2019
LKjIP
BLK BANTAENG
Jl. Poros Bantaeng Bulukumba, Desa Baruga,
Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng
Sulawesi Selatan
KEMNAKER RI
DITJEN BINALATTAS
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
i
KATA PENGANTAR
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Balai Latihan Kerja Bantaeng Tahun 2019 disusun dalam rangka memenuhi pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Penyusunan laporan ini mengacu Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan Kinerja pada prinsipnya merupakan perwujudan kewajiban dari suatu penyelenggara pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran secara periodik yang diukur dengan seperangkat indikator kinerja.
Laporan Kinerja ini merupakan sarana atau media pertanggungjawaban keberhasilan dan/atau kegagalan UPTP Balai Latihan Kerja Bantaeng dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Ditjen Binalattas Tahun 2015-2019, yang dilakukan sebagai upaya dalam memenuhi visi.
Selama Tahun Anggaran 2019, sejumlah capaian kinerja yang ditargetkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2019 telah berhasil dicapai yang kemudian dilaporkan ke dalam Laporan Kinerja ini dan merupakan salah satu dari bagian siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
ii
Akhir kata, LKjIP ini disampaikan sebagai akuntabilitas pelaksanaan tugas kepada Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan R.I sebagai media pertanggungjawaban kinerja dan evaluasi untuk penilaian kinerja bagi Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng.
Bantaeng, 06 Januari 2020
Akhmar, S.T.,M.A.P NIP. 19790515 200901 1 007
iii
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ... i
Daftar isi ... iii
Daftar Tabel ... iv
Daftar Gambar ... v
Ikhtisar Eksekutif ... vi
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tugas dan Fungsi ... 2
C. Peran Strategis Bidang Pelatihan Kerja... 7
D. Isu Strategis Bidang Pelatihan Kerja... 7
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 10
A. Rencana Strategis Ditjen Binalattas ... 10
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2019 ... 18
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 19
A. Capaian Kinerja BLK Bantaeng ... 19
B. Realisasi Anggaran BLK Bantaeng ... 30
BAB IV PENUTUP ... 34
LAMPIRAN ... 35
1. Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2019 2. Capaian Kinerja Tahun 2019
3. Capaian Kinerja Kegiatan Tahun 2019 4. Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan-1 5. Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan-2
iv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Perjanjian Kinerja BLK Bantaeng Tahun 2019 ... ... 18
Tabel 2. Capaian Kinerja BLK Bantaeng Tahun 2019 ... ... 20
Tabel 3. Pengukuran Indikator Kinerja Kegiatan 1 (IKK 1) ... ... 21
Tabel 4. Data Pelatihan BLK Bantaeng Tahun Anggaran 2019 ... ... 22
Tabel 5. Rincian Realisasi PBK BLK Bantaeng dan UPTD BLK Binaan. 22 Tabel 6. Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan 1 Tahun 2016 s.d 2019... 23
Tabel 7. Pengukuran Indikator Kinerja Kegiatan 2 (IKK 2)………... 26
Tabel 8. Rincian Data Pelaksanaan Sertifikasi Tahun 2019... 27
Tabel 9. Perbandingan Realisasi Kinerja IKK-2 Tahun 2016 s.d 2019………... 28
Tabel 10. Riwayat Revisi DIPA BLK BANTAENG Tahun 2019... . 30
v
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Struktur Organisasi BLK Bantaeng ……… 4 Gambar 2. Perbandingan Target dan Realisasi Capaian Kinerja
Tahun 2016 s.d 2019 BLK Bantaeng………... 23 Gambar 3. Perbandingan Capaian Kinerja IKK-2 BLK Bantaeng
Tahun 2016 s.d 2019... ... 28
Gambar 4. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran
vi
IKHTISAR EKSEKUTIF
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng Tahun 2019 merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis BLK Bantaeng yang telah ditetapkan melalui penetapan kinerja pada Tahun 2019. Penyusunan LKjIP BLK Bantaeng Tahun 2019 ini pada hakikatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas terhadap kinerja dari berbagai capaian strategis yang tercermin dalam capaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK), maupun analisis kinerja berdasarkan tujuan dan sasaran.
Balai Latihan Kerja Bantaeng dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kerja. BLK Bantaeng mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja .
Dengan mengacu pada Renstra Ditjen Binalattas Tahun 2015-2019 dan Perjanjian Kinerja Tahun 2019, BLK Bantaeng telah melaksanakan program dan kegiatan untuk mendukung pencapaian Renstra Ditjen Binalattas Tahun 2015 – 2019. Adapun target dan realisasi dari Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan pada tahun 2019 adalah sebagai berikut :
CAPAIAN KINERJA BLK BANTAENG TAHUN 2019 SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN TARGET TARGET REVISI REALISASI CAPAIAN KINERJA Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi Jumlah Tenaga Kerja yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi 3.600 3.600 3.600 100% Terlaksananya sertifikasi Kompetensi Kerja Jumlah tenaga kerja yang disertifikasi 336 336 336 100%
vii
Adapun capaian kinerja untuk masing-masing sasaran kinerja yang diukur atau yang telah diperjanjikan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. IKK-1 Terselenggaranya Pelatihan Berbasis Kompetensi di wilayah kerja BLK Bantaeng dengan Realisasi capaian kinerja IKK 1 adalah 100%. Target kegiatan ini dapat tercapai semua dengan output jumlah tenaga kerja yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi sebanyak 3.600 orang di BLK Bantaeng.
2. IKK-2 Terselenggaranya Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi kerja di Wilayah Kerja BLK Bantaeng dengan Realisasi capaian kinerja IKK-2 adalah 100%. Target kegiatan ini dapat tercapai dengan output jumlah tenaga kerja yang mengikuti sertifikasi uji kompetensi sebanyak 336 orang di Wilayah Kerja BLK Bantaeng.
Oleh sebab itu untuk menyikapi capaian kinerja tahun 2019 yang ada di atas, beberapa langkah kedepan yang akan dilaksanakan oleh BLK Bantaeng antara lain adalah:
1. Melakukan koordinasi dengan Pusat terkait pagu anggaran tahun 2020 yang akan dilaksanakan
2. Meningkatkan kemampuan tenaga pengelola pelatihan sehingga diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi dalam menyusun perencanaan. 3. Mengembangkan jejaring kerjasama dengan lembaga baik pemerintah
maupun swasta dalam lingkup regional maupun nasional
4. Mengembangkan pengetahuan mengenai softskill yang diaplikasikan dalam kurikulum pembelajaran dan pelatihan.
BAB I PENDAHULUAN
LKJIP BLK BANTAENG 2019
A. LATAR BELAKANG
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas menjadi salah satu agenda prioritas dalam arah kebijakan dan strategi pembangunan ketenagakerjaan 2015-2019 dalam kerangka agenda pembangunan nasional. Hal ini sesuai dengan Nawa Cita Ke-6 Kabinet Kerja yaitu “Meningkatkan Produktivitas Rakyat Dan Daya Saing Di Pasar Internasional”.
Indikator yang harus dicapai di bidang pelatihan melalui kegiatan Pengembangan standarisasi kompetensi kerja dan pelatihan kerja menurut Renstra Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2015-2019 adalah jumlah program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang diterapkan, jumlah tenaga kerja yang mendapat pelatihan berbasis kompetensi, jumlah lulusan pelatihan yang mendapat sertifikat kompetensi, dan jumlah perusahaan/institusi/industri yang menjalin kerjasama dengan lembaga pelatihan.
Balai Latihan Kerja Bantaeng yang selanjutnya disebut BLK Bantaeng adalah Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di bidang latihan kerja yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. BLK Bantaeng selalu berusaha memberikan kinerja terbaiknya demi tercapainya target kinerja sesuai dengan Renstra Ditjen Binalattas Tahun 2015-2019.
Asas akuntabilitas adalah salah satu asas dalam penyelenggaraan pemerintahan yang memiliki konsekuensi bahwa setiap instansi pemerintah diharapkan mampu mengimplementasikan SAKIP. Substansi dari SAKIP pada intinya adalah penyelarasan antara produk perencanaan dan realisasinya dengan orientasi kepada hasil (result
oriented). Proses penyelarasan ini dilakukan melalui penyusunan suatu
LKJIP BLK BANTAENG 2019
2
BAB I
PENDAHULUAN
Tahunan atau Perjanjian Kinerja yang merupakan kontrak kinerja, serta Laporan pertanggungjawaban kinerja tiap tahunnya. Atas hal tersebut, BLK Bantaeng selalu berupaya melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan asas akuntabilitas.
Salah satu bentuk dari asas akuntabilitas yaitu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). LKjIP merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Maksud dan tujuan LKjIP ini adalah sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi BLK Bantaeng. LKjIP ini memberikan informasi kinerja yang terukur atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai.
Dari laporan ini diharapkan dapat diperoleh suatu simpulan bahwa pencapaian pelaksanaan tugas dan fungsi serta dapat digunakan sebagai tolok ukur dan bahan analisis dalam rangka meningkatkan kinerja BLK Bantaeng di tahun-tahun berikutnya. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan dan fungsi utama LKjIP yaitu sebagai media pertanggungjawaban dan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi.
B. TUGAS DAN FUNGSI
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kerja, Balai Latihan Kerja maka kedudukan tugas, fungsi, susunan, organisasi dan tata kerja UPTP. BLK Bantaeng adalah sebagai berikut :
LKJIP BLK BANTAENG 2019
BLK Bantaeng dipimpin oleh Kepala Balai setingkat eselon IIIb yang bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI.
2. Tugas
Tugas Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng adalah “Melaksanakan pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan
sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan”
3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana, program dan anggaran;
b. Pelaksanaan pelatihan tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan;
c. Pelaksanaan pemberdayaan tenaga kerja, instruktur, tenaga pelatihan, dan lembaga pelatihan;
d. Pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan;
e. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan; dan
f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Untuk melaksanakan kedudukan, tugas dan fungsi tersebut, Kepala BLK Bantaeng dibantu oleh 3 Unit Eselon IV dan kelompok jabatan fungsional.
Struktur organisasinya terdiri atas : 1. Kepala Balai Latihan Kerja ; 2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha ; 3. Kepala Seksi Program dan Evaluasi ;
4. Kepala Seksi Penyelenggaraan dan Pemberdayaan ; dan 5. Kelompok Jabatan Fungsional
LKJIP BLK BANTAENG 2019
4
BAB I
PENDAHULUAN
Secara rinci struktur organisasi BLK Bantaeng tertuang dalam gambar berikut.
Gambar. 1 Struktur Organisasi BLK Bantaeng
1. Sub. Bagian Tata Usaha;
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, kearsipan, persuratan, perlengkapan dan rumah tangga.
Bidang Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keuangan;
b. pelaksanaan urusan kepegawaian dan ketatalaksanaan;
c. pelaksanaan urusan kearsipan, persuratan, perlengkapan, dan rumah tangga.
Bagian Tata Usaha terdiri dari:
KEPALA
BLK BANTAENGKEPALA SUB BAGIAN
TATA USAHA KEPALA SEKSI PENYELENGGARAAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKSI PROGRAM DAN EVALUASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
LKJIP BLK BANTAENG 2019
a. Keuangan;
mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, akuntansi, dan penyusunan laporan barang milik negara.
b. Kepegawaian dan Umum;
mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian,
ketatalaksanaan, kearsipan, persuratan, perlengkapan dan rumah tangga.
2. Seksi Program dan Evaluasi;
Seksi Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana, program dan anggaran, penyusunan bahan latihan serta evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan.
Seksi Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan rencana, program dan anggaran di bidang pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan;
b. penyusunan bahan pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur dan tenaga pelatihan;
c. pengelolaan dan penyajian data dan informasi di bidang pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan; dan
d. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan.
Bagian Program dan Evaluasi terdiri dari : a. Program;
mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program dan anggaran, serta penyusunan bahan di bidang pengembangan
LKJIP BLK BANTAENG 2019
6
BAB I
PENDAHULUAN
pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan
b. Evaluasi;
mempunyai tugas melakukan pengelolaan, penyajian data dan informasi, evaluasi, dan penyusunan laporan di bidang pengembangan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan.
3. Seksi Penyelenggara dan Pemberdayaan;
Seksi Penyelenggara dan Pemberdayaan mempunyai tugas
melaksanakan pelatihan, pemberdayaan, dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, tenaga pelatihan, dan lembaga. pelatihan.
Seksi Penyelenggara dan Pemberdayaan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pelatihan tenaga kerja, instruktur, dan tenaga
pelatihan;
b. pelaksanaan pelayanan konsultasi, pemasaran, dan kerjasama kelembagaan pelatihan; dan
c. pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan.
Bagian Penyelenggaraan dan Pemberdayaan terdiri dari : a. Penyelenggara;
mempunyai tugas melakukan penyiapan pelatihan, uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan tenaga pelatihan.
b. Pemberdayaan.
mempunyai tugas melakukan penyiapan pelayanan konsultasi, pemasaran, dan kerja sama kelembagaan pelatihan.
4. Kelompok Jabatan Fungsional.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan jenjang dan bidang keahliannya
LKJIP BLK BANTAENG 2019
C. Peran Strategis Bidang Pelatihan Kerja
Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kerja, BLK Bantaeng adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Bidang Pelatihan Kerja yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas yang mempunyai tugas melaksanakan pelatihan, pemberdayaan, dan uji kompetensi
tenaga kerja. Sehingga UPTP BLK Bantaeng fokus pada
penyelenggarakan pelatihan dan penyelenggaran uji kompetensi tenaga kerja.
Program tersebut memuat kegiatan Pengembangan standardisasi dan Kompetensi Tenaga Kerja; sedangkan sasaran kegiatan adalah tersusunnya standar kompetensi kerja nasional indonesia dan Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi. Diharapkan dengan program dan kegiatan di bidang pengembangan kompetensi tenaga kerja yang telah dicanangkan tersebut mampu meningkatkan pelatihan dan daya saing tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing secara global serta bermuara pada meningkatnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat serta penciptaan lapangan kerja yang luas.
D. Isu Strategis Bidang Pelatihan Kerja
Seiring dengan revolusi industri 4.0 dan teknologi digital, persaingan bisnis dan pembangunan yang semula banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, bergeser pada persaingan pada penguasaan teknologi informasi dan kompetensi angkatan kerja. Era revolusi industri 4.0 mendatang akan ada pekerjaan baru yang muncul dan akan ada beberapa pekerjaan lama yang menghilang. Dunia industri
LKJIP BLK BANTAENG 2019
8
BAB I
PENDAHULUAN
akan mengalami disrupsi dan mengalami kolaborasi beberapa jenis platform baru sehingga menghasilkan jenis industri baru, hal ini berdampak pada jenis pekerjaan dalam industri tersebut. Di sinilah pentingnya investasi SDM. Sumber daya alam akan habis dieksploitasi, serta melahirkan problem lingkungan. Tidak demikian dengan investasi SDM yang tidak terbatas dan terus dinamis.
Dari sisi ketenagakerjaan, Indonesia dihadapkan pada SDM angkatan kerja yang 58,76 persen adalah lulusan SD-SMP, serta problem mismatch mencapai 63 persen. Harus ada intervensi dalam pembangunan SDM, agar skill dan kompetensi angkatan Indonesia mampu bersaing. Selain itu, selama tahun 2011-2017 produktivitas tenaga kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, produktivitas tenaga kerja di Indonesia tumbuh sebesar 2,89 persen, lebih cepat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,85 persen
Menurut Laporan Global Competitive Index 2017-2018 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia saat ini berada di posisi 36. Walaupun sudah mengalami kenaikan 5 tingkat dibanding tahun kemarin, akan tetapi posisi Indonesia masih berada dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand.
Hal tersebut merupakan sebuah ancaman yang patut diwaspadai, mengingat sudah berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) dimana terbukanya kemudahan untuk masuknya investasi dan tenaga kerja asing ke wilayah Indonesia, khususnya dari Kawasan Asia Tenggara. Untuk menghadapi hal tersebut Indonesia harus mampu meningkatan Kompetensi dan Produktivitas tenaga kerjanya agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Melihat Kondisi Ketenagakerjaan saat ini baru 9,27% angkatan kerja Indonesia yang merupakan lulusan perguruan tinggi sedangkan presentase tertinggi adalah lulusan SD diangka 41,44% (Data Sakernas BPS Februari 2019). Berdasarkan data-data diatas,
LKJIP BLK BANTAENG 2019
maka perlu dilakukan upaya yang sistematis sebagai untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja.
Berdasarkan data BPS per Februari 2019 peluang kesempatan kerja paling tinggi berada di sektor informal dengan presentase 57%. Hal ini merupakan sebuah peluang yang sangat bagus, jika mampu dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah dengan melaksanakan pelatihan di bidang Kewirausahaan untuk mencetak calon wirausaha baru yang produktif kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Peningkatan Produktivitas agar sektor informal memiliki daya saing yang tinggi, sehingga mampu mengembangkan usahanya dan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
BAB II PERENCANAAN KINERJA
LKJIP BLK BANTAENG 2019
A. Rencana Strategis Ditjen Binalattas
A.1. Tujuan, dan Sasaran Pembangunan Ketenagakerjaan
Tujuan dan sasaran Pembangunan Ketenagakerjaan merupakan bagian dari agenda dan sasaran pembangunan nasional, pembangunan bidang ekonomi, pembangunan lintas bidang, dan pembangunan wilayah demi terwujudnya Visi dan Misi pembangunan nasional.
a. Tujuan Pembangunan Ketenagakerjaan dalam Kerangka Agenda dan Sasaran Pembangunan Nasional
Pembangunan Ketenagakerjaan dalam kerangka Agenda
Pembangunan Nasional 2015 – 2019 masuk dalam agenda ke enam yaitu agenda prioritas meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional yang dilakukan melalui peningkatan daya saing tenaga kerja memiliki sasaran sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas dan keterampilan pekerja melalui pelaksanaan pelatihan tenaga kerja dari 1.921.283 orang pada tahun 2014 menjadi 2.170.377 orang pada tahun 2019, serta dengan memperbesar proporsi jumlah tenaga kerja yang kompeten dan diakui secara nasional dan internasional melalui serangkaian proses sertifikasi untuk tenaga kerja berkeahlian tinggi dari 8,4 % menjadi 14 % dan tenaga kerja berkeahlian menengah yang kompeten dari 30 % menjadi 42 % serta sertifikasi untuk tenaga kerja dari 576.887 menjadi 863.819;
2. Meningkatkan kinerja lembaga pelatihan milik pemerintah untuk menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi dari 5 % menjadi 25 %;
3. Mempercepat pelaksanaan perjanjian saling pengakuan Mutual
Recognition Arrangement (MRA) yang belum dapat direalisasikan,
untuk sektor jasa yang diprioritaskan yaitu transportasi udara, teknologi informasi dan komunikasi (e_ASEAN), dan jasa logistik;
LKJIP BLK BANTAENG 2019
11
BAB II PERENCANAAN
KINERJA
4. Mengupayakan 7 (tujuh) sektor industri/perdagangan yang juga dibuka, yaitu produk berbasis pertanian, elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil, otomotif, produk berbasis kayu, untuk melaksanakan MRA;
5. Mengembangkan standar kompetensi regional (regional
competency standard framework) untuk sektor jasa yang
diprioritaskan dalam MEA.
6. Penerapan KKNI di lembaga pendidikan/pelatihan untuk mencapai kesetaraan pengakuan, khususnya lembaga pelatihan pemerintah; 7. Tersusunnya Peraturan Pemerintah dalam rangka pembentukan
lembaga independen pengelolaan dana pengembangan pelatihan; 8. Tersusunnya peta kompetensi industri untuk bidang dan sektor
jasa konstruksi, transportasi, pariwisata, industri pengolahan, pertanian-perikanan, industri kreatif, jasa logistik, teknologi komunikasi dan informasi (e_ASEAN), jasa kesehatan, jasa pendidikan dan sektor energi, mineral dan kelistrikan.
9. Meningkatnya peringkat daya saing efisiensi pasar tenaga kerja di tingkat internasional.
b. Tujuan dan Sasaran Strategis
Dalam rangka mendukung visi, misi presiden, agenda dan sasaran pembangunan nasional dan sasaran strategis Kementerian Ketenagakerjaan, maka ditetapkan tujuan dan sasaran strategis yaitu Peningkatan Kompetensi dan Produktvitas Tenaga Kerja dengan indikator kinerja sasaran strategis (IKSS) sebagai berikut :
a. Persentase Tenaga Kerja Yang Bersertifikat Kompetensi; b. Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja.
LKJIP BLK BANTAENG 2019
A.2. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ketenagakerjaan
Selaras dengan agenda pembangunan nasional, arah kebijakan dan strategi pembangunan Ketenagakerjaan merupakan bagian dari arah kebijakan dan strategi pembangunan nasional, pembangunan bidang ekonomi dan pembangunan wilayah
a. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ketenagakerjaan dalam Kerangka Agenda Pembangunan Nasional
Untuk menjawab tantangan dalam rangka pencapaian sasaran peningkatan daya saing tenaga kerja, maka agenda prioritas
pembangunan nasional yang terkait dengan pembangunan
ketenagakerjaan di bidang pelatihan dan produktivitas adalah agenda prioritas peningkatan daya saing tenaga kerja. Adapun arah kebijakan dan strategi yang terkait dengan peningkatan daya saing tenaga kerja adalah meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja.
b. Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Ketenagakerjaan
Pada dasarnya arah kebijakan dan strategi kementerian ketenagakerjaan selaras dan mendukung agenda, sasaran dan arah kebijakan pembangunan nasional, pembangunan bidang ekonomi, pembangunan wilayah serta pembangunan bidang aparatur negara. Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan nasional maka Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan kebijakan dan Strategi yang dirumuskan dalam NAWA KERJA KETENAGAKERJAAN yaitu: a. Penguatan Perencanaan Tenaga Kerja Nasional;
b. Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja; c. Percepatan Sertifikasi Profesi;
d. Perluasan Kesempatan Kerja Formal; e. Penguatan Wirausaha Produktif;
f. Penciptaan Hubungan Industrial yang Sehat dan Produktif; g. Penegakkan Hukum Ketenagakerjaan;
LKJIP BLK BANTAENG 2019
13
BAB II PERENCANAAN
KINERJA
h. Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran;
i. Pelayanan Ketenagakerjaan Sederhana, Transparan dan Akuntabel.
c. Arah Kebijakan dan Strategi Bidang Pelatihan dan Produktivitas
Dalam rangka melaksanakan kebijakan dan Strategi Kementerian Ketenagakerjaan (NAWA KERJA KETENAGAKERJAAN), maka Ditjen Binalattas telah menetapkan arah kebijakan dan strategi sebagai berikut :
a. Harmonisasi, standarisasi dan sertifikasi kompetensi melalui kerjasama lintas sektor, lintas daerah dan lintas negara mitra bisnis dalam kerangka keterbukaan pasar, dilakukan melalui strategi :
1) Percepatan penetapan standar kompetensi seluruh sektor Kementerian/Lembaga (K/L) dengan menyusun Rencana
Induk Pengembangan Standar Kompetensi, Peta
Kompetensi, Standar Kompetensi dan Pemaketan Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI);
2) Percepatan akreditasi Lembaga Pelatihan;
3) Percepatan penerapan pelatihan berbasis kompetensi dengan mendorong semua lembaga pelatihan untuk menerapkan pelatihan berbasis kompetensi mengacu kepada kualifikasi dan okupasi;
4) Percepatan sertifikasi kompetensi bagi lulusan pelatihan dengan mendorong Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk membangun infrastruktur sertifikasi di setiap daerah;
5) Peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja nasional yang mampu menempatkan dan menyalurkan tenaga kerja berkualitas di dalam dan luar negeri yang mendukung skill based industries;
LKJIP BLK BANTAENG 2019
6) Peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja nasional melalui sistem sertifikasi kompetensi tenaga kerja serta penerapannya yang didukung peningkatan jumlah dan kapasitas asesor berbasis kerangka kualifikasi nasional Indonesia untuk mendorong perubahan struktur tenaga kerja secara bertahap dari sektor/sub sektor lapangan usaha yang produktivitasnya rendah ke sektor/sub sektor yang produktivitasnya tinggi;
7) Peningkatan kebijakan pemerintah untuk memperkuat sumber-sumber pendanaan dalam rangka meningkatkan keahlian tenaga kerja khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja yang mendukung skilled based
industries;
8) Peningkatan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja yang mendukung skilled based
industries untuk mendorong perubahan secara bertahap dari
sektor/sub sektor lapangan usaha yang produktivitasnya rendah ke sektor/sub sektor yang produktivitasnya tinggi melalui standardisasi lembaga pelatihan berbasis kompetensi dalam kerangka Pasar Bebas AEC sehingga meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil yang siap menghadapi keterbukaan pasar;
9) Peningkatan jumlah pekerja yang berpendapatan menengah ke pendapatan menengah tingkat atas melalui transformasi struktur tenaga kerja yang dilandasi oleh peningkatan produktivitas;
10) Peningkatan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi pekerja rentan agar dapat memasuki pasar kerja.
b. Pengembangan program kemitraan antara pemerintah dengan dunia usaha/industri dan antara pemerintah pusat dengan
LKJIP BLK BANTAENG 2019
15
BAB II PERENCANAAN
KINERJA
pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas tenaga kerja, dilakukan melalui strategi :
1) Pengembangan standar kompetensi oleh pihak pengguna terutama asosiasi industri/profesi dan bersifat dinamis sesuai perkembangan IPTEK dan kebutuhan industri;
2) Pengembangan program pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi menggunakan kurikulum/modul pelatihan mengacu kepada standar kompetensi yang dikembangkan industri;
3) Sertifikasi kompetensi melalui uji kompetensi oleh LSP yang dilisensi oleh BNSP, dan memiliki masa berlaku (validitas) sesuai ketentuan;
c. Pengembangan Pola Pendanaan Pelatihan, melalui strategi sebagai berikut :
1) Penguatan koordinasi antar pelaku kepentingan, pemerintah yang diwakili K/L, dunia usaha, pekerja serta pemerintah daerah;
2) Menjaga transparansi dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana pelatihan dengan pola matching
fund melalui pembentukan lembaga yang independen untuk
mengelola dana pelatihan.
d. Penataan lembaga pelatihan berbasis kompetensi melalui pengelolaan program pelatihan yang komprehensif dengan mengembangkan lembaga pelatihan di tingkat pusat sebagai tempat pelatihan unggulan, dan pendampingan bagi lembaga pelatihan provinsi, serta lembaga pelatihan provinsi menjadi
unggulan dan pendampingan bagi lembaga pelatihan
LKJIP BLK BANTAENG 2019
1) Promosi penjangkauan (outreach) dalam rangka menjalin hubungan kerjasama dengan pemberi kerja dan lembaga pelatihan swasta;
2) Pembangunan jejaring dan komunikasi intensif dengan masyarakat sekitar lembaga pelatihan di daerah;
3) Pemberian sistem insentif berdasarkan kinerja untuk mendorong hasil pelatihan yang sesuai kebutuhan industri; 4) Peningkatan kinerja dan efisiensi lembaga pelatihan dengan
memberikan otonomi/kewenangan penuh penyelenggara pelatihan.
e. Peningkatan kualitas sistem tata kelola program pelatihan untuk mempercepat sertifikasi pekerja memerlukan strategi sosialisasi program pelatihan secara lebih intensif dan ekstensif agar kualitas angkatan kerja siap memasuki pasar tenaga kerja. Selain itu, diperlukan pengelolaan program pelatihan yang komprehensif dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota, agar lembaga pelatihan yang ada menjadi tempat pelatihan unggulan, sekaligus dapat melakukan fungsi pendampingan pelatihan bagi lembaga pelatihan di tingkat bawahnya.
f. Identifikasi dan memilih sektor/sub sektor yang memiliki nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja tinggi, sehingga menjadi fokus untuk dikembangkan, dilakukan melalui strategi :
1) Perluasan skala ekonomi ke arah sektor/sub sektor yang produktivitasnya tinggi juga diperlukan untuk menyediakan lapangan kerja yang besar mengantisipasi berlangsungnya bonus demografi;
2) Realokasi tenaga kerja ke sektor/sub sektor tertentu, memudahkan pemetaan kompetensi industri dan penetapan standar kompetensi;
LKJIP BLK BANTAENG 2019
17
BAB II PERENCANAAN
KINERJA
3) Standar kompetensi industri yang telah ditetapkan menjadi dasar penyusunan program pelatihan meliputi : kurikulum/bahan ajar, penyiapan tenaga Instruktur dan asesor serta sarana dan prasarana pendukung program pelatihan;
4) Mempercepat pelaksanaan perjanjian saling pengakuan yang belum dapat direalisasikan;
5) Harmonisasi program pendidikan dan pelatihan;
6) Pengembangan kerangka standar kompetensi regional; 7) Mendorong lembaga pelatihan untuk mencapai Kerangka
LKJIP BLK BANTAENG 2019
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2019
Perjanjian kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola.
Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Tujuan khusus Perjanjian Kinerja adalah untuk meningkatkan akuntabillitas, transparansi, dan kinerja sebagai dasar penilaian keberhasilan / kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja, dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.
Tabel. 1
Perjanjian Kinerja Tahun 2019 BLK Bantaeng
NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN TARGET 1. Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi
Jumlah Tenaga Kerja Yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi
3.600 Orang
2. Terlaksananya Sertifikasi
Kompetensi Kerja
Jumlah Tenaga Kerja yang disertifikasi
LKJIP BLK BANTAENG 2019
19
BAB II PERENCANAAN
KINERJA
NO KEGIATAN ANGGARAN
1 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Kerja dan Produktivitas
Rp8.975.000.000,-
2 Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja
Rp5.839.000.000,-
3 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Dirjen Binalattas Binalattas
Rp3.882.364.000,-
4 Pengembangan Sistem dan Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Profesi Binalattas
Rp546.792.000,-
5 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan dan Produktivitas Binalattas
Rp12.266.670.000,-
6 Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja Binalattas
Rp.17.504.481.000,-
JUMLAH Rp.49.014.307.000,-
Dari perjanjian kinerja diatas yang telah ditandatangani antara Kepala BLK Bantaeng dengan Direktur Jenderal Binalattas, terlihat target yang harus dicapai untuk Pelatihan Berbasis Kompetensi di Wilayah Kerja BLK sebanyak 3.600 orang dan Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi sebanyak 336 orang. Target keseluruhan 3.936 orang.
BAB I PENDAHULUAN
LKJIP BLK BANTAENG 2019
20
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA BLK BANTAENG
Capaian kinerja BLK Bantaeng tahun 2019 sangat dipengaruhi oleh kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan yang telah dituangkan dalam Perjanjian kinerja tahun 2019 terutama dalam pencapaian sasaran. Dalam penentuan rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Rencana Kinerja dituangkan dalam Penetapan Kinerja Balai Latihan Kerja Bantaeng Tahun 2019 yang dilaksanakan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran serta merupakan komitmen bagi tercapainya kegiatan pada tahun berjalan.
Indikator Kinerja Kegiatan yang telah ditetapkan, selanjutnya dilakukan pengukuran yang dituangkan dalam laporan kinerja BLK Bantaeng dengan mengacu pada Perjanjian Kinerja BLK Bantaeng tahun 2019. Pengukuran capaian kinerja BLK Bantaeng dilakukan dengan cara penyesuaian rencana kegiatan dengan anggaran yang tersedia. Pengukuran capaian kinerja kegiatan BLK Bantaeng dimulai dari bulan Januari sampai dengan Desember 2019, selanjutnya Perjanjian Kinerja BLK Bantaeng dapat dilihat pada Lampiran.
Tabel 2.
CAPAIAN KINERJA BLK BANTAENG TAHUN 2019
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target Awal 2019 Target Revisi 2019 Realisasi 2019 Capaian Kinerja 2019 1. Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi Jumlah Tenaga Kerja Yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi 3.600 orang 3.600 orang 3.600 orang 100% 2. Terlaksananya Sertifikasi Kompetensi Kerja Jumlah Tenaga Kerja yang disertifikasi 336 orang 336 orang 336 orang 100%
LKJIP BLK BANTAENG 2019
mencapai 100%, artinya semua indikator atau target kinerja yang ditetapkan dapat dicapai semuanya secara fisik. Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan satu per satu pada tabel Indikator Kinerja Kegiatan ( IKK ) di bawah ini.
A1. Analisis Capaian Kinerja IKK 1 : Jumlah Tenaga Kerja yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi
a. Realisasi Kinerja Tahun 2019
Tabel 3.
Pengukuran Indikator Kinerja Kegiatan 1 (IKK 1)
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target Awal 2019 Target Revisi 2019 Realisasi 2019 Capaian Kinerja 2019 1 Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi Jumlah Tenaga Kerja Yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi 3.600 orang 3.600 orang 3.600 orang 100%
Jumlah tenaga kerja yang mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi ditargetkan sebanyak 3.600 orang (225 paket) dan hingga akhir tahun anggaran per 31 Desember 2019 dapat terealisasi 100 %. Dari realisasi tersebut dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi tersebut tidak hanya dilaksanakan dalam BLK Bantaeng secara institusional, melainkan ada beberapa pelatihan yang diselenggarakan melalui Pelatihan Berbasis Masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah Mobile Training Unit (MTU). Selain itu pelatihan berbasis kompetensi juga diselenggarakan di BLK UPTD Binaan. UPTP BLK Bantaeng memiliki 3 UPTD BLK Binaan yang meliputi UPTD BLK Bulukumba, UPTD BLK Jeneponto, dan UPTD BLK Kepulauan Selayar. Target dan realisasi pelatihan berbasis kompetensi di tahun anggaran 2019 ini dapat dilihat pada tabel berikut
LKJIP BLK BANTAENG 2019
22
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
Tabel 4. Data Pelatihan BLK Bantaeng Tahun Anggaran 2019
No Kegiatan Target
(Orang)
Realisasi (Orang)
%
1. Tenaga kerja yang mendapat pelatihan berbasis kompetensi di UPTP BLK Bantaeng
1.840 1.840 100
2. Tenaga kerja yang mendapat pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan oleh UPTD BLK Binaan
1.760 1.760 100
Total Keseluruhan 3.600 3.600 100
Berikut ini rincian realisasi pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan di BLK Bantaeng dan UPTD BLK Binaan
Tabel 5. Rincian Realisasi PBK BLK Bantaeng dan UPTD BLK Binaan
Adapun faktor pendorong dari keberhasilan pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan di BLK Bantaeng maupun di UPTD BLK Binaan baik secara institusional dan mobile training unit adalah adanya koordinasi yang baik antara penyelenggaraan pelatihan dengan stakeholder yang terkait sehingga pelatihan dapat berjalan dan terlaksana dengan baik.
b. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 s.d 2019
Pengukuran tingkat capaian kinerja IKK-1 BLK Bantaeng tahun 2016 s.d 2019 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing indikator kinerja sasaran. Tingkat capaian kinerja masing-masing indikator tersebut disajikan pada tabel Pengukuran Indikator Kinerja sebagai berikut.
No BLK Target Realisasi % Paket Orang Paket Orang
1. BLK Bantaeng 115 1.840 115 1.840 100
2. BLK Kab. Jeneponto 37 592 40 592 100
3. BLK Kab. Bulukumba 40 640 37 840 100
4. BLK Kab. Kepulauan Selayar 33 528 33 528 100
LKJIP BLK BANTAENG 2019
Tabel 6. Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan 1 Tahun 2016 s.d 2019
Tahun Indikator Kinerja Kegiatan
Jumlah Tenaga Kerja yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi
Target Realisasi Capaian Kinerja
2016 480 Orang 480 Orang 100%
2017 624 Orang 624 Orang 100%
2018 1.232 orang 1.232 orang 100%
2019 3.600 orang 3.600 orang 100%
Jika ditinjau dari realisasi kinerja tahun 2016 s.d 2019 maka grafik perbandingan kinerja adalah sebagai berikut:
Gambar 2. Perbandingan Target dan Realisasi Capaian Kinerja 2016 s.d 2019 BLK Bantaeng
480 624 1.232 3.600 480 624 1.232 3.600 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 2016 2017 2018 2019
Perbandingan Target dan Realisasi Capaian Kinerja 2016 s.d 2019 BLK Bantaeng
LKJIP BLK BANTAENG 2019
24
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
c. Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Tahun 2019
Faktor keberhasilan atas terlaksananya seluruh target pelatihan BLK Bantaeng yaitu sebagai berikut:
1) Tingginya respon dan antusias dari masyarakat yang berasal dari masyarakat/instansi pemerintah di Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya untuk mengikuti pelatihan ini. Hal ini terbukti pada setiap pelaksanaan kegiatan pelatihan, kuota peserta bisa terpenuhi, bahkan melebihi kuota (cadangan);
2) Kerjasama dan Koordinasi yang selalu terjalin antara BLK Bantaeng, UPTD BLK Binaan dan Tim penyelenggara daerah yang berasal dari Dinas yang membidangi Ketenagakerjaan/Organisasi Masyarakat/ Instansi Pemerintah lainnya sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan baik pada saat tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan;
3) Monitoring dan Evaluasi terhadap kinerja UPTD BLK Binaan yang rutin dilakukan agar pelatihan berbasis kompetensi dapat terlaksana dengan baik.
4) Efisiensi dan efektivitas pelaksanaan dan penganggaran. Dimana dalam melaksanakan kegiatan pelatihan dilakukan secara paralel. Adapun aspek efisiensi penganggaran sehingga target Pelatihan BLK Bantaeng mencapai 100%
5) Adanya perencanaan atau penjadwalan yang baik dalam melaksanakan pelatihan;
6) Peralatan dan perlengkapan yang cukup memadai untuk menunjang pelaksanaan pelatihan;
7) Tersedianya instruktur dan sekretariat kegiatan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Dalam melaksanakan kegiatan pada tahun 2019 tentu tidak terlepas dari hambatan-hambatan. Beberapa hambatan yang ditemui saat melaksanakan
LKJIP BLK BANTAENG 2019
Binaan antara lain:
1) Penyelenggara Daerah yang belum sepenuhnya memahami konsep pembinaan pelatihan dan produktivitas.
2) Keterbatasan jumlah perusahaan kecil dan menengah diwilayah Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya yang sesuai kriteria sebagai peserta pelatihan. 3) Kurangnya SDM di BLK Bantaeng
Untuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan, solusi yang diambil yaitu:
1) Memberikan penjelasan mengenai konsep Pembinaan Pelatihan dan produktivitas kepada stakeholder terutama UPTD BLK Binaan sebelum memulai kegiatan agar kegiatan yang akan terlaksana dapat berjalan dengan baik dan mampu mencapai output yang diharapkan
2) Melakukan supervisi terhadap proses rekrutmen yang dilakukan.
3) Memberdayakan SDM yang ada dan melakukan proses rekrutmen pegawai baru
Pencapaian kinerja pada tahun 2019 ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan Tahun 2020. Sehingga pada tahun 2020 akan dilakukan upaya untuk mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai antara lain dengan:
1) Mempercepat pelaksanaan kegiatan yang direncanakan sudah mulai dilaksanakan pada minggu awal di Bulan Januari 2019 melakukan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan
2) Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh stakeholder pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas.
LKJIP BLK BANTAENG 2019
26
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
A2. Analisis Capaian Kinerja IKK 2 : Jumlah Tenaga Kerja yang Disertifikasi a. Realisasi Kinerja Tahun 2019
Tabel 7. Pengukuran Indikator Kinerja Kegiatan 2 (IKK 2)
No Indikator Kinerja Kegiatan Target Awal 2019 Target Revisi 2019 Realisasi 2019 Capaian Kinerja 2019
1 Jumlah Tenaga Kerja
Yang disertifikasi 336 336 336 100
Jumlah tenaga kerja yang disertifikasi dengan target 336 orang (21 paket) hingga akhir tahun anggaran per 31 Desember 2019 dapat terealisasi sebesar 100% atau sebanyak 336 orang. Dari realisasi tersebut dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi tersebut dilaksanakan dalam BLK Bantaeng dengan melibatkan asessor yang berpengalaman dari LSP P2 Makassar sesuai unit dan bidang kompetensi yang diujikan.
Sertifikasi uji kompetensi yang diselenggarakan di BLK merupakan salah satu pelaksanaan kegiatan sertifikasi pasca Pelatihan Berbasis Kompetensi yang dapat terselenggara dengan baik dan didukung oleh sumber daya manusia, sarana, dan prasarana pelatihan yang memadai. Adapun pelaksanaan sertifikasi yang diselenggarakan sebanyak 21 paket di BLK Bantaeng antara lain Kejuruan Otomotif, Kejuruan Listrik, Kejuruan Welding, Kejuruan Pariwisata, Kejuruan TIK, Kejuruan Bisnis Manajemen. Target dan realisasi pelaksanaan sertifikasi di tahun anggaran 2019 ini dapat dilihat pada tabel berikut.
LKJIP BLK BANTAENG 2019
Tabel 8. Rincian Data Pelaksanaan Sertifikasi Tahun 2019
No Skema
Target Realisasi Keterangan Paket Orang Paket Orang % Kompeten Belum
Kompeten % Kompeten 1 Tata Hidang 3 48 3 48 100 42 6 87,5 2 Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana 3 48 3 48 100 46 2 95,8 3 Servis sepeda motor injeksi 5 80 5 80 100 64 16 80 4 Desain Grafis 1 16 1 16 100 10 6 62,5 5 Practical Office Advance 2 32 2 32 100 13 19 40,62 6 Computer Operator Assistant 1 16 1 16 100 11 5 68,75 7 Pengelasan SMAW 3G 3 48 3 48 100 48 0 100 8 Junior Administrative Assistant 3 48 3 48 100 30 18 62,5 JUMLAH 21 336 21 336 100 264 72 78,57
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi yang diselenggarakan di BLK Bantaeng dapat terealisasi di tahun 2019 dengan capaian 100%. Dari 336 orang yang disertifikasi sebanyak 264 orang kompeten sedangkan sebanyak 72 orang belum kompeten. Adapun faktor pendorong dari keberhasilan pelaksanaan sertifikasi yang dilaksanakan di BLK Bantaeng adalah adanya koordinasi yang baik antara penyelenggaraan pelatihan dengan stakeholder terkait sehingga pelaksanaan sertifikasi uji kompetensi dapat terealisasi dengan baik.
Dari hasil pengukuran capaian kinerja pada IKK 2 terselenggaranya pelaksanaan sertifikasi di wilayah kerja BLK Bantaeng menghasilkan pencapaian sebesar 100% dimana target 336 orang peserta semuanya dapat mengikuti pelaksanaan sertifikasi uji kompetensi.
LKJIP BLK BANTAENG 2019
28
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
b. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 s.d 2019
Pengukuran tingkat capaian kinerja BLK Bantaeng tahun 2016 - 2019 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Tingkat capaian kinerja masing-masing-masing-masing indikator disajikan pada Pengukuran Indikator Kinerja yang dapat dilihat pada tabel 8.
Tabel 9. Perbandingan Realisasi Kinerja IKK-2 Tahun 2016 s.d 2019
Tahun Indikator Kinerja Kegiatan
Jumlah Tenaga Kerja yang disertifikasi
Target Realisasi Capaian Kinerja
2016 - - -
2017 128 orang 112 orang 87,5%
2018 224 orang 208 orang 92,85%
2019 336 orang 336 orang 100%
Gambar 3 Perbandingan Capaian Kinerja IKK-2 BLK Bantaeng Tahun 2016 s.d 2019 0 128 224 336 0 112 208 336 0 50 100 150 200 250 300 350 400 2016 2017 2018 2019
Grafik Perbandingan Capaian Kinerja IKK-2 BLK Bantaeng Tahun 2016 s.d 2019
LKJIP BLK BANTAENG 2019
Target dari IKK 2 berhasil dicapai 100% dikarenakan :
1) Tingginya respon dari peserta pelatihan berbasis kompetensi di Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya untuk mengikuti sertifikasi uji kompetensi ini. Hal ini terbukti pelaksanaan sertifikasi uji kompetensi dapat tercapai seluruhnya. 2) Informasi dan koordinasi yang dilakukan antara BLK Bantaeng dan Tim
penyelenggara daerah yang berasal dari Dinas yang membidangi Ketenagakerjaan/Oganisasi Masyarakat/ Instansi Pemerintah lainnya sehingga kegiatan sertifikasi dapat terlaksana dengan baik sesuai target yang ditentukan.
Dalam melaksanakan kegiatan pada tahun 2019 tentu tidak terlepas dari hambatan dalam pelaksanaannya. Beberapa hambatan yang ditemui saat melaksanakan kegiatan Sertifikasi Uji Kompetensi di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan antara lain:
1) Belum adanya Lembaga Sertifikasi Profesi di BLK Bantaeng.
2) Kurangnya assesor uji kompetensi di setiap kejuruan BLK Bantaeng.
Untuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan, maka solusi yang diambil yaitu:
1) Berkoordinasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi pihak luar untuk menyelenggarakan uji kompetensi kepada peserta pelatihan serta berupaya untuk membentuk Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Balai Latihan Kerja Bantaeng
2) Berkoordinasi dengan assesor yang berkompeten untuk menguji kompetensi peserta pelatihan
Pencapaian kinerja pada tahun 2019 ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan Tahun 2020. Sehingga pada tahun 2020 akan dilakukan upaya untuk mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai antara lain dengan:
1) Mempercepat pelaksanaan kegiatan yang direncanakan sudah mulai dilaksanakan di Minggu awal Bulan Januari 2020 sehingga menjadi efektif dan efisien
LKJIP BLK BANTAENG 2019
30
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
2) Kegiatan lebih meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh stakeholder pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas dan sertifikasi kompetensi
B. REALISASI ANGGARAN
Alokasi Anggaran BLK Bantaeng yang tersedia dalam rangka menunjang kegiatan untuk mencapai sasaran kegiatan tahun 2019 berdasarkan pagu awal tertanggal 5 Desember 2018 ditunjang dengan APBN yang sesuai dengan DIPA dan POK Tahun Anggaran 2019 adalah sebesar Rp49.014.307.000,- (Empat puluh Sembilan milyar empat belas juta tiga ratus tujuh ribu rupiah). Pagu tersebut kemudian pada sepanjang tahun 2019 terjadi revisi sebanyak empat kali sehingga anggaran menjadi Rp44.212.220.000,- (Empat puluh empat milyar dua ratus dua belas juta dua ratus dua puluh ribu rupiah) yang bisa dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel. 10 Riwayat Revisi DIPA BLK BANTAENG Tahun 2019
No Anggaran Jumlah Tanggal Jenis Revisi
1 2 3 4 5
1 Pagu Awal Rp.49.014.307.000,- 5 Desember 2018 -
2 Revisi 1 Rp49.014.307.000,- 20 Februari 2019 Penghapusan/perubahan catatan halaman IV DIPA
3 Revisi 2 Rp43.612.926.000,- 26 Juli 2019 • Pergeseran antar keluaran, 1
kegiatan 1 satker.
• Penghapusan/perubahan catatan halaman IV DIPA (@)
4 Revisi 3 Rp44.212.224.000,- 8 November 2019 • Penghapusan/perubahan
catatan halaman IV DIPA (@) • Pergeseran antar keluaran,
kegiatan dan antar satker antar kanwil
5 Revisi 4 Rp44.212.224.000,- 28 November 2019 Ralat rencana penarikan dana (halaman III DIPA)
Revisi Pertama Pagu BLK Bantaeng dilakukan oleh Ditjen Binalattas pada tanggal 20 Februari 2019 terkait dengan pergeseran antar kegiatan dalam
LKJIP BLK BANTAENG 2019
penghapusan/perubahan catatan halaman IV DIPA. Revisi pertama ini tidak
mengalami perubahan pada jumlah pagu yaitu tetap sebesar
Rp49.014.307.000,-. Kemudian pada revisi kedua Pagu BLK Bantaeng dilakukan terkait dengan Pergeseran antar keluaran, 1 kegiatan 1 satker dan Penghapusan/perubahan catatan halaman IV DIPA (@). Revisi kedua mengalami penurunan jumlah pagu anggaran yaitu menjadi sebesar Rp43.612.926.000,-. Selanjutnya, pada revisi ketiga dilakukan dengan adanya Penghapusan/perubahan catatan halaman IV DIPA (@) dan pergeseran antar keluaran, kegiatan dan antar satker antar kanwil. Revisi ketiga jumlah pagu anggaran menjadi sebesar Rp44.212.224.000,-. Terakhir pada revisi keempat dilakukan dengan adanya Ralat rencana penarikan dana (halaman III DIPA).
Pada akhir tahun, telah dilakukan perhitungan dan pengukuran Realisasi Anggaran yaitu sebesarRp44.212.224.000,- (Empat puluh empat dua ratus dua
belas juta dua ratus dua puluh empat ribu rupiah) dengan persentase sebesar
88,80% dan realisasi fisik sebesar 100%.
Adapun alasan penyerapan anggaran tercapai di bawah 95% sebagai berikut : 1. Adanya efisiensi dan optimalisasi penggunaan anggaran pada setiap
kegiatan yang dilakukan;
2. Adanya sisa anggaran di akun belanja pegawai yang cukup besar. Realisasi anggaran Tahun 2019 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
LKJIP BLK BANTAENG 2019
32
BAB III AKUNTABILITAS
KINERJA
Gambar 4. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran BLK Bantaeng Tahun 2016 s.d 2019
Dari Grafik diatas dapat dilihat pagu revisi, Realisasi Anggaran dan realisasi fisik tahun 2019. Sebagai perbandingan, dibawah ini ditampilkan rekapitulasi alokasi dan realisasi keuangan BLK Bantaeng dari Tahun 2016-2019 selengkapnya ditampilkan pada Tabel 12 sebagai berikut:
Tabel 11. Realisasi Anggaran BLK Bantaeng Tahun 2016-2019
No Tahun PAGU (Rp) Keuangan Fisik (%) Rp % 1 2016 8.367.577.000 6.185.508.459 73,92 100 2 2017 7.123.787.000 6.247.848.412 87,70 97.36 3 2018 17.118.178.000 15.526.454.167 90,70 99.89 4 2019 44.212.224.000 39.260.480.141 88,80 100
Adapun pencapaian realisasi keuangan pada tahun 2019 tidak terlepas dari adanya beberapa hambatan yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan tahun 2019. Hambatan yang ditemui antara lain:
1. Banyaknya beban kegiatan yang harus dilaksanakan
2. Kurangnya Sumber daya manusia di BLK Bantaeng terutama instruktur dan staff tenaga pengelola pelatihan
8.367.577.000 7.123.787.000 17.118.178.000 44.212.224.000 6.185.508.459 6.247.848.412 15.526.454.167 39.260.480.141 73,92% 87,70% 90,70% 88,80% 100% 97% 100% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100% Rp0 Rp10.000.000.000 Rp20.000.000.000 Rp30.000.000.000 Rp40.000.000.000 Rp50.000.000.000 Rp60.000.000.000 Rp70.000.000.000 2016 2017 2018 2019
GRAFIK PERBANDINGAN PAGU DAN REALISASI ANGGARAN DENGAN REALISASI KEUANGAN DAN FISIK TAHUN 2016 S.D 2019
LKJIP BLK BANTAENG 2019
Solusi yang dilakukan untuk mengatasai berbagai hambatan tersebut antara lain: 1. Membuat perencanaan jadwal kegiatan atau matrix kegiatan sehingga kegiatan
dapat terselesaikan sesuai yang diharapkan
2. Melakukan usulan pengadaan pegawai baru (CPNS) untuk tahun selanjutnya serta merekrut staff tenaga pengelola pelatihan.
3. Lebih memperhatikan kegiatan-kegiatan rapat yang seharusnya dilakukan untuk kelancaran kegiatan.
Agar proses pelaksanaan kegiatan pada tahun 2020 maka perlu dilakukan langkah-langkah dan rencana sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik. Adapun rencana yang perlu dilakukan untuk tahun 2020 yaitu:
1. Melakukan perencanaan yang matang untuk menghadapi seluruh kegiatan sepanjang tahun 2020
2. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar seksi dan seluruh stakeholder BLK Bantaeng
3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di internal BLK Bantaeng 4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi disetiap kegiatan yang dilakukan
BAB IV PENUTUP
LKJIP BLK BANTAENG 2019
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) BLK Bantaeng disusun berdasarkan laporan kegiatan dari bulan Januari sampai dengan 31 Desember 2019. Laporan Kinerja disusun untuk menggambarkan hasil kerja yang telah dicapai selama satu tahun anggaran, dengan harapan dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam rangka peningkatan kinerja organisasi. Pada masa mendatang laporan ini menjadi dasar untuk penyusunan program agar lebih efektif dalam mencapai sasaran dan efisien dalam penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.
Secara umum pelaksanaan semua program dan kegiatan BLK Bantaeng telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana. Meskipun dalam pelaksanaan program dan kegiatan mengalami beberapa rintangan dan hambatan, namun berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak tersebut dapat diatasi.
Tercapainya presentase keuangan 88,80% dikarenakan semua kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan di awal tahun dan target yang diharapkan dapat tercapai. Hal ini terlaksana berkat efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai bahan monitoring dan evaluasi terhadap progress penyerapan anggaran, setiap minggu dibuat Laporan Realisasi keuangan dan fisik kegiatan. Realisasi kinerja untuk masing-masing indikator kinerja adalah sebagai berikut: IKK-1 sebesar IKK-100%, dan IKK-2 sebesar IKK-100% digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan perjanjian kinerja.
Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini disusun sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja organisasi Balai Latihan Kerja Bantaeng
LAMPIRAN
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target
1 Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi
Jumlah Tenaga Kerja yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi
3.600 Orang 2 Terlaksananya Sertifikasi
Tenaga Kerja
Jumlah Tenaga Kerja yang Disertifikasi 336 Orang
No. Kegiatan Anggaran
1 2217 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Kerja dan Produktivitas
Rp.8.975.000.000,-
2 2221 Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja
Rp.5.839.000.000,-
3 2223 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Binalattas
Rp.3.882.364.000,-
4 4053 Pengembangan Sistem dan Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Profesi Binalattas
Rp.546.792.000,-
5 4056 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan dan Produktivitas Binalattas
Rp.12.266.670.000,-
6 4060 Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja Binalattas
Rp.17.504.481.000,-
CAPAIAN KINERJA BALAI LATIHAN KERJA BANTAENG TAHUN 2019
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target Realisasi %
1 Terlaksananya Pelatihan Berbasis Kompetensi
Jumlah Tenaga Kerja yang Mendapat Pelatihan Berbasis Kompetensi
3.600 Orang 3.600 Orang 100 2 Terlaksananya
Sertifikasi Tenaga Kerja
Jumlah Tenaga Kerja yang Disertifikasi 336 Orang
336 Orang
100
No. Kegiatan Pagu Awal (Rp) Pagu Revisi (Rp) Keuangan (Rp) Persentase Realisasi (%)
1 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan
Pelatihan Kerja dan Produktivitas 8.975.000.000,- 8.828.526.000 7.700.150.050 87
2 Pengembangan Standardisasi
Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja 5.839.000.000,- 5.830.500.000 4.912.303.312 84,25
3 Dukungan Manajemen dan Dukungan
Teknis Lainnya Ditjen Binalattas 3.882.364.000,- 4.628.136.000 4.014.861.211 86,75
4 Pengembangan Sistem dan Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Profesi Binalattas
546.792.000,- 546.792.000 309.058.894 56,52
5 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan
Pelatihan dan Produktivitas Binalattas 12.266.670.000,- 6.873.789.000 6.730.566.020 97,91
6 Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja Binalattas
17.504.481.000,- 17.504.481.000 15.593.940.654 89,09
Jumlah 49.014.307.000,- 44.212.224.000 39.260.480.141 88,80
Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2019 – Pagu Awal : Rp49.014.307.000,- Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2019 – Pagu Revisi : Rp44.212.224.000,- Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2019 : Rp39.260.480.141,- Persentase Realisasi Anggaran Tahun 2019 : 88,80%
No Kegiatan Target Capaian Kinerja
Vol Sat Vol Sat %
1 2 6 7 8 9 10
1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Kerja dan Produktivitas
15 Lembaga 15 Lembaga 100
2. Pengembangan Standarisasi
Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja
784 Orang 784 Orang 100
3. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Binalattas
7 Layanan 7 Layanan 100
4. Pengembangan Sistem dan
Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Profesi Binalatas
336 Orang 336 Orang 100
5. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan dan Produktivitas Binalattas
13 BLK 13 BLK 100
6. Pengembangan Standarisasi
Kompetensi Kerja dan Pelatihan Kerja Binalattas
REALISASI INDIKATOR KINERJA KEGIATAN-1
JUMLAH TENAGA KERJAYANG MENDAPAT PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BLK BANTAENG TAHUN 2019
1. Data Pelatihan BLK Bantaeng Tahun Anggaran 2019
No Kegiatan Target
(Orang)
Realisasi (Orang)
%
1. Tenaga kerja yang mendapat pelatihan berbasis kompetensi di UPTP BLK Bantaeng
1.840 1.840 100
2. Tenaga kerja yang mendapat pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan oleh UPTD BLK Binaan
1.760 1.760 100 Total Keseluruhan 3.600 3.600 100 2. BLK BANTAENG No Kejuruan Target Pelatihan Realisasi %
Paket Orang Paket Orang PELATIHAN INSTITUSIONAL (PBK) UPTP
1. Kejuruan Bisman (Bahasa Inggris) 5 80 5 80 100
2. Kejuruan Otomotif (Sepeda Motor) 5 80 5 80 100
3. Kejuruan Instalasi Listrik 5 80 5 80 100
4. Kejuruan TIK (Operator Komputer) 6 96 6 96 100
5. Kejuruan Welding 4 64 4 64 100
6. Kejuruan Pariwisata / Perhotelan 5 80 5 80 100
7. Kejuruan Processing 5 80 5 80 100
PELATIHAN NON INSTITUSIONAL (MTU) UPTP
1. Kejuruan Elektronika 3 48 3 48 100
2. Kejuruan Otomotif (Sepeda Motor) 9 144 9 144 100
3. Kejuruan Otomotif (Motor Tempel) 2 32 2 32 100
4. Kejuruan Instalasi Listrik 5 80 5 80 100
5. Kejuruan Welding 6 96 6 96 100
6. Kejuruan Tata Rias 20 320 20 320 100
7. Kejuruan Menjahit 17 272 17 272 100
8. Kejuruan Processing 16 256 16 256 100
PELATIHAN TEKNISI AHLI KERJASAMA PIHAK JEPANG (UPTP)
1. Kejuruan Teknisi Otomotif II 2 32 2 32 100
Paket Orang Paket Orang Pelatihan PBK DI UPTD BINAAN BULUKUMBA
1. Kejuruan Service Sepeda Motor Injeksi
(Otomotive) 4 64 4 64 100
2. Kejuruan Mekanik Mobil Bensin/Diesel
(Otomotive) 3 48 3 48 100
3. Kejuruan Elektronika 6 96 6 96 100
4. Kejuruan Listrik 4 64 4 64 100
5. Kejuruan TIK 3 48 3 48 100
6. Kejuruan Menjahit (Germen) 8 128 8 128 100
7. Kejuruan Welding 1 16 1 16 100
8. Kejuruan Bangunan 1 16 1 16 100
PELATIHAN MTU DI UPTD BINAAN BULUKUMBA
1. Kejuruan Bangunan 2 32 2 32 100
2. Kejuruan Las SMAW 3G (Welding) 2 32 2 32 100
3. Kejuruan Processing 6 96 6 96 100
JUMLAH 40 640 40 640 100
4. BLK UPTD KABUPATEN JENEPONTO
No Kejuruan
Target
Pelatihan Realisasi %
Paket Orang Paket Orang Pelatihan PBK DI UPTD BINAAN JENEPONTO
1. Kejuruan Service Sepeda Motor Injeksi
(Otomotive) 4 64 4 64 100
2. Kejuruan Listrik 2 32 2 32 100
3. Kejuruan Computer Operator Asisstant
(TIK) 4 64 4 64 100
4. Kejuruan Garmen 8 128 8 128 100
5. Kejuruan Las SMAW 3G (Welding) 4 64 4 64 100
6. Kejuruan Teknik Pendingin 1 16 1 16 100
7. Kejuruan Processing 4 64 4 64 100
8. Kejuruan Tata kecantikan 3 48 3 48 100
PELATIHAN MTU DI UPTD BINAAN JENEPONTO
1. Kejuruan Bangunan 4 64 4 64 100
2. Kejuruan Elektronika (Audio Video) 2 32 2 32 100
3. Kejuruan Elektronika (Teknisi HP) 1 16 1 16 100
5. BLK UPTD KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
No Kejuruan
Target
Pelatihan Realisasi %
Paket Orang Paket Orang Pelatihan PBK DI UPTD BINAAN KEPULAUAN SELAYAR
1. Kejuruan Service Sepeda Motor Injeksi
(Otomotive) 3 48 3 48 100
2. Kejuruan Computer Operator Asisstant
(TIK) 2 32 2 32 100
3. Kejuruan Desain Grafis (TIK) 2 32 2 32 100
4. Kejuruan Garmen 5 80 5 80 100
5. Kejuruan Perhotelan 2 32 2 32 100
6. Kejuruan Teknik Pendingin 2 32 2 32 100
7. Kejuruan Tata Rias 2 32 2 32 100
8. Kejuruan Industri Kreatif (Cetak Sablon) 2 32 2 32 100
PELATIHAN MTU DI UPTD BINAAN KEPULAUAN SELAYAR 1. Kejuruan Service Sepeda Motor Injeksi
(Otomotive) 3 48 3 48 100
2. Kejuruan Bangunan 4 64 4 64 100
3. Kejuruan Juru Las SMAW 2F (Welding) 4 64 4 64
4. Kejuruan Processing 2 32 2 32 100
No Skema
Target Realisasi Keterangan
Paket Orang Paket Orang % Kompeten Belum Kompeten % Kompeten 1 Tata Hidang 3 48 3 48 100 42 6 87,5 2 Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana 3 48 3 48 100 46 2 95,8 3 Servis sepeda motor injeksi 5 80 5 80 100 64 16 80 4 Desain Grafis 1 16 1 16 100 10 6 62,5 5 Practical Office Advance 2 32 2 32 100 13 19 40,62 6 Computer Operator Assistant 1 16 1 16 100 11 5 68,75 7 Pengelasan SMAW 3G 3 48 3 48 100 48 0 100 8 Junior Administrative Assistant 3 48 3 48 100 30 18 62,5 JUMLAH 21 336 21 336 100 264 72 78,57