• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

No. 12/9/DASP Jakarta, 24 Maret 2010

S U R A T E D A R A N

Kepada

SEMUA BANK UMUM

DI INDONESIA

Perihal : Jadwal Penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia

No.12/5/PBI/2010 tanggal 12 Maret 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Bank

Indonesia No.7/18/PBI/2005 tentang Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 49, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5119) dan Surat Edaran Bank

Indonesia Nomor 12/8/DASP tanggal 24 Maret 2010 tentang Sistem Kliring

Nasional Bank Indonesia, perlu diatur kembali ketentuan mengenai jadwal

penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dalam Surat

Edaran Bank Indonesia, sebagai berikut:

I. JADWAL SKNBI

A. Kliring Kredit

1. Penyelenggara Kliring Nasional (PKN) menetapkan jadwal Kliring

Kredit yang berlaku secara nasional untuk kegiatan sebagai berikut:

a. Kliring Kredit Siklus Pertama

1) penyediaan Pendanaan Awal (prefund);

2) pengiriman Data Keuangan Elektronik (DKE) Kredit ke

Sistem Sentral Kliring (SSK);

3) download DKE Kredit inward confirmed;

4) penyediaan informasi awal (early warning);

(2)

5) penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund);

6) Penyelesaian Akhir hasil Kliring Kredit secara nasional; dan

7) download DKE Kredit outward.

b. Kliring Kredit Siklus Kedua

1) pengiriman DKE Kredit ke SSK;

2) download DKE Kredit inward confirmed;

3) penyediaan informasi awal (early warning);

4) penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund);

5) Penyelesaian Akhir hasil Kliring Kredit secara nasional; dan

6) download DKE Kredit outward.

2. Penyelenggara Kliring Lokal (PKL) menetapkan jadwal

penyampaian media rekam data elektronis yang berisi rekaman DKE

Kredit bagi Peserta yang penyampaian DKE Kreditnya dilakukan

melalui PKL untuk diteruskan ke SSK.

3. Dalam menetapkan jadwal penyampaian media rekam data elektronis

dari Peserta kepada PKL sebagaimana dimaksud pada angka 2, PKL

harus memperhatikan batas waktu pengiriman DKE Kredit ke SSK

sebagaimana dimaksud pada butir 1.a.2) dan 1.b.1).

B. Kliring Debet

1. Jadwal Kliring Debet yang Ditetapkan oleh PKN

PKN menetapkan jadwal Kliring Debet yang berlaku secara nasional

untuk kegiatan sebagai berikut:

a. penyediaan Pendanaan Awal (prefund);

b. window time penyampaian DKE Debet dari TPK On-line dan

KPK ke SSK:

1) DKE Debet Kliring Penyerahan;

2) DKE Debet Kliring Pengembalian;

c. penyediaan informasi awal (early warning);

d. penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund);

(3)

e. window time download status DKE Debet Penyerahan oleh KPK;

f. window time proses Bilyet Saldo Kliring (BSK) Penyerahan

Lokal dan BSK Pengembalian Lokal oleh KPK;

g. window time pengiriman BSK Penyerahan Lokal, BSK

Pengembalian Lokal dan BSK Debet Lokal oleh KPK ke SSK;

h. penyelesaian Akhir hasil Kliring Debet secara nasional; dan

i. download DKE Debet Inward dan Outward oleh TPK On-line. 2. Jadwal Kliring Debet yang Ditetapkan oleh PKL

PKL menetapkan jadwal Kliring Debet yang berlaku secara lokal

untuk kegiatan sebagai berikut:

a. Kliring Penyerahan

1) penyampaian DKE Debet penyerahan dari Peserta secara

off-line kepada PKL maupun secara on-off-line kepada PKL melalui

SSK;

2) penyampaian Warkat Debet penyerahan dari Peserta kepada

PKL atau kepada Peserta lainnya;

3) penambahan Pendanaan Awal oleh kantor pusat Peserta;

4) pengiriman BSK penyerahan lokal ke SSK sehingga kantor

pusat Peserta dapat melakukan download atas hasil Kliring

lokal setempat; dan

5) distribusi laporan Kliring penyerahan oleh PKL kepada

Peserta.

b. Kliring Pengembalian

1) penyampaian DKE Debet pengembalian dari Peserta secara

off-line kepada PKL maupun secara on-line kepada PKL

melalui SSK;

2) penyampaian Warkat Debet pengembalian dari Peserta kepada

PKL atau kepada Peserta lainnya;

(4)

3) pengiriman BSK pengembalian lokal ke SSK sehingga kantor

pusat Peserta dapat melakukan download atas hasil Kliring

lokal setempat; dan

4) distribusi laporan Kliring pengembalian oleh PKL kepada

Peserta.

3. Penetapan Jadwal Kliring Debet Secara Lokal Oleh PKL

a. Penetapan jadwal Kliring Debet secara lokal oleh PKL untuk

kegiatan sebagaimana dimaksud pada angka 2 harus

memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) Batas akhir penyediaan Pendanaan Awal (prefund) untuk

Kliring Debet. Hal ini dimaksudkan agar PKL mempunyai

waktu yang cukup untuk mengumumkan kepada Peserta di

Wilayah Kliring yang bersangkutan apabila terdapat Bank

yang tidak ikut SKNBI karena tidak memenuhi ketentuan

mengenai penyediaan pendanaan awal (prefund).

2) Batas akhir:

a) proses BSK di KPK;

b) pengiriman BSK dari KPK ke SSK; dan

c) penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund) Debet;

yang ditetapkan oleh PKN.

b. Penetapan jadwal Kliring Debet di suatu Wilayah Kliring oleh

PKL untuk pertama kali dan perubahannya harus memperoleh

persetujuan dari PKN, dengan tata cara sebagai berikut:

1) PKL menyampaikan usulan secara tertulis kepada PKN

mengenai rencana jadwal Kliring Debet di Wilayah Kliring

yang bersangkutan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud

pada angka 2; dan

2) Dalam hal PKN menyetujui rencana jadwal Kliring Debet

sebagaimana dimaksud pada angka 1), PKN memberikan

persetujuan secara tertulis.

(5)

c. PKL memberitahukan kepada seluruh Peserta di Wilayah Kliring

yang bersangkutan mengenai jadwal penyelenggaraan SKNBI

atau perubahannya yang telah disetujui oleh PKN melalui

pengumuman dengan contoh format sebagaimana tercantum

dalam Lampiran 1 Surat Edaran ini.

4. Rincian jadwal Kliring Kredit dan Kliring Debet yang berlaku secara

nasional sebagaimana dimaksud pada huruf A dan butir B.1. adalah

sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2 Surat Edaran ini.

II. PENUTUP

Dengan berlakunya Surat Edaran Bank Indonesia ini, maka Surat Edaran Bank

Indonesia Nomor 7/27/DASP tanggal 22 Juli 2005 perihal Jadwal

Penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dicabut dan

dinyatakan tidak berlaku.

Ketentuan dalam Surat Edaran ini dilaksanakan sejak tanggal implementasi

SKNBI di Wilayah Kliring yang bersangkutan sesuai dengan pengumuman

Bank Indonesia.

Ketentuan dalam Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 30 April 2010.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran

ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Demikian agar maklum.

BANK INDONESIA,

DASP

RONALD WAAS

(6)

Lampiran SE No.12/9/DASP tgl. 24 Maret 2010 ---

No. Kegiatan T+0

(WIB)

T+1*) (WIB)

I Kliring Kredit

A Siklus Pertama

1 Penyediaan Pendanaan Awal (prefund) 2 Pengiriman DKE Kredit ke SSK

3 Download DKE Kredit inward confirmed 4 Penyediaan informasi awal (early warning) 5 Penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund)

6 Penyelesaian Akhir hasil Kliring Kredit secara nasional 7 Download DKE Kredit outward

B Siklus Kedua

1 Pengiriman DKE Kredit ke SSK

2 Download DKE Kredit inward confirmed 3 Penyediaan informasi awal (early warning) 4 Penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund)

5 Penyelesaian Akhir hasil Kliring Kredit secara nasional 6 Download DKE Kredit outward

II Kliring Debet

A Kliring Penyerahan

1 Penyampaian DKE Debet penyerahan dari Peserta secara

off-line kepada PKL maupun secara on-line kepada PKL

melalui SSK

2 Penyampaian Warkat Debet penyerahan dari Peserta kepada PKL atau kepada Peserta lainnya

3 Penambahan Pendanaan Awal oleh kantor pusat Peserta 4 Pengiriman BSK penyerahan lokal ke SSK sehingga kantor

pusat Peserta dapat melakukan download atas hasil Kliring lokal setempat; dan

5 Distribusi laporan hasil Kliring penyerahan oleh PKL kepada Peserta

B Kliring Pengembalian

1 Penyampaian DKE Debet pengembalian dari Peserta secara

off-line kepada PKL maupun secara on-line kepada PKL

melalui SSK

2 Penyampaian Warkat Debet pengembalian kepada PKL atau Peserta lainnya

3 Penyediaan informasi Awal (early warning)

(7)

No. Kegiatan T+0 (WIB)

T+1*) (WIB)

4 Pengiriman BSK pengembalian lokal ke SSK sehingga kantor pusat Peserta dapat melakukan download atas hasil Kliring lokal setempat; dan

5 Distribusi laporan hasil Kliring pengembalian oleh PKL kepada Peserta

Keterangan:

(8)

Lampiran SE No.12/9/DASP tgl. 24 Maret 2010 ---

Jadwal Kliring Kredit

No. Kegiatan WIB

A Siklus Pertama

1. Penyediaan pendanaan awal (prefund) 06.30 – 08.00

2. Pengiriman DKE Kredit ke SSK 08.15 – 11.30

3. Download DKE Kredit inward confirmed 08.15-**)

4. Penyediaan informasi awal (early warning) 08.15-11.45

5. Penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund) 08.15-12.00 6. Penyelesaian Akhir hasil Kliring Kredit secara nasional 12.30***)

7. Download DKE Kredit outward 12.00-**)

B Siklus Kedua

1. Pengiriman DKE Kredit ke SSK 12.45 – 15.30

2. Download DKE Kredit inward confirmed 12.45-16.00**)

3. Penyediaan informasi awal (early warning) 08.15-15.45 4. Penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund) 08.15-16.00 5. Penyelesaian Akhir hasil Kliring Kredit secara nasional 16.30***)

6. Download DKE Kredit outward 16.00-**)

Keterangan :

**) Pada prinsipnya, download DKE inward confirmed dapat dilakukan sepanjang window

time kliring kredit, sedangkan download DKE outward hanya dapat dilakukan oleh Peserta

sepanjang PKL setempat telah mengirimkan BSK lokal dan dapat dilakukan sampai dengan sebelum kegiatan awal hari berikutnya.

***)Waktu penyelesaian akhir yang ditunjukkan dalam jadwal ini bersifat indikatif yang dapat berupa kisaran.

.

(9)

Jadwal Kliring Debet

No. Kegiatan Waktu (WIB)

A Kliring Debet T+0

1. Penyediaan Pendanaan Awal (prefund) 06.30 – 08.00

2. Window time penyampaian DKE Debet dari TPK

On-line dan KPK ke SSK:

- DKE Debet Kliring Penyerahan - DKE Debet Kliring Pengembalian

08.15 – 15.00

3. Penyediaan informasi awal (early warning) 08.15-15.10 4. Penambahan Pendanaan Awal (top-up prefund) 08.15-15.30 5. Window time download status DKE Debet

Penyerahan oleh KPK

08.15-15.40

6. Window time proses BSK Penyerahan Lokal dan BSK Pengembalian Lokal oleh KPK

08.15-15.50

7. Window time pengiriman BSK Penyerahan Lokal, BSK Pengembalian Lokal dan BSK Debet Lokal****)

oleh KPK ke SSK

08.15-16.15

8. Penyelesaian Akhir hasil Kliring Debet secara nasional

16.30

9. Download DKE Debet confirmed dan unconfirmed oleh TPK on-line

08.15

B Kliring Pengembalian (T+1)

1 Pengiriman DKE Debet pengembalian dari TPK ke SSK (pengiriman on-line)

08.30-10.30

Pengiriman dari KPK ke SSK yang terdiri dari:

- DKE Debet pengembalian 1)

- BSK Pengembalian Lokal 2)

08.15-11.00

2 Informasi awal (early warning) 11.00

3 Penyelesaian Akhir (settlement) 11.30

4 Download DKE Debet confirmed dan unconfirmed oleh TPK on-line

08.30

Lampiran SE No.12/ /DASP tanggal

---

Keterangan

****) BSK Debet Lokal adalah netting antara BSK Penyerahan Lokal dengan BSK Pengembalian Lokal. BSK Debet Lokal untuk wilayah kliring yang pelaksanaan Kliring pengembaliannya dilakukan pada hari kerja berikutnya (T+1) hanya merupakan BSK Penyerahan Lokal tanpa BSK Pengembalian Lokal.

1)

Untuk Wilayah Kliring yang pelaksanaan Kliring pengembaliannya dilakukan pada hari kerja berikutnya (T+1), maka DKE Debet yang dikembalikan adalah DKE Debet yang diserahkan pada Kliring penyerahan hari kerja sebelumnya (T+0).

2)

Untuk Wilayah Kliring yang pelaksanaan Kliring pengembaliannya dilakukan pada hari kerja berikutnya (T+1), maka BSK Pengembalian Lokal merupakan BSK hasil

Referensi

Dokumen terkait

Biskuit ubi jalar merupakan produk makanan dengan inovasi baru yang mempunyai kandungan gizi tinggi. Karena pada umumnya masyarkat tidak mengetahui kandungan gizi yang tinggi pada

Penawaran yang dikoreksi Aritmatik oleh Panitia adalah seluruh Penawaran yang masuk pada saat pemasukan penawaran maka Panitia telah mengoreksinya dengan hasil sebagai berikut :.

Pada hari ini, Kamis tanggal Tiga Belas bulan September tahun dua ribu dua belas kami yang bertanda tangan di bawah ini, Panitia Pengadaan Barang / Jasa di Lingkungan Dinas

Dinyatakan gagal, karena dokumen penawaran yang masuk pada SPSE LPSE Provinsi Banten kode. lelang 2288099 hanya ada 1 penyedia dan berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor

Hiperurisemia adalah keadaan kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,0 mg/dL.Pra diabetes adalah subjek yang mempunyai kadar glukosa plasma meningkat akan tetapi

Ahli matematika telah menguji kebenaran bahwa bentuk heksagonal memiliki luas yang terbesar sehingga dapat menampung atau menyimpan madu lebih banyak sedangkan kelilingnya

Ada perbedaan dari sisi aturan yang mengatur secara spesifik bagaimana lembaga keuangan dijalankan, Ada ukuran tertentu yang harus dipenuhi oleh lembaga

• Diduga ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara pemahaman risiko dan manajemen risiko (X1), analisis dan penilaian risiko (X2), identifikasi risiko