Bab I
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Geografi Pariwisata merupakan salah satu cabang dari pada bidang ilmu geografi. Geografi menurut Bintarto (1981) merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, lingkungan, dan kewilayahan untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Sementara itu, menurut Undang Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Jadi jika kedua pengertian itu dirangkai menjadi satu, dapat dikatakan geografi pariwisata merupakan adalah cabang dari pada bidang ilmu geografi yang mengkaji berbagai hal yang terkait dengan aktivitas perjalanan wisata, meliputi karakteristik destinasi (objek) wisata, aktivitas dan berbagai fasilitas wisata serta aspek lain yang mendukung kegiatan pariwisata di suatu daerah (wilayah) dengan menggunakan pendekatan geografi, khususnya pendekatan kompleks wilayah. Hal tersebut dikarenakan geografi pariwisata mengkaji karakteristik maupun sosial dari fenomena yang terjadi di permukaan bumi yang berbeda antar satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya yang sangat melimpah, salah satunya sumberdaya pariwisata. Sumberdaya yang ada seperti luasnya lautan, dan pegunungan, beraneka ragamya flora dan fauna. Selain itu Indonesia juga memiliki adat istiadat, tradisi, dan suku bangsa yang beranekaragam. Potensi pariwisata, baik wisata alam maupun budaya, terbukti mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementrian Pariwisata (2016), di tahun 2015 sektor pariwisata mampu menyumbang 4,23 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, atau sebesar Rp. 461,36 triliun.
kulinernya. Salah satu sudut wilayah di Yogyakarta adalah Kabupaten Gunungkidul, yang memiliki keunikan tersendiri, karena sebagian besar wilayahnya berada di kawasan karst. Kawasan karst biasanya memiliki potensi banyak ditemukannya gua-gua bawah tanah. Salah satu gua yang terkenal adalah Gua Pindul. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari tujuh gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Sistem pindul sendiri memiliki rangkaian sistem sungai bawah tanah, yang di dalamnya terdapat beberapa gua seperti Gua Pindul, Gua Sriti, Gua Gelatik, Gua Sioyot, Gua Tanding, Gua Mas, Gua Greng, dan Gua Asri. Namun dari semua gua tersebut, yang paling sering menjadi tujuan utama kunjungi Gua Pindul. Maka dari itu perlu dilakukan identifikasi daya tarik wisata pada setiap gua, yang menyebabkan banyak gua-gua lain, selain Gua Pindul yang terpinggirkan dan tidak setenar Gua Pindul. Selain itu juga dilakukan identifikasi faktor apa saja yang menyebabkan gua-gua selain Gua Pindul kalah tenar dibandingkan dengan Gua Pindul sendiri. Dari hasil identifikasi tersebut, diharapkan dapat mengembangkan potensi gua yang lain, bukan hanya Gua Pindul saja. Sehingga dapat dilakukan perencaan pariwisata yang lebih optimal dan efektif, untuk semakin memajukan sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul, khususnya wisata gua.
1.2
Permasalahan
Berdasarkan latar belakang, diketahui sistem Pindul memiliki sistem sungai bawah tanah, yang di dalamnya terdapat banyak gua-gua. Tetapi dari gua-gua tersebut, hanya Gua Pindul yang paling sering dikunjungi dan paling tenar jika dibandingkan dengan gua-gua yang lainnya. Padahal jika daya tarik wisata masing-masing gua teridentifikasi dengan baik, maka dalam sistem Pindul, gua-gua lain akan lebih menarik pengunjung. Pengelolaan juga akan lebih optimal, sehingga tidak hanya terpusat pada Gua Pindul saja. Diharapkan dengan begitu akan semakin meningkatkan pendapatan dari wisata gua, dan akan lebih membutuhkan peran masyarakat sekitar untuk mengembangkan wisata gua, tidak hanya Gua Pindul.
Berdasarkan uraian masalah tersebut, beberapa pertanyaan penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana daya tarik wisata gua-gua yang ada di sistem Pindul ?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan gua-gua selain Gua Pindul kurang terkenal dan tidak dikunjungi orang?
Secara umum penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yaitu
1. Mengidentifikasi daya tarik wisata pada setiap gua di Sistem Pindul 2. Mengetahui perbedaan daya tarik wisata antara satu gua dengan gua
yang lain di Sistem Pindul
3. Melakukan perencanaan yang baik dan efektif tentang pengelolaan wisata gua di Sistem Pindul
1.4
Manfaat
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan manfaat, antara lain sebagai :
1. Bahan pertimbangan pokdarwis untuk lebih mengembangkan wisata gua sehingga tidak hanya terpusat di Gua Pinduk
2. Bahan pertimbangan pemerintah dalam membuat perencanaan dan kebijakan terkait pengelolaan lingkungan wisata di Gua Pindul.
3. Salah satu sarana pendukung pemasaran pariwisata karena dengan adanya penelitian ini akan diperoleh berbagai informasi mengenai daya tarik wisata gua dalam sistem Pindul.
4. Bahan acuan bagi peneliti lainnya yang akan melakukan penelitian lebih lanjut di Kawasan Wisata Gua Pindul, Desa Bejiharjo, Gunung Kidul.