• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

No. 12/ 5 /DASP Jakarta, 1 Februari 2010

SURAT EDARAN

Kepada

SEMUA BANK UMUM DAN

LEMBAGA KUSTODIAN BUKAN BANK DI INDONESIA

Perihal : Perubahan Kedua atas Surat Edaran Nomor 10/29/DPM tanggal 2 September 2008 perihal Tata Cara Pengajuan Permohonan, Pelaporan, dan Pengawasan Sub-Registry

Sehubungan dengan dilakukannya penyempurnaan organisasi di Bank Indonesia, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan fungsi setelmen dan penatausahaan surat berharga, maka perlu untuk melakukan perubahan terhadap tata cara permohonan, pelaporan dan pengawasan Sub-Registry sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 10/29/DPM tanggal 2 September 2008 sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Nomor 11/14/DPM tanggal 18 Mei 2009 sebagai berikut:

1. Alamat penyampaian :

a. surat permohonan sebagai Sub-Registry sebagaimana dimaksud pada romawi III angka 1;

b. laporan sebagaimana dimaksud pada romawi IV huruf B angka 2;

c. surat permohonan akses ke sistem BI-SSSS sebagaimana dimaksud pada romawi IV huruf B butir 3.a)3);

d. surat permintaan perubahan user-ID, password dan/atau reset password sebagaimana dimaksud pada romawi IV huruf B butir 3.c)4)

(2)

2

diubah menjadi ditujukan kepada : Bank Indonesia

Bagian Penyelenggaraan Setelmen

Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Gedung D, Lantai 3

Jl. M.H. Thamrin No. 2, Jakarta 10350.

2. Lampiran 1 dan Lampiran 4 diubah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 dan Lampiran 4 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.

Ketentuan dalam Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 1 Februari 2010.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

RONALD WAAS

Referensi

Dokumen terkait

Setelmen Dana adalah kegiatan pendebetan dan pengkreditan rekening giro dan/atau rekening lainnya di Bank Indonesia melalui Sistem BI-RTGS dalam rangka penatausahaan Transaksi

Laporan yang disampaikan melalui ST Client adalah Laporan Harian mengenai informasi setelmen transaksi Surat Berharga yang memuat perubahan pencatatan kepemilikan

2) Nominal SUN yang direpokan yang akan didebet dari Rekening Surat Berharga pada setelmen first leg dan akan dikredit pada setelmen second leg. 3) Dihitung dari tanggal

Dalam rangka peningkatan efektivitas pemantauan terhadap kegiatan Lalu Lintas Devisa (LLD) khususnya terkait dengan transaksi surat-surat berharga yang dapat

b. mendebet Rekening Surat Berharga sebesar nilai nominal SBIS jatuh waktu dalam rangka Setelmen Surat Berharga. Contoh perhitungan imbalan tercantum pada Lampiran-3. Dalam

mengkredit Rekening Giro sebesar nilai Repo SBIS. 4) Dalam hal nilai nominal dari seri SBIS yang diagunkan pada. Rekening Surat Berharga tidak mencukupi untuk setelmen

Setelmen Dana (fund settlement) adalah perpindahan dana antar pemilik rekening giro Rupiah di Bank Indonesia melalui Sistem BI-RTGS dalam1. rangka pelaksanaan setelmen transaksi

Sehubungan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/18/PBI/2015 tentang Penyelenggaraan Transaksi, Penatausahaan Surat Berharga, dan Setelmen Dana Seketika (Lembaran