PENGANTAR
Statistika
: Defnisi & Tujuan
Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan
pengumpulan,
pengolahan,
presentasi (deskritif), dan interpretasi (inferensi) data
Secara ilmiah dalam kerangka proses
pengambilan keputusan yang berkaitan
dengan adanya ketidakpastian (resiko)
dan variasi.
Statistika
Deskriptif vs
Inferensi
Statistika deskriptif
digunakan apabila
peneliti hanya bertujuan mendapatkan
ringkasan data
yang dimilikinya. Ringkasan ini
meliputi lokasi pemusatan data, variabilitas
data, dan karakteristik umum distribusi data.
Statistika inferensi
digunakan apabila peneliti
Statistik Deskriptif Collect Organize Summarize Display Analyze 5
Statistika
Deskriptif vs
Inferensi
Statistik Inferensi
- Memperkirakan dan meramalkan nilai parameter populasi - Menguji hipotesis tentang nilai
Statistika Inferensi
•
Statistika inferensi:– Menduga dan meramalkan (estimasi) nilai parameter populasi...
– Menguji hipotesis nilai parameter populasi...
– Mengambil keputusan...
Berdasarkan statistik sampel yang diambil dari sejumlah terbatas (tidak lengkap)
informasi sampel
Melakukan
generalisasi terhadap populasi...
Melakukan
generalisasi terhadap populasi...
Observasi pada sebagian populasi
Populasi vs Sampel
Oleh karenanya, lingkup ‘data’ dapat
dikategorikan sebagai:
populasi
merupakan kumpulan semua
individu dari jenis objek yang menjadi
perhatian penelitian, dan
sampel
adalah bagian dari populasi yang
dapat dikumpulkan oleh peneliti (sebatas
kemampuannya dalam melakukan
pengumpulan data).
Besaran populasi disebut parameter, sedangkan
besaran sampel disebut statistik.
Statistik sebagai estimator parameter
Estimator adalah statistik yang digunakan untuk mengestimasi parameter populasi.
Estimasi dari sebuah parameter adalah nilai numerik tertentu (dari statistik sampel) yang diperoleh melalui sampling.
Titik estimasi adalah sebuah nilai yang digunakan untuk mengestimasi sebuah parameter populasi.
o Statistik adalah
ukuran karakteristik sampel.
o Parameter populasi
adalah ukuran
karakteristik populasi.
Distribusi dan rata-rata
9 X
X X
X X
X X
X X X
X X X
X X X X
X
Rata-rata populasi ()
Titik sampel
Distribusi frekuensi populasi
Sample mean ( )X
Proses Sampling & Inferensi
Kaitan populasi dan sampel, serta proses sampling, proses inferensi & statistika deskriptif:
Populasi
Sampel
Sampling
Inferensi
Proses Sampling & Inferensi
Dapat disimpulkan bahwa statistika berkaitan
dengan proses pengambilan sampel (sampling) sehingga dapat dilakukan penyajian dan
peringkasan data (statistika deskriptif) atau lebih jauh lagi dilakukan pendugaan dan
pengujian nilai parameter populasi (statistika inferensi).
Sensus vs Sampling
Sampel Random Sederhana
Sampling dari populasi dilakukan secara
random, sedemikian sehingga setiap sampel
berukuran sama (n) memiliki kesempatan
yang sama untuk diambil atau dipilih
Sebuah sampel yang diambil dengan cara
tersebut disebut sebuah sampel random
sederhana atau sample random.
Pengambilan Sampel
Pada statistika inferensi, pengambilan
sampel menentukan hasil inferensi.
Idealnya sampel diambil secara
random
.
Pengambilan sampel yang tidak tepat
Pengambilan Sampel
Setiap data sampel yang diambil dapat
mencakup:
Nilai sebenarnya (
true value
),
Kesalahan sistematis, dan
Kesalahan acak (random).
Data sampel =
true value
+ kesalahan sistematis
+ kesalahan acak
Pengambilan Sampel
Data sampel = true value
+ kesalahan sistematis + kesalahan acak
Statistika membantu peneliti untuk
Pengambilan Sampel
Data sampel selalu mengandung kesalahan
karena adanya “ketidak-pastian (error)”,
Ekspektasi [error] = variansi + (bias)
2
Variansi (kesalahan acak) berkaitan dengan
masalah kepresisian.
Bias (kesalahan sistematis) berkaitan dengan
masalah akurasi.
Presisi
ukuran seberapa jauh suatu tools
memberi hasil yang konsisten
variasi
data coeficient standard error/koefsien
kesalahan baku
Akurasi: seberapa tepat suatu tools
mengukur apa yang seharusnya diukur
jarak yang diukur dari target
ketepatan
menentukan sample dalam
Representative sample
Sample yang sebesar mungkin mewakili
karakteristik populasi dikatakan sebagai
representative sample
.
Besarnya dugaan keterwakilan populasi dalam
sampel dinyatakan dengan (1-
α
).
Notasi
α
selanjutnya disebut:
tingkat keyakinan
(
confdence
) dalam
melakukan pendugaan atau estimasi, dan
tingkat pembedaan
(
signifcance
) dalam
melakukan pengujian hipotesis nilai
parameter populasi (juga dikenal sebagai
kesalahan tipe pertama).
Statistika dan permasalahannya
Kecil kemungkinan karakteristik sampel
persis sama
dengan karakteristik populasi.
Teori probabilitas
membantu kita dalam
melakukan penarikan kesimpulan atas
Statistika dan permasalahannya
Peran statistika dan teori probabilitas dalam proses
deduksi dan induksi:
Hipotesis 1 Deduksi Konsekuensi
Modifkasi (hipotesis 2) Induksi
Fenomena Eksperimen Data
Statistika dan permasalahannya
Secara alamiah seorang anak dapat memiliki dugaan (hipotesis 1) bahwa warna merah umumnya panas dan warna biru umumnya dingin. Kemudian dia
mendapat pengalaman (deduksi) bahwa ternyata
api berwarna biru dari kompor gas lebih panas
dari api berwarna merah (konsekuensi). Hal ini
merubah dugaan awalnya (induksi) sehingga dia
memperoleh dugaan baru (hipotesis 2).
Statistika dan permasalahannya
Proses deduksi & induksi ini dapat “diciptakan” melalui eksperimen dengan memanfaatkan
statistika dan probabilitas sehingga dapat
diperoleh data atau estimasi untuk mempercepat proses belajar (tidak perlu menunggu kejadian alamiah).
Statistika dan permasalahannya
Kerangka pemikiran kesisteman dan statistika:
Proses
Variasi
Data
Perbaikan
Kerangka kerja ini dikenal sebagai Statistical Thinking
(Statistical Division ASQ) yang digunakan sebagai acuan dalam implementasi statistika di dunia nyata.
Falsafah
Skala pengukuran
Ada empat type skala, yaitu:
Nominal
Ordinal
Interval
Ratio
Skala pengukuran
Skala Nominal – group atau kelas
Jenis kelamin
Skala Ordinal – urutan
Ranking
Skala Interval – perbedaan, selisih, jarak
Temperatur
Statistika
Deskriptif
distribusi
frekuensi & ukuran statis
tik
Presentasi Data
Grafik/diagram
penyampaian informasi databerupa angka secara visual
Line Chart/ Diagram Garis
Histograms/Diagram Batang
29 DIAGRAM GARIS 0 10 20 30
30.5 40.5 50.5 60.5 70.5 80.5
Class Boundaries F re ku en si Grafik Histogram 0 5 10 15 20 25 30
30.5 - 40.5 40.5 - 50.5 50.5 - 60.5 60.5 - 70.5 70.5 - 80.5 80.5 - 90.5
Class Boundaries F re ku en si Grafilk Poligon 0 5 10 15 20 25 30
30.5 - 40.5 40.5 - 50.5 50.5 - 60.5 60.5 - 70.5 70.5 - 80.5 80.5 - 90.5 Class Boundaries F re ku en si 0 5 10 15 20 25 30 Kurva Frekuensi 0 5 10 15 20 25 30
Sifat Kelompok Data
Mutually exclusive
tidak overlapping – sebuah observasi hanya
ada dalam sebuah kelompok
Exhaustive
setiap observasi ditempatkan dalam sebuah
kelompok
Equal-width (if possible)
Distribusi Frekuensi
31
Frekuensi dari setiap kelompok
• jumlah observasi dalam setiap kelompok • Jumlah frekuensi adalah jumlah observasi,
yaitu
N untuk populasi n untuk sampel
Kelompok midpoint adalah nilai tengah
kelompok, kelas atau interval
Frekuensi relatif adalah prosentase dari total
Distribusi Frekuensi
Waktu operasi perakitan kendaraan bermotor
Contoh frekuensi relatif: 30/184 = 0.163 Jumlah frekuensi relatif = 1
x Waktu operasi (menit) f(x) Frekuensi (jumlah produk) f(x)/n Frekuensi relatif
0 to less than 100 100 to lesss than 200 200 to less than 300
300 to less than 400 400 to less than 500 500 to lesssthan 600
Distribusi Frekuensi Kumulatif
33 x Waktu operasi (menit) f(x) Frekuensi (jumlah produk) f(x)/n Frekuensi relatif0 to less than 100 100 to less than 200 200 to less than 300
300 to less than 400 400 to less than 500 500 to lesssthan 600
30 68 118 149 171 184 0.163 0.370 0.641 0.810 0.929 1.000
Frekuensi kumulatif dari setiap kelompok adalah jumlah frekuensi dari kelompok sebelumnya .
Frekuensi kumulatif dari setiap kelompok adalah
Distribusi frekuensi
Tahapan penyusunan:
Menghitung jumlah kelas interval (k), dengan rumus
(Sturges) : k = 1 + 3,3 Log n
dimana : k = Jumlah kelas interval n = Jumlah data
Menghitung Rentang Data (R)
R = Nilai data maksimum – Nilai data minimum Menghitung Panjang Kelas Interval (p), dengan
rumus :
p = R/k
Tabel Distribusi Frekuensi :Interva l Kelas
(Limit)
Batas Kelas (Boundaries
)
Mid Point
(xi)
Frek. (fi)
Frek. Kumulatif
(fkum)
fi.xi (xi)2 fi
35
Ukuran Statistik
Ukuran Pemusatan
1. Rata-rata (Mean) 2. Nilai Tengah
(Median) 3. Modus
Ukuran Penyebaran
1. Jangkauan (Range) 2. Variasi (Variance) 3. Simpangan Baku
(Standard deviation)
Ukuran Letak
1. Kuartil 2. Desil
3. Persentil
Ukuran Lain
Ukuran Pemusatan
– Rata-rata Untuk data tunggal
dimana : xi = Nilai dari data
n = Jumlah data atau banyaknya data didalam sample
Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam daftar
distribusi frekuensi) :
dimana :
fi = Frekuensi untuk kelas interval ke-i xi = Nilai tengah
x0 = Nilai tengah yang akan diberi coding ci = Variabel coding untuk kelas interval ke-i
n i n x x n i i ,..., ,
Untuk data tunggal
dimana:
xi = Nilai tengah dari data
n = Jumlah data atau banyaknya data didalam sample
Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam daftar
distribusi frekuensi) : dimana :
Li = Batas bawah kelas median, yaitu kelas dimana median akan terletak.
p = Panjang kelas interval n = Jumlah data
F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median f = Frekuensi kelas berisi median
37
Ukuran Pemusatan
– Median Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam
daftar distribusi frekuensi) :
dimana :
Li = Batas bawah kelas modus, yaitu kelas interval dengan frekuensi
terbanyak
p = Panjang kelas interval
b1 = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
Ukuran Pemusatan
– Modusp b
b b L
Mo i
2 1
ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 4 bagian yang sama, sesudah disusun menurut urutan nilainya.
Untuk data tunggal:
Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam daftar
distribusi frekuensi) :
dimana :
Li = Batas bawah kelas Ki, yaitu kelas interval dimana Ki akan terletak
n = Jumlah data
p = Panjang kelas interval
F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas Ki
f = Frekuensi kelas Ki 39
Ukuran Letak
– Kuartil
12 34 1 , ,
datake i n dengan i
LetakK i
3 2 1
4 , ,
p dengan i
f F in
ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian yang sama besarnya.
Untuk data tunggal:
Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam daftar
distribusi frekuensi) :
dimana :
Li = Batas bawah kelas Di, yaitu kelas interval dimana Di akan terletak
n = Jumlah data
p = Panjang kelas interval
Ukuran Letak
– Desil
12 910 1 ,..., ,
datake i n dengan i
LetakD i
9 2 1
10 , ,...,
p dengan i
f F in
ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian yang sama.
Untuk data tunggal:
Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam daftar
distribusi frekuensi) :
dimana :
Li = Batas bawah kelas Pi, yaitu kelas interval dimana Pi akan terletak
n = Jumlah data
p = Panjang kelas interval
F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas Pi f = Frekuensi kelas Pi
41
Ukuran Letak
– Persentil
12 99100 1 ,..., ,
datake i n dengan i
LetakPi
9 9 2
1
100 , ,...,
p dengan i
f
F in
Ukuran Penyebaran – Variansi & Simpangan Baku
1 1 2 1 1 2 1 2 2
n n x x n x x s n i i n i i n i i
1 1 2 1 1 2 1 2 2 2
n n x f x f n x x f s n i i i n i i i n i i i• Untuk data
tunggal:
• Untuk data berkelompok (data yang disusun dalam daftar
distribusi frekuensi) : Dimana:
xi = Nilai tengah
f = Frekuensi yang sesuai
dengan nilai tengah n = Jumlah frekuensi
Ukuran Lain
Skewness Ukuran kesimetrisan distribusi data
Kemiringan atau kecenderungan distribusi data
Kurtosis Ukuran kedataran atau keruncingan distribusi data
43
Kurva Simetris Kurva Miring ke Kiri Kurva Miring ke Kanan
(0) (-) (+)
Teknik Penarikan Sampel
(Sampling)
45
Proses mendapatkan sampel dari populasi
mencerminkan populasi kesimpulan dari sampel= kesimpulan dari populasi
Masalah dalam bagaimana proses pengambilan sampel
Satuan sampling: segala sesuatu yang dijadikan satuan (unit) yang nantinya akan menjadi objek penelitian.
Daftar yang berisi satuan-satuan sampling yang ada dalam sebuah populasi, yang berfungsi sebagai
Metode Penarikan Sample
1.Berdasarkan proses pemilihannya.
a. Sampling with replacements
b. Sampling without replacements
2. Berdasarkan peluang pemilihannya.
a. Probability sampling
Non-Probability Sampling
47
1. Convenience/accidental sampling: sample diambil secara spontanitas mudah dan murah
2. Judgement/purposive sampling: sample diambil berdasarkan karakteristik yang ditentukan oleh tujuan penelitian
3. Quota sampling: = (2), kuota (jatah) dan jumlah sample tertentu mirip stratifed tapi tidak acak 4. Snow ball sampling: =(2), populasi kecil dan
Probability Sampling
Random sampling: sampel (ni) diambil secara random dari populasi (Ni).
Random sampling: sampel (ni) diambil secara random dari populasi (Ni).
Systematic sampling: sampel diambil secara random untuk pertama kali, dan selanjutnya diambil secara sistematis.
Systematic sampling: sampel diambil secara random untuk pertama kali, dan selanjutnya diambil secara sistematis.
49
Stratified sampling: sampel random (ni) dipilih dari setiap kelompok populasi (Ni).
Stratified sampling: sampel random (ni) dipilih dari
setiap kelompok populasi (Ni).
7 6 5 4 3 2
1 Group
Population Distribution Sample Distribution
Cluster sampling: observasi dilakukan pada m cluster dari M cluster populasi.
Prosedur Sampling
1. Menentukan populasi target
2. Menentukan area populasi
3. Menentukan ukuran populasi
4. Membuat kerangka sampling
5. Menentukan ukuran sample
6. Menentukan teknik dan rencana pengambilan sample
Distribusi Sampling
51
Distribusi sampling : distribusi peluang suatu statistik tergantung ukuran populasi, ukuran sample dan metode penarikan sample
Distribusi peluang disebut distribusi sampling dari rataan
1. Distribusi sampling dari rataan 2. Distribusi Chi Square
3. Distribusi Student-t 4. Distribusi F
53
•
x = 550•
Sebuah nilai estimasi yang memberikansedikit informasi tentang rata-rata populasi.
•
Peneliti 99% yakin bahwa ada dalam interval [449,551]
•
Sebuah estimasi interval yang sempitdengan tingkat keyakinan yang besar.
•
Peneliti 90% yakin bahwa μ ada dalaminterval[400,700]
•
Sebuah estimasi interval yang sempitdengan tingkat keyakinan yang kecil.
Estimasi Titik
Estimasi nilai tunggal dari distribusi sampling
Memberikan informasi tentang parameterpopulasi.
Estimasi interval
Sebuah interval atau rentang yang diyakinimencakup nilai parameter populasi yang tidak diketahui.
Mengukur tingkat keyakinan (confience)bahwa interval tersebut sesungguhnya mengandung nilai parameter yang dicari.
55
Estimator yang baik
Unbiased
Efsien
Sebuah estimator dikatakan unbiased jika nilai
ekspektasinya sama dengan nilai parameter populasi.
Jika E(X)= maka rata-rata sampel adalah estimator
unbiased untuk rata-rata populasi. Rata-rata dari
sebuah sampel mungkin tidak sama dengan rata-rata populasi, tetapi jika dilakukan pengulangan sampel secara independen akan diperoleh nilai yang sama dengan parameter populasi.
Setiap penyimpangan (deviation) oleh estimator dari
57
Unbiased
Misalkan, dari sekumpulan variabel random
X
~
f
(
,
2)
diambil data-data
X
1,
X
2,
,
X
n, maka
ekspektasi dari nilai rata-rata data adalah :
/
(
)
)
(
1
1
n i
n
i
n
E
X
X
E
X
E
Dalam hal ini
X
adalah estimator tidak bias (
unbiased
)
Estimator unbiased ada tepat pada target
Estimator biased tidak berada tepat pada target.
{
Bias
59
Sebuah estimator dikatakan efisien jika memiliki variansi yang relatif kecil.
Estimator efisien berada pada target dengan sebaran yang kecil.
Estimator tidak efisien mungkin pada target dengan sebaran yang besar.
Sebuah estimator dikatakan konsisten jika kemungkinan untuk mendekati parameter populasi semakin besar seiring dengan
meningkatnya ukuran sampel.
n = 100 n = 10
Consistency
61 Sebuah estimator dikatakan sufisien jika
mencakup semua informasi tentang
Estimasi Titik
Ada tiga metoda estimasi titik (point
estimation):
Metoda Unbiased
Metoda Momen
63
Estimasi interval adalah rentang yang diyakini akan mencakup nilai parameter populasi yang tidak diketahui. Rentang ini juga memberikan
besarnya keyakinan bahwa rentang tersebut
mencakup nilai parameter yang diamati.
Estimasi interval memiliki 2
komponen, yaitu:
Sebuah rentang nilai
Terkait dengan tingkat keyakinan (level of confdence)Estimasi Interval
Sebuah estimator akan berada pada suatu rentang atau interval tertentu jika diterapkan tingkat kepercayaan tertentu. Jika L dan
U adalah batas-batas interval dimana estimator akan berada dengan tingkat kepercayaan 1 , maka dapat didefnisikan :
) 1
(L U
P , untuk estimasi dua sisi
atau
) 1
(L
P , untuk estimasi satu sisi
dimana L =k dikenal sebagai akurasi (ketelitian) estimasi.
Secara umum, distribusi ˆ memungkinkan menghitung k
sehingga diperoleh
1 0
, 1 ) ˆ ˆ
( k k
65
Estimasi Interval
Interval yang dihitung dari suatu sampel tertentu
disebut interval keyakinan (1-
)100%. (1-
) disebut
koefsien keyakinan, dan titik batas pada
ˆ kdan
k
Estimasi Interval
Rata-rata dengan variansi diketahui/tidak
Selisih rata-rata dengan variansi
sama/tidak dan diketahui/tidak
Variansi tungal dan rasio
Contoh Rumus:
Untuk sampel besar ( n > 30)
Untuk populasinya tidak terbatas atau terbatas yang
pengambilan sampel dengan pengembalian dan
diketahui, interval kepercayaan (1- )100% untuk
adalah :
Untuk populasinya terbatas tanpa pengembalian dan
diketahui, interval kepercayaan (1- )100% untuk
adalah 67 n Z X n Z
X /2 /2
1
1 /2
2 / N n N n Z X N n N n Z
Contoh Pembacan Tabel Luas di bawah kurva normal
1- = 95%
=5%
/2 = 2.5% (uji dua arah)
X = 1-0.025 = 0.975 Z =……
Z = 1,96
z 0.0
0 ... 0.06 ... 0.09
Contoh Interpolasi Data:
1- = 96%
=4% (uji satu arah)
X = 0.9600
Z1 = 1.75 X1 = 0.9599 Z = …… X = 0.9600 Z2 = 1.76 X3 = 0.9608 69 751 . 1 001576 . 0 0009 . 0 000001 . 0 001575 . 0 0009 . 0 0009 . 0 0001 . 0 01 . 0 75 . 1 9599 . 0 9608 . 0 9599 . 0 9600 . 0 75 . 1 76 . 1 75 . 1 1 2 1 1 2 1 Z Z Z Z Z X X X X Z Z Z Z
z 0.00 ... 0.05 0.06
1.7 0.9599 0.960
Contoh :
Perusahaan XYZ memiliki karyawan 250 orang.
Untuk keperluan tertentu, ingin diketahui
rata-rata jam kerjanya per minggu. Untuk itu,
diambil sampel sebanyak 35 orang dan
diperoleh data bahwa rata-rata jam kerja
karyawan tersebut adalah 39,76 jam per
Penyelesaian :
N = 250 n = 35 X = 39,76 = 0,93 1- = 90% = 10%
Z /2 = Z0.05 = 1,65
Kesimpulan:
Jadi rata-rata jam kerja karyawan perusahaan XYZ dengan tingkat keyakinan 90% berada antara 39,53 jam sampai 39,99 jam perminggu.
99 , 39 53 , 39 1 250 35 250 35 93 , 0 ) 65 , 1 ( 76 , 39 1 250 35 250 35 93 , 0 ) 65 , 1 ( 76 , 39 1
1 /2
2 / N n N n Z X N n N n Z
Hipotesis (Hypothesis) Greece
Hupo= Sementara, dan Thesis= Pernyataan/Dugaan
Jenis Hipotesis:
1. Hipotesis Penelitian (Research Hypothesis)
Proporsional (Verbal) Tidak bisa diuji secara empiris
2. Hipotesis Statistik (Statistical Hyphothesis)
Berdasarkan data Dapat diuji secara empiris
Suatu asumsi mengenai parameter fungsi frekuensi peubah acak
Hipotesis Penelitian Hipotesis Statistik Dugaan penelitian dalam H0 dan H1
Pengertian Hipotesis Statistik
Hipotesis Penelitian Hipotesis Statistik Dugaan penelitian dalam H0 dan H1
H0 merupakan hipotesis nol (null hypothesis) dan
merupakan hipotesis yang akan diuji dan yang nantinya akan diterima atau ditolak tergantung pada hasil eksperimen atau pemilihan sampelnya.
H1 merupakan hipotesis alternative atau hipotesa
Pengujian Hipotesis
1. Uji Hipotesis Satu Arah (One Tail Test)
0 :
0 :
. H0 x H1 x
a
0 :
0 :
. H0 x H1 x
b
Daerah Penerimaan (1-α)
Daerah Penerimaan (1-α)
Titik kritis Titik kritis
Daerah Penolakan
Pengujian Hipotesis
2. Uji Hipotesis Dua Arah (Two Tail Test)
0 :
0
: 1
0 x H x
H
Daerah Penerimaan (1-α )
2
2
Daerah Penolakan bagi Daerah Penolakan bagi
Kesalahan pada Pengujian Hipotesis
Keputusan Pengujian
HIPOTESIS
Jika H0 Benar Jika H0 palsu (H1 Benar)
Terima H0
Keputusan yang benar.
Probabilitas = 1 - α
“Tingkat Keyakinan”
Kesalahan jenis II. Probabilitas = β
Tolak H0 Kesalahan jenis I.Probabilitas = α
“Taraf Nyata”
Keputusan yang benar. Probabilitas =1 - β
“Kuasa Pengujian”
α= Level of Signifnace
Tahapan Pengujian Hipotesis
1. Nyatakan hipotesis ststistik (H0 dan H1) yang sesuai
dengan hipotesis penelitian yang diajukan.
2. Menentukan taraf nyata/ alpha (Level of signifcance)
3. Menentukan jumlah sampel.
4. Mengumpulkan data melalui sampel probabilitas
(probability sample/random sample)
5. Gunakan statistik uji yang tepat (distribusi z, t, …)
6. Menentukan titik kritis dan daerah kritis (daerah
penolakan) H0
7. Menghitung nilai statistik uji berdasarkan data yang
dikumpulkan. Perhatikan apakah nilai hitung statistik uji jatuh di daerah penerimaan atau penolakan.
79
Contoh soal :
2 5 0 1 49 5 3 11 12 0 . / . / n x z Penyelesaian:
• Formulasi hipotesis :
Ho : = 11 jam
H1 : 11 jam
Digunakan pengujian dua sisi (two-tailed)
• Taraf keberartian (level of signifcance) = 10%,
dari tabel kurva normal diperoleh nilai Z/2 = 1.645.
• Kriteria pengujian
Ho diterima jika : -1.645 Z 1.645
H1 ditolak jika : Z > 1.645 dan Z < -1.645
81 • Kesimpulan :
Karena nilai Z hitung lebih besar dari nilai Z tabel (+2 > +1.645) maka Ho ditolak pada level signifcance 10%, dan dapat dinyatakan bahwa rata-rata pemeliharaan pesawat terbang tersebut lebih dari 11 jam. Agar lebih jelas dapat dilihat dalam gambar dibawah ini
-1.645 +1.645 Daerah
penerimaan
Daerah Penolakan Daerah
Penolakan