• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Penyesuaian Diri dan Sosialisa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perbedaan Penyesuaian Diri dan Sosialisa"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Perbedaan Penyesuaian Diri dan Sosialisasi

- Penyesuaian diri adalah suatu proses yang mencakup respon mental dan tingkah laku, dimana individu berusaha untuk dapat berhasil mengatasi kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, konflik-konflik, dan frustrasi yang dialaminya, sehingga terwujud tingkat keselarasan atau harmoni antara tuntutan dari dalam diri dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan dimana ia tinggal.

- Sosialisasi adalah proses belajar mengajar mengenai pola-pola tindakan interaksi dalam masyarakat sesuai dengan peran dan status sosial yang dijalankan masing-masing, yaitu individu akan mengetahui dan menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran status masing-masing dan kebudayaan suatu masyarakat.

Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, penyesuaian diri merupakan proses manusia yang menyesuaikan dengan lingkungan baru, sehingga harus mempelajari budaya-budaya yang ada di sekitarnya, sedangkan sosialisasi merupakan proses penyampaian pesan yang ditujukan pada khalayak banyak dan dapat mempengaruhi target kita agar tertarik dengan apa yang kita sampaikan sesuai dengan budaya di daerah sekitar.

Jadi, dapat dikatakan bahwa penyesuaian diri merupakan salah satu proses dari sosialisasi.

Terima Kasih

MUHAMMAD FARIED ZAKARIA

Referensi

Dokumen terkait

Peran penting yang mempengaruhi kedua partisipan dalam menyesuaikan diri dengan baik adalah dukungan dari teman sebaya, teman kerja, keluarga dan lingkungan sekitar

Cara penyesuaian diri di lingkungan kerja dilakukan oleh subjek kedua dengan cara introspeksi diri, subjek mampu melihat kenyataan bahwa dirinya tuli, mampu mengatasi

Kedua, diperoleh hasil penyesuaian diri mantan PSK dalam bentuk penyesuaian diri positif yaitu tidak menunjukkan ketegangan emosi subjek tidak pernah membalas

Dari uraian-uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa pensiunan guru perempuan lebih mudah menyesuaikan diri pada masa pensiun sehingga pensiunan guru perempuan memiliki

Sumbangan efektif penyesuaian diri sebesar 8,7% terhadap school well-being, Penelitian ini makin menegaskan bahwa individu yang memiliki rasa optimis akan mampu menyesuaikan

Di dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa baru, mahasiswa dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru dimasukinya. Kemampuan ini diperlukan untuk

Korelasi antara kemampuan penyesuaian diri dengan keyakinan diri mahasiswa diperkuat oleh pendapat Klasen (2004), penyesuaian diri dengan lingkungan

Sebagai individu yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, maka seseorang tidak bisa terlepas dari proses penyesuaian diri, seperti penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar,