• Tidak ada hasil yang ditemukan

TASAWUF DALAM HIERARKI ILMU ILMU ISLAM (6)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TASAWUF DALAM HIERARKI ILMU ILMU ISLAM (6)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TASAWUF DALAM HIERARKI ILMU-ILMU ISLAM

Tamara Putri

Fakultas Sains Dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

e-mail : [email protected]

Pendahuluan

Artikel ini akan mengkaji tentang tasawuf dalam hierarki ilmu-ilmu islam. tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui tasawuf dalam hierarki ilmu-ilmu islam. Artikel ini menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis.

Tasawuf Dalam Hierarki Ilmu-Ilmu Islam

Dalam tradisi intelektual Islam, para ulama membuat spesifikasi ilmu berdasarkan sudut pandang islam.

Dalam tradisi intelektual islam, para ulama telah membuat klasifikasi ilmu berdasarkan sudut pandang islam. Diantaranya :

1. Pendapat Ibn Khaldun dalam Muqaddimah, yaitu :

a) Ilmu- ilmu hikmah dan filsafat (ulum al-hikmiyah al-falsafiyyah) yang diperoleh dengan akal manusia, dan

b) Ilmu yang diajarkan dan ditransformasikan (ulum naqliyyah al-wadhiiyah) yang bersumber kepada syariat islam (Alquran dan hadis). Ibn Khaldun mengkategorikan tasawuf sebagai salah satu dari beragam ilmu-ilmu syariah (ulum al-naqliyyah al whadiiyah).

2.

Pendapat al- Ghazali, berdasarkan cara memperoleh ilmu, disebutkan bahwa ilmu terdiri atas dua, yaitu :

a) Ilmu yang dihadirkan (ilm al-hudhuri/presential) b) Ilmu yang dicapai (ilm al-hushuli/attained) Al-Ghazali mengkategorikan tasawuf sebagai ilm al-hudhuri.

3.

Ibn al-Qayyim al-Jauziyah membagi ilmu menjadi tiga derajat :

a) Ilm jaliyun (didasari observasi, eksperimen, silogisme) b) Ilm khafiyun (ilmu makrifat).

(2)

Ibn al-Qayyim al-Jauziyah mengkategorikan tasawuf sebagai ilmu makrifat (ilm khafiyyun) dan ilmu yang didasari ilham dari Allah (ilm laduniyun).

4. Syed Muhammad Naquib al-Attas membagi ilmu menjadi dua jenis:

a) Ilmu pemberian Allah (the God given knowledge) yang disebut ilmu-ilmu agama (the religious sciences),

b) Ilmu capaian (the acquired knowledge) yang disebut ilmu-ilmu rasional, intelektual dan filosofis (the rational,intellectual and philosophical sciences),

Sedangkan Syed Muhammad Naquib al-Attas mengkategorikan tasawuf sebagai metafisika Islam yang merupakan bagian dari ilmu-ilmu agama (the religious sciences).1

Dapat ditegaskan bahwa para ulama menempatkan tasawuf sebagai bagian dari ilmu-ilmu agama, meskipun sebagian ahli menyebutkan bahwa tasawuf dalam bentuk tasawuf falsafi dipengaruhi oleh agama dan aliran filsafat tertentu.

Ibn khaldun telah mengulas tasawuf sebagai sebuah disiplin ilmu dalam kitab muqaddimahnya. Terdiri dari beberapa aspek.

a. Aspek sumber, tasawuf sebagai salah satu dari ilmu syariah, yaitu al-qur’an dan hadist

b. Aspek tujuan, pelajar sufi harus terus meningkatkan kualitas ibadahnya dan beranjak dari tingkatan terendah sampai tingkatan tertinggi.

c. Aspek pembahasan, tasawuf membicarakan empat pokok persoalan, antara lain :

a) Pembahasan tentang al-mujahadah (al-mujahadah), Zauq (al-dzawq), Intropeksi diri (muhasabah al-nafs), Tingkatan-tingkatan spiritual (al-maqamat).

b) Penyingkapan spiritual (alam al-ghaib). c) Keramat wali (al-karamat).

d) Istilah-istilah kaum sufi yang diungkap pasca “mabuk” spiritual (al-syathahat).

Menurut Ibn Khaldun kebanyakan fukaha menolak ajaran kaum sufi tentang tasawuf.2 Dimana Penolakan fukaha (Sunni) tidak serta merta ditujukan kepada semua jenis tasawuf. Menurut al-Taftazani, dari abad ketiga sampai abad keempat hijriah, aliran tasawuf terbagi menjadi dua yaitu:

1. Tasawuf Sunni, yaitu aliran yang memagari pengikutnya dengan Alquran dan Hadis, serta mengaitkan ajaran mereka, terutama keadaan dan tingkatan rohani mereka dengan kedua sumber ajaran Islam tersebut.

2. Tasawuf Falsafi, yaitu aliran yang cenderung kepada ungkapan-ungkapan ganjil (syathahat), memadukan antara visi mistis dan visi rasional dan banyak menggunakan terminilogi filosofis, bahkan dipengaruhi banyak ajaran filsafat.

Penutup

Dari kajian diatas dapat dipahami bahwa kedudukan ilmu tasawuf dalam Islam adalah sebagai bagian dari Syariah Islamiyah. Dimana akhlak tasawuf meliputi semua tingkah laku muslim, baik

1

Jafar, Gerbang Tasawuf Dimensi Teoretis Dan Praktis Ajaran Kaum Sufi, (Medan: Perdana Publishing, 2016), h.22.

2

(3)

tindakan lahir maupun tindakan batin, dalam ibadah maupun muamalah, dikarenakan tasawuf adalah pondasi akhlakul karimah.

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dilakukan untuk membuat perencanaan fortofolio aplikasi mendatang berdasarkan strategi sistem dan teknologi informasi yang dapat mendukung kegiatan

Kompleksitas – kompleksitas perusahaan – perusahaan besar yang sedang berkembang saat ini sangat dituntut untuk menggunakan sistem pengelolaan yang cukup simpel namun

Dengan adanya sistem informasi geografis berbasis web tersebut akan memberikan alternatif kemudahan kepada masyarakat untuk mencari informasi mengenai lokasi

Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengeteahui apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Contextual Teaching Learning berbantu Video

diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Tata Boga.

Pada tahap ini peneliti mengadakan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran siswa. Peneliti bekerjasama dengan wali kelas dalammelaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan

Kegiatan Perusahaan dalam memperkenalkan produk-produk baru dari perusahaan kepada pelanggannya atau pada masyarakat. Perusahaan harus mensosialisasikan kelebihan dan keunggulan

Program SIAKAD dengan pemilihan dosen yang dilakukan masing-masing individu oleh mahasiswa serta dengan adanya kelas yang berubah-ubah tersebut setelah berjalan 1 semester