Urgensi Dan Tantangan Ketahanan Nasional Dan Bela Negara Bagi Indonesia Dalam Membangun Komitmen Kolektif Kebangsaan

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA

 NEGARA BAGI INDONE

 NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUSIA DALAM MEMBANGUN KOMITMENN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN KOLEKTIF KEBANGSAAN11 OLEH : OLEH : KELOMPOK IX KELOMPOK IX22 A. A. PENDAHULUANPENDAHULUAN

Ketahanan nasional (national resilience) merupakan salah satu konsepsi Ketahanan nasional (national resilience) merupakan salah satu konsepsi kenegaraan Indonesia. Ketahanan sebuah bangsa pada dasarnya dibutuhkan guna kenegaraan Indonesia. Ketahanan sebuah bangsa pada dasarnya dibutuhkan guna menjamin serta memperkuat kemampuan bangsa yang bersangkutan baik dalan menjamin serta memperkuat kemampuan bangsa yang bersangkutan baik dalan rangka mempertahankan kesatuannya, menghadapi ancaman yang dating maupun rangka mempertahankan kesatuannya, menghadapi ancaman yang dating maupun mengupayakan sumber daya guna memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian, mengupayakan sumber daya guna memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian, ketahanan bangsa merupakan kemampuan suatu bangsa untunk mempertahankan ketahanan bangsa merupakan kemampuan suatu bangsa untunk mempertahankan  persatuan dan kesatuannya, memperkuat

 persatuan dan kesatuannya, memperkuat daya dukung kehidupannya, menghadapidaya dukung kehidupannya, menghadapi segala bentuk ancaman yang dihadapinya sehingga mampu melangsungkan segala bentuk ancaman yang dihadapinya sehingga mampu melangsungkan kehidupannya dalam mencapai kesejahteraan bangsa tersebut.konsepsi ketahanan kehidupannya dalam mencapai kesejahteraan bangsa tersebut.konsepsi ketahanan  bangsa ini dal

 bangsa ini dalam konteks am konteks Indonesia dirumuskan dengan nama Indonesia dirumuskan dengan nama ketahanan nasionalketahanan nasional disingkat Tannas.upaya menyelenggarakan ketahanan nasional ini dapat disingkat Tannas.upaya menyelenggarakan ketahanan nasional ini dapat diwujudkan dengan bela Negara.

diwujudkan dengan bela Negara.

Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat  perundangan

 perundangan dan dan petingggi petingggi suatu suatu Negara Negara tentang tentang patriotisme patriotisme seseorang, seseorang, suatusuatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu Negara dalam kepentingan kelompok atau seluruh komponen dari suatu Negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi Negara tersebut.

mempertahankan eksistensi Negara tersebut.

1

1 Makalah ini dipersentasekan oleh kelompok IX Jurusan ITP, UHO Makalah ini dipersentasekan oleh kelompok IX Jurusan ITP, UHO 2

(2)

B.

B. KONSEP KETAHANAN NASIONALKONSEP KETAHANAN NASIONAL

Secara etimologi berasal dari kata “tahan” yang berarti tabah,kuat,dan Secara etimologi berasal dari kata “tahan” yang berarti tabah,kuat,dan dapat menguasai diri,gigih dan tidak mengenal menyerah. ketahanan memiliki dapat menguasai diri,gigih dan tidak mengenal menyerah. ketahanan memiliki makna mampu,tahan,dan kuat menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman makna mampu,tahan,dan kuat menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman yang ada guna menjamim kelangsungan

yang ada guna menjamim kelangsungan hidupnya. Sedangkan kata “nasional”hidupnya. Sedangkan kata “nasional”  berasal

 berasal dari dari kata kata nation nation yang yang berarti berarti bangsa bangsa sebagai sebagai pengertian pengertian politik. politik. BangsaBangsa dalam pengertian politik adalah persekutuan hidup dari orang-orang yang telah dalam pengertian politik adalah persekutuan hidup dari orang-orang yang telah menegara. Ketahanan nasional secara etimologi dapat diartikan sebagai menegara. Ketahanan nasional secara etimologi dapat diartikan sebagai mampu,kuat, dan mampu dari sebuah bangsa dalam pengertian politik

mampu,kuat, dan mampu dari sebuah bangsa dalam pengertian politik

Secara filosofis, ketahanan nasional mengandung makna yang sangat Secara filosofis, ketahanan nasional mengandung makna yang sangat dalam dan mendasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam dan mendasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sedangkan secara konseptual ketahanan nasional memiliki pengertian yang sedangkan secara konseptual ketahanan nasional memiliki pengertian yang dinamis seiring dengan dinamika kehidupan bangsa dan Negara Indonesia, baik dinamis seiring dengan dinamika kehidupan bangsa dan Negara Indonesia, baik karena dinamika perubahan yang terjadi didalam negeri maupun perubahan global karena dinamika perubahan yang terjadi didalam negeri maupun perubahan global di luar negeri. Ada beberapa dinamika pengertian konseptual ketahanan nasional di luar negeri. Ada beberapa dinamika pengertian konseptual ketahanan nasional dari berbagai perspektif dan dikemukakan oleh para ahli. Beberapa pengertian dari berbagai perspektif dan dikemukakan oleh para ahli. Beberapa pengertian konseptual ketahanan nasional tersebut seperti yang ditulis oleh Saafroedin Bahar konseptual ketahanan nasional tersebut seperti yang ditulis oleh Saafroedin Bahar et al. (1994) sebagai berikut :

et al. (1994) sebagai berikut : 1.

1. Pengertian Konstitusional, sebagaimana yang dirumuskan padaPengertian Konstitusional, sebagaimana yang dirumuskan pada masa Orde Baru, yaitu ketahanan nasional adalah kondisi dinamis masa Orde Baru, yaitu ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dan kondisi tiap-tiap aspek kehidupan yang merupakan integrasi dan kondisi tiap-tiap aspek kehidupan  bangsa dan Negara.

 bangsa dan Negara. 2.

2. Pengertian Operasional, sebagaimana rumusan dibuat LembagaPengertian Operasional, sebagaimana rumusan dibuat Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), yaitu ketahanan nasional Pertahanan Nasional (Lemhanas), yaitu ketahanan nasional Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan,dan gangguan baik mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan,dan gangguan baik yang dating dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun yang dating dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun

(3)

yang tidak langsung membahayakan

yang tidak langsung membahayakan

integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan Negara integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila serta perjuangan mengejar Indonesia yang berdasarkan Pancasila serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional Indonesia.

tujuan perjuangan nasional Indonesia. 3.

3. Pengertian politik hukum, sebagaimana yang terkandung dalamPengertian politik hukum, sebagaimana yang terkandung dalam  penjelasan

 penjelasan UU UU No. No. 20 20 Tahun Tahun 1982, 1982, yaitu yaitu konsepsi konsepsi ketahananketahanan nasional pada hakikatnya adalah konsepsi pengaturan dan nasional pada hakikatnya adalah konsepsi pengaturan dan  penyelenggaraan

 penyelenggaraan kesejahteraan kesejahteraan dan dan keamanan keamanan yangyang tata tentremtata tentrem kerta raharja

kerta raharja dalam kehidupan nasional yang berdasarkandalam kehidupan nasional yang berdasarkan  pancasila dan UUD 1945.

 pancasila dan UUD 1945. 4.

4. Pengertian operasional, sebagaimana rumusan di buat lembagaPengertian operasional, sebagaimana rumusan di buat lembaga  pertahanan

 pertahanan nasional nasional (Lemhanas), (Lemhanas), yaitu yaitu ketahanan ketahanan nasionalnasional Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan,  baik

 baik yang yang datang datang dari dari luar luar maupun maupun dari dari dalam dalam yang yang langsunglangsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa, dan Negara Indonesia yang kelangsungan hidup bangsa, dan Negara Indonesia yang  berdasarkan pancasila serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan  berdasarkan pancasila serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan

nasional Indonesia. nasional Indonesia.

Selain pengertian konseptual ketahanan nasional tersebut diatas, masih ada Selain pengertian konseptual ketahanan nasional tersebut diatas, masih ada  beberapa

 beberapa pengertian pengertian konseptual konseptual ketahanan ketahanan nasional nasional dari dari para para ahli ahli adalah adalah sebagaisebagai  berikut:

 berikut: 1.

1. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yangKetahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang  berisi

 berisi keuletan keuletan dan dan ketangguhan, ketangguhan, mengandung mengandung kemampuankemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan, mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan,  baik

 baik yang yang datang datang dari dari luar luar maupun maupun dari dari dalam dalam menghadapi menghadapi dandan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan,

(4)

 baik

 baik yang yang datang datang dari dari luar luar maupun maupun dari dari dalam dalam yang yang langsunglangsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan mengejar kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasionalnya (Sunardi, 1997)

tujuan perjuangan nasionalnya (Sunardi, 1997) 2.

2. Ketahanan nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamisKetahanan nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis  bangsa Indonesia

 bangsa Indonesia yang meliputi yang meliputi segenap aspek segenap aspek kehidupan nasionalkehidupan nasional yang terintegrasi, Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang yang terintegrasi, Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas, integritas, maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan serta kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan serta  perjuangan mencapai tujuan nasionalnya (S.Sumarsono

 perjuangan mencapai tujuan nasionalnya (S.Sumarsono et al, 2005)et al, 2005)

C.

C. KONSEP BELA NEGARAKONSEP BELA NEGARA

1.

1. Bela Negara Secara FisikBela Negara Secara Fisik

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan  Negara

 Negara keikutsertaan keikutsertaan warga warga Negara Negara dalam dalam bela bela Negara Negara secara secara fisik fisik dapatdapat dilakukan dengan menjadi tentara nasional Indonesia dan pelatih dasar ke

dilakukan dengan menjadi tentara nasional Indonesia dan pelatih dasar ke militeranmiliteran sekarang ini pelatih dasar kemiliteran diselanggarakan melalui program rakyat sekarang ini pelatih dasar kemiliteran diselanggarakan melalui program rakyat terlatih (Rati) meskipun konsep rakyat terlatih (Rati) adalah amanat terlatih (Rati) meskipun konsep rakyat terlatih (Rati) adalah amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982.

Undang Nomor 20 Tahun 1982.

Rakyat terlatih (Rati) terdiri dari berbagai unsur seperti resimen Rakyat terlatih (Rati) terdiri dari berbagai unsur seperti resimen mahasiswa (Menwa) berlawanan rakyat (Wanra), pertahanan sipil (Hansip), mitra mahasiswa (Menwa) berlawanan rakyat (Wanra), pertahanan sipil (Hansip), mitra  babinsa,

 babinsa, dan dan organisasi organisasi kemasyarakan kemasyarakan pemuda pemuda (OKP) (OKP) yang yang telah telah mengikutimengikuti  pendidikan dasar

 pendidikan dasar militer, militer, dan ladan lain-lain. in-lain. Rakyat terRakyat terlatih latih mempunyai 4 mempunyai 4 fungsi fungsi yaituyaitu ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat dan perlawanan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat dan perlawanan rakyat. 3 fungsi yang disebut pertama umumnya dilakukan pada masa damai atau rakyat. 3 fungsi yang disebut pertama umumnya dilakukan pada masa damai atau  pada

(5)

terlatih membantu pemerintah daerah dalam menangani keamanan dan ketertiban terlatih membantu pemerintah daerah dalam menangani keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara fungsi perlawanan rakyat dilakukan dalam keadaan masyarakat. Sementara fungsi perlawanan rakyat dilakukan dalam keadaan darurat perang dimana rakyat terlatih merupakan unsur bantuan tempur.

darurat perang dimana rakyat terlatih merupakan unsur bantuan tempur. 2.

2. Bela Negara Secara Non FisikBela Negara Secara Non Fisik

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan  Negara

 Negara keikutsertaan keikutsertaan Negara Negara dalam dalam bela bela Negara Negara secara secara non non fisik fisik dapatdapat diselenggaraan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai diselenggaraan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi. Pendidikan kewarganegaraan diberikan dengan maksud dengan profesi. Pendidikan kewarganegaraan diberikan dengan maksud menanamkan semangat bangsa dan cinta tanah air. Oendidikan kewarganegaraan menanamkan semangat bangsa dan cinta tanah air. Oendidikan kewarganegaraan dapat dilaksanakan melalui jalur formal (sekolah dan perguruan tinggi) dan jalur dapat dilaksanakan melalui jalur formal (sekolah dan perguruan tinggi) dan jalur non formal (social kemasyarakatan) berdasarkan hal itu maka keterlibatan warga non formal (social kemasyarakatan) berdasarkan hal itu maka keterlibatan warga  Negara dalam bela negara secar

 Negara dalam bela negara secara non fisik dapat a non fisik dapat dilakukan dalam berbagai bentukdilakukan dalam berbagai bentuk sepanjang masa, dan dalam situasi, misalnya dengan cara :

sepanjang masa, dan dalam situasi, misalnya dengan cara : a.

a. Mengikuti pendidikan kewarganegaraan baik melalui jalurMengikuti pendidikan kewarganegaraan baik melalui jalur formal dan non formal

formal dan non formal  b.

 b. Melaksanakan kehidupan berdemokrasi dengan menghargaiMelaksanakan kehidupan berdemokrasi dengan menghargai  perbedaan

 perbedaan pendapat pendapat dan dan tidak tidak memaksakan memaksakan kehendak kehendak dalamdalam memecahkan masalah bersama.

memecahkan masalah bersama. c.

c. Pengabdian yang tulus kepada lingkungan sekitar denganPengabdian yang tulus kepada lingkungan sekitar dengan menanam, memelihara, dan melestarikan.

menanam, memelihara, dan melestarikan. d.

d. Berkarya nyata untuk kemanusiaan demi memajukan bangsaBerkarya nyata untuk kemanusiaan demi memajukan bangsa dan Negara.

dan Negara. e.

e. Berperan aktif dalam ikut menanggulangi ancaman terutamaBerperan aktif dalam ikut menanggulangi ancaman terutama ancaman nirmiliter, misalnya menjadi sukarelawan bencana ancaman nirmiliter, misalnya menjadi sukarelawan bencana  banjir.

 banjir. f.

f. Mengikuti kegiatan mental spiritual dikalangan masyarakatMengikuti kegiatan mental spiritual dikalangan masyarakat agar menangkal pengaruh-pengaruh budaya asing yang tidak agar menangkal pengaruh-pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia.

(6)

g.

g. Membayar pajak dan retribusi yang berfungsi sebagai sumberMembayar pajak dan retribusi yang berfungsi sebagai sumber  pembiayaan Negara untuk melaksanakan pemb

 pembiayaan Negara untuk melaksanakan pembangunan.angunan.

D.

D. TERORISME MENJADI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DANTERORISME MENJADI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN  NEGARA INDONESI

 NEGARA INDONESIAA

Permasalahan mendasar lainnya dalam mewujudkan ketahanan-ketahan Permasalahan mendasar lainnya dalam mewujudkan ketahanan-ketahan nasional di Indonesia adalah masalah terorisme. Isu dan masalah terorisme nasional di Indonesia adalah masalah terorisme. Isu dan masalah terorisme muncul ke permukaan dan mengoncang stabilitas keamanan dan ketertiban muncul ke permukaan dan mengoncang stabilitas keamanan dan ketertiban nasional ketika ternjadi peledakan bom

nasional ketika ternjadi peledakan bom Bali oleh kelompok radikal atau kelompokBali oleh kelompok radikal atau kelompok fundamentalis yang selalu mengatasnamakan agama (menggunakan fundamentalis yang selalu mengatasnamakan agama (menggunakan symbol-simbol agama). Akibat peledakan bom Bali tersebut menimbulkan dampak simbol agama). Akibat peledakan bom Bali tersebut menimbulkan dampak social- psikologis,

 psikologis, ekonomi, daekonomi, dan n keamanan keamanan nasional. nasional. Secara Secara social-psikologis, social-psikologis, bom bom BaliBali telah menimbulkan keresahan dan ketakutan public/masyarakat terhadap telah menimbulkan keresahan dan ketakutan public/masyarakat terhadap keselamat jiwa. Secara ekonomis, terjadinya peledakan bom Bali menimbulkan keselamat jiwa. Secara ekonomis, terjadinya peledakan bom Bali menimbulkan arus wisatawan, baik wisatawan dosmetik, maupun wisatawan mancanegara ke arus wisatawan, baik wisatawan dosmetik, maupun wisatawan mancanegara ke Indonesia, terutama ke Bali menurun. Hal ini berdambak pada penurunan Indonesia, terutama ke Bali menurun. Hal ini berdambak pada penurunan  pendapatan mas

 pendapatan masyarakat yarakat dan dan pendapatan pendapatan pemerintah pemerintah dari dari sector sector pariwisata. pariwisata. SelainSelain itu, secara ekonomis pula bahwa peledakan

itu, secara ekonomis pula bahwa peledakan bom Bali oleh terorisme menurun arbom Bali oleh terorisme menurun arusus investasi luar negeri ke Indonesia. Dari aspek keamanan dan kertiban, peledakan investasi luar negeri ke Indonesia. Dari aspek keamanan dan kertiban, peledakan  bom

 bom Bali Bali menimbulkan menimbulkan kestabilan kestabilan serta serta kondisi kondisi keamanan keamanan dan dan ketertibanketertiban masyarakat di dalam negeri menjadi terganggu.

masyarakat di dalam negeri menjadi terganggu.

Secara filosofi terdapat dua pendekatan yang esensi makna dari terorisme, Secara filosofi terdapat dua pendekatan yang esensi makna dari terorisme, yaitu :

yaitu :

1.

1. Terorisme merupakan suatu ide tentang tindak kekerasan atauTerorisme merupakan suatu ide tentang tindak kekerasan atau ancaman kekerasan. Terorisme dalam konteks ini merupakan ancaman kekerasan. Terorisme dalam konteks ini merupakan  bagian

 bagian dari dari suatusuatu discoursediscourse (diskursus, perbincangan) besar(diskursus, perbincangan) besar tentangan ilmu perang (konvensional maupun inkonvesional) tentangan ilmu perang (konvensional maupun inkonvesional) dengan berbagai derivatifnya, seperti perang terbatas, perang dengan berbagai derivatifnya, seperti perang terbatas, perang

(7)

terbuka maupun

terbuka maupun clandestine campaignclandestine campaign ( kampanye tertutup,( kampanye tertutup, gerakan bawah tanah) serta filsafat perang.

gerakan bawah tanah) serta filsafat perang. 2.

2. Terorisme merupakan suatu konsep yang tersusun dari prinsip:Terorisme merupakan suatu konsep yang tersusun dari prinsip: (i) kegalatan (ketidakteraturan) pikiran dan masalah dalam (i) kegalatan (ketidakteraturan) pikiran dan masalah dalam kepribadian manusia, (ii) psikologo massa, baik public yang kepribadian manusia, (ii) psikologo massa, baik public yang ketakutan maupun public yang menaruh simpati buta ketakutan maupun public yang menaruh simpati buta (Hendropriyono, 2009).

(Hendropriyono, 2009).

Dalam konteks kehidupan nasional, terorisme merupakan ancaman besar Dalam konteks kehidupan nasional, terorisme merupakan ancaman besar terhadap eksitensi bangsa dan Negara Indonesia. Kasus peledakan bom Bali I dan terhadap eksitensi bangsa dan Negara Indonesia. Kasus peledakan bom Bali I dan II, peledakan Hotel J.W. Marriod, Ritz-Carlton, Kedutaan Besar Australia, bom II, peledakan Hotel J.W. Marriod, Ritz-Carlton, Kedutaan Besar Australia, bom  buku,

 buku, bom bom bunuh bunuh diri diri di di masjid masjid di di kompleks kompleks Kepolisian Kepolisian Resor Resor Cirebon, Cirebon, dandan kasus-kasus terorisme lainnya dapat melemahkan kondisi ketahan nasional. kasus-kasus terorisme lainnya dapat melemahkan kondisi ketahan nasional. Gerakan terorisme berbasis ideology dan symbol-simbol keagamaan dapat Gerakan terorisme berbasis ideology dan symbol-simbol keagamaan dapat mengganggu toleransi kehidupan umat beragama di Indonesia. Sudah menjadi mengganggu toleransi kehidupan umat beragama di Indonesia. Sudah menjadi  given

 given  bahwa bangsa dan Negara Indonesia adalah bangsa yang pluralis, yaitu  bahwa bangsa dan Negara Indonesia adalah bangsa yang pluralis, yaitu  bangsa

 bangsa yang yang terdiri terdiri atas atas keberagaman keberagaman (kemajemukan), (kemajemukan), baik baik dari dari aspek aspek agama,agama, suku bangsa, budaya, adat-istiadat dan lain-lain. Provokasi dan simbolisasi agama suku bangsa, budaya, adat-istiadat dan lain-lain. Provokasi dan simbolisasi agama dalam gerakan terorisme dapat mengancam ideology pancasila dan bertujuan dalam gerakan terorisme dapat mengancam ideology pancasila dan bertujuan menggantikannya dengan ideology keagamaan tertentu.

menggantikannya dengan ideology keagamaan tertentu.

Gerakan terorisme yang tumbuh di Indonesia juga sangat berpengaruh Gerakan terorisme yang tumbuh di Indonesia juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gerakan-gerakan terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gerakan-gerakan yang didasari oleh ideology terorisme global telah memengaruhi eksitensi yang didasari oleh ideology terorisme global telah memengaruhi eksitensi ideology nasional Indonesia pada era reformasi dewasa ini. Terorisme global yang ideology nasional Indonesia pada era reformasi dewasa ini. Terorisme global yang  berbasis

 berbasis ideology ideology keagamaan keagamaan muncul muncul ke ke permukaan permukaan dalam dalam wajah wajah fundalismefundalisme  politik.

 politik. Ideology Ideology ini ini sangat sangat kuat kuat pengaruhnya pengaruhnya dalam dalam menggoyahkan menggoyahkan ideoligiideoligi  pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

(8)

E.

E. KORUPSI SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DANKORUPSI SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN  NEGARA INDONESI

 NEGARA INDONESIAA

Selain, terorisme dapat mengancam keutuhan bangsa dan Negara Selain, terorisme dapat mengancam keutuhan bangsa dan Negara Indonesia, maka masalah besar lainnya yamg dihadapi bangsa dan Negara Indonesia, maka masalah besar lainnya yamg dihadapi bangsa dan Negara Indonesia adalah masalah korupsi. Masalah korupsi ini berbeda dengan masalah Indonesia adalah masalah korupsi. Masalah korupsi ini berbeda dengan masalah terorisme, karena dari segi korban, aksi kekerasan terorisme korbannya lokalis, terorisme, karena dari segi korban, aksi kekerasan terorisme korbannya lokalis, yaitu adalah mereka yang terkena ledakan bom di sekitar bom yang meledak yaitu adalah mereka yang terkena ledakan bom di sekitar bom yang meledak (meskipun perbuatan ini sangat dikutuk dan bertentangan dengan (meskipun perbuatan ini sangat dikutuk dan bertentangan dengan  prikemanusiaan).

 prikemanusiaan). Dari Dari segi segi korban, korban, korupsi korupsi yang yang dilakukan, dilakukan, baik baik secarasecara  perorangan

 perorangan maupun maupun berjamaah berjamaah (korupsi (korupsi berjamaah/korupsi berjamaah/korupsi politik politik dengandengan melibatkan banyak actor), korbannya bukan hanya beberapa beberapa orang saja melibatkan banyak actor), korbannya bukan hanya beberapa beberapa orang saja dan bersifat lokalitas, seperti halnya korban peledakan bom oleh pelaku teroris, dan bersifat lokalitas, seperti halnya korban peledakan bom oleh pelaku teroris, tetapi korban dari perbuatan yang korup (korupsi) adalah seluruh rakyat Indonesia tetapi korban dari perbuatan yang korup (korupsi) adalah seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah ratusan jiwa orang, seperti kasus korupsi mafia pajak yang yang berjumlah ratusan jiwa orang, seperti kasus korupsi mafia pajak yang dilakukan Gayun Tambuhan

dilakukan Gayun Tambuhan cs.cs.yang merugikan keuangan Negara milyaranyang merugikan keuangan Negara milyaran rupiah, dan kasus-kasus korupsi lainnya. Itulah sebabnya banyak kalangan yang rupiah, dan kasus-kasus korupsi lainnya. Itulah sebabnya banyak kalangan yang menyebutnya bahwa korupsi adalah musuh rakyat dan musuh Negara, sehingga menyebutnya bahwa korupsi adalah musuh rakyat dan musuh Negara, sehingga harus dilawan bersama (

harus dilawan bersama (common enemy).common enemy).

Dalam konteks Negara terkorup di dunia,

Dalam konteks Negara terkorup di dunia, Transparency InternasionalTransparency Internasional menyebutkan bahwa Indonesia berada diurutan ke-15 negara paling korup di menyebutkan bahwa Indonesia berada diurutan ke-15 negara paling korup di dunia. Skor IPK (indeks persepsi korupsi) tahun 2003 adalah 1,7; tahun 2001 dunia. Skor IPK (indeks persepsi korupsi) tahun 2003 adalah 1,7; tahun 2001 adalah 1,9; tahun 2002 adalah 1,9; tahun 2003 adalah 1,9; tahun 2004 adalah 2,0; adalah 1,9; tahun 2002 adalah 1,9; tahun 2003 adalah 1,9; tahun 2004 adalah 2,0; tahun 2005 adalah 2,2; tahun 2006 adalah 2,4; tahun 2007 adalah 2,3. Pada tahun tahun 2005 adalah 2,2; tahun 2006 adalah 2,4; tahun 2007 adalah 2,3. Pada tahun 2008 IPK Indonesia berada diurutan ke-126 dari 180 negara yang disurvei dengan 2008 IPK Indonesia berada diurutan ke-126 dari 180 negara yang disurvei dengan skor 2,6 atau naik sekitar 0,3 dibandingkan dengan IPK 2007 (Andrianto skor 2,6 atau naik sekitar 0,3 dibandingkan dengan IPK 2007 (Andrianto etet al.,

al.,2010) skala peringkat IPK itu mulai dari 1 sampai 10. Semakin besar skor IPK2010) skala peringkat IPK itu mulai dari 1 sampai 10. Semakin besar skor IPK suatu Negara, maka semakin bersih Negara tersebut dari tindak pidana korupsi. suatu Negara, maka semakin bersih Negara tersebut dari tindak pidana korupsi.

Dalam perspektif ketahanan nasional Indonesia, meningkatnya Dalam perspektif ketahanan nasional Indonesia, meningkatnya kasus-kasus tindak pidana korupsi di Indonesia dari waktu ke waktu menunjukkan kasus tindak pidana korupsi di Indonesia dari waktu ke waktu menunjukkan

(9)

 bahwa

 bahwa tingkat tingkat unsur unsur keuletan keuletan (U) (U) dan dan ketangguhan (T) ketangguhan (T) dalam dalam konsep konsep ketahananketahanan nasional semakin menurun dan melemah. Sebaiknya, unsur ATHG (Ancaman, nasional semakin menurun dan melemah. Sebaiknya, unsur ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) semakin besar dan menguat. Akibat Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) semakin besar dan menguat. Akibat menurun dan melemahnya keuletan dan ketangguhan (U, T) dan menguatnya menurun dan melemahnya keuletan dan ketangguhan (U, T) dan menguatnya (ATHG), khususnya berkaitan dengan meningkatnya kasus-kasus tindak pidana (ATHG), khususnya berkaitan dengan meningkatnya kasus-kasus tindak pidana korupsi, maka menyebabkan kondisi ketahanan nasional Indonesia semakin rapuh korupsi, maka menyebabkan kondisi ketahanan nasional Indonesia semakin rapuh dan keropos. Korupsi terutama dapat melemahkan, mengganggu, dan mengancam dan keropos. Korupsi terutama dapat melemahkan, mengganggu, dan mengancam ketahanan nasional di bidang ekonomi, politik, dan keamanan dan ketertiban. ketahanan nasional di bidang ekonomi, politik, dan keamanan dan ketertiban. Penyalahgunaan keuangan Negara oleh pejabat negar dapat menimbulkan Penyalahgunaan keuangan Negara oleh pejabat negar dapat menimbulkan meningkatnya kemiskinan, melebarnya kesenjangan social antarkelompok, meningkatnya kemiskinan, melebarnya kesenjangan social antarkelompok, menurunkan kualitas pendidikan, dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. menurunkan kualitas pendidikan, dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Begitu pula kasus korupsi dapat menimbulkan instabilitas politik nasional sebagai Begitu pula kasus korupsi dapat menimbulkan instabilitas politik nasional sebagai akibat terjadinya

akibat terjadinya distrustdistrust masyarakat terhadap parlemen. Kasus korupsi dapat pulamasyarakat terhadap parlemen. Kasus korupsi dapat pula  berdampak pada gangguan s

 berdampak pada gangguan stabilitas keamanan tabilitas keamanan dan ketertiban dan ketertiban masyarakat, karenamasyarakat, karena korupsi sudah meresahkan masyarakat.

korupsi sudah meresahkan masyarakat.

Korupsi adalah bagian kejahatan yang membahayakan bangsa dan Negara Korupsi adalah bagian kejahatan yang membahayakan bangsa dan Negara Indonesia. Sebagai bagian dari kejahatan terhadap eksistensi bangsa dan Negara, Indonesia. Sebagai bagian dari kejahatan terhadap eksistensi bangsa dan Negara, kasus-kasus korupsi dari waktu ke waktu justru semakin menggurita dan melebar kasus-kasus korupsi dari waktu ke waktu justru semakin menggurita dan melebar keberbagai institusi penyelenggara Negara, baik di lembaga pemerintahan, keberbagai institusi penyelenggara Negara, baik di lembaga pemerintahan,  parlemen,

 parlemen, maupun maupun di di lembaga lembaga peradilan, peradilan, baik baik di di pusat pusat maupun maupun di di daerah.daerah. Lemahnya

Lemahnya law enforcementlaw enforcement (penegakan hukum) di Indonesia justru diperparah(penegakan hukum) di Indonesia justru diperparah oleh adanya ketertiban oknum-oknum aparat penegakkan hukum di berbagai oleh adanya ketertiban oknum-oknum aparat penegakkan hukum di berbagai segmen institusi penegakkan hukum di Indonesia (Kepolisian, Kejaksaan, dan segmen institusi penegakkan hukum di Indonesia (Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan). Ketertibatan aparat penegak hukum berbagai dalam berbagai kasus Pengadilan). Ketertibatan aparat penegak hukum berbagai dalam berbagai kasus korupsi di Indonesia tersebut dapat memberikan konstribusi yang besar terhadap korupsi di Indonesia tersebut dapat memberikan konstribusi yang besar terhadap  peningkatan peringkat Indonesia sebagai kelomp

(10)

F.

F. KURANGNYA PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAPKURANGNYA PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA KETAHANAN NASIONAL

PENTINGNYA KETAHANAN NASIONAL

Ketahan nasional adalah merupakan suatu kondisi di namis suatu bangsa Ketahan nasional adalah merupakan suatu kondisi di namis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan bentuk ancaman, tantangan, yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Tahukah Anda perdagangan bebas merupakan ancaman tantangan, Tahukah Anda perdagangan bebas merupakan ancaman tantangan, hambatan dan gangguan untuk ketahanan nasional? Di jaman era globalisasi ini hambatan dan gangguan untuk ketahanan nasional? Di jaman era globalisasi ini segala sesuatu aspek kehidupan yang ada bersaing begitu ketatnya, dari aspek segala sesuatu aspek kehidupan yang ada bersaing begitu ketatnya, dari aspek ekonomi, politik, social budaya, pendidikan dan lain lain. Dierah globalisasi ini di ekonomi, politik, social budaya, pendidikan dan lain lain. Dierah globalisasi ini di tandai dengan adanya perdagangan bebas di mana produk dari suatu Negara tandai dengan adanya perdagangan bebas di mana produk dari suatu Negara dengan bebas dapat masuk dan di perjual belikan di Negara lain kenyataan itu dengan bebas dapat masuk dan di perjual belikan di Negara lain kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua Negara untuk mampu bersaing dalam tentu menimbulkan tantangan bagi semua Negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk indrustrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas meningkatkan kualitas produk indrustrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Hal ini memang sangat memperhatikan di mana masyarakat dari tantangan itu. Hal ini memang sangat memperhatikan di mana masyarakat masih belum mempercayai kualitas produk Indonesia karena kurangnya masih belum mempercayai kualitas produk Indonesia karena kurangnya  pemahaman kita terhadap ketahanan nasional

 pemahaman kita terhadap ketahanan nasional G.

G. PERANAN MASYARAKAT DALAM BELA NEGARA UNTUKPERANAN MASYARAKAT DALAM BELA NEGARA UNTUK MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN

MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN

Masyarakat adalah salah satu komponen utama dalam membentuk suatu bangsa Masyarakat adalah salah satu komponen utama dalam membentuk suatu bangsa yang merdeka. Masyarakat berperan dalam bela negara. Bela negara bertujuan untuk yang merdeka. Masyarakat berperan dalam bela negara. Bela negara bertujuan untuk memperkuat ketahan nasional. Bela negara harus didiversifikasi tidak sekedar dalam memperkuat ketahan nasional. Bela negara harus didiversifikasi tidak sekedar dalam  pengertian

 pengertian pertahanan pertahanan negara, negara, tapi tapi juga juga ketahanan ketahanan dalam dalam pancagatra pancagatra ideologi, ideologi, politik,politik, ekonomi, sosial dan budaya, yang harus dimotori oleh inovasi dan kreatifitas bangsa ekonomi, sosial dan budaya, yang harus dimotori oleh inovasi dan kreatifitas bangsa untuk membina dan membangun bangsa untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi untuk membina dan membangun bangsa untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, memiliki stabilitas ideologi dan politik serta memiliki ketahan sosial dan budaya, dunia, memiliki stabilitas ideologi dan politik serta memiliki ketahan sosial dan budaya, dengan membina basis filosofi bangsa harmony in

(11)

Adapun membangun kolektif kebangsaan, Pancasila sebagai dasar negara sering Adapun membangun kolektif kebangsaan, Pancasila sebagai dasar negara sering kali di anak tirikan jikalau kita cermati bagaimana arah kebijakan pembagunan. kali di anak tirikan jikalau kita cermati bagaimana arah kebijakan pembagunan. Seringkali pembangunan fisik adalah mutlak dilakukan, namun seringkali lupa pada Seringkali pembangunan fisik adalah mutlak dilakukan, namun seringkali lupa pada  pembang

 pembangunan unan manusianymanusianya. a. Tidak Tidak mengheramengherankan nkan jika jika kemudian kemudian banyak banyak masalamasalah h yangyang muncul di sebabkan karena mental kemanusiaan kita. Kasus berkibarnya bendera negara muncul di sebabkan karena mental kemanusiaan kita. Kasus berkibarnya bendera negara asing di tanah kedaulatan harus di evaluasi serius, selain ada UU yang mengatur juga asing di tanah kedaulatan harus di evaluasi serius, selain ada UU yang mengatur juga menciderai martabat bangsa. Disinilah perlunya membangun komitmen kebangsaan menciderai martabat bangsa. Disinilah perlunya membangun komitmen kebangsaan dengan menggerakkan moral/kolektif nasional. Penyadaran kembali terhadap segala dengan menggerakkan moral/kolektif nasional. Penyadaran kembali terhadap segala tantangan bangsa dan penegasan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. tantangan bangsa dan penegasan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

H.

H. BAGAIMANA BAGAIMANA MENGATASI MENGATASI ANCAMAN ANCAMAN TERORISMETERORISME TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA

TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA 1.

1. Dalam Bidang Militer dan politikDalam Bidang Militer dan politik

Terorisme telah menjalar diberbagai Negara dibelahan dunia, sehingga Terorisme telah menjalar diberbagai Negara dibelahan dunia, sehingga dalam bidang

dalam bidang militer perlu diadakan militer perlu diadakan kerja sama dengan kerja sama dengan angkatan militer angkatan militer NegaraNegara lain.

lain.

Adapun bentuk kerjasama yang telah dilakukan Indonesia yakni Adapun bentuk kerjasama yang telah dilakukan Indonesia yakni menggelar pertemuan bilateral antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggelar pertemuan bilateral antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan

(BNPT) dengan  Assistant  Assistant to to the the US US Presiden Presiden for for Homeland Homeland Security Security andand Conterterorism

Conterterorism  (asisten khusus presiden AS untuk keamanan nasional dan  (asisten khusus presiden AS untuk keamanan nasional dan  penanggulangan

 penanggulangan terorisme) terorisme) Thomas Thomas P.Bossert. P.Bossert. pertemuan pertemuan digelar digelar di di GedungGedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada, selasa (11/07/2017) waktu Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada, selasa (11/07/2017) waktu setempat. Hasil dari pertemuan tersebut ialah pentingnya upaya untuk setempat. Hasil dari pertemuan tersebut ialah pentingnya upaya untuk menyeimbangkan antara penggunaan pola

menyeimbangkan antara penggunaan pola hard approachhard approach ( pendekatan keras) dan ( pendekatan keras) dan  soft

 soft approachapproach  (pendekatan lunak) dalam penanggulangan terorisme. Menurut  (pendekatan lunak) dalam penanggulangan terorisme. Menurut kepala BNPT program kontra radikalisasi yang dilakukan BNPT dengan kepala BNPT program kontra radikalisasi yang dilakukan BNPT dengan menggandeng unsur masyarakat, termasuk pemuda, netizen, dan mantan aktivis menggandeng unsur masyarakat, termasuk pemuda, netizen, dan mantan aktivis teroris untuk melakukan counter narrative telah menjadi program unggulan teroris untuk melakukan counter narrative telah menjadi program unggulan nasional.

(12)

Dalam soft approach relative berhasil dalam program deradikalisasi, Dalam soft approach relative berhasil dalam program deradikalisasi, dimana teroris sebanyak 560 orang yang dihukum hanya tiga yang melakukan dimana teroris sebanyak 560 orang yang dihukum hanya tiga yang melakukan yang kembali melakukan terorisme.

yang kembali melakukan terorisme. 2.

2. Dalam bidang PendidikanDalam bidang Pendidikan

Di Indonesia, secara tidak langsung telah ada penanaman akan pentingnya Di Indonesia, secara tidak langsung telah ada penanaman akan pentingnya kesadaran pertahanan dari ancaman terorisme yakni dalam pendidikan kesadaran pertahanan dari ancaman terorisme yakni dalam pendidikan Kewarganegaraan yang diwajibkan disetiap je

Kewarganegaraan yang diwajibkan disetiap jenjang pendidikan.njang pendidikan. I.

I. BAGAIMANA MENGATASI ANCAMAN KORUPSI TERHADAPBAGAIMANA MENGATASI ANCAMAN KORUPSI TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA

BANGSA DAN NEGARA INDONESIA

Korupsi merupakan wujud perbuatan immoral dari dorongan untuk Korupsi merupakan wujud perbuatan immoral dari dorongan untuk mendapatkan sesuatu menggunakan metode penipuan dan pencurian yang mendapatkan sesuatu menggunakan metode penipuan dan pencurian yang merugikan bangsa

merugikan bangsa dan Negara, di Inddan Negara, di Indonesia korupsi sangat sulit untuk onesia korupsi sangat sulit untuk dihindaridihindari atau dihilangkan jadi agar korupsi dapat kita hilangkan di Negara ini, kita perlu atau dihilangkan jadi agar korupsi dapat kita hilangkan di Negara ini, kita perlu menanamkan nilai-nilai yang ada dalam pancasila, terutama dalam sila pertama menanamkan nilai-nilai yang ada dalam pancasila, terutama dalam sila pertama “ketuhanan yang maha esa”

“ketuhanan yang maha esa”  karena di Negara Indonesia memiliki bebarapa  karena di Negara Indonesia memiliki bebarapa macam agama. selaian itu, dalam mengatasi korupsi sangat memerlukan peran macam agama. selaian itu, dalam mengatasi korupsi sangat memerlukan peran  Negara.

 Negara. Misalkan Misalkan jika jika saja saja di di negara negara kita kita menerapkan menerapkan hukum hukum yang yang berlaku berlaku didi agama islam yaitu jika ada y

agama islam yaitu jika ada yang mencuri maka tanganya ang mencuri maka tanganya akan di potong akan di potong sebagaisebagai hukuman terhadap apa yang dilakukan agar ada efek jerah, jika hukum tersebut di hukuman terhadap apa yang dilakukan agar ada efek jerah, jika hukum tersebut di terapkan dalam Negara Indonesia maka para koruptor akan berfikir kembali untuk terapkan dalam Negara Indonesia maka para koruptor akan berfikir kembali untuk melakukan korupsi.

melakukan korupsi.

Maka dari itu perlunya mempertebal keimanan dalam diri sendiri serta Maka dari itu perlunya mempertebal keimanan dalam diri sendiri serta kesadaran untuk menghilangkan sikap keegoisan dalam diri sendiri atau dalam kesadaran untuk menghilangkan sikap keegoisan dalam diri sendiri atau dalam diri seseorang yang telah menjadi pejabat sehingga dengan sendirinya tindakan diri seseorang yang telah menjadi pejabat sehingga dengan sendirinya tindakan korupsi akan menghilang secara perlahan.

(13)

J.

J. BAGAIMANA BAGAIMANA MENGATASI MENGATASI KURANGNYA KURANGNYA PEMAHAMANPEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA KETAHANAN  NASIONAL

 NASIONAL

Adapun cara mengatasi kurangnya pemahaman masyarakat Adapun cara mengatasi kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya ketahanan nasional yaitu dengan meningkatkan nilai terhadap pentingnya ketahanan nasional yaitu dengan meningkatkan nilai  produk,

 produk, mengetahui mengetahui keinginan keinginan konsumen konsumen dan dan meningkatkan meningkatkan kualitaskualitas teknologi yang akan di gunakan, sehingga produk yang di buat bisa teknologi yang akan di gunakan, sehingga produk yang di buat bisa menyeimbangi produk luar negeri. Selain itu juga mengadakan sosialisasi menyeimbangi produk luar negeri. Selain itu juga mengadakan sosialisasi ke tempat-tempat tertentu seperti sekolah, perusahaan dan tempat lainnya ke tempat-tempat tertentu seperti sekolah, perusahaan dan tempat lainnya untuk mempromosikan produk yang telah mereka buat.

untuk mempromosikan produk yang telah mereka buat.

K.

K. BAGAIMAN BAGAIMAN PERANAN PERANAN MASYARAKAT MASYARAKAT DALAM DALAM BELABELA  NEGARA

 NEGARA UNTUK UNTUK MEMBANGUN MEMBANGUN KOMITMEN KOMITMEN KOLEKTIFKOLEKTIF KEBANGSAAN

KEBANGSAAN

Menurut UU No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara sudah secara eksplisit Menurut UU No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara sudah secara eksplisit menjelaskan bahwa salah satu bentuk bel negara adalah berkarya yang dedikatif untuk menjelaskan bahwa salah satu bentuk bel negara adalah berkarya yang dedikatif untuk  bangsa dengan

 bangsa dengan skil skil keteramketerampian pian dan dan keahlian untuk keahlian untuk kemajuan bangsa. kemajuan bangsa. MasyaraMasyarakat kat yangyang  bekerja

 bekerja dalam dalam sektor sektor industri, industri, sektor sektor perdagangaperdagangan, n, sektor sektor tambang, tambang, sektor sektor pertanianpertanian adalah para pembela negara, karena kalau mereka tidak bekerja serius, indonesia tidak adalah para pembela negara, karena kalau mereka tidak bekerja serius, indonesia tidak akan masuk 10 negara terbesar GDP-nya di dunia. Tapi mereka tidak akan menjadi mulia akan masuk 10 negara terbesar GDP-nya di dunia. Tapi mereka tidak akan menjadi mulia sebagai pahlawan-pahlawan ekonomi jika mereka melakukan pembangkangan terhadap sebagai pahlawan-pahlawan ekonomi jika mereka melakukan pembangkangan terhadap kewajiban bayar pajak, dan mereka juga bukan pahlawan jika menjadi pengusaha kewajiban bayar pajak, dan mereka juga bukan pahlawan jika menjadi pengusaha eksploitasi

eksploitasi hutan hutan dengan dengan meakukakmeakukakanan illegal loging illegal loging   dan yang lainnya. Demikian pula  dan yang lainnya. Demikian pula mereka yang berprofesi sebagai pegawai negri sipil, mereka juga melakukan bela negara mereka yang berprofesi sebagai pegawai negri sipil, mereka juga melakukan bela negara  bila

 bila mampu mampu melakukamelakukan n perbaikan perbaikan sektor sektor layanan layanan publik publik dengan dengan baik, baik, mampumampu meningkatkan akuntabilitas layanan publik, akuntabel dalam pembangunan meningkatkan akuntabilitas layanan publik, akuntabel dalam pembangunan proyek- proyek

 proyek untuk untuk layanan layanan publik. publik. Tapi Tapi sebaliknya mereka sebaliknya mereka akan akan menjadi menjadi musuh musuh negara jnegara jikaika  justru melakuk

 justru melakukan korupsi uang an korupsi uang negara dalam negara dalam pelaksanaapelaksanaan proyek negn proyek negara tersebut. Dara tersebut. Denganengan demikian, untuk semua jenis profesi dan keahlian, di perlukan penguatan-penguatan demikian, untuk semua jenis profesi dan keahlian, di perlukan penguatan-penguatan karakter bangsa sebagai bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera untuk memperkuat karakter bangsa sebagai bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera untuk memperkuat ketahanan nasional.

(14)

Adapun

Adapun perlunperlunya ya membangun membangun komitmen komitmen perlunperlunya ya membangun membangun komitmenkomitmen kebangsaan dengan menggerakkan moral/kolektif nasional. Penyadaran kembali terhadap kebangsaan dengan menggerakkan moral/kolektif nasional. Penyadaran kembali terhadap segala tantangan bangsa dan penegasan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar segala tantangan bangsa dan penegasan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Apel Kebangsaan dan Aksi Damai yang serentak dilakukan di berbagai wilayah negara. Apel Kebangsaan dan Aksi Damai yang serentak dilakukan di berbagai wilayah harus menjadi momentum atas kebangkitan kebangsaan kita. Bercermin pada perjalanan harus menjadi momentum atas kebangkitan kebangsaan kita. Bercermin pada perjalanan sejarah bangsa ini cikal bakal komitmen kebangsaan yang lahir sejak peristiwa sejarah bangsa ini cikal bakal komitmen kebangsaan yang lahir sejak peristiwa Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Proklamasi 1945, secara Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Proklamasi 1945, secara substansial telah memberi pengalaman berkebangsaan yang mengakar kuat. Untuk itu, substansial telah memberi pengalaman berkebangsaan yang mengakar kuat. Untuk itu, sebuah bangsa akan tumbuh menjadi bangsa yang besar dan terhormat apabila memiliki sebuah bangsa akan tumbuh menjadi bangsa yang besar dan terhormat apabila memiliki nilai-nilai luhur yang di junjung tinggi. Bahwa di bentuknya NKRI adalah untuk nilai-nilai luhur yang di junjung tinggi. Bahwa di bentuknya NKRI adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah. Sehingga ada kewajiban untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah. Sehingga ada kewajiban untuk menjamin kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

menjamin kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. L.

L. PENUTUPPENUTUP

KESIMPULAN KESIMPULAN Urgensi dan tantangan ketahanan nasional dan

Urgensi dan tantangan ketahanan nasional dan bela negara bagi bangsa Indonesiabela negara bagi bangsa Indonesia dalam membangun komitmen kolektif kebangsaan mencakup dalam membangun komitmen kolektif kebangsaan mencakup ancaman,tantangan,hambatan,dan gangguan secara internal dan external, atau yang ancaman,tantangan,hambatan,dan gangguan secara internal dan external, atau yang langsung maupun tidak langsung. Dalam mengatasi masalah ini, diperlukan adanya kerja langsung maupun tidak langsung. Dalam mengatasi masalah ini, diperlukan adanya kerja sama antara perangkat pemerintahan dan masyarakat karena apabila hanya perangkat sama antara perangkat pemerintahan dan masyarakat karena apabila hanya perangkat  pemerintah

 pemerintah atau atau masyamasyarakat rakat saja saja yang yang aktif aktif dalam dalam mengatasi mengatasi dampak dampak negatif negatif tersebuttersebut maka urgensi dan tantangan ketahanan nasional dan bela negara tidak akan mudah dalam maka urgensi dan tantangan ketahanan nasional dan bela negara tidak akan mudah dalam membangun komitmen kolektif kebangsaan Indonesia.

(15)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA https://luk.staff.ugm

https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/m.ac.id/atur/mkwu/9-PendidikanKekwu/9-PendidikanKewarganegawarganegaraan.pdfraan.pdf(diakses(diakses

10/10/2017 pada jam 11 : 27)

10/10/2017 pada jam 11 : 27)

karsadi.2011.p

karsadi.2011.pendidikan endidikan kewarganekewarganegaraan perguruan garaan perguruan tinggi.kendari.Untinggi.kendari.Unhalu halu PressPress

http://krjogja.com

http://krjogja.com/web/news/read./web/news/read.17580/komitm17580/komitmen.kebangsaen.kebangsaanan(diakses 11/10.2017 pada(diakses 11/10.2017 pada

 jam 00.54 wita)

 jam 00.54 wita)

http://www.Uinjkt.ac

http://www.Uinjkt.ac.id/pembina.id/pembinaan-kesadaran-an-kesadaran-bela-negarabela-negara-dalam--dalam-rangka-memrangka-membangun-

bangun-karakter-bangsa/

karakter-bangsa/(diakses 11/10/2017 pada jam 14:15)(diakses 11/10/2017 pada jam 14:15)

https://nasional.sindon

https://nasional.sindonews.comews.com/readi1220069/14/pe/readi1220069/14/pertemuan-bnpt-dertemuan-bnpt-dengan-asisten-kngan-asisten-khusus-

husus-

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :