• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Elektronika Daya (Komponen Elektronika Daya 2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Elektronika Daya (Komponen Elektronika Daya 2)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 1.1 Diode: (a) simbol diode, (b) karakteristik diode,  (c) karakteristik ideal diode sebagai sakaler
Gambar 1.2 SCR: (a) simbol SCR, (b) karakteristik SCR,   (c) karakteristik ideal SCR sebagai sakelar
Gambar 1.3 GTO: (a) simbol GTO, (b) karakteristik GTO,  (c) karakteristik ideal SCR sebagai sakelar
Gambar 1.4 Transistor: (a) simbol transistor, (b) karakteristik transistor,
+5

Referensi

Dokumen terkait

Untuk hasil pengamatan kuat arus dan tegangan dioda pada panjar mundur ditemukan bahwa dengan tegangan Vs = 9 V dan 12 V tidak dapat melewatkan arus namun terkadang

Arus hubung singkat sel surya adalah arus yang mengalir pada saat tegangan sel surya sama dengan nol atau arus keluaran maksimum modul surya yang dikeluarkan di bawah

Siswa dapat Menerapkan rangkaian dioda zener sebagai Sebagai pengaman tegangan lebih pada beban dengan bantuan komponen SCR.. Pengertian, fungsi dan karakteristik

Proses penyearahan dapat dijelaskan melalui Gambar 2.2 (a), (b) dan (c), pada setengah siklus pertama dengan polaritas positif, dioda pada rangkaian penyearah akan ON karena

Besar Besar arus arus yang yang mengalir mengalir pada pada masing masing ‐‐ masing masing tahanan tahanan sama sama besarnya besarnya dengan dengan arus arus total total C..

Sebuah trafo daya dihubungkan dengan tegangan jala-jala 220 V, arus yang mengalir pada lilitan primer 0,2 amper.. Jika tegangan sekundernya

Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus

Mengukur Transistor dengan Multimeter Digital memakai fungsi dioda Cara Mengukur Transistor PNP dengan Multimeter Digital  Atur Posisi Saklar pada Posisi Dioda  Hubungkan Probe