• Tidak ada hasil yang ditemukan

17 SOP Pelayanan Impor untuk Jalur Hijau(1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "17 SOP Pelayanan Impor untuk Jalur Hijau(1)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor : 012/SOP-BC/ KPP MP/2009 Tanggal : 20 November 2009

Revisi : Tanggal :

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KPPBC TIPE MADYA PABEAN STANDAR PROSEDUR OPERASI

PELAYANAN PENYELESAIAN BARANG IMPOR UNTUK DIPAKAI JALUR HIJAU

DENGAN PIB YANG DISAMPAIKAN MELALUI SISTEM PDE KEPABEANAN

DASAR HUKUM:

1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah

dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006;

2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 118/KMK.04/2004 tentang Tata Laksana Pembayaran dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 144/PMK.04/2007 tentang Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai;

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.04/2007 tentang Pengawasan terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan;

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 155/PMK.04/2008 tentang Pemberitahuan Pabean;

6. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-07/BC/2003 tentang Petunjuk

Pelaksanaan Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-06/BC/2007.

7. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-39/BC/2008 tentang Tatalaksana

Pembayaran dan Penyetoran Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor, Penerimaan Negara Dalam Rangka Ekspor, Penerimaan Negara Atas Barang Kena Cukai, Dan Penerimaan Negara yang Berasal Dari Pengenaan Denda Administrasi Atas Pengangkutan Barang Tertentu sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-05/BC/2009.

8. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-42/BC/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-08/BC/2009.

DESKRIPSI:

1. Jalur Hijau adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan tidak dilakukan pemeriksaan fisik, tetapi dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

2. Jalur hijau ditetapkan dalam hal:

a. Importir berisiko menengah yang mengimpor komoditi berisiko rendah;

b. Importir berisiko rendah yang mengimpor komoditi berisiko rendah atau menengah.

3. SOP ini menjelaskan proses pelayanan impor jalur hijau yang dimulai sejak KPPBC Menerima data Pemberitahuan Impor Barang (PIB) secara elektronik melalui Pertukaran Data Elektronik (PDE) sampai dengan pengiriman respon SPPB.

4. Dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal SPPB, importir/kuasanya wajib menyerahkan hard copy PIB dan dokumen pelengkap pabean lainnya kepada pejabat bea dan cukai untuk diakukan penelitian dokumen untuk keperluan penetapan tarif dan nilai pabean.

5. Unit pelaksana SOP Pelayanan Impor untuk Jalur Hijau adalah Sistem Komputer Pelayanan, INSW, Pejabat Pemeriksa Dokumen, dan Seksi Pelayanan Kepabean dan Cukai.

(2)

1. Importir mengisi PIB secara lengkap dengan menggunakan program aplikasi PIB, dengan mendasarkan pada data dan informasi dari dokumen pelengkap pabean;

2. Importir melakukan pembayaran bea masuk (BM), cukai, PDRI, dan PNBP melalui Bank

Persepsi/ Pos Persepsi yang telah terhubung dengan sistem PDE Kepabeanan, kecuali untuk importir yang menggunakan fasilitas pembayaran berkala;

3. Importir mengirimkan data PIB secara elektronik ke Sistem Komputer Pelayanan (SKP) di Kantor Pabean melalui portal INSW;

4. Memenuhi persyaratan perizinan dari instansi teknis terkait dalam hal barang yang diimpor masuk dalam kategori barang yang terkena aturan larangan dan/atau pembatasan.

BIAYA:

PNBP Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) per transaksi impor/PIB.

JANJI LAYANAN:

Janji layanan impor untuk jalur hijau pada KPPBC Tipe Madya Pabean ini dilaksanakan paling lama 4 (empat) jam sejak data diterima lengkap secara elektronik (termasuk konfirmasi bank dan konfirmasi perizinan dari instansi terkait) sampai dengan pengiriman respon surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).

Mengetahui :

Sekretaris Direktorat Jenderal,

-

Referensi

Dokumen terkait

Saran yang dapat diberikan adalah pelaksanaan training bagi yang bersangkutan untuk meningkatkan kompetensi teknisnya khususnya dalam hal Keterampilan Bahasa Inggris,

Bagi menjadikan bidang keusahawan adalah kerjaya pilihan pelajar, semua pihak perlu bersama-sama dalam menyumbang pelbagai kajian berkaitan keusahawanan pelajar seperti dana

Dalam menyusun social marketing, tahap awal yang dilakukan oleh EH Jogja yaitu menentukan tujuan. Tujuan dilakukannya social marketing kampanye “Switch Off” yaitu untuk

 Segi positifnya antara lain dimana proses rekrutmen dapat berlangsung dengan relatif cepat karena berkat pengetahuan dan pengalamannya, para pencari tenaga kerja itu

ƒ The agreement to restructure the syndicated loans of 3 companies within the group (“Riau Complex”) was concluded on 19 October 2006, with the total facilities of USD 1.43 billion

Data D2 yang tidak masuk pada D3 Serdos Gelombang 201601 ini akan dicek kembali pada database di PDPT untuk penyusunan data D3 Serdos sel anjutnya.. PT dapat m engusulkan dosen

[r]

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa ion memiliki sifat yakni titik leleh tinggi, pada umumnya larut dalam pelarut polar dan tidak larut