• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Umum Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Umum Perusahaan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

1.1.1 Profil Umum Perusahaan

Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. Berdiri pada tahun 1957.

Dimulai tahun 1950-an, ketika penyelenggaraan negara mulai berjalan normal seusai perang mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menginventarisasi sumber-sumber pendapatan negara, diantaranya dari minyak dan gas. Namun saat itu pengelolaan ladang ladang minyak peninggalan Belanda terlihat terkendali dan penuh dengan sengketa. Pada tanggal 10 Desember 1957 Pemerintah Republik Indonesia mendirikan perusahaan minyak dan gas dengan nama PT PERMINA.

Pada tahun 1960, PT PERMINA direstrukturisasi menjadi PN PERMINA sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah. Melalui satu Peraturan Pemerintah yang dikeluarkan Presiden pada 20 Agustus 1968, PN PERMINA yang bergerak di bidang produksi digabung dengan PN PERTAMIN yang bergerak di bidang pemasaran guna menyatukan tenaga, modal dan sumber daya yang kala itu sangat terbatas. Perusahaan gabungan tersebut dinamakan PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Pertamina).

Tahun 1971 Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 8 dimana di dalamnya mengatur peran Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang ditugaskan melaksanakan pengusahaan migas mulai dari mengelola dan menghasilkan migas dari ladang-ladang minyak di seluruh wilayah Indonesia, mengolahnya menjadi berbagai produk dan menyediakan serta melayani kebutuhan bahan bakar minyak dan gas di seluruh Indonesia.

Seiring dengan waktu, menghadapi dinamika perubahan di industri minyak dan gas nasional maupun global, Pemerintah menerapkan Undang-Undang No. 22/2001. Paska penerapan tersebut Pertamina memiliki kedudukan yang sama dengan perusahaan minyak lainnya. Pada 17 September 2003 Pertamina berubah bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) berdasarkan PP No. 31/2003.

Sebagai upaya menghadapi persaingan bisnis, 10 Desember 2005 PT Pertamina mengubah logo dari lambang kuda laut menjadi anak panah dengan tiga warna dasar hijau-biru-merah. Selanjutnya pada 20 Juli 2006, PT Pertamina mencanangkan dua tema transformasi perusahaan yakni fundamental dan bisnis. Untuk memperkuat itu semua, pada 10 Desember 2007 PT Pertamina mengubah visi perusahaan yaitu, “Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia”. Berlandaskan hal tersebut tahun 2011 Pertamina

(2)

2

menetapkan visi baru perusahaannya yaitu, “Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia”.

Sumber : www.pertamina.com

1.1.2 Visi dan Misi a. Visi

Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia. b. Misi

Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

Sumber : www.pertamina.com

1.1.3 Bidang Usaha

Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Sumber : www.pertamina.com

1.1.4 Logo PT. Pertamina (Persero)

Gambar 1.1

Logo PT. Pertamina (Persero)

Sumber : Terminal BBM Tasikmalaya Region III Makna logo:

a. Elemen Logo membentuk huruf “P” yang secara keseluruhan merupakan representasi bentuk panah, menggambarkan Pertamina yang bergerak maju progresif.

b. Warna-warni mencolok.

Menunjukkan langkah besar yang diambil Pertamina dan aspirasi Perusahaan akan masa depan yang lebih positif dan dinamis.

c. Warna merah.

Mencerminkan keuletan dan ketegasan serta keberanian dalam menghadapi berbagai macam kesulitan.

d. Warna hijau.

(3)

3 e. Warna Biru.

Mencerminkan andal, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab.

1.1.5 Profil Terminal BBM Tasikmalaya Region III

Terminal BBM Tasikmalaya Region III selesai dibangun pada tahun 1975 dan beroperasi tahun 1977 di atas tanah seluas 6.534 ha pada ketinggian atau elevasi 350 meter di atas permukaan laut. Beralamat di jalan Garuda No.1 kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Terminal BBM Tasikmalaya Region III, terletak di kaki Gunung Galunggung yang pernah meletus pada tahun 1982. Melayani tiga kabupaten (Tasikmalaya, Ciamis dan Garut), dua pemkot (Tasikmalaya dan Banjar) dan sebagian SPBU Ex Supply Point Balongan dan Cilacap.

Sumber : Terminal BBM Tasikmalaya Region III

1.1.6 Struktur Organisasi Terminal BBM Tasikmalaya Region III Gambar 1.2

Struktur Organisasi Terminal BBM Tasikmlaya Region III

(4)

4

1.1.7 Kelebihan Terminal BBM Tasikmalaya Region III

Terminal BBM Tasikmalaya Region III memiliki beberapa kelebihan yang membuat penulis memutuskan untuk memilih Terminal BBM Tasikmalaya Region III sebagai tempat penelitian yaitu sebagai berikut :

1. Satu-satunya terminal BBM yang memiliki pipa booster pam (pompa pendorong minyak) yang menyalurkan minyak dari Cilacap ke Bandung.

2. Melayani tiga kabupaten (Tasikmalaya, Ciamis dan Garut), dua pemkot (Tasikmalaya dan Banjar) dan sebagian SPBU Ex Supply Point Balongan dan Cilacap. Jumlah SPBU yang ditangani oleh Terminal BBM Tasikmalaya Region III adalah 84 SPBU.

3. Terminal BBM Tasikmalaya Region III lebih banyak memiliki karyawan mitra daripada karyawan organik (tetap). Tetapi hubungan antar karyawan sangat terjalin dengan baik.

1.2 Latar Belakang Penelitian

Manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan memiliki posisi yang paling penting. Hal ini dikarenakan baik buruknya kondisi manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan mempengaruhi pada kinerja, produktivitas, motivasi, dan kepuasan kerja yang pada dasarnya akan mempengaruhi juga pencapaian tujuan perusahaan.

Keberadaan manusia dalam manajemen perusahaan bukan hanya aset biasa. Perusahaan harus bisa mengelola sumber daya manusianya agar dapat mencapai tujuan perusahaan dengan baik. Maka dari itu perusahaan harus melakukan pemerliharaan sumber daya manusia dengan cara perusahaan memberikan perlakuan yang khusus dari timbal balik terhadap jasa yang diberikan karyawannya agar karyawannya terus bekerja lebih baik dalam pekerjaannya. Salah satunya dengan cara pemberian kompensasi secara adil dan layak. Kompensasi yang diberikan perusahaan artinya harus sesuai dengan jasa yang dihasilkan oleh karyawan dan memenuhi kebutuhan karyawan, ketentuan besar kecilnya kompensasi yang diberikan perusahaan tergantung dari jasa yang diberikan oleh karyawan itu sendiri kepada perusahaan.

Jenis-jenis kompensasi menurut Mutiara S. Panggabean (2002) dalam Subekhi dan Jauhar (2012) terbagi menjadi dua kelompok yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non finansial. Kompensasi finansial terdiri dari langsung dan tidak langsung. Sedangkan Kompensasi non finansial tediri dari pekerjaan dan lingkungan pekerjaan.

PT. Pertamina (Persero) memberikan kompensasi finansial kepada karyawannya baik yang langsung maupun yang tidak langsung dan kompensasi non-finansial. Kompensasi finansial langsung berupa upah yang terdiri dari gaji, komisi dan bonus yang diberikan secara langsung, kompensasi finansial tidak langsung berupa pelayanan dan keuntungan untuk karyawannya, dan kompensasi non finansial berupa pekerjaan dan lingkungan perkerjaan. Kompensasi yang diberikan PT. Pertamina (Persero) memiliki beberapa kebijakan. Kebijakan tersebut tertulis dalam buku PKB (Perjanjian Kerja Bersama) yang didalamnya mencakup apa

(5)

5 Keterangan :

G : Gaji HB : Health Benefits SP : Sound Policies

K : Komisi SB : Security Benefits CWC : Comfortable Working Conditions B : Bonus ES : Employee Services WF : Workplace Flexibility

SS : Social Security PP : Premium Pay JS : Job Sharing FAML : Family And Medical Leave SV : Skill Variety T : Telecommuning PFTMNW : Payment For Time Not Work TI : Task Identity

saja kebijakan yang harus dipatuhi untuk mendapatkan kompensasi finansial maupun non finansial.

Kepuasan dari pemberian kompensasi perusahaan dilihat dari pendapat karyawannya. Peneliti melakukan pilot studi dengan beberapa karyawan organik (tetap) sebanyak 10 orang. Hasil tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1.3

Kepuasan Karyawan Terhadap Pemberian Kompensasi Perusahaan

Berdasarkan Gambar 1.3 dapat disimpulkan bahwa ada beberapa pemberian kompensasi yang telah mencapai kepuasan sempurna, ada juga beberapa pemberian kompensasi yang hampir pencapai kepuasan sempurna dan juga ada tiga indikator yang mencapaian kepuasannya paling kecil dari indikator lain yaitu employee services, security benefit, dan health benefit. Ketiga indikator tersebut termasuk dalam kompensasi finansial tidak langsung. Berikut ini adalah daftar kompensasi finansial tidak langsung yang diberikan PT. Pertamina (Persero) kepada karyawannya:

0% 20% 40% 60% 80% 100% G K B SS FA ML PFT N W HB SB ES PP SV TI SP CW C WF JS T Pe rse n tas e Kompensasi Kepuasan Target

(6)

6

Tabel 1.1

Kompensasi Finansial Tidak Langsung PT. Pertamina (Persero) Kompensasi Finansial Tidak Langsung

Legally Required Voluntary

Jaminan sosial Bayaran saat tidak bekerja (Pelatihan, cuti kerja, cuti sakit, liburan, hari libur, istirahat tahunan, cuti hamil untuk wanita)

Keluarga dan Cuti Medis

Manfaat kesehatan (pemeriksaan kesehatan, kesehatan keluarga dan pekerja, rawat inap di rumah sakit, rawat jalan spesialis, rujukan rumah sakit lain, pengobatan selama istirahat tahunan, perawatan gigi, perawatan mata, cuci darah, bantuan bersalin, kemandulan, pengobatan anak pekerja yang menderita autis)

Manfaat keamanan (asuransi jiwa, jaminan hari tua, kecelakaan kerja) Layanan karyawan (fasilitas rumah dinas perusahaan, Program Pemilikan Rumah Perkerja (PPRP), fasilitas atau bantuan pendidikan bagi anak pekerja, bantuan pemakaman, bantuan biaya naik haji, bantuan keadaan tertentu, koperasi pekerja, Masa Persiapan Puma Karya (MPPK))

Upah premi (perjalanan dinas dalam atau luar negeri, bekerja di daerah operasi tertentu, penempatan kerja di luar perusahaan, penugasan di luar tempat kedudukan dan pemindahan)

Sumber: Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2010-2012

Pemenuhan kebutuhan dasar karyawan dengan cara pemberian kompensasi finansial maupun non finansial yang adil dan layak dapat membuat karyawan merasa aman karena kebutuhan dasar pegawai dan keluarganya telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan dan merasa aman pegawai akan memungkinkan pegawai dapat bekerja dengan penuh motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan dan tujuan individu karyawan itu sendiri. Salah satu cara untuk melihat adanya motivasi kerja karyawan di Terminal BBM Tasikmalaya Region III dapat dilihat dari data kehadiran karyawan sebagai berikut:

Tabel 1.2

Data Kehadiran Karyawan (Periode Agustus - Desember 2013)

Bulan Keterangan

Sakit Dinas Cuti Masuk Jumlah

Agustus 1 3 6 22 32

September 0 6 2 24 32

Oktober 0 3 2 27 32

November 1 2 1 28 32

Desember 1 4 2 25 32

(7)

7

Berdasarkan tabel 1.2 kehadiran karyawan yang ada terdata sesuai dengan kategori kehadiran yang jelas. Karyawan menaati peraturan perusahaan yang berlaku yaitu memberikan keterangan yang jelas apabila berhalangan hadir di perusahaan. Kedisiplinan karyawan dapat menunjukan seberapa termotivasinya karyawan tersebut, sehingga semakin baik kedisiplinan karyawan dalam bekerja maka karyawan semakin termotivasi dalam bekerja. Pemberian kompensasi merupakan salah satu cara untuk membuat karyawan terus termotivasi dalam bekerja (Hasibuan, 2013).

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang kompensasi finansial tidak langsung dan motivasi kerja karyawan yang ada di PT. Pertamina (Persero). Cabang PT. Pertamina (Persero) yang akan dipilih adalah salah satu unit pemasaran region III yaitu Terminal BBM Tasikmalaya. Maka judul yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah : “PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL TIDAK LANGSUNG TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Terminal BBM Tasikmalaya Region III)”.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana kompensasi finansial tidak langsung yang ada di Terminal BBM Tasikmalaya Region III?

2. Bagaimana motivasi kerja karyawan yang ada di Terminal BBM Tasikmalaya Region III? 3. Seberapa besar pengaruh kompensasi finansial tidak langsung terhadap motivasi kerja

karyawan yang ada di Terminal BBM Tasikmalaya Region III?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Kompensai finansial tidak langsung yang ada di Terminal BBM Tasikmalaya Region III. 2. Motivasi kerja karyawan yang ada di Terminal BBM Tasikmalaya Region III.

3. Seberapa besar pengaruh kompensasi finansial tidak langsung terhadap motivasi kerja karyawan yang ada di Terminal BBM Tasikmalaya Region III.

1.5 Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Aspek teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan di bidang sumber daya manusia terutama tentang kompensasi dan motivasi kerja yang ada dalam perusahaan.

(8)

8 2) Aspek praktis

Memberikan informasi kepada pihak perusahaan bahwa kompensasi merupakan salah satu faktor yang diperlukan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Maka dari itu perusahaan harus memperhatikan pemberian dan penyedian kompensasi untuk karyawan agar karyawan dapat termotivasi dalam melaksanakan pekerjaannya.

1.6 Sistematik Penulisan Tugas Akhir

Penelitian ini disajikan dalam beberapa bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Bab ini merupakan penjelasan umum, ringkas, dan padat yang menggambarkan dengan tepat isi penelitian. Isi bab ini meliputi gambaran umam objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan tugas akhir.

Bab II Tinjauan Pustaka dan Lingkup Penelitian

Bab ini mengemukakan dengan jelas, ringkas, dan padat tentang hasil kajian kepustakaan yang terkait dengan topik dan variabel penelitian untuk dijadikan dasar bagi penyusunan kerangka pikiran dan perumusan hipotesis.

Bab III Metode Penelitian

Bab ini menegaskan pendekatan, metode, dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat menjawab atau menjelaskan masalah penelitian, meliputi uraian tentang jenis penelitian, variabel operasional, tahapan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, dan teknik analisis data.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini berisi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan secara kronologis dan sistematik sesuai dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian.

Bab V Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian yang disajikan dalam bentuk kesimpulan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Sesudah mengalami asimilasi progresif total, bunyi-bunyi yang sama tersebut kembali mengalami perubahan bunyi, zeroisasi sinkope, pada salah satu bunyi dari dua

Flavonoida biasanya terdapat sebagai O-glikosida, pada senyawa tersebut satu gugus hidroksil flavonoida (atau lebih) terikat pada satu gula dengan ikatan hemiasetal yang tidak

Pelayanan publik adalah urusan baru pada Pemerintah Kota Ambon yang dibentuk berdasarkan Perda Kota Ambon No.10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga

dibantu perencana Comprehensive Planning Perencana dibantu aspirasi masyarakat Strategic Planning Stakeholders di- bantu perencana Participatory Planning Masyarakat

Cooper, (1982:38) latihan aerobik adalah kerja tubuh yang memerlukan oksigen untuk kelangsungan proses metabolisme energi selama latihan. Sehingga latihan aerobik

Nilai raw accelerometer yang dihasilkan dimana pada dasarnya memiliki (noise) difilter dengan menggunakan low-pass filter dan nilai raw gyroscope yang dihasilkan memiliki

Salah satu teknik ekstraksi ciri yang digunakan dalam program ini adalah menggunakan histogram warna dan citra yang diklasifikasikan adalah citra dengan format warna

Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dan (one-shot) model yaitu model pendekatan yang menggunakan satu kali pengumpulan data dengan cara