disediakan saham-saham yang dapat dijadikan sarana berivestasi dengan penerapan prinsip syariah.
31
Perkembangan selanjutnya, instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah PT. Indosat Tbk pada awal September 2002. Instrumen ini merupakan obligasi syariah pertama dan dilanjutkan dengan penerbitan obligasi syariah lainnya. Pada tahun 2004, terbit untuk pertama kali obligasi syariah dengan akad sewa atau dikenal dengan obligasi syariah Ijarah. Selanjutnya, pada tahun 2006 muncul instrumen baru yaitu Reksa Dana Indeks dimana indeks yang dijadikan sebagai underlying adalah Indeks JII.
2. Kriteria Emiten Jakarta Islamic Index32
Saham merupakan surat berharga yang merepresentasikan penyertaan modal kedalam suatu perusahaan. Sementara dalam prinsip syariah, penyertaan modal dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, seperti bidang perjudian, riba, memproduksi barang yang diharamkan seperti bir, dan lain-lain.
Di Indonesia, prinsip-prinsip penyertaan modal secara syariah tidak diwujudkan dalam bentuk saham syariah maupun non-syariah, melainkan berupa pembentukan indeks saham yang memenuhi prinsip-prinisp syariah. Dalam hal ini, di Bursa Efek Indonesia terdapat Jakarta Islamic Indeks (JII) yang merupakan 30 saham yang memenuhi kriteria syariah yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional (DSN).
Indeks JII dipersiapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT.Danareksa Invesment Management (DIM).
Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur
(benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Melalui index ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuiti secara syariah. Jakarta Islamic Index terdiri dari 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang
sesuai dengan Syariah Islam. Penentuan kriteria pemilihan saham dalam Jakarta Islamic Index melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Invesment
Management.
Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti:
a. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
b. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
c. Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram.
Selain kriteria di atas, dalam proses pemilihan saham yang masuk JII, Bursa Efek Indonesia melakukan tahap-tahap pemilihan yang juga mempertimbangkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan emiten, yaitu:33
a. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar).
b. Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang memiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%.
c. Memilih 60 saham dari susunan saham di atas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama satu tahun terakhir. d. Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai
perdagangan reguler selama satu tahun terakhir.
Pengkajian ulang akan dilakukan 6 bulan sekali dengan penentuan komponen indeks pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan pada jenis usaha emiten akan dimonitoring secara terus menerus berdasarkan data-data publik yang tersedia.
33
3. Profil Emiten a. ANTM
Nama Perusahaan: PT Aneka Tambang Tbk. disingkat PT Antam Tbk.
Bidang Usaha: Antam bergerak dalam bidang usaha pertambangan, berbagai jenis bahan galian, serta menjalankan usaha bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa yang berkaitan dengan pertambanganberbagai jenis bahan galian tersebut.
Website: www.antam.com
b. INCO
Nama Perseroan : PT. International Nickel Indonesia Tbk
Bidang Usaha : Memproduksi nikel dalam matte dari bijih laterit yang diolah di dalam fasilitas penambangan dan pengolahan terpadu dekat Sorowako di Pulau Sulawesi. Nikel dalam matte merupakan produk setengah jadi dengan kandungan rata-rata 78% nikel dan 20% sulfur. Website: www.pt-inco.co.id
c. INTP
Nama Perseroan: PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Bidang Usaha: Indocement menawarkan beberapa jenis produk semen yang dipasarkan dengan merek “Tiga Roda”. Indocement saat ini
merupakan salah satu dari tiga pemasok utama semen curah dan beton siap-pakai secara nasional.
d. KLBF
Nama Perusahaan: PT Kalbe Farma Tbk.
Bidang Usaha: Kalbe memiliki fokus bisnis pada 4 divisi, yaitu divisi obat resep, divisi produk kesehatan, divisi nutrisi, serta divisi distribusi & kemasan.
Website: www.kalbe.co.id e. PTBA
Nama Perusahaan: PT Bukit Asam (Persero) Tbk
Bidang Usaha: Mengusahakan pertambangan bahan-bahan galian terutama batubara. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya. Website: www.ptba.co.id
f.TLKM
Nama Perusahaan: PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom).
Bidang Usaha: TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan
dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.
g. UNVR
Nama Perusahaan: PT. Unilever Indonesia Tbk
Bidang Usaha: Menghasilkan produk home dan personal care, foods, ice cream (Pepsodent, Pond‟s, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona,
Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall‟s, Blue Band, Royco, Bango
53
A. Analisis Uji Autokorelasi Pada Jakarta Islamic Index
Untuk menguji secara statistik harga-harga saham yaitu untuk melihat korelasi harga saham saat ini dengan harga saham sebelumnya, dapat dilakukan dengan melakukan uji autokorelasi dengan menggunakan bantuan software SPSS.
Untuk melakukan uji korelasi antar harga saham dalam indeks JII, penulis menggunakan saham-saham dari emiten yang tetap listing dalam indeks JII dari tahun 2007-2011, sehingga terpilih sebanyak 7 emiten. Hasil uji autokorelasi harga saham dari masing-masing emiten yaitu:
1. ANTM
Hasil perhitungan fungsi autokorelasi dengan menggunakan program komputer SPSS dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Perhitungan Fungsi Autokorelasi ANTM Autocorrelations
Series:ANTM
Lag Autocorrelation Std. Errora