• Tidak ada hasil yang ditemukan

kuliah 7 Klasifikasi hewan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "kuliah 7 Klasifikasi hewan"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Animalia

APAKAH HEWAN ITU?

1.Organisme Eukariot Multiseluler

2.Tidak memiliki dinding sel dan klorofil

(3)

Struktur Tubuh

Tidak memiliki jaringan

(4)

Simetri Tubuh (Eumetazoa)

• Terdiri dari tiga :

1. Asymetrical (asimetris = tidak bersimetri)

contoh : Porifera

2. Radial

Bagian tubuh yang tersusun melingkar jika bagian tubuhnya di potong akan menghasilkan potongan-potongan tubuh dengan

bentuk yang sama. contoh Coelenterata

3. Bilateral

Hewan yang tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian lainnya. Jika bagian tubuhnya dipotong melalui mulut dan anusnya kita akan mendapatkan bagian yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan

(5)
(6)
(7)

Lapisan Tubuh/Lembaga

(Eumetazoa)

a. Diploblastik ( Di = 2 )

Memiliki 2 lapisan tubuh/lembaga =

1. Lapisan luar (Ektoderm) 2. Lapisan dalam (Endoderm)

b. Triploblastik ( Tri = 3 )

Memiliki 3 lapisan lembaga / tubuh yaitu:

1. Lapisan luar (Ektoderm) – epidermis&sistem saraf 2. Lapisan tengah (Mesoderm) – jaringan otot, dll

(8)

Penyokong Tubuh

• Eksoskeleton

– Rangka Luar (Arthropoda, Ikan, Ular, Kura-Kura, Penyu, dsb)

• Endoskeleton

(9)

A. Avertebrata

Tidak

bertulang belakang

1. Protozoa

Hewan bersel satu (akhirnya dikelompokkan dalam ganggang/ alga)

2. Metazoa

Hewan bersel banyak

a. Porifera Hewan berpori

b. Coelenterata Hewan berongga

c. Platyhelminthes Cacing pipih

d.

Nemathelminthe s

Cacing gilig

e. Annellida Cacing gelang

f. Mollusca Hewan lunak

g. Arthropoda Hewan kaki beruas2

h. Echinodermata Hewan berkulit duri

B. Vertebrata

Bertulang belakang

1. Pisces Ikan

2. Amphibi Hidup di 2 alam

3. Reptil Hewan melata

4. Aves Burung

(10)

Invertebrata terdiri dari 8 filum:

Porifera (Hewan berpori)

Coelenterata (Hewan berongga)Platyhelminthes (Cacing pipih)Nemathelminthes (Cacing gilig)Annelida ( Cacing gelang )

Mollusca ( Hewan lunak )

(11)
(12)

Klasifikasi Porifera

A. Calcarea (kapur)

Spikula tersusun atas zat kapur karbonat (CaCO3), hidup di air

dangkal dan koanositnya besar.

Contoh: Sycon dan Clathrina

(13)

Klasifikasi Porifera

B. Hexactinellida (ujung enam)

Spikula dari zat kersik (silika), hidup di laut dalam.

Contoh: Pheronema, Euplectella

(14)

Klasifikasi Porifera

C. Demospongia (spons tebal) Umumnya tidak berangka karena

tersusun dari serabut spongin, memiliki saluran air rumit seperti sponge

(15)

Peranan Porifera

• Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia

dapat digunakan sebagai spons mandi.

(16)

Coelenterata

(17)

Klasifikasi Coelenterata

A. Hydrozoa (hewan air)

1) bentuk tubuh selalu polip

(18)

Klasifikasi Coelenterata

B. Scyphozoa (hewan mangkuk)

1) bentuk tubuh selalu medusa

2) beralat kelamin terpisah. Contoh:

Aurelia (ubur-ubur)

(19)

Klasifikasi Coelenterata

C. Anthozoa (hewan bunga)

1) berbentuk polip, meliputi anemon laut dan karang 2) Gastrovaskular:

- berongga 6 (Metridium marginatum, mawar laut; Fungia patella, Acropora) - berongga 8 (Euplexaura antipathes, akar bahar; Alcyonium, karang kulit)

(20)

Peranan Coelenterata

• Hewan ubur-ubur dibuat tepung ubur-ubur yang diolah menjadi bahan kosmetik / kecantikan.

• Di Jepang, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

• Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat

melindungi pantai dari aberasi air laut.

(21)
(22)

Kelas Platyhelminthes

1. Tubellaria (Cacing Bulu Getar) 2. Trematoda (Cacing Hisap)

(23)

Tubellaria (Cacing Bulu Getar)

• Contohnya adalah Planaria, dimana:

• Ciri : 1 - 60 cm, hidup di air tawar jernih, mempunyai faring yang dapat dijulurkan untuk menangkap makanan. • Sistem saraf: sistem tangga tali

• Sistem ekskresi : flame cell (sel api) • Sistem reproduksi :

– aseksual dengan cara fragmentasi. Bila terpotong, setiap potongan tubuh menjadi planaria baru.

– seksual, yaitu pembuahan silang.

(24)
(25)

Reproduksi Planaria

(26)
(27)

Trematoda (Cacing Hisap)

• Merupakan parasit.

• Memiliki penghisap (sucker). • Contoh speciesnya:

– dalam darah: Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium.

– dalam hati: Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia)

– dalam usus: Fasciola buski

(28)
(29)

Cestoda (Cacing Pita)

• Sebagai parasit pada vertebrata. • Ciri-cirinya:

– Tubuh bersegmen-segmen (proglotid).

– Kepala (skoleks) mempunyai alat penghisap. – Tidak memiliki mulut dan alat pencernaan.

– Penyerapan makanan oleh seluruh permukaan tubuh.

(30)
(31)

Peranan Platyhelminthes

• Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan.

• Agar terhindar dari infeksi cacing parasit (cacing pita) sebaiknya dilakukan beberapa cara, antara lain:

– memutuskan daur hidupnya,

– menghindari infeksi dari larva cacing,

– tidak membuang tinja sembarangan (sesuai dengan syarat-syarat hidup sehat),dan

(32)
(33)

Contoh Nemathelminthes

Ascaris lumbricroides, cacing perut pada manusia • Ascaris megalocephala , cacing perut pada kuda • Ascaris suilae, cacing perut pada babi

Ancylostoma duodenale , cacing tambang

Necator americanus , cacing tambang di Amerika tropisOxyuris/Enterobius vermicularis , cacing kremi

Trichinella spirallis, cacing otot pada manusia • Trichuris, cacing cambuk

Wuchereria/Filaria bancrofti , penyebab kaki gajah • Strongyloides sp , infeksi melalui luka

Loa sp, cacing mata

(34)
(35)
(36)

Daur Hidup Cacing Tambang

(37)

Annelida

(38)
(39)

Klasifikasi Annelida

1. Polichaeta (Cacing berambut banyak)

(40)

Klasifikasi Annelida

2. Oligochaeta (Cacing berambut sedikit)

(41)

Klasifikasi Annelida

3. Hirudinea (Cacing tidak berambut)

(42)

Mollusca

(43)

Pelecypoda

Mempunyai insang berlapis-lapis (Lamellibranchiata) dan bercangkok sepasang (bivalvia)

Tubuhnya simetris bilateral

Pencernaan:esofagus, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan

Peredaran darah merupakan peredaran darah terbuka

Cangkok terdiri dari : periostrakum (terluar), prismatik (tengah), nakreas (dalam

Sistem saraf terdiri dari 3 ganglion : celebral/anterior, pedal, posterior

(44)
(45)

Chepalopoda

Kaki terdapat dikepala, tidak bercangkok (kecuali nautilus)

Bergerak lambat dengan tentakel, sirip, dan cepat dengan cara menyemprotkan air

Warna kulit berubah sesuail lingkungan (karena zat kromator pada kulitnya)

Alat kelamin terpisah

(46)
(47)

Gastropoda

Menggunakan perut sebagai kaki, dan mempunyai cangkok (kecuali vaginula)

Bersifat hemafrodit

Pernapasan: insang (larva),paru-paru(dewasa yang hidup di darat), insang (dewasa yang hidup di air)

Peredaran darah merupakan peredaran darah terbuka

Cangkok terdiri dari: periostrakum, prismatik, nakreasPencernaan : Kerongkongan, tembolok, lambung, usus,

anus(terletak di atas mulut)

(48)

Peranan Mollusca

Menguntungkan : dapat dimakan sebagian

dan untuk hiasan (mutiara, tiram)

Merugikan :

- Tredo navalis (pengebor kayu di air asin)

- Limnaea trunchatula (penyebab penyakit fasciolosis pada ternak)

(49)

ARTHROPODA

(50)

Crustacea (golongan udang dan kepiting)

Arachnida (golongan laba-laba)

Myriapoda (golongan lipan)

Insecta (serangga)

(51)
(52)

Ciri-Ciri

• Umumnya hidup di air, bernafas dengan

insang (atau difusi melalui seluruh prmukaan tubuh), dan termasuk omnivora (pemakan segala).

• Kulit merupakan rangka luar

(eksokeleton).

• Kepala: sepasang mata faset bertangkai,

2 pasang antena, 3 pasang rahang

• Dada: sepasang kaki pertama besar

seperti catut, 4 pasang kaki untuk berjalan.

• Perut: beberapa pasang kaki untuk

berenang, pada ekor terdapat uropod atau telsom untuk alat kemudi saat berenang.

Crustacea 

Ciri-Ciri

Reproduksi: Pembuahan dalam induk betina. Telur menjadi larva kemudian dewasa.

Peredaran darah: terbuka dengan jantung pada daerah dorsal

Pencernaan: mulut, kerongkongan, perut besar, usus dan anus.

(53)
(54)

Peranan

• Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting.

• Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota

Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.

• Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:

– Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.

– Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.

(55)

Scorpionida (golongan kala) Scorpionida (golongan kala)

Arachnoida (golongan laba-laba) Arachnoida (golongan laba-laba)

Acarina (golongan caplak) Acarina (golongan caplak)

ARACHNIDA

 

(56)
(57)

Peranan

Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan

Acarina misalnya:

a. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia

b. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.

(58)

MYRIAPODA

• Tubuh terdiri atas kepala dan bagian

belakang yang berbuku-buku.

• Pada setiap segmen terdapat kaki sehingga

disebut kaki seribu

• Pada kepala terdapat sepasang antena dan

mata tunggal. Sedangkan pada kelabang mata majemuk dan 1 atau 2 maksila

(59)

• Ordo Chilopoda =

Sentipede

– contohnya lipan

• Ordo Diplopoda

– contohnya keluwing

MYRIAPODA

(60)
(61)

ARACHNIDA

ARACHNIDA

Tubuh terdiri 2 bagian: sefalotoraks dan Tubuh terdiri 2 bagian: sefalotoraks dan

abdomen.

abdomen.

Memiliki mata 0, 2, 4, 6, 8 (tergantung Memiliki mata 0, 2, 4, 6, 8 (tergantung

jenisnya)

jenisnya)

2 pasang alat mulut di kepala, yaitu: 2 pasang alat mulut di kepala, yaitu:

Kelisera (seperti catut) dan Pedipalpus

Kelisera (seperti catut) dan Pedipalpus

(seperti kaki berakhir dengan cakar)

(seperti kaki berakhir dengan cakar)

Reproduksi: berkelamin terpisah Reproduksi: berkelamin terpisah

(62)

Abdomen, terdiri dari 10, atau 11 segmen •

Reproduksi: berkelamin terpisah, pembuahan terjadi di dalam tubuh induk betina. Serangga umumnya bersifat ovipar, atau bertelur. •

Respirasi: berupa trakea atau saluran udara yang bercabang ke seluruh jari-jari. •

Sistem saraf: sistem saraf tangga tali.

Sistem peredaran darah: peredaran darah terbuka dan darahnya tidak mengandung haemoglobin. •

Sistem pencernaan: bervariasi tergantung jenis serangganya. Umumnya terdiri dari: mulut-kerongkongan-tembolok-perut otot-perut kelenjar-usus bagian akhir-anus. •

Alat ekskresi: saluran Malphigi

(63)
(64)
(65)

Echinodermata

(66)

UKURAN DAN BENTUK

Terdiri dari bagian ORAL (yang

memiliki mulut) dan ABORAL (tidak

memiliki mulut)

CARA HIDUP

Makannya bergantung pada jenisnya. Makanannya misalnya

kerang, plankton, dan organisme yang mati atau

membusuk.

HABITAT

Bebas di dasar laut, dari daerah

(67)

KLASIFIKASI

Ophiuroidea berbentuk bintang seperti Asteroidea, namun lengannya lebih

langsung dan fleksibel

Lengan-lengannya panjang dan langsing, berfungsi

untuk pergerakan.

Echinoidea berbentuk bola atau pipih,

tanpa lengan. Permukaan tubuhnya

berduri panjang. Pergerakkan oleh duri dan kaki ambulakralnya.

Alat pencernaannya “tembolok” kompleks yang disebut LENTERA ARISTOTELES,

(68)

Holothuroidea (timun laut atau tripang) tidak berlengan. Tubuhnya memanjang dan tidak berduri. Mulut dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya. Sistem respirasinya

disebut “pohon respirasi”.

Crinoidea terdiri dari kelompok

yang tubuhnya bertangkai ( lili laut) dan tidak bertangkai (laut berbulu). Tubuhnya tidak memiliki duri.

Hidup menetap pada kedalaman 100 m atau lebih.

(69)

Bintang Laut

BINTANG LAUT

Rata-rata mempunyai 5 kaki.

Merupakan hewan karnivora >> daging Moluska.

Mulutnya berada di bawah, sedangkan duburnya di atas.

(70)

Kadang-kadang menimbulkan

kerusakan pada batu karang.

CROWN OF

THORNS starfish. (Salah satu contoh Echinodermata)

(71)

the sea stars (top, left), sea cucumbers (bottom, left), brittle or serpent stars (top, center), sand dollars (bottom, center), sea lilies (right)

(72)

B. Vertebrata

Bertulang belakang

1. Pisces Ikan

2. Amphibi Hidup di 2 alam

3. Reptil Hewan melata

4. Aves Burung

(73)
(74)

Pisces

Pisces

Pisces memiliki tiga kelas:

1. Agnata , yaitu ikan tidak berahang (contoh: ikan lamprey

2. Chondrichthyes, yaitu ikan bertulang rawan (contohnya: ikan hiu, ikan pari)

3. Osteichthyes, yaitu ikan yang memiliki tulang keras

(75)

Struktur Pisces

(76)

Peranan Pisces

Peranan Pisces

Sumber protein hewani, vitamin A, asal

lemak tak jenuh

Bahan kerajinan atau bahan amplas dari

kulit ikan cucut

(77)

Kelas Amfibi

(78)

Karakteristik Amfibi

- Memiliki kehidupan yang berbeda antara fase larva dan fase dewasa. Fase larva hidup di air, bernafas dengan insang. Fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru

- Jantung terdiri atas tiga ruangan, dua buah atrium dan satu ventrikel.

- Poikilotherm (berdarah dingin)

- Kulit licin dan mengandung minyak kelenjar dan tidak bersisik

- Contohnya antara lain : Rana canivora atau katak hijau Bufo bipacatus atau kodok

(79)

Daur Hidup Katak

(80)

Peranan

Amfibi Dalam

Kehidupan-Diambil racunnya sebagai penguat denyut Di bidang kedokteran dimanfaatkan untuk

Jantung

-Keperluan praktikum zoologi bagi para siswa

dan mahasiswa

-Sebagian orang memanfaatkannya untuk

makanan

(81)

KELAS

(82)

Reptil di bagi menjadi empat ordo:

1. Ordo Rhynchocephalia 2. Ordo Chelonia

(83)

1. Ordo Rhynchocephalia

(84)

2. Ordo Chelonia

Karakteristik:

• Tubuh pendek dan lebar di lindungi karapas dan plaston

• Tidak bergigi dan lidah tak dapat di julurkan. Contoh spesies:

• Kura-kura raksasa (Testuda gigantea)

• Kura-kura air tawar (Chelydra serpentia)

(85)

3. Ordo crocodilia

Karakteristik:

• Berkulit tebal dan lidah tak dapat di julurkan • Tidak mempunyai kandung kemih

• Di pangkal lidah terdapat lipatan transversal

sebagai penutup faring sewaktu membuka mulut Contoh spesies:

• Buaya indonesia (Crocodylus porosus)

(86)
(87)

4. Ordo squamata

Terbagi menjadi dua, yaitu: 1)Lacertilia

(88)

1)

Lacertilia

Karakteristik:

• Gigi melekat pada rahang, lidah dapat di julurkan • Kelopak mata dapat di pejamkan

Contoh spesies:

• Kadal indonesia (Mabuya multifasciata) • Cicak (Hemidactilus prenatus)

• Komodo (Varanus comodoesis) • Biawak (Varanus salvator)

(89)
(90)

2)

. Ophidia

Karakteristik:

• Pada umunya tak berkaki, lidah bercabang dua dan dapat di julurkan dalam keadaan mulut

tertutup

• Gigi melengkung ke dalam dan sebagian ada yang beracun

• Mulut dapat di buka lebar

• Mempunyai oragan jacobson yang peka terhadap rangsang

(91)

Contoh spesies:

• Ular sanca (Phyton reticulatus), tidak berbisa • Ular kobra (Naja tripudians), salah satu ular

(92)

Peranan reptil bagi kehidupan manusia:

• Sebagai predator alami; ular memakan tikus • Sebagai bahan pangan; daging ular, telur

penyu, daging kura-kura

• Racun ular di manfaatkan untuk obat • Daging ular di percaya sebagai obat

(93)
(94)
(95)
(96)

Aves dibagi menjadi 8 ordo: 1.Rosares

2.Ratites

(97)

1. Ordo rosares

• Kaki berfungsi untuk mengais dan berlari, dan memiliki paruh yang pendek.

Contoh spesies:

(98)

2. Ordo ratites

Meliputi ordo burung yang tidak bisa terbang, yaitu:

• Struthioniformes; burung unta (Struthio camelus) di afrika

• Casuariiformes; kasuari (Casuarius casuarius) di pulau seram, irian dan australia

• Apterigiformes; kiwi (Apteryx australis) di slandia baru

(99)

kasuari (Casuarius casuarius)

Apteryx australis

(100)

3. Ordo anseriformes (burung perenang)

• Berkaki pendek dan memiliki selaput renang diantara jari-jari kaki

• Ekor pendek, paruh melebar berkrista penyaring

Contoh spesies:

• Blibis (Dendrochygna javanica) • Entok (Anser albifrons)

(101)

4. Ordo ciconiiformes

• Berkepala botak; memiliki paruh, leher, dan tungkai panjang

• Hidup bergrombol memakan hewan air Contoh spesies:

• Blekok (Ardeola sp.) • Flamingo

(Phoenicopterus ruber) • Bangau jawa

(102)

5. Ordo coraciiformes

• Berparuh besar, kepala besar dan tungkai pendek

• Pemakan hewan, seperti ikan, udang , katak, kupu-kupu,kumbang, lebah

Contoh spesies:

• Rangkong (Buceros rhinocheros) • Tetangket (Halchyon chloris)

(103)

6. Ordo columbiformes

• Paruh pendek dengan sora di pangkalnya • Tembolok besar, sel eptelnya mudah

mengelupas dan di berika pada anaknya sewakru masih kecil

Contoh spesies:

• Merpati (Columba fasciata) • Perkutut (Geopelia striata)

(104)

7. Ordo apodiformes

• Tubuh kecil berukuran 5,6cm

• Paruh lembek, lidah panjang dan dapat di julurkan; membuat sarang dari ludahnya Contoh spesies:

• Burung koibri (Archilocus columbris) • Lelayag (Apus appinis)

(105)

8. Ordo oscines

• Pita suara berfungsi bagus; merupakan burung penyanyi

• Telurnya berwarna-warni,ketika menetas anaknya masih buta

• Pemaka serangga dan biji-bijian Contoh spesies:

• Burung gereja (Passer montanus) • Burung kenari (Srinus canaria) • Jalak (Sturnidae jalla)

(106)

Beberapa ordo yang telah punah:

• Aepyornitiformes; burung gajah di malagasi • Dinonithiformes; di selandia baru

• Hesperornis dan ichthyornis; burung bergigi di ameerika serikat

• Achaeopteryx; bergigi dan tidak mempunya pigostil. Fosilnya di jerman

(107)

Peranan aves bagi kehidupan manusia:

• Daging dan telurnya merupakan protein hewani • Telur ayam dan itik untuk obat dan bahan

membuat kue

• Bulunya untuk bahan industri; selimut, bantal, kasur dll

• Di ternak; ayam, itik, angsa dll • Burung dilatih dan dilombakan

• Untuk kesenangan; keindahan bulunya, tingkah lakunya, suaranya

• Sebagai predator alami

(108)
(109)

1. Monotremata

(110)

1. Monotremata (mamalia berparuh

dan berkloaka)

• Pemaka invertebrata air

• Berparuh, bertelur, mengeram, tubuh berambut, tidak punya daun telinga.

• Gigi hanya ada sebelum dewasa • Penis hanya untuk saluran sperma

• Hewan betina tidak punya rahim, vagina, puting susu tapi menyusui

Contoh spesies:

• Itik platipus (Ornithorhynchus anatinus) di australi dan tasmania

(111)

2. Ordo Insectivora (mamalia

pemakan insecta)

• Memiliki ciri berjari lima dan memiliki gigi runcing

Contoh spesies:

Tikus pohon (Tupaia javanica)

(112)

3. Ordo carnivora (pemakan daging)

• Memiliki gigi taring besar dan panjang, gigi seri kecil • Uterus terbagi dua

• Kaki memiliki cakar tajam Contoh spesies:

• Singa (Felis leo)

• Panda merah (Ailurus fulgens) • Anjing (Canis familiaris)

(113)

4. Ordo rodentia (pengengat)

• Berjari lima, tidak memiliki gigi taring, gigi seri berbentuk pahat dan dapat tumbuh terus

Contoh spesies:

• Tikus mencit (Mus musculus)

• Tikus wirok (Bandicota indica setifera)

• Marmut (Cavia cobaya)

• Hamster (Cricetus griseus)

(114)

5. Ordo lagomorpha

• Memiliki ciri seperti rodentia tapi gigi serinya empat atau lebih

• Ekor pendek, kuat dan dapat di gerakkan Contohnya adalah berbagai kelinci, yaitu: • Kelinci budidaya (Oryctolagus cuniculus) • Nesolagus netscheridi sumut

(115)

6. Ordo sirenia (sapi laut)

• Tidak memiliki daun telinga dan tungkai belakang

• Kulit tebal dengan sedikit rambut Contoh spesies:

• Sapi laut (Trichaonus)

(116)

7. Ordo cetacea (paus)

• Tidak memiliki daun telinga, rambut, dan kelenjar di kulit • Tidak ada tungkai belakang

• Bentuk gigi semua sama dan tidak berlapis emailjari lebih dari lima

• Hidup di laut atau air tawar Contoh spesies:

• pesut (Orcaella sp.)

• Paus (Balaenoptera borealis)

(117)

8. Ordo chiroptera (bersayap tangan)

• Pemakan buah-buahan dimalam hari

• Gigi runcing tajam, kaki belakang lebih kecil Contoh spesies:

• Kalong pemakan buah (Pteropus edulis) • Kelelawar (Myotis sp.)

• Kelelawar vampir (Desmodus draculae),

(118)

9. Ordo demoptera (bersayap

kulit)

• Berbulu dari leher

• Gigi runcing tajam dan keempat tungkai sama panjang

Contoh spesies:

Galeophitecus sp. ; pemakan daun dan buah-buahan di asia tenggara

(119)

10. Ordo marsupialia

(berkantong)

• Memiliki marsupium (kantong)

• Memilki sepasang uterus dan sepasang vagina • Marsupium juga di gunakan untuk perlindungan Contoh spesies:

• Kuskus (Phalanger sp.) • Kanguru (Macropus sp.) • Wombat (Phascolomis sp.)

(120)

Koala

(Pasc

olarc

tos sp

.)

Kuskus (Phalanger sp.)

Wombat (Phascolomis sp.)

Kanguru (Macropus sp.)

(121)

11. Ordo proboscidea (berprobosis)

• Probosis (modifikasi hidung menadi belalai) dengan dua lubang hidung

• Tubuh besar, kepala besar, leher pendek dan telingalebar

• Memiliki gigi seri atas (gading)

• Kaki lurus seperti tiang dan menapak pada jari-jari

• Hidup berkoloni Contoh spesies:

Gajah sumatra (Elephas

(122)

12. Ordo pinnipedia

• Termasuk carnivor yang tidak terdapat di indonesia

Contoh spesies:

Singa laut (Zalopus

sp.)

Gajah laut (Mirounga

sp.)

(123)

13. Ordo pholidota (bersisik, tak

bergigi)

• Umumnya tak bergigi dan tak memiliki klavikula

• Tubuh di lindungi sisik yang merupakan modifikasi dari tanduk

• Makanan berupa semut, anai-anai yang di tangkap dengan lidah panjang yang dapat dijulurkan

• Ekor dapat digunakan untuk berpegangan Contoh spesies:

(124)

14. Ordo perissodactyla (berjari ganjil)

• Telapak kaki berjari ganjil, di bungkus kuku dari zat tanduk

• Tidak bertanduk, lambung sederhana tidak memiliki kandung kemih

Contoh spesies:

(125)

15. Ordo artiodactyla (berkuku

genap)

• Digolongkan menjadi dua, yaitu: ruminansia dan nonruminansia • Ruminansia adalah mamalia memamahbiak

• Kaki panjang berjari genap, umumnya bertanduk dan tidak bertaring

• Lambung terbagi 4 ruangan: rumen, retikulum, omasum dan abomasum

Contoh spesies:

• banteng (Bos sondaicus) • Bison (Bison bison)

(126)

16. Ordo primata

• Pada umumnya setiap melahirkan satu anak • Tangan dan kaki berjari lima, berkuku, dan

(127)

Peranan mamalia bagi kehidupan

manusia

• Sumber protein hewani, misalnya daging sapi • Diambil susunya, misalkan susu sapi

• Sebagai bahan pakaian dari kulit misalkan domba

• Sumber bahan bakar, misalkan minyak dari lemak paus

(128)

• Membantu penyelidikan, misalkan anjing pelacak

• Untuk pertunjukan, misalkan sepakbola gajah • Di bidang sains di jadikan bahan praktikum • Memberantas nyamuk, misalkan kelelawar • Untuk kerajinan tangan dari tulang, kulit dan

tanduk

(129)

Sumber

Campbell, N.A., Reece, J.B, dan Mitchel. L.G. 2004. Biologi. Edisi Kelima, Jilid 3. Penerbit Erlangga : Jakarta

www.slideshare.net/.../bahan-ajar-1-filum-porifera-coelenterata-platyhel...

(130)

Thank you

Thank you

See you Again

Gambar

Gambar Echinodermata

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Stigler, suatu industri dikatakan berstruktur oligopoli bila mempunyai konsentrasi industri lebih dari 60%... JENIS STRUKTUR PASAR