• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Kota Medan"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Berkat Fangatulo Gulo
  • Pengajar:
    • Nurdin Sulistiyono, S. Hut, M.Si
    • Ir. Nurdin Asyhari, M.Si
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Manajemen Hutan
  • Topik: Analisis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Kota Medan
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2008
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan, khususnya Kota Medan. Ditekankan bahwa pertumbuhan pesat kota menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, termasuk meningkatnya polusi dan risiko bencana seperti banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan RTH yang ideal berdasarkan peraturan yang ada dan untuk memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan kota yang lebih berkelanjutan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bagian ini, konsep RTH dijelaskan secara mendalam, termasuk definisi dan fungsinya menurut berbagai sumber. RTH di Kota Medan diuraikan dengan fokus pada kebijakan dan upaya pengadaan ruang terbuka yang sesuai dengan kebutuhan ekologi dan sosial. Juga dibahas tentang penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) yang digunakan untuk analisis RTH, memberikan pemahaman mengenai teknologi yang mendukung penelitian ini.

2.1 Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau didefinisikan sebagai area yang diisi oleh tumbuhan dan tanaman untuk mendukung manfaat ekologi, sosial, dan ekonomi. RTH berfungsi sebagai kawasan lindung yang penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan di perkotaan.

2.2 Ruang Terbuka Hijau Kota Medan

Dijelaskan kebijakan umum dalam pengadaan RTH di Kota Medan, serta jenis-jenis RTH yang ada, seperti taman kota dan hutan kota, yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

2.3 Sistem Informasi Geografis

SIG dijelaskan sebagai alat yang efisien untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data geografis, yang sangat penting dalam perencanaan dan pengelolaan RTH di Kota Medan.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian mencakup pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis citra menggunakan SIG. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan dengan fokus pada analisis penutupan lahan dan pengukuran luas RTH yang ada. Metode yang digunakan memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan relevan untuk analisis kebutuhan RTH.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Laboratorium Inventarisasi Hutan Universitas Sumatera Utara selama periode Januari hingga Oktober 2008, dengan lokasi penelitian terfokus pada area Kota Medan.

3.2 Pengumpulan Data

Data primer diperoleh melalui pengambilan titik koordinat di lapangan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi dan studi literatur yang berkaitan dengan RTH di Kota Medan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas RTH yang ada di Kota Medan masih di bawah kebutuhan ideal. Analisis data menunjukkan bahwa ada kekurangan signifikan dalam penyediaan RTH, yang berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pembahasan juga mencakup rekomendasi untuk meningkatkan jumlah RTH melalui penanaman pohon dan pengembangan taman.

4.1 Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan menunjukkan tren penurunan luas RTH di Kota Medan, yang perlu ditangani melalui kebijakan yang lebih baik dan pelaksanaan program penghijauan.

4.2 Analisis Kebutuhan RTH

Analisis menunjukkan bahwa Kota Medan memerlukan lebih banyak RTH untuk mencapai rasio ideal 40% dari total luas wilayah, berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Inmendagri.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya RTH bagi kesehatan lingkungan perkotaan dan perlunya tindakan segera untuk meningkatkan luas RTH di Kota Medan. Saran diberikan untuk pengembangan kebijakan yang mendukung penghijauan kota dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya RTH.

Gambar

Tabel 1. Jenis, Fungsi, dan Tujuan Pembangunan RTH (Purnomohadi, 2001)
Gambar 1. Diagram Proses Interpretasi Citra Menurut Lo (1976) dalam Sutanto (1994)
Gambar 2. Diagram Alir Analisis Penutupan Lahan
Tabel 3. Produksi Daging Menurut Jenis Ternak (Kg)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat di ambil kesimpulan yang dapat ditarik adalah penerapan kebijakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu sendiri di Kota Semarang secara umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui : (1) Kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (perumnas) Kota Medan ditinjau dari luasan,

Sehingga dapat disimpulkan bahwa luas Ruang Terbuka Hijau eksisting belum memenuhi jumlah yang ditentukan dalam RTRW Kota Salatiga sebesar 30% dari total luas wilayah

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk dan kebutuhan oksigen di Kota Tasikmalaya..

Taman Pemakaman Umum Yang Dikelola Pemerintahan Kota

Kota Manado terdiri dari 11 Kecamatan antara lain kecamatan Malalayang, Sario, Wanea, Wenang, Tikala, Paal dua, Mapanget, Singkil, Tuminting, Bunaken, dan Kepulauan

Luas RTH menurut kebutuhan oksigen Kota Pasuruan sebesar 547,12 Ha, jika dengan kerapatan vegetasi 5 x 5 m maka jumlah pohon yang dibutuhkan Kota Pasuruan yaitu minimal

Berdasarkan data Badan Pertanahan Kota Mojokerto tentang aset kepemilikan lahan, pemerintah Kota Mojokerto masih memiliki lahan seluas 124,4 Ha atau sebesar 7,56 % dari