MAKALAH TUGAS SOSIOLOGI
(PERBANDINGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PAPUA DENGAN BALI)
Olivia Dian Putrianti
2016102929
I.PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Suatu Negara selalu memiliki keunikannya masing-masing sebagai suatu ciri khas dari Negara tersebut. Keunikan suatu Negara tercipta oleh masyarakat yang tinggal secara menetap di negara tersebut yang lama kelamaan akan menjadi suatu budaya. Di dalam suatu negara yang memiliki wilayah luas yang membuat masyarakatnya tinggal secara terpencar dan berkelompok, maka negara tersebut memiliki beragam kebudayaan di setiap wilayahnya. Dengan kata lain, negara tersebut kaya akan budaya. Negara dan masyarakat tidak akan pernah terlepas dari kebudayaan. Manusia merupakan perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Setiap manusia selalu memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan seperti, perbedaan dalam kepercayaan, perbedaan pola pikir, dan perbedaan perilaku. Itu semua biasanya dipengaruhi oleh lingkungan dimana mereka tinggal, sehingga kebudayaan dalam lingkungan tersebut akan
mempengaruhinya. Namun, manusia selalu mempunya batas-batas dalam melakukan sesuatu agar tidak merugikan dirinya sendiri maupun oranglain. Batas-batas tersebut disebut dengan peraturan tertulis (undang-undang) dan peraturan tidak tertulis (norma dan nilai masyarakat).
I.2 RUMUSAN MASALAH
Bagaimana nilai-nilai sosial di papua dan bali? Bagaimana kebudayaan di papua dan bali?
Bagaimana pola pikir masyarakat papua dan bali?
I.3 TUJUAN PENULISAN
Untuk mengetahui perbedaan nilai-nilai sosial di papua dan bali
Untuk mengetahui perbedaan kebudayaan papua dan bali
II.PEMBAHASAN
2.1 TENTANG PAPUA
Papua merupakan sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau papua atau bagian paling timur New Guinea (Irian Jaya). Provinsi papua dulu mencakup seluruh wilayah papua bagian barat sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutam oleh Organisasi Papua merdeka. Gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan colonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlends Niew Guinea / Dutch Niew Guinea). Setelah bergabung dengan NKRI, wilayah ini dikenal dengan provinsi Irian Barat (1969-1973). Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tembga dan emas Freeport. Nama provinsi ini kemudia diganti menjadi Papua pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur). Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemeintah Indonesia, bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian barat menjadi Provinsi Irian Barat (setahun kemudia menjadi Papua Barat. Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Papua saat ini.
2.2 NILAI SOSIAL DI PAPUA
2.3 KEBUDAYAAN DI PAPUA
Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, dan karya manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan. Masyarakat papua merupakan masyarakat yang kental akan kebudayaan. Mereka sangat menjaga dan melestarikan kebudayaan mereka, bukan karena takut mengalami lunturnya kebudayaan, melainkan karena suatu kepercayaan. Papua merupakan salah satu dari berbagai wilayah di Indonesia yang kaya akan budaya. Kebudayaan mereka pun sangat unik dan kadang untuk orang modern sangat tidak masuk akal untuk dilakukan dan dipercayai. Yang dimaksud unik dan tidak wajar untuk dilakukan (untuk orang modern) adalah ritual-ritual yang dilakukan masyarakat papua, salah satunya adalah:
UPACARA POTONG JARI
Upacara potong jari adalah ritual ekstrim yang dilakukan dan diwajibkan kepada warga, sebagagai symbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan sebagian anggota keluarganya. Jari diartikan sebagai symbol kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia maupun sebuah keluarga. Pemotongan jari ini dilakukan dengan ikhlas dan murni sebagai symbol atau rasa empati kepada keluarga yang ditiggalkan.
2.4 POLA PIKIR MASYARAKAT PAPUA
Masyarakat papua terutama yang tinggal di pedalaman, masih memiliki pola pikir yang sangat
percaya jika mereka menerima hal-hal baru dan menghilangkan budaya leluhur mereka, maka mereka akan terkena dampak negatif dari sang leluhur. mereka percaya terhadap dinamisme dan animisme. Pola pikir mereka inilah yang membuat papua sulit untuk dirubah dan
dimodernisasikan. Namun, tidak semua orang papua memiliki pola pikir yang sangat tradisional, ada beberapa masyarakat papua yang menirima hal-hal baru dan modernisasi biasanya mereka tinggal di daerah perkotaan.
2.5 TENTANG BALI
Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga
merupakan nama dari pulau utama di wilayah ini. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil. yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan. Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai
tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
2.6 NILAI SOSIAL DI BALI
Nilai sosial masyarakat Bali yang sekarang juga dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial yang
diterapkan oleh sang leluhur, namun masyarakat Bali pada zaman ini tidak terlalu menerapkan semua nilai-nilai yang diterapkan oleh sang leluhur, karena mereka sudah menerima
modernisasi. Terlebih, masyarakat bali sekarang ini sudah banyak yang berasal dari luar negri. Warga asli Bali juga banyak yang menikah dengan warga negara lain, sehingga terjadi
dulu masyrakat Bali taboo dengan perempuan berpakaian minim karena dianggap tidak sopan, namun sekarang ini mereka sudah terbiasa dengan perempuan berpakaian minim
2.7 KEBUDAYAAN DI BALI
Seperti Papua, Bali juga kaya akan budaya. Masyarakat pribumi Bali sampai sekarang masih
menjaga dan melestarikan kebudayaannya itulah mengapa banyak orang yang kagum dengan masyrakat pribumi bali. Mereka menerima modernisasi tanpa menghilangkan kebudayaan mereka. Ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur di bali.Salah satu kebudayaan di Bali adalah Tari Kecak:
TARI KECAK
Tarian ini merupakan tarian yang sangat terkenal dari daerah Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk bari melingkar. Tarian ini menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan
harapan-harapannya kepada masyarakat.
UPACARA BUKAKAK
Upacara Bukakak ialah upacara dalam rangka melakukan permohonan kepada Sanghyang Widhi Wasa untuk memberikan kesuburan kepada tanah-tanah pertanian mereka supaya hasil panennya berlimpah ruah. Kebiasaan dalam gelaran upacara unik ini dilakukan di desa adat dan tidak dilakukan di daerah-daerah lainnya di Bali.
Masyarakat desa adat yang melaksanakan upacara ini adalah masyarakat agraris yang masih dengan setia memegang teguh adat istiadat dan kepercayaaan secara turun temurun yang diwariskan leluhur mereka, dan Salah satu warisan yang selalu dijaga, dipelihara dan dilakukan oleh masyarakat desa tersebut adalah ritual Upacara Bukakak. Upacara Bukakak sudah dilakukan sejak zaman dahulu dan masih terperihara hinggga sekarang, pada mulanya upacara ini
dilakukan 1 tahun sekali, namun karena terkendala faktor biaya yang tidak sedikit, akhirnya upacara ini dilakukan setiap 2 tahun sekali
2.8 POLA PIKIR MASYARAKAT BALI
hampir 90%), di dalam berkomunikasidengan Brahmana, Ksatria dan Weisya, menggunakan tata bahasa Bali yang lebih halus. Begitu sebaliknya mereka akan menaggapi dengan halus pula. Kebiasaan sopan pada sesama apalai kepada orang yang lebih tua, dan pada kasta yang lebih tinggi. Menyangkut etika, sangat tidak sopan menunjukkan sesuatu dengan tangan kiri, lawan bicara bisa jadi tersinggung, apalagi menunjuk dengan kaki, lawan bicara bisa jadi emosi. Kalau pun hal itu harus dilakukan, bilang maaf terlebih dahulu, atau orang bali biasa bilang kata “tabik”
III. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Papua dan Bali merupakan wilayah dari Republik Indonesia yang sama-sama memiliki
kekayaan budaya. Yang membedakan adalah pola pikir pendudukya. Penduduk Papua terutama yang tinggal di pedalaman, memiliki pola pikir yang sangat tradisional dan sulit menerima modernisasi. Lain halnya dengan Papua, penduduk Bali memiliki pola pikir yang cendurung modern namun tidak melupakan dan melestarikan kebudayaannya. Oleh sebab itu, kehidupan di papua cenderung tradisional dan kehidupan di Bali cenderung modern.
3.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Bali
http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1065/tradisi-potong-jari
Soeroso, Andreas. 2008. Sosiologi 1 untuk SMA kelas X. Jakarta : Yudhistira
Soekanto, Soerjono .2016. Sosiologi Suatu Pengatar. Jakarta : Rajawali Pers
http://www.academia.edu/13063850/Kondisi_Sosial_dan_Budaya_Papua