LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web 2.1.1. Website
Menurut Sidik dan Pohan (2007:6) “World Wide Web merupakan suatu layanan penyajian informasi di internet dengan menggunakan HTML. Web identik dengan internet, karena kepopulerannya saat ini, web sudah menjadi
interface aplikasi untuk melakukan transaksi dan sajian informasi yang lengkap dari seluruh dunia”.
Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam, atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis ataupun interaktif yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
1. Internet
Menurut Shalahuddin dan Rosa (2008:3) “Internet atau internetwork adalah sekumpulan jaringan berbeda yang saling berhubungan bersama sebagai satu kesatuan dengan menggunakan berbagai macam protokol, salah satunya adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)”.
negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif
2. Web server
Menurut Bahtiar (2008:1) “Web Server adalah server internet yang mampu melayani koneksi transfer data dalam protokol HTTP (hypertext transfer ptotokol)”.
a. Xampp
Menurut Nugroho (2008:2) “Xampp merupakan suatu bundel web server yang populer digunakan karena kemudahan instalasinya yang berbasis Open Source, interpreter dan user interface yang telah dikonfigurasikan dan siap digunakan”. Beberapa paket yang telah disediakan diantaranya adalah:
1) Apache
2) MySQL
3) PHP
4) FilZilla FTP Server
5) phpMyAdmin, dan lain-lain.
Dengan adanya dukungan beberapa paket diatas maka semua kebutuhan untuk belajar PHP dapat terpenuhi.
b. MySQL
Menurut Kadir (2008:15) MySQL (baca mai-se-kyu-el) merupakan
software yang tergolong database server yang bersifat Open source. Open Source itu menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan
source code (kode yang dipakai untuk membuat MySQL), hal menarik lainnya adalah MySQL juga bersifat multiplatform atau dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi.
Menurut Kadir (2008:17) contoh kode atau skrip dasar MySQL sebagai berikut :
1) Membuat database
create database name_database;
2) Masuk database use name_database;
3) Membuat tabel
create database name_database(name_field1 varchar(lenght) not null, name_field2 varchar(lenght) not null;
4) Menambah Record
Insert intoname_table (name_field1, name_field2, name_field3) values (“isi”, “isi”, “isi”);
5) Merubah record
update from name_table where name_field=nilai_field;
6) Menghapus record
delete from name_table where name_field=nilai field;
7) Menampilkan record select*from name_table;
8) Menampilkan hanya sebagian record
Select name_table1=name_field1, name_table2=name_field2, from name_table;
9) Tampilkan record dengan suatu syarat
select name_table name_field from name_table where name_table_field_syarat=nilai field_syarat
10) Menampilkan dua tabel yang berhubungan
select name_table1. name_field1, name_table2. name_field2 name_table1,name_table2 where name_table1. name_field= name_table2.name_field;
3. Web Browser
Menurut Sidik dan Pohan (2007:5) “Web browser adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web. Software ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat dengan melakukan ‘point dan click’ untuk pindah antar dokumen”.
2.1.2. Bahasa Pemrograman 1. PHP (Hypertext Prepocessor)
Menurut Andi (2014:33) “PHP merupakan bahasa berbentuk script yang ditempatkan di dalam sever baru kemudian diproses, kemudian hasil pemrosesan dikirimkan kepada web browser klien”.
Untuk penulisan sintaks PHP, harus diawali dengan tag <? Dan diakhiri dengan tag ?>. Sedangkan sintaks untuk menampilkan dalam web browser anda dapat menggunakan perintah print atau echo. Selain itu, php juga bisa anda tuliskan di dalam skrip HTML.
2. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut Andi (2014:5) “CSS merupakan bahasa pemograman yang khusus menangani tampilan tiap elemen di dalam dokumen HTML. Dengan memanfaatkan CSS, struktur kode HTML kita akan terlihat rapi dan terstruktur”
CSS diperkenalkan untuk pengembangan website pada tahun 1996. Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian akan membentuk hubungan parent child pada setiap style.
3. Javascript
Menurut Andi (2014:15) “Javacript adalah bahasa pemograman script pada
browser, atau biasa disebut dengan istilah client side programming”.
Javascript sendiri merupakan bahasa scripting yang bekerja disisi
client/browser sehingga website bisa lebih interaktif.
4. HTML
Menurut Andi (2014:2) “HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup Language. HTML merupakan bahasa (kode) yang digunakan untuk membuat halaman web. HTML bukanlah bahasa prosedur seperti C, C++, atau Pascal. HTML lebih kepada bahasa yang menetapkan corak paparan dokumen pada browser”.
2.1.3 Basis Data
Menurut Sukamto dan Salahuddin (2015:43) menjelaskan bahwa “Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”. Basis data juga dapat diartikan sebagai media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
2.1.4 Model Pengembangan Perangkat Lunak 1. Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model water fall Rosa dan Shalahuddin (2015:28) yang terbagi menjadi empat tahapan, yaitu:
a. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Tahapan ini sangat menekan pada masalah pengumpulan kebutuhan pengguna pada tingkatan sistem dengan menentukan konsep. Seperti, kebutuhan website pendaftaran siswa baru, membuat pendaftaran untuk siswa agar memudahkan siswa dalam melakukan pendaftaran siswa baru tanpa proses yang rumit.
b. Desain
Proses perancangan sistem ini dimulai dengan pembuatan basis data seperti entity relational diagram (ERD) dan logical record structured
(LRS), pembuatan rancangan antar muka, dan pembuatan struktur navigasi yang menggunakan composite (campuran).
c. Pembuatan Kode Program
Pada tahapan ini adalah pembuatan kode program yang digunakan dalam mentranslasikan tahapan sebelumnya. Kode program yang digunakan adalah seperti HTML, Java Script, CSS pada sisi clientside dan untuk
serverside menggunakan PHP serta untuk pembuatan databasenya menggunakan MySQL.
d. Pengujian
Pada tahap ini, merupakan tahap akhir dalam pengembangan perangkat lunak, yang dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Tahap pengujian ini menggunakan black box testing.
2.2. Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi
Menurut Suyanto (2008:62), “Struktur navigasi dalam situs web
melibatkan sistem navigasi situs web secara keseluruhan dan desain interface situs
web tersebut, navigasi memudahkan jalan yang mudah ketika menjelajahi situs
web”. Struktur navigasi juga dapat diartikan sebagai struktur alur dari suatu
program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website. Ada empat macam bentuk dasar yaitu :
a. Linear (Satu alur)
Linear (satu alur) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Dengan kata lain struktur ini hanya dapat menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya, pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dalam frame atau byte informasi satu ke yang lainnya.
Sumber: Binanto (2010:269)
Gambar II.2 Struktur Navigasi Linear
b. Hierarchical (Hirarki)
Struktur dasar ini disebut juga struktur linier dengan percabangan karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.
Sumber: Binanto (2010:269)
Gambar II.3
Struktur Navigasi Hierarchical Hirarki c. Non Linear (Tidak Berurut)
Struktur navigasi non-linier merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier.Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur non-linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan non-linear ini walaupun terdapat percabangan tetap tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Slave Page, pengguna akan melakukan navigasi
dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sumber: Binanto (2010:269)
Gambar II.4
Struktur Navigasi Non Linear d. Composite (Campuran)
Struktur navigasi pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara non-linier), tetapi terkadang dibatasi presentasi linier film atau informasi penting dan pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.
Sumber: Binanto (2010:269)
Gambar II.5
2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Sutanta (2011:91) “Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu model data yang dikembangkan berdasarkan objek.” Relasi adalah hubungan antar beberapa entitas. Kumpulan semua entitas bertipe sama disebut entitas (entity set), sedangkan kumpulan semua relasi bertipe sama disebut kumpulan relasi (relationship).
Struktur logis (skema database) dapat ditunjukan secara grafis dengan diagram ERD yang dibentuk dari komponen-komponen berikut :
1. Entitas (Entity)
Entitas adalah sesuatu yang nyata atau abstrak dimana kita akan menyimpan data.
2. Atribut (Attribute)
Atribut adalah ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. Sebutan lain atribut adalah properti, elemen data, dan
field. Sebuah atribut atau kombinasi atribut yang mengidentifikasikan satu dan hanya satu instansi suatu entitas disebut kunci utama atau pengenal.
3. Relasi (Relationship)
Relasi adalah hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas, misalnya proses pembayaran pegawai. Kardinalitas menentukan kejadian suatu entitas untuk satu kejadian pada entitas yang berhubungan. Misalnya, mahasiswa bisa mengambil banyak mata kuliah.
4. Pemetaan Kardinalitas
Menurut Fathansyah (2007:79) “Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain”. Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa:
a. Satu ke satu (one-to-one)
Sebuah entitas pada A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada A.
b. Satu ke banyak (one-to-many)
Entitas pada A berhubungan dengan nol atau lebih entitas pada B. Sebuah entitas pada B dapat dihubungkan dengan paling banyak satu entitas pada A.
c. Banyak ke satu (many-to-one)
Sebuah entitas pada A behubungan dengan paling banyak satu entitas pada B. Sebuah entitas pada B dapat dihubungkan dengan nol atau lebih entitas pada A.
d. Banyak ke banyak (many-to-many)
Sebuah entitas pada A berhubungan dengan nol ata lebih entitas pada B dan sebuah entitas pada B dapat dihubungkan nol atau lebih entitas A.
5. Metodologi ERD
Tabel II.1 Metodologi ERD
1. Menentukan Entitas Menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata dan konsep dimana penggauna akan menyimpan data.
2. Menentukan Relasi Menentukan hubungan antar pasangan entitas menggunakan matriks relasi.
3. Gambar ERD sementara Entitas digambarkan dengan kotak dan relasi dengan garis yang menghubungkan entitas. 4. Isi Kardinalitas Menentukan jumlah kejadian satu entitas untuk
sebuah kejadian pada entitas yang berhubungan.
5. Tentukan kunci utama Menentukan atribut yang mengidentifikasi satu dan hanya satu kejadian masing-masing entitas. 6. Gambar ERD berdasar Kunci Menghilangkan relasi many-to-many dan memasukkan primary serta kunci tamu pada masing-masing entitas.
7. Menentukan atribut Menuliskan field-field yang diperlukan oleh sistem.
8. Pemetaan Atribut Untuk masing-masing atribut, memasangkan atribut dengan satu entitas yang sesuai.
9. Gambar ERD dengan Atribut Mengatur ERD dari langkah 6 dengan menambah entitas atau relasi yang ditemukan
pada langkah 8.
10.Periksa Hasil Apakah ERD sudah menggambar sistem yang akan dibangun?
Sumber :Simarmata dan Prayudi (2007:69 ) 6. Logical Record Structured (LRS)
Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik. Beda LRS dengan diagram entity relationship
diagram nama tipe record berada diluar kotak field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record
Menurut Ladjamudin (2007:159) aturan-aturan dalam melakukan transformasi ERD ke logical record structure adalah sebagai berikut :
a. Setiap entity akan diubah ke bentuk sebuah kotak dengan nama
entity berada diluar kotak dan atirbut berada didalam kotak. b. Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama
entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.
2.2.3. Pengujian Web
Pengujian merupakan bagian yang penting dalam siklus pembangunan perangkat lunak. Tujuan dari pengujian adalah untuk menjamin perangkat lunak yang dibangun memiliki kualitas yang handal, yaitu mampu mempresentasikan
kajian pokok dari spesifikasi, Analisis, Perancangan, dan Pengkodean dari perangkat lunak itu sendiri.
Pengujian perangkat lunak ini menggunakan metode black box, pengujian
black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang dibuat.
Black Box Testing merupakan metode pengujian perangkat lunak yang menguji fungsionalitas aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja.
Menurut Pressman (2010:495), “Black-Box testing berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang memungkinkan engineers untuk memperoleh set kondisi input yang sepenuhnya akan melaksanakan persyaratan fungsional untuk sebuah program”.
Pengujian pada Black Box berusaha menemukan kesalahan seperti: 1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
2. Kesalahan Interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal 4. Kesalahan kinerja