PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI ALTERNATIF SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER
Disusun Oleh: KHOIRI YANI
33311401029
TEKNIK BANGUNAN KAPAL POLITEKNIK NEGERI MADURA
PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI ALTERNATIF SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER
Disusun Oleh: KHOIRI YANI
33311401029
TEKNIK BANGUNAN KAPAL POLITEKNIK NEGERI MADURA
SURAT PERNYATAAN
Saya bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Khoiri Yani
Tempat/tanggal lahir : Ngawi, 18 Februari 1995 Program studi : Teknik Bangunan Kapal
Judul karya ilmiah : Pemanfaatan Media Massa Sebagai Alternatif Sosialisasi Pendidikan Karakter
Dengan ini menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang saya sampaikan pada kegiatan pemilihan Mawapres ini adalah benar karya saya sendiri atau bukan merupakan plagiasi.
Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang saya sampaikan bukan karya saya sendiri/plagiasi, saya bersedia menerima sanksi dalam bentuk pembatalan predikat Mawapres.
Surabaya, 29 Maret 2015 Yang menyatakan,
HALAMAN PENGESAHAN
Karya tulis berjudul “Pemanfaatan Media Massa Sebagai Alternatif Sosialisasi Pendidikan Karakter” telah disahkan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 30 Maret 2015 Karya tulis oleh : Khoiri Yani NRP : 33311401029
Untuk memenuhi persyaratan mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangka Pemilihan Mahasiswa berprestasi 2015.
Wakil Direktur 1 Politeknik Negeri Madura
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya Tulis ini saya persembahkan untuk: 1. Kedua orang tua
2. Dosen Politeknik Negeri Madura
KATA PENGANTAR
مس به ر لاه حمي ح لا
د ح لاه رهي ل ع لا . د ش ا اا ه لاا اه هدح ا ك يرش ه ل د ش ا اا دهل ىس ر ا ى ب هدع ب . م ل لالص مل س ىل عدي س ا د ىل عه لا هب حص هي ع جا . مادع ب.
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini meskipun dalam prosesnya banyak sekali halangan dan hambatan. Namun demikian, Penulis sadari dengan sepenuh hati bahwa ini adalah benar-benar pertolongan Allah SWT.
Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai figur teladan dalam dunia pendidikan yang patut kita tiru. Penyusunan karya tulis ilmiah ini merupakan kajian singkat tentang “Pemanfaatan Media Massa Sebagai Alternatif Sosialisasi Pendidikan Karakter”. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah membantu dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, jadi Penulis mohon kritik dan sarannya untuk Karya Tulis Ilmiah ini, supaya karya ini menjadi lebih baik dan lebih sempurna lagi di masa-masa yang akan datang.
Surabaya, 29 Maret 2015
ABSTRAK
Media massa adalah sarana komunikasi dan rekreasi yang menjangkau masyarakat secara luas, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pada era kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi sekarang ini, masyarakat harus jeli dan cerdas dalam memanfaatkan hal tersebut.
Media massa merupakan salah satu faktor yang berpengaruh sangat besar dalam pembentukan karakter masyarakat, hal ini dikarenakan media massa merupakan pilar kelima pendidikan setelah keluarga, sekolah, masyarakat, dan rumah ibadah. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yg membedakan seseorang dengan yg lain. Kepribadian suatu bangsa sangat bergantung pada karakter masyarakat yang ada di dalamnya. Karakter dapat dibentuk lewat berbagai macam alternatif, salah satunya adalah media massa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap metode pembelajaran konvesional (umum), terutama pendidikan karakter pada anak. Karena pendidikan karakter akan membentuk watak anak hingga menjadi generasi yang tidak hanya mumpuni namun juga berjiwa intelektual serta beragama. Dan masyarakat yang berkarakter akan membentuk suatu kepribadian bangsa yang kuat.
DAFTAR ISI
B. PERAN MEDIA MASSA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER...4
BAB III: PEMBAHASAN...5
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER...5
B. PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA...5
C. DASAR HUKUM PEMBINAAN PENDIDIKAN...6
D. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER...6
E. CARA MEMANFAATKAN MEDIA MASSA SEBAGAI ALTERNATIF SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER...8
BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN...9
A. KESIMPULAN...9
B. SARAN...9
DAFTAR PUSTAKA...11
BAB I PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Di era modern ini media masa memiliki peranan besar dalam pendidikan non formal dan informal, yaitu dalam transfer informasi tentang materi pendidikan. Untuk itu dalam mengaplikasikan perannya mencerdaskan bangsa, media massa mampu menampilkan keseimbangan argumentasi dan ada juga keseimbangan antara hal yang positif dan negatif, sehingga informasi yang diperoleh diharapkan mampu mencerdaskan siswa dan bisa meningkatkan mutu pendidikan.
Selama ini pendidikan di Indonesia lebih mengutamakan aspek kognitif atau aspek intelektual yang mengedepankan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan berpikir. Bagi negara berkembang mengutamakan penyerapan ilmu pengetahuan dimaksudkan untuk mengejar ketinggalan terhadap negara yang telah maju.
Lembaga pendidikan mampu mencetak lulusan yang hafal teori-teori pelajaran, pintar menjawab soal-soal pertanyaan, dan selembar surat tanda tamat belajar dengan nilai tinggi. Namun belum mampu mencetak manusia-manusia bermoral dan beriman, serta siap menghadapi tantangan, jujur, disiplin, dan bertanggungjawab. Dan pada kenyataannya, pendidikan hanya mencari nilai bukan ilmu, pendidikan hanya sebagai syarat bukan pengetahuan, maka ditempuh dengan berbagai macam cara untuk mewujudkannya. Akhirnya yang muncul lulusan-lulusan yang siap kerja tapi tidak bisa bekerja, siap naik karier tapi tidak mampu berpikir dan siap meraih prestasi tapi tidak dapat beradaptasi.
B.PERUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah: 1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter?
2. Bagaimana pendidikan karakter di Indonesia selama ini?
3. Apa saja dasar hukum pembinaan pendidikan karakter di Indonesia?
4. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pendidikan karakter? 5. Bagaimana cara memanfaatkan media massa sebagai alternatif sosialisasi pendidikan
karakter?
C.TUJUAN
Tujuan dalam penulisan ini adalah:
1. Memahami apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter.
2. Mengetahui bagaimana pendidikan karakter di Indonesia selama ini. 3. Mengetahui apa saja dasar hukum pendidikan karakter.
4. Mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pendidikan karakter. 5. Mengetahui bagaimana cara memanfaatkan media massa sebagai alternatif sosialisasi
pendidikan karakter.
D.MANFAAT
Manfaat dalam penulisan ini adalah:
1. Memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mensosialisasikan pendidikan karakter yaitu melalui media massa.
2. Meningkatkan pendidikan karakter bangsa.
3. Untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era globalisasi, dimana
BAB II KAJIAN TEORI
A.PENDIDIKAN KARAKTER
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal 1 UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia. Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh mengatakan, setidaknya ada tiga konsep pendidikan karakter yang harus diaktualisasikan. Pertama, pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk Tuhan. Di sinilah seorang anak dibimbing untuk lebih bersahaja, menumbuhkan rasa cinta kasih, dan melihat tindakan kekerasan adalah hal yang merugikan, baik bagi diri sendiri, maupun orang lain. Turunan dari konsep ini adalah kejujuran dan optimisme dalam melihat setiap kemungkinan yang ada.
meningkatkan dominasi pertimbangan rasionalitas dibanding emosional. Hal ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan.
Konsep ketiga yaitu kecintaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Konsep ini dapat dimulai dengan menceritakan perjuangan para pahlawan, sehingga pada saat ini masyarakat Indonesia dapat menghirup udara kebebasan, kemudian dengan menanamkan nilai-nilai ke-bhinekaa-an serta menanamkan semangat bela negara. Selain itu kecintaan terhadap Indonesia juga bisa diwujudkan dengan mempergunakan produk buatan dalam negeri.
B.PERAN MEDIA MASSA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER
Media masa dapat memainkan peranan besar dalam pendidikan non formal dan informal, yaitu dalam transfer informasi tentang materi pendidikan. Media massa mampu memberikan informasi yang sangat kaya, uptodate bahkan kualitas informasinya pun sangat baik dan tinggi, serta dapat mentransformasikan nilai-nilai pendidikan melalui informasi yang didesiminasikan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat terutama dalam perbaikan martabat manusia.
Media massa juga sudah menjadi instrument utama dalam modernisasi proses pendidikan, diantaranya mempercepat proses penuntasan wajar pendidikan, terutama bagi peserta didik yang berada di daerah pinggiran. Untuk itu dalam memainkan perannya mencerdaskan bangsa, media massa mampu menampilkan balance argumentation dan ada juga keseimbangan antara hal yang positif dan negatif, sehingga informasi yang didapat diharapkan mampu mencerdaskan siswa dan bisa meningkatkan mutu pendidikan.
BAB III PEMBAHASAN A.PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan karakter adalah suatu konsep dasar yang diterapkan ke dalam pemikiran seseorang untuk menjadikan akhlak jasmani rohani maupun budi pekerti. Pendidikan karakter harus diterapkan ke dalam pikiran seseorang sejak dini, remaja bahkan dewasa, sehingga dapat membentuk karakter karakter seseorang menjadi lebih bernilai dan bermoral.
Pendidikan karakter adalah sebuah system yang menambahkan nilai-nilai karakter pada peserta didik, yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa, sehingga terwujud manusia bermoral positif.
Menurut Lickona pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
Menurut Suyanto definisi pendidikan karakter adalah sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara.
B.PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA
Balitbang Kemendiknas telah menyusun grand design pendidikan karakter (2010), dimana dijelaskan bahwa secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat.
Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development),
serta Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development).
Namun capaian realisasi pendidikan karakter di Indonesia masih minim. Hingga kini masih banyak hambatan dalam merealisasikan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah di Indonesia (Susanto, Ketua Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter).
Beberapa hambatan itu di antaranya kompetensi tenaga pendidik terkait pendidikan karakter masih rendah, sedikit sekolah yang memiliki rencana aksi pendidikan karakter, muatan karakter belum sepenuhnya diaplikasikan dalam aktivitas pembelajaran. Kemudian buku bacaan guru yang bermuatan karakter sangat terbatas, banyak sekolah yang belum memilikinya, ketersediaan perpustakaan siswa yang bermuatan karakter minim, dan banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan pendidikan karakter.
C.DASAR HUKUM PEMBINAAN PENDIDIKAN
1. Undang-Undang Dasar 1945.
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. 3. Peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional.
4. Permendiknas No. 39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan. 5. Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi.
D.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER
Tabel 1. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter Bangsa
NO NILAI DESKRIPSI
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3 Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/ Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
17. Peduli
Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
E. CARA MEMANFAATKAN MEDIA MASSA SEBAGAI ALTERNATIF SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER
1. Membuat slogan yang mampu menumbuhkan kebiasaan baik dalam segala tingkah laku masyarakat.
2. Membuat sponsor yang berhubungan dengan pendidikan karakter melalui berbagai macam media masa.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.KESIMPULAN
Media massa merupakan instrument utama dalam modernisasi proses pendidikan, diantaranya mempercepat proses penuntasan wajar pendidikan, terutama bagi peserta didik yang berada di daerah pinggiran. Untuk itu dalam memainkan perannya mencerdaskan bangsa, media massa mampu menampilkan balance argumentation dan ada juga keseimbangan antara hal yang positif dan negatif, sehingga informasi yang didapat diharapkan mampu mencerdaskan siswa dan bisa meningkatkan mutu pendidikan.
Pendidikan karakter adalah suatu konsep dasar yang diterapkan ke dalam pemikiran seseorang untuk menjadikan akhlak jasmani rohani maupun budi pekerti. Pendidikan karakter harus diterapkan ke dalam pikiran seseorang sejak dini, remaja bahkan dewasa, sehingga dapat membentuk karakter karakter seseorang menjadi lebih bernilai dan bermoral.
Kemampuan media massa untuk mendidik sekaligus memberikan pengaruh secara meluas tanpa tersekat ruang dan waktu merupakan keunggulan khusus yang patut untuk dimanfaatkan. Apalagi konsumen media massa ada di hampir semua kalangan, baik dari menengah ke atas, maupun menengah ke bawah. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pendidik untuk melakukan transfer ilmu kepada pembaca ataupun pemirsanya.
B.SARAN
Atau setidaknya mengembalikan manusia kepada kodratnya sebagai makhluk sosial dan berbudaya. Sehingga pemulihan dan perbaikan martabat generasi muda dapat segera dilakukan. Tentu saja peran media massa ini akan lebih berhasil apabila ada kerja sama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, pendidik, peserta didik serta orang tua dalam mewujudkan pendidikan berkarakter di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
https://ml.scribd.com/doc/243194388
http://injakan.blogspot.com/2011/10/emosi-sebagai-pembentuk-kepribadian.html
https://arifinhakam.wordpress.com/karya-tulis-usaha-menciptakan-generasi-muda-yang-tangguh/
LAMPIRAN
CONCLUSION
The mass media is the main instrument in the modernization of the educational process, including reasonable speed up the process of completion of education, especially for students who are in the suburbs. For that play a role in educating the nation, the media is able to display the balance argumentation and there is also a balance between positive and negative, so that the information obtained is expected to educate students and to improve the quality of education.
Character education is a basic concept that is applied to the thought of someone to make spiritual and physical character of character. Character education should be applied to the person's mind from an early age, teenagers and even adults, so as to form the character of a person's character becomes more valuable and immoral.