• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web

Konsep dasar web digunakan oleh penulis dalam menyusun tugas akhir sebagai kerangka dasar dalam pembuatan website dan fungsinya. Selain itu konsep dasar web merupakan gambaran atau analisa dari rancangan-rancangan yang diaplikasikan berdasarkan informasi yang telah didapatkan oleh penulis, agar mampu mengoptimalkan fungsi dan pengoperasian website ini dengan baik.

A. Website

M. Rudianto mengemukakan bahwa website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk rangkaian bangunan yang saling terkait (Prayoga et al., 2019).

Yuhefizar mengemukakan bahwakeseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi” (Prayitno & Safitri, 2015).

Halaman sebuah website kebanyakan ditulis dalam format HTML yang diakses melalui HTTP. “Pengertian HTTP atau definisi HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah sebuah protokol untuk meminta dan menjawab antara client dan server” (Motora et al., 2018).

Dalam pembuatannya, website dibutuhkan beberapa tools perangkat lunak, diantaranya sebagai berikut:

(2)

1. World Wide Web

Fathansyah mengemukakan bahwa “World Wide Web (WWW atau web) merupakan sistem informasi terdistribusi yang berbasis hypertext” (Prayitno &

Safitri, 2015).

2. Web Browser

Web browser merupakan sebuah software yang digunakan untuk menerima dan menampilkan sumber informasi dari internet. Abdulloh mengemukakan “Web browser digunakan untuk menampilkan hasil website yang telah dibuat” (Studi

& Informatika, 2020).

3. Web Server

Fathansyah mengemukakan bahwa web server merujuk pada hardware sebagai server dan software menyediakan layanan akses kepada user melalui protokol komunikasi HTTP atas berkas-berkas yang terdapat pada URL ke user (Prayitno

& Safitri, 2015).

4. Internet

“Internet adalah komunikasi global yang menghubungkan seluruh komputer di dunia meskipun berbeda sistem operasi dan mesin [2]” (Puiji & Lasut, 2020).

B. Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman atau bahasa komputer adalah instruksi standar untuk memberi perintah komputer.

Dalam penuliasan bahasa pemrograman terdapat 3 record (Techno et al., 2016) yaitu:

1. Syntax adalah aturan penulisan bahasa tersebut (tata bahasa).

2. Semantic adalah arti atau maksud yang terkandung di dalam statement tersebut.

3. Kebenaran logika adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement.

(3)

Bahasa Pemrograman yang digunakan penulis dalam membuat tugas akhir sebagai berikut:

1. Personal Home Page (PHP)

“PHP adalah bahasa script server-side yang menyatu dengan halaman HTML untuk membuat halaman web yang dinamis” (Motora et al., 2018). Bahasa pemrograman PHP dibuat oleh Ramus Lerdorf pada tahun 1995. Sebelum dirilis untuk umum, nama awal PHP adalah FI (Form Interpreted).

2. Hyper Text Markup Language (HTML)

Winarno dan Utomo mengemukakan bahwa “HTML singkatan dari Hypertext Markup Language dan berguna untuk menampilkan halaman web” (Prayitno &

Safitri, 2015). Disebut Markup Language karena script HTML menggunakan tanda (dalam bahasa inggris disebut ‘mark’) untuk menandai bagian dari teks itu memiliki tampilan/fungsi tertentu.

3. Cascading Style Sheets (CSS)

“CSS (Cascading Style Sheet) adalah salah satu bahasa desain web (style sheet language) yang mengontrol format tampilan sebuah halaman web yang ditulis dengan menggunakan penanda (markup language)” (Motora et al., 2018).

Hubungan antara HTML dan CSS sangatlah dekat. Untuk sebuah website yang dibangung dengan HTML diperlukan CSS untuk mempercantik tampilan agar tampilan menjadi lebih menarik dan variatif. Jika diartikan secara bebas CSS adalah sekumpuan kode untuk mendesain atau mempercantik tampilan halaman website. Dengan kata lain, memanfaatkan CSS bisa mengubah desain tampian standar yang dihasilkan oleh HTML menjadi variasi–variasi yang lebih kompleks.

(4)

4. JavaScript

Sidik mengemukakan bahwa agar tampilan dokumen HTML dalam browser menjadi lebih interaktif diperlukan javascript (Prayitno & Safitri, 2015).

C. Basis Data (Database)

Winarno dan Utomo mengemukakan bahwa sekumpulan tabel yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan kolom/field pada tiap tabel yang ada (Prayitno & Safitri, 2015).

Basis data atau database didefinisikan sebagai sekumpulan data yang saling berelasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara tepat. Selain memiliki data, database memiliki metadata.

Metadata merupakan data yang menjelaskan tentang struktur data itu sendiri.

Basis data yang digunakan penulis dalam membuat tugas akhir adalah sebagai berikut:

1. MySQLi (My Structure Query Language inproved)

Raharjo mengemukakan bahwa “MySQLi merupakan RDBMS (server database) yang mengelola database dengan cepat, menampung dalam jumlah sangat besar dan dapat diakses oleh banyak user” (Eky Hermawan , Tjut Awaliyah Zuraiyah, 2020). Kadir Mengemukakan bahwa “MySQLi sebagai sebuah software open source yang digunakan untuk membuat sebuah database”

(Eky Hermawan , Tjut Awaliyah Zuraiyah, 2020).

2. PHPMyAdmin

Muhammad Sadeli mengemukakan bahwa “PhpMyadmin adalah sebuah software yang berbentuk seperti halaman situs yang terdapat pada web server.

Fungsi dari halaman ini adalah, sebagai pengendali database MySQL” (Firliana et al., 2019).

(5)

3. XAMPP

Susanto mengemukakan bahwa “XAMPP berfungsi sebagai server yang dapat berdiri sendiri. XAMPP terdiri dari program MySQLdatabase, Apache HTTP Server, dan penerjemah bahasa lain yang dibuat dengan bahasa pemrograman Perl dan PHP. X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl merupakan kepanjangan dari XAMPP” (Prayoga et al., 2019).

D. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Metode pengembangan perangkat lunak ini menggunakan metode waterfall, menurut (Fatmawati & Munajat, 2018) terbagi menjadi lima tahapan, yaitu :

1. Definisi Kebutuhan (Requirement Analisys Definition)

Pada tahapan ini merupakan tahapan untuk menetapan fitur, kendala tujuan sistem melalui cara konsultasi dengan para pengguna sistem. Semua hasil konsultasi dengan para pengguna akan ditetapkan secara rinci juga berfungsi sebagai spesifikasi sistem.

2. Desain Sistem dan Perangkat Lunak (Software Design and System)

pada tahapan ini akan dibentuk suatu rancangan sistem berdasarkan syarat yang ditetapkan. Dan untuk identifikasi dan membuat gambaran abstarksi dasar software system dan hubungan hubungannya.

3. Implementasi dan Testing Unit (Implementation and Unit Testing)

Pada tahap ini, hasil dari desain software akan direalisasikan menjadi 1 set program atau program unit. Pada setiap unitnya akan dites apakah sudah memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan atau belum.

(6)

4. Integrasi dan Testing Sistem (Integration and System Testing)

Pada tahap ini, setiap program unit akan disatukan satu sama lain dan dites sebagai 1 sistem yang utuh untuk memastikan sistem apakah sudah memenuhi syarat yang ada. Setelah itu sistem akan dikirimkan ke user.

5. Operasional dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance)

Dalam tahapan ini, sistem diinstal dan mulai digunakan. Selain itu juga memperbaiki error yang tidak ditemukan pada tahap pembuatan. Dalam tahap ini juga dilakukan pengembangan sistem seperti penambahan fitur dan fungsi baru.

E. Sistem Informasi Inventori

“Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) yang ditujukan untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu” (Syafarina, 2016).

Suatu sistem bisa dikatakan sebagai sebuah sistem informasi apabila memenuhi karakteristik utama dari sebuah sistem informasi. Berikut beberapa karakteristik sistem yang membedakan suatu sistem dan sistem yang lainnya (Wahyudi, 2020) yaitu:

1. Batasan (boundary) : Pengembangan dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk didalam sistem dan mana yang diluar sistem.

2. Lingkungan (Environmen) : Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala dan input terhadap suatu sistem.

3. Masukkan (input) : Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikombinasi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.

(7)

4. Keluaran (output) : Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layar komputer, barang jari) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.

5. Komponen (component) : Kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentranformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output).

Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem.

6. Penghubung (interface) : tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.

7. Penyimpanan (strorage) : Area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Pengimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang berbeda dari berbagai data yang sama.

“Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan pada saat ini dan mendatang. Tanpa informasi, sistem tidak akan berjalan dengan lancar dan tidak bisa beroperasi” (Syafarina, 2016).

Sebuah sistem yang terdiri dari beberapa bagian yang saling terkait dan beroperasi untuk mencapai suatu tujuan, sasaran, atau maksud. Jadi sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang dibuat manusia yang terdiri dari beberapa komponen yang terkomputerisasi yang bertujuan mengumpulkan data, menyimpan dan menghasilkan informasi (Syafarina, 2016).

“Sistem informasi data inventori merupakan sistem yang berfungsi memonitoring stok barang dari setiap komputer yang digunakan oleh setiap karyawan” (Syafarina, 2016).

(8)

2.2. Teori Pendukung

Teori pendukung akan membantu dalam perancangan sistem. Adapun teori- teori yang mendukung pada pembuatan sistem informasi ini adalah sebagai berikut:

A. UML (Unified Modeling Language)

Perancangan aplikasi Sistem informasi inventory pada Yamaha Central yang dibangun ini bersifat object-oriented programming (program berorientasi objek) dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai bahasa pemodelan.

1. Usecase Diagram

“Diagram Usecase adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah aktor.

Usecase Diagram digunakan untuk membentuk tingkah laku benda dalam sebuah model serta di relasikan oleh sebuah colaboration” (Wahyudi, 2020).

“Sebuah usecase diagram pada dasarnya menggambarkan atau mendeskripsikan fungsi dari sebuah sistem. Dengan adanya usecase diagram tersebut pengguna dapat mengerti dan memperspektifkan sistem yang ada” (AS & Septiani, 2016).

2. Activity Diagram

Activity Diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagian besar state adalahaction dan sebagian besar transisi di trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing) (Wahyudi, 2020). “Activity diagram menggambarkan work flow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak” (Destiningrum &

Adrian, 2017).

(9)

3. Class Diagram

“Class diagram adalah diagram yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas yang ada dalam sistem perangkat lunak yang akan dikembangkan”

(Suhandono & Hidayat, 2020). “Class diagram menggambarkan keadaan sistem fungsi-fugsi dan kebutuhan yang akan berkaitan dengan menu utama dan koneksi database” (Destiningrum & Adrian, 2017).

4. Squence Diagram

“Sequence diagram menggambarkan interaksi antara objek dan mengindikasikan komunikasi antara objek-objek tersebut” (Suhandono & Hidayat, 2020).

B. Entity Relationship Diagram (ERD)

Suatu desain konseptual dari model konseptual suatu database relasional yang digambarkan dalam suatu bentuk diagram. Dan gambaran yang menghubungkan obyek satu dan yang lainnya didunia nyata (Fatmawati & Munajat, 2018).

ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ERD mempuntai tiga komponen yang digunakan, yaitu:

1. Entitas (Entity)

Entity merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entitas ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

2. Atribut (Atribute)

Untuk mendeskripsikan entitas diperlukan sebuah atribut. Atribut disimbolkan dengan simbol elips atau oval.

(10)

3. Relasi (Relationship)

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.

C. Logical Record Structure (LRS)

“Logical Record Structure (LRS) dapat dikatakan sebagai bentuk representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas” (AS & Septiani, 2016). Menentukan kardinalitas, jumlah table dan Foreign Key (FK) sebagai berikut :

1. One-to-one

Satu entitas berhubungan dengan paling banyak satu entitas lain.

2. One-to-many

Satu entitas dapat berhubungan dengan lebih dari satu entitas lain.

3. Many-to-many

Beberapa entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas lain.

Ladjamudin mengemukakan bahwa transformasi E-R Diagram ke LRS terdapat 2 aturan dalam melakukannya (Tabrani & Eni, 2017) yaitu :

1. Setiap entitas akan diubah menjadi bentuk sebuah kotak dengan ketentuan nama entitas diluar kotak dan atribut didalam kotak.

2. Terkadang sebuah relasi disatukan didalam sebuah kotak yang bernama entitas dan kadang dipisahkan didalam sebuah kotak tersendiri.

D. Implementasi dan Pengujian Web

“Tahapan implementasi merupakan tahapan membawa hasil perancangan ke dalam bahasa pemrograman”(Cahyadi Putra & Kusuma, 2019).

(11)

Suatu kegiatan untuk mewujudkan desain menjadi suatu website. Teknologi yang digunakan tergantung dengan kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap analisis dan pengujian dapat dilakukan setelah implementasi selesai.

“Blackbox testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program [1]” (Puiji & Lasut, 2020).

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, Blackbox testing adalah pengujian perangkat lunak yang dilakukan dengan hanya menguji desain kode program dengan cara menjalankan unit tersebut.

Blackbox testing dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan blackbox testing harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah :

1. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

Kelebihan Black Box:

1. Bisa memilih subset test secara efektif dan efisien.

2. Dapat menemukan cacat.

3. Memaksimalkan testing investmen.

Referensi

Dokumen terkait

Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan

Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau

Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video

Menurut Hidayat, (2010:2), Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau

Menurut Hidayat (2010:2) mengemukakan bahwa:“Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks,

Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video atau

Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau

Menurut Hidayat (2010), website adalah suatu situs atau dapat diartikan sebagai kumpulan-kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks,