2
GAYA BAHASA PENGARANG DALAM NOVEL CHARLIE SI JENIUS KARYA DANIEL KEYES
ARTIKEL Oleh
WINDA RAHMAN
Dr. Hj. Ellyana Hinta M.Hum (Pembimbing I) Dr. Muslimin M.Pd (Pembimbing II) UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS SASTRA DAN BUDAYA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2015
ABSTRAK
Winda Rahman. 2015. Gaya Bahasa Pengarang Dalam Novel Charlie Si Jenius Dungu.Skripsi. Jurusan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana gambaran tentang profil pengarang, isi novel, Diksi/pilihan kata, bentuk sintaksis, dan bentuk Semantik. Metode Yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Data penelitian berupa data primer seperti profil pengarang, isi novel, diksi, bentuk sintaksis dan semantik, dan didukung oleh data lain dari referensi atau literatul lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa daniel keyes adalah salah satu novelis dunia yang memperoleh berbagai penghargaan. Novelnya yang paling terkenal ialah Flower for Algernoon (Indonesia: Charlie Si Jenius Dungu). Isi novel ini menceritakan seorang pemuda yang bernama Charlie, memiliki keterbelakang mental, dijadikan sebagai objek riset sekelompok ilmuwan. Ia mengalami perkembangan kognitif secara bertahap, dan melampaui kecerdasan tim peneliti lain, menghasilkan teori-teori terbaru, meskipun pada akhirnya kecerdasannya mengalami penurunan secara drastis, akhirnya dia kembali menjadi sosok pemuda yang mengalami keterbelakang mental.gaya bahasa yang digunakan oleh daniel keyes sangat unik dan menarik. Aspek diksi dibuat sedemikian rupa, seolah-olah merupakan kesalahan pengetikan biasa, yang secara langsung mempengaruhi bentuk semantik yang digunakan oleh pengarang.
3 Pendahuluan
Karya sastra merupakan sebuah wahana pembuka cakrawala pandang terhadap kehidupan dunia manusia. Kebanyakan karya sastra berisi manifestasi dari kehidupan sosial suatu bangsa. Hal itu karena, sastra selain dapat menjadi sudut pandang terhadap suatu keadaan, sastra juga dapat memberikan hiburan serta udara segar bagi kehidupan seseorang. Salah satu jenis karya sastra yang dapat memberikan hiburan ataupun pembelajaran dalam kehidupan manusia adalah novel. Hal ini sesuai dengan pendapat Aminuddin (2010:18) bahwa membaca sastra dikaitkan dengan memperoleh pemahaman, penghayatan nilai-nilai keindahan dari segi isi dan bentuk sastra
Novel menurut Aminudin (2010:66) adalah kisah atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita. Hasil imajinasi pengarang ini dalam novel digambarkan lewat bahasa. Bahasa memiliki peran penting dalam novel karena tanpa bahasa imajinasi dan maksud pengarang tidak akan tersampaikan. Pengarang memiliki gaya tersendiri dalam menggunakan bahasa pada saat proses kreatif pembuatan novel. Gaya bahasa tersebut menjadi ciri tersendiri setiap pengarang, sehingga menimbulkan keragaman gaya dengan para pembaca.
Selain itu, gaya bahasa atau style juga merupakan cara pengungkapan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian pengarang
4
(Keraf, 2010:112). Hal ini juga didukung dengan pendapat Aminuddin (2010:72) bahwa gaya mengandung pengertian cara seorang pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca. Jadi, dengan gaya bahasa tersebut pengarang berusaha menghidupkan karyanya sehingga maksud dan tujuan yang ingin disampaikan kepada pembaca dapat tersampaikan
Stilistika sastra merupakan ilmu yang mengkaji gaya bahasa pengarang yang digunakan dalam membuat karyanya. Hal tersebut dikarenakan, objek utama dari stilistika sastra adalah teks atau wacana. Namun, objek analisis bukan hanya bahasa melainkan bahasa yang digunakan, bahasa dalam proses penafsiran. Pada saat sebuah kalimat diucapkan, sebagai parole, pada saat itulah terjadi komunikasi antara objek dengan pembaca (Ratna, 2009:16).
Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik yang digunakan untuk memberikan gambaran atau uraian yang faktual tentang gaya bahasa pengarang pada novel Charlie Si Jenius Dungu karya Daniel Keyes. Deskripsi gaya bahasa pengarang dilihat dari aspek pemilihan diksi pengarang, struktur kalimat yang digunakan oleh pengarang, dan nuansa semantis dalam novel. ketiga aspek tersebut ditelaah dan secara deskripsi digambarkan menurut bagian-bagiannya, kemudian disintesis untuk melihat hubungan atau keterkaitannya secara keseluruhan.
5
Dengan penerapan metode ini, diharapkan data tentang gaya bahasa pengarang pada novel Charlie Si Jenius Dungu karya Daniel Keyes dapat diuraikan.
Data penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Untuk lebih jelasnya, seperti diuraikan sebagai berikut.
Data primer atau data utama secara khusus merupakan data yang disesuikan dengan rumusan masalah penelitian.
a. Profil pengarang novel Charlie Si Jenius Dungu. b. Isi novel Charlie Si Jenius Dungu karya Daniel Keyes.
c. Gaya bahasa yang digunakan Daniel Keyes dalam novel Charlie Si Jenius Dungu dari segi pilihan kata.
d. Gaya bahasa yang digunakan Daniel Keyes dalam novel Charlie Si Jenius Dungu dari segi bentuk sintaksis.
e. Gaya bahasa yang digunakan Daniel Keyesdalam novel Charlie Si Jenius Dungu dari segi semantik.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan langkah atau prosedur yang ditetapkan secara proporsional, sehingga diperoleh data yang benar-benar valid dan ilmiah. Berikut beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data.
1) Teknik membaca digunakan untuk mengumpulkan data dari novel Charlie Si Jenius Dungu yang meliputi data tentang penggunaan diksi, struktur kalimat, dan bentuk semantik yang digunakan oleh pengarang. Langkah-langkah teknik membaca mencakup:
6
a. Melakukan pembacaan memindai bahan isi novel b. Menuliskan hasil pemindaian dalam catatan-catatan c. Melakukan pengelompokan jenis data.
2) Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa kutipan dalam novel yang berisi gaya bahasa pengarang dilihat dari penggunaan diksi, struktur kalimat, dan bentuk semantik yang digunakan oleh pengarang. Langkah-langkah teknik dokumentasi sebagai berikut.
a. Menandai halaman novel yang mengandung diksi, struktur kalimat, dan sintaksis sebagai konsekuensi logis gaya bahasa pengarang.
b. Melakukan pengutipan menurut bagian-bagian yang dianggap sebagai gaya bahasa pengarang.
3) Teknik catat digunakan dengan cara menandai kutipan novel yang berisi gaya bahasa pengarang, yang mengandung diksi, bentuk sintaksis, dan bentuk semantik. Langkah-langkah teknik catat adalah sebagai berikut.
a. Memberikan kode kutipan. Kode ini sangat penting untuk memudahkan pemilahan terhadap kata dan kalimat yang berisi gaya bahasa pengarang dan kalimat biasa yang tidak menunjukkan gaya bahasa pengarang.
b. Menyalin kembali kutipan sesuai dengan isi naskah asli yang terdapat dalam novel.
Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Nama lengkap pengarang Daniel Keyes. Lahir pada tanggal 9 Agustus 1927 dan meninggal pada tanggal 15 Juni 2014 atau umur 86 tahun di rumahnya di
7
Bocaraton-Florida, akibat komplikasi dari pneumonia. Ia seorang pengarang novel berkebangsaan Amerika Serikat yang terkenal dengan novelnya: Flower for Algernon (terjemahan Indonesia: Charlie Si Jenius Dungu) yang memenangkan Hugo Award.
Daniel Keyes lahir di New York dan bergabung dengan Angkatan Laut Amerika di usia 17 tahun. Setelah meninggalkan Angkatan Laut, ia meneruskan studinya di City College of New York (CUNY). Ia menerima gelar sarjana dalam bidang psikologi.
Ia kemudian bekerja sebagai editor bagian fiksi, namun tak lama kemudian ia meninggalkan bidang ini, dan beralih ke fotografi fashion. Ia kemudian mendapatkan sertifikasi untuk mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah di New York. Sambil mengajar, ia meneruskan sekolahnya di CUNY untuk mendapatkan S-2 dalam Bahasa Inggris dan Sastra Amerika. Setelah lulus magister, ia mengajar di Wayne State University di bidang Menulis Kreatif. Ia bergabung di Ohio University dan mendapatkan status sebagai Profesor Emeritus.
Novel Charlie Si Jenius Dungu Karya Daniel Keyes
Novel Charlie Si Jenius Dungu atau judul aslinya Flower for Algernon karya Daniel Keyes sebenarnya merupakan novel fiksi ilmiah. Isinya menceritakan tentang sosok lelaki berumur sekitar 32 tahun, bertubuh gempal, memiliki kecerdasan di bawah 80, bekerja di sebuah toko kue. Si tokoh ini dijadikan objek penelitian oleh sekelompok dokter ilmuwan, mengujicobakan berbagai terapi psikologis dan terapi medis, dengan harapan Charlie tokoh utama bisa mencapai atau bahkan melebihi tingkat kecerdasan umum manusia.
8
Sekelompok ilmuwan ini secara terus-menerus memantau dan mengeksplorasi perkembangan Charlie. Si Charlie pun diharapkan selalu menuliskan setiap kegiatannya dalam bentuk laporan kemajuan selama satu kali dua puluh empat jam. Pada awalnya, Charlie sulit menuliskan laporan perkembangannya. Terlihat dengan kosakata yang diketik tidak teratur atau tidak tersusun dengan baik, termasuk awalnya ia tidak mampu menempatkan tanda baca dengan benar.
Perkembangan kecerdasan Charlie berubah drastis setelah proses eksplorasi ke duapuluh tujuh. Dari laporan Charlie, perkembangan kognitifnya melesat jauh, bahkan melampaui kecerdasan para penelitinya. Ia sempat memelihara seekor tikus putih yang bernama Algernon. Dalam dunia asmara, Charlie bahkan jatuh cinta dengan salah seorang psikolognya sendiri yang bernama Nona Kinnian. Ketika kecerdasan Charlie semakin tinggi, ia menjadi sadar tentang eksistensi dirinya yang sebenarnya. Mengalami gejolak pemikiran dan naluri saat harus mencari tau keberadaan ayah, ibu, dan saudara kandungnya. Ia sempat tidak dikenali, dan kemudian ia justru memilih menjauh setelah berkenalan kembali dengan keluarganya. Ia takut keberadaannya justru menambah beban psikologi keluarganya yang memang semakin tidak teratur.
Pilihan Kata Daniel Keyes dalam novel Charlie Si Jenius Dungu
Telah dijelaskan sebelumnya gaya bahasa pengarang harus dibedakan dengan gaya bahasa atau majas. Gaya bahasa pengarang sesuai konsep teoretis yang dianut dalam penelitian ini mencakup pilihan kata atau diksi, bentuk sintaksis atau struktur kalimat, dan bentuk Semantik. Pilihan kata atau diksi dipahami sebagai kesengajaan
9
pengarang secara cerdas memilih kata tertentu yang dimaksudkan untuk menimbulkan atau memperkuat efek makna. Adapun struktur kalimat merupakan susunan atau pola kalimat yang digunakan pengarang baik menyakut ciri kalimat tertulis maupun cirikhas pengarang mengggunakan kalimat. Lebih meluas persoalan semantik dapat dikatakan sebagai makna yang terlahir dari setiap kalimat yang digunakan oleh pengarang.
Jangan heran, ketika Anda membaca halaman-halaman awal novel klasik yang unik ini, Anda akan menemukan banyak sekali kesalahan penulisan kata. Kata-kata tersebut bukanlah merupakan salah ketik/cetak, bukan juga karena belum melalui proses penyuntingan. Charlie-tokoh utama dalam novel ini, berusia 32 tahun, dan memiliki I.Q. sangat rendah, awalya memang tak mampu menuliskan kata-kata dengan benar. Dalam buku catatan atau laporan kemajuan awal yang ditulisnya sendiri atas perintah dokter yang berusaha meningkatkan kecerdasannya, terlihat Charlie juga masih belum memahami apa itu dan kapan menggunakan tanda titik(.) dan koma(,).
Bentuk Sintaksis Daniel Keyes dalam Novel Charlie Si Jenius Dungu
Dalam memudahkan mengkaji gaya pengarang dalam novel, perlu pembedahan struktur dan klasifikasi isi novel. Hal ini dikarenakan isi novel yang sangat tebal dan berhalaman banyak. Bila dibedah, terdapat enam struktur yang mencakup isi novel ini, yakni: abstraksi, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan kode. Aspek orientasi dan komplikasi termasuk pada bagian awal; komplikasi dan evaluasi termasuk bagian isi; dan aspek resolusi dan koda termasuk pada bagian akhir. Perincian klasifikasi ini mencakup, abstraksi halaman 7, orientasi halaman 7-11, komplikasi halaman 12-418, evaluasi halaman 418-456, koda halaman 456.
10
Penggunaan diksi oleh pengarang sesuai bedah struktur dan klasifikasi di atas, diperoleh perincian sebagaiman uraian berikut ini.
Halaman 7: kesengajaan pengarang untuk menggunakan diksi lapran [laporan], kemajan [kemajuan], nulis [menulis], segla [segala], mengaapa [mengapa], pinting [penting]. Penggunaan diksi dengan penghilangan fonem-fonem seperti /a/, /u/, pengubahan fonem /e/ menjadi fonem /i/, penggunaan fonem ganda /a/,/a/. Hal ini sebagaimana kutipan berikut ini:
Dr Strauss bilang aku harus nulis apa yang kupikirkan dan kuingat serta segla yang terjadi padaku mulai sekarang dan seterusnya. Aku tidak tahu mengaapa tetapi ia bilang itu pinting supaya mereka bisa melihat apakah mereka bisa memakai aku atau tidak. Aku harap mereka memakaiku...(kutipan halaman 7).
Halaman 8; pemilihan diksi oleh pengarang juga berkenan dengan penggunaan tanda baca seperti dept [departemen/bentuk aposotrof tanpa penggunaan tanda titik], serta penggunaan tanda baca koma. Pilihan kata juga erat kaitannya dengan penggunaan tanda baca. Pada kutipan berikut memperlihatkan adanya bentuk penggunaan tanda baca.
Gaya Sintaksis dan Semantik Daniel Keyes dalam Novel Charlie Si Jenius Dungu
Bentuk sintaksis merupakan gaya pengarang yang dikaitkan dengan struktur atau pola kalimat. Struktur atau pola kalimat sangat menentukan makna kalimat. Dengan kata lain, sintaksis dan semantik selalu berbawaan dalam menentukan isi novel. Seperti telah disinggung sebelumnya, bentuk sintaksis dan semantik justru
11
lebih banyak ditemukan pada halaman 26-448 melalui peran tokoh utama menuliskan perkembangan dan perjalanan hidupnya dalam buku catatannya sendiri.
Pada halaman 77, tokoh utama menuliskan sebuah catatan seperti kutipan berikut.
...walau aku jadi pandai dan mempelajari banyak hal baru, ia pikir aku masih seorang bocah jika menyangkut hal perempuan. Membingungkan, tapi aku akan mencari tahu segala hal tentang hidupku.
Kutipan di atas, memberikan contoh penggunaan struktur kalimat yang mengikuti pola yang sangat baik. Kalimat yang digunakan oleh orang-orang yang mengalami suasana batin yang benar-benar penuh dengan tanda tanya, yang berusaha dicari tahu jawabannya dengan segala daya dan upaya. Maknanya pun mengalami pendalaman, sehingga pembaca mengalami proses peningkatan pemahaman tentang hal-hal yang mungkin saja selama ini terabaikan
Pembahasan
Kehebatan novel ini terletak pada bagian abstraksi, orientasi dan koda, bukan pada tahap komplikasi, atau mengacu pada alur cerita justru keunikan terjadi pada bagian klimaks. Bagian klimaks menceritakan tentang pergolakan batin tokoh utama dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama merasa bahwa selama ini ia hanya eksperimen ilmiah yang mengorbakan nilai-nilai kemanusiaan. Memperlakukannya seperti hewan lain yang diuji coba di laboratorium. Pada puncaknya, tokoh utama melarikan diri ke sebuah tempat jauh dari gangguan orang-orang yang mengatur hidupnya dengan sejumlah eksperimen. Ia mengaktualisasikan dirinya sendiri, dengan berbagai penemuan dan teori yang bisa mengangkat derajat orang-orang yang
12
mengalami keterbelakangan mental, dan IQ yang jauh dari standar yang dibuat oleh orang-orang yang merasa dirinya cerdas.
Setelah melakukan pengkajian lebih mendalam, peneliti menemukan gagasan tentang penulisan novel yang bisa mempengaruhi dan mempermainkan perasaan pembaca.
Pertama, penggunaan diksi sebaiknya mengarah pada hal-hal yang lebih bersifat personal, diksi yang bukan hanya merupakan pilihan, melainkan merupakan ciri kepribadian pengarang yang tidak bisa ditiru oleh orang lain. Meskipun patut disadari bahwa persoalan diksi jelas berkaitan dengan masalah kosakata. Peran kecerdasan leksikal harus menonjol melalui kemampuan pengarang dalam mengubah struktur kata, mengubah susunan makna, atau bentuk-bentuk lain yang memang hanya bisa dipikirkan oleh pengarang sendiri.
Kedua, novel sebaiknya ditulis berdasarkan kemampuan memahami peristiwa aktual dan bersifat dinamis. Aktual dalam arti bisa saja terjadi, dan dinamis berarti peristiwa itu seolah-olah bisa dialami oleh siapa pun termasuk, pembaca sendiri.
Penutup
Beberapa simpulan terkait gaya bahasa pengarang dalam novel adalah sebagai berikut.
1) Gaya bahasa yang digunakan Daniel Keyes dalam novel Charlie Si Jenius Dungu dari segi pilihan kata terletak pada bagian awal dan akhir, sedangkan bagian tengah lebih banyak dilihat dari aspek struktur dan makna kalimat. Pemilihan
13
diksisebagai ciri pengarang dikemas dalam bentuk kesalahan-kesalahan penulisan struktur kata.
2) Gaya bahasa yang digunakan Daniel Keyes dalam novel Charlie Si Jenius Dungu dari segi bentuk sintaksis, didapati pengarang cenderung menggunakan kalimat-kalimat ilmiah dan lebih rasional. Hal ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan tokoh utama dalam novel.
3) Gaya bahasa yang digunakan Daniel Keyes dalam novel Charlie Si Jenius Dungu dari segi semantik berbawaan dengan sintaksis, sehingga menimbulkan kesan atau makna yang sangat mendalam bila ditafsirkan.
Novel ini sangat baik bila dikaji lebih luas, terutama dari aspek psikologi tokoh utama yang semula dianggap orang idiot atau mengalami keterbelakangan mental. Secara bertahap, melalui serangkaian eksperimen berhasil mengubahnya menjadi sosok yang sangat cerdas, meskipun pada akhirnya mengalami masa yang jauh lebih buruk dari semula. Oleh karena itu, disarankan supaya psikologi tokoh dalam novel ini bisa ditindaklanjuti dalam penelitian yang lebih mendalam lagi.
14 Daftar Pustaka
Aminuddin. 2010. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Djajasudarma, T. Fatimah. 2009. Semantik 1. Makna Leksikal dan Gramatikal. Bandung: Refika Aditama.
Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: MedPress. Junus, Umar. 1989. Stilistika. Suatu Pengantar. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan
Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia.
Keyes, Daniel. 2012. Charlie Si Jenius Dungu. Jakarta: PT. Ufuk Publishing House. Keraf, Gorys. 2007. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Leech, Geoffrey. 2003. Semantik. Terjemahan oleh Paina Partana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Luxembrug, Jan Van, dkk. Tentang Sastra. Diterjemahkan oleh: Akhadiati Ikram. Jakarta: Intermasa.
Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. 1994. Qualitative Data Analiysis, diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia Nurgiantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah MAda
University Press.
Pateda, Mansoer. 2003. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Gorontalo: Viladan Pradotokusumo, Partini Sardjono. 2005. Pengkajian Sastra. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009 (a). Stilistika: Kajian Puitika, Bahasa, Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
... 2009 (b). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Slotnik, Daniel E. “Daniel Keyes, a Novelist of the Mind, Dies at 86”. The New York Times.