• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KARBIT TERHADAP PEMATANGAN BUAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KARBIT TERHADAP PEMATANGAN BUAH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KARBIT TERHADAP PEMATANGAN BUAH

Disusun oleh: Diah Prastanti X MIPA-1 (11)

(2)

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas Karya Ilmiah yang berjudul “Pengaruh Karbit Terhadap Pematangan Buah”. Ucapan terimakasih juga tak luput kami sampaikan kepada Guru Biologi saya yang bernama Ibu Sutikah yang telah membantu saya utuk menyelesaikan tugas ini.

Melalui buku karya ilmiah ini saya berharap para pembaca merasa puas dan mengetahui bagaimana karbit bekerja terhadap kematngan suatu buah.

Saya menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak, tugas karya ilmiah ini sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran saya terima dengan senang hati.

Diah Prastanti

13 Sepetember 2015

(3)

1. Kata Pengantar………....2

2. Daftar Isi……….………..…..3

3. Bab I: Pendahuluan ………..………...….…....4

a. Latar Belakang Masalah……...………..…...….4

4. Bab II: Kajian Teori………...………..….6

a. Pisang……….….6

b. Karbit……….….6

5. Bab III: Metodologi Penelitian………...…….….…8

a. Metode Penelitian……….…..8

b. Waktu dan Tempat Penelitian………..……….….8

c. Alat dan Bahan……….…...8

d. Cara Kerja……….…...8

6. Bab IV: Hasil Penelitian………...……….…….….9

(4)

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Pada umumnya buah-buahan dapat dimakan ketika keadaan buah sudah matang atau masak. Pada keadaan sudah masak tentu saja kandungan vitamin dalam buah sudah mulai terbentuk juga rasa yang terkandung dalam buah tersebut sudah enak untuk dinikmati. Etilen merupakan hormone tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan penting dalam proses pematangan buah dan juga dalam perontokan daun. Etilen berbentuk gas sehingga sering disebut dengan gas etilen. Etilen sering dimanfaatkan oleh para distributor dan importer buah. Buah dikemas dalam keadaan belum masak. Setelah sampai untuk diperdagangkan buah akan diberikan etilen sehingga cepat masak. Dalam pematangan buah, etilen bekerja dengan cara memecahkan klorofil pada buah muda, sehingga buah hanya memiliki xantofil dan karoten. Dengan demikian, warna buah akan menjadi jingga atau kemerah-merahan.

B. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh karbit pada pematangan buah.

C. Manfaat Penulisan

Sebagai bahan tambah wawasan kepada para pembaca dan juga sebagai bahan penelitian pendahuluan terhadap penelitian selanjutnya.

D. Rumusan Masalah

Mengapa karbit dapat mematangkan buah yang masih muda?

E. Identifikasi Variabel

1. Variabel Bebas : penambahan karbit yang berbeda beda pada masing masing kelompok eksperimen (1g, 2g, 3g)

2. Variabel Kontrol : buah pisang, cahaya, udara, wadah 3. Variabel terikat : pematangan buah (rasa dan warna buah

setelah diberi karbit selama 2 hari)

(5)
(6)

BAB II Kajian Teori

A. Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. Paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang, terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A, B1, B2 dan C), zat besi, dan niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma S, 1977).

Sejak penanaman pohon pisang sampai dapat dipetik buah pisangnya memakan waktu sekitar 13-15 bulan. Sedangkan untuk masa panen berikutnya dibutuhkan waktu 3-4 bulan sekali. Semua tergantung dari umur anak pisang. Untuk perbanyakan paling sering dilakukan dengan tunas.

Faktor yang mendorong terjadinya proses pemasakan diantaranya adalah etilen. Etilen adalah adalah zat cair yang tidak berwarna, kental dan manis, mudah larut dalam air, memiliki titik didih relatif tinggi dan titik beku rendah. Etilen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan auksin, griberelin dan sitokinin. Dalam keadaan normal, etilen akan berbentuk gas dan struktur kimianya sangat sederhana sekali. Etilen di alam akan berpengaruh apabila terjadi perubahan secara fisiologis pada suatu tanaman. Hormon ini akan berperan dalam proses pematangan buah.

B. Karbit (Kalsium Karbida)

Karbit atau Kalsium karbida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CaC2. Karbit digunakan dalam proses las karbit dan juga dapat mempercepat pematangan buah. Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah :

(7)
(8)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan dengan mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada buah pisang yang telah diberikan karbit dengan takaran yang berbeda beda.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di tempat peneliti yaitu di Jl. K.H. Zubair gg VII/03 Gresik. Lamanya melakukan mengerjakan karya ilmiah ini mulai dari pengamatan buah pisang adalah selama 8 hari. Dimulai pada 6 September 2015 hingga 13 September 2015.

C. Alat dan Bahan 1. Kardus 2. Koran

3. Buah pisang yang belum masak 4. Karbit

D. Cara Kerja

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan

2. Letakkan buah pisang yang belum masak di Koran yang telah diberi karbit dengan masing masing takaran berbeda (1g, 2g, 3g)

3. Lalu bungkus masing masing buah yang ada di Koran hingga tertutup dengan sempurna.

4. Letakkan Koran tersebut kedalam kardus yang tertutup.

(9)

BAB IV Hasil Penelitian A. Data Hasil Penelitian

1. Kabit 1 gram

Hari ke- Warna Rasa Tekstur

1 Hijau sedikit kekuningan

Asam Keras

2 Kuning Manis sedikit

asam

Agak lunak

2. Karbit 2 gram

Hari ke- Warna Rasa Tekstur

1 Hijau sedikit

Hari ke- Warna Rasa Tekstur

1 Kuning sedikit

hijau Manis Agak lunak

2 Kuning Manis Lunak

B. Pembahasan

(10)

BAB V Penutup

A. Kesimpulan

1. Zat etilen yang terkandung dalam buah dapat mempercepat pematangan buah,

2. Semakin banyak karbit yang diberikan pada proses pematangan buah-buahan, maka semakin cepat pula proses pematangan pada buah tersebut.

B. Saran

Dengan adanya karya ilmiah ini diharapkan para penjual buah untuk dapat melakukan alternative lain dalam hal pematangan buah ini untuk menggunakan karbit.

(11)

Daftar Pustaka

Aman, M. 1989. FISIOLOGI PASCA PANEN. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Winarno, F.G. 1992. KIMIA PANGAN DAN GIZI. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/pisang

http://wordbiology.wordpess.com/2009/01/20/pemasakan-buah/

http://kautsarku.wordpess.com/2010/06/02/aman-gak-sih-makan-buah-yang-matang-dengan-karbit/

http://mitujembrak.blogspot.co.id/2013/10/kisma-2013.html?m=1

(12)

Lampiran

Gambar 1.1 Gambar 1.2

Gambar 1.3

Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3

Keterangan

(13)

Gambar

Gambar 1.1Gambar 1.2

Referensi

Dokumen terkait

Judul Skripsi : PENGARUH KCN TERHADAP KANDUNGAN GULA-GULA PEREDUKSI BUAH PISANG KEPOK ( Musa paradisiaca L.) SELAMA PROSES PEMATANGAN.. Nama Mahasiswa : Cherlyana

Pisang merupakan salah satu jenis buah yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi.. Kandungan mineral dan vitamin yang terdapat di dalam buah pisang dipercaya mampu menyuplai

Kami menyimpulkan bahwa cahaya merah mempengaruhi proses pematangan buah pisang muli dengan mengubah kandungan protein pada akhir klimaterik dan level triptophan

Pisang tergolong buah klimakterik yang proses pematangannya diikuti oleh laju respirasi yang tinggi.. Laju respirasi yang tinggi terjadi pada saat buah masih muda, yang diikuti

Hal ini diduga karena rendahnya konsentrasi yang terdapat pada buah pisang kepok masak dan lewat masak terjadi proses perpindahan dimana kadar kalium yang terdapat

Kandungan gula-gula pereduksi buah pisang kepok pada hari ke-2, ke-4, ke-6, dan ke-8 setelah perlakuan dengan berbagai konsentrasi KCN dapat dilihat pada tabel 1... Grafik

Perendaman buah sawo dalam larutan CaCl 2 tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan vitamin C buah sawo pada saat setiap buah dalam perlakuan

Peningkatan nilai kuat tekan rata beton pada substitusi 5% limbah karbit senyawa Ca(OH)2 yang dihasilkan dari campuran air dengan kalsium silikat pada semen