Pengantar Bangunan Gedung
Komponen Struktur
Bangunan
Yullianty Noorlaelasari, ST., MT.
APA ITU STRUKTUR?
2. Struktur pada bangunan dapat diartikan
sebagai tulang-tulang rangka pada badan
manusia. Dengan adanya rangka tersebut,
maka badan manusia dapat tegak berdiri
dan berfungsi menjalankan pekerjaan
dengan sempurna.
Pada dasarnya, struktur bangunan dapat di
kelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu:
1. Struktur pemikul beban bangunan
, yang terdiri
atas pondasi dengan segala perlengkapannya.
• Perancangan bangunan biasanya dimulai dari perancangan denah dan diikuti dengan tampak, dan potongannya.
Perancangan struktur biasanya belakangan, setelah dikaitkan dengan rancangan potongan bangunan.
• Tetapi hal tersebut tidak selalu berlaku demikian. Ada
kalanya perancangan struktur bagunan tersebut dilakukan secara simultan, bersamaan tahap pemikirannya dengan tahap pemikiran denah, tampak, dan potongan bangunan. Mengenai cara mana yang paling tepat, sangat tergantung dari masing-masing perencana; biasanya tergantung pula pada jenis bangunan yang harus dirancang.
• Terlepas dari langkah manapun yang akan kita lakukan lebih dahulu, sebaiknya antara struktur dan
denah-tampak-potongan dapat diciptakan adanya keterpaduan yang
matang, sehingga hasil akhir rancangan yang kita dapatkan benar-benar merupakan rancangan yang dapat
Jenis-Jenis Komponen Struktur
STRUKTUR ATAS
Adalah seluruh bagian struktur bangunan yang berada di atas muka tanah (SNI 2002). Struktur atas diantaranya : Kolom, balok, plat lantai, dinding geser, tangga, struktur atap.
STRUKTUR BAWAH
(superstruktur) (substruktur)
Adalah seluruh bagian struktur bangunan yang berada di bawah level
STRUKTUR BAWAH
1. PONDASI
• Pondasi adalah suatu konstruksi pada bagian dasar struktur bangunan (sub-structure) yang berfungsi
meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan (upper-structure) ke lapisan tanah yang berada di
bagian bawahnya tanpa mengakibatkan keruntuhan geser tanah, dan penurunan (settlement) tanah/
Pondasi yang berlebihan.
• Karena kekuatan dari sub-struktur ini tergantung pada karakteristik tanah pendukung dan pengaruh dari
Macam-macam Pondasi
A. Pondasi Dangkal
•
Pondasi batu kali
•
Pondasi tapak (
foot plate
)
•
Pondasi umpak
B. Pondasi Dalam
•
Pondasi tiang pancang
•
Pondasi
bore pile
2. BASEMENT
• Basement adalah ruangan di bawah permukaan tanah di bawah sebuah gedung atau rumah.
Macam macam
Basement
a. Basement Walk Out
b. Basement Look Out
c. Basement Walk Up
d. Cellar
STRUKTUR ATAS
1. KOLOM
• Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok.
• Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya
(collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).
1. KOLOM (lanjutan)
• SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.
• Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton.
Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan.
• Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada
• Kolom utama adalah kolom yang
berfungsi unttuk menyanggah beban yang ada di atasnya.
• Kolom praktis adalah kolom yang
berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai
Jenis-Jenis Kolom
Menurut Wang (1986) dan Ferguson (1986)
jenis-jenis kolom ada tiga, yaitu :
•
Kolom ikat (
tie column
),
•
Kolom spiral (
spiral column
),
2.BALOK
• Balok adalah bagian dari struktural sebuah bangunan yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan
mentransfer beban menuju elemen-elemen kolom penompang.
• Balok (ring balok) juga berfungsi sebagai pengikat kolom-kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom dan mempertahankan bentuk dan posisinya semula.
• Ring balok dibuat dari bahan yang sama dengan kolomnya sehingga hubungan ring balok dengan
JENIS JENIS BALOK
Balok Lintel (latei)
adalah balok beton yang terletak diatas kusen pintu jendela dimana fungsi dari balok ini adalah agar kusen tidak menerima beban langsung dari atas sehingga kusen akan tetap kuat dan tidak melengkung karena berat beban dari atas dan ketika terjadi gempa beban tidak menimpa langsung kusen.
Balok Ring
adalah balok beton yang terletak diatas dinding bangunan. Balok ini berfungsi
mengikat dinding yang ada dibawahnya, stabilisator dan pengunci ujung atas balok kolom, serta menerima beban dari rangka atap atau bangian lain yang ada diatasnya meratakannya lalu meneruskannya ke bagian bangunan yang ada dibawahnya
terutama pada balok kolom.
Balok kayu
balok kayu menompang papan atau dek structural. Balok dapat ditopang oleh balok induk, tiang, atau dinding penompang beban
Balok baja
balok baja menompang dek baja atau papn beton pracetak. Balok dapat ditopang oleh induk kolom, atau dinding penompang beban
Balok beton
3. PLAT LANTAI
•
Plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas
tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat.
•
Plat lantai ini didukung oleh balok-balok yang
bertumpu pada kolom-kolom bangunan.
•
Fungsi Plat Lantai
a. Sebagai pemisah ruang atas dan ruang bawah b. Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas
c. Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah
d. Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah
Jenis-jenis Plat Lantai :
a. Plat Lantai Kayu
b. Plat Lantai Beton
c. Plat Lantai Baja
4. DINDING GESER (
SHEAR WALL
)
• Dinding Geser (Shear Wall) adalah jenis struktur dinding yang berbentuk beton bertulang yang biasanya dirancang.
• Fungsi dari dinding geser pada sebuah bangunan secara umum:
1. Memperkokoh Gedung.
2. Meredam Goncangan akibat Gempa. 3. Mengurangi Biaya Perawatan Gedung.
Jenis-jenis Dinding Geser :
a. Bearing wall,
b. Frame wall,
5. STRUKTUR ATAP
• Atap merupakan bagian dari bangunan gedung (rumah) yang letaknya berada dibagian paling atas,
• Konstruksi atap yang baik memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dengan baik.
• Untuk konstruksi atau struktur, pada umumnya, atap terdiri dari tiga bagian utama yaitu struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng.
5. STRUKTUR ATAP (lanjutan)
• Struktur atap adalah bagian bangunan yang menahan /mengalirkan beban-beban dari atap.
• Struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap.
• Rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok –balok (dari kayu/ bambu/ baja) secara vertikal dan horizontal –kecuali pada struktur atap dak beton.
Jenis-jenis Struktur Atap :
a. Struktur dinding (sopi-sopi) rangka kayu,
b. Kuda-kuda dan rangka kayu,
6. TANGGA
• Tangga adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungi dua tingkat vertikal yang memiliki jarak satu sama lain.
• Sifat tangga dibagi menjadi dua yaitu :
– Tangga permanen
Tangga jenis ini terdiri dari anak-anak tangga yang memiliki tinggi yang sama. Tangga dapat berbentuk lurus, huruf "L", huruf "U" , memutar atau merupakan dari kombinasinya. Contoh dari penggunaan tangga ini misalnya seperti yang kita temui pada bangunan rumah tinggal atau perkantoran.
– Tangga non permanen
Tangga non permanen biasanya digunakan untuk mencapai bidang horisontal yang lebih tinggi, dan digunakan hanya pada