i
KATA PENGATAR
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014 setiap Unit Organisasi Eselon I pada Kementerian/Lembaga wajib menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai pertanggungjawaban kinerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Dalam rangka mendukung penyusunan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan maka disusunlah Laporan Kinerja Direktorat Budidaya Serealia Tahun 2014 ini.
Penyusunan Laporan Kinerja mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan. Namun demikian, kami menyadari masih dijumpai kekurang-sempurnaan. Untuk itu, terbuka kritik dan saran untuk penyempurnaan Laporan Kinerja ini.
Kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Budidaya Serealia selama tahun 2014 disampaikan terima kasih.
ii
DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR ………. i
DAFTAR ISI ……….. ii
DAFTAR TABEL ………... iii
DAFTAR GAMBAR ………... iv
DAFTAR LAMPIRAN ……… v
RINGKASAN EKSEKUTIF ………. vi
BAB I. PENDAHULUAN ……….. 1
A. Latar Belakang ……… 1
B. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan ……….. 2
C. Sumber Daya Manusia ……… 3
D. Dukungan Anggaran ……….. 4
E. Permasalahan ………. 4
BAB II. PERENCANAAN KINERJA ………... 5
A. Rencana Startegis 2010-2014 ……….. 5
B. Rencana Kinerja Tahun 2014 ……….. 9
C. Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2014 ……….. 9
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ……….. 11
A. Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran ………….. 11
B. Capaian Kinerja Organisasi ………. 11
C. Permasalahan dan Upaya Tindaklanjut ………. 19
D. Akuntabillitas Keuangan ……… 20
E. Analisis Efektivitas Pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan 2014 21 BAB V. PENUTUP ……… 22
iii
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1. Penetapan Kinerja Tahun 2014 Direktorat Budidaya Serealia …... 9
Tabel 2. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Direktorat Budidaya
Serealia Tahun 2014 ………... 11
Tabel 3. Capaian Produksi, Luas Tanam dan Produktivitas Padi ……….. 12
Tabel 4. Capaian Produksi, Luas Tanam dan Produktivitas Jagung …………. 13
Tabel 5. Perkembangan Produksi Padi Tahun 2010-2014 ………. 14
Tabel 6. Perkembangan Produksi Jagung Tahun 2010-2014 ………... 15
Tabel 7. Capaian Pelaksanaan Kegiatan SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014
………. 15
Tabel 8. Capaian Produktivitas SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014 ……….. 16
Tabel 9. Capaian Produktivitas SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014
terhadap SL-PTT 2013 dan Lima Tahun Terakhir (2010-2014) ………. 17 Tabel 10. Capaian Panen, Produktivitas dan Produksi SL-PTT Padi dan Jagung
Tahun 2014 ………... 17
Tabel 11. Analisis Efektivitas Pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan Tahun
iv
DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1. Trend Perkembangan Produksi Padi Tahun 2010-2014 ………….. 14
Gambar 2. Trend Perkembangan Produksi Jagung Tahun 2010-2014 ………. 15
v
DAFTAR LAMPIRAN
Hal.
Lampiran 1. Struktur Organisasi Direktorat Budidaya Serealia ………... 23
Lampiran 2. Sasaran Produksi, Luas Tanam, Luas Panen dan Produktivitas Komoditas Serealia Tahun 2010-2014 ……... 24
Lampiran 3. Sasaran Areal SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014 Setelah Penghematan Anggaran ……… 25
Lampiran 4. Penetapan Kinerja Direktorat Budidaya Serealia ……… 26
Lampiran 5. Lampiran Penetapan Kinerja Direktorat Budidaya Serealia … 27 Lampiran 6. Rerata Produksi Padi Lima Tahun Terakhir (Tahun 2010-2014) 28 Lampiran 7. Rerata Produksi Jagung Lima Tahun Terakhir (Tahun 2010-2014) ………... 29
Lampiran 8. Peringkat Produksi Padi Tahun 2013-2014 ……… 30
Lampiran 9. Peringkat Produktivitas Padi Tahun 2013-2014 ……… 31
Lampiran 10. Peringkat Produksi Jagung Tahun 2013-2014 ……….. 32
Lampiran 11. Peringkat Produktivitas Jagung Tahun 2013-2014 ………….. 33
Lampiran 12. Realisasi Tanam, Panen, Produksi dan Produktivitas SL-PTT Padi Tahun 2014 ………. 34
Lampiran 13. Realisasi Tanam, Panen, Produksi dan Produktivitas SL-PTT Padi Inbrida Tahun 2014 ……… 35
Lampiran 14. Realisasi Tanam, Panen, Produksi dan Produktivitas SL-PTT Padi Hibrida Tahun 2014 ……… 36
Lampiran 15. Realisasi Tanam, Panen, Produksi dan Produktivitas SL-PTT Padi Lahan Kering Tahun 2014 ……….. 37
Lampiran 16. Realisasi Tanam, Panen, Produksi dan Produktivitas SL-PTT Jagung Tahun 2014 ……… 38
vi
RINGKASAN EKSEKUTIF
1. Capaian produktivitas padi berdasarkan ARAM II 2014 sebesar 51,28ku/ha atau 98,94% dari target penetapan kinerja (PK) 51,83 ku/ha (berhasil), jagung 49,29 ku/ha atau 103,81% dari target penetapan kinerja (PK) 47,48 ku/ha (sangat berhasil). Capaian produktivitas padi sebesar 98,96% (berhasil) dan jagung sebesar 101,97% (sangat berhasil) dari target Renstra.
2. Produksi padi tahun 2014 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI) mencapai 70,607 juta ton GKG. Apabila dibandingkan dengan target 72,340 juta ton GKG mencapai 97,60%. Apabila dibandingkan dengan produksi padi tahun 2013 mencapai 99,06%. Apabila dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir mencapai 102,87% atau terjadi peningkatan 1,973 juta ton GKG. Produksi jagung tahun 2014 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI) mencapai 19,127 juta ton PK. Apabila dibandingkan dengan target 19,000 juta ton PK mencapai 100,67%. Apabila dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2013 mencapai 103,33%. Apabila dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir mencapai 102,84% atau meningkat 0,528 juta ton PK.
3. Perkembangan produksi padi selama periode tahun 2010-2014 menunjukan trend pertumbuhan yang positif, meningkat dari 66,469 juta ton GKG pada tahun 2010 menjadi 70,607 juta ton GKG tahun 2014 atau rata-rata tumbuh 1,47%. Perkembangan produksi jagung selama periode tahun 2010-2014 menunjukan trend pertumbuhan yang positif, meningkat dari 18,328 juta ton pipilan kering pada tahun 2010 menjadi 19,127 juta ton pipilan kering tahun 2014 atau rata-rata pertumbuhan1,24% per tahun.
4. Realisasi kegiatan SL-PTT padi seluas 3.565.188 ha atau mencapai 91,32% dari sasaran seluas 3.903.894 Ha. Realisasi kegiatan SL-PTT Jagung seluas 188.336 ha atau mencapai 91,54% dari sasaran 205.751 Ha.
5. Capaian produktivitas padi kegiatan SL-PTT tahun 2014 sebesar 59,70 ku/ha atau 107,68% dari target 55,44 ku/ha (sangat berhasil), jagung 59,50 ku/ha atau 91,54% dari target 65,00 ku/ha (berhasil). Apabila dibandingkan dengan target penetapan kinerja Direktorat Budidaya Serealia tahun 2014 produktivitas SL-PTT padi mencapai 115.18% (sangat berhasil), SL-PTT jagung mencapai 125.32% (sangat berhasil). Apabila dibandingkan dengan Rencana Strategis Tanaman Pangan, produktivitas SL-PTT padi mencapai 115.21% (sangat berhasil) dan produktivitas SL-PTT jagung mencapai 123.09% (sangat berhasil).
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 merupakan kelanjutan dari RPJMN 2004-2009. Sasaran pembangunan pertanian tahun 2010-2014 meliputi Empat Target Sukses Keberhasilan Kementerian Pertanian yaitu:1) Mewujudkan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan;2) Mewujudkan peningkatan diversifikasi pangan; 3) Mewujudkan peningkatan nilai tambah, daya saing, dan eskpor; dan 4) Mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani.
Sejalan dengan Empat Target Sukses Keberhasilan Kementerian Pertanian, maka selama tahun 2010-2014, terdapat dua komoditas yang menjadi tanggung jawab Direktorat Budidaya Serealia yang harus diwujudkan dalam konteks swasembada yaitu padi dan jagung untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Selain padi dan jagung, juga dikembangkan komoditas pangan alternatif gandum dan sorgum untuk pengamanan dan diversifikasi pangan.
Dalam periode pembangunan 2010-2014, sesuai dengan arahan Presiden tahun 2011 target produksi padi bukan hanya mencapai swasembada berkelanjutan, tetapi meningkat menjadi surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014. Untuk mencapai sasaran pembangunan tersebut, maka peningkatan produksi padi harus mencapai rata-rata 3,55% per tahun dan jagung 1,96%, per tahun. Target pertumbuhan tersebut dengan mempertimbangkan pertumbuhan jumlah penduduk secara nasional rata-rata sebesar 1,49% per tahun, permintaan bahan baku industri dalam negeri, kebutuhan stok nasional dalam rangka stabilitas harga, pemenuhan peluang ekspor, serta pertumbuhan industri hilir dalam negeri yang semakin pesat maka target pertumbuhan tersebut dianggap relevan.
Berdasarkan cita-cita tersebut di atas, maka pada tahun 2014 telah ditetapkan sasaran (target) produksi padi 76,568 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung 20,82 juta ton pipilan kering (PK). Sedangkan pengembangan komoditas serealia lainnya seperti gandum dan sorgum tetap menjadi perhatian sebagai komoditas alternatif dalam rangka pengamanan dan diversifikasi pangan.
2
Sesuai arahan Menteri Pertanian pada Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian tanggal 1 April 2014, telah dilakukan Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia tanggal 23-24 April 2014, di Serpong Tangerang Banten. Dalam pertemuan tersebut, telah ditandatangani kesanggupan pencapaian sasaran produksi padi sebesar 73,162 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 20,087 juta ton pipilan kering pada tahun 2014.
Dalam perkembangannya melalui surat Sekretaris Kabinet SE-7/Seskab/V/2014 tanggal 19 Mei 2014, tentang Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka pelaksanaan APBN 2014, maka dilakukan reviu ulang terhadap sasaran produksi padi tahun 2014 menjadi 72,340 juta ton GKG dan jagung 19,00 juta ton pipilan kering.
Untuk mencapai sasaran produksi komoditas padi dan jagung tahun 2014, program yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yaitu Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Adapun kegiatan utama yang dikelola Direktorat Budidaya Serealia dalam rangka mendukung program tersebut yaitu Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia.
B. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 61/Permentan/ OT.140/ 10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Direktorat Budidaya Serealia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya serealia.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Direktorat Budidaya Serealia melakukan fungsinya sebagai berikut :
a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung dan serealia lainnya.
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung dan serealia lainnya.
c. Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung, dan serealia lainnya.
d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya padi irigasi dan rawa, padi tadah hujan dan lahan kering, jagung, dan serealia lainnya.
3
e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut dilakukan dalam bagian Direktorat Budidaya Serealia yang terdiri dari 5 (lima) sub direktorat/bagian, yaitu: 1) Subdirektorat Padi Irigasi dan Rawa
- Seksi Padi Irigasi - Seksi Padi Rawa
2) Subdirektorat Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering - Seksi Padi Tadah Hujan
- Seksi Padi Lahan Kering 3) Subdirektorat Jagung
- Seksi Intensifikasi Jagung - Seksi Pengembangan Jagung 4) Subdirektorat Serealia Lainnya
- Seksi Intensifikasi Serealia Lainnya - Seksi Pengembangan Serealia Lainnya 5) Subbagian Tata Usaha
C. Sumber Daya Manusia
Jumlah sumber daya manusia lingkup Direktorat Budidaya Serealia tahun 2014 sebanyak 77 orang, terdiri dari 64 orang PNS dan 13 tenaga kontrak. Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebanyak 52 orang dan perempuan 25 orang. Berdasarkan golongan, golongan I sebanyak 1 orang, golongan II 15 orang, golongan III sebanyak 38 orang dan golongan IV sebanyak 10 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan meliputi S3 sebanyak 1 orang, S2 sebanyak 12 orang, S1/D4 sebanyak 28 orang, SM/D3 sebanyak 3 orang, SLTA sebanyak 16 orang, SLTP sebanyak 2 orang dan SD sebanyak 2 orang.
Berdasarkan distribusi di masing-masing unit kerja Eselon III dan Subbagian Tata Usaha terdiri dari: Subdirektorat Padi Irigasi dan Rawa 12 orang, Subdirektorat Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering 8 orang, Subdirektorat Jagung 11 orang, Subdirektorat Serealia Lain 7 orang, Subbagian Tata Usaha 39 orang.
4 D. Dukungan Anggaran
Pada tahun 2014 Direktorat Budidaya Serealia mengelola APBN Sektoral (BA.018) melalui kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia sebesar Rp.1.117.085.254.000,-. Anggaran tersebut dikelola oleh Satker Pusat, Satker Dinas Pertanian Provinsi (Dana Dekonsentrasi), Satker Dana Tugas Pembantuan Provinsi dan Satker Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Rincian alokasi sebagai berikut: Satker Pusat Rp.8.112.098.000,- (0,73 %) dari pagu total, Dinas Provinsi (Dana Dekonsentrasi) Rp.26.024.230.000,- (2,33%)
dari pagu total, Tugas Pembantuan Dinas Prov/Kabupaten/Kota
Rp.1.082.948.926.000,- (96,95%) dari pagu total.
E. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi Direktorat Budidaya Serealia dalam mencapai produksi padi dan jagung antara lain:
a. Alih fungsi lahan pertanian produktif (terutama lahan sawah) ke penggunaan non pertanian (industri, perumahan, dan lainnya).
b. Terbatasnya lahan yang siap untuk perluasan areal.
c. Belum optimalnya sistem perbenihan/perbibitan nasional.
d. Belum optimalnya pengawasan pupuk bersubsidi oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di daerah masing-masing.
e. Lambatnya inovasi dan penerapan teknologi spesifik lokasi di tingkat lapangan.
f. Ketersediaan sumberdaya air cenderung berkurang akibat terjadinya anomali iklim dan perusakan daerah tangkapan air.
g. Sarana prasarana irigasi banyak yang rusak dan tidak berfungsi optimal. h. Belum optimalnya penggunaan alat mesin pertanian sebagai penunjang
peningkatan produktivitas.
i. Terbatasnya akses permodalan karena petani belum memiliki kemampuan
untuk mengakses sumber permodalan dari lembaga keuangan formal.
j. Resiko kegagalan usaha tani lebih besar, karena lebih rentan terhadap
serangan OPT dan DPI.
k. Belum optimalnya keterpaduan dan sinergi kegiatan (antar sektor, sub sektor, pusat-daerah).
5
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis 2010-2014
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, maka Direktorat Budidaya Serealia menyusun Rencana Strategis (Renstra) sesuai tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggungjawab Direktorat Budidaya Serealia.
Mengacu pada Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010-2014 yang telah menetapkan visi, misi dan tujuan strategis, maka Direktorat Budidaya Serealia sesuai dengan tugas pokok dan fungsi telah menyusun Renstra yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Direktorat Budidaya Serealia dalam rangka pencapaian sasaran strategis yang telah ditetapkan.
Rencana Strategis Direktorat Budidaya Serealia disusun sebagai acuan dan arahan bagi unit Eselon III dan IV di lingkungan Direktorat Budidaya Serealia dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan tanaman serealia periode tahun 2010-2014 secara menyeluruh, terintegrasi, efisien dan sinergi.
1. Visi
Sebagai penanggung jawab simpul koordinasi dalam pembangunan komoditas Serealia, Direktorat Budidaya Serealia mempunyai Visi tahun 2010 - 2014, yaitu ”Terwujudnya produksi Serealia yang cukup dan berkelanjutan”.
2. Misi
Direktorat Budidaya Serealia mengemban misi yang harus dilaksanakan yaitu: Meningkatkan perluasan penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat dan berkelanjutan.
3. Tujuan
Dalam melaksanakan pembangunan komoditas Serealia, Direktorat Budidaya Serealia mempunyai tugas mensukseskan pencapaian visi dan misi dengan tujuan : Meningkatkan produktivitas melalui peningkatan luas areal
6
penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat dan berkelanjutan untuk peningkatan produksi dalam rangka mencapai ketahanan pangan.
4. Sasaran
Pada periode 2010-2014, pembangunan tanaman pangan diarahkan untuk mewujudkan swasembada beras dan jagung berkelanjutan, pencapaian swasembada kedelai tahun 2014, peningkatan diversifikasi pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani dalam rangka mendukung Empat Target Sukses Pembangunan Pertanian. Untuk mewujudkan pencapaian tujuan tersebut, ditetapkan sasaran strategis pembangunan tanaman pangan meliputi:(1) tercapainya produksi komoditas utama tanaman pangan secara berkelanjutan dalam rangka penyediaan kebutuhan nasional, (2) terkendalinya serangan organisme pengganggu tumbuhan dan dampak perubahan iklim, serta (3) mengamankan kehilangan/susut hasil produksi pada proses panen dan pascapanen.
Dalam rangka mewujudkan swasembada berkelanjutan beras dan jagung pada tahun 2014, produksi Padi dan Jagung tersebut ditargetkan meningkat setiap tahun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Sesuai dengan
renstra revisi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan nomor
74/KPA/SK.310/12/2012 tanggal 4 Desember 2012, produksi padi naik dari 66,68 juta ton GKG pada tahun 2010 menjadi 76,57 juta ton GKG di tahun 2014 (kenaikan rata-rata 3,56% per tahun), produksi jagung naik dari 19,80 juta ton pipilan kering tahun 2010 menjadi 20,82 juta ton pada tahun 2014 (kenaikan rata-rata 1,96% per tahun),
Dalam perkembangan, penetapan sasaran produksi padi dan jagung mengalami perubahan/revisi. Sehubungan dengan adanya revisi tersebut, target produksi padi tahun 2014 menjadi 76,57 juta ton GKG dan jagung
20,82 juta pipilan kering. Perubahan tersebut dengan tetap
mempertimbangkan pertambahan jumlah penduduk secara nasional rata-rata sebesar 1,49 persen per tahun, permintaan bahan baku industri dalam negeri, dan kebutuhan stok nasional dalam rangka stabilitas harga.
Kemudian pada tahun 2014, sesuai arahan Menteri Pertanian pada Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian tanggal 1 April 2014, maka dilakukan Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia tanggal 23-24 April 2014, di Serpong Tangerang Banten. Dalam pertemuan tersebut, telah ditandatangani kesanggupan pencapaian sasaran produksi padi sebesar 73,162 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 20,087 juta ton pipilan kering.
7
Perkembangan selanjutnya dengan adanya surat dari Sekretaris KabinetSE-7/Seskab/V/2014 tanggal 19 Mei 2014, tentang Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka pelaksanaan APBN 2014, maka dilakukan reviu ulang terhadap sasaran produksi padi tahun 2014 menjadi 72,340 juta ton GKG, dan jagung 19,00 juta ton pipilan kering.
a. Upaya Pencapaian Sasaran Produksi Padi Tahun 2014
Fokus Utama pencapaian sasaran produksi padi tahun 2014 adalah peningkatan produktivitas padi melalui peningkatan kualitas SL-PTT berbasis pola pertumbuhan, pengembangan dan pemantapan dengan pendekatan kawasan skala luas, terintegrasi dari hulu sampai hilir, peningkatan jumlah paket bantuan sebagai instrument stimulan, serta dukungan pendampingan dan pengawalan pada areal seluas 4,625juta ha. Dengan adanya kebijakan penghematan anggaran, sasaran areal SL-PTT padi 2014 menjadi 3.903.894 ha, sedangkan diluar fokus utama melalui upaya peningkatan produksi lainnya pada kawasan areal tanam seluas 11,36 juta ha.
Kegiatan SL-PTT padi pola kawasan tahun 2014 yang terdiri dari:
1) Kawasan Pertumbuhan seluas : 267.411 ha.
a) Padi inbrida sawah seluas 68.950 ha. b) Padi inbrida pasang surut seluas 83.400 ha. c) Padi inbrida rawa lebak seluas 25.610 ha. d) Padi inbrida lahan kering seluas 89.451 ha.
2) Kawasan Pengembangan seluas : 537.945 ha.
a) Padi inbrida sawah seluas 264.792 ha. b) Padi hibrida seluas 186.100 ha.
c) Padi inbrida lahan kering seluas 87.053 ha.
3) Kawasan Pemantapan seluas : 3.098.538 ha.
a) Padi inbrida sawah seluas 3.019.438 ha. b) Padi inbrida lahan kering seluas 79.100 ha.
b. Upaya Pencapaian Sasaran Produksi Jagung Tahun 2014
Fokus utama pencapaian sasaran produksi jagung tahun 2014 adalah peningkatan produktivitas melalui SL-PTT berbasis kawasan seluas 260 ribu ha. Dengan adanya kebijakan penghematan anggaran, sasaran areal
8
SL-PTT jagung 2014 menjadi 205.751 ha. Sedangkan diluar fokus utama melalui upaya peningkatan produksi lainnya pada kawasan areal tanam seluas 4,20juta ha.
Kegiatan SL-PTT jagung pola kawasan tahun 2014 yang terdiri dari:
1) Kawasan Pertumbuhan seluas :45.275 ha.
a) Jagung hibrida seluas 6.700 ha. b) Jagung komposit seluas 38.575 ha.
2) Kawasan Pengembangan seluas : 136.476 ha.
a. Jagung hibrida seluas 136.476 ha.
3) Kawasan Pemantapan seluas :24.000 ha.
a. Jagung hibrida seluas 24.000 ha.
c. Strategi Pencapaian Sasaran
Strategi pencapaian sasaran produktivitas padi dan jagung tahun 2014 dilakukan melalui: pengguanaan benih varietas unggul bermutu produktivitas tinggi termasuk benih padi hibrida dan jagung hibrida, sistem jarak tanam jajar legowo, pemupukan berimbang dan pemakaian pupuk organik serta pupuk bio-hayati, pengelolaan pengairan dan perbaikan budidaya disertai pengawalan, pendampingan, pemantauan dan koordinasi dan lain-lain.
5. Arah Kebijakan Direktorat Budidaya Serealia
Arah Kebijakan Pembangunan Tanaman Pangan 2010-2014 difokuskan pada upaya peningkatan produksi komoditas utama tanaman pangan, yang terkait langsung dengan Direktorat Budidaya Serealia meliputi:
a. Peningkatan produksi padi dalam rangka swasembada berkelanjutan dan pencapaian surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014
b. Peningkatan produksi jagung dalam rangka swasembada berkelanjutan c. Pengembangan tanaman pangan alternatif (sorghum, gandum) untuk
pengamanan dan diversifikasi pangan. 6. Program dan Kegiatan
Pada tahun 2010-2014, program dan kegiatan yang dilaksanakan sudah mengacu pada restrukturisasi program dan kegiatan serta Rencana Strategis Kementerian Pertanian tahun 2010-2014. Program pembangunan pertanian yang menjadi tugas dan tanggung jawab Direktorat Jenderal Tanaman Pangan adalah Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu
9
Sasaran Strategis
Padi (GKG)
51.83 Ku/ha
Jagung (PK)
47,48 Ku/ha
Target
Mendorong peningkatan
produktivitas Padi dan Jagung
Tercapainya Produktivitas
Indikator Kinerja
Tanaman Pangan untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Tugas yang berhubungan langsung dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Budidaya Serealia adalah pemantapan swasembada beras dan jagung melalui peningkatan produksi yang berkelanjutan.
B. Rencana Kinerja Tahun 2014
Penetapan sasaran produksi padi dan jagung untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan tahun 2014 yang menjadi tanggung jawab Direktorat Budidaya Serealia berdasarkan pada kondisi lingkungan strategis, sumberdaya yang tersedia dan tren pertumbuhan selama periode lima tahun sebelumnya. Sasaran produksi komoditas utama tanaman pangan tahun 2014 meliputi: padi 76,57 juta ton GKG dan jagung 20,82 juta ton pipilan kering. Penetapan sasaran produksi mengalami perkembangan sesuai arahan Menteri Pertanian pada Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian tanggal 1 April 2014, maka dilakukan Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia tanggal 23-24 April 2014, di Serpong Tangerang Banten. Dalam pertemuan tersebut, telah ditandatangani kesanggupan pencapaian sasaran produksi padi sebesar 73,162 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 20,087 juta ton pipilan kering pada tahun 2014.
Perkembangan selanjutnya dengan adanya surat dari Sekretaris Kabinet SE-7/Seskab/V/2014 tanggal 19 Mei 2014, tentang Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka pelaksanaan APBN 2014, maka dilakukan riviu ulang terhadap sasaran produksi padi tahun 2014 menjadi 72,340 juta ton GKG dan jagung 19,00 juta ton pipilan kering.
C. Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2014
Dalam rangka mendukung pencapaian target indikator kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, maka tahun 2014 sesuai tupoksi Direktorat Budidaya Serealia telah menetapkan target indikator kinerja sasaran strategis yaitu ‘Mendorong Peningkatan Produktivitas Padi dan Jagung’. Indikator pencapaian sasaran strategis tersebut meliputi: produktivitas padi 51,83 ku/ha GKG dan jagung 47,48ku/ha pipilan kering,
10
Pencapaian sasaran produktivitas padi dan jagung tahun 2014 dilakukan melalui peningkatan kualitas SL-PTT berbasis pola pertumbuhan, pengembangan dan pemantapan dengan pendekatan kawasan skala luas, terintegrasi dari hulu sampai hilir, peningkatan jumlah paket bantuan sebagai instrument stimulan, serta dukungan pendampingan dan pengawalan pada areal SL-PTT padi seluas 3.903.894 ha dan jagung seluas 205.751 ha.
11
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran
Kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran kinerja dikelompokan berdasarkan penilaian capaian melalui metode scoring dengan kategori: (1) sangat berhasil: realisasi >100% dari target, (2) berhasil: realisasi 80-100% dari target, (3) cukup berhasil: realisasi 60-79% dari target, dan (4) kurang berhasil: realisasi <60% dari target.
Pengukuran capaian sasaran kinerja Direktorat Budidaya Serealia tahun 2014 dilakukan dengan membandingkan realisasi masing-masing indikator kinerja utama sasaran strategis terhadap target yang telah ditetapkan. Status angka produktivitas tahun 2014 yang digunakan pada penyusunan Laporan Kinerja ini adalah Angka Ramalan II yang dirilis secara resmi oleh BPS-RI tanggal 1 November 2014.
B. Capaian Kinerja Organisasi
1. Capaian Produktivitas Padi dan Jagung Tahun 2014
Capaian produktivitas padi berdasarkan ARAM II 2014 sebesar 51,28 ku/ha atau 98,94% dari target penetapan kinerja (PK) 51,83 ku/ha (berhasil), jagung 49,29 ku/ha atau 103,81% dari target penetapan kinerja (PK) 47,48 ku/ha (sangat berhasil). Capaian produktivitas padi sebesar 98,96% (berhasil) dan jagung sebesar 101,97% (sangat berhasil) dari target Renstra.
Tabel 2. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Direktorat Budidaya SerealiaTahun 2014 PK Renstra *) Realisasi thd PK Realisasi thd Renstra Padi (GKG) 51.83 51.82 51.28 98.94 98.96 Berhasil Jagung (PK) 47.48 48.34 49.29 103.81 101.97 Sangat Berhasil
Realisasi **) Analisis (%) Kategori Realisasi thd PK Target (ku/ha) Mendorong peningkatan produktivitas Padi dan
Jagung
Tercapainya Produktivitas
Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Keterangan : *) - Target Renstra hasil revisi tanggal 14 Oktober 2014 (Surat Sesditjen TP Nomor 3500/RC.020/C1.1/10/2014 ke Kepala Biro Perencanaan Kementan.
12
2. Capaian Produksi Padi dan Jagung Tahun 2014 a. Capaian Produksi Padi Tahun 2014
Produksi padi tahun 2014 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI) mencapai 70,607 juta ton GKG. Bila dibandingkan dengan target 72,340 juta ton mencapai 97,60% atau terdapat selisih sebesar 1,733 juta ton GKG. Bila dibandingkan dengan produksi padi tahun 2013 mencapai 99,06% atau terdapat selisih sebesar 0,672 juta ton GKG. Bila dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir mencapai 102,87% atau terjadi peningkatan 1,973 juta ton GKG.
Tabel 3. Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi
% Selisih % Selisih % Selisih
Produksi (000 Ton) 68,634 71,280 72,340 70,607 102.87 1,973 99.06 (672) 97.60 (1,733) Luas Panen (000 Ha) 13,501 13,835 13,958 13,768 101.98 267 99.52 (67) 98.64 (190) Produktivitas (Ku/Ha) 50.86 51.52 51.83 51.28 100.83 0.42 99.54 (0.24) 98.94 (0.55) Target 2014 Realisasi* 2014 Uraian % Capaian 2014 Thd. Rerata 2010-2014 ATAP 2013 Target 2014 Rerata 2010 -2014ATAP 2013
Belum tercapainya produksi padi tahun 2014 dan terjadinya penurunan dibanding tahun 2013 disebabkan penurunan luas panen sebesar 67 ribu ha (0,48%) dan penurunan produktivitas sebesar 0,24 ku/ha (0,46%).
Penurunan luas panen dibanding tahun 2013 akibat penurunan luas tanam. Penurunan luas panen terdapat pada lokasi sentra seperti di provinsi Jawa Barat (63.650 ha), Jawa Tengah (50.908 ha), Aceh (30.239 ha), Sumut (29.714 ha) dan Riau (19.586 ha). Apabila dibandingkan dengan target luas panen 2014 belum mencapai target yang diharapkan, masih terdapat selisih 190 ribu ha dari target 13,958 juta ha. Faktor penyebab penurunan luas panen antara lain karena mundurnya waktu tanam, kelangkaan tenaga kerja, konversi lahan sawah ke non sawah, terjadinya banjir di subround I di beberapa provinsi sentra (Jawa barat dan Jawa Tengah), juga kekeringan seperti di Provinsi Aceh dan Sumut, serta kerusakan jaringan irigasi. Selain itu, terjadi peningkatan puso akibat OPT, banjir dan kekeringan dari 96.754 ha (tahun 2013) menjadi 178.892 ha (tahun 2014).
13
Penurunan produktivitas padi disebabkan oleh belum optimalnya penggunaan benih unggul bermutu/bersertifikat, penggunaan pupuk kurang optimal dan belum sesuai rekomendasi, penyaluran pupuk bersubsidi tidak mencapai target, meningkatnya luas pertanaman yang terkena kekeringan, belum tercapainya sasaran susut hasil.
b. Capaian Produksi Jagung Tahun 2014
Produksi jagung tahun 2014 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI) mencapai 19,127 juta ton PK. Bila dibandingkan dengan target 19,000 juta ton PK mencapai 100,67% atau terdapat peningkatan sebesar 0,127 juta ton PK. Bila dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2013 mencapai 103,33% atau meningkat sebesar 0,616 juta ton PK. Bila dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir mencapai 102,84% atau meningkat 0,528 juta ton PK.
Tabel 4.Capaian Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Jagung
% Selisih % Selisih % Selisih
Produksi (000 Ton) 18,599 18,512 19,000 19,127 102.84 528 103.33 616 100.67 127 Luas Panen (000 Ha) 3,912 3,822 4,001 3,880 99.18 (32) 101.54 59 96.98 (121) Produktivitas (Ku/Ha) 47.29 48.44 47.95 49.29 104.23 2.00 101.75 0.85 102.79 1.34 Target 2014 Realisasi* 2014 Uraian % Capaian 2014 Thd. Rerata 2010-2014 ATAP 2013 Target 2014 Rerata 2010 -2014 ATAP 2013
Peningkatan produksi jagung tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 di disebabkan karena kenaikan luas panen 59 ribu ha (1,54%) dan produktivitas 0,85 ku/ha (1,75%). Peningkatan luas panen (tanam) dibanding tahun 2013 disebabkan antara lain harga jual hasil produksi kompetitif dan stabil sepanjang tahun dan kondisi iklim yang mendukung untuk pertanaman jagung sepanjang tahun. Sedangkan peningkatan produktivitas disebabkan antara lain karena peningkatan penggunaan benih varietas unggul. Jika dibandingkan dengan target produksi jagung 2014 sudah melebihi sebesar 127 ribu ton (0,67%), begitu pula dengan produktivitas mencapai 102,79% atau melebihi 1,34 ku/ha.
c. Perkembangan Produksi Padi dan Jagung Tahun 2010-2014
Perkembangan produksi padi selama periode tahun 2010-2014 menunjukan trend pertumbuhan yang positif, meningkat dari 66,469
14
juta ton GKG pada tahun 2010 menjadi 70,607 juta ton GKG tahun 2014 atau rata-rata tumbuh 1,47%. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh kenaikan produktivitas dari 50,15 ku/ha tahun 2010 menjadi 51,49 ku/ha tahun 2014, serta luas panen 13,253 juta ha tahun 2010 menjadi 13,462 juta ha tahun 2014.
Tabel 5. Perkembangan Produksi Padi Tahun 2010-2014
2010 2011 2012 2013 2014*) 1. Target (000 ton) 66,680 65,741 67,825 72,064 72,340 2 Realisasi (000 ton) 66,469 65,757 69,056 71,280 70,607 3. % Capaian 99.68 100.02 101.82 98.91 97.60 Tahun No Uraian
Gambar 1. Trend Perkembangan Produksi Padi Tahun 2010-2014*)
Keterangan: *) Produksi padi tahun 2014 = ARAM II BPS-RI
Perkembangan produksi jagung selama periode tahun 2010-2014 menunjukan trend pertumbuhan yang positif, meningkat dari 18,328 juta ton pipilan kering pada tahun 2010 menjadi 19,127 juta ton pipilan kering tahun 2014 atau rata-rata pertumbuhan 1,24% per tahun. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh kenaikan produktivitas dari 44,36 ku/ha tahun 2010 menjadi 49,29 ku/ha tahun 2014. Sementara luas panen menurun rata-rata 1,49% per tahun.
10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000 2010 2011 2012 2013 2014*) Produksi 66.469.394 65.756.904 69.056.126 71.279.709 70.607.231 Rib u T o n
15
Tabel 6. Perkembangan Produksi Jagung Tahun 2010-2014
2010 2011 2012 2013 2014*)
1 Target (000 ribu ton) 19.800 22.000 18.862 19.831 19.000 2 Realisasi (000 ribu ton) 18.328 17.643 19.387 18.512 19.127 3 % Capaian 92,56 80,20 102,78 93,35 100,67
No Uraian Tahun
*) ARAM II BPS-RI
Gambar 2. Trend Perkembangan Produksi Jagung Tahun 2010-2014
2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000 2010 2011 2012 2013 2014*) Produksi 18.327.636 17.643.250 19.387.022 18.511.853 19.127.409 Ri bu T on
Keterangan: *) Produksi jagung tahun 2014 = ARAM II BPS-RI
3. Capaian Kegiatan Pendukung Produksi Padi dan Jagung Tahun 2014
Pencapaian sasaran produksi padi dan jagung tahun 2014 didukung oleh kegiatan utama melalui peningkatan kualitas SL-PTT berbasis pola kawasan terintegrasi dari hulu sampai hilir, peningkatan jumlah paket bantuan serta dukungan pendampingan.
Tabel 7. Capaian Pelaksanaan Kegiatan SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014
No. Kegiatan Sasaran (Ha) Realisasi (Ha) Capaian (%)
1 SL-PTT Padi 3,903,894 3,565,188 91.32 - Kawasan Pertumbuhan 267,411 256,471 95.91 - Kawasan Pengembangan 537,945 498,925 92.75 - Kawasan Pemantapan 3,098,538 2,810,092 90.69 2 SL-PTT Jagung 205,751 188,336 91.54 - Kawasan Pertumbuhan 45,275 42,010 92.79 - Kawasan Pengembangan 136,476 125,676 92.09 - Kawasan Pemantapan 24,000 20,650 86.04
16
Realisasi kegiatan SL-PTT padi seluas 3.565.188 ha atau mencapai 91,32% dari sasaran setelah penghematan seluas 3.903.894 ha. Realisasi kegiatan SL-PTT Jagung seluas 188.336 ha atau mencapai 91,54% dari sasaran 205.751 Ha. Belum optimalnya pelaksanaan SL-PTT padi dan jagung tahun 2014 disebabkan beberapa hal, diantaranya:
Adanya perbedaan paket bantuan pada tiap kawasan baik pada SL-PTT
padi maupun jagung. Kegiatan SL-PTT di kawasan pertumbuhan dan pengembangan didukung dengan paket bantuan sosial penuh untuk pembelian sarana produksi baik di lokasi laboratorium lapang (LL) maupun di luar LL (SL), namun pada kawasan pengembangan, paket bantuan sarana produksi lebih rendah dari kawasan pertumbuhan. Sementara itu, pada kawasan pemantapan bantuan sosial untuk penyediaan sarana produksi hanya diberikan di lokasi LL seluas 1 ha, sedangkan di luar LL (SL) hanya mendapatkan dukungan benih subsidi, untuk saprodi lainnya melalui swadaya petani.
Adanya kebijakan penghematan anggaran, terkendalanya penyediaan
benih subsidi, serta faktor mundurnya musim hujan yang berakibat mundurnya jadwal tanam.
Capaian produktivitas padi kegiatan SL-PTT tahun 2014 sebesar 59,70 ku/ha atau 107,68% dari target 55,44 ku/ha (sangat berhasil), jagung 59,50 ku/ha atau 91,54% dari target 65,00 ku/ha (berhasil).
Tabel 8. Capaian Produktivitas SL-PTT Padi dan Jagung Tahun2014
PK Renstra*) SL-PTT Realisasi thd PK Realisasi thd Renstra Realisasi thd Target SL-PTT
Padi (GKG) 51.83 51.82 55.44 59.70 115.18 115.21 107.68 Sangat Berhasil Jagung (PK) 47.48 48.34 65.00 59.50 125.32 123.09 91.54 Berhasil
Kategori Realisasi thd Target SL-PTT Mendorong peningkatan
produktivitas Padi dan Jagung
Tercapainya Produktivitas
Target (ku/ha) Analisis (%)
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Realisasi**)
Keterangan:
*) - Target Renstra hasil revisi tanggal 14 Oktober 2014 (Surat Sesditjen TP Nomor 3500/RC.020/C1.1/10/2014
ke Kepala Biro Perencanaan Kementan.
**)Data dukung berdasarkan realisasi laporan daerah s.d 31 Desember 2014
Apabila dibandingkan dengan target penetapan kinerja Direktorat Budidaya Serealia tahun 2014 produktivitas SL-PTT padi mencapai 115.18% (sangat berhasil), SL-PTT jagung mencapai 125.32% (sangat berhasil). Apabila dibandingkan dengan Rencana Strategis Tanaman Pangan, produktivitas
SL-17
PTT padi mencapai 115.21% (sangat berhasil) dan produktivitas SL-PTT jagung mencapai 123.09% (sangat berhasil).
Tabel 9. Capaian Produktivitas SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014 terhadap SL-PTT 2013 dan Lima tahun terakhir (Tahun 2010-2014)
Produktivitas SL-PTT Padi tahun 2014 jika dibandingkan dengan SL-PTT tahun 2013 pada periode yang sama (keadaan sampai dengan akhir Desember) mencapai 100%, sedangkan SL-PTT jagung mencapai 85.85%. Apabila mengacu pada kriteria ukuran keberhasilan sasaran kinerja, capaian SL-PTT padi dan jagung tahun 2014 tergolong berhasil. Capaian produktivitas SL-PTT jagung tahun 2014 apabila dibandingkan tahun 2013 lebih rendah, hal ini dikarenakan tahun 2014 terdapat alokasi SL-PTT jagung komposit yang produktivitas rata-rata jauh di bawah produktivitas jagung hibrida, sehingga secara total menurunkan produktivitas SL-PTT jagung.
Tabel 10. Capaian Panen, Produktivitas dan Produksi SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014
Pertumbuhan Pengembangan Pemantapan
1 Padi Panen (Ha) 90,265 221,135 1,187,519 1,498,919 Produktivitas (Ku/Ha) 42.59 66.44 59.74 59.70 Produkasi (Ton) 384,451 1,469,175 7,094,382 8,948,008 2 Jagung Panen (Ha) 5,111 43,302 3,662 52,075 Produktivitas (Ku/Ha) 38.10 61.47 66.15 59.50 Produkasi (Ton) 19,474 266,167 24,224 309,865
No. SL-PTT Uraian Kawasan Total
Keterangan: Data dukung berdasarkan realisasi laporan daerah s.d 31 Desember 2014
Capaian produktivitas SL-PTT padi pada kawasan pertumbuhan 42,59 ku/ha, kawasan pengembangan 66,44 ku/ha dan kawasan pemantapan 59,74 ku/ha. Produktivitas SL-PTT padi apabila dibandingkan dengan target penetapan kinerja sebesar 51,83 ku/ha menunjukkan bahwa pada kawasan pengembangan dan pemantapan sudah melampaui taget. Hal ini dikarenakan pada kawasan pengembangan dan pemantapan rata-rata produktivitasnya
2013 2014*) Rerata 2013 Padi (GKG) 59.09 59.70 59.70 101.03 100.00 Jagung (PK) 59.02 69.31 59.50 100.81 85.85 Rerata 5 tahun terakhir Mendorong peningkatan produktivitas Padi dan Jagung
Tercapainya Produktivitas
Realisasi Perbandingan Realisasi 2014 thd Sasaran Strategis SL-PTT Indikator Kinerja
18
sudah lebih tinggi, adopsi teknologi di tingkat petani juga lebih tinggi dibanding kawasan pertumbuhan, sehingga pemberian stimulan bantuan sarana produksi dapat meningkatkan produktivitas yang cukup tinggi. Disamping itu untuk kawasan pengembangan terdapat alokasi SL-PTT padi hibrida seluas 157,5 ribu ha yang memberikan kontribusi rata-rata produktivitas cukup tinggi di kawasan pengembangan.
Namun demikian, produktivitas SL-PTT padi kawasan pemantapan tidak lebih tinggi bila dibandingkan dengan kawasan pengembangan. Hal ini dikarenakan bantuan sosial untuk pembelian sarana produksi pada kawasan pemantapan hanya diberikan di lokasi LL seluas 1 ha, dan tidak adanya bantuan untuk pembelian saprodi di luar LL (SL) serta bantuan benih melalui mekanisme subsidi yang diharapkan dapat mengurangi biaya produksi bagi petani mengalami kendala dalam kesiapannya di tingkat lapang sehingga petani dengan keterbatasan modal tidak melaksanakan budidaya secara maksimal.
Pada kawasan pertumbuhan, produktivitas SL-PTT padi belum mencapai target. Hal ini dikarenakan kawasan pertumbuhan adalah daerah yang rata-rata produktivitasnya masih rendah dan merupakan lahan-lahan yang belum optimal yaitu sawah tadah hujan, lahan lebak, pasang surut dan lahan kering. Capaian produktivitas SL-PTT jagung pada kawasan pertumbuhan 38,10 ku/ha, kawasan pengembangan 61,47 ku/ha dan pemantapan 66,15 ku/ha. Produktivitas SL-PTT jagung apabila dibandingkan dengan target penetapan kinerja sebesar 47,48 ku/ha menunjukkan bahwa pada kawasan pengembangan dan pemantapan sudah melampaui taget. Hal ini dikarenakan pada kawasan pengembangan dan pemantapan varietas yang dikembangkan adalah jagung hibrida yang rata-rata produktivitasnya tinggi. Sementara pada kawasan pertumbuhan, varietas yang dikembangkan selain varietas jagung hibrida juga jagung komposit yang rata-rata produktivitasnya jauh dibawah produktivitas jagung hibrida, sehingga secara keseluruhan mempengaruhi terhadap capaian produktivitas jagung pada kawasan pertumbuhan. Hal ini yang menyebabkan produktivitas SL-PTT jagung pada kawasan pertumbuhan belum mencapai target.
19
C. Permasalahan dan Upaya Tindaklanjut
Permasalahan yang dihadapai dalam pelaksanaan kegiatan SL-PTT padi dan jagung tahun 2014, diantaranya :
1. Adanya surat himbauan KPK kepada Gubernur Nomor: B-14/01-15/01/2014
tanggal 6 Januari 2014 tentang pengelolaan Bansos setelah Pemilu Legislatif. Selain itu juga ada pres rilis juru bicara KPK Johan Budi tanggal 26 Januari 2014 tentang “Cegah Dana Bansos dan Hibah dari Penyalahgunaan”. Kemudian ditindaklanjuti dengan surat edaran Sekjen Kementan Nomor: 914/RC.110/A/03/2014 tanggal 17 Maret 2014 tentang Bantuan Sosial tahun 2014. Dampak dari himbauan tersebut mengakibatkan kehati-hatian para pelaksana dan cenderung menunda pelaksanaan kegiatan dan anggaran.
2. Kebijakan pemerintah tentang penghematan anggaran 2014 yang
memerlukan waktu revisi DIPA dan RKA-K/L relatif lama, dan DIPA hasil revisi baru terbit tanggal 16 Juli 2014, dan selama proses revisi DIPA/RKA-K/L dilakukan penghentian sementara (self blocking) pelaksanaan kegiatan dan anggaran untuk menghindari terjadinya pagu minus.
3. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan subsidi benih antara lain: (a)
pelaksana PSO subsidi benih (PT Sang Hyang Seri) kurang mampu menyediakan benih sesuai dengan kebutuhan petani baik dari segi waktu maupun varietas, (b) varietas benih yang disediakan kurang diminati oleh petani khususnya jagung hibrida, dan (c) sebagian petani kurang berminat membeli benih bersubsidi karena sudah terbiasa bantuan benih gratis.
4. Masih banyak pihak dinas daerah yang masih belum berani mengambil
kebijakan benih swadaya ketika benih subsidi tidak tersedia. Hal ini dikarenakan kekhawatiran resiko yang timbul dari kebijakan yang diambil.
5. Proses transfer teknologi PTT belum optimal di lapangan, terutama dalam
pelaksanaan sistem jajar legowo pada budidaya SL-PTT padi tadah hujan dan lahan kering, beberapa petani belum siap menerapkan sistem jajar legowo karena bagi beberapa petani sistem jajar legowo dapat menimbulkan tambahan biaya pada proses tanam meskipun petani sudah mengetahui manfaat sistem jajar tanam legowo.
6. Masih banyak daerah yang belum menindaklanjuti Pedoman umum (pusat)
dengan Petunjuk Pelaksanaan (provinsi) dan Petunjuk Teknis
(kabupaten/kota).
7. Di beberapa daerah ada yang masih kekurangan petugas pemandu lapang
20
8. Adanya sistem baru dalam proses pencairan anggaran di KPPN daerah yang
menghambat kecepatan proses pencairan anggaran yang diajukan.
9. Terjadinya pergeseran iklim/mundurnya musim hujan sehingga yang
biasanya awal Oktober sudah tanam, sampai pertengahan Nopember belum tanam karena menunggu hujan.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala diatas diantaranya adalah:
1. Daerah pelaksana kegiatan SL-PTT harus menindaklanjuti Pedoman Pelaksanaan SL-PTT dari pusat dalam Petunjuk Pelaksanaan di provinsi dan Petunjuk Teknis di kabupaten/kota sehingga hambatan-hambatan teknis yang muncul di daerah pelaksana dapat diselesaikan sesuai spesifik lokasi setempat.
2. Pihak penyedia benih diharapkan dapat menyediakan benih sesuai permintaan petani dan tepat waktu.
3. Perlunya keberanian untuk mengambil kebijakan yang cepat dan tepat baik di tingkat pusat dan daerah sehingga pelaksanaan kegiatan SL-PTT dapat berjalan dengan baik.
4. Pelaksanaan Permentan 45 tahun 2011 tentang Tata Hubungan Kerja antara Kelembagaan dan Teknis, Peneliti dan Pengembangan dan Penyuluhan Pertanian dalam mendukung P2BN perlu ditingkatkan sehingga masalah yang muncul dalam kegiatan SL-PTT yang menyangkut kelembagaan terkait dapat diselesaikan. Hal ini penting karena SL-PTT sebagai bagian dari upaya dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.
5. Pendampingan teknologi dari BPTP perlu ditingkatkan dan perlunya pendampingan dalam penguatan manajemen kelompok tani serta adanya pembinaan pasca SL-PTT sehingga menambah nilai bagi pertani.
D. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Pada tahun 2014 Direktorat Budidaya Serealia mengelola APBN Sektoral (BA.018)
melalui kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia sebesar
Rp.1.117.085.254.000,-. Anggaran tersebut dikelola oleh Satker Pusat, Satker Dinas Pertanian Provinsi (Dana Dekonsentrasi), Satker Dana Tugas Pembantuan Provinsi dan Satker Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. dengan rincian alokasi: Satker Pusat Rp.8.112.098.000,- (0,73%) dari pagu total, Dinas Provinsi (Dana Dekonsentrasi) Rp.26.024.230.000,- (2,33%) dari pagu total, Tugas Pembantuan Dinas Prov/Kabupaten/Kota Rp.1.082.948.926.000,- (96,95%) dari pagu total.
21
Kinerja serapan anggaran APBN melalui kegiatan utama pengelolaan produksi tanaman serealia msebesar Rp. 1.021.181.691.568,- (91.41%) dari total pagu. Realisasi tersebut meliputi kegiatan yang dikelola oleh Satker Pusat sebesar Rp. 6.534.009.492,- (80.55%), Satker Dinas Pertanian Provinsi (Dana Dekonsentrasi) Rp. 22.912.780.628,- (88.04%), Satker Dana Tugas Pembantuan Provinsi dan Satker Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Rp. 991.734.901.448,- (91,58%).
E. ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ANGGARAN DAN KEGIATAN 2014
Pelaksanaan anggaran dan kegiatan secara umum efisien dan efektif, tercermin dari capaian fisik mencapai 91,33%, terdapat selisih 1,36% dari serapan anggaran sebesar 92,69%.
Tabel 11. Analisis Efektifitas Pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2014
Pagu (Rp.ooo)
Realisasi
(Rp.000) % Target (Ha) Realisasi (Ha) %
1 SL-PTT Padi dan Jagung 993.860.788 921.181.064 92,69 4.109.645 3.753.524 91,33
No Kegiatan
Keuangan Fisik
Faktor yang menyebabkan selisih antara realisasi fisik dan realisasi keuangan kegiatan SL-PTT karena unit-cost per hektar masing-masing kawasan SL-PTT padi dan jagung berbeda-beda. Pada kawasan pertumbuhan dan pengembangan unit-costnya lebih besar dan bantuannya meliputi LL dan SL, sementara pada kawasan pemantapan unit-costnya lebih kecil dan bantuannya hanya di areal LL. Komposisi luasan areal pada kawasan pertumbuhan dan pengembangan padi lebih kecil (20,63%) daripada kawasan pemantapan (79,37%), namun sebagian besar kegiatanSL-PTT padi yang dilaksanakan adalah kawasan pertumbuhan dan pengembangan. Dengan demikian kontribusi persentase realisasis keuangannya lebih besar daripada persentase realisasi luasan areal (realisasi fisik).
Pada SL-PTT jagung, meski komposisi areal kawasan pertumbuhan dan pengembangan lebih besar (88,33%) dibandingkan kawasan pemantapan (11,66%) namun persentase luasan areal SL-PTT jagung hanya 5,27% (205.751 ha) dari total areal SL-PTT padi (3.903.894 ha) sehingga capaian SL-PTT jagung baik realisasi keuangan maupun realisasi fisik pengaruhnya tidak terlalu signifikan terhadap total realisasi kegiatan SL-PTT.
22
BAB V
PENUTUP
1. Capaian produktivitas padi berdasarkan ARAM II 2014 sebesar 51,28ku/ha atau 98,94% dari target penetapan kinerja (PK) 51,83 ku/ha (berhasil), jagung 49,29 ku/ha atau 103,81% dari target penetapan kinerja (PK) 47,48 ku/ha (sangat berhasil). Capaian produktivitas padi sebesar 98,96% (berhasil) dan jagung sebesar 101,97% (sangat berhasil) dari target Renstra.
2. Produksi padi tahun 2014 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI) mencapai 70,607 juta ton GKG. Apabila dibandingkan dengan target 72,340 juta ton GKG mencapai 97,60%. Apabila dibandingkan dengan produksi padi tahun 2013 mencapai 99,06%. Apabila dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir mencapai 102,87% atau terjadi peningkatan 1,973 juta ton GKG. Produksi jagung tahun 2014 (berdasarkan Angka Ramalan II BPS-RI) mencapai 19,127 juta ton PK. Apabila dibandingkan dengan target 19,000 juta ton PK mencapai 100,67%. Apabila dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2013 mencapai 103,33%. Apabila dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir mencapai 102,84% atau meningkat 0,528 juta ton PK.
3. Realisasi kegiatan SL-PTT padi seluas 3.565.188 ha atau mencapai 91,32% dari sasaran seluas 3.903.894 ha. Realisasi kegiatan SL-PTT Jagung seluas 188.336 ha atau mencapai 91,54% dari sasaran 205.751 Ha.
4. Capaian produktivitas padi kegiatan SL-PTT tahun 2014 sebesar 59,70 ku/ha atau 107,68% dari target 55,44 ku/ha (sangat berhasil), jagung 59,50 ku/ha atau 91,54% dari target 65,00 ku/ha (berhasil). Apabila dibandingkan dengan target penetapan kinerja Direktorat Budidaya Serealia tahun 2014 produktivitas SL-PTT padi mencapai 115.18% (sangat berhasil), SL-PTT jagung mencapai 125.32% (sangat berhasil). Apabila dibandingkan dengan Rencana Strategis Tanaman Pangan, produktivitas SL-PTT padi mencapai 115.21% (sangat berhasil), demikian pula produktivitas SL-PTT jagung mencapai 123.09% (sangat berhasil)
5. Permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian produktivitas padi dan jagung yaitu: ketepatan dan ketersediaan pupuk, dukungan perbenihan, rusaknya sarana dan prasarana irigasi, proses transfer teknologi di tingkat lapangan yang belum optimal.
6. Upaya yang dilakukan adalah: meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi, mengoptimalkan sistem perbenihan, meningkatkan perbaikan jaringan irigasi tersier dan meningkatkan pendampingan teknologi oleh petugas di tingkat lapangan.
23 Lampiran 1
24 Lampiran 2
Sasaran Produksi, Luas Tanam, Luas Panen, dan Produktivitas Komoditas Serealia Tahun 2010-2014
Sumber Data: Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2010-2014 Edisi Revisi Desember 2012
Pertumbuhan 2010 2011 2012 2013 2014 (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Padi 66,680 65,741 67,825 72,064 76,568 3,55 2 Jagung 19,800 22,000 18,861 19,831 20,823 1,96 1 Padi 12,602 13,700 14,025 14,356 15,306 4,58 2 Jagung 4,412 4,828 4,011 4,260 4,463 0,65 1 Padi 12,002 13,289 13,538 13,859 14,776 4,96 2 Jagung 4,200 4,573 3,870 4,102 4,307 0,95 Produktivitas (Ku/Ha) 1 Padi 55.56 53.13 50.10 52.00 51.82 (1,30) 2 Jagung 47.14 48.10 48.73 48.34 48.34 0,75 No Indikator/ Komoditas Tahun
Produksi (ribu ton)
LuasTanam (ha)
25 Lampiran 3
Sasaran Areal SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014 Setelah Penghematan Anggaran
PAGU AWAL PAGU AKHIR PAGU
PENGHEMATAN I Kawasan SL-PTT Padi 4.625.000 3.903.894 721.106
a. Kawasan Pertumbuhan 298.800 267.411 31.389 - Padi Inbrida Sawah 72.850 68.950 3.900 - Padi Inbrida Pasang Surut 94.000 83.400 10.600 - Padi Inbrida Rawa Lebak 26.000 25.610 390 - Padi Inbrida Lahan Kering 105.950 89.451 16.499 b. Kawasan Pengembangan 592.200 537.945 54.255 - Padi Inbrida Sawah 284.000 264.792 19.208 - Padi Hibrida 200.000 186.100 13.900 - Padi Inbrida Lahan Kering 108.200 87.053 21.147 c. Kawasan Pemantapan 3.734.000 3.098.538 635.462 - Padi Inbrida Sawah 3.632.000 3.019.438 612.562 - Padi Inbrida Lahan Kering 102.000 79.100 22.900
II Kawasan SL-PTT Jagung 260.000 205.751 54.249 a. Kawasan Pertumbuhan 54.700 45.275 9.425 - Jagung Hibrida 9.000 6.700 2.300 - Jagung Komposit 45.700 38.575 7.125 b. Kawasan Pengembangan 170.300 136.476 33.824 - Jagung Hibrida 170.300 136.476 33.824 c. Kawasan Pemantapan 35.000 24.000 11.000 - Jagung Hibrida 35.000 24.000 11.000 No Uraian Areal (Ha)
26 Lampiran 4
27 Lampiran 5
28 Lampiran 6
Rerata Produksi Padi Lima Tahun Terakhir (Tahun 2010-2014)
Rerata 2014*) Thd. 2010-2014*) 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Aceh 1.582.393 1.772.962 1.788.738 1.956.940 1.887.137 4,69 (0,04) 2 Sumatera Utara 3.582.302 3.607.403 3.715.514 3.727.249 3.604.602 0,18 (0,03) 3 Sumatera Barat 2.211.248 2.279.602 2.368.390 2.430.384 2.498.508 3,10 0,03 4 R i a u 574.864 535.788 512.152 434.144 356.281 (11,09) (0,18) 5 Kep. Riau 1.246 1.223 1.323 1.370 1.422 3,42 0,04 6 J a m b i 628.828 646.641 625.164 664.535 674.679 1,83 0,02 7 Sumatera Selatan 3.272.451 3.384.670 3.295.247 3.676.723 3.497.917 1,88 (0,05) 8 Kep. Bangka Belitung 22.259 15.211 22.395 28.480 25.734 8,27 (0,10) 9 Bengkulu 516.869 502.552 581.910 622.832 601.293 4,15 (0,03) 10 Lampung 2.807.676 2.940.795 3.101.455 3.207.002 3.320.293 4,29 0,04 11 DKI Jakarta 11.164 9.516 11.044 10.268 7.445 (8,31) (0,27) 12 Jawa Barat 11.737.070 11.633.891 11.271.861 12.083.162 11.587.631 (0,22) (0,04) 13 Banten 2.048.047 1.949.714 1.865.893 2.083.608 2.021.913 (0,10) (0,03) 14 Jawa Tengah 10.110.830 9.391.959 10.232.934 10.344.816 9.636.967 (0,98) (0,07) 15 DI Yogyakarta 823.887 842.934 946.224 921.824 880.711 1,88 (0,04) 16 Jawa Timur 11.643.773 10.576.543 12.198.707 12.049.342 12.307.704 1,77 0,02 17 B a l i 869.161 858.316 865.553 882.092 864.920 (0,11) (0,02) 18 Nusa Tenggara Barat 1.774.499 2.067.137 2.114.231 2.193.698 2.080.205 4,34 (0,05) 19 Nusa Tenggara Timur 555.493 591.371 698.566 729.666 825.513 10,54 0,13 20 Kalimantan Barat 1.343.888 1.372.988 1.300.100 1.441.876 1.467.340 2,38 0,02 21 Kalimantan Tengah 650.416 610.236 755.507 812.652 853.029 7,54 0,05 22 Kalimantan Selatan 1.842.089 2.038.309 2.086.221 2.031.029 2.107.028 3,52 0,04 23 Kalimantan Timur 588.879 552.616 561.959 439.439 432.606 (6,96) (0,02) 24 Kalimantan Utara - - - 124.724 116.887 #DIV/0! (0,06) 25 Sulawesi Utara 584.030 596.223 615.062 638.373 649.350 2,69 0,02 26 Gorontalo 253.563 273.921 245.786 295.913 312.189 5,91 0,06 27 Sulawesi Tengah 957.108 1.041.789 1.024.316 1.031.364 1.040.682 2,19 0,01 28 Sulawesi Selatan 4.382.443 4.511.705 5.003.011 5.035.830 5.464.972 5,75 0,09 29 Sulawesi Barat 362.900 365.683 412.338 445.030 461.390 6,28 0,04 30 Sulawesi Tenggara 454.644 491.567 516.291 561.361 635.565 8,77 0,13 31 Maluku 83.109 87.468 84.271 101.835 99.740 5,09 (0,02) 32 Maluku Utara 55.401 61.430 65.686 72.445 72.521 7,05 0,00 33 Papua 102.610 115.437 138.032 169.791 185.780 16,12 0,09 34 Papua Barat 34.254 29.304 30.245 29.912 27.277 (5,29) (0,09) 36.374.771 34.404.557 36.526.663 37.493.020 36.442.371 0,15 (0,03) 30.094.623 31.352.347 32.529.463 33.786.689 34.164.860 3,23 0,01 66.469.394 65.756.904 69.056.126 71.279.709 70.607.231 1,56 (0,01) No. Provinsi Tahun % Pertumbuhan 2010 2011 2012 2013 2014*) Jawa Luar Jawa Indonesia
29 Lampiran 7
Rerata Produksi Jagung Lima Tahun Terakhir (Tahun 2010-2014)
Rerata 2014*) Thd. 2010-2014*) 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Aceh 167.090 168.861 167.285 177.842 176.844 1,47 (0,01) 2 Sumatera Utara 1.377.718 1.294.645 1.347.124 1.183.011 1.116.649 (4,94) (0,06) 3 Sumatera Barat 354.262 471.849 495.497 547.417 601.164 14,63 0,10 4 R i a u 41.862 33.197 31.433 28.052 29.601 (7,81) 0,06 5 Kep. Riau 961 923 849 790 719 (6,98) (0,09) 6 J a m b i 30.691 25.521 25.571 25.690 44.470 14,23 0,73 7 Sumatera Selatan 125.796 125.688 112.917 167.457 188.115 12,60 0,12 8 Kep. Bangka Belitung 1.055 850 967 783 902 (2,37) 0,15 9 Bengkulu 74.331 87.362 103.771 93.988 72.986 1,14 (0,22) 10 Lampung 2.126.571 1.817.906 1.760.275 1.760.278 1.819.556 (3,58) 0,03 11 DKI Jakarta 31 23 6 - - #DIV/0! #DIV/0! 12 Jawa Barat 923.962 945.104 1.028.653 1.101.998 1.027.488 2,87 (0,07) 13 Banten 28.557 13.863 9.819 12.038 11.316 (16,01) (0,06) 14 Jawa Tengah 3.058.710 2.772.575 3.041.630 2.930.911 3.016.240 (0,09) 0,03 15 DI Yogyakarta 345.576 291.596 336.608 289.580 307.632 (1,98) 0,06 16 Jawa Timur 5.587.318 5.443.705 6.295.301 5.760.959 5.789.214 1,27 0,00 17 B a l i 66.355 64.606 61.873 57.573 43.295 (9,65) (0,25) 18 Nusa Tenggara Barat 249.005 456.915 642.674 633.773 775.436 36,28 0,22 19 Nusa Tenggara Timur 653.620 524.638 629.386 707.642 647.103 1,03 (0,09) 20 Kalimantan Barat 168.273 160.819 170.123 159.973 148.559 (2,94) (0,07) 21 Kalimantan Tengah 9.345 9.208 7.947 6.217 6.539 (7,94) 0,05 22 Kalimantan Selatan 116.449 99.779 112.066 107.043 121.231 1,69 0,13 23 Kalimantan Timur 11.993 7.341 9.940 4.864 7.943 2,21 0,63 24 Kalimantan Utara 973 875 #DIV/0! (0,10) 25 Sulawesi Utara 446.144 438.504 440.308 448.002 497.852 2,89 0,11 26 Gorontalo 679.167 605.782 644.754 669.094 737.250 2,40 0,10 27 Sulawesi Tengah 162.306 161.810 141.649 139.266 172.110 2,28 0,24 28 Sulawesi Selatan 1.343.044 1.420.154 1.515.329 1.250.202 1.533.888 4,41 0,23 29 Sulawesi Barat 58.020 82.995 122.554 128.327 124.051 23,02 (0,03) 30 Sulawesi Tenggara 74.840 67.997 78.447 67.578 62.027 (3,96) (0,08) 31 Maluku 15.273 13.875 18.281 11.940 14.687 2,73 0,23 32 Maluku Utara 20.546 26.149 25.543 29.421 22.270 3,96 (0,24) 33 Papua 6.834 6.885 6.393 7.034 6.948 0,60 (0,01) 34 Papua Barat 1.931 2.125 2.049 2.137 2.449 6,34 0,15 9.944.154 9.466.866 10.712.017 10.095.486 10.151.890 0,79 0,01 8.383.482 8.176.384 8.675.005 8.416.367 8.975.519 1,82 0,07 18.327.636 17.643.250 19.387.022 18.511.853 19.127.409 1,24 0,03 No. Provinsi % Pertumbuhan 2010 2011 2012 2013 2014*) Tahun Jawa Luar Jawa Indonesia
30 Lampiran 8
31 Lampiran 9
32 Lampiran 10
Peringkat Produksi Jagung Tahun 2013-2014
Kontribusi % Kontribusi %
1
Jawa Timur 5.760.959 31,12 1 Jawa Timur 5.789.214 30,27 2
Jawa Tengah 2.930.911 15,83 2 Jawa Tengah 3.016.240 15,77 3
Lampung 1.760.278 9,51 3 Lampung 1.819.556 9,51 4
Sulawesi Selatan 1.250.202 6,75 4 Sulawesi Selatan 1.533.888 8,02 5
Sumatera Utara 1.183.011 6,39 5 Sumatera Utara 1.116.649 5,84 6
Jawa Barat 1.101.998 5,95 6 Jawa Barat 1.027.488 5,37 7
Nusa Tenggara Timur 707.642 3,82 7 Nusa Tenggara Barat 775.436 4,05 8
Gorontalo 669.094 3,61 8 Gorontalo 737.250 3,85 9
Nusa Tenggara Barat 633.773 3,42 9 Nusa Tenggara Timur 647.103 3,38 10
Sumatera Barat 547.417 2,96 10 Sumatera Barat 601.164 3,14 11
Sulawesi Utara 448.002 2,42 11 Sulawesi Utara 497.852 2,60 12
D I Yogyakarta 289.580 1,56 12 D I Yogyakarta 307.632 1,61 13
Aceh 177.842 0,96 13 Sumatera Selatan 188.115 0,98 14
Sumatera Selatan 167.457 0,90 14 Aceh 176.844 0,92 15
Kalimantan Barat 159.973 0,86 15 Sulawesi Tengah 172.110 0,90 16
Sulawesi Tengah 139.266 0,75 16 Kalimantan Barat 148.559 0,78 17
Sulawesi Barat 128.327 0,69 17 Sulawesi Barat 124.051 0,65 18
Kalimantan Selatan 107.043 0,58 18 Kalimantan Selatan 121.231 0,63 19
Bengkulu 93.988 0,51 19 Bengkulu 72.986 0,38 20
Sulawesi Tenggara 67.578 0,37 20 Sulawesi Tenggara 62.027 0,32 21 B A L I 57.573 0,31 21 Jambi 44.470 0,23 22 Maluku Utara 29.421 0,16 22 B A L I 43.295 0,23 23 Riau 28.052 0,15 23 Riau 29.601 0,15 24
Jambi 25.690 0,14 24 Maluku Utara 22.270 0,12 25
Banten 12.038 0,07 25 Maluku 14.687 0,08 26
Maluku 11.940 0,06 26 Banten 11.316 0,06 27
Papua 7.034 0,04 27 Kalimantan Timur 7.943 0,04 28
Kalimantan Tengah 6.217 0,03 28 Papua 6.948 0,04 29
Kalimantan Timur 4.864 0,03 29 Kalimantan Tengah 6.539 0,03 30
Papua Barat 2.137 0,01 30 Papua Barat 2.449 0,01 31
Kalimantan Utara 973 0,01 31 Kep. Bangka Belitung 902 0,00 32
Kepulauan Riau 790 0,00 32 Kalimantan Utara 875 0,00 33
Kep. Bangka Belitung 783 0,00 33 Kepulauan Riau 719 0,00 34 D K I Jakarta - - 34 D K I Jakarta - -18.511.853 100,00 19.127.409 100,00 Produksi 2014 (Ton) TOTAL TOTAL Produksi 2013 (Ton) Provinsi
33 Lampiran 11
Peringkat Produktivitas Jagung Tahun 2013-2014
2013 ARAM II 2014
(Ku/Ha) (Ku/Ha)
1 Jawa Barat 72,06 1 Jawa Barat 72,84 2 Sumatera Barat 67,03 2 Sumatera Barat 63,62 3 Nusa Tenggara Barat 57,47 3 Nusa Tenggara Barat 61,05 4 Sumatera Utara 55,87 4 Kalimantan Selatan 56,54 5 Jawa Tengah 55,09 5 Sumatera Utara 56,02 6 Kalimantan Selatan 51,89 6 Sumatera Selatan 55,92 7 Bengkulu 51,48 7 Jawa Tengah 55,76 8 Sumatera Selatan 51,43 8 Jambi 50,95 9 Lampung 50,83 9 Sulawesi Selatan 50,78 10 Jawa Timur 48,03 10 Lampung 50,47 11 Sulawesi Barat 47,92 11 Sulawesi Barat 48,48 12 Gorontalo 47,65 12 Jawa Timur 48,15 13 Sulawesi Selatan 45,62 13 Gorontalo 47,77 14 D I Yogyakarta 40,92 14 Bengkulu 46,50 15 Sulawesi Tengah 40,75 15 D I Yogyakarta 45,17
16 Aceh 40,33 16 Aceh 41,94
17 Jambi 39,50 17 Sulawesi Tengah 41,43 18 Kalimantan Barat 37,53 18 Sulawesi Utara 39,74
19 Maluku 37,28 19 Maluku 38,85
20 Sulawesi Utara 36,65 20 Kalimantan Barat 37,35 21 Banten 33,60 21 Kep. Bangka Belitung 34,17 22 Kep. Bangka Belitung 33,46 22 Banten 33,33 23 B a l i 31,59 23 Kalimantan Tengah 31,35 24 Kalimantan Tengah 30,15 24 Maluku Utara 27,94 25 Maluku Utara 28,30 25 B a l i 26,20 26 Kalimantan Timur 26,18 26 Kalimantan Timur 25,91 27 Nusa Tenggara Timur 26,17 27 Sulawesi Tenggara 25,35 28 Sulawesi Tenggara 24,91 28 Nusa Tenggara Timur 25,17
29 Riau 23,88 29 Riau 23,73
30 Papua 23,41 30 Papua 23,54
31 Kepulauan Riau 23,30 31 Kepulauan Riau 23,34 32 Kalimantan Utara 21,87 32 Kalimantan Utara 17,36 33 Papua Barat 17,10 33 Papua Barat 17,25
48,44 49,29 No. Provinsi INDONESIA No. Provinsi INDONESIA