• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budidaya Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) secara Aeroponik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Budidaya Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) secara Aeroponik"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 4. Respon pertumbuhan bibit Jahe  merah kontrol (dalam medium  tanah) 
Tabel 1. Perbandingan penanaman sistem aeroponik dan sistem konvensional
Tabel 3. Perbandingan Desain model kompartemen aeroponik portable tanaman jahe  merah
Tabel  4.  Respon  pertumbuhan  bibit  tanaman  jahe  merah  pada  perlakuan  kompartemen dan medium aeroponik
+4

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Rimpang jahe dicuci dengan air mengalir, di- tiriskan dan dirajang melintang setebal 1-3 mm. Rajangan jahe dikeringkan menggunakan pengering tipe rak pada suhu

Di Indonesia dikenal tiga jenis utama jahe, yaitu jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah (jahe sunti). Berbagai penelitian menyebutkan bahwa jahe mengandung komponen bioaktif

adalah pada konsentrasi rendah air garam dapat merangsang pertumbuhan bakteri (Salam, 2012), Sementara itu daya hambat perasan jahe merah lebih kuat karena di dalam jahe

Parameter penurunan mutu yang digunakan pada pendugaan umur simpan bubuk jahe merah adalah perubahan kadar air dan perubahan warna yang dapat diketahui dari

Hal ini menunjukkan bahwa rimpang jahe merah yang disimpan sampai dengan 2 bulan dalam tiga macam wadah penyimpanan berbeda menghasilkan pertumbuhan anakan

Penurunan jumlah daun, akar dan tunas pada tanaman jahe yang ditumbuhkan pada tanah salin menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah daun, akar dan tunas jahe emprit merupakan tanaman

Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, karena kondisi air tanah yang buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil

Parameter penurunan mutu yang digunakan pada pendugaan umur simpan bubuk jahe merah adalah perubahan kadar air dan perubahan warna yang dapat diketahui dari tingkat