Infeksi Menular Seksual Karena Virus
dan
IMS yang Memberikan Gambaran
Urethral/ Vaginal Discharge
Pati Aji Achdiat, dr., SpKK(K)., M.Kes
Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK
UNPAD/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung
Pendidikan
S2 (Strata 2) : Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 2015 Spesialis : Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 2014
Profesi Dokter : Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 2008 S1 (Strata 1) : Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 2006 Pekerjaan
Staf Divisi Infeksi Menular Seksual Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Kulit dan
Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung
Organisasi
Pengurus PERDOSKI, Pengurus IDI Kota Bandung
• Infeksi Menular Seksual Akibat Virus
• Kutil Anogenital
• Moluskum Kontagiosum • Herpes Genitalis
• Infeksi Menular Seksual dengan gambaran discharge
• Uretritis Gonore dan Nongonore • Servisitis Gonore dan Nongonore • Trikomoniasis
Kutil Anogenital
Kutil Anogenital
Proliferasi jinak pada anus dan atau kelamin yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) terutama tipe 6 dan 11,
Patogenesis
Defek epitel/ Mikrolesi
↓
Kontak virus dengan sel epitel basal
↓
Proliferasi virus dalam sel epitel
↓
Faktor Risiko:
- Berganti pasangan
seksual
- Aktivitas seksual usia
dini
- Koinfeksi HIV
- Merokok
- Hormonal
Penularan:
- Kontak seksual
- Nonseksual
Manifestasi Klinis
Morfologi:
1. Tipe kondiloma akuminata
Menyerupai bunga kol
2. Tipe papular
Papul diameter 1-4 mm: berbentuk kubah
3. Tipe keratotik
Lesi berkrusta tebal
4. Tipe flat-topped (papula permukaan rata)
Manifestasi Klinis
Predileksi
Lelaki:
Penis, skrotum, meatus uretra, perianal
Perempuan:
Introitus vagina, vulva, perineum, perianal
Gejala
Pemeriksaan Penunjang
• Acetowhite: tidak spesifik, sensitivitas 22%
• Histopatologis
DIAGNOSIS
Umumnya dapat ditegakkan berdasarkan gambaran
klinis melalui pemeriksaan fisik dengan pencahayaan
yang baik dan kaca pembesar
TATALAKSANA UMUM
Edukasi umum IMS :
• Mengobati sendiri berbahaya
• IMS umumnya ditularkan melalui hubungan seksual • IMS adalah faktor risiko dalam penularan HIV
TATALAKSANA UMUM
• Cara perilaku seksual yang aman yaitu cara “ABCD”:
• A= Abstinence (tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu)
• B= Be faithfull (setia pada pasangan)
• C= Condom (gunakan kondom bila tidak mau melaksanakan A dan B)
TATALAKSANA UMUM
• Tidak dikenal adanya pencegahan primer terhadap IMS dengan obat • Komplikasi IMS dapat membahayakan pasien
TATALAKSANA UMUM
Selain edukasi IMS umum, hal yang perlu disampaikan juga :
• Menjelaskan kepada pasien tentang IMS yang diderita dan obat yang diperlukan. Bila perlu dituliskan secara rinci untuk panduan pasien. • Memberitahu tentang efek samping obat.
• Menjelaskan tentang komplikasi dan akibat lanjutnya • Menganjurkan agar pasien mematuhi pengobatan
TATALAKSANA AWAL
Provider-administered
Pembedahan, trichloroacetic acid 80-90%, krioterapi
Patient-applied modalities
VAKSINASI
KOMPLIKASI
Koinfeksi tipe high-risk: keganasan
Giant condyloma acuminata (Buschke-Lowenstein
Tumor)
PROGNOSIS
MOLUSKUM KONTAGIOSUM
Pati Aji Achdiat, Inne Arline Diana,
Rasmia Rowawi, Dina Fatmasari
MOLUSKUM KONTAGIOSUM
Penyakit kulit akibat infeksi Molluscum contagiosum virus dengan karakteristik berupa papula sewarna kulit atau merah muda,
berbentuk kubah, berukuran diameter 3-5mm, tersebat diskret, dan umbilikasi pada bagian tengahnya membentuk dele.
MOLUSKUM KONTAGIOSUM
Terutama terjadi pada anak Pada orang dewasa:
Timbul pada orang yang aktif secara seksual Kondisi imunosupresi terutama infeksi HIV
Trauma/ kerusakan epidermis ↓
infeksi epidermis ↓
Replikasi virus dalam keratinosit stratum basal ↓
Vakuolisasi, badan moluskum, nukelus terdorong ke bagian perifer lesi ↓
Berdeskuamasi ke dalam lous ↓
Sumber Penularan
Moluskum genital: hubungan seksual
Faktor Risiko
Kelembapan tinggi: tropis
Gangguan pertahanan kulit: dermatitis atopik Imunosupresi: infeksi HIV
Manifestasi Klinis
Inkubasi 1 minggu- 6 bulan (2-3 bulan)
Morfologi
Papula sewarna kulit, menyerupai mutiara, merah muda, berbentuk kubah, ukuran 3-5mm, bagian tengah umbilikasi, imunokompeten < 20 lesi.
Predileksi
Abdomen bawah, atas paha, batang penis
Gejala
Pemeriksaan Khusus
Massa putih di dalam lesi dikeluarkan dengan penekanan,
Pemeriksaan sitologi ari massa putih denga pewarnaan hematoksilin dan eosin atau Giemsa: ditemukan Molluscum bodies/
DIAGNOSIS
Manifestasi yang karakteristik: kubah berumbilikasi
Membantu diagnosis:
Tatalaksana Umum
• Hindari menggaruk kelainan kulit
• Hindari penggunaan handuk bersama
• Hindari mencukur dengan daerah yang terdapat lesi
moluskum.
Tatalaksana Khusus
Destruksi fisik
Kuretase/ enukleasi
Destruksi kimia
RUJUKAN
• Lesi eksema
• Infeksi sekunder
PROGNOSIS
• Self-limiting, bertahan 2 hingga 12 bulan
• Resolusi spontan tanpa jaringan parut
HERPES GENITALIS
HERPES GENITALIS
Penyakit akibat infeksi virus herpes simpleks pada kulit
atau mukosa area genital, dengan karakteristik lesi
berupa vesikel herpetiformis dan dapat mengalami
Penularan
Umumnya melalui hubungan seksual, terutama oleh
virus herpes simpleks-2, meskipun dapat disebabkan
virus herpes simpleks-1
MANIFESTASI KLINIS
Terpapar
↓
3-7 hari
Infeksi primer
Prodromal
Limfadenopati, anoreksia, demam, nyeri lokal,
rasa terbakar
↓
5 hari
MANIFESTASI KLINIS
• Morfologi
Ulkus ,ultipel, bulat/polisiklik, <1cm, dasar erosi,
indurasi (-), eritema, riwayat vesikel.
• Sangat nyeri
• Predileksi
Lelaki
Glans, prepusium, batang penis, perianal, rektum
Perempuan
PEMERIKSAAN KHUSUS
Tzanck Smear
• Sensitivitas 86,36%, spesifisitas 91,30%
• Ditemukan sel epitel bersatu dengan inti banyak: multinucleated
giant cell.
PEMERIKSAAN KHUSUS
Serologis HSV-1 dan HSV-2
• Imunoglobulin M: terdeteksi hari 9-10, bertahan 7-14 hari, hingga 6 minggu
• Immunoglobulin G: terdeteksi hari 21-42, bertahan 21-28 hari, hingga seumur hidup
DIAGNOSIS
• Kasus Klasik:Berdasarkan manifestasi klinis
• Kasus Atipikal
DIAGNOSIS
• Kasus Klasik:Berdasarkan manifestasi klinis
• Kasus Atipikal
Uretritis Gonore dan Nongonore
Uretritis Gonore dan Nongonore
Uretritis: peradangan pada uretra ditandai duh tubuh uretra, apus Gram sekret uretra PMN> 5/lapang pandang besar
Gonore: disebabkan Neisseria gonorrhoeae
Nongonore: Chlamydia trachomatis (D-K), Mycoplasma genitalium, Ureaplasma urealyticum, virus herpes simpleks
FAKTOR RISIKO
• Sosioekonomi-pendidikan rendah
• Tidak menikah
• Berganti pasangan seksual
• Coitarche dini
• Pekerja seks komersial
• Peminum alkohol/ narkotika
• Kondom tidak konsisten
Uretritis Gonore
• Inkubasi 1-14 hari (2-5 hari) • 10% asimtomatik
• Duh tubuh mukopurulen • Dapat disertai eritema dan
edema pada meatus uretra • Disuria>50%
Manifestasi Klinis
Uretritis Nongonore • Inkubasi 1-5 minggu • 50% asimtomatik
• Duh tubuh mucoid-purulen • Dapat disertai eritema dan
edema pada meatus uretra • Disuria minimal
Pemeriksaan Khusus
Apus Gram
• Diplokokus (biji kopi berpasangan) Gram Negatif, intra/ ekstra sel
polymorphonuclear.
• Sel polymorphonuclear > 5/ lapang pandang besar
Kultur Neisseria gonorrhoeae
DIAGNOSIS
Pendekatan mikroskopis
Pendekatan sindrom
RUJUKAN
• Tujuh hari belum perbaikan
Servisitis Gonore dan Nongonore
Servisitis Gonore dan Nongonore
Servisitis: peradangan serviks, ada duh tubuh keluar dari serviks, sel
polymorphonuclear>30/ lapang pandang besar
Servistis gonore: akibat N. gonorrhoeae
Servisiti nongonore: akibat C. trachomotis, virus herpes simpleks,
FAKTOR RISIKO
• Coitarche muda
• Tidak konsisten menggunakan kondom • Pasangan seksual multiple
• Pekerja seks
• Pengguna obat terlarang • Pasien terinfeksi HIV
Servisitis Gonore
• Inkubasi 10 hari (2-5 hari) • Asimptomatik
• Duh tubuh vagina • Disuria
• Perdarahan intramenstrual
Manifestasi Klinis
Servisitis Nongonore
• Sebagian besar asimtomatik • Duh tubuh mupurulen
• Perdarahan post-coitus / intramestrual
PEMERIKSAAN KHUSUS
Pemeriksaan Menggunakan Spekulum
• Duh tubuh serviks
• Mukosa serviks eritema dan edema
Pemeriksaan Gram Apus Serviks
• Diplokokus Gram negatif intraseluler/ ekstraseluler • Sel polymorphonuclear >30/ lapang pandang besar
DIAGNOSIS
Pendekatan Inspekulo dan Mikroskop
Pendekatan Inspekulo
Trikomoniasis
Pati Aji Achdiat, Rasmia Rowawi, Vina Feriza, Irma
Fakhrosa
Trikomoniasis
Infeksi parasit Trichomonas vaginalis, dengan
karakteristik duh tubuh berbusa, meskipun sebagian
besar asimtomatik
FAKTOR RISIKO
Kontak seksual
Perempuan
80% asimtomatik
Duh tubuh kuning kehijauan berbusa
Bintik perdarahan pada serviks (strawberry cervix) < 5% kasus
MANIFESTASI KLINIS
Lelaki
Asimtomatis
Gejala sesuai gejala uretritis, bersamaan IMS lain.