• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan tentang metode penelitian yang menjelaskan. Pada sub bab 3.2 akan dijelaskan kerangka pemikiran yang menjelaskan masalah utama penelitian. Pada sub bab 3.3 akan dijelaskan mengenai pertanyaan penelitian yang dirumuskan dari kerangka pemikiran sedangkan pada sub bab 3.4 merupakan hipotesa penelitian yang menjelaskan mengenai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Pada sub bab 3.5 dapat dilihat cara pemilihan metode penelitian yang akan digunakan berdasarkan pertanyaan penelitian. Kemudian penelitian dapat mengikuti alur penelitian yang telah digambarkan pada sub bab 3.6 . pada sub bab 3.7 dapat dilihat variabel – variabel yang telah diidentifikasi setelah melakukan studi literatur. Selanjutnya dapat dilihat instrumen penelitian nya pada sub bab 3.8 yaitu yang dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan responden manajer proyek. Pada sub bab 3.9 akan digambarkan mengenai cara menganalisa data yang digunakan.

3.2 Kerangka Pemikiran

Salah satu cara untuk melihat suatu proyek konstruksi telah berhasil atau tidak, dapat diukur dari kinerja biaya proyek apakah biaya penyelesaian proyek tersebut telah sesuai dengan biaya penyelesaian yang telah ditetapkan dalam kontrak pelaksanaan proyek. Manajer proyek sebagai pemimpin dalam proyek adalah faktor penentu utama dalam mencapai keberhasilan suatu proyek Salah satu usaha untuk meningkatkan kinerja biaya proyek adalah dengan pelaksanaan kegiatan – kegiatan pada tahap pelaksanaan yang optimal.. Manajer proyek harus mempunyai faktor – faktor kompetensi yang disyaratkan untuk menjamin tercapainya kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan proyek yang optimum. Faktor – faktor kompetensi manajer proyek sangat berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan, sehingga harus diperhatikan dengan sungguh – sungguh. Apabila sebuah perusahaan kontraktor tidak memperhatikan faktor – faktor tersebut, maka kemungkinan besar dapat mengakibatkan kegagalan proyek, yang

(2)

kegagalan tersebut dapat berupa bertambahnya biaya penyelesaian poyek dari yang telah dianggarkan, yang berakibat fatal terhadap proyek secara keseluruhan ( waktu peyelesaian proyek yang terlambat, reputasi perusahaan menurun, dan lain – lain ).

Dari landasan teori yang telah dituliskan pada bab 2, maka dapat digambarkan kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah :

Gambar 3.1 Diagram kerangka pemikiran

3.3 Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan penelitian dikembangkan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara kompetensi manajer proyek dan kinerja biaya penyeleseaian proyek yang akan diteliti. Pertanyaan tersebut adalah :

Manajer Proyek Pelaksanaan Kegiatan – kegiatan proyek Manajer Proyek Yang Kompeten Kompetensi Manajer Proyek : 1. Knowledge 2. Skill 3. Sikap Kinerja Biaya Penyelesaian Proyek Proyek Konstruksi

(3)

1. Berapa besar ?

Mengidentifikasi sejauh mana tingkat pemahaman manajer proyek terhadap aspek kompetensi ( knowledge, skill, attitude ) manajemen finansial yang dibakukan oleh LPJKN.

2. Apa ?

Maksudnya adalah menganalisa apakah ada pengaruh dan hubungan tingkat penguasaan kompetensi manajemen finansial dengan kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan proyek.

3.4. Hipotesa Penelitian

Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap pertanyaan penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Atas dasar pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan diatas selanjutnya disusun hipotesa penelitian yaitu, “Kompetensi area manajemen finansial berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan proyek”.

3.5 Pemilihan Metode Penelitian

Menurut Robert. K. Yin (studi kasus : desain dan metode,2005) ada bermacam- macam bentuk strategi penelitian sesuai dengan perumusan masalah yang ada seperti dijelaskan pada tabel dibawah :

Strategi Bentuk Pertanyaan Penelitian Membutuhkan Kontrol Terhadap Peristiwa FocusTerhadap Peristiwa Kontemporer Eksperimen Survey Analisa Arsip Histories Studi kasus Bagaimana, mengapa Siapa, apa, dimana, berapa banyak

Siapa, apa, dimana, berapa banyak Bagaimana, mengapa Bagaimana, mengapa Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya/Tidak Tidak Ya

(4)

Menurut kesimpulan Yin tentang bentuk pertanyan penelitian sesuai tabel diatas, kondisi pertama dan terpenting untuk membedakan berbagai strategi penelitian ialah identifikasi tipe pertanyaan penelitian digunakan sejak awal. Pada umumnya pertanyaan “apa” bisa dieksploratis ( bisa menggunakan strategi yang manapun) dan bisa lainnya ( menggunakan survey / analisis arsip). Pertanyaan – pertanyaan berapa besar tampaknya lebih cocok untuk strategi penelitian survey.

Untuk menjawab pertanyaan Berapa besar dan Apa diatas maka strategi penelitian yang dipilih sesuai analisa Yin adalah dengan melakukan survey langsung kelapangan. Survey ini dilakukan dengan cara menyebar kuisioner atau dengan wawancara langsung dengan para ahli yang berkompeten mengenai masalah yang dibahas dalam penelitian untuk mendapatkan data – data penelitian dan kemudian mengolah dan menganalisa data – data tersebut.

3.6 Metode Penelitian

Tahapan – tahapan sesuai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Tahapan Identifikasi

Pada tahap ini dimulai dengan mengumpulkan masalah dari latar belakang yang telah dikemukakan selanjutntnya ditentukan topik penelitian yang akan dibahas. Kemudian melakukan studi literatur mengenai topik yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini topik yang dipilih adalah pengaruh dari tingkat pemahaman manajer proyek terhadap manajemen finansial. Setelah ditentukan topik dari penelitian ini tindakan selanjutnya adalah menyusun refrensi – refrensi yang berkaitan dengan topik tersebut. Tahap selanjutnya adalah mengemukakan hipotesis serta menyusun alur tentang bagaimana metode yang digunakan.

2. Tahapan pengumpulan dan pengolahan data

Data pada penelitian ini terdiri dari dua, yakni data primer dan data sekunder. Data tersebut dikumpulkan dengan cara survey berupa kuisioner atau wawancara langsung dengan para ahli dalam bidang yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Data pada penelitian ini adalah berupa pemahaman dari manajer proyek terhadap manajemen finansial.

Data yang telah diperoleh selanjutnya akan diolah sehingga didapat hasil yang diinginkan berupa tingkat pemahaman manajer proyek terhadap area manajemen

(5)

finansial. Selain itu dilakukan juga pengolahan data untuk melihat keterkaitan antara tingkat pemahaman tersebut dengan kinerja biaya.

3. Tahap analisa dan kesimpulan

Dari hasil yang diperoleh dilakukan analisa untuk melihat apakah tingkat pemahaman manajer proyek tersebut berpengaruh terhadap kinerja biaya proyek. Terakhir adalah menyimpulkan hasil dari penelitian serta memberikan saran dan masukan berkaitan dengan penelitian yang telah dilaksanakan.

Dari penjelasan diatas maka dapat digambarkan bagan alur proses penelitiannya sebagai berikut :

Gambar 3.2 Bagan alur Metode penelitian ( sumber Sugiyono, Statistika untuk penelitian,2005) Masalah Rumusan Masalah Membaca dan Berfikir Membaca Hasil Penelitian Konsep dan Teori yang Relevan Penemuan Yang Relevan Pengajuan Hipotesis Praduga terhadap hubungan antar variabel Penemuan hasil Pengembangan Kesimpulan Metode Strategi Pendekatan Penelitian Operasionalisasi Memilih Menyusun Instrumen Penelitian Teknik Penyajian Data Mengumpulkan Dan Menganalisa Data

(6)

Variabel Penelitian

Variable penelitian adalah suatu gejala yang menjadi fokus serta arahan bagi setiap peneliti dimana dari gejala tersebut nantinya dapat dilakukan suatu pengamatan secara sistematis. Variable tersebut merupakan kelengkapan / atribut dari obyek / sekelompok orang yang memiliki variasi antara satu dengan lainnya didalam kelompok itu.

Variable dapat dibedakan menjadi lima jenis yaitu : 1. Variable independent

2. Variable dependen 3. Variable moderator 4. Variable interverning 5. Variable control

Dalam penelitian ini digunakan variabel bebas. Variabel bebas tersebut dikelompokkan menjadi 4 variabel, yaitu variabel bebas A, variabel bebas B, variabel bebas C, dan variabel bebas D. Variabel bebas A adalah variabel untuk knowledge area manajemen finansial, variabel bebas B adalah variabel untuk Skill area manajemen finansial , variabel bebas C adalah untuk Sikap / perilaku manajer proyek area manajemen finansial, dan variabel bebas D adalah kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan proyek konstruksi. Variabel – variabel bebas kompetensi dirumuskan berdasarkan kajian literatur yang berkaitan dengan kompetensi manajer proyek dalam hal manajemen finansial dan Variabel kegiatan – kegiatan pada tahap pelaksanaan diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh M. Ayip Rosyadi dalam skripsinya yang berjudul “ Peran manajemen konstruksi dalam rangka meningkatkan kinerja biaya akhir proyek pada tahap pelaksanaan” .

1. Variabel bebas A ( Knowledge )

Variabel bebas knowledge yang sesuai dengan bakuan kompetensi LPJKN dan dirumuskan dari studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

(7)

Tabel 3.2. Variabel Knowledge

Indikator Sub - Indikator Kode Sumber

1. Analisis Kelayakan Investasi

1.1 Analisa Laba Dan Titik Impas (Break Event

Point) x1 1,2,3,4

1.2 Laporan Rugi – Laba dan Lembaran Neraca x2 1,2,3,4

1.3 Aliran Kas Proyek (Investasi ) x3 1,2,3,4

1.4 Depresiasi Dan Pajak x4 1,2,3,4

1.5 Nilai Waktu dari uang x5 1,2,3,4

1.6 Kriteria Seleksi Dengan Cara Periode

pengembalian x6 1,2,3,4

1.7 Kriteria Seleksi Dengan Cara Return of investment

( ROI ) x7 1,2,3,4

1.8 Kriteria Seleksi Dengan Cara Nilai sekarang Neto(

net present value) x8 1,2,3,4

1.9 Kriteria Seleksi Dengan Cara Arus Pengembalian

Internal (Interest Rate Of Return) x9 1,2,3,4

1.10 Kriteria Seleksi Dengan Cara Benefit – Cost

Ratio x10 1,2,3,4

1.11 Resiko Finansial x11 1,2,3,4

2. Estimasi Biaya Proyek

2.1 Keperluan Total Biaya Proyek

x12 2,3

2.2. Survei Dan Pengkajian x13 2,3

2.3. Unsur Biaya Proyek x14 2,3

2.4 Macam Anggaran Proyek x15 2,3

2.5 Perkiraan Biaya Untuk Proposal Pelelangan x16 2,3

2.6 Kontigensi dan Allowance x17 2,3

2.7 Inflasi dan Ekskalasi x18 2,3

3. Pengendalian Biaya Proyek

3.1. Pengendalian Tahap Konseptual

x19 2,3

3.2. Pengendalian Tahap Definisi x20 2,3

3.3. Pengendalian Tahap Implementasi Fisik x21 2,3

4. Pendanaan Proyek 4.1 Pendanaan Proyek Sistem Menerbitkan Saham x22 2,3,5

4.2 Pendanaan Proyek Sistem Laba Ditahan x23 2,3,5

4.3 Pendanaan Proyek Sistem Hutang x24 2,3,5

4.4 Pendanaan Proyek Sistem Built Operate And

Transfer x25 3

4.5 Menghitung Biaya Modal Proyek

x26

1,2,4

(8)

Keterangan sumber / referensi :

1. Warsini, Sabar., Manajemen Keuangan, Jakarta : Direktorat Pendidikan tinggi, 2003 2. Soeharto, Iman. Manajemen proyek dari tahap konseptual sampai operasional. Erlangga, Jakarta.1995

3. Yusuf Latief, Diktat kuliah Estimasi dan Pengendalian biaya proyek konstruksi, jurusan teknik sipil FT Ui, 2001.

4. Prof . Dr. Manahan P. Tampubolon, “Manajemen keuangan : konseptual, problem, studi kasus”, Ghalia indonesia, Jakarta, 2005.

5.. E. Paul degarmo, William . G. Sullivan, James. A. Bontadelli, Wlin. M .Wicks, “Engineering Economy”, Prentice Hall Inc., New Jersey. 1997

2. Variabel bebas B ( Skill )

Variabel bebas skill yang diidentifikasi dari studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Tabel 3.3. Variabel Skill

Variabel Indikator Sub - Indikator Kode Sumber

Skill 1. Kepemimpinan 1.1 Mempunyai Visi Kedepan x27 1

1.2 Berkharisma x28 1

2. Komunikasi 2.1 Hubungan antar manusia x29 1

2.2 Mengutarakan Pendapat x30 1

3. Negosiasi 3.1 Membujuk dan Mempengaruhi x31 1, 2

4. Perencanaan 4.1 Perkiraan x32 1, 2

4.2 Antisipasi x33 1, 2

5. Monitoring 5.1 Deteksi x34 1, 2

5.2 Tanggap x35 1, 2

Keterangan sumber / referensi :

1. K. T . Odusami, perceptions of Construction Proffesionals Concerning Important Skills of Effective Project Leaders, Journal of Management in Engineering, (April 2002)

(9)

3. Variabel bebas C ( sikap )

Variabel bebas attitude yang diidentifikasi dari studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Tabel 3.4. Variabel Sikap

Variabel Indikator Sub - Indikator Kode Sumber

Sikap 1. Disiplin 1.1. Berkomitmen x36 2

1.2 Bekerja Keras x37 1

2. Kreatif 2.1 Mempunyai Ide Baru x38 2

3. Percaya diri 3.1 Percaya Terhadap

Kemampuan Diri Sendiri x39 2

4. Tegas 4.1 Mampu Mengambil Tindakan x40 3

5. Tekun 5.1. Pantang Menyerah x41 1

Keterangan sumber / referensi :

1. Mahendra Sultan Syah, Manajemen Proyek, (Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2004) hal 34

2. Jurgen Hauschildt, et al, Realistic Criteria for Project manager Selection and development, project managemen journal, (September 2000)

3. J. Campbell martin, the succesfull engineer, presonal and profesionall skills a scource book, mc graw hill,inc ,1993

4. Variabel bebas D ( kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan )

Variabel bebas D ( kegiatan – kegiatan ) pada tahap pelaksanaan diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh M. Ayip Rosyadi dalam skripsinya yang berjudul “ Peran manajemen konstruksi dalam rangka meningkatkan kinerja biaya akhir proyek pada tahap pelaksanaan” dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.5. Variabel Kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan

Kegiatan – Kegiatan Tahap Pelaksanaan Kode

1. Perencanaan dan Persiapan pada Tahap Pelaksanaan a. Mempersiapkan Dokumen Kontrak dan melaksanakannya Y11

(10)

c. Pendaftaran kontraktor, subkontraktor , supplier Y13

d. Jaminan asuransi pelaksanaan Y14

2. Perijinan pada tahap Pelaksanaan

a. Perijinan pendirian bangunan dari pihak yang berwenang Y21

b Perijinan lahan dari pemda setempat Y22

c. Perijinan utilitas listrik, air, saluran air Y23 3. Pengendalian waktu tahap pelaksanaan

a. Jadwal (schedule) perpaket berikut s-curve Y31 b. Jadwal (schedule) Pengadaan material peralatan dan tenaga Y32 c. Jadwal (schedule) Pengajuan contoh material dan shop drawing Y33

d. Perbaikan schedule Y34

4. Pengendalian Biaya Tahap Pelaksanaan

a. Estimasi pembayaran, termasuk daftar permintaan kontraktor,

proyek estimasi dari b. biaya yang dikeluarkan owner Y41

b. Program pengendalian biaya Y42

c. Alokasi biaya pada schedule dari kontraktor Y43

d. Pencatatan biaya Y44

e. Revisi biaya proyek dan konstruksi Y45

5. Pengendalian Mutu Tahap Pelaksanaan

a. Program pengendalian pencapaian sasaran fisik hasil konstruksi Y51 b. Pengetesan : Off site dan On site terhadap pekerjaan yang dilakukan Y52 6. Program dan Perencanaan bahan, Tenaga Kerja dan Peralatan

a. Perencanaan perlatan yang dipergunakan Y61

b. Perencanaan system transportasi material Y62 c. Program penyediaan dan penggunaan tenaga kerja Y63

d. Program pengendalian sumber daya Y64

7. Pengendalian Bahan Dan Tenaga Kerja

a.Mengawasi pemakaian bahan dan peralatan Y71

b. Asuransi dan kompensasi tenaga kerja Y72

8.Pengendalian Pekerjaan Tambah Kurang

a. Program pengendalian perubahan pekerjaan Y81 b. Pengawasan atas order perubahan /chage order Y82

(11)

c. Dihitung penambahan biaya akibat perubahan kontraktor Y83 9. Pelaksanaan K3

a. Program pengendalian K3 Y91

b. Pengamatan dan Pelaporan K3 Y92

10. Laporan Tahap Pelaksanaan

a. Laporan dan evaluasi schedule Y101

b. Laporan biaya proyek Y102

c. Laporan quality control Y103

d. Laporan cash flow Y104

e. Laporan pembayaran atas kemajuan pelaksanaan Y105

f. Laporan order perubahan Y106

g. Laporan biaya kantor dilapangan Y107

h. Laporan cost accounting untuk pekerjaan tambah/kurang dan berdasarkan

waktu serta bahan yang dipergunakan Y108

11. Monitoring Pelaksanaan

a. Membuat laporan mingguan , bulanan pekerjaan pengawasan dengan masukan hasil – hasil rapat lapangan, laporan harian, mingguan,

dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pemborong Y111

b. Inspeksi akhir dan penerimaan Y112

c. Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum serah terima I,

dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan Y113

Referensi :

Rosyadi, Ayip, “Peran mankon dalam rangka meningkatkan kinerja biaya akhir proyek pada tahap pelaksanaan “, Skripsi teknik sipil, 2001

Skala pengukuran

Skala pengukuran yang diuraikan untuk mengukur variable penelitian adalah skala Likert yang dimodifikasi. Skala Likert merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur variable penelitian, seperti sikap, pendapat, dan persepsi sosial seseorang atau sekelompok orang. Sesuai dengan faktor – faktor kompetensi yang telah dibahas pada

(12)

bab 2, maka faktor yang diukur sebagai variable bebas berdasarkan skala kualitas kompetensi yang terdiri dari 5 skor yaitu :

Skala Kompetensi Manajer Proyek

1 2 3 4 5

Tidak Kompeten Kurang Kompeten Cukup Kompeten Kompeten Sangat Kompeten Tabel 3.6 . Skala Kompetensi Variabel Bebas

Arti dari masing – masing skor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tidak Kompeten : Tidak memahami dan menguasai pengetahuan, dan tidak memiliki keahlian / kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi tersebut. 2. Kurang kompeten : Kurang memahami dan menguasai pengetahuan, dan kurang

memiliki keahlian / kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi tersebut. 3. Cukup Kompeten : Cukup memahami dan menguasai pengetahuan, dan cukup

memiliki keahlian / kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi tersebut. 4. Kompeten : Memahami dan menguasai pengetahuan, dan memiliki

keahlian / kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi tersebut.

5. Sangat Kompeten : Sangat Memahami dan mengusai pengetahuan, dan memiliki keahlian / kemampuan yang berkaitan dengan kompetensi tersebut.

Sedangkan untuk melihat sejauh mana pengaruh dari tingkat pemahaman kompetensi manajemen finansial terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan skala penilaiannya sebagai berikut:

1 2 3 4 5 Tidak Berpengaruh Kurang Berpengaruh Cukup Berpengaruh Berpengaruh Sangat Berpengaruh

(13)

Keterangan :

1. Tidak berpengaruh : tingkat pemahaman kompetensi tidak berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan

2. Kurang berpengaruh : tingkat pemahaman kompetensi kurang berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan

3. Cukup berpengaruh : tingkat pemahaman kompetensi cukup berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan

4. Berpengaruh : tingkat pemahaman kompetensi berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan tahap pelaksanaan

5. Sangat berpengaruh : tingkat pemahaman kompetensi sangat berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan

Pemakaian skala Likert dengan 5 skor dalam hal ini dilakukan dengan tujuan meminimalkan terjadinya kecemasan responden dalam menjawab kuesioner.

Metode Pengumpulan Data

Seperti yang telah dijelaskan pada sub-bab 3.5, metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pada penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan alat bantu penelitian berupa kuisioner. Kuisioner pada penelitian ini berisikan data yang ingin diperoleh, yakni menegenai tingkat pemahaman manajer konstruksi serta pengaruhnya terhadap kinerja proyek. Kuisioner ini nantinya akan disebar dengan responden manajer proyek yang berada pada perusahaan daerah Jakarta. Untuk variabel bebas A, B, dan C diukur tingkat pemahamannya dan penguasaannya. terlebih dahulu, kemudian dilihat sejauhmana pengaruhnya terhadap kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan proyek (Variabel bebas D).

Format kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman kompetensi project

manager dalam area manajemen finansial dapat dilihat pada tabel dibawah :

Tabel 3.8 Format kuesioner Variabel Knowledge Mohon Diberi Tanda √ Sesuai Dengan Jawaban Anda

No. Knowledge Manajemen Finansial Knowledge Manajemen Tingkat Pemahaman Finansial

1 2 3 4 5 1

2 3

Analisa laba dan titik impas (break event point) Laporan rugi – laba dan Neraca

(14)

Format kuesioner untuk mengukur pengaruh dari tingkat pemahaman kompetensi

project manager dalam area manajemen finansial terhadap kegiatan – kegiatan tahap

pelaksanaan dapat dilihat pada tabel dibawah :

Tabel 3.9 Format kuesioner Variabel Kegiatan – Kegiatan Pada Saat Pelaksanaan Proyek ( Mohon Diberi Tanda √ Sesuai Dengan Jawaban Anda)

Metode Analisa Data

Pada penelitian ini data yang diperoleh selanjutnya dilakukan tabulasi, dimana data penelitian ini memiliki skala ordinal / peringkat, yang kemudian dilakukan analisa statistik. Untuk melihat gambaran secara kualitatif mengenai tingkat pemahaman dan penguasaan kompetensi oleh para manajer proyek digunakan analisa deskriptif. Untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara beberapa variabel yang telah ditetapkan dilakukan analisa korelasi, sehingga dapat diukur karakteristik erat tidaknya hubungan yang ada.

Analisa deskriptif adalah suatu metode yang mempelajari cara penyajian suatu gambaran atau informasi inti dari sekumpulan data yang ada, misalnya pemusatan data dan kecenderungan suatu gugus data. Iqbal Hasan (2001:7) menjelaskan : Statistik deskriptif atau statistic deduktif adalah bagian dari statistic yang mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Statistik deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan

Kegiatan – Kegiatan Tahap Pelaksanaan Knowledge Manajemen Finansial Pengaruh Tingkat Pemahaman Terhadap Kegiatan Tahap Pelaksanaan

Dalam Usaha Meningkatkan Kinerja Biaya

1 2 3 4 5

1. Perencanaan dan Persiapan pada Tahap Pelaksanaan

a. Mempersiapkan Dokumen Kontrak dan melaksanakannya b. Penyusunan organisasi proyek

c. Pendaftaran kontraktor, subkontraktor , supplier

(15)

mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata lain statistik deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Penarikan kesimpulan pada statistic deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada. Didasarkan pada ruang lingkup bahasannya statistik deskriptif mencakup :

1. Distribusi frekuensi beserta bagian-bagiannya seperti : a. Grafik distibusi (histogram, poligon frekuensi, dan ogif);

b. Ukuran nilai pusat (rata-rata, median, modus, kuartil dan sebagainya);

c. Ukuran dispersi (jangkauan, simpangan rata-rata, variasi, simpangan baku, dan sebagianya);

d. Kemencengan dan keruncingan kurva 2. Angka indeks

3. Times series/deret waktu atau berkala 4. Korelasi dan regresi sederhana

Dalam penelitian ini akan digunakan ukuran nilai pusat mean dan median untuk dapat mengukur sejauh mana tingkat pemahaman manajer proyek dalam area kompetensi manajemen finansial.

Sedangkan analisa korelasi digunakan untuk mempelajari dan mengukur kekuatan hubungan dua variabel. Hubungan antara variabel menghasilkan nilai positif atau negatif dengan batasan nilai koefisien korelasi, adalah 1 untuk hubungan positif dan -1 untuk hubungan negatif (Siegel 1990). Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya kebetulan, dapat pula karena merupakan hubungan yang sebab akibat. Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan lain secara teratur , dengan arah yang sama atau arah yang berlawanan (Syamsudin ,2002). Koefisien yang digunakan dalam analisa korelasi adalah ;

- 0 – 0,2 : Korelasi sangat rendah - 0,2 – 0,4 : Korelasi rendah

- 0,4 – 0,6 : Korelasi sedang - 0,6 – 0.8 : Korelasi kuat

- 0.8 – 1.0 : Korelasi sangat kuat

Dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat korelasi dari dua variabel akan digunakan nilai korelasi kuat ( 0,6 – 0,8 ) sampai nilai korelasi sangat kuat ( 0,8 – 1,0).

(16)

3.11 Kesimpulan

Dalam bab ini dijelaskan hal – hal yang berhubungan dengan metode penelitian, yang meliputi kerangka pemikiran pertanyaan penelitian, hipotesa penelitian, pemilihan metode penelitian, tahapan penelitian, identifikasi variabel penelitian, mrtode pengumpulan data, dan metode analisa data.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dimana dalam pengumpulan data digunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Variabel – variabel penelitian untuk kompetensi seorang manajer proyek dalam area manajemen finansial yang ditanyakan pada para responden didapat dari studi literatur dan sesuai bakuan kompetensi dari LPJKN. Sedangkan variabel penelitian untuk kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan didapat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh M. Ayip Rosyadi dalam skripsinya yang berjudul peran manajemen konstruksi dalam rangka meningkatkan kinerja biaya akhir proyek pada tahap pelaksanaan , 2002.

Untuk pengolahan data penelitian digunakan metode analisa data deskriptif dan analisa korelasi. Analisa deskriptif dilakukan untuk melihat nilai mean dan median sehingga tingkat pemahaman manajer proyek dalam hal kompetensi manajemen finansial dapat diukur. Sedangkan analisa korelasi dilakukan untuk melihat kekuatan hubungan antara tingkat pemahaman dengan kegiatan – kegiatan tahap pelaksanaan.

Gambar

Tabel 3.1  situasi – situasi relevan untuk strategi yang berbeda
Gambar 3.2 Bagan alur Metode penelitian ( sumber Sugiyono, Statistika untuk  penelitian,2005) Masalah Rumusan Masalah Membaca dan Berfikir Membaca Hasil Penelitian Konsep dan Teori yang Relevan Penemuan Yang Relevan  Pengajuan Hipotesis  Praduga terhadap h
Tabel 3.2. Variabel Knowledge
Tabel 3.3. Variabel Skill
+5

Referensi

Dokumen terkait

 Drive device : berupa alat yang digunakan untuk menekan simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti mislanya disk magnetik atau tape magnetik,

Dalam kisah Sunan Kalijaga menampilkan tiga potongan kisah terpilih yang menceritakan mengenai media dakwah Sunan Kalijaga dalam bidang seni dan budaya seperti gamelan, wayang,

Budiono, C., 2009, Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang (Studi Kasus di Toko Setia), Skripsi, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma

Pada supplier CV Mandiri Jaya Teknik nilai Gap terbobot yang paling besar adalah pada subkriteria ketepatan pengiriman dengan nilai Gap terbobot sebesar 0,978 yang

Meski ada perubahan kewenangannya yang luar biasa namun masih ada kewenangan-kewenangan yang masih perlu dibanggakan oleh MPR seperti Pasal 3 Ayat 1 berbunyi:

hipertrofi atau peningkatan isi sekuncup NOC :  Cardiac Pump effectiveness  Circulation Status  Vital Sign Status Kriteria Hasil: o Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan

MM ' Pembina Utama Madya

seperti subkontraktor dan perunding. Kekosongan adalah statistik stok pada sesuatu masa. Oleh itu, kekosongan pada suku keempat 2019 mewakili kekosongan pada tahun 2019. Pewujudan