• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

No.12/ 4 /DASP Jakarta, 1 Februari 2010

SURAT EDARAN Kepada

SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH

Perihal : Perubahan atas Surat Edaran Nomor 11/17/DPM tanggal 7 Juli 2009 perihal Tata Cara Pemberian Fasilitas Likuiditas Intrahari Berdasarkan Prinsip Syariah

Sehubungan dengan dilakukannya penyempurnaan organisasi di Bank Indonesia, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan fungsi setelmen dan penatausahaan surat berharga, maka perlu untuk melakukan perubahan terhadap ketentuan mengenai pelaksanaan pemberian fasilitas likuiditas intrahari berdasarkan prinsip syariah sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 11/17/DPM tanggal 7 Juli 2009 sebagai berikut:

1. Ketentuan romawi II angka 5 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

5. Dokumen sebagaimana dimaksud pada angka 3 dan angka 4 disampaikan dengan surat pengantar kepada:

Bank Indonesia

Bagian Penyelenggaraan Setelmen

Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Gedung D, Lantai 3

Jl. M.H. Thamrin No.2, Jakarta 10350.

(2)

2

2. Ketentuan romawi III angka 4 dan angka 5 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

4. SBIS sebagaimana dimaksud pada angka 1 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. memiliki sisa jangka waktu paling singkat 2 (dua) hari kerja pada saat FLIS jatuh waktu; dan

b. tidak sedang diagunkan kepada Bank Indonesia.

5. SBSN sebagaimana dimaksud pada angka 1 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. memiliki sisa jangka waktu paling singkat 10 (sepuluh) hari kerja pada saat FLIS jatuh waktu; dan

b. tidak sedang diagunkan.

3. Lampiran 1 diubah, sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.

Ketentuan dalam Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 1 Februari 2010.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

RONALD WAAS

Referensi

Dokumen terkait

Setelmen Dana adalah kegiatan pendebetan dan pengkreditan rekening giro dan/atau rekening lainnya di Bank Indonesia melalui Sistem BI-RTGS dalam rangka penatausahaan Transaksi

Laporan yang disampaikan melalui ST Client adalah Laporan Harian mengenai informasi setelmen transaksi Surat Berharga yang memuat perubahan pencatatan kepemilikan

2) Nominal SUN yang direpokan yang akan didebet dari Rekening Surat Berharga pada setelmen first leg dan akan dikredit pada setelmen second leg. 3) Dihitung dari tanggal

Dalam rangka peningkatan efektivitas pemantauan terhadap kegiatan Lalu Lintas Devisa (LLD) khususnya terkait dengan transaksi surat-surat berharga yang dapat

b. mendebet Rekening Surat Berharga sebesar nilai nominal SBIS jatuh waktu dalam rangka Setelmen Surat Berharga. Contoh perhitungan imbalan tercantum pada Lampiran-3. Dalam

mengkredit Rekening Giro sebesar nilai Repo SBIS. 4) Dalam hal nilai nominal dari seri SBIS yang diagunkan pada. Rekening Surat Berharga tidak mencukupi untuk setelmen

Setelmen Dana (fund settlement) adalah perpindahan dana antar pemilik rekening giro Rupiah di Bank Indonesia melalui Sistem BI-RTGS dalam1. rangka pelaksanaan setelmen transaksi

Sehubungan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/18/PBI/2015 tentang Penyelenggaraan Transaksi, Penatausahaan Surat Berharga, dan Setelmen Dana Seketika (Lembaran