ARTIKEL
Sistem informasi Manajemen Pemesanan Dan Penjualan pada Distro Pots Mets Pop
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia
Mochamad Nizar Mubarok 10514106
[email protected] KW-2
Abstract
At present time, information technology facilities business very well. The eases provided by technology will attract many consumers. However, a middle level company such as Distro Pot Meets
Popis rarely found providing neither the ease of shopping or online ordering service, therefore, web based system is needed by Distro Pot Meets Pop company in order to facilitate the owner and the
admin to manage the sale, service and marketing and the costumer’s shopping Sistem Informasi Manajemen Penjualan dan Pemasaran Distro Pot Meets Pop is a webbased applicaton made using
PHP program languange in scope of framework code Igniter aand basic data of MySQL. The development method used to waterfall method. Information System modeling in application plan was
built using UML modeling.
The result of the application plan is a web based application that can manage data in Distro Pot Meets Pop such as product and order.
I. Pendahuluan
Pengolahan data transaksi penjualan dan mempermudah perusahaan untuk memanage data produk maupun data pemesanan, merupakan hal pokok yang dapat melandasi dibuatnya sistem informasi pada Distro Pot Meets Pop ini, sistem informasi ini
menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Keuntungan
selanjutnya adalah bagi pihak perusahaan yang ada. Keuntungan selanjutnya adalah bagi pihak perusahaan, dengan diterapkannya sistem ini adalah untuk pengelolaan data lebih mudah, baik itu dari produknya sendiri, dan data pemesanannya, selain itu dengan sistem informasi ini dibuat adalah untuk menarik minat konsumen lebih banyak lagi.
Profil Objek Penelitian
Pot Meets Pop Denim adalah merek denim Indonesia yang didirikan pada akhir tahun 2008 di Bandung Indonesia. Denim Pot Meets Pop pertama kali diluncurkan ke pasar pada bulan Maret 2009. Banyak ulasan yang datang dari media lokal & internasional sejak saat itu. Dari peluncuran pertama, Pot Meets Pop telah bekerja sama dengan beberapa nama besar dalam industri kreatif lokal. Pot Meets Pop juga mendukung beberapa musisi, pengendara fixie, pemain skateboard, & acara underground lainya. Sekarang, denim Pot
Meets Pop didistribusikan di seluruh kota besar di Indonesia, dan masuk pasar luar negeri. Pot Meets Pop tidak akan berhenti hanya sampai titik ini, Pot Meets Pop ingin terus berkembang lebih besar dengan memiliki 2 jenis pangsa pasar yang lain dan setiap jenisnya terkonsentrasi pada pasar tertentu yang Pot Meets Pop targetkan, seperti Pot Meets Pop XOXO
Pot Meets Pop meluncurkan jenis baru untuk perempuan yang disebut "Pot Meets Pop XOXO". Koleksi ini adalah jenis koleksi yang lebih berkelas, elegan, dewasa serta memiliki potongan yang sederhana. Pot Meets Pop XOXO dirancang agar sesuai dengan ukuran yang lebih berbentuk yang dapat
menyesuaikan pinggang yang tinggi untuk rasio pinggul perempuan.
Dan yang terbaru dari Pot Meets Pop adalah "PMP overall". Tujuan utama dari PMP overall ini adalah untuk melayani kebutuhan pecinta denim dari sepasang celana jeans. Pot Meets Pop memberikan konsumen bahan terbaik yang dipilih, dan selektif terhadap detail. PMP Overall ini diproduksi dalam jumlah terbatas, Pot Meets Pop juga
menggunakan tepi tenunan yg dianyam yang denimnya berasal dari Jepang dan Amerika. Dan Pot Meets Pop mulai menggunakan bahan kulit yang berkualitas tinggi.
Gambar 1 Logo Pot Meets Pop
Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara distro Pots Meets Pop tidak kalah bersaing dengan brand lain? 2. Bagaimana peran promosi
terhadap bisnis distro yang kian banyak akhir akhir ini? 3. Bagaimana peran iklan
terhadap perkembangan bisnis online yang ada?
Tujuan
1. Mengetahui bagaimana cara memanfaatkan sistem
informasi bekerja dengan baik .
2. Menjelaskan bagaimana perusahaan ini menggunakan Internet untuk memaksimalkan usahanya.
3. Mengetahui peranan Internet di dunia bisnis online
II. Landasan Teori A. Sistem Informasi
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
a.Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. b.Sekumpulan prosedur organisasi yang
pada saat dilaksanakan akan
memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk
mengendalikan organisasi.
c.Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
dalam berbagai jenis. Anggota organisasi adalah pemakai informasi yang dihasilkan sistem tersebut termasuk manajer yang bertanggung atas pengalokasian sumber daya untuk pengembangan dan pengoperasian perusahaan. (Bin Ladjamudin, Al-Bahra, 2005).
III. Perancangan Sistem
1. Tahapan perancangan sistem memiliki tujuan untuk mendesign sistem yang baru dan dapat menyelesaikan masalah yang akan dihadapi perusahaan. SDLC (Software Development Live Cycle) adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model yang akan digunakan orang untuk
mengembangkan sistem perangkat lunak sebelumnya. Model yang digunakan saat ini adalah model waterfall, waterfall ini terdiri dari 5 bagian yang meliouti analisis kebutuhan, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaannya.
2. Analisis kebutuhan
Tahapan analisis kebutuhan dilakukan untuk menspesifikasi kebutuhan perangkat lunak dimana dapat dipahami perangkat seperti apa yang diinginkan user itu sendiri dan mengubah kedalam sebuah deskripsi yang lengkap serta jelas.
a) Kebutuhan pengguna
Setelah mendeskripsikan tahapan kerja dan disertai informasi serta kendala apa saja yang ada, didapatkan kebutuhan untuk kemudahan mengatur data pada distro Pot Meets Pop.
Kebutuhan tersebut itu meliputi :
• Mengelola data pemesanan
• Mengelola data produk
• Mengelola data member
• Mengelola laporan penjualan
b) Aktor yang terlibat
Terdapat beberapa aktor yang terlibat dalam pembuatan aplikasi ini, dimana yaitu seperti :
• Kepala Admin Kepala admin memiliki tugas untuk mengelola data akun, terdiri dari mencari data akun, menambah akun, menghapus data akun, mengubah data akun.
• Admin
data produk, data pesanan, data lapora penjualan.
3.Desain
Tahap perancangan / desain perangkat lunak merupakan proses untuk memulai langkah dan berfokus pada beberapa atribut perangkat lunak. Proses ini berdasarkan dari analisa sebelumnya sehingga menciptakan sebuah rancangan yang sesuai dengan kebutuhan dan apa yang kita inginkan dari pihak terkait. Dalam perancangan perangkat lunak ini, digunakan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk pemodelan basis data dan UML untuk pemodelan perangkat lunak.
1. ERD
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah salah satu metode pemodelan data yang digunakan untuk
menggambarkan suatu basis data.
Setelah perancangan sistem aplikasi selesai perusahaan memanfaatkan sistem informasi lain seperti media sosial contohnya yang sekarang ini banyak diakses adalah instagram karena banyaknya fasilitas yang disediakan oleh instagram ini banyak perusahaan dari kalangan kecil menengah juga besar banyak mengiklankan produk yang mereka jual seperti juga produk yang dijual oleh distro Pot Meets Pop menggunakan sosial media instagram untuk mempromosikan produk atau dislon yang ditawarkan. Media ini dapat dijadikan
media visual sebagai pemancing keputusan pembelian.
Gambar II konten yang disediakan instagram 2017
Sumber : jasaallsosmed.co.id
Dengan adanya fenomena terus meningkatnya penggunaan media sosial Instagram yang banyak dijadikan media advertising dan terus meningkatnya jumlah pengguna aktif
Gambar III Top
Active Social
Media Platforms
Sumber: we are social, 2016
Gambar V diskon yang ditawarkan melalui media sosial Instagram Sumber: Instagram Distro Pot Meets Pop (2017)
Dari gambar dapat dilihat tampilan dari diskon yang ditawarkan oleh distro Pot Meets pop melalui media sosial Instagram. Dalam
tampilan tersebut Pot Meets Pop mencatumkan gambar produk berupa informasi tentang potongan harga yang akan diberikan pada bulan-bulan tertentu dan juga beberapa informasi tentang produk yang akan mendapatkan potongan harga/diskon.
IV. Implementasi Dan Pengujian
Tahapan ini mengimplementasikan hasil dari rencana perancangan sebelumnya.
Gambar 8 merupakan contoh implementasi pada tabel kategori
Gambar IV Implementasi tabel kategori
Implementasi tabel yang lain ditunjukkan oleh gambar 9 sampai dengan gambar 20.
Gambar VI Implementasi tabel inboxe
Gambar VIII Implementasi tabel order
Gambar IX Implementasi tabel order
Gambar X Implementasi tabel product
Gambar 14 Implementasi tabel profile
Gambar XI Implementasi tabel sess_recovery
Gambar XII Implementasi tabel slide
Gambar XIII implementasi tabel users
B. Implementasi Antarmuka
Berikut ini merupakan antarmuka yang dimiliki
Aplikasi Manajemen Distro Pot Meets Pop
1.Halaman Login
Berisi form untuk melakukan login ke aplikasi dengan memasukkan username dan password, tampilan seperti pada gambar 19.
Gambar 20 Halaman Login
2.Halaman Super Admin
Berisi halaman dari Kepala admin, tampilan seperti pada Gambar 20.
Gambar 20 Halaman Super Admin
3.Halaman Admin
Berisi halaman dari admin, tampilan seperti pada Gambar 21.
Gambar Halaman Master DPL
Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang didapat dalam pembahasannya yaitu aplikasi ini mempunyai 2 user yaitu kepala admin dan admin, aplikasi ini mempunyai fitur untuk melihat laporan penjualan berdasarkan tanggal, baik itu berbentuk tabel dalam sistem maupun ekspor kedalam bentuk excel. Kepala admin
mempunyai wewenang untuk mengelola data akun, admin bertugas untuk mengelola data produk dan data pesanan, aplikasi ini dapat melakukan fungsi pemesanan dan konfirmasi pembayaran secara online.
VI. Daftar Pustaka
[1] Soegoto, Eddy Soeryanto.
Entrepreneurship: Menjadi Pebisnis Ulung. Elex Media Komputindo, 2009.
[2] Rogers, Everett M. "Communication Technology: The New Media in Society." (1986).
[5] Septian, Gungun. Trik Pintar Menguasai CodeIgniter, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2011.
[6] Sutanta, Edhy, Sistem Informasi
Manajemen, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2003. [7] Hirin A.M dan Virgi., Cepat Mahir Pemrograman Web dengan PHP dan MySQL, Prestasi
Pustakaraya, Jakarta, 2011.
[8] Leffingwell, Dean and DonWidrig 2003, Managing Software Requirements: A Use Case Approach : Second Edition, Addison Wesley, United States of America.
[9] Whitten, Jeffrey L. 2004, Metode Desain dan Analisis Sistem, Andi Offset,
Yogyakarta.Purwanto, Yudhi 2001,
Pemrograman Web dengan PHP, Elex Media Komputindo, Jakarta.
[10] Saputra, Reza 2009, Perancangan
Aplikasi E-Commerce pada Toko Palapa Sport , Diakses 3 September 2012, dari
http://www.mercubuana.ac.id
[11] Sidik, Betha 2012, Pemrograman Web dengan PHP : Edisi Revisi, Informatika, Bandung.
[12] Suprianto, Dodit 2008, Buku Pintar Pemrograman PHP : Edisi ke-1, Oase Media, Bandung.
[13] Sutarman, Sutarman 2003, Membangun Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL, Graha Ilmu, Jakarta.