• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODERNITAS SIKAP KEWIRAUSAHAAN PENGURUS KOPERASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MODERNITAS SIKAP KEWIRAUSAHAAN PENGURUS KOPERASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MODERNITAS SIKAP KEWIRAUSAHAAN

PENGURUS KOPERASI

(Studi Kasus pada Koperasi Karyawan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

Oleh:

Sihol Marito Pakpahan I34052337

DEPARTEMEN SAINS

KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

(2)

Abstract

Cooperatives as a business entity, that given the image of a pillar of national economy, are challenged to be managed professionally. In general, the main problem still facing the cooperatives is the low professionalism of the managers.

This study aims to explain the modernity of entrepreneurial attitude of cooperative managers, and to explain the relationship between modernity of entrepreneurial attitude of cooperative managers with the cooperative's success. This research was carried out in Cibinong district, Bogor regency, West Java by using the census method that takes the entire population with the sampling frame is cooperation employees. Respondents were selected randomly as many as 3 people from each cooperative employee.

Data of characteristics respondents and modernity of entrepreneurial attitude presented in the form of frequency tabulation. Meanwhile, to know the relationship between modernity of entrepreneurial attitude of cooperative managers with the cooperative's success using Spearman Rank (rs or ρ) Correlation Test. The modernity of entrepreneurial attitude is measured consists of 8 variables: (1) precede of priorities; (2) taking risks; (3) innovativeness; (4) hard work; (5) appreciation for the time; (6) achievement motivation; (7) self-confidence; and (8) individual responsibility. Whereas, the variable of cooperative's success is measured over the two indicators, there are the number of cooperative's members and the rest of the business (“sisa hasil usaha/SHU”).

This study found that respondents generally have a modern view of the eight themes of entrepreneurial attitude. When observed on each theme being, there is a tendency of respondents who have no modern attitudes, especially in the second theme ( "risk taking"). While the theme of most modern attitude of the respondents owned is on the first theme ( " achievement motivation ").

Through using Spearman Rank Correlation Test is known that the variable of modernity of entrepreneurial attitude has no correlation with the cooperative's success. Compute rs values obtained are smaller than rs table, which means

(3)

modernity of entrepreneurial attitude of cooperative managers is not related to the success of cooperative employees. With these test results indicate that the view of modernity can be owned by each board committee is no exception in the cooperative does not succeed.

Thus, the cooperative's success is measured by the number of cooperative's members and the rest of the business (“sisa hasil usaha/SHU”), not entirely influenced by entrepreneurial attitude of managers. However, more determined by external factors such as mutation of employees, employee rotation, the period of retirement, the layoffs and other things that cause the cooperative does not succeed. In turn, these conditions would cause the cooperatives decreasing in the rest of the business (“sisa hasil usaha/SHU”).

(4)

RINGKASAN

SIHOL MARITO PAKPAHAN. MODERNITAS SIKAP KEWIRAUSAHAAN

PENGURUS KOPERASI : Studi Kasus pada Koperasi Karyawan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Di bawah bimbingan NURAINI W. PRASODJO).

Koperasi merupakan salah satu bentuk organisasi ekonomi yang mendapatkan perhatian pemerintah. Sebagai badan usaha yang diberi citra menjadi sokoguru perekonomian nasional, koperasi ditantang untuk dikelola secara professional. Secara umum masalah utama yang masih dihadapi koperasi adalah rendahnya profesionalisme pengelolanya.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan modernitas sikap kewirausahaan pengurus koperasi, serta menjelaskan hubungan antara modernitas sikap kewirausahaan pengurus koperasi dengan keberhasilan koperasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan menggunakan metode sensus yakni mengambil seluruh populasi koperasi dengan kerangka sampling yaitu koperasi karyawan. Responden dipilih secara acak sebanyak 3 orang dari masing-masing koperasi karyawan.

Data tentang karakteristik responden dan modernitas sikap kewirausahaan disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi. Sedangkan, untuk mengetahui hubungan modernitas sikap kewirausahaan pengurus koperasi dengan keberhasilan koperasi menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Adapun modernitas sikap kewirausahaan yang diukur terdiri dari 8 indikator, yaitu : (1) mengutamakan prioritas, (2) pengambilan resiko, (3) keinovatifan, (4) sikap terhadap kerja, (5) penghargaan terhadap waktu, (6) motivasi berprestasi, (7)

(5)

sikap percaya diri, dan (8) tanggung jawab individual. Modernitas sikap kewirausahaan dihubungkan dengan variabel keberhasilan koperasi, yang diukur dari dua indikator yakni jumlah anggota dan sisa hasil usaha (SHU).

Hasil penelitian ini menemukan bahwa secara umum responden memiliki pandangan yang modern terhadap ke delapan tema sikap. Apabila diamati pada masing-masing tema sikap, masih ada kecenderungan responden yang memiliki sikap-sikap tidak modern, khususnya pada tema sikap kedua (”pengambilan resiko”). Sedangkan tema sikap yang paling modern yang dimiliki responden adalah tema kesatu (”mengutamakan prioritas”).

Melalui Uji Koefisien Korelasi Rank Spearman (rs/ρ) diketahui bahwa

variabel modernitas sikap kewirausahaan pengurus tidak memiliki korelasi dengan keberhasilan koperasi. Diperoleh nilai ρhitung yang lebih kecil dibandingkan

ρtabel, yang artinya modernitas sikap kewirausahaan pengurus tidak berhubungan

dengan keberhasilan koperasi karyawan. Dengan hasil uji ρ tersebut

menunjukkan bahwa pandangan modernitas dapat dimiliki oleh setiap pengurus tidak terkecuali pengurus di koperasi tidak berhasil.

Dengan demikian, keberhasilan koperasi yang diukur dari banyaknya jumlah anggota yang berpartisipasi dan perkembangan SHU, tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh sikap kewirausahaan pengurus. Akan tetapi, lebih ditentukan oleh faktor eksternal seperti mutasi pegawai, rotasi pegawai, periode pensiun, adanya PHK dan hal lain yang menyebabkan koperasi dikatakan tidak berhasil. Pada gilirannya kondisi tersebut, akan menyebabkan koperasi mengalami penurunan sisa hasil usaha (SHU).

(6)

MODERNITAS SIKAP KEWIRAUSAHAAN

PENGURUS KOPERASI

(Studi Kasus pada Koperasi Karyawan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

Oleh:

SIHOL MARITO PAKPAHAN I34052337

Skripsi

Sebagai Bagian Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

pada

Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Januari, 2010

(7)

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR DEPARTEMEN SAINS

KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang disusun oleh Nama : Sihol Marito Pakpahan

NRP : I34052337

Departemen : Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Judul Skripsi : Modernitas Sikap Kewirausahaan Pengurus Koperasi

(Studi Kasus pada Koperasi Karyawan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

dapat diterima sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat pada Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Menyetujui, Dosen Pembimbing

Ir. Nuraini W. Prasodjo, MS 19630531 199103 2 002

Mengetahui,

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Ketua

Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo, MS 19550630 198103 1 003

(8)

LEMBAR PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL

“MODERNITAS SIKAP KEWIRAUSAHAAN PENGURUS KOPERASI (Studi Kasus Pada Koperasi Karyawan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)” BELUM PERNAH DIAJUKAN PADA PERGURUAN

TINGGI MANA PUN UNTUK TUJUAN MEMPEROLEH GELAR AKADEMIK TERTENTU. SAYA JUGA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI DAN TIDAK MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITULIS ATAU DITERBITKAN OLEH PIHAK LAIN KECUALI SEBAGAI BAHAN RUJUKAN YANG DINYATAKAN DALAM NASKAH.

Bogor, Januari 2010

Sihol Marito Pakpahan I34052337

(9)

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Bogor, 8 Desember 1986 sebagai anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Bpk P. Pakpahan dan Ibu L. Sinaga. Penulis menyelesaikan sekolah menengah atas pada SMU Negeri 3 Bogor pada tahun 2005. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswi Program Studi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor melalui jalur SPMB. Selama menjadi mahasiswi penulis aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Penulis juga pernah aktif dalam kegiatan asistensi menjadi Asisten M.K Dasar-dasar Komunikasi selama empat semester dan Asisten M.K Komunikasi Bisnis selama satu semester.

(10)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Bapa di Sorga atas segala kasih-Nya yang begitu besar memberikan kekuatan dan kesabaran kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Modernitas Sikap Kewirausahaan Pengurus Koperasi (Studi Kasus Koperasi Karyawan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:

1. Ir. Nuraini W. Prasodjo, MS selaku dosen pembimbing skripsi atas saran-saran, bimbingan, dan kritiknya selama proses penulisan proposal, penelitian dan penulisan laporan.

2. Seluruh pihak, Bapak maupun Ibu, pengurus koperasi pegawai dinas maupun perusahaan atas kesediaan waktu dan tempat selama proses pencarian data di lapangan

3. Bapak dan Mama, yang terkasih, atas doa, kesabaran, kritik dan saran yang diberikan tiada henti untuk keberhasilan studi anak-anaknya

4. Kakak-kakak ku yang terkasih, Kapas dan adik Riris yang selalu memberikan doa dan dorongan kepada penulis

5. Dimas, my best friend, thanks for the spirit dan kesabarannya membantu selama studi

6. Anyes, Tari, Indah, Nando, TB, Maria, Virgin, Lalu, Wagner, Puty, Kokoe, Nita, Siti Hani atas doa, dorongan, kritik dan saran selama penelusuran bahan skripsi

7. Anda, terima kasih untuk bisa memberikan bantuan fasilitas laptopnya sehingga penulis dapat mengetik bahan skripsi

8. Rekan-rekan KPM 42 yang terkasih yang tidak dapat disebutkan satu per satu tetapi kalian akan selalu di hati

9. semua pihak yang selalu memberikan semangat langsung maupun tidak langsung kepada penulis. Terima kasih

Akhir kata, penulis mengharapkan semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak yang memerlukan.

Referensi

Dokumen terkait

BAGI YANG MASIH TERDAPAT KETIDAKSESUAIAN DATA, SILAHKAN HUBUNGI ADMIN REPORT CENTER.. PENGUMUMAN DAN PENETAPAN JUARA DILAKUKAN PADA TANGGAL 24

Kegiatan Estimasi Stok Karbon akibat Perubahan Luas Penutupan Lahan di Kawasan Penambangan Terkait dengan Skema REDD (Reduced Emission from Deforestation and Forest

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

Tantangan juga bagi dosen untuk dapat mengaktifkan mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model mengajar menginduksi perubahan konsep (M3PK) mampu

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumtif terjadi pada partisipan karena pemberian uang saku dari orang tua yang dapat dibelikan sesuatu

dimaksudkan agar kaum perempuan yang terjerumus ke dalam tindakan tersebut tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Salah satu program pemberdayaan perempuan yang

Skenario pengujian pada simulasi pengendalian bahan baku produksi menggunakan metode monte carlo dan exponensial adalah skenario yang digunakan untuk menguji kelayakan pada

Kesimpulan dari penelitian Putz-Bankuti et al ini yaitu terdapat hubungan signifikan dari 25(OH)D dengan derajat disfungsi hati dan memberi kesan bahwa rendahnya kadar