• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Drug Related Problems (DRP) Penderita Diabetes Melitus dengan Hipertensi Rawat Inap Di RSSI RAmsay se Juli 2008-Juni 2009 - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Drug Related Problems (DRP) Penderita Diabetes Melitus dengan Hipertensi Rawat Inap Di RSSI RAmsay se Juli 2008-Juni 2009 - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

iii

ANALISIS DRUGRELATEDPROBLEMS(DRP)

PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SURABAYA INTERNATIONAL

“ RAMSAY “ SELAMA JULI 2008 - JUNI 2009

Fanny Kiong, 2010

Pembimbing : (I) Endang Wahjuningsih

(II) Fauna Herawati

ABSTRAK

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang memiliki berbagai komplikasi. Hipertensi (HT) merupakan salah satu komplikasi yang berisiko tinggi. Terapi (obat) yang diberikan bisa berjumlah banyak (polifarmasi), sehingga penanganan terapinya memerlukan ketelitian yang lebih. Kekurang- telitian akan menyebabkan permasalahan tersendiri pada obat-obat tersebut, muncul istilah Drug Related Problems (DRP) atau masalah-masalah yang terkait dengan obat. Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan. Penelitian dilakukan secara retrospektif pada data rekam medis (RM) penderita DM dengan HT rawat inap di RSSI ”Ramsay” selama bulan Juli 2008 sampai dengan Juni 2009. Terlebihi dahulu dilakukan penjaringan data RM yang sesuai kriteria penelitian kemudian data diolah sesuai parameter-parameter yang ada secara deskriptif. Sebanyak 103 sampel diteliti, ditemukan 51 sampel memiliki DRP dan untuk jumlah DRP yang terjadi sebanyak 57 DRP. Kategori DRP yang didapat adalah pilihan obat yang kurang tepat sebanyak 78,95% dari 45 kejadian DRP, indikasi tanpa terapi (17,54%) dan duplikasi obat (3,51%), sedangkan pilihan bentuk sediaan yang kurang tepat, kontraindikasi obat, dan terapi tanpa indikasi tidak ditemukan. Melihat dari data banyaknya kasus yang terjadi, maka peranan farmasis dalam menghindarkan pasien dari DRP mutlak diperlukan. Hal ini merupakan satu komitmen kerjasama antar tenaga kesehatan klinis lainnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasien di rumah sakit, khususnya mereka yang memiliki penyakit DM dengan HT.

Kata Kunci : Diabetes melitus (DM), Hipertensi (HT), Drug Related Problems

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka hipotesis penelitian ini adalah terjadi DRPs kategori indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, obat salah, dosis obat kurang, dosis

yang tidak diharapkan dari pengalaman pasien atau diduga akibat terapi obat.. sehingga potensial mengganggu keberhasilan penyembuhan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui DRPs yang terjadi pada pasien DBD meliputi obat salah, dosis kurang, dosis lebih, terapi tanpa indikasi, indikasi

Mengetahui pola pengobatan meliputi kelas terapi, golongan, dan jenis obat, pada pengobatan pasien stroke iskemik di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta

Dalam penggunaan antipiretik dan antiemetik, DRP yang paling banyak ditemukan adalah ketidaktepatan pemberian dosis obat, sebanyak 4 pasien (28,6%), diikuti oleh

Penyebab DRP yang berkaitan dengan cara pasien mendapat obat dari tenaga kesehatan profesional, terlepas dari instruksi dosis yang tepat (pada

Data yang digunakan untuk analisis pasien yang potensial mengalami terapi obat tidak perlu (penggunaan obat tanpa indikasi) dilihat dari standar acuan WHO kemudian dicocokan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian DRPs meliputi masalah pemilihan obat, masalah pemberian dosis obat, masalah pemberian atau penggunaan