• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Padi Sawah Melalui Pendekatan Pengelolaan Ramah Lingkungan di Kabupaten Merauke

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan Padi Sawah Melalui Pendekatan Pengelolaan Ramah Lingkungan di Kabupaten Merauke"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Rata-rata tinggi tanaman pada berbagai varietas padi di Kabupaten Merauke, Musim Gadu 2018
Tabel 2. Rata-rata jumlah anakan pada berbagai varietas padi di Kabupaten Merauke, Musim Gadu 2018
Tabel  4.  Berat  1000  butir, gabah  kering  panen,  gabah  kering  giling dan  berat biomasa pada  berbagai  varietas  padi  di  Kabupaten Merauke, Musim Gadu 2018

Referensi

Dokumen terkait

Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan periode kekeringan berpengaruh nyata menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang malai, bobot 1,000 butir, bobot

endofit diformulasi dengan beberapa limbah berpengaruh terhadap jumlah anakan total, panjang malai, berat 100 butir gabah bernas dan bobot kering tanaman, namun

Nilai F positif dicapai pada persentase aromatik, tinggi tanaman, panjang daun bendera, umur panen, jumlah anakan, panjang malai, persentase gabah bernas dan

Bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling pada lahan sawah tadah hujan tidak terpengaruh dengan penggunaan varietas padi unggul Sidenok dibandingkan

Nilai F positif dicapai pada persentase aromatik, tinggi tanaman, panjang daun bendera, umur panen, jumlah anakan, panjang malai, persentase gabah bernas dan

Penampilan karakter hasil varietas padi, Ciherang, Cigeulis, Mekongga, dan Suluttan Unsrat 2 tidak berbeda pada karakter Bobot 1000 butir (gr), Bobot gabah panen (kg),

Bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling pada lahan sawah tadah hujan tidak terpengaruh dengan penggunaan varietas padi unggul Sidenok dibandingkan

tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot kering jerami, gabah, dan gabah 1000 butir meskipun ada kecenderungan peningkatan bobot kering jerami, gabah, dan gabah 1000