BAGIAN I :
POKOK-POKOK
KEBIJAKAN
PENGANGGARAN
•
Pokok-pokok PMK Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-K/L dan
Pengesahan DIPA
•
Pokok-pokok PMK Tata Cara Pengajuan Persetujuan Kontrak Tahun Jamak
Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kepada Menteri Keuangan
•
Pokok-pokok PMK Tata Cara Perencanaan, Penelaahan dan Penetapan
Alokasi Anggaran Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara dan
Pengesahan DIPA BUN
•
Pokok-pokok PMK Revisi Anggaran TA 2016
RINGKASAN
POKOK-POKOK KEBIJAKAN PENGANGGARAN
2
Pokok-pokok PMK Petunjuk Penyusunan dan
Penelaahan RKA-K/L
Pokok-pokok PMK Kontrak Tahun Jamak
Pokok-pokok PMK BA BUN
Pokok-pokok PMK Revisi Anggaran TA 2016
POKOK BAHASAN
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
Dalam rangka penyusunan APBN, Menteri/Pimpinan Lembaga menyusun RKA-KL
untuk K/L yang dipimpinnya.
RKA-K/L sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
a. RKA-K/L Pagu Anggaran;
b. RKA-K/L Alokasi Anggaran; dan/atau
c. RKA-K/L APBN Perubahan.
Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab secara formal dan material atas
RKA-K/L untuk K/L yang dipimpinnya sesuai dengan kewenangannya.
Pejabat eselon I atau pejabat lain yang memiliki alokasi anggaran (portofolio)
dan sebagai penanggung jawab program bertanggung jawab secara formal dan
material atas RKA-K/L unit eselon I yang disusunnya sesuai dengan
kewenangannya.
PENYUSUNAN RKA-K/L (1)
Disusun dengan mengacu pada pedoman umum RKA-K/L, yang meliputi:
Pendekatan sistem penganggaran terdiri atas:
1. kerangka pengeluaran jangka menengah;
2. penganggaran terpadu; dan
3. penganggaran berbasis kinerja.
Klasifikasi anggaran terdiri atas:
1. klasifikasi organisasi;
2. klasifikasi fungsi; dan
3. klasifikasi jenis belanja.
Instrumen RKA-K/L terdiri atas:
1. indikator kinerja;
2. standar biaya; dan
3. evaluasi kinerja.
PENYUSUNAN RKA-K/L (2)
Pasal 3
RKA-KLDalam rangka peningkatan kualitas penerapan penganggaran berbasis kinerja,
K/L melakukan penataan Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) dalam RKA-K/L.
Hasil penataan ADIK digunakan dalam penyusunan RKA-K/L.
PENYUSUNAN RKA-K/L (3)
Pasal 3
ADIK
RKA-KL
Pasal 4
Pedoman penataan Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) dalam RKA-K/L
tercantum dalam Lampiran II pmk 196/2015.
Struktur Anggaran Penerapan PBK :
Standardisasi Output
Standardisasi Komponen
ADIK digunakan
untuk memperbaiki
redaksi sasaran
kinerja
(output-outcome) dan
melihat hubungan
logis antara
input-output-oucome.
PENATAAN ADIK DILAKUKAN UNTUK MENINGKATKAN
PENERAPAN PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
PBK
Aplikasi RKA-K/L
Monev APBN
Aplikasi ADIK Standar Biaya. Indikator Kinerja Evaluasi • Pagu • Komponen • Sub-Komponen • Detil BelanjaRp
??
Kinerja • Output Satker • Vol Output • Satuan Output• Outcome & Output Fungsi (k/l)
• Outcome & Output Program (es 1) • Indikator
Outcome&Output • AKtivitas
PENATAAN ADIK DIJEMBATANI DENGAN APLIKASI ADIK
YOU/WE
INPUT AKTIVI-TAS OUTPUT
Mengubah kesadaran Bisa Sadar Paham Tahu Mengubah kebiasaan Status Biasa Mau Mengubah kondisi OUTCOME Sumber daya yang tersedia Produk akhir yang dihasilkan COSTUMER/ BENEFICIARY Proses yang dlakukan Level Strategis & Perspektif Eksternal Perspektif Eksternal
Konsep dasar Logic Model (LM) digunakan untuk melihat benang
merah:
•
keterkaitan antara
input-output-outcome
•
keterkaitan
kinerja
antar level unit organisasi
Segala sesuatu pasti mempunyai fungsi
Yang mempunyai fungsi pasti mempunyai pasangan Hubungan pasangan
tersebut membentuk pola standar (universal) sebagai “hubungan sebab-akibat”
LM
KONSEP LOGIC MODEL DALAM PENATAAN ADIK
Sasaran Pembangunan Nasional (Impact) Sasaran Strategis (Outcome/Impact) Sasaran Program (Outcome) Sasaran Kegiatan (Output) Proses/Aktivitas (Activity) Input NASIONAL KEMENTERIAN/ LEMBAGA (K/L) UNIT ESELON I UNIT ESELON II/ SATKER Input Aktivitas Input Aktivitas Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Output
Output Sasaran Program (Outcome)
Input Aktivitas Output (Outcome/ImpactSasaran Strategis)
RENSTRA-RENJA K/L PENATAAN ADIK PADA RKA-K/L
Keterangan:
Informasi kinerja dan indikator kinerja dalam
penataan ADIK
konsisten
dengan Renstra/Renja K/L
yang disusun dengan pendekatan Logic Model.
PENATAAN ADIK DALAM PROSES PERENCANAAN
DAN PENGANGGARAN
FORM 1
Sasaran Strategis (=outcome K/L) Indikator Outcome K/L Output K/L Indikator Output K/L Aktivitas Input FORM 2
Sasaran Program (=outcome Es I) Indikator Outcome Es I Output Es I Indikator Output Es I Aktivitas Input FORM 3 Sasaran Kegiatan (=output Satker) Indikator Output Aktivitas Input FUNGSI K/L PROGRAM ES I KEGIATAN ES II/ SATKER KEGIATAN ES II/ SATKER
PROGRAM ES I KEGIATAN ES II/ SATKER
BENANG MERAH OUTPUT K/L – UNIT ESELON I –
UNIT ESELON II
Aplikasi ADIK Puslay/Anggaran I, II, III
http://rkakldipa.anggaran.depkeu.go.id Aplikasi RKAKL
Outut - Sub Output Komponen Output-SubOutput Komponen
Reviu
ADIK
INTEGRASI APLIKASI ADIK DAN APLIKASI RKA-K/L
K/L Pusat Layanan
Dit. AI/AII/AIII Dit. SP
Menyerahkan Hasil Penataan rumusan Kinerja ADIK yang dilampiri: 1. Surat usulan hasil penataan ADIK; 2. ADK ADIK; 3. Hasil Cetakan ADK ADIK. Mulai Menerima data dan surat usulan
Upload data ke DSW Melakukan Penelitian Lengkap ? Memperbaiki/ melengkapi dokumen Melakukan Penelaahan Tidak Telah sesuai? Tidak Update referensi RKA-K/L dan SPAN Publish Instaler Aplikasi RKA-K/L Menerima surat dan memberi arahan
Nota dinas usulan perubahan referensi RKA-K/L dan permintaan instaler aplikasi RKA-K/L yang
dilampiri “Daftar Sandingan Data Output” yang telah ditandatangani Selesai Ya 1 Lengkap? Ya Tidak 2 4 Ya Memperbaiki rumusan kinerja ADIK 3 9 8 7 6 5 10 11 *Mekanisme detil terdapat dalam referensi penelitian dan penelaahan hasil penataan ADIK K/L
*) Sesuai dengan Pedirjen No. 3/2015
MEKANISME PELAKSANAAN PENELITIAN DAN
PENELAAHAN HASIL PENATAAN ADIK K/L *)
Dalam rangka penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah, K/L
menyampaikan RKA-K/L disertai dengan penyampaian prakiraan maju.
Prakiraan maju sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus dimutakhirkan oleh
K/L sesuai dengan substansi RKA-K/L yang disampaikan.
Pedoman perhitungan prakiraan maju tercantum dalam Lampiran III
PMK 196/2015
Pasal 3
Pasal 4
KPJM 196PENYUSUNAN RKA-K/L (4)
15Perubahan Target Layanan dan Harga Layanan
Perubahan Target Layanan
Prakiraan Maju Awal Baseline Penyesuaian Baseline
TATA CARA PENGHITUNGAN PRAKIRAAN MAJU
PENYESUAIAN Baseline
Perubahan Target Layanan dan Harga Layanan Perubahan Target Layanan
(6) Prakiraan maju yang telah dimutakhirkan oleh K/L menjadi bahan bagi
Kementerian Keuangan untuk melakukan reviu angka dasar
PENYUSUNAN RKA-K/L (5)
(3) Pedoman reviu angka dasar sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (6)
tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
PMK ini.
Pasal 3
Pasal
4
Ketentuan dalam Perdirjen No. 1/2015 telah dinaikkan statusnya dalam Lampiran III PMK No. 196/PMK.02/2015.
PROSES PENYUSUNAN ANGKA DASAR
DJPB Realisasi APBN 2014 DSP Database RKA-K/L 2015 & KPJM 2016-2018 Reviu & Penyesuaian Angka Dasar Konsolidasi oleh koordinator Angka Final Dit. P-APBN: sinkronisasi dengan pagu indikatif Rapim DJA u/ FinalisasiAngka dasar dan Pagu Indikatif 1 2 3 4 K/L: Pemutakhiran 6
Dit. P-APBN Asumsi Dasar Ekonomi Makro
DJPPR Realisasi PHLN, PDN, SBSN 2014 & Outlook
2015-2016
Dit. PNBP Realisasi PNBP 2014 & Outlook 2015-2016 Dit. A1 Dit. A2 Dit. A3 Akurat ? N Y 5 Angka Dasar < pagu
Indikatif
Angka Dasar > pagu Indikatif
KERTAS KERJA REVIU ANGKA DASAR
No Kode Kementerian Negara/ Lembaga
Non Ops. Non Ops. Non Ops. Non. Ops
Penda-patan BLU
PLN
HLN
PDN SBSN PBS
Total (003) (004) (005) (11)= (12)= (21)= (7)+(8)+(9)+( 10) (6)+(11) (12)+(15)+(1 6)+(17)+(18) +(19)+(20) 1 1 MPR Program... XX Program... XX Jumlah XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XX XXXX Jumlah (14) Rupiah Murni PNBP (19) (20) (10) (13) (15)= (13)+(14) (16) (17) (18) Ops. (1) (2) (3) (4) (5) (6) = (4)+(5) (7) (8) (9) Ops. Peg (001) Ops. Brg (002) Jumlah Non Ops.Lainnya Jumlah Total
Hasil Reviu Angka Dasar Tahun Anggaran 2016
Okt-Nov 2015 RKA-K/L Alokasi Anggaran 2016 Jan-Feb 2016 Jan 2016 Realisasi APBNP 2015
PENYUSUNAN RESOURCE ENVELOPE & PAGU INDIKATIF
PAGU ANGGARAN
• Update prakiraan maju 2017 • Update prakiraan maju 2018 • Update prakiraan maju 2019 • Update prakiraan maju 2017 • Update prakiraan maju 2018 • Update prakiraan maju 2019 Feb-Maret 2016 Reviu angka dasar 2017 Resource Envelope & PaguIndikatif 2017 Juni-Juli 2016 RKA-K/L Pagu Anggaran 2017 • Update prakiraan maju 2018 • Update prakiraan maju 2019 • Update prakiraan maju 2020 21
PEDOMAN DAN ACUAN DALAM PENYUSUNAN RKA-K/L (1)
Penyusunan RKA-KL Periode Penyusunan RKA-K/L Pedoman Umum dan Acuan Penyusunan RKA-K/La. RKA-K/L Pagu Anggaran; b. RKA-K/L Alokasi Anggaran;
dan/atau
c. RKA-K/L APBN Perubahan
PEDOMAN UMUM
a. Pendekatan Sistem Penganggaran: 1) Penganggaran terpadu
2) Penganggaran Berbasis Kinerja 3) Kerangkla Pengeluaran Jangka
Menengah
b. Klasifikasi Anggaran, yaitu: 1) Klasifikasi organisasi 2) Klasifikasi fungsi
3) Klasifikasi Jenis Belanja b. Instrumen RKA-K/L, meliputi:
1) Indikator Kinerja 2) Standar Biaya 3) Evaluasi Kinerja
Lampiran I
ACUAN PENYUSUNAN RKA-K/L
a. Penataan ADIK (Lampiran II)
b. Pemuktahiran prakiraan maju
(Lampiran III) Lampiran I Lampiran II dan III
Pasal 2
Pasal 3 & 4
22Penyusunan RKA-KL
Referensi RKA-K/L
a. Pagu Anggaran K/L, Alokasi Anggaran K/L, dan Pagu
Perubahan APBN (khusus untuk APBN-P)
b. Renja K/L c. RKP
d. Hasil Kesepakatan Pemerintah dalam Pembicaraan Pendahuluan; e. Standar biaya; dan
f. Kebijakan pemerintah lainnya
Lampiran I
Dokumen yang disampaikan ke
DJA
a. Surat pengantar RKA-K/L yang di-ttd oleh Menteri/Pimpinan Lembaga yang ditunjuk;
b. Daftar Rincian Pagu Anggaran per Satker;
c. RKA Satker
d. Dan dokumen pendukung lainnya yang diperlukan
Lampiran IV
*) Tidak dipersyaratkan lagi SPTJM
PEDOMAN DAN ACUAN DALAM PENYUSUNAN RKA-K/L
(2)
Pasal 5
Pasal 14
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PENYUSUNAN RKA-K/L
a. Meneliti dan memastikan pagu anggaran per progam per jenis belanja berdasarkan Pagu Anggaran K/L;
b. Menetapkan sasaran kinerja untuk masing-masing Satker mengacu pada Dokumen RKP dan Renja K/L tahun berkenaan:
1) volume keluaran (output) kegiatan dalam kerangka Angka Dasar;
2) volume keluaran (output) kegiatan dalam kerangka Inisiatif Baru.
c. Menetapkan alokasi anggaran masing-masing Satker untuk:
1) alokasi anggaran dalam kerangka Angka Dasar; 2) alokasi anggaran dalam kerangka Inisiatif Baru. d. Menyiapkan Daftar Pagu Rincian per Satker yang
berfungsi sebagai batas tertinggi pagu satker.
e. Menyusun dokumen pendukung (a.l; TOR, RAB dan GBS);
f. Mengumpulkan dan menyatukan dokumen pendukung teknis dari satker (a.l: RBA BLU, perhitungan kebutuhan biaya pembangunan/ renovasi bangunan gedung negara atau yang sejenis, data dukung teknis lainnya, dsb).
a. Menyiapkan dokumen baik sebagai acuan maupun sebagai dasar pencantuman sasaran kinerja kegiatan dan alokasi anggarannya pada tingkat output kegiatan dalam RKA Satker, meliputi:
1) informasi kinerja yang terbagi dalam alokasi anggaran jenis angka dasar dan inisiatif baru; 2) peraturan perundangan mengenai struktur
organisasi K/L dan tusi-nya;
3) dokumen Renja K/L dan RKP tahun berkenaan; 4) petunjuk penyusunan RKA-K/L; dan
5) Standar Biaya tahun tahun yang direncanakan. b. Meneliti dan memastikan kesesuaian dengan
kebijakan unit eselon I dalam hal: 1) Besaran alokasi anggaran Satker;
2) Besaran Angka Dasar dan/atau Inisiatif Baru c. Menyusun KK Satker dan RKA Satker serta
menyimpan datanya dalam ADK;
d. Menyusun dokumen pendukung, seperti: KAK/TOR, RAB, GBS, dan khusus satker BLU dokumen RBA BLU;
e. Menyampaikandokumen pendukung teknis.
Unit Eselon I
Satker
PENYUSUNAN RKA-K/L …1/2)
Satker
• Menyusun Kertas Kerja Satker (KK Satker);
• Menyusun RKA-Satker; dan • Menyusun dan melengkapi
data/dokumen dukung.
Eselon I
• Menghimpun KK Satker & RKA Satker dalam lingkup unit eselon I berkenaan;
• Me-restore ADK yg disampaikan satker dalam aplikasi RKA-K/L DIPA;
• Memvalidasi kinerja & anggaran program;
• Meneliti & menyaring relevansi komponen dengan output; • Mengisi informasi pada formulir 2 dan formulir 3 RKA-K/L; • Mencetak RKA-K/L unit eselon I (formulir 2 dan 3);
• Menyampaikan RKA-K/L unit eselon I beserta data dukung kepada Biro Perencanaan/Unit Perencanaan K/L untuk diteliti dan APIP K/L untuk direviu.
1
Unit Perencanaan K/L
2
1. Melakukan penelitian RKA-K/L
• konsistensi pencantuman sasaran Kinerja meliputi volume Keluaran dan indikator Kinerja kegiatan dalam RKA-K/L sesuai dengan sasaran Kinerja dalam Renja K/L & RKP;
• kesesuaian total pagu dalam RKA-K/L dengan Pagu Anggaran K/L; • kesesuaian sumber dana dalam RKA-K/L dengan sumber dana yang
ditetapkan dalam Pagu Anggaran K/L;
• kepatuhan dalam pencantuman tematik APBN pada level Keluaran; dan • kelengkapan dokumen pendukung RKA-K/L
2. Menghimpun RKA-K/L unit eselon I & dokumen penelaahan lainnya; 3. Menyampaikan RKA-K/L beserta dokumen penelaahan lainnya kepada DJA
dan Bappenas untuk ditelaah.
Surat Pengantar Eselon I, Daftar Rincian Pagu Anggaran Per Satker, RKA-K/L Eselon I, RKA Satker, KK Satker, TOR/RAB beserta data/dokumen pendukung.
KK Satker, RKA Satker & data dukung
Surat Pengantar RKA-K/L, RKA-K/L Es. I, Daftar rincian Pagu Anggaran Per Satker, RKA Satker, ADK RKA-K/L.
APIP K/L 4
Reviu RKA-K/L difokuskan pada: 1. Kelayakan Anggaran utk
menghasilkan sebuah Keluaran; 2. kepatuhan dlm penerapan kaidah-kaidah perencanaan; 3. kelengkapan dokumen pendukung RKA-K/L; 4. rincian anggaran yang
digunakan untuk mendanai inisiatif baru dan/atau
rincian anggaran angka dasar yg mengalami perubahan pd level komponen.
3
PENYUSUNAN RKA-K/L …2/2)
Satker
1
Unit Perencanaan K/L 3
1. Meneliti RKA-K/L & dokumen pendukung yang mengalami perubahan/penyesuaian. 2. Menghimpun RKA-K/L unit eselon I dan
dokumen pendukung lainnya;
3. Menyampaikan RKA-K/L beserta dokumen penelaahan lainnya kepada Komisi terkait DPR untuk mendapat persetujuan.
Surat Pengantar Eselon I, Daftar Rincian Pagu Anggaran Per Satker, RKA-k/L Eselon I, RKA Satker, KK Satker, TOR/RAB beserta data/dokumen pendukung.
• Login aplikasi RKA-K/L DIPA;
• Mengidentifikasi & meneliti perubahan belanja sesuai dgn alokasi anggaran; • Melakukan penyesuaian pd KK Satker &
RKA Satker sesuai dgn alokasi anggaran (jika berubah);
• Mencetak & Menyampaikan KK Satker & RKA Satker beserta data dukung kpd es. I.
KK Satker, RKA Satker & Data Dukung
Surat Pengantar RKA-K/L, Persetujuan RKA-K/L oleh DPR, RKA-K/L Eselon I, Daftar rincian Alokasi Anggaran Per Satker, RKA Satker, ADK RKA-K/L.
APIP K/L 4
Reviu RKA-K/L difokuskan pada:
1. Kelayakan Anggaran utk menghasilkan sebuah Keluaran;
2. kepatuhan dlm penerapan kaidah-kaidah perencanaan;
3. kelengkapan dokumen pendukung RKA-K/L;
4. rincian anggaran yg digunakan utk mendanai inisiatif baru dan/atau rincian anggaran angka dasar yg mengalami perubahan pd level komponen.
Eselon I
• Menghimpun KK Satker dan RKA Satker dalam lingkup unit eselon I berkenaan yang telah disesuaikan;
• Menyesuaikan RKA-K/L unit Eselon I berdasarkan KK Satker & RKA Satker melalui aplikasi RKA-K/L-DIPA; • Memvalidasi kinerja dan anggaran program;
• Meneliti & menyaring relevansi komponen dgn output; • Menyampaikan RKA-K/L unit eselon I beserta data
dukung kepada Biro Perencanaan dan APIP K/L untuk diteliti.
2
PENERAPAN ANGGARAN RESPONSIF GENDER
DALAM PENGANGGARAN
a.
Dalam sistem penganggaran, letak ARG berada pada
level
Output
Kegiatan;
b.
Perlu
metodologi, tools, indikator
untuk perencanaan
dan penganggaran yang responsif gender;
c.
Informasi ARG
tergambar pada dokumen Gender Budget
Statement
(GBS)
;
d.
Sistem Aplikasi penyusunan RKA-KL dilengkapi dengan
fasilitas pencantuman
tematik
, salah satunya tema ARG.
Gender Budget Statement (GBS)
dokumen yang menginformasikan suatu output kegiatan telah responsif terhadap isu gender yang ada, dan/atau suatu biaya telah dialokasikan pada output kegiatan untuk menangani permasalahan kesenjangan gender.
BUDGET TAGGING
V
CARA PENGISIAN BUDGET TAGGING
V
• Buka aplikasi tematik APBN;
• Pilih unit eselon I, tekan tombol ‘list’;
• Kemudian daftar output akan muncul secara otomatis;
• Tekan tombol ‘…..’ pada kolom PILIH, kemudian pilih jenis tema yang relevan
dengan output;
• Aplikasi Tema APBN akan menyimpan secara otomatis untuk data yang sudah
dipilih (jadi tidak terdapat tombol SIMPAN);
• Jika akan melakukan perubahan, tekan tombol ‘…..’ pada kolom pilih;
• Setelah pengisian selesai, tekan tombol ‘BACKUP UNTUK DJA’;
• Kirim ADK backup dimaksud ke alamat:
[email protected]
, dengan
subject ‘DATA TEMATIK K/L:….. Unit:…..’;
• Selanjutnya, proses untuk menyatukan data tema APBN ke dalam RKA-K/L
dilakukan oleh Direktorat Jenderal Anggaran.
SBK
SBM
/ Sub output
Detail/ inputTahapan/
STANDAR BIAYA DALAM PENYUSUNAN RKA-K/L
SSB
PENGALOKASIAN DALAM RKA-K/L (1/2)
1. Kebutuhan mendasar Biaya operasional satker, seperti gaji dan
tunjangan (komponen 001) dan operasional perkantoran (komponen
002);
2. Kebutuhan dalam rangka memenuhi tugas dan fungsi satker;
3. Kebutuhan dana
pendamping
untuk
kegiatan-kegiatan
yang
anggarannya bersumber dari PHLN (Pinjaman dan Hibah Luar Negeri
(apabila ada));
4. Kebutuhan untuk kegiatan lanjutan yang bersifat tahun jamak
(apabila ada);
5. Kebutuhan untuk mendukung pencapaian Program dan Kegiatan
prioritas pembangunan (nasional, bidang dan/atau daerah) yang
tercantum dalam RKP (apabila ada);
6. Kebutuhan Penyediaan
dana
untuk
mendukung
pelaksanaan
program/kegiatan yang sesuai dengan peraturan perundangan
(apabila ada).
Yang harus dialokasikan:
PENGALOKASIAN DALAM RKA-K/L (2/2)
1. Penyelenggaraan rapat, (seperti: rapat dinas, seminar, pertemuan, lokakarya), peresmian kantor/proyek dan sejenisnya, dibatasi pada hal-hal yang sangat penting dan dilakukan sesederhana mungkin.
2. Pembangunan gedung baru yang sifatnya tidak langsung menunjang untuk pelaksanaan tugas dan fungsi satker, antara lain: mess, wisma, rumah dinas/rumah jabatan, gedung pertemuan. Kecuali bersifat pelayanan umum seperti rumah sakit, rumah tahanan, pos penjagaan dan gedung/bangunan khusus (laboratorium).
3. Pengadaan kendaraan bermotor, kecuali:
• Kendaraan fungsional, seperti: Ambulan untuk RS, Cell wagon untuk rumah tahanan, dan Kendaraan roda dua untuk petugas lapangan;
• Pengadaan kendaraan bermotor untuk Satker baru (setelah ditetapkan Menpan RB), dilakukan secara bertahap sesuai dana yang tersedia;
• Penggantian kendaraan operasional yang rusak berat sehingga secara teknis tidak dapat dimanfaatkan lagi, dan/atau tidak ekonomis (biaya pemeliharaan yang tinggi). Pengganti kendaraannya harus sama jenis dan fungsinya;
• Kendaraan roda 4 dan atau roda 6 untuk antar jemput pegawai dapat dialokasikan secara sangat selektif (asas efisiensi dan kepatutan).
4. Penggunaan barang produksi impor..
Yang dibatasi:
KEGIATAN KONTRAK TAHUN JAMAK
Kontrak Tahun Jamak (KTJ) adalah kontrak yang pelaksanaan
pekerjaannya membebani dan APBN lebih dari 1 (satu) tahun
anggaran. Pekerjaan yang dapat di KTJ-kan adalah yang secara
karakteristik tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun anggaran.
Pembangunan kompleks perumahan dengan skema terpisah (tiap
tahun menyelesaikan sejumlah rumah dan dilanjutkan tahun
berikutnya) BUKAN merupakan pekerjaan dengan KTJ, karena
penyelesaian tahun pertama bisa dilakukan dengan kontrak tahunan.
Pekerjaan
pembangunan
gedung
bertingkat
dapat
menggunakan skema KTJ, karena secara karakteristik tidak bisa
diselesaikan dalam waktu satu tahun anggaran.
Contoh:
Pasal 1
PERSETUJUAN
Pengadaaan jasa cleaning service Layanan pembuangan sampah Pelayanan perintis darat/laut/udara Makanan/obat Rumah sakit Penanaman benih/bibit Penghijauan Pengadaan pita cukai Makanan untuk NarapidanaUntuk kegiatan yang sebagian atau seluruh kegiatan dibiayai dari PHLN dan/atau PHDN, tidak perlu mengajukan KTJ. Ranah KL Persetujuan atas perencanaan anggaran yang meliputi jangka waktu dan total
anggaran
PENGAJUAN PERMOHONAN
Pengajuan secara tertulis sebelum kegiatan KTJ dilakukan
Syarat minimal:
Memenuhi kelayakan teknis berdasarkan
penilaian/rekomendasi instansi/tim teknis fungsional yang
kompeten (i.e. BPPT)
Ketersediaan dana (bukan on top)
Dilengkapi dokumen mengenai cakupan jenis dan tahapan
kegiatan/pekerjaan, jangka waktu, ringkasan kebutuhan
anggaran pertahun.
KL
ON TOP
PENGADAAN TANAH/LAHAN
K/L dapat melakukan
pengadaan
lahan/tanah secara
simultan dengan
pengajuan
permohonan
persetujuan kontrak
tahun jamak
Persetujuan oleh
Menteri Keuangan
dapat diberikan
meskipun pengadaan
lahan/tanah belum
dituntaskan
Jika dalam waktu 6
bulan pengadaan
tanah/lahan belum
selesai, persetujuan KTJ
harus diperbaharui
Pelaksanaan
kegiatan Kontrak
Tahun Jamak
dilakukan setelah
pengadaan
tanah/lahan sudah
selesai dituntaskan
36PERPANJANGAN ATAS PERSETUJUAN KTJ
Menteri/Pimpinan Lembaga dapat mengajukan perpanjangan atas persetujuan KTJ kepadaMenteri Keuangan bila terjadi keadaan kahar yang menyebabkan
tertundanya
penyelesaian pekerjaan.
Pengajuan secara tertulis kepada Menteri Keuangan disertai alasan dan dasar pertimbangan
yang dapat dipertanggung jawabkan serta dokumen pendukungnya Permohonan perpanjangan persetujuan KTJ dilakukan sebelum periode KTJ berakhir. Pekerjaan yang akan
dimohonkan harus direviu terlebih dahulu oleh APIP
K/L.
Hail reviu APIP K/L menjadi dasar bagi KL untuk meminta bantuan APIP
atau BPPK untuk melakukan audit dengan
tujuan tertentu atas sisa pekerjaan yang akan dimohonkan persetujuan
perpanjangan KTJ.
APIP
KL
BPPK
PERMOHONAN PERSETUJUAN KTJ PEKERJAAN
TERTENTU
Dalam rangka menjaga kesinambungan kualitas, efisiensi
dan efektivitas, serta menjaga kesatuan proses dan akuntabilitas
pelaksanaan pekerjaan, Menteri/Pimpinan Lembaga/PA dapat mengajukan permohonan
persetujuan KTJ terhadap pekerjaan-pekerjaan pengadaan layanan informasi, penjualan surat
berharga, layanan/lisensi perangkat lunak/keras, dan sewa
jaringan/bandwidth kepada Menteri Keuangan.
Pengajuan secara tertulis
sebelum kegiatan KTJ dilakukan Syarat minimal:
• Memenuhi kelayakan teknis berdasarkan
penilaian/rekomendasi
instansi/tim teknis fungsional yang kompeten (i.e. BPPT) • Ketersediaan dana (bukan
on top)
Dilengkapi dokumen mengenai cakupan jenis dan tahapan kegiatan/pekerjaan, jangka waktu, ringkasan kebutuhan anggaran pertahun.
PENAMBAHAN PAGU KTJ
Menteri/Pimpinan Lembaga dapat mengajukan permohonan penambahan pagu KTJ kepada Menteri Keuangan apabila terjadi keadaan kahar. (i.e. Bencana Alam, Proses Pengadaan yang berlarut, pemogokan)
Diajukan secara tertulis, syarat minimal:
Permohohan telah sesuai dengan hasil audit BPKP Bukan merupakan tambahan pagu (on top)
Sesuai dengan ketentuan mengenai pengadaan
barang/jasa pemerintah
ON TOP
BPKP
PERUBAHAN KOMPOSISI PENDANAAN KTJ
Menteri/Pimpinan Lembaga/PA dapat melakukan perubahan komposisi pendanaan antar tahun dalam periode KTJ Perubahan komposisi yang telah ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga/PA disampaikan secara tertulis oleh Menteri/Pimpinan Lembaga/PA kepada Menteri Keuangan c.q DJA Penetapan perubahan komposisi pendanaan antar tahun dalam KTJ digunakan sebagai bahan revisi anggaran 40JANGKA WAKTU PENYELESAIAN
7
DJA
Pemrosesan penyelesaian persetujuan KTJ dilakukan oleh Direktorat Jenderal Anggaran Dilakukan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen diterima secara lengkapUntuk permohonan perpanjangan persetujuan KTJ,
pemenuhan kelengkapan dokumen dapat dilakukan melewati batas waktu penyelesaian persetujuan KTJ (bisa disusulkan)
>7
Persetujuan KTJ oleh Menteri Keuangan bukan merupakan pengakuan/pengesahan atas:
Proses pengadaan barang dan jasa Penunjukan pemenang penyedia barang/jasa
Kontrak yang dibuat KL atas pekerjaan yang dikontrakkan secara tahun jamak
MEKANISME PENELAAHAN RKA-K/L
BERDASARKAN PAGU ANGGARAN K/L
Setjen K/L
1
Bappenas
2
Kemenkeu c.q DJA
3RKA-K/L Validasi ADK RKA-K/L
Dokumen
Penelaahan Penelaahan Instrumen
Instrumen Penelaahan
1. Penelaahan kriteria adminstratif 2. Penelaahan kriteria subtantif.
a. Kementerian Keuangan c.q. DJA
• kesesuaian data dalam RKA-K/L dengan Pagu Anggaran/Alokasi Anggaran K/L
• Kesesuaian antara kegiatan, keluaran dan anggarannya • Relevansi komponen/tahapan dengan keluaran (output). • Konsistensi pencantuman sasaran kinerja K/L dengan RKP
• konsistensi pencantuman prakiraan maju untuk 3 (tiga) tahun kedepan.
b. Kementerian Perencanaan/Bappenas berupa konsistensi sasaran
kinerja K/L dengan Renja K/L dan RKP, yaitu:
• Meneliti Program, Indikator Kinerja Utama serta Outcome K/L. • Meneliti kategori kegiatan, apakah termasuk kegiatan prioritas
nasional, prioritas bidang, atau prioritas K/L.
• Meneliti konsistensi rumusan Keluaran dalam dokumen RKA-K/L dengan Keluaran dalam dokumen Renja K/L dan RKP.
• Meneliti konsistensi Volume Keluaran dalam dokumen RKA-K/L dengan dokumen Renja K/L dan RKP tahun yang direncanakan. • Meneliti konsistensi Keluaran dengan indikator kinerja kegiatannya
(dalam dokumen RKA-K/L dengan Renja K/L dan RKP).1 Forum Penelaahan
Tindak Lanjut Penelaahan
4 5 Catlah Himpunan RKA-KL Nota Keuangan dan RAPBN 42
Setjen K/L
1Bappenas
2Kemenkeu c.q DJA
RKA-K/L yg disetujui DPR Validasi ADK RKA-K/L DokumenPenelaahan Penelaahan Instrumen
Instrumen Penelaahan
1. Memeriksa kelengkapan dokumen penelaahan.
2. Jika Alokasi Anggaran K/L tidak mengalami perubahan (sama dengan Pagu Anggaran K/L) maka K/L tetap menyampaikan RKA-K/L dan ADK utk ditelaah dan ditetapkan
3. Jika Pagu Alokasi Anggaran K/L lebih besar dari Pagu Anggaran K/L maka penelaahan difokuskan pada penambahan:
a. Jenis Keluaran (jenis dan volumenya bertambah); b. Komponen yang relevan untuk menghasilkan Keluaran.
3. Jika Pagu Alokasi Anggaran K/L lebih kecil dari Pagu Anggaran K/L maka penelahaan difokuskan pada pengurangan :
a. Keluaran (jenis dan volumenya berkurang) selain Keluaran dalam rangka penugasan;
b. Komponen untuk menghasilkan Keluaran yang sudah ada
selain Komponen Gaji dan Operasional Perkantoran.
Forum Penelaahan
4
Tindak Lanjut Penelaahan
5 Catatan Penelaahan DHP RKA-K/L Perpres RAPBN DIPA 3
MEKANISME PENELAAHAN RKA-K/L
BERDASARKAN ALOKASI ANGGARAN K/L
Perubahan Akibat Penelaahan
HAL-HAL KHUSUS DALAM PENELAAHAN RKA-K/L
Rumusan
Keluaran (Jenis
dan Satuan)
Rumusan di luar
Keluaran
1. Telah disepakati dalam proses penelaahan;
2. Tidak mengubah Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional;
3. Relevan dengan Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan yang ditetapkan;
4. Adanya perubahan tugas dan fungsi pada unit yang bersangkutan;
5. Adanya tambahan penugasan.
1. Adanya reorganisasi yang mengakibatkan perubahan tugas dan fungsi serta struktur organisasi;
2. Reorganisasi tersebut sudah memiliki dasar hukum yang pasti (Perpres, Persetujuan Menpan dan RB, Keputusan
Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan);
3. Perubahan yang diusulkan telah disepakati dalam Trilateral
Meeting;
4. Telah mendapat persetujuan dari Komisi terkait di DPR.
Keluaran/Output Cadangan
HAL-HAL KHUSUS DALAM PENELAAHAN RKA-K/L
Keluaran (Output) cadangan digunakan untuk menampung hal-hal sebagai berikut:
a. Alokasi anggaran untuk Kegiatan/Keluaran yang bukan merupakan tugas fungsi unit dan
belum ada dasar hukumnya;
b. Alokasi anggaran untuk Kegiatan/Keluaran yang sama dengan TA-1 (tahun sebelumnya)
namun alokasi anggarannya berlebih;
c. Alokasi
anggaran
untuk
Kegiatan/Keluaran
Inisiatif
Baru
yang
sejenis
dengan
Kegiatan/Keluaran yang sudah ada, namun alokasi anggarannya berlebih;
d. Alokasi anggaran untuk Komponen yang tidak berkaitan langsung dengan pencapaian
Keluaran;
e. Alokasi anggaran untuk Komponen yang alokasinya berlebih;
f.
Alokasi anggaran yang belum jelas peruntukkannya dan/atau kegiatan yang belum pernah
dianggarkan sebelumnya (unallocated).
Alokasi anggaran pada Keluaran (Output) cadangan baru dapat dilaksanakan/ dicairkan setelah
dilakukan revisi dengan berpedoman pada ketentuan mengenai tata cara revisi anggaran.
Pencantuman tanda “@” dan Catatan dalam DHP RKA-K/L
HAL-HAL KHUSUS DALAM PENELAAHAN RKA-K/L
Pencantuman tanda “@” dan pemberian “Catatan” dilakukan sebagai tindak
lanjut dari hasil penelaahan berdasarkan Alokasi Anggaran K/L, terhadap alokasi
yang sudah jelas peruntukannya, namun :
a. Belum ada dasar hukum pengalokasiannya;
b. Belum ada naskah perjanjian (PHLN/PHDN) dan nomor register;
c. Masih terpusat dan belum didistribusikan ke satker-satker daerah;
d. Masih memerlukan hasil reviu dan persetujuan dari Bappenas;
e. Masih memerlukan hasil reviu dari BPKP; dan/atau
f. Belum mendapatkan lembar persetujuan dari DPR.
• TUJUAN
memastikan kelengkapan dan kebenaran RKA-K/L yang disusun sebelum disampaikan kepada APIP K/L dan Kementerian Keuangan c.q DJA untuk dilakukan penelaahan bersama dengan Bappenas;
• DOKUMEN YANG DIPERSIAPKAN DALAM PENELITIAN RKA-K/L
Antara lain: Renja K/L dan RKP tahun anggaran yang direncanakan; Hasil kesepakatan trilateral meetings; Hasil reviu angka dasar (baseline); Hasil pembahasan proposal anggaran Inisiatif Baru (jika ada); Daftar Rincian Pagu Anggaran per Satker/Eselon I; KK Satker dan RKA Satker; ADK RKA-K/L; Target dan Pagu PNBP (jika ada); Gender Budget Statement/GBS (jika ada); Dokumen teknis lainnya yang disusun oleh Satker, seperti: RBA BLU, perhitungan kebutuhan biaya pembangunan/renovasi bangunan gedung Negara atau yang sejenis, dan data dukung teknis lainnya; dan Peraturan-peraturan terkait .
• FOKUS PENELITIAN RKA-K/L
a. Konsistensi pencantuman sasara kinerja meliputi volume Keluaran dan Indikator Kinerja Kegiatan dalam RKA-K/L sesuai dengan sasaran kinerja dalam Renja K/L dan RKP;
b. Kesesuaian total pagu dalam RKA-K/L dengan pagu anggaran K/L yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
c. Kesesuaian sumber dana dalam RKA-K/L dengan sumber dana yang ditetapkan dalam pagu anggaran K/L;
d. Kepatuhan dalam pencantuman tematik APBN pada level Keluaran; dan kelengkapan dokumen pendukung RKA-K/L a.l: RKA Satker, TOR/RAB, dan dokumen pendukung terkait lainnya.
PENELITIAN RKA-K/L OLEH BIRO PERENCANAAN/
UNIT PERENCANAAN K/L
• TUJUAN
memberi keyakinan terbatas (limited assurance) bahwa informasi dalam RKA-K/L sesuai dengan Pagu Anggaran K/L dan/atau Alokasi Anggaran K/L yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, Renja K/L, RKP hasil kesepakatan pemerintah dengan DPR dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN, standar biaya, kebijakan pemerintah lainnya, dan memenuhi kaidah perencanaan penganggaran serta dilengkapi dokumen pendukung.
• FOKUS PENELITIAN RKA-K/L
a. Kelayakan anggaran untuk menghasilkan suatu keluaran;
b. Kepatuhan dalam penerapan kaidah-kaidah penganggaran, antara lain: penerapan SBM dan SBK; reviu detail output (untuk output non SBK); penggunaan akun; hal-hal yang dibatasi; pengalokasian anggaran untuk kegiatan yang didanai dari PNBP, PHLN, PHDN, dan SBN; penganggaran BLU; kontrak tahun jamak; dan pengalokasian anggaran yang akan diserahkan menjadi PMN pada BUMN.
c. Kelengkapan dokumen pendukung RKA-K/L : RKA Satker, TOR/RAB dan/atau dokumen pendukung terkait lainnya;
d. Rincian anggaran yang digunakan untuk mendanai inisiatif baru dan/atau rincian anggaran angka dasar yang berubah pada level komponen;
Di samping itu, pereviu dapat melakukan reviu untuk memastikan:
e. Konsistensi pencantuman sasaran kinerja, meliputi volume keluaran dan IKK dalam RKA-K/L dengan sasaran kinerja dalam Renja RKA-K/L dan RKP;
f. Kesesuaian total pagu dan sumber dana dalam RKA-K/L dengan dalam Pagu Anggaran K/L; g. Kepatuhan dalam pencantuman tematik APBN pada level keluaran.
REVIU RKA-K/L OLEH APIP K/L
BA
NOMENKLATUR
UNIT
999.01 Pengelolaan Utang
DJPPR
999.02 Pengelolaan Hibah
DJPPR
*)Pengelolaan Hibah Daerah yang Bersumber dari
Penerimaan DN
DJPK
999.03 Pengelolaan Investasi Pemerintah
DJKN
999.04 Pengelolaan Penerusan Pinjaman
DJPB
999.05 Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa
DJPK
999.07 Pengelolaan Belanja Subsidi
DJA
999.08 Pengelolaan Belanja Lainnya
DJA
999.99 Pengelolaan Transaksi Khusus
DJPPR, DJKN,
DJPB, DJA
*), BKF
PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN BA BUN
*)Catatan:
a. Selaku Koordinator
b. DJA merupakan koordinator PPA BUN dalam perencanaan, penelaahan, dan penetapan alokasi anggaran BA BUN.
SIKLUS PENGANGGARAN BA BUN…(1/4)
INDIKASI KEBUTUHAN DANA (IKD) BUN
• Awal tahun
anggaran
menyusunan IKD
BUN berkoordinasi
dengan KPA BUN
dan pihak terkait
lainnya
• Menyampaikan ke
DJA
PPA BUN
• IKD BUN sebagai bahan
penyusunan postur
resource envelope dan
Pagu Indikatif BUN
• Menghimpun dan menilai
IKD BUN berdasarkan
kapasitas fiskal
DJA
• Menetapkan
Pagu Indikatif
BUN pada
minggu terakhir
bulan Maret
MENKEU
Pasal 7 ayat (3)
Pengajuan usulan IKD BUN kepada PPA BUN dikecualikan untuk alokasi yang
diperoleh dari pergeseran anggaran belanja antar subbagian anggaran dalam BA 999
SIKLUS PENGANGGARAN BA BUN…(2/4)
PAGU ANGGARAN BUN
• Menyesuaikan IDP BUN• Menyampaikan penyesuaian IKD BUN kepada DJA pd minggu ke-3 bln Juni PPA BUN
• Meneliti penyesuaian IKD BUN sesuai Pagu Indikatif BUN • Menghimpun IKD BUN yang telah disesuaikan
• Menyampaikan himpunan IKD kepada Menkeu DJA
• Pembicaraan pendahuluan RAPBN Pemerintah
dan DPR
• Menetapkan Pagu Anggaran BUN paling lambat akhir bulan Juni
Menkeu
• Menyampaikan Pagu Anggaran masing-masing BA BUN kpd PPA BUN DJA
• Menyusun rincian Pagu Anggaran BUN masing-masing KPA BUN PPA BUN
• Menyusun RKA BUN KPA BUN
• Mereviu RKA BUN APIP K/L
SIKLUS PENGANGGARAN BA BUN…(3/4)
PENYUSUNAN RDP BUN
• Menyampaikan RKA
BUN yang telah
direviu kepada PPA
BUN
KPA BUN
• Meneliti RKA BUN dan
digunakan sebagai dasar
penyusunan RDP BUN
PPA BUN
• Menandatang
ani RDP BUN
Pemimpin
PPA BUN
Pasal 18
RDP BUN untuk alokasi BA BUN terkait dana cadangan dan penyertaan modal
negara dapat disusun setelah Nota Keuangan disampaikan oleh Pemerintah kepada
DPR dan/atau setelah UU APBN tahun berkenaan ditetapkan.
SIKLUS PENGANGGARAN BA BUN…(4/4)
ALOKASI ANGGARAN BUN
• Menyampaikan RDP BUN yang telah ditandatangani Pemimpin
PPA BUN kepada DJA paling lambat minggu kedua bulan Juli
PPA BUN
• Menelaah RDP BUN bersama PPA BUN
• Menghimpun hasil penelaahan RDP BUN dan disampaikan
kepada Menkeu sebagai bahan penyusunan Nota Keuangan dan
RUU APBN
DJA
•Rapat kerja pembahasan RUU APBN
Pemerintah
dan DPR
•Menetapkan Alokasi Anggaran BUN paling lambat 2 minggu
setelah diperoleh kesimpulan rapat kerja pembahasan
Menkeu
•Menyesuaikan RDP BUN dengan Alokasi Anggaran BUN
•Dalam hal mengakibatkan perubahanan RDP BUN, PPA BUN
menyampaikan RKA BUN kepada KPA BUN untuk disesuaikan
•RKA BUN yang telah disesuaikan oleh KPA BUN direviu oleh
APIP K/L
PPA BUN
• Menetapkan DHP RDP BUN paling lambat minggu terakhir
bulan November
DJA
PENYUSUNAN DIPA
•
Dalam rangka pelaksanaan APBN, Pengguna Anggaran menyusun DIPA
menurut bagian anggaran yang dikuasainya.
•
DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang berfungsi sebagai dasar
pelaksanaan kegiatan bagi Satker dan dasar pencairan dana/pengesahan bagi
Bendahara Umum Negara/Kuasa Bendahara Umum Negara:
1.
DIPA BA K/L
2.
DIPA BA BUN
•
DIPA terdiri atas 2 (dua) bagian yaitu:
1.
DIPA yang disusun oleh Pengguna Anggaran,
2.
Surat Pengesahan DIPA yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran
atas nama Menteri Keuangan.
•
Jenis DIPA:
1.
DIPA Induk
2.
DIPA Petikan
LANGKAH PENDAHULUAN PELAKSANAAN
ANGGARAN…(1)
Setelah DIPA terbit:
KPA menetapkan POK
KPA/PPK dapat melakukan perikatan kontrak
Catatan: proses lelang sudah dapat dilakukan sebelum DIPA terbit (Pasal 59 PP
No. 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN)
Proses pengadaan sebelum adanya penandatanganan perjanjian dapat
dilakukan sebelum tahun anggaran dimulai setelah RKA-KL disetujui oleh
DPR;
Penandatanganan perjanjian dilakukan setelah DIPA disahkan dan
berlaku efektif;
Pendanaan untuk proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
dibebankan pada TA berjalan sepanjang dananya dialokasikan dalam
DIPA.
LANGKAH PENDAHULUAN PELAKSANAAN
ANGGARAN…(2)
Menyusun perencanaan pengadaan barang dan jasa: pemaketan pekerjaan,
jadwal pelaksanaan kegiatan, membentuk pejabat/panitia pengadaan,
menyusun harga perkiraan sendiri, menyusun dokumen pengadaan barang
dan jasa (dokumen pasca/pra kualifikasi, dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa);
catatan: lelang dibatasi waktu
Menyusun rencana pengeluaran tiap bulan (penjabaran teknis Halaman 3
DIPA) diupdate triwulanan
LANGKAH SELANJUTNYA:
•
Melakukan monitoring dan evaluasi
•
Menyusun laporan untuk monitoring tabel sandingan real vs. rencana
•
Menyampaikan usulan revisi, jika diperlukan
RUANG LINGKUP REVISI ANGGARAN
Revisi Anggaran Pagu Berubah Pagu naik Pagu turun Pagu Tetap Pergeseran antar program Pergeseran dalam 1 program, Pergeseran antar Bagian Anggaran Revisi Administratif kesalahan administrasiperubahan rumusan yang tidak terkait dengan
anggaran
pemenuhan persyaratan dalam rangka pencairan
anggaran
BATASAN REVISI ANGGARAN
Revisi Anggaran dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan
alokasi anggaran terhadap:
a. kebutuhan biaya pegawai operasional (komponen 001), kecuali untuk
memenuhi alokasi gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji pada
Satker lain;
b. komponen
berkarakteristik
operasional
non-belanja
pegawai
(komponen 002, komponen 003, komponen 004, dan komponen 005),
kecuali untuk memenuhi alokasi gaji dan tunjangan yang melekat
pada gaji, dan/atau dalam peruntukkan yang sama;
c. pembayaran berbagai tunggakan;
d. Rupiah Murni Pendamping sepanjang paket pekerjaan masih berlanjut
(on-going); dan/atau
e. paket pekerjaan yang telah dikontrakkan dan/atau direalisasikan
dananya sehingga menjadi minus.
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (1)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
1 Perubahan Anggaran Belanja Yang Bersumber Dari PNBP. Pasal 2 ayat (2) huruf a a kelebihan realisasi atas target PNBP fungsional (PNBP yang dapat
digunakan kembali) yang direncanakan dalam APBN atau APBN Perubahan.
Pasal 7 ayat (2) huruf a √
b adanya PNBP yang berasal dari kontrak/kerjasama/nota kesepahaman.
Pasal 7 ayat (2) huruf b √ c adanya Peraturan Pemerintah mengenai jenis dan tarif atas jenis
PNBP baru.
Pasal 7 ayat (2) huruf c √ d adanya Satker PNBP baru. Pasal 7 ayat (2) huruf d √ e peningkatan persetujuan penggunaan sebagian dana PNBP
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai persetujuan penggunaan sebagian dana PNBP.
Pasal 7 ayat (2) huruf e √
f adanya penetapan status pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum pada suatu Satker.
Pasal 7 ayat (2) huruf f √ g penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas
pagu APBN untuk Satker Badan Layanan Umum dan/atau penggunaan saldo Badan Layanan Umum dari tahun sebelumnya.
Pasal 7 ayat (2) huruf g √
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (2)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
h penurunan atas target PNBP fungsional (PNBP yang dapat digunakan kembali) yang tercantum dalam APBN atau APBN Perubahan.
Pasal 7 ayat (2) huruf h
√
i penurunan besaran persetujuan penggunaan sebagian dana PNBP berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tentang persetujuan penggunaan sebagian dana PNBP.
Pasal 7 ayat (2) huruf i
√
j pencabutan status pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum pada suatu Satker.
Pasal 7 ayat (2) huruf j
√
2 Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari pinjaman/hibah luar negeri dan dalam negeri, termasuk penerusan pinjaman/hibah.
Pasal 2 ayat (2) huruf b a lanjutan pelaksanaan kegiatan tahun lalu yang dananya bersumber
dari PHLN dan/atau PHDN.
Pasal 8 ayat (2) huruf a
√ b lanjutan pelaksanaan kegiatan tahun lalu yang dananya bersumber
dari penerusan pinjaman. Pasal 9
Pasal 8 ayat (2) huruf a
√
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (3)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
c percepatan penarikan PHLN dan/atau PHDN, termasuk penerusan pinjaman/hibah.
Pasal 8 ayat (2) huruf b
√ d penambahan hibah luar negeri atau hibah dalam negeri terencana
yang diterima oleh Pemerintah c.q. Kementerian Keuangan setelah Undang-Undang mengenai APBN/APBN Perubahan Tahun Anggaran 2016 ditetapkan dan kegiatannya dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga.
Pasal 8 ayat (2) huruf c Pasal 8 ayat (3)
√
e penambahan hibah luar negeri atau hibah dalam negeri langsung yang diterima setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2016 ditetapkan dan kegiatannya dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian/Lembaga.
Pasal 8 ayat (2) huruf d Pasal 8 ayat (4)
√
f pengurangan alokasi pinjaman proyek termasuk pengurangan alokasi Penerusan Pinjaman, pengurangan alokasi hibah luar negeri dan dalam negeri termasuk hibah luar negeri atau hibah dalam negeri yang diterushibahkan dan/atau pinjaman yang diteruspinjamkan.
Pasal 8 ayat (5) √
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (4)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
3 Penggunaan Rupiah Murni Pendamping untuk membiayai kegiatan/proyek lain.
Pasal 8 ayat (6) √
4 Lanjutan pelaksanaan kegiatan untuk proyek yang dananya bersumber dari SBSN.
Pasal 2 ayat (2) huruf c Pasal 10
√
5 Perubahan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat berupa pagu untuk pengesahan belanja yang bersumber dari pinjaman/hibah luar negeri yang telah closing date.
Pasal 2 ayat (2) huruf d Pasal 11
√
6 Perubahan anggaran belanja dan/atau pembiayaan anggaran sebagai akibat dari penyesuaian kurs dan/atau perubahan parameter.
Pasal 2 ayat (2) huruf e Pasal 12
a perubahan anggaran kegiatan Kementerian/ Lembaga yang sumber dananya berasal dari pinjaman atau hibah luar negeri.
Pasal 12 ayat (1) huruf a Pasal 12 ayat (2)
√ b penambahan alokasi anggaran belanja pegawai berupa
penyesuaian besaran nilai rupiah belanja pegawai yang ditempatkan di luar negeri.
Pasal 12 ayat (1) huruf b √ c penambahan alokasi anggaran pembayaran kewajiban utang. Pasal 12 ayat (1) huruf c √
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (5)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
d penambahan alokasi anggaran subsidi energi. Pasal 12 ayat (1) huruf d Pasal 12 ayat (3)
√ e penambahan alokasi anggaran pembayaran cicilan pokok utang. Pasal 12 ayat (1) huruf e √
f penambahan alokasi anggaran dalam rangka PMN. Pasal 12 ayat (1) huruf f Pasal 12 ayat (4)
√ g perubahan pagu anggaran kewajiban penjaminan Pemerintah. Pasal 12 ayat (1) huruf g √
7 Perubahan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa. Pasal 3 ayat (1) Pasal 33
√
8 Pengurangan volume Keluaran(Output).*)
*)Dengan persetujuan Menteri/Pimpinan Lembaga Pengusul untuk Keluaran (Output) Prioritas Kementerian/Lembaga.
Pasal 5 ayat (1) √
9 Pergeseran anggaran Bagian Anggaran 999.08 (Bendahara Umum Negara Pengelola Belanja Lainnya) ke Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, atau antar subbagian anggaran dalam Bagian Anggaran 999 (BA BUN), termasuk yang terkait dengan pemberian penghargaan dan pengenaan sanksi atas pelaksanaan anggaran belanja kementerian/lembaga.
Pasal 2 ayat (3) huruf a Pasal 13
√
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (6)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
10 Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama yang bersumber dari rupiah murni untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional.
Pasal 2 ayat (3) huruf b Pasal 14
√
11 Pergeseran anggaran antar Program dalam 1 (satu) Bagian Anggaran yang bersumber dari rupiah murni untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional. *)
*) Dengan persetujuan Eselon I
Pasal 12 ayat (1) huruf g
√
12 Pergeseran rincian anggaran untuk satuan kerja badan layanan umum yang sumber dananya berasal dari PNBP.
Pasal 15
Pasal 2 ayat (3) huruf c
√
13 Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian sisa kewajiban pembayaran kegiatan yang dibiayai melalui SBSN yang melewati tahun anggaran sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Pasal 2 ayat (3) huruf d
Pasal 16
√
14 Pergeseran anggaran antar Program dalam 1 (satu) Bagian Anggaran untuk memenuhi kebutuhan Ineligible Expenditure atas kegiatan yang dibiayai dari pinjaman dan/atau hibah luar negeri. *)
*) Dengan persetujuan Eselon I
Pasal 2 ayat (3) huruf e
Pasal 13
√
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (7)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
15 Pergeseran anggaran antara Program lama dan Program baru dalam rangka penyelesaian administrasi DIPA sepanjang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat.
Pasal 2 ayat (3) huruf f Pasal 18
√
16 Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama dalam rangka penyediaan dana untuk penyelesaian restrukturisasi Kementerian/Lembaga.
Pasal 2 ayat (3) huruf g Pasal 19
√
17 Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program dalam rangka memenuhi kebutuhan selisih kurs dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.
Pasal 2 ayat (3) huruf h Pasal 20
√
18 Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program dalam rangka memenuhi kebutuhan selisih kurs dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Pasal 2 ayat (3) huruf h Pasal 20
√
19 Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) program dalam rangka penyelesaian tunggakan tahun lalu dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.
Pasal 2 ayat (3) huruf i Pasal 21
√
20 Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program dalam rangka penyelesaian tunggakan tahun lalu dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Pasal 2 ayat (3) huruf i Pasal 21
√
21 Pergeseran anggaran pembayaran kewajiban utang sebagai dampak dari
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (8)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
22 Pergeseran anggaran antarlokasi dan/atau antarkewenangan dalam rangka tugas pembantuan, urusan bersama, dan/atau dekonsentrasi.*)
*) Dengan persetujuan Eselon I
Pasal 2 ayat (3) huruf k Pasal 23
√
23 Pergeseran anggaran dalam rangka pembukaan kantor baru. Pasal 2 ayat (3) huruf l Pasal 24
√
24 pergeseran anggaran dalam rangka penanggulangan bencana. Pasal 2 ayat (3) huruf m Pasal 25
√
25 pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian putusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht). Pasal 2 ayat (3) huruf nPasal 26 √
26 Pergeseran anggaran dalam rangka rekomposisi pendanaan antar tahun terkait dengan kegiatan Kontrak Tahun Jamak. *)
*) Dengan penetapan dari Menteri K/L pengusul.
Pasal 2 ayat (3) huruf o Pasal 22
√
27 Pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN. Pasal 2 ayat (3) huruf p Pasal 28
√
28 Pergeseran anggaran antarjenis dalam 1 (satu) Program sepanjang pergeseran anggaran merupakan Sisa Anggaran Kontraktual atau Sisa Anggaran Swakelola dalam rangka membiayai hal-hal prioritas, mendesak, dan/atau kedaruratan. *)
*) Dengan persetujuan Menteri Keuangan.
Pasal 2 ayat (3) huruf q Pasal 29
√
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (9)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL
DJA
Kanwil
DJPB
29 Pergeseran anggaran antarjenis dalam 1 (satu) Program sepanjang pergeseran anggaran merupakan Sisa Anggaran Kontraktual atau Sisa Anggaran Swakelola dalam rangka meningkatkan volume Keluaran (Output).
Pasal 2 ayat (3) huruf q Pasal 29
√
30 Pemenuhan kewajiban negara sebagai akibat dari keikutsertaan sebagai
anggota organisasi internasional. Pasal 2 ayat (3) huruf r √
31 Penggunaan anggaran dalam BA BUN yang belum dialokasikan dalam DIPA
BUN. Pasal 2 ayat (3) huruf s √
32 Perubahan atas APBN Tahun Anggaran 2016. Pasal 3 ayat (1) √
33 Perubahan anggaran sebagai akibat dari kebijakan penghematan anggaran. Pasal 3 ayat (2) Pasal 5
√
34 Perubahan atas Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai APBN atau Undang-Undang mengenai APBN Perubahan.
Pasal 3 ayat (3) √
35 Revisi dalam rangka pengesahan Kegiatan/Keluaran (Output) tahun sebelumnya. Pasal 51 √
36 Pagu minus belanja gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji. Pasal 52
a dipenuhi dari pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program. √ b pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program. √
37 Pagu minus non belanja gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji. Pasal 53
a dipenuhi dari pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program. √
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (10)
No.
URAIAN REVISI
KEWENANGAN
DJA
Kanwil
DJPB
38 Pergeseran anggaran dengan persetujuan Eselon I untuk pengesahan revisi DIPA.
a apergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output) yang sama, dalam 1 (satu) Kegiatan yang sama, dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.
√
b pergeseran anggaran antar Keluaran (Output), dalam 1 (satu) Kegiatan yang sama, dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.
√ c pergeseran anggaran antar Kegiatan yang sama, dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.
√
d pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output) yang sama, dalam 1 (satu) Kegiatanyang sama, dan antar satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
√ e pergeseran anggaran antar Keluaran (Output) yang sama, dalam 1 (satu) Kegiatan yang
sama, dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
√ f pergeseran anggaran antar Kegiatan dalam 1 (satu) Satker yang sama dalam wilayah kerja
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. √ g pergeseran anggaran antar Kegiatan, dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. √
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (11)
No. URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL DJA Kanwil
DJPB
1 Ralat administrasi.
a ralat kode akun dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi sepanjang dalam peruntukkan dan sasaran yang sama, termasuk yang mengakibatkan perubahan jenis belanja.
Pasal 2 ayat (5) huruf a
√ b ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 2 ayat (5) huruf b √ c ralat kode kewenangan. Pasal 2 ayat (5) huruf c √ d ralat kode lokasi dan/atau lokasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 2 ayat (5) huruf d √ e ralat kode bagian anggaran dan/atau Satker. Pasal 2 ayat (5) huruf e √
f ralat volume, jenis, dan satuan Keluaran (Output) yang berbeda antara RKA-K/L dan Rencana Kerja Pemerintah atau hasil kesepakatan Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah.
Pasal 2 ayat (5) huruf f √
g ralat rencana penarikan dana/atau rencana penerimaan dalam halaman III DIPA. Pasal 2 ayat (5) huruf g √ h ralat cara penarikan PHLN/PHDN, termasuk penerusan pinjaman. Pasal 2 ayat (5) huruf h √ i ralat cara penarikan SBSN. Pasal 2 ayat (5) huruf i √ j ralat nomor register pembiayaan proyek melalui SBSN. Pasal 2 ayat (5) huruf j √ k ralat karena kesalahan aplikasi berupa tidak berfungsinya sebagian atau seluruh
fungsi matematis aplikasi RKA-K/L DIPA.
Pasal 2 ayat (5) huruf k
√ √
DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG MENJADI
KEWENANGAN DJA DAN KANWIL DJPBN (12)
No. URAIAN REVISI
KEWENANGAN
PASAL DJA Kanwil
DJPB
2 Revisi administrasi yang disebabkan oleh perubahan rumusan yang tidak terkait dengan anggaran:
a perubahan/penambahan nomor register pinjaman dan/atau hibah luar negeri. Pasal 2 ayat (6) huruf a √ b perubahan/penambahan nomor register SBSN. Pasal 2 ayat (6) huruf b √ c perubahan pejabat perbendaharaan. Pasal 2 ayat (6) huruf c √ d perubahan nomenklatur bagian anggaran, Program/Kegiatan, dan/atau Satker. Pasal 2 ayat (6) huruf d √ e perubahan/penambahan cara penarikan PHLN/ PHDN, termasuk penerusan
pinjaman. *)
*) Dengan persetujuan Eselon I
Pasal 2 ayat (6) huruf e
√ f perubahan/penambahan cara penarikan SBSN. *)
*) Dengan persetujuan Eselon I
Pasal 2 ayat (6) huruf f √ g perubahan rumusan sasaran kinerja dalam database RKA-K/L DIPA. *)
*) Dengan persetujuan Eselon I
Pasal 2 ayat (6) huruf g Pasal 30
√
3 Disebabkan oleh pemenuhan persyaratan dalam rangka pencairan anggaran:
a penghapusan/pencantuman catatan dalam halaman IV DIPA. Pasal 2 ayat (7) huruf a
Pasal 31 √ b penggunaan dana Keluaran (Output) cadangan. Pasal 2 ayat (7) huruf b
Pasal 32 Pasal 49
√
ALUR MEKANISME REVISI ANGGARAN
PADA DJA UNTUK BA K/L
ALUR MEKANISME REVISI ANGGARAN
PADA DJA UNTUK BA BUN
ALUR MEKANISME REVISI ANGGARAN PADA KANWIL
DJPB
KPPN KPA
Meneliti usulan Revisi
Anggaran dan kelengkapan dokumen pendukung.
Kanwil DJPB
Revisi DIPA setuju? Surat penolakan Revisi
Anggaran.
Upload ADK
RKA-K/L-DIPA ke server.
Notifikasi dari sistem : pengesahan revisi; Kode digital stamp yang
baru. Surat pengesahan revisi,
dilampiri notifikasi sistem.
KPA
Y N
1
Surat usulan Revisi Anggaran; Data dan dokumen pendukung.
Eselon I
Meneliti usulan Revisi Anggaran dan menerbitkan persetujuan revisi anggaran. Persetujuan Eselon I Y N Surat Persetujuan Eselon I 7 1 2 4 5 6 3 73