• Tidak ada hasil yang ditemukan

ORIENTASI NILAI BUDAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ORIENTASI NILAI BUDAYA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBANGUNAN MULTIDIMENSI

PEMBANGUNAN MULTIDIMENSI

EKONOMI

(2)
(3)
(4)

MENGAPA TERJADI? (2) MENGAPA TERJADI? (2)

Daging ayam tiren, glonggongan banyak dijual di pasar Daging ayam tiren, glonggongan banyak dijual di pasar Maraknya penyedia jasa pembuatan ijazah

Maraknya penyedia jasa pembuatan ijazah Korupsi yang merebak di masyarakat

Korupsi yang merebak di masyarakat Perilaku mencontek dalam ujian

Perilaku mencontek dalam ujian Perilaku menerobos

(5)

Ke

Ke--budaya

budaya--an

an

Culture

(6)

PENTINGNYA ORIENTASI NILAI

PENTINGNYA ORIENTASI NILAI

KEYAKINAN KEBENARAN DAN UPAYA

KEYAKINAN KEBENARAN DAN UPAYA

UNTUK MEWUJUDKANNYA

UNTUK MEWUJUDKANNYA

ACUAN NILAI

ACUAN NILAI

BERFIKIR

BERFIKIR

BERTINDAK

BERTINDAK

ACUAN NILAI

ACUAN NILAI

BERFIKIR

BERFIKIR

BERTINDAK

BERTINDAK

6 6 orientasi nilai budaya

(7)

BAGAIMANA PERUBAHAN PERILAKU

BAGAIMANA PERUBAHAN PERILAKU

TERJADI?

TERJADI?

Teori Fishbeyn

Teori Fishbeyn

KEYAKINAN

belief SIKAP

attitude NIAT PERILAKU

SUMBER PENGARUH: SUMBER PENGARUH:

•• Tokoh kunci Tokoh kunci

•• Membership groupMembership group •• Reference groupReference group

attitude

intention PERILAKUbehaviou

7 7 orientasi nilai budaya

(8)

NILAI

NILAI--NILAI MODERNNILAI MODERN

Keterbukaan Keterbukaan Siap

Siap terjaditerjadi perubahanperubahan Menghargai

Menghargai keragamankeragaman Memburu

Memburu faktafakta dandan informasiinformasi Orientasi

Orientasi kedepankedepan

Trust Trust

Menghargai

Menghargai keahliankeahlian Menghargai

Menghargai pendidikanpendidikan Menghargai

Menghargai harkatharkat//martabatmartabat manusia

manusia Orientasi

Orientasi kedepankedepan

Memahami

Memahami logikalogika produksiproduksi dan

dan industriindustri Efikasi

Efikasi

(9)

Tidak modernis

Tidak modernis

Tertutup Tertutup

Anti perubahan Anti perubahan Benarnya sendiri Benarnya sendiri Loyo

Loyo

Nostalgia Nostalgia

Berpikir jangka pendek Berpikir jangka pendek Sulit saling percaya

Sulit saling percaya

Bodoh pintar sama saja Bodoh pintar sama saja Tak menghargai sekolah Tak menghargai sekolah Melecehkan orang lain Melecehkan orang lain Nostalgia

Nostalgia

Kalah sebelum Kalah sebelum bertanding

bertanding

Melecehkan orang lain Melecehkan orang lain Tidak logis

Tidak logis

9 9 orientasi nilai budaya

(10)

Masalah

Masalah dasardasar dlm

dlm hiduphidup

Orientasi nilai budaya Orientasi nilai budaya

Hakekat Hidup Hakekat Hidup

(MH) (MH)

Hidup itu buruk

Hidup itu buruk Hidup itu baikHidup itu baik Hidup buruk tetapi Hidup buruk tetapi wajib ikhtiar spy jd wajib ikhtiar spy jd

baik baik

Masalah Karya Masalah Karya

(MK) (MK)

Karya untuk nafkah Karya untuk nafkah

hidup hidup

Karya unt Karya unt

kedudukan, jabatan kedudukan, jabatan

dll dll

Karya untuk Karya untuk menambah karya menambah karya

ORIENTASI NILAI BUDAYA MANUSIA (Kluckhohn; Koentjaraningrat 1974)

dll dll

Persepsi ttg Persepsi ttg Waktu (MW) Waktu (MW)

Orientasi ke masa Orientasi ke masa

lalu lalu

Orientasi ke masa Orientasi ke masa

sekarang sekarang

Orientasi ke masa Orientasi ke masa

depan depan

Pandangan thp Pandangan thp

Alam (MA) Alam (MA)

Manusia tunduk Manusia tunduk

kepada alam kepada alam

Manusia

Manusia berusahaberusaha menjaga

menjaga keselarasan

keselarasan dg dg alamalam

Manusia Manusia berhasrat berhasrat menguasai

menguasai alamalam

Hakekat Hub Hakekat Hub Manusia dg Manusia dg Manusia (MM) Manusia (MM)

Orientasi

Orientasi horizontal, horizontal, tergantung

Orientasi vertikalvertikal ((atasanatasan –– bawahan

bawahan); ); ektstrimektstrim: : ABS;

ABS; solidaritassolidaritas vertikal

vertikal

Individualisme Individualisme

menilai

menilai tinggitinggi usaha

usaha atasatas kekuatan

(11)

MENTAL PEMBANGUNAN YANG MENGHAMBAT MENTAL PEMBANGUNAN YANG MENGHAMBAT

PEMBANGUNAN (Koentjaraningrat) PEMBANGUNAN (Koentjaraningrat)

A.

A. MentalitasMentalitas ygyg sudahsudah lama lama berakarberakar

1.

1. TidakTidak berorientasiberorientasi padapada achievement, achievement, padapada amalamal daridari karya

karya, , kerjakerja untukuntuk makanmakan//hiduphidup//duniadunia.. 2.

2. OrientasiOrientasi pd pd waktuwaktu lampaulampau.. 3.

3. HidupHidup selarasselaras dg dg alamalam, , tergantungtergantung pd pd nasibnasib 4.

4. KonsepKonsep samasama rata rata samasama rasa rasa konformismekonformisme, , orientasiorientasi pada

pada atasanatasan ((vertikalvertikal))

B.

B. MentalitasMentalitas setelahsetelah zamanzaman revolusirevolusi

a.

a. MeremehkanMeremehkan mutumutu b.

b. MentalitasMentalitas sukasuka menerabasmenerabas c.

c. SifatSifat tidaktidak percayapercaya kpdkpd diridiri sendirisendiri d.

d. SifatSifat taktak disiplindisiplin murnimurni e.

(12)

MENTALITAS TRADISIONAL MENTALITAS TRADISIONAL YG MENDORONG PEMBANGUNAN

YG MENDORONG PEMBANGUNAN ((KoentjaraningratKoentjaraningrat))

Nilai

Nilai orientasiorientasi vertikalvertikal mudahmudah mengajakmengajak bawahanbawahan berpartisipasiberpartisipasi Nilai

Nilai tahantahan penderitaanpenderitaan Mentalitas

Mentalitas wajibwajib ““berikhtiarberikhtiar””

Nilai

Nilai tolerantoleran terhadapterhadap pendirianpendirian--pendirianpendirian orangorang lainlain Nilai

Nilai gotonggotong royongroyong

BAGAIMANA MEMBENTUK MENTALITAS POSITIF ? BAGAIMANA MEMBENTUK MENTALITAS POSITIF ?

a

a. . DenganDengan memberimemberi contohcontoh ygyg baikbaik dandan konkritkonkrit b.

b. DenganDengan memberimemberi perangsangperangsang ygyg cocokcocok c.

c. DenganDengan persuasipersuasi dandan peneranganpenerangan d.

(13)

KARAKTERISTIK MASYARAKAT KARAKTERISTIK MASYARAKAT

Aspek Tradisional Modern

Tindakan sosial Prescribe action Lebih banyak bersifat pilihan

Orientasi pada perubahan

perubahan berjalan lambat. senantiasa berubah cepat

Berkembangnya organisasi dan diferensiasi

organisasi sangat sederhana, cakupannya terbatas, tugasnya juga terbatas.

organisasi berkembang, cakupannya makin luas dan makin rumit

spesialisasi

ADA PADA ASPEK KEHIDUPAN

Subsistence; kekerabatan Prinsip: efesiensi & self sustaining

Sistem ekonomi growt; pemanfaatan teknologi

informasi; pemisahan mekanisme organisasi pengolahan

Sistem politik Primordial; otoriter; masy jadi

objek

Keterbukaan; landasan

hukum/konstitusional; partispasi masy/ demokrasi

Sistem sosial Prescribe status Penghargaan atas

prestasi/keahlian/profesionalisme; hubungan personal berkurang

Struktur sosial Kekerabatan; kesukuan;

pembatas kelas jelas; mobilitas sosial rendah

Bersifat sukarela; pembatas kelas kontinuum; mobilitas tinggi; keadilan

(14)

HUBUNGAN DIALEKTIS HUBUNGAN DIALEKTIS

PEMBANGUNAN BID SOSBUD DAN PENDIDIKAN PEMBANGUNAN BID SOSBUD DAN PENDIDIKAN

Pengaruh sosbud

Pengaruh sosbud PendidikanPendidikan Pendididikan harus sarat nilai: Pendididikan harus sarat nilai:

a. Isi a. Isi

b. Metode b. Metode

c. Sistem pelayanan c. Sistem pelayanan c. Sistem pelayanan c. Sistem pelayanan

Peran pendidikan

Peran pendidikan Pembangunan SOSBUDPembangunan SOSBUD 1. Pelestarian nilai

(15)

LEMBAGA PEND. DLM TRANSMISI KEBUDAYAAN LEMBAGA PEND. DLM TRANSMISI KEBUDAYAAN

Pendidikan sebagai proses pembudayaan (

Pendidikan sebagai proses pembudayaan (cultural cultural process

process).).

Lembaga pend sebagai proses

Lembaga pend sebagai proses enkulturasi enkulturasi dan dan

akulturasi akulturasi. .

Lembaga pend sebagai sistem sosial dan kebudayaan Lembaga pend sebagai sistem sosial dan kebudayaan Lembaga pend sebagai sistem sosial dan kebudayaan Lembaga pend sebagai sistem sosial dan kebudayaan

Peran lembaga pend dalam Transmisi kebudayaan: Peran lembaga pend dalam Transmisi kebudayaan: 1. Teori konflik

1. Teori konflik

2. Teori Fungsionalis 2. Teori Fungsionalis 3. Teori kritis

3. Teori kritis

(16)

TEORI TEORI Fungsionalis

Fungsionalis KonfliksKonfliks KritisKritis InterpretivistInterpretivist

Mentransmisikan Mentransmisikan

budaya an budaya an menjaga susunan menjaga susunan

sosial sosial

Dominasi Dominasi kelompok kuat kelompok kuat dgn mengontrol dgn mengontrol proses hubungan proses hubungan

produksi dan produksi dan

media masa media masa

Melegitimasi Melegitimasi penindasan an penindasan an

menguatkan menguatkan peranan dari peranan dari

penindas; penindas; mengajarkan mengajarkan penerimaan yg penerimaan yg

tidak kritis tidak kritis

Mengajarkan Mengajarkan

peran

peran--peranperan kepada

kepada muridmurid menggunakan menggunakan

kurikulum

kurikulum dandan kegiatan

kegiatan yang yang bias

bias kelaskelas ((class class bias

bias)) tidak kritis

tidak kritis biasbias))

Peran baru

Peran baru::

Mengajar siswa Mengajar siswa untuk melakukan untuk melakukan

berbagai peran berbagai peran spy berfungsi spy berfungsi efektif dlm masy efektif dlm masy

Peran

Peran barubaru: :

Menyediakan Menyediakan persamaan

persamaan dlmdlm aspek

aspek pendpend, , ekoeko, , dan

dan politikpolitik oleholeh masy

masy mllmll perjuangan

perjuangan kelaskelas

Peran

Peran barubaru: :

Mengembangkan Mengembangkan “critical literacy” “critical literacy”

pelajar

pelajar untukuntuk mencapai mencapai kebebasan kebebasan

Peran

Peran barubaru::

Analisa

Analisa interaksiinteraksi siswa

siswa dg dg personalia

personalia lemblemb pend

pend dandan

menginterpretasik menginterpretasik

an

an pengalamanpengalaman unt

unt menghapusmenghapus bias

(17)

CHARACTER Based on respect

A moral classroom community

Teaching conflict resolution

Based on respect & Responsibility Moral

reflection

Conscience of craft

C

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul FAKTOR SOSIAL BUDAYA DAN ORIENTASI MASYARAKAT DALAM BEROBAT (Studi Atas Perilaku Berobat Masyarakat

tinggal dalam satu budaya dominan, namun juga merupakan anggota dari kelompok lain yang tidak dominan dalam masyarakat tertentu.  Contoh: Budaya kelompok (sosial)

Dari Seminar Nasional “Pembangunan Yang Berbasis Nilai -nilai Sosial- Budaya Bangsa” yang diselenggarakan Depdagri bekerjasama dengan ISI Pusat (30 Juni 2004) dihasilkan

Nilai-nilai budaya Hin- du Bali yang ditemukan adalah roh utama, lahir dari pasangan utama, berpendidikan, taat ajaran, akan menjadi orang yang sangat dihargai; punya prinsip kuat,

Sebagai negara majemuk dan plural, di Indonesia, pengembangan karakter yang didasarkan pada nilai-nilai budaya akan membuat pembentukan kepribadiaan bagi peserta didik menjadi lebih

Pengembangan nilai budaya individu, keluarga, dan masyarakat hanyalah gambaran sekilas tentang pemahaman kebudayaan dalam ilmu sosial

Makalah ini berjudul "Perkembangan Nilai Budaya, Individu, Keluarga dan Masyarakat" yang disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya

Artikel ini merupakan makalah sosiologi yang membahas nilai sosial budaya di Kampung Adat