POKOK
POKOK
–
–
POKOK
POKOK
PENGATURAN
PENGATURAN
DAFTAR HITAM NASIONAL (DHN)
DAFTAR HITAM NASIONAL (DHN)
PENARIK CEK DAN/ATAU
PENARIK CEK DAN/ATAU
BILYET GIRO KOSONG
BILYET GIRO KOSONG
3
• Cek/BG Dalam Kliring 2005
– 34,5 juta transaksi – Rp. 1.166 triliun 2006
– 45,4 juta transaksi
– Rp. 682 triliun
• Kartu Kredit 2005
– 98 juta transaksi – Rp. 55,5 triliun 2006
– 115 juta transaksi
– Rp. 57 triliun
• Kartu ATM +Debet 2005
– 736 juta transaksi
– Rp. 1.046 triliun
2006
– 208 juta transaksi
– Rp. 721,3 triliun
Latar Belakang Pengaturan
•
Rata-rata Cek/BG Kosong
(2003 s.d 2006) di
Indonesia
–
Di atas 400.000-an
Warkat/thn (+/- 1.2%
dari perputaran kliring
Cek/ BG per tahun)
–
Meskipun prosentase
tsb relatif kecil, tapi
tetap menjadi perhatian
untuk diminimalkan
•
Nilai Nominal Cek/BG
Kosong di Indonesia
–
Rp. 5 triliun (2003)
–
Rp. 8.1 triliun (2005)
(+/- 0.7% dari total
perputaran kliring
Cek/BG 2005)
–
Rp. 8.8 triliun (2006)
(+/- 1.25% dari total
perputaran kliring
Cek/BG 2006)
Latar Belakang Pengaturan
5
Latar Belakang Pengaturan
3. Masih terdapat berbagai permasalahan
dan kelemahan dalam ketentuan Daftar
Hitam Lokal yang berlaku saat ini.
Sanksi bersifat lokal dan kurang
menimbulkan efek jera.
Tidak mencakup penolakan
over t he
count er
.
Latar Belakang Pengaturan
4. Tren penatausahaan rekening yang mengarah
pada sentralisasi (
onl i ne
secara nasional) dan
berkembangnya transaksi antar wilayah yang
ditunjukkan
dengan
meningkatnya
i nt er ci t y
cl ear i ng
.
7
Penarikan 3 lembar Cek/BG kosong dalam jangka waktu 6 bulan dengan nilai di bawah Rp.500 juta
Penarikan kosong senilai Rp.500 juta atau lebih
Penarikan pada bank yang sama
(Psl 15 (1))
Dipisahkan antara penarikan kosong atas rekening yang berbasis
konvensional dan rekening syariah (UUS)
(Psl 15 (2)) Kriteria Penarikan Cek
dan/atau BG Kosong yg menyebabkan nasabah dikenakan sanksi DH 3.
Penarikan Cek dan/atau BG kosong melalui kliring dan/atau melalui loket bank (over t he count er)
(Psl 1 (25)) Tindakan yang dapat
menyebabkan seseorang masuk dalam DH
2. 1.
No
Bank pemerlihara rekening giro nasabah yang bersangkutan (Bank Tertarik)
dengan prinsip sel f assessment
(Psl 15 (1)) Pihak yang menetapkan
seseorang masuk dalam DH
DHN Materi Pengaturan
Materi
Dibekukan hak penggunaan Cek dan BG-nya (tidak diperkenankan
melakukan penarikan Cek dan BG)
(Psl 19 (1))
Nama ybs dicantumkan dalam DHN (Psl 16 (1))
Apabila dalam masa sanksi DHN ybs melakukan penarikan Cek/BG kosong, maka rekening giro di bank tersebut ditutup dan masa sanksi DHN
diperpanjang 1 tahun Sanksi bagi Penarik Cek/
BG Kosong 5.
4.
No
Penarikan Cek/BG kosong yang
kemudian dilunasi dalam jangka waktu 7 hari kerja setelah penarikan kosong
dibebaskan dari sanksi penarikan Cek/BG kosong
(Psl 22 (1) b) Tenggang waktu
pemenuhan dana Untuk Cek/BG (7 hk)
DHN Materi Pengaturan
Materi
9
Dilakukan secara online oleh Bank Tertarik (Psl 16 (3))
Alasan koreksi hanya bisa dilakukan karena: (1) terdapat kesalahan administrasi pada
Bank Tertarik, (2) kewajiban atas Cek/BG kosong telah dipenuhi dalam jangka waktu 7 hari kerja setelah penolakan, (3) terdapat
putusan pengadilan yang memerintahkan nama ybs dikeluarkan dari DHN, (4) terjadi keadaan darurat, dan (5) penarikan Cek/BG dilakukan untuk diri penarik itu sendiri.
(Psl 22 (1)) Koreksi DHN
7. 6.
No
Dilakukan oleh Bank Tertarik paling lambat 14 hari kerja sejak penarikan kosong
terakhir yang menyebabkan ybs memenuhi kriteria untuk dicantumkan dalam DHN
Dilakukan oleh Bank selain Bank Tertarik paling lambat 14 hari kerja sejak nama nasabah tercantum dalam DHN
(Psl 19 (1)&(2)) Tenggang waktu
pembekuan/ penutupan
DHN Materi Pengaturan
Materi
Secara berkala, dilakukan 2 kali setiap bulan (Psl 17 (2)) Periode Penerbitan
DH 9.
Kantor Pusat Bank Indonesia menerbitkan DHN berdasarkan DHIB yg disampaikan oleh Bank
(Psl 17 (2)) Penerbitan DHN
10. 8.
No
Atas dasar alasan yg kuat dan telah
diperjanjikan sebelumnya dalam perjanjian pembukaan rekening, Bank dapat
membekukan hak penggunaan Cek/BG
nasabah atau menutup rekening giro nasabah meskipun yang bersangkutan tidak masuk dalam DHN
(Psl 33 (2)) Pembinaan kepada
Nasabah Penarik
Cek/BG Kosong oleh Bank Pengelola
Rekening (Bank Tertarik)
DHN Materi Pengaturan
Materi
11
Sanksi pembinaan dan/atau kewajiban membayar
(Psl 32) Jenis Sanksi
Administratif 12.
11.
No
BI melakukan pengawasan atas
penatausahaan Cek dan/atau BG kosong yang dilakukan, antara lain meliputi:
ketertiban
kebenaran laporan
kebenaran data pembatalan/rehabilitasi (Psl 26) Pengawasan atas
kepatuhan Bank dalam
melaksanakan ketentuan BI tentang DHN
DHN Materi Pengaturan
Materi
Lain
Lain
-
-
lain
lain
1. Masa transisi berlaku selama 6 bulan sejak
diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia.
2. Dalam masa transisi, Bank wajib mencatat dan
menatausahakan identitas nasabah yang melakukan
penarikan Cek/BG kosong dan berpotensi masuk ke
dalam DH, untuk selanjutnya dimasukan dalam DHN
jika ybs melakukan penarikan lagi sehingga memenuhi
kriteria DHN setelah 1 Juli 2007.
3. Sejak diberlakukannya DHN, DH lokal dan ketentuan
yang mengaturnya, termasuk prosedur pembatalan dan
rehabilitasi masih tetap berlaku sampai dengan
selesainya masa berlaku DH lokal ybs (± 1 tahun).
4. Sebagai tools untuk melakukan pengawasan, BI
menatausahakan data penarikan Cek dan BG kosong
yang dilakukan melalui kliring maupun
over the count er