Langkah-Langkah Strategis
Pelaksanaan Anggaran
Kementerian/Lembaga
KEMENTERIAN KEUANGAN
Penyusunan dan Penetapan Dok. Pendukung
Pelaksanaan Anggaran
Reviu atas DIPA dan Rencana Kegiatan;
Langkah-Langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran K/L
Penertiban penyampaian data supplier dan data
kontrak;
Ketepatan waktu penyelesaian tagihan;
Pengendalian UP/TUP;
Peningkatan akurasi RPD dengan realisasi
pembayaran;
Antisipasi dan penyelesaian pagu minus;
PELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Meningkatkan ketertiban penyampaian data supplier dan
data kontrak
1. Memastikan kebenaran dan kesesuaian data supplier pada SPM dengan data supplier pada SPAN
3. Menyampaikan data kontrak termasuk adendum paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah ditandatanganinya kontrak
5. Meningkatkan koordinasi antar pejabat perbendaharaan dalam meningkatkan ketertiban penyampaian data supplier dan data kontrak
4. Terhadap kontrak yang terlambat diajukan oleh Satker, pendaftaran kontrak dapat diproses setelah memperoleh dispensasi KPPN
Norma Penyampaian Data Kontrak
A
Kontrak didaftarkan ke KPPN paling lambat 5 hari kerja setelah kontrak ditandatangani.
B
Terhadap penyampaian data kontrak yang terlambat, KPPN menerapkan ketentuan sebagai berikut :
1) Apabila waktu pendaftaran data kontrak tidak bersamaan dengan waktu pengajuan SPM, maka data kontrak dapat didaftarkan kembali ke KPPN setelah terlebih dahulu mendapat
Dispensasi Pendaftaran Data Kontrak dari Kepala KPPN.
2) Apabila waktu pendaftaran data kontrak bersamaan dengan waktu pengajuan SPM, maka data kontrak dapat didaftarkan kembali ke KPPN setelah terlebih dahulu mendapat Dispensasi Pendaftaran Data Kontrak dari Kepala KPPN, dan SPM baru dapat diajukan ke KPPN paling cepat 5 (lima) hari setelah data kontrak terdaftar di KPPN.
C
PELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Memastikan ketepatan waktu penyelesaian tagihan
1. Menyelesaikan dan tidak menunda proses pembayaran atas pekerjaan yang telah selesai
2. Memastikan batas waktu penyelesaian tagihan terpenuhi
3. Tagihan diselesaikan paling lambat 17 hari kerja setelah timbulnya hak tagih
4. Norma waktu penyelesaian tagihan :
a. Tagihan kepada PPK paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah timbulnya hak tagih kepada negara.
b. Proses penyelesaian SPP oleh PPK kepada PPSPM paling lambat
5 (lima) hari kerja
c. Penerbitan SPM oleh PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak SPP diterima.
d. Penyampaian SPM ke KPPN paling lambat 2 (dua) hari kerja
PELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Memastikan ketepatan waktu penyelesaian tagihan
6. Menyelesaikan dan tidak menunda proses pembayaran atas pekerjaan yang telah selesai
7. Membuat SPM per output dalam satu sumber dana untuk beberapa akun sesuai jenis pengeluarannya
8. Melakukan verifikasi terhadap tagihan-tagihan yang membebani satu output dalam satu sumber dana yang memungkinkan untuk dibuat dalam satu SPM
Monitoring Penyelesaian Tagihan
1
Memproses SPM yang diajukan Satker sesuai ketentuan yang berlaku, apabila norma penyelesaian tagihan masih dalam batas jangka waktu 17 hari kerja2
3
Dalam hal jangka waktu penyelesaian tagihan melebihi 17 hari kerja, KPPN meminta Satker untuk melampirkan Surat Pernyataan SPM melebihi batas waktu, pada saat pengajuan SPM
Melaporkan jumlah surat pernyataan pengajuan SPM Satker yang mengalami keterlambatan penyelesaian tagihan, kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan setiap triwulan
4
Dalam rangka monitoring dan evaluasi penyelesaian tagihan, KPPN dapat melakukan koordinasi dengan Satker terkait permasalahan dalam penyelesaian tagihan
5
Laporan surat pernyataan pengajuan SPM yang penyelesaian tagihannya melebihi batasPELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Meningkatkan Akurasi Rencana Penarikan Dana dengan
Realisasi Pembayaran
• Satker agar menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana
penarikan dana sesuai dengan jadual pelaksanaan kegiatan dan realisasi pembayaran yang tercantum pada Halaman III DIPA;
• KPPN dan Satker melakukan reviu deviasi Halaman III DIPA Satker
setiap 1 (satu) kali dalam sebulan menggunakan data yang disediakan pada tool ME Budeget Execution untuk menilai kesesuaian antara rencana penarikan dana dengan realisasi pembayaran, sekaligus menyesuaikan rencana penarikan dana pada bulan-bulan berikutnya;
• Berdasarkan hasil reviu tersebut, Satker agar mengajukan revisi
Halaman III DIPA 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan;
• Pengajuan SPM yang nilainya masuk dalam klasifikasi transaksi besar
agar sesuai dengan rencana penarikan dana (RPD) harian yang telah disampaikan Satker.
PELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Pengendalian UP / TUP
1. Mengoptimalkan pembayaran langsung dalam proses pembayaran. 2. Mengajukan UP secara rasional dan sesuai kebutuhan operasional
bulanan Satker
3. Menggunakan UP secara efektif dan efisien dengan mempercepat revolving UP
4. Mengoptimalkan pembayaran dengan kartu kredit pemerintah
untuk penggunaan UP
UP Uang Persediaan
TUP Tambahan Uang Persediaan
UP harus diajukan secara rasional dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional Satker dalam 1 (satu) bulan.
Satker agar segera melakukan revolving UP (penggantian UP) jika penggunaannya telah mencapai minimal 50%.
Dalam hal Satker tidak melakukan revolving UP dalam waktu 2 (dua) bulan, maka KPA harus memberikan penjelasan secara tertulis kepada KPPN saat mengajukan SPM-GUP
Dalam hal terdapat rencana kegiatan Satker yang memerlukan dana lebih besar dari UP yang dimiliki, maka Satker agar melakukan:
1) Mempercepat frekuensi Penggantian Uang Persediaan (GUP). 2) Mengajukan TUP sesuai norma, yaitu:
a) Pengajuan disertai rincian rencana penggunaan TUP; b) TUP habis digunakan dalam 1 (satu) bulan;
c) TUP digunakan untuk kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bersifat LS. 3) Mempertanggungjawabkan TUP sesuai dengan rencana penggunaan TUP.
Dalam hal penggunaan TUP tidak sesuai dengan rencana, maka KPA harus memberikan
penjelasan secara tertulis kepada KPPN saat mengajukan SPM-PTUP.
1. UP digunakan untuk keperluan membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker dan membiayai pengeluaran yang tidak dapat dilakukan melalui mekanisme Pembayaran LS.
2. UP merupakan uang muka kerja dari Kuasa BUN kepada Bendahara Pengeluaran yang dapat dimintakan penggantiannya (revolving).
3. Pembayaran dengan UP yang dapat dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran/ BPP kepada 1 (satu) penerima/ penyedia barang/jasa paling banyak sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) kecuali untuk pembayaran honorarium dan perjalanan dinas.
5. UP dapat diberikan untuk pengeluaran-pengeluaran:
Belanja Barang; Belanja Modal; dan Belanja Lain-lain.
6. Bendahara Pengeluaran melakukan penggantian (revolving) UP yang telah digunakan sepanjang dana yang dapat dibayarkan dengan UP masih tersedia dalam DIPA.
7. Penggantian UP tersebut dilakukan apabila UP telah dipergunakan paling sedikit 50% (lima puluh persen).
8. Setiap BPP mengajukan penggantian UP melalui Bendahara Pengeluaran,
1. Persetujuan TUP dilakukan oleh Kepala KPPN (nilai berapapun) dengan disertai:
• Rincian Rencana Pengguna TUP; dan
• Surat Pernyataan dari KPA bahwa TUP:
digunakan dan dipertanggungjawabkan paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal SP2D diterbitkan; dan
tidak digunakan untuk kegiatan yang harus dilaksanakan dengan pembayaran LS.
2. Kepala KPPN melakukan penilaian atas pengajuan TUP meliputi:
• pengeluaran pada rincian rencana penggunaan TUP bukan merupakan
3. TUP harus dipertanggungjawabkan dalam waktu 1 (satu) bulan dan dapat dilakukan secara bertahap.
4.Bila 1 bulan (sesuai waktu pertanggungjawab UP) belum dilakukan pengesahan dan pertanggungjawaban TUP, maka Kepala KPPN menyampaikan surat teguran TP kepada KPA.
5.Sisa TUP yang tidak habis digunakan harus disetor ke Kas Negara paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah batas waktu pengajuan pertanggungjawaban TUP. (SPM-PTUP)
PELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Mengantisipasi dan Menyelesaikan Pagu Minus
1. Melakukan pemutakhiran data RKAKL/DIPA, apabila terdapat revisi POK. 2. Tidak melakukan revisi yang berakibat pada pengurangan alokasi
terhadap pagu yang sudah dikontrakkan.
3. Memastikan bahwa dalam pengajuan pencairan anggaran, pagu DIPA telah tersedia/cukup tersedia sampai dengan level akun.
PELAKSANAAN ANGGARAN… (1)
PELAKSANAAN ANGGARAN
Memastikan Penyaluran BANSOS dan BANPER Tepat
Waktu dan Tepat Sasaran
1. Menetapkan Pedum/Juknis/operasional pelaksanaan pembayaran Bansos dan Banper yang sederhana, mudah dipahami, dan akuntabel.
2. Melakukan verifikasi terhadap penerima Bansos dan Banper dan segera menyalurkan bantuan kepada penerima Bansos dan Banper apabila data telah akurat.
3. Melakukan pengendalian terhadap dana Bansos yang mengendap di rekening bank penyalur.