PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN TERHADAP
MANAJEMEN LABA (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK
INDONESIA)
Anastasya Limena
Universitas Atma Jaya Makassar
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aset pajak tangguhan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Adapun penelitian ini mengambil sampel dari 143 perusahaan dari periode tahun 2010 – 2015. Nilai yang digunakan sebagai sampel adalah aset pajak tangguhan bersih dan saldo laba. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 24 untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan independen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima karena aset pajak tangguhan berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba.
PENDAHULUAN
Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang – Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar – besarnya kemakmuran rakyat (Undang – Undang Nomor 6 tahun 1983 pasal 1 ayat 1). Pajak tangguhan pada prinsipnya merupakan dampak PPh di masa yang akan datang yang disebabkan oleh perbedaan temporer (waktu) antara perlakuan akuntansi dan perpajakan serta kerugian fiskal yang masih dapat dikompensasikan di masa datang (tax loss carry forward) yang perlu disajikan dalam laporan keuangan dalam suatu periode tertentu. Aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya :
1. Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan;
2. Akumulasi rugi pajak belum dikompensasi;
3. Akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan;
Sedangkan manajemen laba merupakan upaya untuk mengubah, menyembunyikan, dan merekayasa angka – angka dalam laporan keuangan dan mempermainkan metode dan prosedur akuntansi yang digunakan perusahaan (Sri Sulityanto,2008). Praktik seperti ini dilakukan oleh perusahaan dengan beberapa alasan, salah satunya adalah untuk mengurangi pembayaran pajak dengan melaporkan laba yang rendah. Namun di sisi lain, perusahaan juga perlu untuk menyajikan kinerja keuangan yang baik untuk menarik para investor. Maka setiap tahunnya perusahaan akan membuat dua versi yaitu laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi bertema umum dan laporan keuangan yang dihitung berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Penelitian mengenai beban pajak tangguhan di Indonesia dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain yang dilakukan oleh Subagyo, Oktavia, Mariana (2011) menunjukkan bahwa beban pajak tanggungan tahun 2007 berpengaruh negatif terhadap manajemen laba,
laba, beban pajak tanggungan dan discretionary accrual pada tahun 2009 tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Penelitian yang dilakukan oleh Ulfa (2013) menunjukkan bahwa beban pajak tanggungan berpengaruh positif terhadap manajemen laba, perencanaan pajak berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Dikarenakan pengujian oleh beberapa peneliti di atas ada yang berpengaruh signifikan dan ada pula yang tidak berpengaruh secara signifikan, maka saya tertarik untuk menguji kembali variabel aset pajak tangguhan dan manajemen saldo laba.
TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Pajak tangguhan adalah saldo akun di neraca sebagai manfaat pajak yang jumlahnya merupakan jumlah estimasi yang akan dipulihkan dalam periode yang akan datang sebagai akibat adanya perbedaan sementara antara standar akuntansi keuangan dengan peraturan perpajakan dan akibat adanya saldo kerugian yang dapat dikompensasi pada periode mendatang menurut PSAK No.46 (IAI, 2009: 8). Menurut Zain (2007:194) kewajiban pajak tangguhan maupun aset pajak tangguhan dapat terjadi dalam hal – hal sebagai berikut :
1. Apabila penghasilan sebelum pajak (Pretax Accounting Income) lebih besar dari penghasilan kena pajak (Taxible Income), maka beban pajak (Tax Expense) akan lebih besar dari pajak terutang (Tax Payable), sehingga akan menghasilkan Kewajiban Pajak Tangguhan (Deferred Taxes Liability). Kewajiban pajak tangguhan dapat dihitung dengan mengalikan perbedaan temporer dengan tarif pajak yang berlaku.
2. Sebaliknya apabila penghasilan sebelum pajak lebih kecil dari penghasilan kena pajak, maka beban pajak juga lebih kecil dari pajak terutang, sehingga akan menghasilkan Aset Pajak Tangguhan. Aktiva pajak tangguhan sama dengan perbedaan temporer dengan tarif pajak pada saat perbedaan tersebut terpulihkan.
melalui pengolahan pendapatan atau keuntungan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan atau manfaat tertentu bagi bagi manajer maupun perusahaan yang dilandasi oleh faktor ekonomi. Menurut John, Subramanyam dan Halsey (2005:118) manajemen laba merupakan hasil akuntansi akrual yang paling bermasalah. Penggunaan dan penilaian dan estimasi dalam akuntansi akrual mengizinkan manajer untuk menggunakan informasi dalam dan pengalaman mereka untuk menambah kegunaan angka akuntansi.
H : Aset pajak tangguhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba
METODE PENELITIAN
1. SAMPEL DAN POPULASI
Populasi dari penelitian ini diambil dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 – 2015. Peneliti mengambil informasi data perusahaan ini dari
www.idx.co.id karena laporan keuangan yang ditampilkan terbuka untuk umum dan mudah untuk ditemukan. Kriteria perusahaan yang dijadikan sampel penelitian adalah perusahaan manufaktur yang memiliki akun aset pajak tangguhan dan saldo laba pada laporan keuangan pada tahun 2010 – 2015.
2. PENGUKURAN VARIABEL DAN METODE PENELITIAN
Variabel independen di sini adalah jumlah aset pajak tangguhan pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Sedangkan variabel dependennya adalah jumlah saldo laba pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 24 untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan independen.
Setelah menguji hubungan antara aset pajak tangguhan dengan saldo laba, berikut adalah hasil yang ditemukan :
a. Model Summary
Dari data di bawah ini, ditemukan nilai R Square sebesar ,619 yang berarti bahwa sebesar 61,9% variabel aset pajak tangguhan berpengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan selisihnya sebesar 39,1% manajemen laba dipengaruhi oleh faktor lain.
b. Annova
Dari data di bawah ini, ditemukan data Sig = ,000 di mana jika Sig lebih kecil dari 0,05 ( < 0,05) berarti bahwa variabel memiliki pengaruh yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa aset pajak tangguhan berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen saldo laba.
c. Coefficient
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa aset pajak tangguhan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. Hal ini memungkinkan terjadinya praktik manajemen laba apabila terjadi peningkatan pada jumlah aset pajak tangguhan.
2. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti menyarankan untuk menambah jangka waktu pengumpulan data dan penelitian untuk menambah keakuratan hasil pengujian. Dan untuk para pembaca yang ingin menggunakan data penelitian ini untuk kiranya mempertimbangkan bahwa penelitian ini dilakukan hanya dalam jangka waktu beberapa bulan saja, sehingga sangat memungkinkan terjadinya ketidakakuratan maupun kesalahan pengambilan data.
3. KETERBATASAN PENELITIAN
Keterbatasan dalam penelitian ini menyangkut beberapa hal, yaitu
a. Jangka waktu penelitian yang hanya dilakukan dalam beberapa bulan saja sehingga keakuratan data menjadi sangat rendah.
b. Referensi yang diambil kebanyakan berasal dari internet sehingga tidak menjamin kebenaran teori.
DAFTAR PUSTAKA
Asri, Marselinus. 2017. Pengaruh Konservatisma Akuntansi terhadap Kualitas Laba dimoderasi Good Corporate Governace. Artikel. www.academia.edu diakses pada tanggal 14 Juli 2017. Mardiasmo. (2016). Perpajakan .Yogyakarta : Andi Yogyakarta
Sulistyanto, H. Sri. (2008). Manajemen Laba, Teori dan Model Empiris. Jakarta : Grasindo
Ulfah, Yana. Pengaruh Beban Pajak Tangguhandan Perencanaan Pajak terhadap Praktik Manajemen Laba. Universitas Mulawarman Samarinda. Prosiding Simposium Nasional Perpajakan 4
Zain, Mohammad. (2007). Manajemen Perpajakan. Jakarta : Salemba Empat, Edisi Ketiga
LAMPIRAN
No .
Kode Perusahaa
n
Nama Perusahaan
1 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 2 SMBR Semen Baturaja Persero Tbk
3 SMCB Holcim Indonesia Tbk d.h Semen Cibinong Tbk 4 SMGR Semen Indonesia Tbk d.h Semen Gresik Tbk 5 WTON Wijaya Karya Beton Tbk
6 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk 7 ARNA Arwana Citra Mulia Tbk
8 IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk 9 KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk 10 MLIA Mulia Industrindo Tbk
13 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 14 BAJA Saranacentral Bajatama Tbk
15 BTON Beton Jaya Manunggal Tbk 16 CTBN Citra Turbindo Tbk
17 GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 18 INAI Indal Aluminium Industry Tbk 19 ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk 20 JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk 21 JPRS Jaya Pari Steel Tbk
22 KRAS Krakatau Steel Tbk 23 LION Lion Metal Works Tbk 24 LMSH Lionmesh Prima Tbk 25 NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 26 PICO Pelangi Indah Canindo Tbk 27 TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk 28 BRPT Barito Pasific Tbk
29 BUDI Budi Starch and Sweetener Tbk d.h Budi Acid Jaya Tbk 30 DPNS Duta Pertiwi Nusantara
31 EKAD Ekadharma International Tbk 32 ETWA Eterindo Wahanatama Tbk 33 INCI Intan Wijaya International Tbk 34 SOBI Sorini Agro Asia Corporindo Tbk 35 SRSN Indo Acitama Tbk
36 TPIA Chandra Asri Petrochemical 37 UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk 38 AKKU Alam Karya Unggul Tbk
39 AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk 40 APLI Asiaplast Industries Tbk
41 BRNA Berlina Tbk
42 FPNI
Lotte Chemical Titan Tbk d.h Titan Kimia Nusantara Tbk d.h Fatra
43 IGAR Champion Pasific Indonesia Tbk d.h Kageo Igar Jaya Tbk 44 IMPC Impack Pratama Industri Tbk
45 IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk 46 SIAP Sekawan Intipratama Tbk
47 SIMA Siwani Makmur Tbk 48 TALF Tunas Alfin Tbk 49 TRST Trias Sentosa Tbk
54 SIPD Siearad Produce Tbk
55 SULI SLJ Global Tbk d.h Sumalindo Lestari Jaya Tbk 56 TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk
57 ALDO Alkindo Naratama Tbk
58 DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk 59 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk
60 INKP Indah Kiat Pulp & paper Tbk 61 INRU Toba Pulp Lestari Tbk
62 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
63 KDSI
Kedaung Setia Industrial Tbk pindah dari sub sektor peralatan
64 SPMA Suparma Tbk
65 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
66 AMIN Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk baru IPO 10-Des-2015 67 KRAH Grand Kartech Tbk
68 ASII Astra International Tbk 69 AUTO Astra Auto Part Tbk
70 BOLT Garuda Metalindo Tbk )baru IPO 07-Jul-2015 71 BRAM Indo Kordsa Tbk d.h Branta Mulia Tbk 72 GDYR Goodyear Indonesia Tbk
73 GJTL Gajah Tunggal Tbk
74 IMAS Indomobil Sukses International Tbk 75 INDS Indospring Tbk
76 LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk d.h Lippo Enterprises Tbk 77 MASA Multistrada Arah Sarana Tbk
78 NIPS Nippres Tbk
79 PRAS Prima alloy steel Universal Tbk 80 SMSM Selamat Sempurna Tbk
81 ADMG Polychem Indonesia Tbk 82 ARGO Argo Pantes Tbk
83 CNTX Centex Tbk 84 ERTX Eratex Djaya Tbk
85 ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk
86 HDTX Panasia Indo Resources Tbk d.h Panasia Indosyntec Tbk 87 INDR Indo Rama Synthetic Tbk
88 MYTX Apac Citra Centertex Tbk 89 PBRX Pan Brothers Tbk
90 POLY Asia Pasific Fibers Tbk d.h Polysindo Eka Persada Tbk 91 RICY Ricky Putra Globalindo Tbk
95 SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk 96 TRIS Trisula International Tbk
97 UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk 98 BATA Sepatu Bata Tbk
99 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk 100 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk
101 JECC Jembo Cable Company Tbk 102 KBLI KMI Wire and Cable Tbk 103 KBLM Kabelindo Murni Tbk
104 SCCO Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk 105 VOKS Voksel Electric Tbk
106 PTSN Sat Nusa Persada Tbk
107 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 108 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
109 CEKA Cahaya Kalbar Tbk 110 DLTA Delta Djakarta Tbk
111 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 112 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 113 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 114 MYOR Mayora Indah Tbk
115 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk 116 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk 117 SKBM Sekar Bumi Tbk
118 SKLT Sekar Laut Tbk 119 STTP Siantar Top Tbk
120 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk 121 GGRM Gudang Garam Tbk
122 HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 123 RMBA Bentoel International Investama Tbk 124 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk
125 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk 126 INAF Indofarma Tbk
127 KAEF Kimia Farma Tbk 128 KLBF Kalbe Farma Tbk 129 MERK Merck Tbk
130 PYFA Pyridam Farma Tbk
131 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk
132 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
133
SQBI &
SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk 134 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk
Tbk baru pindah sektor.
136 KINO Kino Indonesia Tbk baru IPO 11-Des-2015. 137 MBTO Martina Berto Tbk
138 MRAT Mustika Ratu Tbk 139 TCID Mandom Indonesia Tbk 140 UNVR Unilever Indonesia Tbk 141 CINT Chitose Internasional Tbk 142 KICI Kedaung Indag Can Tbk