• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik dalam menjaga dan pengamanan Anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teknik dalam menjaga dan pengamanan Anak"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Teknik Penjagaan Anak/ Peserta Didik

Agar Aman Dalam Menggunakan Internet

Wisnu Rachmad Prihadi rachmadprihadi@gmail.com

Abstract

Salah satu produk hasil kemajuan teknologi adalah komputer dan internet, barang tersebut bukan lagi menjadi barang mewah akan tetapi sudah menjadi kebutuhan. Akan tetapi barang-barang tersebut tidak lepas juga dari perkara yang negatif yang ramai dibicarakan di media masa. Tujuan dalam kajian ini adalah memberikan kiat bagi orang orang tua/ guru yang memiliki peranan tanggungjawab dalam menjaga ancaman yang timbul dari perangkat teknologi tersebut. Penulisan pada kajian ini menggunakan metode kajian literatur yang menjelaskan upaya dalam menjaga anak/ peserta didik agar aman menggunakan Internet. Terdapat 10 kiat yang dilakukan oleh orang tua/ guru agar anak-anak tetap dapat memanfaatkan internet dengan aman yaitu : 1.) masuk ke dunia online mereka, 2.) buatlah aturan, 3.) ajarkan untuk melindungi privasi, 4.) jangan lengah, 5.) menjadilah sahabatnya, 6.) bekerjasama dengan ISP, 7.) maksimalkan menu yang terdapat di browser, 8.) mengatur mesin pencari (setting search engine), 9.) kenali situs yang aman dan berbahaya bagi mereka, 10.) tanamkan nilai ketauhidan dalam hati. Penerapan 10 kiat diharapkan dapat menangkal akibat negatif yang ditimbulkan dari internet dan upaya menjaga generasi masa depan.

Kata kunci: teknologi, internet, online

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi telah membawa banyak membuat perubahan, mulai dari hal yang besar hingga ke sarana-sarana yang kecil, mulai dari yang mendatangkan manfaat hingga menjadikan sebagai sarana kejahatan. Salah satu produk kemajuan teknologi adalah komputer dan internet dimana kedua barang tersebut sekarang ini bukanlah menjadi barang mewah akan tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat baik di perkotaan juga di desa. Komputer yang dulunya identik dengan mesin hitung yang bayangan orang-orang terdiri dari angka-angka dan operasi matematika yang rumit namun sekarang merupakan sebuah alat yang dapat melakukan berbagai aktifitas (multitasking) mulai dari menghitung data hingga ke sarana hiburan (game, menonton, dll). Internet yang pada awal masuk di Indonesia tahun 1994 hanya sebagian orang saja yang memahaminya akan tetapi sekarang ini merupakan fitur pelengkap dari peralatan-peralatan komputer dan perangkat komunikasi lainnya, yang awalnya hanya sebatas sebagai sarana untuk mengirim pesan elektronik (email), chating dan browsing sekarang menyebar hingga ke sarana televisi sepert TV cabel, GPS, dll. Perkembangan teknologi tidak hanya sampai disitu, terus berkembangnya teknologi meng-akibatkan untuk mengakses internet tidak lagi membutuhkan sebuah perangkat komputer, atau kabel LAN akan tetapi dapat menggunakan telepon genggam (handphone), dan juga pengguna internet tidak lagi menjadi milik orang-orang tertentu akan tetapi sudah menjadi konsumsi publik, mulai dari

orang kantoran hingga orang pinggiran, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak semuanya bebas menikmatinya.

Indonesia yang merupakan pasar yang potensial dalam penggunaan produk-produk teknologi dan internet, hal ini di karenakan dari faktor geografis yang terdiri dari beberapa pulau yang membutuhkan akses untuk mengakses informasi dengan cepat, dan dari jumlah penduduk yang terbesar setelah Amerika, Cina dan India. Sebuah survei yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2012 mencapai 63 juta orang atau 24,23 persen dari total populasi negara ini.

(2)

Dari hasil survei terdapat terdapat fenomena-fenomena yang dominan dalam penggunaan internet di Indonesia yaitu : Fakta pertama, perkembangan teknologi di Indonesia menunjukkan pengguna internet di indonesia sangat tinggi dan apabila dilihat dari umur pengguna internet di Indonesia setengahnya berumur dibawah 20 tahun, fakta kedua internet merupakan sarana yang paling sering dibaca dibandingkan dengan buku-buku

Sangat disayangkan apabila perkembangan dan kemajuan teknologi internet ini hanya digunakan untuk sekadar sarana hiburan atau sebagai update status atau juga saling menimpali komentar atau foto yang diunggah ke Facebook dan Twitter, tidak menjadikan sebagai sarana untuk menambah ilmu yang bermanfaat bahkan sampai disalah gunakan untuk mengupload video-video yang tidak senonoh.

Sebagian diantara komunitas kecil masyarakat seperti itu melihat internet dan perkembangan teknologi informasi ini selalu berkonotasi negatif, dikarenakan datangnya dari budaya barat, maka masih dipandang sebagai suatu hal yang amat tabu, atau kalau tidak boleh kita katakan haram bagi komunitas masyakat tertentu. Mereka berasumsi bahwa internet syarat dengan persoalan yang berbau pornografi, kekerasan, eksploitasi kaum perempuan, penjajahan budaya, kapitalistik dan lainnya. Maraknya persepsi negative inilah yang demikian pesat memang bukan sekedar isapan jempol, karena berbagai media massa juga telah ikut ambil bagian menyebarkan stigma negative tentang kehadiran teknologi informasi dan internet. Memang internet banyak di komudifikasi, dan di konstrusi menjadi opini negatif, dari pada opini yang bersifat positif.

Akibat dari seringnya kasus-kasus yang beredar di media masa (televisi, surat kabar dll) berupa pornografi dan penculikan anak lewat Facebook mengakibatkan masyarakat beranggapan bahwa internet itu berbahaya. Tidak sedikit orang tua yang mencap internet sebagai „barang‟ terlarang yang harus dijauhi anak-anak mereka. Apalagi beredarnya video porno artis yang sempat membuat heboh, membuat citra internet semakin negatif. Padahal, penggunaan internet juga memiliki keuntungan dan manfaat. Komputer dan Internet memberikan banyak kemudahan yang tidak kita dapatkan di media lainnya seperti halnya mengirim data atau surat elektronik yang dalam hitungan menit telah sampai ke alamat tujuan dan tidak perlu membutuhkan waktu yang laam.

Penggunaan internet ibarat sebuah pisau, yang mana semuanya tergantung dari pengguna pisau tersebut, apabila yang memegang pisau tersebut adalah seorang koki maka pisau tersebut akan digunakan untuk membantu dalam menghasilkan masakan, namun apabila pisau tersebut digunakan oleh penjahat maka tentunya pisau tersebut akan digunakan untuk menyelakai korbannya. Begitu

juga halnya dengan internet di satu sisi konten internet memang bermanfaat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan umat manusia, mempermudah dalam pekerjaan sedangkan di sisi lain terdapat pula konten negatif yang tidak pantas atau bahkan dapat merugikan pengaksesnya, oleh karena itu dibutuhkan peran dari semua kalangan khususnya orang tua, guru untuk mengarahkan, mendidik, dan membimbing bagi generasi-generasi muda untuk memanfaatkan teknologi kedalam kegiatan-kegiatan positif dan untuk mewujudkan hal ini tidaklah instan, perlu pembiasaan dan upaya yang continue untuk membentuk jati diri mereka.

Melalui 10 kiat ini diharapkan kita sebagai pendidik dapat mengurangi sisi negatif dan kerugian dalam penggunaan internet. Oleh karena itu, penulis merasa perlu memberikan pemahaman akan penggunaan firewall saja tidaklah cukup untuk membentengi dan meminimalisir dari kejahatan didunia maya dan hal-hal negatif dalam penggunaan internet bagi para pelajar di sekolah.

Identifikasi permasalahan yang sangat penting ialah penggunaan media internet oleh anak-anak/ peserta didik sudah terlampau bebas baik dari fasilitas yang diberikan orang tua hingga fasilitas internet itu sendiri. Umumnya kebebasan dalam mengakses dan menggunakan internet tidak dibarengi oleh pemahaman yang benar dan dampak dari penggunaan internet itu sendiri. Tulisan ini berdasarkan pada penelitian literatur dari berbagai sumber dan mengamati fenomena di masyarakat terhadap fasilitas yang diberikan orang tuan dengan kiat/ upaya orang tua itu sendiri untuk mengatasi ancaman yang timbul dari internet. Sehingga dapat dirumuskan permasalahan yaitu : (1) bagaimana upaya orang tua dalam mengurangi dampak penyalahgunaan internet terhadap anak atau peserta didiknya di Indonesia?; (2) bagaimana cara penerapan 10 kiat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengajak kepada semua kalangan utnuk ikut terlibat dalam mengurangi dampak penyalahgunaan internet dan tidak hanya mengandalkan pada alat atau sistem pada anak/ peserta didik di Indonesia, mengetahui apasaja cara dan pengaplikasiaannya di kehidupan sehari-hari. Manfaat dari penulisan ini adalah memberikan masukan dan gambaran kepada para orang tua, guru, dan pendidik untuk ikut terlibat dalam mengurangi dampak penyalahgunaan internet pada anak dan peserta didik.

2. Kajin Teori

Perkembangan teknologi yang begitu pesat tidak bisa dihindarkan bagi setiap manusia,

(3)

upaya prefentif dari hal-hal yang negatif tidaklah cukup akan tetapi di butuhkan upaya

10 Kiat dalam Menjaga Anak/ Peserta Didik Agar Aman Menggunakan Internet

Terdapat 10 kiat untuk menjaga anak/ peserta didik tetap aman di internet baik dengan cara menggunakan bantuan program atau cara persuasif yaitu :

a. Masuklah ke dunia online mereka

Keterlibatan orang tua dalam kehidupan seorang anak sangatlah penting, apalagi dizaman sekarang ini yang mana banyaknya godaan-godaan yang menjerumuskan anak/ peserta didik ke dalam keburukan mulai dari permainan yang tidak mendidika hingga memasukkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang. Mengenali lingkup gerak mereka, meliputi mengenali teman dan taman bermain mereka sangat diperlukan. Pastikan mereka berselancar di dunia maya dengan aman dengan cara sesekali ikut menemani mereka menggunakan internet, atau apabila sama-sama menggunakan media sosial seperti facebook, tweeter dll, upayakan ikut bergabung sebagai teman mereka. Dengan begitu kita mengetahui dan bisa memantau apa yang mereka lakukan tanpa harus mengganggu atau melarang mereka. Hal yang tidak kalah penting adalah mengenalkan internet berdasarkan usia, dimana faktor usia sangat mempengaruhi pola perkembangan baik fisik maupun psikologis dari anak, tentunya dibutuhkan pemahaman yang berbeda dalam menyikapi dunianya, tentunya sikap kita berbeda dalam menyikapi dunia anak yang usianya 2-4 tahun dengan anak berusia 10-15 tahun. Pada anak usia 2 – 4 tahun, seorang anak harus mendapat pendampingan dari orang tua, hal ini bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga menyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapat pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara anak dengan orang tua. Pada usia 4 – 7 tahun anak mulai melakukan eksplorasi sendiri, anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di internet. Pada usia 7 – 10 tahun anak mulai melncari informasi dan kehidupan sosial diluar keluarga mereka dan pada usia ini anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua, Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, yang tentunya adanya partisipasi dan pengawasan dari orang tua. Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang

khusus bagi anak contohnya

www.funbrain.com . Pada masa ini, fokus orang

tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet.

Pada usia 10 – 15 tahun, pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka, tekankan kembali pada kesepatakan dasar tentang penggunaan Internet di rumah dan ajarkan tidak memberikan data pribadi apapun, baik bertukar foto atau melakukan pertemuan face-to-face. Anak pada usia ini juga sudah mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan penasaran dengan lawan jenisnya. Janganlah terkejut apabila anak-anak mulai tertarik dengan materi-materi seksual. Sikap yang tepat adalah orang tua harus bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal yang negatif

b. Buatlah aturan

Kebebasan yang tidak ada batasannya dalam segala hal akan mengakibatkan dampak buruk termasuk juga kegiatan ber-online/ berselancar di dunia maya. Akan lebih baik jika membuat aturan-aturan mengenai lama waktu penggunaan, frekuensi dan situs-situs apa saja yang diperbolehkan. Seperti contohnya buat aturan menggunakan internet 1 jam sehari setelah mengerjakan pekerjaan rumah/PR. Dengan aturan tersebut kita bisa mengontrol dan tidak mengabaikan aktifitas lainnya. Segala aturan perlu tindakan tegas apabila melanggarnya. Contoh lain yaitu dengan menjatah uang pulsa mereka sehingga mereka akan lebih berhati-hati dalam penggunaannya. Beri penjelasan kepada anak/ peserta didik terhadap aturan dasar dalam berinternet atau bergaul dijejaring sosial beri himbauaan kepada anak untuk mengikuti aturan-aturan dasar bergaul disitus jejaring sosial :

 Memasang profil diri secukupnya saja, tidak perlu terlalu lengkap seperti alamat rumah, nomor telepon dll.  Waspada ketika mengadakan

pertemuan secara offline (face-to-face) dengan seseorang yang baru pertama kali dikenal di internet.

 Jangan memajang foto yang kurang pantas, karena berpotensi disalah gunakan oleh orang lain yang dapat merugikan kita.

(4)

orang yang tidak kita kenal sebelumnya.

 Ingatlah bahwa apa yang ditulis disitus jejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersebar luas. Dampaknya bisa merugikan diri sendiri atau pun pihak lain, dan sangat mungkin berujung pada tuntutan hukum.

c. Ajarkan mereka untuk melindungi privasi Anak-anak tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi mengumbar informasi-informasi pribadi. Tugas kita selaku orang tua untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan seperti:

 Jangan pernah memberikan nama, nomor telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah dan foto tanpa izin dan keterangan yang jelas

 Jangan pernah membuka email dari orang yang tidak dikenal

 Jangan merespon pesan yang mengganggu

 Jangan bertemu dengan orang yang hanya dikenal melalui internet

Apabila anak anda pengguna sosial media seperti Facebook ajarkan untuk mempelajari, kiat pengaturan privasi (privacy settings). Jangan sampai lantaran ketidaktahuan atau kemalasan, nama baik kita menjadi tercemar dan sulit untuk dipulihkan. Berikut ini tips yang dapat diikuti:

 Manfaatkan “Friend List”

Bagi kebanyakan orang, fitur friend list mungkin tidak dianggap penting. Namun hal ini membantu kita memanajemen teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan. Fitur ini juga memudahkan kita mencari teman Facebook lain yang jarang dihubungi. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang.

 Hilangkan Nama Kita di “Facebook

Search”

Bagi yang belum mengerti, kita bisa menghilangkan nama kita di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari / dilacak orang. Caranya:

- Cari „privacy settings‟, pada opsi account di kanan atas.

- Pada privacy settings, pilih

‟search‟ Non-aktifkan„publik

search result‟

- Klik „Confirm‟

 Jangan Biarkan Anda Dipermalukan Karena Foto/Video.

Seringkali foto-foto culun dan memalukan kita yang di upload teman,

bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video nya. Caranya:

- Cari „privacy settings‟, pada opsi account di kanan atas.

- Pada privacy settings, pilih „Profile Information‟.

- Atur pada pilihan „Photo Albums‟

dan „Photos and Videos of me‟, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kit  Hindari Aplikasi Berbau Esek-esek.

Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya seks favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai hiburan, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif. Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri kita, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau negatif.

 Buat “Contact Profile” Anda Lebih

Privat.

Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail. Ada kalanya, untuk menjaga privasi, kita tak harus membeberkan itu semua ke publik. Kita pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel saja, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja.

 Hanya Orang Tertentu yang Boleh Melihat Foto Anda.

d. Jangan abaikan lokasi berinternet

Jangan membiarkan anak memakai komputer di kamar pribadi, tempatkanlah komputer di tempat umum. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memonitor penggunaannya. Apabila anak meminta ijin ke warnet atau rental komputer pastikan tempat tersebut benar-benar aman atau survei keadaan warnet tersebut, baik dari lingkungannya, dokumen yang ada di warnet tersebut, hingga tanyakan kepada penjaga.

e. Jadilah sahabatnya dan pilihkanlah sahabat baginya

(5)

sahabatnya berarti kita mendapat dua tempat dalam dunia mereka di satu sisi kita sebagai orang yang dihormatinya di sisi yang lain kita menjadi tempat berbagi cerita. Dengan kita menjadi sahabat baginya kita bisa memilih teman yang baik dan melarang teman yang buruk baginya, pengaruh teman sangatlah memiliki peranan bagi perkembangan jati anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami‟ 3545).

Oleh karena itu, memilih teman bergaul merupakan upaya dalam menentukan kebaikan bagi diri anak dan peserta didik.

f. Bekerjasama dengan ISP

Jika memungkinkan, bekerjasamalah dengan penyedia layanan internet (ISP) , biasanya terdapat program parental control gratis yang bisa membatasi pengaksesan anak-anak ke situs-situs tertentu, sofware parental control juga bayak tersedia di Internet dengan cara mendownload dan menginstal program tersebut.

Software ini untuk mencegah anak sengaja atau tidak sengaja membukan dan/atau melihat berbagai gambar yang tak layak (pornografi, sadisme, dan sebagainya) yang terdapat di situs Internet. Software ini juga akan memudahkan orang tua ataupun pengasuh untuk memonitor aktifitas anak selama online dengan berbagai variasi metode pengawasan. Fungsi lain dari software ini adalah untuk membatasi jumlah/durasi waktu anak dalam menggunakan Internet. Termasuk untuk pengaturan hari dan jam tertentu sehingga komputer dapat atau tidak dapat digunakan oleh anak untuk ber-Internet. Contoh software:

K9 Web Protection

www.k9webprotection.com

Gambar 2. Software parental

g. Maksimalkan layanan pada Browser dan program komputer anda

Apabila ISP Anda tidak memiliki kemampuan di atas, Anda masih memiliki opsi aman dalam berinternet di browser Anda. Misalnya jika Anda memakai Internet Explorer, program Content Advisor bisa digunakan sebagai langkah antisipasi dengan memilih menu Tools > Internet Options > Content. Ia akan menyaring bahasa, seks dan kekerasan yang ada di internet.

Gambar 3. Menu pengaturan di Internet explorer untuk menyaring

(6)

Gambar 3. Menu di Internet explorer untuk menyaring isi yang ada di internet

Oleh karena itu sebelum komputer digunakan oleh anak atau peserta didik pastikan search engine google telah di setting keamanan.

i. Kenali situs yang aman dan yang buruk baginya

Kita dapat mencarikan situs-situs yang cocok sesuai usia dengan konten yang bervariasi seperti film, sejarah ilmu pengetahuan, kreatifitas dan lain-lain. Konten internet tergantung dari umur dari pengguna internet tersebut. Kita dapat mengajarkan untuk broswing yang aman, apabila kita mencurigai kita dapat mengetahui sejarah konten yang pernah dibuka melalui menu histor/ riwayat browsing .

j. Tanamkan ke Tauhidan dalam diri

Penanaman nilai-nilai Tauhid merupakan hal yang pokok dan penting dalam mengekang segala hal yang negatif, penanaman akidah yang benar mengakibatkan kebaikan disegala hal. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

Tahun ibarat pohon. Bulan ibarat cabangnya. Hari ibarat rantingnya. Jam ibarat daunnya. nafas ibarat buahnya. Barangsiapa yang hela nafasnya untuk ketaatan pada Allah, maka hasil dari pohonnya adalah buah yang baik. Barangsiapa yang hela nafasnya untuk maksiat, maka buahnya adalah hanzholah (buah yang pahit). Setiap orang akan memetik buah dari hasil usahanya pada hari kiamat nanti. Ketika dipetik barulah akan ia rasakan manakah buah (hasil) yang manis dan manakah yang pahit.

Betapa banyak usaha yang kita lakukan baik itu menggunakan perangkat-perangkat yang canggih, pengamanan 24 jam akan tetapi tetap saja perkara yang negatif masuk. Tanpa tauhid ibarat bangunan yang mengah dan indah akan tetapi tidak dilandasi oleh pondasi yang kuat, yang hasilnya bangunan tersebut akan roboh.

Penanaman nilai-nilai ketauhidan yang benar dalam hati yang diamalkan dalam perilaku pada anak atau peserta didik memiliki

dampak yang luar biasa, tanpa peralatan yang moderen perkara yang negatif dapat dicegah.

3. Pembahasan

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi berupa internet tidak bisa dielakkan lagi, semua kalangan dapat menggunakannya mulai dari orang dewasa hingga anak-anak dan sarana-sarana untuk mendukung hal tersebut telah banyak di fasilitasi mulai dari banyaknya warung internet (warnet) hingga dapat menggunakan perangkat handphone. Meningkatnya jumlah pengguna internet yang umumnya didominasi oleh usia pelajar menyebabkan kekawatiran bagi para orang tua dan pendidik terhadap penggunaan internet yangmana akibat dari seringnya pemberitaan negatif di media masa terkait penggunaan internet yang identik dengan hal-hal negatif seperti pornografi, penipuan, dll. Penggunaan internet membutuhkan sikap yang bijak dalam menggunakannya, umumnya pada usia pelajar yang memiliki kepribadian yang masih labil membutuhkan pengarahan dan pengawasan terhadap kegiatan berinternet.

Untuk mengatasi hal negatif diatas dapat dilakukan 10 kiat untuk mewujudkan keamanan dalam berinternet. Menggunakan aplikasi dalam hal memfilter saja tidaklah cukup, masih terdapat kelemahan dan belum mengatasi secara menyeluruh. Untuk meminimalisir dampak dari penggunaan internet yang dapat merugikan anak didik kita, 10 kiat dirasa cukup mewajikili dan mudah diamalkan apabila dilandasi kecintaan, tanggung jawab dan mengetahui damapak negatif yang diakibatkan dari internet. Cara diatas merupakan upaya/ sikap pertengahan untuk tetap menggunakan internet dengan aman dan bukanlah bersikap introfent terhadap perkembangan teknologi dan tidak bersikap hanya memberikan fasilitas saja tanpa memperdulikan akibat yang ditimbulkan terhadap fasilitas yang diberikan. Cara ini benar-benar memupuk sejak dari dini mulai dari masuk kedunia mereka hingga menanamkan niali keTauhidan dalam diri, dan dirasa sudah cukup untuk memberinya bekal untuk bisa menangkal dari perkara negatif.

(7)

4. Simpulan

Dari hasil kajian teori dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Kemajuan teknologi yang begitu pesat haruslah diimbangi dengan kebermanfaatan bagi pengguna teknologi informasi dan internet jangan sampai menjadi bumerang terhadap diri sendiri akibat kelalaian. b. Keamanan tidak sebatas menggunakan

sistem keamana dan alat yang digunakan saja , akan tetapi dibutuhkan upaya persuasif agar anak atau peserta didik aman dalam menggunakan internet.

c. Terdapat 10 kiat untuk menjaga anak atau peserta didik aman dan terhindar dari hal yang negatif di dunia internet, dan kesepuluh tersebut haruslah dilakukan dengan bertahap dan dilakukan dengan penuh keikhlasan. d. Cara diatas dimulai dari anak sejak dini

hingga remaja, hal ini dikarenaka ketika masa remaja anak-anak atau peserta didik sudah berkurang intensitasnya dalam bergaul dengan orang tua, mereka lebih sering bergaul dengan teman mereka.

REFERENCES

S. Arifianto. 2005. Internet dan Budaya Informasi . Balitbang SDM Depkominfo RI. Yogyaykarta TIM Internet Sehat. 2012. Pedoman Ber-Internet

yang Aman Nyaman dan Bertanggungjawab. Edisi V. Jakarta

TIM- ICT Watch. 2013. Peta Kelola online Indonesia.

http://rumaysho.com/faedah-ilmu/buah-dari-tauhid-830

http://remajaislam.com/dunia-muda/iptek/19-hati-hati-memajang-foto-di-fb.html

http://kalamkata.org/2011/02/20/pedoman-berekspresi-online/ diakses 12 Desember 2013 pukul 14.49WIb

http://www.apjii.or.id/v2/index.php/read/page/hala man-data/9/statistik.html#

Gambar

Gambar 1. Jumlah Pengguna Internet Indonesia tahun 1998-2012 versi APJII
Gambar 2. Software parental
Gambar 3. Menu di Internet explorer untuk menyaring isi yang ada di internet

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa konsentrasi di masing-masing titik sampling pada kedua SD berbeda, yaitu konsentrasi TSP di Pandean Lamper 01 lebih

Hasil deteksi bau pada sampel air minum isi ulang yang dilakukan dengan indera penciuman menunjukkan bahwa sampel air minum dari depot yang diteliti tidak berbau

melanjutkan program kerja mahasiswa KKN Legal Identity, sehingga organisasi masyarakat yang telah terbentuk dapat membantu masyarakat desa tenjolaya dalam pembuatan identitas

Perkembangan ini secara signifikan telah mempengaruhi perilaku pemustaka dan mendorong perpustakaan untuk melakukan transformasi dari perannya yang tradisional dan pasif

Perubahan harga bisa terjadi sewaktu-waktu, harga akhir pekan lbh mahal, info harga lebih lengkap bisa cek di http://kereta-api.co.id (data ini diambil untuk

Masing-masing rencana aksi mitigasi emisi GRK akan dilaksanakan oleh masing-masing lembaga/instansi yang terkait seperti yang dijabarkan pada Bab III dan Bab V. Sementara,

Bisa saja terjadi kesalahan pengukuran pada evaluasi ini karena memakai alat dan pengetahuan yang sederhana, namun jika itu kenyataannya diharapkan menambah beberapa absorber

Terbukanya peluang bagi para akademisi dalam penelitian untuk menentukan metode pengukuran antropometri tubuh yang paling baik sebagai skreening sindroma metabolik